Kuasa Pengampunan Jesus Adalah Nonsense Bagian 1

160609150923

Orang Kristen percaya bahwa Jesus sebagai Putra Tuhan, mempunyai kuasa untuk menebus dosa orang yang percaya kepada Jesus sebagai Putra Tuhan ….

  • yang mati di kayu salib,
  • yang bangkit di hari ketiga,
  • dan lalu naik ke Surga.

Dengan kata lain, menjadi orang Kristen adalah jaminan masuk Surga, karena percaya kepada Jesus adalah jaminan masuk Surga, karena nanti semua dosanya sudah ditebus Jesus.

Benarkah demikian?

Benarkah bahwa Jesus mempunyai kuasa untuk menebus dosa? Benarkah, bahwa hanya dengan percaya kepada Jesus Tuhan, maka semua dosa kita akan ditebus Jesus, sehingga kita akan masuk Surga dengan begitu mudahnya? Hanya dengan percaya kepada Jesus?

Tinjauan A.

Kalau memang benar bahwa percaya Jesus adalah Putra Tuhan dan Penebus Dosa, maka itu artinya semua orang Kristen, -karena mereka percaya kepada ketuhanan Jesus, BEBAS BERBUAT DOSA di dunia, karena toh nanti semua dosa mereka akan ditebus Jesus sebanyak apa pun. Hitler misalnya, dia orang adalah Kristen (yang percaya kepada Jesus sebagai Putra Tuhan) dan telah berbuat banyak perbuatan dosa, maka kelak dia tetap akan masuk Surga karena semua dosanya yang sangat banyak itu akan ditebus Jesus.

Termasuk di antara mereka adalah Joseph Stalin, Slobodan Milosevic, Radovan Karadzic, Joachim von Ribbentrop, Hermann Goering,  Augusto Pinochet dsb.

Para pezina, para perampok, para pembunuh, para pengadu domba, para penipu dsb semua mereka, selama mereka beragama Kristen, maka kelak mereka semua akan masuk Surga, karena semua dosa dan kesalahan mereka telah ditebus Jesus, sang penebus dosa.

Dan ini artinya Kristen mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat dosa apa saja yang mereka suka, karena toh kekristenan yang mereka anut akan membuat semua dosa mereka akan ditebus Jesus. Ini artinya Kristen membolehkan umatnya berbuat dosa dan keji sesuka hati. Semua orang Kristen harus setuju dengan pandangan ini,.

Itulah sebabnya kita melihat orang Kristen di dunia bebas berbuat apa saja.

  • Mereka bebas kumpulkebo,
  • mereka bebas makan riba,
  • mereka bebas makan bangkai,
  • mereka bebas makan segala jenis hewan: babi, buaya, monyet, tikus, ular dsb.
  • mereka bebas bugil massal di tengah kota,
  • mereka bebas berkhalwat,
  • mereka bebas membantai umat beragama lain, seperti yang diperbuat Slobodan, kasus pembantaian rakyat dan Raja Atahualpa, dsb.
  • mereka bebas main judi,
  • mereka bebas berpornografi,
  • mereka bebas membuka aurat,
  • mereka bebas berbuat apartheid (politik diskriminasi).
  • mereka bebas mabuk-mabukan,
  • mereka bebas merampok kekayaan alam negeri jajahan pada jaman kolonial.
  • dan bahkan bebas freesex dsb.

Mengapa mereka bebas berbuat semua dosa tersebut? Jawabannya jelas: mereka memang berdosa karena telah perbuat hal-hal keji tersebut, namun toh nanti di alam akhirat semua dosa mereka kelak akan ditebus Jesus, Tuhan mereka, dan akhirnya mereka bisa melenggang bebas masuk Surga, berkat penebusan dosa Jesus.

Itulah sebabnya Kristen dikenal sebagai agama penuh maksiat, umatnya gemar berbuat maksiat, mabuk-mabukan dan main judi sudah biasa, apalagi makan riba dan daging bangkai.

Pertanyaannya adalah, mungkinkah Tuhan mengajarkan umatNya untuk bebas berbuat dosa dan segala kekejian, dan kelak di akhirat semua dosa mereka akan ditebus Jesus sehingga melangkah masuk ke Surga? Bukankah ini menandakan bahwa Kristen mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat dosa, bukannya kesalehan?

Kalau sudah begini, apakah kita masih mau memilih Kristen sebagai agama kita sampai maut datang menjemput?

MENGINGAT, tidak mungkin ada agama dan Tuhan yang mengajarkan umatnya bebas  berbuat dosa dan AMORALITAS, maka Kristen dengan kuasa penebusan dosanya adalah sebuah nonsense, sebuah omong kosong. Tidak mungkin Kristen merupakan agama yang akan membawa manusia ke Surga, karena ajarannya dekat dengan perbuatan keji dan menjijikkan. Kebalikannya, Kristen akan membawa umatnya ke Neraka dan akan tinggal di sana buat selama-lamanya di dalam kobaran api abadi. Itu jelas.

Tinjauan B.

Pasti orang Kristen akan protes kalau dikatakan bahwa Hitler, Pinochet dsb akan masuk Surga lantaran semua dosanya sebagai orang Kristen ditebus Jesus. Mereka para Kristen pasti akan berkata bahwa Hitler, Slobodan Milosevic dsb dan para pendosa lainnya akan dimasukkan ke Neraka sebagai hukuman dari Tuhan Jesus karena telah berbuat dosa dan kekejian, yang berarti Jesus tidak mempunyai kuasa untuk menebus dosa para pendosa tersebut, dan ini berarti Jesus tidak mempunyai kuasa penebusan dosa. Dan kebalikannya, Jesus hanya mengampuni / menebus dosa orang Kristen yang saleh dan banyak berdoa di dalam ibadah.

Oh benarkah demikian?

Kalau Jesus memang mempunyai kuasa penebusan dosa, maka seharusnya semua pendosa Kristen mendapat penebusan dosa dari Jesus, sebesar maupun sebanyak apa pun dosa mereka, bukannya Kristen saleh saja yang mendapat penebusan dosa, lantaran dosa mereka tidak ada atau sedikit.

Waow …… kalau begitu buat apa Jesus sebagai juru selamat dan sebagai juru penebus dosa bagi setiap orang yang percaya kepadanya sebagai putra Tuhan? Kalau Jesus hanya menebus dosa orang Kristen yang saleh, lantas apa bedanya dengan ajaran Nabi Muhammad Saw? Bukankah ajaran Nabi Muhammad Saw mengatakan bahwa hanya Muslim saleh dan banyak berbuat amal saleh saja yang akan masuk Surga dan diampuni dosa-dosanya?

Apa gunanya Jesus menyandang tugas sebagai penebus dosa umatnya, kalau toh para pendosa Kristen (seperti hitler, joseph stalin, pezina, pelaku freesex dsb) tidak akan ditebus dosanya dan tetap akan dilempar ke Neraka?

Pun juga, orang Kristen kalau sudah hidup saleh dan selalu beribadah, maka buat apa ditebus dosanya oleh Jesus, bukankah dosa mereka tidak ada atau hanya sedikit? Tanpa penebusan pun mereka tetap akan masuk Surga, tanpa Jesus pun mereka tetap akan dimasukkan ke Surga oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Sementara orang Kristen pendosa seperti hitler, slobodan dsb tidak ditebus dosanya dan kemudian dilempar ke Neraka, maka buat apa Jesus sebagai penebus dosa?

Atau itu artinya Jesus hanya kuasa menebus dosa para Kristen saleh yang dosanya tidak ada atau sedikit? Ini sama saja berarti bahwa Jesus TIDAK MEMPUNYAI KUASA PENEBUSAN DOSA bagi umatnya …… maka dari itu kuasa penebusan dosa yang dimiliki Jesus tidak bisa berbuat banyak. Tetap saja para Kristen harus dan wajib menempuh hidup yang saleh dan penuh doa, dan kemudian para Kristen pendosa seperti hitler dsb tetap akan masuk Neraka >> berarti Jesus TIDAK MEMPUNYAI KUASA PENEBUSAN DOSA.

MENGINGAT, tidak mungkin Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa (karena toh para pendosa seperti hitler dsb tidak akan ditebus dosanya dan kemudian dilempar ke Neraka), maka itu berarti akan banyak orang Kristen yang akan tetap dilempar ke Neraka buat selama-lamanya, padahal mereka percaya kepada Jesus sebagai Tuhan dan penebus dosa. Logikanya, kalau Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa, maka seharusnya semua Kristen tanpa pandang bulu (pendosa atau pendoa) harus ditebus dosanya, termasuk  Hitler, Joseph Stalin, Slobodan Milosevic, Radovan Karadzic, Joachim von Ribbentrop, Hermann Goering, dsb.

Maka dengan demikian Kristen adalah sebuah nonsense, sebuah omong kosong. Tidak mungkin Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa, sementara para pendosa saja tetap dilempar ke Neraka, padahal mereka adalah orang yang percaya kepada Jesus sebagai putra Tuhan.

Ayat di bawah ini menunjukkan dan membuktikan bahwa para Kristen pendosa tetap akan masuk Neraka,

Yohanes 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Purgatori? Apalagi!

Kemudian kalau membicarakan purgatori, yang difahami sebagai tempat api pensucian bagi para penjahat, maka jelaslah sudah bahwa memang benar Jesus tidak mempunyai kuasa penebusan dosa. Logikanya saja, kalau Jesus memang benar mempunyai kuasa penebusan dosa, maka buat apa ada purgatori? Bukankah seharusnya semua arwah langsung diterima dan masuk Surga lantaran semua dosa mereka telah dilenyapkan oleh kuasa penebusan Jesus, Tuhan kebanggaan mereka?

Dengan adanya purgatori saja sudah jelas, bahwa TIDAK ADA YANG NAMANYA KUASA PENEBUSAN DOSA, karena faktanya semua orang Kristen yang berdosa akan dicampakkan ke Neraka purgatori, yang mana itu membuktikan bahwa dosa mereka tidak ditebus oleh Jesus. Lantas buat apa masih percaya kepada agama Kristen yang tidak jelas logikanya?

Penutup.

Sekarang mau pilih yang mana?

  • Mau memilih percaya bahwa Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa? Jawab, lantas mengapa para Kristen pendosa tetap dilempar ke Neraka? Lantas di mana ke-penebusan dosa Jesus, kalau para pendosa tetap dilempar ke Neraka? Bukankah itu berarti Jesus tidak mempunyai wewenang untuk menebus dosa orang Kristen?
  • Atau semua orang Kristen akan berkata bahwa JESUS MEMANG BENAR MEMPUNYAI KUASA PENEBUSAN DOSA, yang mana itu berarti Hitler dsb tetap masuk Surga karena semua dosanya sudah ditebus Jesus? Jawab, maka bukankah itu berarti Kristen / Jesus mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat keji dan angkara murka di muka bumi, karena toh nanti dosa mereka akan ditebus Jesus? Nah kemudian logikanya, benarkah Kristen mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat maksiat dan kekejian? Hanya satu ungkapan: benar! Kristen adalah agama palsu dan penuh kekejian dan maksiat.
  • Atau mau memilih menjadi Kristen yang saleh biar masuk Surga? Lantas buat apa Jesus sebagai penebus dosa? Bukankah tanpa ada Jesus sebagai penebus dosa, para Kristen saleh tetap akan masuk Surga?

Maka kesimpulannya adalah, KUASA PENEBUSAN DOSA Jesus adalah nonsense yang tidak mempunyai dasar bukti dan logika, justru Alkitab sendiri telah menegaskan bahwa mereka para pendosa akan tetap berada di dalam murka dan hukuman Tuhan yaitu Neraka.

Wallahu a’lam bishawab.

Silahkan lanjut untuk baca artikel terkait: Kuasa Pengampunan Jesus Adalah Nonsense-Bagian 2

Data Korban Teroris Kristen

72232-ilustrasi-mayat

Perang Irak Amerika Bagian II (Perang Teluk II)

Berawal dari Ambisi Dinasti Bush untuk MENGUASAI MINYAK IRAK dengan kedok SENJATA PEMUSNAH MASAL yang gak ditemukan hingga sekarang.

Sebanyak 450.000 penduduk dan tentara Iraq telah tewas pada 40 bulan pertama dari Perang Iraq. Jumlah korban tewas saat ini telah mencapai 600.000 jiwa. Data lain dari jusforeignpolicy.org (2008) menyebutkan total warga Iraq (sipil maupun tentara) yang tewas berjumlah 1.189.173 jiwa. Bagi negara Amerika Serikat sendiri perang Iraq adalah bencana. Baik bencana politik, sosial, maupun ekonomi. Jumlah tentara AS yang tewas di Iraq per Februari 2008 telah mencapai 3990 jiwa. Sementara 29395 jiwa lainnya mengalami luka-luka (www.antiwar. org). Bandingkan dengan jumlah korban tewas pada peristiwa WTC 9/11 yang berjumlah 2978 jiwa (Washington Post 26/12/06).

Korban Perang Bosnia (Muslim) Yang Dilakukan Kaum Kristen Serbia.

Hidayatullah.com “Penelitian terbaru mengungkapkan, korban Perang Bosnia selama tiga tahun, 1992-1995, hampir mencapai angka 100 ribu. Tepatnya, 97.207 orang. Dari jumlah itu, 66 Persen adalah Muslim. Paling kurang 97.207 tentara dan orang sipil terbunuh selama perang, ungkap Mirsad Tokaca dari LSM Pusat Riset dan Dokumentasi (IDC), seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/6).

IDC, menyelenggarakan riset ini dari tahun 2004 hingga tahun 2006. IDC juga menemukan, bahwa separuh korban hilang dan meninggal terjadi sepanjang tahun pertama dari peperangan. Studi ini tidak terhitung kematian akibat kecelakaan sepanjang peperangan, atau penggunaan senjata secara sembrono, kelaparan, atau ketiadaan pengobatan.

Tokaca menyebutkan, penelitian yang berlangsung selama 4 tahun itu menemukan 3.300 korban adalah di bawah umur 18 tahun, termasuk bayi. 66 Persen korban meninggal adalah Muslim Bosnia, 26 persen Serbia dan 8 persen Kroasia. Dengan menggunakan ratusan sumber yang berbeda, LSM ini membuat sebuah bank data raksasa yang terdiri dari nama dan informasi lain dari korban seperti foto.

Korban Pembunuhan Belanda Terhadap Ulama Islam

Penjajah Belanda yang beragama Kristen, dan mereka itu adalah minoritas di Nusantara, terbukti telah bercokol mencengkeramkan kuku-kukunya di Nusantara selama 350-an tahun dengan aneka pelanggaran dan pemerkosaan hak-hak sipil. Berapa ribu ulama yang telah dibantai dengan cara diadu domba. Contohnya, di zaman Amangkurat I, pengganti Sultan Agung di Kerajaan Mataram Islam, di Jogjakarta, Amangkurat I mengadakan perjanjian dengan Belanda, lalu para ulama tidak setuju, maka dikumpulkanlah para ulama itu di alun-alun (lapangan) sejumlah 5.000-an ulama, lalu dibantai.

Kerusuhan Poso

Menurut Tibo, (pihak gereja) GKST memberikan dukungan moril dan lainnya kepada pasukan Merah yang hendak menyerang kaum Muslimin Poso. Bahkan, lanjut Tibo, para pendeta mendoakan mereka dengan upacara ala Kristen di Gereja tersebut. Ustadz Ilham bersama 28 orang lainnya disuruh buka baju. Selanjutnya tangan diikat satu persatu dengan sabut kelapa, tali nilon dan kabel. Kemudian digiring lewat hutan tembus desa Lempomawu. Rombongan Ustadz Ilham berjalan ke desa Ranononco dan ditampung di sebuah baruga. Di sanalah mereka disiksa dalam keadaan berbanjar dua barisan. Selanjutnya ikatan tangan ditambah sampai bersusun tiga. Badan Ustadz Ilham diiris, ditendang dan dipukul dengan berbagai alat. Tak puas dengan itu, mereka menyirami umat Islam dengan air panas selama dua jam. Kebringasan pasukan Merah itu juga diungkap saksi lainnya, Tuminah. Menurut kesaksian Tuminah, pasukan Merah mengikat mereka dengan tali dan memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Di bilik sebuah sekolah, Dominggus meminta para Muslimah melepas bajunya dan disuruh berputar-putar di depannya.

Kerusuhan Ambon / Maluku / Halmahera

Seketika, massa Kristen yang membawa berbagai senjata tajam sudah mengepung dan membombardir Masjid Jami tempat berlindungnya ribuan kaum Muslimin. Masjid Jami pun diguyur bensin dan dengan cepat api menjilat tembok-temboknya. Jerit tangis anak-anak kecil bayi yang kepanasan dan istighfar para Muslimah terdengar bersahut-sahutan. Yang mencoba keluar masjid langsung dibantai.  Kurang lebih 750 orang kaum Muslimin yang berada di dalam masjid tersebut terbakar hidup-hidup, hingga mengeluarkan aroma daging terbakar.[13]

PERANG DUNIA I

Di motori Negara-Negara Imperialis Kristen (Barat) di antaranya yang paling simple adalah BELANDA dengan misi Gold, Gospel dan Glory (Emas, Kekuasan dan Menyebarkan Agama Kristen)

Jumlah Korban:

  • Sekutu: 6.345.600
  • Kekuatan As/Poros: 3.382.500
  • Warga sipil: 6.493.000

PERANG DUNIA II

Di motori oleh Negara Fasis yaitu : Jerman yang notabene beragama KRISTEN PROTESTAN (Tempat kelahiran Martin Luther King), dan Jepang

Perkiraan jumlah korban tewas Perang Dunia II

*Indonesia di urutan No. 5 dengan korban 4 Juta tewas

  • Uni Soviet = 23,200,000
  • Cina = 10,000,000
  • Jerman = 7,500,000
  • Polandia = 5,600,000
  • Indonesia = 4,000,000 <==
  • Jepang = 2,600,000
  • India = 1,587,000
  • Yugoslavia = 1,027,000
  • Perancis Indochina = 1,000,000
  • Rumania = 841,000
  • Hungaria = 580,000
  • Perancis = 562,000
  • Italia = 459,500
  • U.K = 450,400
  • Amerika Serikat = 418,500
  • Cekoslowakia = 365,000
  • Lithuania = 353,000
  • Yunani = 300,000
  • Latvia = 227,000
  • Belanda = 205,900
  • Ethiopia = 205,000

TOTAL KORBAN JIWA PADA PD II  = LEBIH DARI 50 JUTA ORANG

RUJUKAN:

  • [1] Sjamsudduha,  Penyebaran dan Perkembangan Islam- Katolik- Protestan di Indonesia, Usaha Nasional, Surabaya, 1987, halaman 119.
  • [2] Ibid, halaman 167.
  • [3] Prof. Mr, AG. Pringgodigdo “Hassan Shadily MA, Ensiklopedi Umum, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta, 1977, halaman 45.
  • [4] Sjamsudduha, Penyebaran dan Perkembangan Islam – Katolik- Protestan di Indonesia,_Usaha  Nasional Indonesia, cet II, 1987, hal 129.
  • [6] (lihat Ensiklopedi Umum, Pringgodigdo, 1977, halaman 444).
  • [7] K. Van de Maaten, Snouck Hurgronje en de Atjeh Oorlog, Leiden, 1948, hal 95, dikutip Dr Qasim Assamurai, Al-Istisyraqu bainal Maudhuiyati wal Iftialiyah, terjemahan Prof. Dr Syuhudi Ismail dkk, Bukti-bukti Kebohongan Orientalis, GIP, Jakarta, cetakan pertama 1417H/ 1996M, hal  158.
  • [8] Dr Ahmad Abdul Hamid Ghurabruyah Islamiyyah lil Istisyraq, terjemahan AM Basalamah, Menyingkap Tabir Orientalisme, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta,  I, 1992,  hal 97-98.
  • [9]Hendrik Kraemer, the Crisitian Message in a non-Christian World, London, 1938, edisi kedua, 1947.
  • [10] B.J Boland, the Strugle of Islam in Modern Indonesia  Gravenhage, 1970, hal 236, dikutip Qasim Assamurai hal 164.
  • [11] Kraemer, op cit, hal 353, bandingkan Boland,  op cit,  hal 240, no 146, dikutip Qasim, ibid, hal 164.
  • [12] To:insistnet@yahoogroups.com

Sumber,

http://hujatul-islam.blogspot.co.id/2012/04/data-korban-teroris-kristen.html?m=1

Apa Jasa Kristen Untuk Dunia?

7070_d

Kristen merupakan agama yang telah berusia 2000 tahun, sejak kelahiran Jesus, Tuhan di dalam agama Kristen. Dan menurut data resmi, Kristen menjadi agama dengan umat terbanyak di dunia. Duaribu tahun umurnya, tentunya sudah banyak yang diperbuat Kristen untuk dunia.

Sekarang pertanyaannya adalah, apa saja yang  menjadi sumbangsih Kristen untuk dunia di dalam rentang waktu 2000 tahun tersebut?

Pada abad pertama masehi, sejarah mencatat bahwa Kristen merupakan satu-satunya ideologi yang dengan gagah berani menghempaskan tradisi gladiator di kota Roma. Sama diketahui, bahwa gladiator merupakan tradisi paganis romawi yang memamerkan kekejian dan kengerian tiada tara. Para tahanan, para budak, maupun para pesakitan, dihalau ke tengah kancah gladiator, dan ketika semua pintu ditutup, maka dilepaslah beberapa ekor singa ganas yang lapar, untuk diadu dengan manusia-manusia malang  tersebut. Yang terjadi selanjutnya adalah kengerian, karena manusia-manusia malang tersebut hanya menjadi santapan empuk bagi para singa. Semua kejadian tersebut berlangsung di bawah tatapan ribuan warga Roma yang menyemut di semua tribun kolosium, dan sorak-sorai mereka menjadi penanda bahwa kengerian telah menjadi tontonan yang menarik …..

Maka pada moment tersebut datanglah umat Kristen, dan kedatangan mereka adalah untuk menuntut para pemimpin Roma untuk menghentikan festival tersebut, karena acara tersebut sama sekali tidak mengandung unsur kasih dan kesetaraan, dan tidak juga mengandung ajaran penghormatan kepada nilai kemanusiaan.

Kalau tidak ada umat Kristen, dapat dipastikan bahwa festival gladiator akan masih berlangung hingga sekarang. Beruntunglah di muka bumi ini ada umat Kristen, umat yang membaca Alkitab, sehingga dengan pesan moral Alkitab, tradisi kengerian dapat dihempaskan ke tanah sekali dan untuk selama-lamanya.

Itulah jasa Kristen. Namun kemudian, apa jasa baik lainnya dari Kristen di muka bumi ini? Perhatikanlah baik-baik, bahwa dunia mempunyai catatan yang mengerikan tentang kiprah Kristen di dunia, selain jasa Kristen satu-satunya yaitu menghempaskan festival gladiator.

  1. Perang Dunia I, merupakan sumbangsih Kristen.
  2. Perang Dunia II, merupakan sumbangsih Kristen.
  3. Perang Dingin beraroma nuklir, merupakan sumbangsih Kristen.
  4. Pemboman nuklir atas kota Hiroshima dan Nagasaki, adalah sumbangsih Kristen.
  5. Pembantaian Yahudi oleh Hitler adalah sumbangsih Kristen (Hitler beragama Kristen).
  6. Inkuisisi Gereja 8 abad, yang penuh anyir darah dan pembantaian, murni merupakan sumbangsih Kristen.
  7. Perang Salib yang mengerikan, adalah murni sumbangsih Kristen.
  8. Penjajahan dan kolonialisme Barat terhadap Asia, Afrika dsb, merupakan sumbangsih Kristen.
  9. Merampok hasil alam Asia, Afrika dsb, sehingga membuat Eropa kayaraya, merupakan sumbangsih Kristen.
  10. Pemurtadan paksa Muslim Philipina dan Spanyol dsb, merupakan kiprah Kristen.
  11. Pembantaian rakyat dan Raja Atahualpa, adalah pekerjaan Kristen.
  12. Pembantaian dan peminggiran warga Aborigin Australia, adalah kiprah Kristen.
  13. Memusuhi Ilmu Pengetahuan merupakan kiprah Kristen.
  14. Melestarikan perbudakan, merupakan kiprah Kristen.
  15. Tidak menghormati kaum perempuan, merupakan sumbangsih Kristen.
  16. Pornografi dan pornoaksi (alias pamer aurat), merupakan sumbangsih Kristen.
  17. Event bugil massal di tengah kota, merupakan sumbangsih Kristen.
  18. Lifestyle mabok-mabokan dan teler, merupakan sumbangsih Kristen.
  19. Sekulerisme, merupakan kiprah Kristen.
  20. Penghalalan judi, adalah style Kristen.
  21. Penghalalan riba, juga adalah misi Kristen.
  22. Melestarikan dan mempertahankan butahuruf di kalangan umat, adalah sumbangsih Kristen.
  23. Lukisan-lukisan bugil di dalam dinding Gereja, atau yang biasa disebut fresco, jelas merupakan sumbangsih Kristen untuk dunia, sumbangsih porno dan menjijikkan!
  24. Sistem Apartheid di Afrika adalah kiprah Kristen.
  25. Kebohongan kisah Ratu Helena (ibunda nya Kaisar Konstantine) menemukan kayu salib Jesus pada tahun 300-an, merupakan murni sumbangsih Kristen. Kayu di dalam waktu 300 tahun masih utuh, apakah itu logis? 10 tahun saja kayu sudah hancur karena lapuk, dan sekarang Kristen mengisahkan kayu salib Jesus masih utuh setelah 300  tahun?
  26. Diskriminasi kulit hitam di USA dsb adalah gaya Kristen.
  27. Yahudi merampas tanah bangsa Arab di Palestina, dan Kristen mendukung Yahudi / Zionisme untuk merebut tanah Palestina dari pihak Arab Muslim. Hal ini juga termasuk sumbangsih Kristen.
  28. Dunia Timur Tengah hancur porak poranda dicabik perang antar sesama mereka, dan persenjataan yang mereka gunakan berasal dari dunia Kristen. Itu adalah sumbangsih Kristen.
  29. PBB berdiri di New York, dan perang masih saja berkecamuk di Timur Tengah sebagai hasil adudomba pihak tertentu. Dan PBB adalah karya Kristen.
  30. Dan masih banyak lagi, tentunya daftar ini tidak berhenti sampai di sini, mengingat masih begitu banyak kiprah Kristen yang keji dan destruktif ………

Itulah sumbangsih Kristen di dalam sejarah yang telah berusia 2000 tahun, yang kesemuanya benar-benar di luar akal sehat. Kalau tidak ada Kristen di dunia ini, pasti tidak akan pernah ada Perang Dunia 1 dan 2, begitu juga dengan Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

Jesus di dalam Injilnya pernah berkata, …..

Matius

  • 7:15. Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
  • 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
  • 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
  • 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
  • 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
  • 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dari paparan ini, mungkin tidak perlulah menengok ayat Matius di atas yang notabene merupakan perkataan Jesus. Namun cukup jelas bagi seluruh umat dunia, bahwa Kristen tidak mempunyai kebajikan sedikit pun …. Yeahhhh memang ada satu perbuatan baik umat Kristen di dalam sejarah, yaitu membubarkan tradisi gladiator di kota Roma, namun itu hanya satu-satunya sumbangsih dunia Kristen kepada dunia, dan bahwa selebihnya adalah sumbangsih Kristen yang menjijikkan dan destruktif. Apakah ini yang dinamakan agama?

Kristen dikenal sebagai agama yang membolehkan umatnya bugil massal di tengah kota, Kristen dikenal sebagai agama yang membolehkan umatnya untuk makan daging apa saja, termasuk bangkainya, bahkan membolehkan umatnya mabok-mabokan semalaman tanpa harus merasa dosa. Dan Kristen dikenal sebagai agama yang membolehkan umatnya pamer aurat di sepanjang jalan kota ….. dan hal tersebut mereka anggap sebagai kebajikan …. kebajikan dari Tuhan Jesus mereka. Inikah yang dinamakan buah yang baik yang dihasilkan dari pohon yang baik?

Bukankah Jesus sendiri telah berkata di dalam Matius: 7:17 “

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik …….”.

Ayat ini tidak ada arti lain, kecuali bahwa kalau ada buah yang tidak baik, alias buah busuk dan jahat, maka pastilah buah itu tumbuh dari pohon yang tidak baik alias pohon Setan. Dan yang dimaksud dengan pohon Setan itu di paparan ini sudah jelas bernama agama ………???

Silahkan jawab sendiri ….. dan jawaban itu harus berdasar perkataan Jesus sendiri, dan ditambah fakta keseharian di muka bumi ini selama 2000 tahun.

Penutup.

Demikianlah, kisah mengenai agama Kristen yang merupakan agama mayoritas di dunia ini.

  • Banyak orang tersilau terhadap agama ini, mengingat agama ini mempunyai perkakas Gereja yang mewah dan parlente …..
  • bahwa agama ini hanya mengajarkan kasih Jesus yang demikian besar bagi orang percaya ……..
  • kebanyakan orang berfikir bahwa semua kecanggihan teknologi berasal dari umat Kristen, yang mana itu merupakan bukti akan kesaktian dan hikmah agama Kristen di muka bumi ….

Namun apakah Kristen harus dilihat melalui perkakas Gereja dan kecanggihan teknologi yang diperbuat umatnya? Sebagai perbandingan, lihatlah kepada umat Kristen Filipina, apakah mereka kayaraya dan cerdas? Lihatlah orang Kristen Afrika, apakah mereka kayaraya dan cerdas? Jangan lupa lihat juga orang Kristen Brasil dan Peru, apakah mereka kayaraya dan cerdas?

Barat memang cerdas, namun bukan karena mereka beragama Kristen. Mereka cerdas memang sudah dari sananya, dan tidak ada hubungannya dengan apa agama yang mereka anut. Jadi jangan menghubungkan kecerdasan orang Eropa dengan Kristen, karena Kristen yang sama di belahan bumi yang lain tetap melarat dan tidak cerdas ….. seharusnya penjelasan ini sudah cukup dapat dimengerti ….

Matius 12:33,

Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Wallahu a’lam bishawab!!

Pengertian Kafir Menurut Kristen dan Ayat Alkitabnya

antikafir

Saat ini, isu agama sedang merajalela di Indonesia. Isu agama membuat kata ‘kafir’ menjadi salah satu kata yang sering disebutkan. Begitu mudahnya orang memanggil orang lain dengan sebutan kafir. Di Indonesia, negara dengan populasi Islam terbanyak, sering menggunakan kata kafir untuk orang yang non-Muslim.  Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan ‘kafir’ sebagai orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya. Teologi Islam sendiri memanggil seseorang kafir jika orang tersebut tidak percaya kepada kerasulan nabi Muhammad. Kekristenan pun mengenal kata kafir, tetapi memiliki makna yang berbeda.

Mengapa orang Kristen disebut Kafir, ini dia beberapa alasannya yang perlu kalian ketahui sebagai berikut:

Pada QS Al-Maidah:72 tertulis, “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berata, ‘Sesungguhnya Allah ialah Al Masih (Yesus) putra Maryam”. Orang Kristen disebut kafir karena percaya pada Yesus sebagai Allah yang turun ke dunia dan menjadi manusia. (Baca juga: Arti Imanuel)

QS Al-Maidah:73 menyebutkan, “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allah satu dari yang tiga”. Kristen adalah agama monoteisme yaitu percaya kepada satu Allah. Namun, dalam kekristenan, orang Kristen percaya adanya tiga pribadi dalam Allah yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Inilah yang biasa disebut sebagai Allah Tritunggal.

Selain kedua ayat tersebut, orang Kristen dipanggil kafir karena tidak mengakui kenabian Muhammad serta tidak berpegang pada ajaran Al-Quran. Ini menyebabkan tidak hanya orang Kristen yang disebut kafir, tetapi juga semua orang non-Muslim (baca juga: Menjadi Murid Kristus).

Kafir Menurut Perjanjian Lama

Bilangan 23:9 (TB) “Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir”.

Pada ayat ini, Perjanjian Lama menggunakan istilah goyim yang merupakan bahasa Ibrani untuk menyebutkan kata kafir. Istilah goyim dipakai untuk menyebut bangsa-bangsa non-Yahudi. Bagi bangsa Yahudi, mereka adalah umat khusus, bangsa yang dipilih oleh Allah. Kata kafir di sini pun didefinisikan sebagai orang-orang yang tidak menyembah Allah Abraham (Baca juga: Pengertian Takut Akan Tuhan).

Kafir Menurut Perjanjian Baru

Galatia 2:14 (TB) “Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: ‘Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”.

Pada ayat ini, ‘kafir’ merupakan terjemahan dari kata ‘ethnikos’. Kata ini menunjukkan sebuah pola hidup yang tidak sesuai dengan adat Yahudi. Kita tahu bahwa Yahudi sendiri memiliki hidup yang menuruti perintah firman Tuhan. Jadi, kata ‘kafir’ di sini menjelaskan hidup yang tidak sesuai perintah firman Tuhan. (baca juga: Perbedaan Islam dan Kristen)

Secara etnologi, kata kafir menurut Kristen merujuk pada orang-orang non-Yahudi seperti yang dijelaskan pada Perjanjian Lama. Namun, Paulus dalam suratnya untuk jemaat di Galatia memakai kata kafir orang-orang yang tidak mengalami pertobatan, yang masih memiliki kehidupan yang sama seperti orang-orang non-Kristen. Sehingga bangsa Yahudi pun bisa saja disebut sebagai kafir. Hal ini juga menekankan bahwa kafir bukan hanya sekedar orang yang tidak menganut agama Kristen. Makna kafir bukan hanya sekedar agama Kristen atau tidak. Orang yang hidup semaunya sendiri, men-tuhan-kan diri sendiri, meski di KTP tertulis Kristen pada kolom agamanya, ia bukanlah seorang Kristen. Ia adalah seorang kafir karena tidak hidup sesuai firman Tuhan. Penyebutan kata kafir oleh Paulus pun juga menjelaskan bahwa tidak ada lagi pemisahan golongan antara Yahudi dan non-Yahudi. Pengelompokan yang ada adalah mengenal Allah atau tidak mengenal Allah. Saat ini, kata kafir dipakai untuk orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dengan definisi yang sama, kata kafir dalam Muslim dan Kristen merujuk kepada golongan yang berbeda. Lalu, bagaimana seharusnya kata kafir digunakan?

Sikap Orang Kristen Dalam Menggunakan Kata Kafir

Matius 5:21-22 (TB) “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”.

Pada ayat ini, kata ‘kafir’ berasal dari kata ‘raka’. ‘Raka’ memang biasa dipakai untuk melakukan penghinaan pada orang lain. Namun, kata ini tidak memiliki makna yang sama dengan kata ‘kafir’ yang kita pahami saat ini. Kita memahami ‘kafir’ berkaitan dengan iman, tetapi kata ‘raka’ berkaitan dengan orang yang tidak tahu apa-apa, orang yang bodoh, dan beberapa keterangan lainnya sebagai berikut:

Jadi, sebenarnya ayat ini memang tidak bermaksud untuk mengatakan sesuatu tentang kafir menurut Kristen dalam orang lain. Mazmur 14:1 (TB) “Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: ‘Tidak ada Allah.’ Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.”  (baca juga: Cara Bertobat Orang Kristen)

Namun, pada Mazmur 14:1 dikatakan bahwa orang yang bodoh tidak mengakui keberadaan Allah. Hal ini bisa kita kaitkan kembali dengan ayat sebelumnya (Matius 5:21-22).

Kata ‘raka’ berarti orang bodoh dan menurut ayat ini, orang bodoh tidak mengakui adanya Allah. Dengan begitu, kata ‘kafir’ yang digunakan LAI dalam Matius 5:21-22 menjelaskan kepada kita tentang orang yang tidak mau mengakui adanya Allah. (baca juga: Alasan Orang Islam Masuk Kristen)

Kata kafir memang seringkali dipakai untuk mengungkapkan kebencian dan untuk membela agamanya sendiri. Namun, Jesus mengingatkan bahwa kita tidak boleh mengkafirkan orang lain. Yesus mengkaitkan mengkafirkan orang lain dengan hukum ‘Jangan Membunuh’ yang ada pada Hukum Taurat. Pada Perjanjian Lama, tidak ada hukum yang membahas tentang mengkafirkan orang lain. Namun, Jesus mau menjelaskan bahwa membunuh tidak hanya sekedar membuat orang lain mati secara fisik. Dengan kita menyebut orang lain kafir, kita membunuh pribadi orang tersebut dan itu sama saja dengan pelanggaran Hukum Taurat. (baca juga: Hukum Tabur Tuai)

Sumber, https://tuhanyesus.org/kafir-menurut-kristen/amp

-o0o-

Sophislam,

Memahami artikel milik situs Kristen yang membahas penggunaan kata kafir, maka kita dapat mengambil dua hal yang patut untuk ditelaah.

Pertama.

Ternyata antara Yahudi, Kristen dan Islam mempunyai kesamaan pendirian mengenai kata kafir menurut bahasa masing-masing: goyim, atau raka dsb. Intinya, kata kafir, menurut artikel milik situs Kristen ini, berarti orang yang tidak mengenal Allah, dan atau tidak menjalani hidup sesuai dengan Firman Allah. Sebenarnya faham yang demikian juga terkandung di dalam penggunaan kata kafir di dalam Islam. Di dalam Islam, kafir mempunyai dua makna, yaitu individu yang tidak mengenal Allah, alias mengingkari keesaan Allah Swt, dan yang kedua adalah individu Muslim yang hidupnya tidak sesuai dengan syariah Islam. Pelacur dan koruptor misalnya, juga bisa dikatakan kafir walau pun secara KTP mereka adalah Muslim. Jadi tidak ada bedanya antara Yahudi, Kristen maupun Islam di dalam hal pemaknaan kata kafir.

Jadi menurut Yahudi, semua orang non Yahudi adalah kafir. Kemudian menurut orang Kristen, semua orang non Kristen adalah kafir. Dan terakhir, menurut orang Muslim, semua orang non Muslim (Yahudi, Kristen, Hindu, Buddha, Konghuncu, Shinto, Sikh, Ahmadiyah, atheis dsb) adalah kafir. Itu menurut kitab suci Alkitab dan Alquran / Islam. Fair sudah.

Kedua.

Isu yang kedua, ini yang lebih meruncing. Menurut orang Kristen, Jesus melarang umatnya untuk mengkafirkan orang lain, “Namun, Jesus mengingatkan bahwa kita tidak boleh mengkafirkan orang lain”: itu kata para Kristen.

Pertanyaan: dasarnya apa, untuk menyatakan bahwa Jesus melarang umatnya untuk mengkafirkan orang lain?

Orang Kristen menggunakan ayat ini sebagai dasarnya:

Matius 5:21-22 (TB) “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala” (bold emphasize mine).

Ayat ini tidak BISA / tidak BOLEH dijadikan dasar bagi orang Kristen untuk menyatakan bahwa Jesus melarang umatnya mengkafirkan orang lain. Pada bagian berikutnya, para Kristen lebih jauh menjelaskan bahwa kata kafir pada matius di atas berasal dari kata ‘raka’ yang berarti bodoh. Jelaslah berbeda antara kafir dan bodoh. Jadi seharusnya ayat matius di atas berbunyi demikian,

“….. siapa yang berkata kepada saudaranya: Bodoh, Goblok, Tolol, Ndablek! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan……”.

Itu baru fair: jangan samakan antara kafir dan bodoh, jangan samakan antara kafara dengan raka. By the way, ternyata orang Kristen pun telah LANCANG menerjemahkan kata perkata dari lisan Jesus, sehingga beraninya mengganti kata raka (yang berarti bodoh) dengan kata kafir (yang berarti tidak mengenal Allah, atau mengingkari Allah sebagai Tuhan Semesta alam): Jesus berkata RAKA, bukan kafir atau goyim dsb. Sekali lagi, RAKA, yang berarti bodoh. Mengapa bisa menjadi kafir?

Di dalam Islam pun juga demikian. Islam melarang umatnya untuk mengkatai sesama saudaranya dengan perkataan di luar Iman.

[49 Al Hujurat: 11] Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan (seperti Bodoh, Goblok, Tolol, Ndablek dsb). Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Kata bodoh, dan sejenisnya, tentunya mempunyai arti yang luas: kata bodoh tidak serta merta berarti orang yang tidak mengenal Allah atau mengingkari Allah sebagai Tuhan Semesta alam, dan tidak bisa di-”monopoli” bahwa bodoh hanya dan harus selalu berarti orang yang tidak mengenal Allah Swt.

Kesimpulan.

Baik Yahudi, Kristen maupun Islam, (berdasar artikel Kristen di atas) tidak melarang umatnya masing-masing untuk mengkafirkan orang lain yang tidak seiman, itu intinya. Namun di luar itu, ketiga agama tersebut melarang memanggil sesama saudaranya seiman dengan panggilan yang buruk sesudah Iman, yang artinya, tidak boleh mengkafirkan sesama saudara seiman, selama mereka tidak berkubang maksiat dan kedurjanaan: ini tepat sekali seperti apa yang ditulis orang Kristen sendiri di dalam paparan ini,

“…….. Makna kafir bukan hanya sekedar agama Kristen atau tidak. Orang yang hidup semaunya sendiri, men-tuhan-kan diri sendiri, meski di KTP tertulis Kristen pada kolom agamanya, ia bukanlah seorang Kristen. Ia adalah seorang kafir karena tidak hidup sesuai firman Tuhan”.

Patut diingat, bahwa Kristen menganggap / memanggil umat di luar Kristen dengan sebutan DOMBA SESAT. Bukankah itu juga merupakan penghinaan terhadap kemanusiaan? Kami umat Muslim (dan non Kristen lainnya) oleh para pendeta dan orang Kristen selalu diposisikan sebagai domba sesat, yang artinya pertama, binatang yang tidak mempunyai otak, dan kedua, yang sesat. Sudahlah dikata binatang, masih dikata sesat pula. Itu apa maksudnya? Kalau orang Kristen naik darah kalau diperkatakan kafir oleh umat Muslim, maka umat Muslim pun naik darah kalau diperkatakan sebagai domba sesat oleh umat dan pemuka Kristen.

Ingat, Jesus sendiri yang berlisan: tidaklah aku diutus, kecuali kepada domba-domba yang sesat di kalangan bani Israel – Matius 15:24

Bagaimana mungkin ‘Tuhan’ membinatangkan manusia? Lebih jahat mana, mengkafirkan, atau membinatangkan manusia?

Kalau yang ini bagaimana?

Matius 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Silahkan direnungkan.

Wallahu a’lam bishawab.

Kristen Menghalalkan Judi

kalah-judi

Apa kata Alkitab mengenai judi? Apakah judi itu dosa?

Pertanyaan: Apa kata Alkitab mengenai judi? Apakah judi itu dosa?

Jawaban: Judi dapat didefinisikan sebagai “upaya mempertaruhkan uang dalam usaha untuk melipat-gandakan uang untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil.” Alkitab tidak secara khusus mencela perjudian, pertaruhan atau lotto itu sendiri.

Tapi secara jelas, Alkitab memperingatkan kita untuk menjauhkan diri dari mencintai uang (1 Timotius 6:10; Ibrani 13:5). Alkitab juga menasehati kita untuk menjauhkan diri dari usaha “mendapat kekayaan dengan cepat” (Amsal 13:11; 23:5; Pengkhotbah 5:10).

Judi, sangat jelas, berfokus pada usaha mencintai uang dan menggoda orang dengan janji untuk mendapatkan kekayaan secara cepat dan mudah.

Apa masalahnya dengan judi? Judi adalah isu yang sulit karena jika dilakukan dengan tidak berlebihan dan hanya sesekali, ia cuma sekedar menghamburkan uangnya, namun tidak berarti menjadi sesuatu yang “jahat”.

Orang menghamburkan uang dalam berbagai macam aktivitas. Judi tidak menghamburkan uang lebih banyak atau lebih sedikit dibanding dengan berbelanja, bersantap yang mewah / mahal, ataupun membeli barang yang tidak perlu.

Fakta bahwa uang juga bisa dihamburkan dalam hal-hal lain tidak lantas membenarkan judi.

Uang tidak seharusnya dihambur-hamburkan. Kelebihan uang seharusnya ditabung supaya bisa diberikan untuk pekerjaan Allah, bukan dihabiskan untuk berjudi.

Walaupun Alkitab tidak secara eksplisit mencantumkan judi, Alkitab menyebut permainan “untung-untungan.” Contohnya, melempar undi digunakan dalam kitab Imamat untuk memilih domba yang akan dikorbankan dan domba yang akan dilepaskan. Yosua membuang undi untuk membagi tanah kepada berbagai suku. Nehemia membuang undi untuk menentukan siapa yang akan tinggal di Yerusalem dan siapa yang tidak. Para rasul membuang undi untuk menentukan pengganti Yudas. Amsal 16:33 mengatakan, “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN”.

Dalam Alkitab, judi atau “untung-untungan,” tidak pernah digunakan sebagai hiburan atau sebagai kebiasaan yang pantas bagi para pengikut Allah.

Kasino menggunakan segala bentuk pemasaran untuk menarik penjudi mempertaruh uang mereka sebanyak mungkin. Kasino sering menawarkan minuman beralkohol secara murah, bahkan gratis, yang kemudian mengakibatkan para penjudi mabuk dan menurunnya kemampuan mereka membuat keputusan secara bijaksana.

Segala sesuatu dalam kasino ditata sedemikian rupa untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dan tidak mengembalikan apa-apa, kecuali kesenangan yang singkat dan kosong.

Lotto berusaha melukiskan dirinya sebagai solusi untuk mendanai pendidikan dan / atau program-program sosial. Namun riset memperlihatkan bahwa orang yang bermain lotto biasanya adalah orang-orang yang justru tidak mampu secara finansial untuk memasang lotto. Bagi mereka yang sudah kehabisan akal, daya tarik untuk “cepat kaya” sering merupakan godaan yang terlalu sulit untuk ditahan.

Kesempatan untuk menang begitu kecilnya sehingga akibatnya: banyak yang hidupnya hancur.

Mengapa keuntungan dari lotto tidak menyenangkan Allah? Banyak orang mengklaim bahwa mereka memasang lotto atau berjudi supaya dapat memberi uang kepada gereja, atau untuk pekerjaan amal lainnya. Walaupun ini adalah motif yang baik, kenyataannya hanya sedikit yang menggunakan keuntungan dari judi untuk hal yang rohani.

Studi memperlihatkan bahwa mayoritas dari mereka yang menang lotto justru berada dalam situasi keuangan yang lebih parah, beberapa tahun setelah menang jackpot dibanding sebelumnya.

Hanya sedikit, kalaupun ada, yang memberi untuk pekerjaan amal. Lebih dari itu, Allah tidak membutuhkan uang kita untuk mendanai pekerjaanNya dalam dunia ini. Amsal 13:11 mengatakan, “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”

Allah berdaulat dan akan menyediakan segala kebutuhan gereja melalui cara-cara yang jujur dan pantas. Apakah nama Allah akan dipermuliakan melalui uang hasil penjualan narkoba, atau uang yang dirampok dari bank? Demikian pula, Allah tidak menghendaki uang yang “dicuri” dari orang-orang miskin, melalui godaan untuk cepat kaya, untuk dipersembahkan kepadaNya.

1 Timotius 6:10 memberitahu kita “karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Ibrani 13:5 menyerukan, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”.

Matius 6:24 mengatakan, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon”.

Sumbeer, https://www.gotquestions.org/Indonesia/dosa-judi.html

-o0o-

Sophislam,

Jadi intinya, mudahnya, Kristen sama sekali tidak mengHARAMkan judi, yang mana itu berarti Kristen / Alkitab TIDAK melarang umatnya untuk berjudi sesuka hati. Hal ini terlihat dari kalimat paparan ini sendiri, yang menyatakan bahwa “Alkitab tidak secara khusus mencela perjudian, pertaruhan atau lotto itu sendiri” (paragraf pertama).

Kemudian dari pada itu, umat Kristen melihat bahwa judi mempunyai sisi mudharatnya yang lebih besar dari sisi manfaatnya, sehingga umat /  pemuka Kristen mencari-cari dalil supaya terdengar seolah Alkitab melarang judi (karena mudharatnya lebih besar). Tentunya hal ini tidak akan berhasil, karena Alkitab sendiri tidak secara khusus mencela judi, pertaruhan atau lotto. Bukan begitu?

Untuk mengaku saja bahwa Alkitab tidak mencela (mengharamkan) judi pemuka Kristen mengalami kesulitan, padahal sudah jelas Alkitab tidak mempunyai ayat yang mencela / mengharamkan judi. Untuk mengaku saja bahwa Alkitab MEMBOLEHKAN judi, pemuka / pemikir Kristen merasa berat hati, karena toh dasarnya untuk melarang / mengharamkan judi memang tidak ada di dalam Alkitab.

Kemudian dari pada itu, orang Kristen membandingkan judi dengan untung-untungan atau mengundi. Tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan secara logika, karena judi dan undi jelas berbeda. Mengundi, atau melempar undi, dapat disamakan 100% dengan hompimpah, untuk membagi kelompok bermain. Dan mengapa judi tidak dapat disamakan dengan undi?

Judi mengharuskan kita ‘membayar’ atau ‘melepaskan’ uang kita untuk mendapatkan kesempatan atau keuntungan, sehingga kalau kita tidak mendapat keuntungan tersebut, maka uang kita hilang begitu saja, sementara undi tidaklah demikian. Dalam mengundi, tidak ada harta atau uang kita yang dilepaskan atau dibayarkan, jadi tidak ada ruginya kalau kita tidak menang di dalam undian. Undi biasanya dilakukan bukan untuk mendapat keuntungan, melainkan untuk mendapat solusi adil ketimbang berbuat curang sesama teman atau sesama manusia. Nabi Muhammad Saw sendiri selalu / pernah mengundi para istrinya, istri mana yang akan menemani Nabi bepergian.

Kemudian pada paparan ini, orang Kristen juga ‘menasehati’ bahwa ….

“ ……… Tapi secara jelas, Alkitab memperingatkan kita untuk menjauhkan diri dari mencintai uang (1 Timotius 6:10; Ibrani 13:5). Alkitab juga menasehati kita untuk menjauhkan diri dari usaha “mendapat kekayaan dengan cepat” (Amsal 13:11; 23:5; Pengkhotbah 5:10) …….”

Lha apa salahnya dengan mencintai uang? Tidak boleh dipungkiri bahwa semua orang pasti mencintai uang, karena uang selalu berarti nafkah untuk anak dan cucu. Jadi ayat ini tidak dapat dijadikan alasan untuk melarang judi: jelas tidak ada hubungan antara judi dengan mencintai uang.

Kemudian orang Kristen juga menyinggung supaya jangan mendapat kekayaan dengan cepat. Lha memang mengapa kalau ingin mendapatkan uang dengan cepat? Yang namanya rejeki siapa yang tahu? Kalau Tuhan berkehendak memberi kita uang / rejeki jatuh dari langit di tengah padang pasir, bukankah itu termasuk mendapatkan kekayaan dengan cepat? Banyak dari manusia yang bertemu teman lamanya di atas bus, kemudian teman lama itu memberi uang di dalam jumlah banyak sekali, bukankah itu namanya mendapatkan kekayaan dengan cepat. Apakah itu salah?

Juga banyak orang yang rajin bekerja berjualan gado-gado misalnya, tiba-tiba tidak sampai setahun ia sudah dapat membeli rumah, karena gado-gadonya enak. Bukankah hal tersebut juga termasuk mendapat kekayaan dengan cepat? Apa yang salah dengan itu? Itu kan namanya rejeki, mengapa harus dicela?

Jadi jelas, tidak ada satu pun ayat di dalam Alkitab yang mengarah pada pengHARAMan judi. Cinta uang, ingin mendapatkan kekayaan dengan cepat dsb, hal tersebut tidak dapat dijadikan dalil untuk seolah Kristen mengharamkan judi

Penutup dan kesimpulan.

Kristen tidak mengHARAMkan judi. Itulah sebabnya di dalam masyarakat / komunitas Kristen banyak sekali diselenggarakan judi dan taruhan. Terlebih, seperti yang diungkapkan oleh orang Kristen sendiri, bahwa Alkitab tidak dengan jelas mencela / mengharamkan judi, maka jelaslah itu berarti bahwa Kristen mengHALALkan judi.

Masalahnya ada di pemuka / pemikir umat Kristen itu sendiri, karena mereka melihat besarnya mudharat judi, sementara Alkitab mereka tidak mempunyai ayat yang dengan jelas mengharamkan judi, maka jadilah pemikir-pemikir Kristen itu mencari dail-dalil lain untuk seolah Kristen mengharamkan judi. Hal ini tentunya tidak tepat, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Coba renungkan kalimat ini: Kalau memang Tuhan Kristen mengutuk judi, lantas mengapa Tuhan Kristen tidak SECARA EKSPLISIT mengharamkan judi di dalam AlkitabNya?

Terimalah dengan lapang dada kenyataan bahwa Alkitab / Tuhan Kristen TIDAK MENGHARAMKAN judi, sehingga banyak umatNya yang berjudi hingga jatuh miskin. Dan kalau Kristen / Alkitab tidak mengHARAMkan judi, maka itu berarti Kristen / Alkitab MENGAJARKAN JUDI, yaitu bahwa judi adalah ibadah alias kesalehan. Bukankah demikian?

Berbeda dengan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar di sisi Allah Swt, dengan jelas, di dalam Alquran maupun Alhadis disebutkan bahwa judi adalah haram, karena banyak mudharat yang diakibatkan judi, dan tidak fair untuk mendapatkan uang melalui judi, maupun tidak fair untuk melepaskan uang di dalam permainan judi.

Kalau Kristen menyatakan bahwa judi adalah kesalehan, maka Islam mengajarkan bahwa judi adalah maksiat dan kedurjanaan. Dari sini maka terlihatlah bahwa Islamlah agama yang benar di sisi Allah, dan agama Kristen merupakan kesesatan.

Wallahu a’lam bishawab.

Kristen Masih Berkhotbah Berdasar Perjanjian Lama

mimbar

Umat Kristen di berbagai kesempatan, selalu berkata bahwa agama Kristen tidak berdasar Perjanjian Lama, karena kehadiran Jesus telah otomatis menjadi penggenapan dari Perjanjian Lama. Lalu kemudian dari itu, Kristen hanya berdasar Perjanjian Baru, karena Perjanjian Baru merupakan kitab yang berisi kehidupan Jesus, dari a sampai z.

Terkhusus lagi, Perjanjian Lama banyak mengandung ayat kekerasan dan kekejian, cabul dan brutal. Kalau sudah sampai pada bagian ini yang menunjukkan bahwa Perjanjian Lama merupakan kitab keji, maka spontan orang Kristen berujar bahwa agama Kristen tidak lagi  berdasar pada Perjanjian Lama, jadi semua ayat brutal dan cabul di dalam Perjanjian Lama jangan lagi dihubungkan dengan agama Kristen.

Dalih orang Kristen yang menyatakan bahwa Kristen tidak lagi berdasar pada Perjanjian Lama, apakah benar demikian? Apakah memang benar bahwa Kristen tidak  lagi berdasar Perjanjian Lama?

Jawabannya adalah tidak benar. Kehidupan umat Kristen, tidak pernah jauh dari ayat Perjanjian Lama. Begitu juga, khotbah para pendeta Kristen masih saja mensitir ayat Perjanjian Lama, yang hal demikian membuktikan bahwa Kristen memang masih berdasar pada Perjanjian Lama.

Jadi kalau publik menemukan ayat cabul atau brutal di dalam Perjanjian Lama, lalu menghubungkannya dengan agama Kristen, maka orang Kristen pasti akan berdalih bahwa Perjanjian Lama tidak lagi menjadi kitab Kristen, karena Kristen hanya berdasar pada Perjanjian Baru. Namun kemudian di lain kesempatan, masih saja pemuka Kristen berkhotbah menggunakan ayat Perjanjian Lama, yang mana itu berarti bahwa Kristen merupakan agama yang berdasar pada Perjanjian Lama, di samping Perjanjian Baru.

Artinya ada ke-tidakkonsisten-an orang Kristen di dalam membela agama mereka. Mereka hanya berdalih dengan menggunakan statement mana yang menguntungkan mereka saja, dan tidak perduli pada konsistensi.

Berikut, di bawah ini disajikan khotbah Kristen yang berasal dari situs Kristen, yang menunjukkan bahwa Perjanjian Lama masih dipakai sebagai dalih dan dasar dari semua peri kehidupan umat Kristen. Artikel itu sendiri mengajari umat Kristen, bahwa judi tidaklah terlarang di dalam agama Kristen. Jadi dengan kata lain, judi adalah halal menurut syariah Kristen, karena tidak ada ayat di dalam Alkitab yang mengharamkan judi. Pantaslah, umat Kristen banyak yang bermain judi. Pun negara Kristen tampaknya mempunyai rumah judi yang dibangun dengan megah dan mewah, yang mana itu menjelaskan bahwa Kristen sama sekali tidak mengharamkan judi, justru menghalalkannya.

Silahkan membaca, semoga bermanfaat.

-o0o-

Pertanyaan: Apa kata Alkitab mengenai judi? Apakah judi itu dosa?

Jawaban: Judi dapat didefinisikan sebagai “upaya mempertaruhkan uang dalam usaha untuk melipatgandakan uang untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil.” Alkitab tidak secara khusus mencela perjudian, pertaruhan atau lotto itu sendiri.

Tapi secara jelas, Alkitab memperingatkan kita untuk menjauhkan diri dari mencintai uang (1 Timotius 6:10; Ibrani 13:5). Alkitab juga menasehati kita untuk menjauhkan diri dari usaha “mendapat kekayaan dengan cepat” (Amsal 13:11; 23:5; Pengkhotbah 5:10).

Judi, sangat jelas, berfokus pada usaha mencintai uang dan menggoda orang dengan janji untuk mendapatkan kekayaan secara cepat dan mudah.

Apa masalahnya dengan judi? Judi adalah isu yang sulit karena jika dilakukan dengan tidak berlebihan dan hanya sesekali, ia cuma sekedar menghamburkan uangnya, namun tidak berarti menjadi sesuatu yang “jahat.”

Orang menghamburkan uang dalam berbagai macam aktivitas. Judi tidak menghamburkan uang lebih banyak atau lebih sedikit dibanding dengan berbelanja, bersantap yang mewah / mahal, ataupun membeli barang yang tidak perlu.

Fakta bahwa uang juga bisa dihamburkan dalam hal-hal lain tidak lantas membenarkan judi.

Uang tidak seharusnya dihambur-hamburkan. Kelebihan uang seharusnya ditabung supaya bisa diberikan untuk pekerjaan Allah, bukan dihabiskan untuk berjudi.

Walaupun Alkitab tidak secara eksplisit mencantumkan judi, Alkitab menyebut permainan “untung-untungan.” Contohnya, melempar undi digunakan dalam kitab Imamat untuk memilih domba yang akan dikorbankan dan domba yang akan dilepaskan. Yosua membuang undi untuk membagi tanah kepada berbagai suku. Nehemia membuang undi untuk menentukan siapa yang akan tinggal di Yerusalem dan siapa yang tidak. Para rasul membuang undi untuk menentukan pengganti Yudas. Amsal 16:33 mengatakan, “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.”

Dalam Alkitab, judi atau “untung-untungan,” tidak pernah digunakan sebagai hiburan atau kebiasaan yang pantas bagi para pengikut Allah.

Kasino menggunakan segala bentuk pemasaran untuk menarik penjudi mempertaruh uang mereka sebanyak mungkin. Kasino sering menawarkan minuman beralkohol secara murah, bahkan gratis, yang kemudian mengakibatkan para penjudi mabuk dan menurunnya kemampuan mereka membuat keputusan secara bijaksana.

Segala sesuatu dalam kasino ditata sedemikian rupa untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dan tidak mengembalikan apa-apa, kecuali kesenangan yang singkat dan kosong.

Lotto berusaha melukiskan dirinya sebagai solusi untuk mendanai pendidikan dan / atau program-program sosial. Namun riset memperlihatkan bahwa orang yang bermain lotto biasanya adalah orang-orang yang justru tidak mampu secara finansial untuk memasang lotto. Bagi mereka yang sudah kehabisan akal, daya tarik untuk “cepat kaya” sering merupakan godaan yang terlalu sulit untuk ditahan.

Kesempatan untuk menang begitu kecilnya sehingga akibatnya: banyak yang hidupnya hancur.

Mengapa keuntungan dari lotto tidak menyenangkan Allah? Banyak orang mengklaim bahwa mereka memasang lotto atau berjudi supaya dapat memberi uang kepada gereja, atau untuk pekerjaan amal lainnya. Walaupun ini adalah motif yang baik, kenyataannya hanya sedikit yang menggunakan keuntungan dari judi untuk hal yang rohani.

Studi memperlihatkan bahwa mayoritas dari mereka yang menang lotto justru berada dalam situasi keuangan yang lebih parah, beberapa tahun setelah menang jackpot dibanding sebelumnya.

Hanya sedikit, kalaupun ada, yang memberi untuk pekerjaan amal. Lebih dari itu, Allah tidak membutuhkan uang kita untuk mendanai pekerjaanNya dalam dunia ini. Amsal 13:11 mengatakan, “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”

Allah berdaulat dan akan menyediakan segala kebutuhan gereja melalui cara-cara yang jujur dan pantas. Apakah nama Allah akan dipermuliakan melalui uang hasil penjualan narkoba, atau uang yang dirampok dari bank?

Demikian pula, Allah tidak menghendaki uang yang “dicuri” dari orang-orang miskin, melalui godaan untuk cepat kaya, untuk dipersembahkan kepadaNya.

1 Timotius 6:10 memberitahu kita “karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Ibrani 13:5 menyerukan, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’”

Matius 6:24 mengatakan, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Sumber, https://www.gotquestions.org/Indonesia/dosa-judi.html

-o0o-

Penutup.

Berkali-kali mereka menggunakan ayat Amsal dan Pengkhotbah, yang merupakan bagian dari Perjanjian Lama. Lain kali, jangan lagi mau mendengar dalih dan argumentasi  orang Kristen, karena apa pun yang mereka dalilkan, merupakan dalil akal-akalan saja untuk cari selamat ….. padahal tidak ada kebenaran secuil pun dalam agama Kristen.

Artikel ini sendiri merupakan indikasi bahwa Kristen tidak mengharamkan judi, dengan kata lain, di dalam Kristen judi adalah halal dan sesuai dengan syariah-nya.

Wallahu a’lam bishawab.

Hollywood Dan Rivalitas Islam Kristen

Film-Hollywood

Siapa yang Tidak tahu Hollywood? Industri film terbesar di dunia yang seutuhnya berada di Amerika Serikat, atau mudahnya kita katakan bahwa Hollywood adalah milik America Serikat. Di samping Hollywood, tentu juga ada industri film lainnya di dunia ini, sebut saja Bollywood yang milik India, juga jangan lupa bahwa China dan Korea juga mempunyai industri film yang munpuni. Tapi tetap saja, semua yakin bahwa Holywood-lah yang terbesar.

Holywood telah merilis banyak film dengan berbagai tema dan setting, dan kesemuanya sedikit banyak mengandung unsur sejarah yang patut difahami oleh para penonton. Namun ada satu hal yang mendesak utk diketahui. Seberapa banyak jenis film yang telah diproduksi, tidak ada satu pun film Hollywood yang mengangkat dan atau mengetengahkan kebesaran Islam atau mengetengahkan kehidupan umat Muslim secara positif dan bersahabat.

Ya, memang ada beberapa film Hollywood, tidak banyak, yang mengangkat eksistensi Islam, namun itu pun Islam (atau umatnya) digambarkan secara negatif …. entah keter-belakangannya, kekolotannya, kebodo-hannya, kemiskinannya, terorisme-nya, mendeskreditkan perempuannya, poligami-nya, keterpurukan perempuannya, dsb.

Jadi dengan kata lain, sebegitu banyak film yang telah diproduksi Hollywood, tidak ada satu pun dari film tersebut yang menyuguhkan Islam. Dan bahwa film Hollywood juga ada sedikit mengangkat Islam dlm film nya, toh tetap saja Islam yang disuguhkan mengenai Islam adalah keterbelakangan dan kesadisannya.

Sebagai pengecualian tentunya, film The Messenger yang dibintangi Antony Queen, Irene Papas dsb. Film ini menyajikan Islam secara simpatik dan bermartabat. Namun sungguh pun demikian, film ini sama sekali tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa Hollywood menghormati dan beritikad baik terhadap Islam, karena sebenarnya film ini hanya sebagai bentuk hutang moral Hollywood terhadap dunia Islam.

Bahkan dari film The Messenger ini, semua dunia pun jadi bisa berkata,  bahwa film The Messenger lah satu-satunya film Hollywood yang “menyajikan” Islam dengan baik dan bermartabat. Selebihnya?? Selebihnya tidak sama sekali.

Kalau diperbuat bagan logikanya adalah sbb,

  • Hollywood pantang membuat film yang mengangkat Islam.
  • Hollywood hanya sedikit saja (sekali lagi, sedikit saja) yang menyajikan atau menampilkan Islam.
  • Itu pun dari yang sedikit, Hollywood hanya mengangkat citra Islam yang rendah dan menjijikkan, seperti kesadisan, cambuk, kebodohan, poligami yang brutal, perang saudara dsb.
  • Satu-satunya film Hollywood yang mengangkat / mengisahkan Islam secara simpatik, adalah The Messenger. Sungguh pun demikian, memproduksi film tersebut sebenarnya adalah cara Hollywood ‘membayar hutang moral’ terhadap umat Muslim dunia. Bukan karena adanya penghargaan terhadap umat Muslim.

Sebagai versus dari list di atas:

  • Hollywood “banyak sekali” membuat film yang mengangkat citra positif dan simpatik berbagai agama, secara bermartabat dan menawan. Sungguh, Islam tidak termasuk di sini.

Sebagai perbandingan, tidak sedikit Hollywood memproduksi film yang mengangkat Buddhisme. Dan kebuddhaan  yang diangkat selalu bernuansa positif, menyanjung agama dan umat buddha. Sebagai contoh, film 2012, yang berkisah tentang kiamat dunia.  Begitu juga, tidak sedikit Hollywood memproduksi film yang mengangkat Hinduisme, dan yang diketengahkan adalah positivitas nya. Begitu juga Yahudi, Konghuchu dsb. Kesemua agama tersebut disajikan oleh Hollywood secara positif dan bermartabat. Namun bagaimana dengan Islam?

Islam selalu disajikan secara sinis, negatif dan menjijikkan. Tidak pernah Hollywood menyajikan Islam secara simpatik dan bermartabat, seperti yang diperbuat Hollywood terhadap Kristen, Hindu, Buddha, Yahudi dsb.

Contoh kasus.

Beberapa tahun yang lalu, penulis menyaksikan tayangan film Hollywood, entah lupa judulnya. Film tersebut bertutur tg sebuah rumahtangga kulit putih yang hidup rukun.  Lama kelamaan sang istri merasakan keanehan. Pertama, sang suami tiba-tiba saja melarang istri bekerja supaya menjadi wanita rumahan saja. Kedua, sang suami suka bersendirian di garasi mobil. Ketiga, sang suami berkonflik dengan staff perempuan di kantor nya. Kesemua hal tersebut menjadi pertanyaan bagi sang istri.

Akhir nya sang istri menyelidik ke dalam garasi. Ternyata sang istri menemukan mushaf Alquran dan juga sajadah. Ini berarti sang suami telah mualaf secara total, dan itulah yang menyebabkan sang suami selalu mendorong sang istri untuk berhenti bekerja dan membenci staff perempuan di tempat kerja.

Demikianlah cara Hollywood memaparkan Islam kepada publik, yaitu Islam yang selalu mengekang kebebasan kaum perempuan.

Latar Belakang.

Apa yang mendasari Hollywood atas sikap nya yang tidak adil terhadap eksistensi Islam tersebut?? Hollywood seujung kuku pun tdk akan pernah mau mengakui sikap licik nya terhadap Islam. Oleh karena itu pihak Hollywood tidak akan menjelaskan sikapnya yang demikian, atau sekedar membela diri.

Dikarenakan Hollywood tidak akan memberikan penjelasanapa pun mengenai isu ini, sementara di lain pihak Hollywood tidak pernah membuat film bertemakan Islam secara positif dan simpatik, atau kalau pun membuat film yang berkaitan Islam, jumlahnya sangat sedikit –namun islamnya disajikan secara jahil, maka mungkin point-point di bawah ini dapat dijadikan acuan.

  • Rivalitas agama antara Islam dan Kristen. Tidak dapat dipungkiri, mentalitas Kristen  org bule sangat dominan di sini: ada kecemburuan agama. Bayangkan saja, kalau Hollywood “banyak membuat film yang menyajikan Islam secara positif”, maka besar kemungkinan akan banyak terjadi mualafisasi kelas dunia. Akan banyak warga inggris, amerika, kanada, dsb yang masuk Islam. Kristen bule mana yang gembira atas mualafisasi ini?? Intinya, Hollywood tidak akan memaparkan keagungan Islam melalui film-film nya, karena hal tersebut sama saja membuka fikiran banyak penonton utk berpaling kepada Islam, dan meninggalkan Kristen.
  • Unsur Zionisme. Zionisme mendapat perlawanan sengit dari umat Muslim. Untuk itulah, pihak Zionisme berkepentingan utk membuat populasi Muslim tetap sedikit khususnya di kalangan ras kulit putih. Apa jadi nya, kalau Hollywood banyak membuat film yang mengangkat Islam secara positif dan simpatik? Yang akan terjadi adalah akan banyak bule yang mualaf. Dan kalau sudah mualaf (secara massif) pastilah mereka (yang sudah menjadi Muslim)akan berbondong2 melawanZionisme. Tentu Zionisme tidak inginkan hal tersebut. Bahkan kebalikannya, Zionisme “titip pesan” kepada Hollywood, agar kalau Hollywood mengangkat Islam ke dalam film nya, maka sajikanlah Islam yang negatif dan retarded, agar dengan demikian publik penonton di seluruh dunia akan mempunyai pandangan yang negatif terhadap Islam, dan akibatnya tidak ada penonton ypopulasi Muslim tetap sedikit …….

Pada akhirnya, tetaplah pelaku utama dalam hal minimnya Hollywood membuat film yang mengangkat citra Islam adalah umat / individu beragama Kristen  . Umat Kristen   berada pada barisan terdepan dalam memastikan bahwa nilai2 luhur Islam tidak akan pernah diekspose ke tengah para penonton Hollywood setia. Yang ada justru kebalikan nya, yaitu Hollywood akan mengangkat unsur Islam, namun yang disajikan adalah Islam yang bengis, terbelakang, poligami, miskin, pertikaian internal, kejam terhadap kaum perempuan, dsb. Kristen   lah yang paling berkepentingan dalam hal ini, dan imbasnya ada pada konsep perfilman Hollywood.

Nb.

[1] Bollywood sebagai industri film milik bangsa india, tidak segan membuat film yang menyuguhkan Islam dan kehidupan umat Muslim secara positif dan simpatik. Mungkin sudah tidak terhitung berapa film Bollywood yang menyuguhkan eksistensi Islam dan umatnya, yang disajikan secara simpatik dan bermartabat.

Ada satu catatan mengenai Bollywood. Bollywood adalah industri film milik bangsa India, dan bangsa India tidak pernah mempunyai dendam perang salib terhadap umat Muslim. Itulah sebabnya Bollywood tidak segan mengangkat Islam dan umatnya dalam film-film mereka.

[2] Fakta dan fenomena ini, di mana Hollywood BERPANTANG dalam membuat film dengan mengangkat, atau mengenai Islam, pun kalau ada mengangkat Islam dalam produksi filmnya, jumlahnya sangat sedikit, itu pun bagian Islam yang diangkat selalu bagian yang keji, jahat, kasar, mesum, tidak manusiawi, dsb, sehingga publik penonton praktis jadi membenci Islam. Maka semua orang tentunya akan menilai, bahwa inilah salah satu mental umat Kristen terhadap dunia, khususnya terhadap umat Islam, yaitu  mental picik dan jiwa kerdil, dan takut akan kebenaran. Hollywood, yang keseluruhan pekerjanya beragama Kristen (tentunya ada juga Yahudinya, dsb), tentulah tidak  ingin masyarakat bule mereka banyak yang convert ke Islam, lantaran Hollywood BANYAK MEMBUAT FILM YANG MENGANGKAT CITRA ISLAM SECARA POSITIF DAN SIMPATIK.

Apakah ada jiwa kasih di dalam dada setiap orang Kristen yang bekerja di Hollywood? Apakah ada jiwa kasih di dalam dada setiap orang Kristen terhadap saudara mereka umat Muslim? Tidak. Tidak pernah ada jiwa kasih dan darah penebusan Jesus di dalam dada setiap orang Kristen khususnya mereka yang bekerja di Hollywood. Yang ada adalah angkara murka terhadap umat Muslim.

[3] Bertahun-tahun sejak eksistensi Hollywood, yang mana urusan Hollywood ini tidak pernah membuat atau mengangkat film yang berkaitan dengan Islam, dan kalau pun ada Hollywood membuat film mengenai Islam, jumlahnya hanya sedikit, dan tentulah bagian gelapnya saja yang disajikan, namun toh umat Islam tetap bersabar, dan tidak ada perasaan dendam terhadap Hollywood ini. Dan bagian terpenting pun sudah difahami oleh seluruh umat Muslim, bahwa TIDAK ADA JIWA KASIH bagi orang Kristen. Orang Kristen tetap pada dendam perang salib mereka.

Wallahu a’lam bishawab!

Kristen Masih Berdasarkan Perjanjian Lama

fcrt

Stage 01.

Sikristen berkata kepada simuslim, bahwa Islam mengajarkan kekerasan, Alhadis dan khususnya Alquran juga mengandung banyak ayat kekerasan, seperti ayat peperangan. Hal tersebut merupakan bukti bahwa Islam mengajarkan kekerasan kepada umat manusia.

Stage 02.

Simuslim berkilah, bahwa Islam TIDAK PERNAH mengajarkan kekerasan kepada umat manusia. Kalau ada ayat kekerasan di dalam Alquran, maka ayat tersebut konteksnya adalah di dalam peperangan; jelaslah di dalam peperangan memang berisi kekerasan.

Kebalikannya, simuslim berkata bahwa justru Alkitab mengajarkan kekerasan, karena Alkitab khususnya Perjanjian Lama bertabur ribuan ayat kekerasan (termasuk pornografi). Dan itulah sebabnya sejarah Kristen dipenuhi kisah kekerasan dan pembantaian dan anyir darah di segala penjuru yang dikuasai Kristen.

Maka dari sini terbukti bahwa Kristen bukanlah ajaran yang datang dari Tuhan Semesta alam, melainkan kesesatan belaka.

Stage 03.

Sikristen menangkis perkataan simuslim. Sikristen berkata, bahwa memang benar Alkitab Perjanjian Lama mengandung banyak ayat kekerasan (hal tersebut tidak bisa dipungkiri lagi). Namun harus diingat bahwa Kristen tidak lagi berdasar kepada Alkitab Perjanjian Lama, mengingat kedatangan Jesus telah menjadi penggenapan atas semua ayat Perjanjian Lama. Jadi, kalau Perjanjian Lama sudah digenapi oleh kedatangan Jesus, maka itu berarti Perjanjian Lama tidak berlaku lagi. Itulah sebabnya, Kristen tidak pernah mengamalkan semua ayat Alkitab Perjanjian Lama. Kristen hanya berdasar Alkitab Perjanjian Baru, yang penuh ayat kasih karunia dan sukacita. Di bawah ini ayat Perjanjian Baru yang menerangkan bahwa Jesus merupakan penggenapan Perjanjian Lama, oleh karena itu Kristen tidak lagi berdasar pada Perjanjian Lama,

Matius,

5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Roma

10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Roma,

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih (kasih = Jesus) adalah kegenapan hukum Taurat.

Keterangan,

Menurut ayat Perjanjian Baru ini, Jesus adalah penggenapan dari semua ayat Perjanjian Lama. Di dalam logika orang Kristen, buat apa Perjanjian Lama masih juga diamalkan dan dijadikan dasar hukum, sementara Perjanjian Lama itu sendiri sudah digenapi oleh kedatangan Jesus. Maka bukankah itu berarti untuk seterusnya Jesus itulah dasar dari Kristenitas? Demikianlah logika orang Kristen.

Jadi artinya, Kristen tidak pernah mengajarkan umatnya kekerasan seperti yang ada di dalam Perjanjian Lama, dan perihal Alkitab Perjanjian Lama penuh ayat kekerasan, maka Perjanjian Lama itu tidak lagi mendasari ajaran Kristen.

Demikianlah kilah dan excuse orang Kristen mengenai ayat kekerasan yang bertaburan di dalam Perjanjian Lama, dan banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan umat Kristen pada jaman sejarah, sama sekali tidak ada hubungannya dengan orang Kristen dan Gereja, karena Kristen dan Gereja hanya mengajarkan apa yang diajarkan Kristus, yaitu kasih karunia dan sukacita.

Benarkah demikian?

Paparan di bawah ini akan berkata lain. Paragraf di bawah ini diambil dari  wikipedia.

Penumpangan tangan dalam Alkitab

Alkitab juga menunjukkan beberapa peristiwa penumpangan tangan. Di dalam Perjanjian Lama dapat kita lihat saat Musa menumpangkan tangannya kepada Yosua untuk membe-rikan kuasa dan hikmat kepadanya sebagai pemimpin baru atas umat Allah. Tuhan meme-rintahkan agar Musa meletakkan tangannya di atas kepala Yosua. Hal ini berarti Yosua diberikan amanat baru untuk menggantikan Musa dan dengan penumpangan tangan yang dilakukan oleh Musa kuasa Tuhan tercurah atas diri Yosua (Bilangan 27: 15-23). Sama halnya dengan penahbisan pendeta, penumpangan juga melambangkan pencurahan Roh Kudus atas orang yang hendak ditahbiskan menjadi pendeta atau pemimpin jemaat melalui perantaraan para pendeta-pendeta lainnya.

Sumber, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Penumpangan_tangan

Keterangan,

Paragraf di atas menunjukkan, bahwa kehidupan liturgi di dalam peribadatan orang Kristen, terang-terangan berdasar pada tradisi dan nash Perjanjian Lama. Maka bukankah ini berarti bahwa Kristen masih mengambil Perjanjian Lama sebagai dasar ajaran Kristen?

Sementara itu, di bawah ini terdapat paparan mengenai tradisi Perjanjian Lama yang dijadikan dasar di dalam Kristenitas,

Tradisi Pakaian Litrugi merupakan warisan Perjanjian Lama. Harun dan keluarga yang diangkat Tuhan untuk menjadi Imam-Nya, diperintahkan untuk mengenakan pakaian yang berbeda dengan umat Israel lainnya. Kepada Musa, Yahweh berfirman:

Haruslah engkau membuat pakaian kudus untuk Harun, saudaramu, sebagai perhiasan kemuliaan. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.” (Kel 28:2-3)

Sumber, http://matias-guru-pakat.blogspot.com/2013/04/mengenal-pakaian-liturgi-dalam-gereja.html?m=1

Masih berkilah? Jelas sekali bahwa liturgi Gerejawi yang megah ternyata keseluruhannya berdasar ayat-ayat Perjanjian Lama. Dan kalau Kristen tidak pernah mendasarkan kehidupannya pada Perjanjian Lama maka tidak akan pernah ada tradisi liturgis di dalam Gereja dengan semua tetek bengeknya.

Pointnya adalah, semua kekerasan di dalam sejarah Kristen pada masa lalu, memang benar-benar berdasarkan Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, karena pada intinya fikiran dan ajaran yang dibawa Kristen bersumber dari kedua kitab tersebut. Dan adalah nonsense untuk melihat bahwa ajaran Kristen tidak berdasar Perjanjian Lama, karena toh tradisi yang ada di dalam Kristenitas justru bersumber dari Perjanjian Lama.

Atau orang Kristen punya logika begini: masalah liturgi dan tata ibadat Gerejawi memang berdasar ayat dan tradisi Perjanjian Lama, tapi selebihnya, orang Kristen tidak lagi mengambil Perjanjian Lama sebagai dasar ajarannya, karena Perjanjian Lama sudah digenapi oleh Jesus. Ketahuilah, dalih tersebut sangat tidak fair, dan terkesan dipaksakan. Tidak akan ada satu Muslim pun yang percaya begitu saja dengan dalih ini.

Maka pada akhirnya, dapat disimpulkan, bahwa ketika Paus Urbanus mengumumkan Perang Salib melawan umat Muslim di Tanah Suci, maka keputusan Sripaus itu berdasar pada ayat-ayat kekerasan yang ada pada Perjanjian Lama, karena pada dasarnya Kristenitas itu bersumber pada dua kitab, yaitu Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama.

Pamungkasnya adalah, benarlah bahwa Kristen memang mengajarkan kekerasan pada umatnya, karena Perjanjian Lama penuh ayat kekerasan, ayat-ayat itulah yang menginspirasi semua orang Kristen untuk berbuat kekerasan terhadap umat Muslim.

Wallahu a’lam bishawab.

Bukti Bahwa Tuhan Jesus Gila Hormat

sdsd

Islam mengajarkan umatnya untuk salat wajib lima kali sehari semalam, yang mana shalat itu sendiri pasti berarti gerakan menyembah Tuhan, menyembah Allah Swt. Dengan kata lain, Tuhan di dalam Islam menuntut penyembahan dari umatNya lima kali sehari. Dan kalau ada orang Islam yang tidak shalat, maka orang itu dikatakan berdosa terhadap Tuhan. Dari narasi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Tuhan di dalam Islam adalah Tuhan yang gila sembah, yang gila hormat, yang menuntut disembah umatNya sebanyak lima kali sehari. Dikatakan gila sembah, karena Tuhan ini mengancamkan dosa dan hukuman bagi Muslim mana saja yang tidak salat.

Inilah yang selalu diingat orang Kristen mengenai Islam, di mana orang Kristen berfikiran bahwa Tuhan Islam selalu memaksakan umatNya (yaitu umat Muslim) untuk menyembahNya sebanyak lima kali sehari seumur hidup, dan kalau seorang Muslim tidak mau menyembahNya lima kali sehari, maka Tuhan akan begitu marah kepada Muslim tersebut. Ini namanya gila sembah. Ini namanya Tuhan di dalam Islam adalah Tuhan yang gila sembah.

Masih di dalam fikiran orang Kristen, Tuhan Kristen tidaklah gila sembah. Itu terlihat dari orang Kristen yang beribadah di Gereja hanya sekali seminggu. Itu pun mereka ke Gereja bukan untuk menyembah Tuhan, melainkan hanya untuk menerima sukacita dan kasih karunia dari Tuhan Jesus. Dengan latar belakang ini, orang Kristen yakin bahwa Tuhan Kristen sama sekali tidak gila sembah, sementara Tuhan Islam justru benar-benar gila sembah. Benarkah demikian?

Patut untuk diketahui di sini, bahwa justru sebenarnya Tuhan Kristen benar-benar merupakan sosok yang gila sembah. Ayat Perjanjian Lama di bawah ini membuktikan bahwa Tuhan Kristen merupakan sosok yang gila sembah, melebihi Tuhan Islam. Begini bunyi ayat tersebut,

Yeremia 23:15

TUHAN Yang Mahakuasa berkata, “Akan Kuberikan kepada para nabi di Yerusalem itu tanaman pahit untuk dimakan dan racun untuk diminum, karena mereka telah menyebabkan orang-orang di seluruh negeri tidak menghormati Aku.”

Ayat PL ini mengisahkan, betapa Tuhan Kristen hendak memberi racun kepada umat manusia di bumi LANTARAN mereka tidak menghormati Tuhan. Jadi, lantaran umat manusia TIDAK MAU MENGHORMATI TUHAN maka umat tersebut akan diberi racun oleh Tuhan hingga mati keracunan. Artinya apa?

Artinya adalah bahwa Tuhan Israel merupakan sosok Tuhan yang gila hormat. Dan bayangkan, karena umat manusia tidak hormat kepada Tuhan Israel, maka manusia-manusia tersebut akan diberi racun hingga tewas.

Kita dengar bahwa Kristen mengajarkan tentang Tuhan Kristen yang penuh kasih dan karunia kepada umat manusia. Kita mendengar bahwa Kristen adalah agama yang membawa cinta kasih  Tuhan: Tuhan penuh kasih, Tuhan penuh cinta bla bla bla ……

Namun justru pada ayat Yeremia ini, disampaikan bahwa Tuhan Kristen akan berlaku sadis dan bengis kepada manusia yang tidak mau menghormati Tuhan, nah buktinya Tuhan Kristen itu akan meracuni siapa saja yang tidak menghormatiNya hingga tewas keracunan. Lantas mengapa dikatakan bahwa Kristen mengajarkan bahwa Tuhan penuh cinta kasih? Di mana cinta kasih itu, kalau Tuhan nya saja akan meracuni manusia mana saja sampai tewas kalau tidak mau menghormati Tuhan?

Itu namanya pemaksaan. Itu namanya gila hormat.

Penutup.

Ketika orang Kristen melantangkan fikiran bahwa Tuhan Islam merupakan sosok yang gila sembah karena menuntut disembah lima kali sehari, maka hal tersebut tidaklah seberapa dibanding Tuhan Kristen sendiri yang akan meracuni siapa saja yang tidak mau menghormati Tuhan. Dan itu tertulis di dalam Perjanjian Lama kitab Yeremia.

Masalah Integritas Ayat.

Ayat Alkitab di atas, berakhir dengan kalimat ….

karena mereka telah menyebabkan orang-orang di seluruh negeri tidak menghormati Aku”.

Jadi ada frase “TIDAK MENGHORMATI AKU”. Bunyi dari ayat tersebut berasal dari Alkitab BIS, alias Bahasa Indonesia Sehari-hari.

Namun kemudian, versi lain dari Alkitab berbunyi lain, misalnya,

Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam -mengenai para nabi itu: “Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri”.

Versi ayat ini berasal dari Alkitab TB alias Alkitab Terjemahan Baru. Terdapat perbedaan yang kentara, antara bunyi ayat dari Alkitab BIS dengan bunyi ayat TB. Intinya, biar bagaimana pun jelas beda antara bunyi “TIDAK MENGHORMATI AKU” dengan bunyi “KEFASIKAN MELUAS KE SELURUH NEGERI”.

Pertanyaannya adalah, mengapa sampai bisa terjadi perubahan kata-kata? Mengapa harus ada perbedaan antara BIS dengan TB? Atau, apakah frase “KEFASIKAN MELUAS KE SELURUH NEGERI” adalah untuk memperhalus frase “TIDAK MENGHORMATI AKU”? Apakah ini berarti bunyi suatu ayat boleh diedit sesuka hati oleh para pihak Gereja?

Namun intinya tetaplah sama, Alkitab versi BIS masih tersedia, dan di sana tertulis betapa Tuhan marah besar karena manusia tidak menghormatiNya, sehingga Tuhan hendak meracuni manusia-manusia tersebut hingga tewas.

Inikah ajaran yang damai?

Wallahu a’lam bishawab.

Islam Atau Kristen Yang Memuakkan

Memuakkan

Kappirit berkata >>

lek_paryo, on January 20, 2011 at 11:59 pm said:              

sama aja lah, memang benar agama islam menekankan akan segala perbuatan-perbuatan manusia lebih-lebih pada kaum hawa,

jadi jika dosa kamu katakan dosa, jika benar kamu katakan benar,

jika kristen melakukan pesta telanjang ria, maka islam melakukan pesta telanjang ria bersama banyak istrinya di dalam kamar , (ini pun dosa).

jika pemuda kristen suka berganti-ganti pacar dan berhubungan intim, maka itu seperti orang islam yang menghalalkan poligamy dan kawin kontrak (ini pun dosa).

jika orang kristen kawin cerai maka orang islam pun kawin cerai, (ini dosa).

jika orang kristen itu membunuh, maka orang islam pun membunuh, tapi orang islam pun agak aneh mosok membunuh/bunuh diri masuk surga (ini pun dosa).

jika orang kristen menyembah salib, maka orang islam pun menyembah batu (kadang benar-kadang salah).

jika benar kamu katakan benar, jika salah kamu katakan salah,

jadi jangan kamu mengatakan salah adalah benar, dan jangan pula kamu katakan benar adalah salah, karena keduanya tak dapat dipersatukan.

>>>> 

Tanggapan,

Love Jesus, on April 7, 2012 at 1:13 pm said:       

Kepada lek_paryo

Perhatikan dalam Bible ya Om,, berapa Istri dan Gundik Salomo.?? kira2 seribu,, bayangkan jika satu Istri dapat jatah satu malam.. maka dia akan dapat giliran hampir 3 tahun lagi sesudahnya..jadi berapa orang yg harus dikasi jatah sama Salomo dalam semalam,,supaya Istri n Gundiknya itu enggak nyeleweng..??

Intinya pernahkah anda mempersoalkan itu..? ataukah anda memang tak pernah membaca dan mendengar hal itu.. buka Alkitab

1 Raja-raja 1 – 3

“Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.“

bagaimana menurut anda tentang hal ini..??

>>>>> 

adriyan, on April 13, 2016 at 2:04 pm said:           

kl sama istrinya… mau telanjang bulat ampe jungkir balik pun no problem mas, namanya jg istri sendiri, yg kurang waras itu telanjang bulat di depan umum, mirip2 binatang atuh,,,

>>>>

Sophislam,

Manusia-manusia melakukan telanjangria: jelas itu adalah dosa. Sebenarnya ini bukan lah masalah dosa atau tidak dosa, karena istilah dosa itu seluruhnya adalah subjektivisme suatu agama. Yang benar adalah, bahwa telanjangria itu BERTENTANGAN dengan moralitas manusia, khususnya apalagi di dalam hal dikotomi hewan-manusia. Apakah pantas manusia itu telanjang seperti hewan?

Sementara Islam melarang umatnya telanjangria, maka gereja membolehkan umatnya melakukan hal itu. skg agama mana yang memuakkan??

Masalah telanjangria dengan banyak istri di dalam kamar, adalah dosa?

Nah ini sekarang yang jadi masalah. Kalimat ini mengarahkan kita untuk membahas, apakah poligami itu dosa?

Ga usah repot2. Ibrahim poligami kah? Daud poligami kah? Musa poligami kah? Sulaiman poligami kah? Alkitab mengisahkan bahwa Nabi-Nabi tersebut berpoligami. Ini artinya Alkitab mengajarkan poligami.

Kalau kenyataannya Gereja melarang poligami, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa poligami dilarang? Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Jesus pun poligami!

Jadi kalau Anda tulis bahwa Muslim berdosa karena bertelanjangria dengan banyak istri di kamar, maka Anda salah! Apa yang Muslim lakukan adalah apa yang diperintahkan oleh Alkitab! Poligami tidak lah dosa. Yang jadi inti masalah adalah, apakah Islam melanggar nilai-nilai kemanusiaan di dalam hal bertelanjangria dengan banyak istri di dalam kamartidur? Tidak!

Jika pemuda Kristen suka berganti-ganti pacar dan berhubungan intim, maka itu seperti Muslim yang menghalalkan poligami dan kawin kontrak (ini pun dosa).

Sophislam,

Ganti2 pacar, apalagi berhubungan intim di luar nikah, jelas dosa DI DALAM Islam. Dan jijik sekali bahwa Gereja tidak menganggap itu sebagai dosa atau pelanggaran ajaran Gereja. Namun teks selanjutnya, Muslim menghalalkan poligami, sudah saya bahas di atas.

Lanjutannya, kawin kontrak: apakah itu dosa dalam Islam atau bukan?

Yak! Kawin kontrak memang jelas dosa dan haram di dalam Islam. Ulama sudah mengeluarkan fatwa bahwa nikah kontrak itu adalah haram. Kawin kontrak adalah bentuk maksiat, umat Muslim mengecam praktek demikian. Artinya, Islamnya melarang kawin kontrak, dan ada umatnya yang melanggar larangan tersebut. Harap Anda ketahui, di dalam Islam itu, nikah adalah suatu ibadah yang diniatkan untuk SEUMUR HIDUP! Kalau ada Muslim yang nikah namun niatnya hanya untuk sementara saja, maka nikahnya dia adalah batil di mata Tuhan! Dan itulah yang terjadi dengan kawin kontrak. Faham?

Beda dengan Kristen dalam hal telanjangria ini. Kristen sama sekali tidak melarang acara begituan! Akibatnya banyak bangsa2 Kristen yang terjerumus di dalam kekejian seperti itu. Sementara di lain pihak, Islam DENGAN TEGAS melarang kawin kontrak. Lihat perbedaannya!

Sementara islam melarang umatnya utk kawin kontrak, maka gereja pasti berdiam diri dg praktek kawin kontrak ini. sekarang agama mana yang memuakkan??

Memang benar, bahwa bangsa Muslim melanggar Tuhan di dalam bentuk kawin kontrak. Namun kan yang penting Islam nya melarang hal tersebut. Lain cerita dengan telanjangria bangsa Kristen. Kaum Kristen melaranggar (entah melanggar apa!). namun yang jelas toh Gereja tidak melarang telanjangria tersebut. Faham?

sementara Islam melarang umatnya untuk ganti2 pacar dan berhubungan intim, toh Gereja membolehkannya. Sekarang agama manakah yang memuakkan?

Lanjut ke kawincerai.

Wah yang ini jelas. Islam melarang dengan tegas kawin cerai. Muhammad Saw bersabda, perkara halal yang amat dibenci Allah adalah cerainya suami istri.

Hal ini buat apa dibahas, toh kedua agama mempunyai pandangan yang sama.

Anda tolis,

jika orang kristen itu membunuh, maka orang islam pun membunuh, tapi orang islam pun agak aneh mosok membunuh / bunuh diri masuk surga (ini pun dosa).

Sophislam,

Yang ini jugak!

Islam dengan tegas melarang acara bunuhdiri-bunuhdirian seperti ini. Bunuhdiri adalah terlarang dalam Islam, untuk tujuan apa pun! Di dalam hal ini, pun, bunuhdiri untuk tujuan memenangkan Islam, TETAP TERLARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Ada 3 perbuatan dosa yang akan membuat pelakunya masuk Neraka –tidak perduli sebanyak apa pahala dan kesalehannya, dan dia akan masuk Neraka tanpa lagi diperhitungkan amal kesalehannya, jika ia melakukan 1 dari ketiga hal ini:

  1. mati di dalam keadaan murtad / musyrik.
  2. Mati di dalam keadaan durhaka kepada kedua orang tua.
  3. Mati karena / di dalam keadaan bunuhdiri.

Coba renungkan.

Kalau lah memang BUNUHDIRI itu untuk tujuan memenangkan Islam berpahala besar dan menjadi SUHADA, pastilah Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya adalah orang pertama yang akan melakukan aksi bunuhdiri tersebut, iya kan?

Namun mana buktinya?

Muhammad dan para sahabatnya ketika berperang justru mempersiapkan diri sebaik mungkin ketika akan berperang, seperti menyiapkan kuda yang berlari kencang, perisai yang kokoh, helm perang yang tangguh, baju perang yang anti anak-anakpanah, seolah Muhammad Saw dan para sahabatnya adalah manusia manusia yang takut mati ketika berperang. Ya! Eh, Tidak! Itu semua maksud nya adalah bahwa jangan sampai Muhammad dkk itu melakukan bunuhdiri!

Memang, mati di dalam peperangan adalah resiko. Namun bukan berarti perang itu tujuan nya adalah CARI-MATI! Di dalam perang, semua tentara harus berusaha jangan sampai mati, itu hukumnya. Namun kalau pun mati, yeah itu adalah urusan Tuhan, atau dengan kata lain, nasib berkata lain. Mati pun kan juga bisa terjadi di atas ranjang, di kolong rok wanita dan seterusnya. Yakan?

Ketika berjalan pulang dari perang Badar yang dimenangkannya, banyak para sahabat Nabi yang menangis sesenggukan. Sahabat lain yang tidak menangis, bertanya, MENGAPA KAMU MENANGIS?? Mereka yang menangis menjawab, BAGAIMANA KAMI TIDAK MENANGIS? KAMI TIDAK TEWAS DI DALAM PERTEMPURAN ITU. KALAU LAH KAMI TEWAS / MATI DI DALAM PERANG TADI, PASTILAH KITA SUDAH MASUK SURGA SEKARANG ….

Apakah Artinya?

Artinya adalah, banyak para sahabat yang ketika berperang, MENGHARAPKAN MATI oleh pedang lawan, karena dengan demikian maka mereka akan mati syahid, dan mati syahid itu dijamin masuk Surga. Namun ketika perang berkecamuk, toh tidak ada satu pun sahabat yang MENYERAHKAN LEHER MEREKA BEGITU SAJA KEPADA PEDANG LAWAN! Justru Mereka semua berjuang untuk mengalahkan lawan sebanyak-banyaknya. Kalau pun mereka mati, yeah itu bukan karena ‘usaha’ (alias disengaja) mereka, namun sebatas bahwa nasib telah berkata lain…..

Kalau mereka menyerahkan leher mereka begitu saja ke pedang lawan supaya bisa mati ketika perang tersebut, MAKA HAL ITU ADALAH BUNUHDIRI, dan bunuhdiri di dalam Islam adalah DOSA YANG PALING AKBAR!!!! Bukan mati syahid yang mereka dapatkan, namun Neraka Jahanam yang mereka dapat untuk selama-lamanya.

Buktinya, karena nasib berkata bahwa sahabat-sahabat tersebut tidak mati (tidak diberi mati oleh Allah ketika perang berlangsung) maka sahabat-sahabat itu menangis. Pada akhirnya kita sampai pada kesimpulan, bahwa bunuhdiri atau mati disengaja atau menyerahkan nyawa begitu saja ke orang / musuh supaya mati di dalam membela Islam, maka itu adalah DOSA BESAR dan ganjarannya adalah Neraka Jahanam buat selama-lamanya. Inilah ajaran yang benar.

Arti Islam.

Islam berarti keselamatan. Lengkapnya, Islam berarti keselamatan untuk manusia, baik secara individual mau pun secara bersama, keselamatan untuk Dunia dan akhirat. Untuk itu, semua ibadah Islam harus lah bernilai keselamatan. Ingat, perang atau membela Islam adalah juga ibadah. Kalau sudah begitu, maka di mana letak keselamatan kalau perang membela Islam yang sebenarnya adalah ibadah HARUS BERARTI BUNUHDIRI diperbolehkan? Bukan kah bunuhdiri adalah ANTITESIS dari keselamatan itu sendiri (di dalam hal ini adalah keselamatan individual)?

Misi Islam.

Misi Islam adalah mengutamakan dan melindungi fitrah. Fitrah adalah kecenderungan positif yang wajar yang berlaku atas semua mahluk di dalam kehidupan ini. Contoh fitrah adalah, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, mengadakan organisasi dan lain lain. Di dalam hal ini, bekerja mencari nafkah misalnya, merupakan fitrah manusia. Untuk itulah Islam datang ke Bumi ini untuk menegaskan bahwa semua umat manusia harus bekerja untuk mencari nafkah. Islam membenci mereka yang tidak bekerja mencari nafkah. Banyak Alhadits yang menjelaskan bahwa mereka yang tidak bekerja mencari nafkah mendapat kutukan dari Allah.

Di dalam hal bunuhdiri ini, yang merupakan fitrah adalah bahwa semua mahluk mempunyai kecendrungan untuk mempertahankan hidup ini dengan cara apa pun. Oleh karena itu Islam mendukung mahluk apa pun untuk tetap bertahan hidup di dalam Bumi ini. Itulah sebabnya, misalnya, Islam melarang membunuh orang mau pun hewan dengan tujuan sia-sia. Karena semua mereka berhak untuk hidup, dan berhak untuk mempertahankan hidup mereka.

Kalau sudah begitu, maka di mana letak ajaran Islam kalau kita berfikir bahwa bunuhdiri demi Islam itu adalah diperbolehkan? Bukan kah bunuhdiri itu sendiri adalah ANTITESIS dari fitrah mahluk hidup yaitu untuk dan ingin mempertahankan hidup ini dengan cara apa pun?

Kita bikin simple saja di sini.

Kalau memang bunuhdiri dengan tujuan untuk memenangkan Islam (atau untuk membunuh manusia manusia kafir sebanyak mungkin), maka mengapa Muhammad Saw dkk tidak melakukannya sejak awal??? Bukan kah Muhammad Saw dkk adalah para pembela Islam yang paling jempolan?

Jelas, Anda telah mengambil sumber informasi yang salah ketika Anda berfikir bahwa Islam mengajarkan bunuhdiri kepada umatnya untuk membela Islam. Salah! Yang benara adalah bahwa Islam mengharamkan siapa pun untuk bunuhdiri, apalagi untuk tujuan membela Islam.

Anda tolis,

Islam menyembah batu / Ka’bah / Hajarul Aswad?

Sophislam,

Ah, sudah terlalu banyak page di internet yang menjelaskan bahwa Muslim / Islam tidak pernah menyembah Ka’bah whatsoever. Ka’bah hanya lah persatuan arah. Kalau pun Ka’bah itu runtuh (misalnya sedang diremajakan) toh tetap kaum Muslim akan ‘sujud’ ke arah tempat Ka’bah itu berdiri, padahal ‘Ka’bah’ itu sendiri sedang tidak ada.

Apakah artinya?

Artinya adalah bahwa Muslim tidak pernah sembah Ka’bah. Yang benar adalah bahwa Ka’bah adalah tugu persatuan arah ketika muslim sujud kepada Allah swt.

Untuk lebih mengetahui Ka’bah (itu pun kalau Anda berminat) silahkan baca artikel dib log ini di dalam folder ALL ABOUT KABAH.