Penamaan Islam vs Penamaan Kristen

penamaan-islam-vs-penamaan-kristen

Secara dunia, agama yang dibawakan oleh Almasih disebut Kristen (Christianity) sementara agama yang dibawa oleh Muhammad Saw dinamakan Islam. Di luar itu pula, sebenarnya nama agama yang dibawa oleh Almasih, secara Arab dinamakan  Nasrani. Menarik untuk dibahas, bahwa pada masa awal persinggungan Islam dengan dunia Barat, Islam dinamakan oleh sarjana Barat sebagai Muhammadisme, mengingat agama tersebut dibawakan oleh seseorang dengan nama Muhammad. Pada saat selanjutnya dunia Muslim menolak penamaan tersebut karena sebenarnya ada perbedaan yang mendasar antara Muhammadisme dengan Islam. Dunia Islam beruntung dengan penolakan ini: Barat segera melupakan penamaan Muhammadisme dan selalu menggunakan nama Islam sebagai gantinya; memang itu adalah nama yang diajarkan oleh Muhammad Saw dan Tuhan Semesta Alam, Swt.

A. Kristen.

Agama ini untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan nama Kristen di Barat, dan Nasrani di kawasan yang berbahasa Arab dan untuk selanjutnya memang agama tersebut dinamakan dengan sebutan demikian. Bisa ditelusuri bahwa kata /Kristen/ berasal dari nama pendiri agama tersebut yaitu Almasih: Yesus Kristus. Sementara dalam literature Arab agama ini disebut Nasrani yang sebenarnya penamaan tersebut berasal dari kata /nasirah/, Arabisasi dari kata /Nazareth/, nama daerah tempat kelahiran Almasih.

Sebenarnya trend penamaan agama dengan cara tersebut berlaku secara universal, kecuali untuk Islam. Agama Yahudi terambil dari kata /Yudea/, tempat di mana anak-anak Israel hidup dalam petunjuk Tuhan, kala itu. Pun secara Barat agama ini dinamakan Jews, penginggrisan dari kata /Yudea/ .  Untuk Kong Hu Chu, nama agama ini terambil dari nama pendirinya, yaitu Kong Hu Chu sendiri, begitu juga dengan Buddha dan Zoroaster untuk Zara Tustra. Sementara cara penamaan agama Hindu, lebih mirip agama Yahudi: kata Hindu berasal dari bangsa yang berbahasa dan berbangsa Hindi, di tanah Hindustan.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa nama agama hanya menyiratkan nama pendiri dari agama tersebut mau pun nama daerah asal dari agama tersebut. Ini berarti suatu kultus individu mau pun ‘personal-sentris’ dilibatkan dalam penamaan agama (kecuali Islam).  Dalam kasus ini, semua orang Kristen percaya bahwa semua kebajikan hidup seutuhnya terperikan dalam peri kehidupan Yesus Kristus, seorang warga perkampungan manusia yang hidup pada masa Herodes memerintah Romawi Timur.

Bagi Kristen sendiri ini merupakan satu-satunya jalan untuk menamai faham  dan Iman mereka walau pun ini pada akhirnya cara penamaan tersebut tak akan menimbulkan perbedaan sedikit pun dengan agama lainnya di dunia ini –kecuali  Islam.

B. Islam.

Menurut cara-cara yang biasa digunakan umat manusia dalam penamaan Iman mereka, bisa dipastikan pasti semua umat Muslim di dunia akan menamai faham kebajikan mereka dengan sebutan Muhammadisme (karena agama ini ‘dibawa’ oleh seorang Arab yang bernama Muhammad) atau pun agama Mekkis, yang terambil dari kata Mekkah, tempat lahir dan berjuangnya Muhammad Saw. Namun justru kenyataannya agama tersebut dinamakan /Islam/ yang sama sekali tak berarti ‘Muhammad’ Saw mau pun ‘Mekkah’, terlebih ‘Arab’. Lebih dari itu, Islam sama sekali tak akan pernah berarti ‘Allah Swt’, Tuhan Yang disembah oleh penganut agama ini.

/Islam/ menurut bahasa Arab, berasal dari tiga kata yang berbeda artinya namun saling mempengaruhi satu sama lainnya: satu kata berarti kesempurnaan, kemudian yang lain berarti penyerahan diri, dan yang terakhir berarti keselamatan. Ini berarti adanya  penekanan dalam agama Islam, yang berarti Islam selalu diarahkan untuk membawa pada kesempurnaan hidup, kesempurnaan ajaran, yang mengajarkan umatNya untuk selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui segala Hal, dan kemudian berdasarkan namanya, Islam membawa umatNya kepada keselamatan lahiriah dan bathiniah bagi individual, kemasyarakatan, kenegaraan, baik di dunia mau pun di akhirat. Ketiga kata tersebut menjadi tiga pilar utama dari kesempurnaan agama: kesempurnaan hidup dan kesempurnaan ajaran, penyerahan diri kepada suatu agama yang memang terbukti sempurna, dan kemudian keselamatan sebagai konsekwensi dari penyerahan diri kepada ajaran yang sempuran tersebut.

Berdasarkan arti yang terkandung dalam nama /Islam/ tersebut, dapat dipahami betapa nama agama ini telah disiapkan secara konseptual dan bernilai argumentative yang amat tinggi. Tidak dapat tidak bahwa penamaan agama ini memang telah direncanakan sejak awal mengingat betapa rumit dan konseptualnya penamaan tersebut. Tak dapat dihindari untuk menyimpulkan bahwa penamaan agama tersebut (Islam) tak pernah dilakukan oleh Muhammad Saw mau pun manusia mana pun setelah masa Muhammad Saw. Bahkan secara internal sendiri, Muhammad Saw menyatakan bahwa penamaan tersebut memang datang dari Tuhan melalui beberapa ayat suci yang diturunkan Allah Swt kepadanya.

_.:oOo:._

Sungguh, konsekwensi yang paling logis dari kasus penamaan agama yang dibawa oleh Muhammad Saw ini adalah adanya jalan untuk menyimpulkan bahwa penamaan agama tersebut memang hanya dilakukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa Yang telah menurunkan Islam tersebut. Jika Tuhan (dalam hal ini Dia adalah Allah Swt) sama sekali tak pernah turun tangan dalam penamaan agama tersebut, pastilah umat dunia akan mengenal agama ini dengan nama Muhammadisme mau pun Mekkis mau pun agama Arabis (atau apa pun!), demi untuk mengikuti trend penamaan agama yang berlaku secara universal. Namun kenyataannya justru Islam menjadi satu-satunya agama yang penamaannya benar-benar ‘distinguished’, bermartabat dan konseptual.

Bisa dipastikan bahwa konsep kesempurnaan hidup dan kesempurnaan ajaran, penyerahan diri kepada Tuhan dan kemudian jalan keselamatan, menjadi monopoli Islam semata mengingat ketiga unsur tersebut menjadi nama dari Islam, sejatinya, sejak awal jauh sebelum semua agama mengadopsi konsep-konsep tersebut.

Di luar itu, jika memang Nasrani adalah jalan rohani yang memang berasal dari Tuhan, maka penamaan yang semata mengikuti trend sosiologis anthropologis akan mengakibatkan klaim bahwa Nasrani berasal dari Surga, tetap berada dalam keraguan. Bukanlah suatu kebajikan berfikir yang paripurna di mana Tuhan yang membina suatu agama membiarkan agama tersebut diberi nama oleh sesuatu yang bukan diriNya.  Tuhan yang meninggalkan agamaNya untuk diberi nama oleh manusia penganutnya (bukan diriNya sendiri) dipastikan Tuhan yang tidak sempurna dalam pekerjaanNya dan ini fatal untuk dijadikan argument. Logikanya, tidak pernah seorang penemu meninggalkan hasil temuannya begitu saja dan membiarkan orang lain memberi nama dari temuannya. Ketidak-sempurnaan dari pekerjaanNya jelas terdeteksi dalam kasus penamaan Nasrani tersebut sementara tidak mungkin umat manusia akan mengenal adanya Tuhan Yang tidak sempurna.

Secara parallel, penamaan Nasrani yang mengikuti modus operandi yang umum terjadi pada semua agama (kecuali Islam) mengindikasikan bahwa agama tersebut bukanlah datang dari Tuhan. Ada kesalahan yang fatal di mana penamaan agama tersebut mengikuti nama pendiri dari agama tersebut (yaitu Yesus Kristus) jika ingin dikatakan bahwa agama tersebut memang datang dari Tuhan –sefatal agama lain (selain Islam) yang penamaannya memang berdasarkan trend sosiologis anthropologis. Ini tidak bisa dihindari untuk diakui.

Penting untuk ditegaskan jika memang Nasrani berasal dari Tuhan dan memang merupakan Karya Tuhan, maka sungguh, kelak agama ini akan mempunyai nama yang amat konseptual dan non-kultuisme, non-person-sentris. Kata /Islam/ (yang berarti perfection,  devotion, dan salvation) adalah kata yang tepat untuk nama agama tersebut karena tidak ada lagi kata yang lebih baik dari /Islam/.

Secara mendasar akhirnya digariskan, bahwa penamaan Kristen mau pun Nasrani untuk agama yang dibawa oleh Almasih (yang tidak dilakukan oleh Tuhan melainkan oleh peri-akal manusia belaka) sedikit pun tak akan dapat menolong agama Kristen dari kemungkinannya untuk ditolak akal:  agama ini biar bagaimana pun gagal dalam menerima penamaan dari Tuhan –seperti agama lain kecuali Islam. Campur-tangan Tuhan yang sempurna dan menyeluruh dalam penamaan agama (total naming) yang dibawa oleh Muhammad Saw amat jelas: Islam.  Oleh karena itu terdapat konsekwensi dari adanya penamaan ini atas Islam:  di dalam Islam benar-benar terdapat campur-tangan Tuhan, dan ini berarti bahwa Islam  benar merupakan karya Tuhan. Kristen sama sekali tak dapat menyangkal kenyataan logika ini.

Dasar Kekristenan Nomor #1.

sembah-yesus-masuk-neraka

DAN INGATLAH WAHAI JIDAT KRISTEN …

APA-APA YANG KAMU YAKINI ITU,
SEMUA NYA TIDAKLAH AKAN BERGUNA DAN KAMU TIDAK AKAN DIAKUI SEBAGAI UMAT YESUS, KARENA YESUS SAMA SEKALI TIDAK MAU DI TUHANKAN …

KARENA MEMANG DIA BUKAN TUHAN, DAN KAMU SEKALIAN AKAN DI MASUKAN KE NERAKA JAHANAM SELAMANYA KARENA DIANGGAP SEBAGAI PEMBUAT KEJAHATAN … SBB:

YESUS MENGUTUK ORANG YANG MENUHANKANNYA:

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! Akan masuk kedalam kerajaan sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”. (MAT 7:21)

“Pada hari terakhir (Kiamat) banyak orang akan berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu (Yesus), dan mengusir setan demi nama-Mu (Yesus), dan mengadakan banyak muzijat demi nama-Mu (Yesus) juga?”. (MAT 7:22)

“Pada waktu itulah Aku (Yesus) akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku (yesus) tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku (Yesus), kamu sekalian pembuat kejahatan”. (MAT 7:23)

Kuasa Pengampunan Jesus Adalah Nonsense Bagian 1

160609150923

Orang Kristen percaya bahwa Jesus sebagai Putra Tuhan, mempunyai kuasa untuk menebus dosa orang yang percaya kepada Jesus sebagai Putra Tuhan ….

  • yang mati di kayu salib,
  • yang bangkit di hari ketiga,
  • dan lalu naik ke Surga.

Dengan kata lain, menjadi orang Kristen adalah jaminan masuk Surga, karena percaya kepada Jesus adalah jaminan masuk Surga, karena nanti semua dosanya sudah ditebus Jesus.

Benarkah demikian?

Benarkah bahwa Jesus mempunyai kuasa untuk menebus dosa? Benarkah, bahwa hanya dengan percaya kepada Jesus Tuhan, maka semua dosa kita akan ditebus Jesus, sehingga kita akan masuk Surga dengan begitu mudahnya? Hanya dengan percaya kepada Jesus?

Tinjauan A.

Kalau memang benar bahwa percaya Jesus adalah Putra Tuhan dan Penebus Dosa, maka itu artinya semua orang Kristen, -karena mereka percaya kepada ketuhanan Jesus, BEBAS BERBUAT DOSA di dunia, karena toh nanti semua dosa mereka akan ditebus Jesus sebanyak apa pun. Hitler misalnya, dia orang adalah Kristen (yang percaya kepada Jesus sebagai Putra Tuhan) dan telah berbuat banyak perbuatan dosa, maka kelak dia tetap akan masuk Surga karena semua dosanya yang sangat banyak itu akan ditebus Jesus.

Termasuk di antara mereka adalah Joseph Stalin, Slobodan Milosevic, Radovan Karadzic, Joachim von Ribbentrop, Hermann Goering,  Augusto Pinochet dsb.

Para pezina, para perampok, para pembunuh, para pengadu domba, para penipu dsb semua mereka, selama mereka beragama Kristen, maka kelak mereka semua akan masuk Surga, karena semua dosa dan kesalahan mereka telah ditebus Jesus, sang penebus dosa.

Dan ini artinya Kristen mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat dosa apa saja yang mereka suka, karena toh kekristenan yang mereka anut akan membuat semua dosa mereka akan ditebus Jesus. Ini artinya Kristen membolehkan umatnya berbuat dosa dan keji sesuka hati. Semua orang Kristen harus setuju dengan pandangan ini,.

Itulah sebabnya kita melihat orang Kristen di dunia bebas berbuat apa saja.

  • Mereka bebas kumpulkebo,
  • mereka bebas makan riba,
  • mereka bebas makan bangkai,
  • mereka bebas makan segala jenis hewan: babi, buaya, monyet, tikus, ular dsb.
  • mereka bebas bugil massal di tengah kota,
  • mereka bebas berkhalwat,
  • mereka bebas membantai umat beragama lain, seperti yang diperbuat Slobodan, kasus pembantaian rakyat dan Raja Atahualpa, dsb.
  • mereka bebas main judi,
  • mereka bebas berpornografi,
  • mereka bebas membuka aurat,
  • mereka bebas berbuat apartheid (politik diskriminasi).
  • mereka bebas mabuk-mabukan,
  • mereka bebas merampok kekayaan alam negeri jajahan pada jaman kolonial.
  • dan bahkan bebas freesex dsb.

Mengapa mereka bebas berbuat semua dosa tersebut? Jawabannya jelas: mereka memang berdosa karena telah perbuat hal-hal keji tersebut, namun toh nanti di alam akhirat semua dosa mereka kelak akan ditebus Jesus, Tuhan mereka, dan akhirnya mereka bisa melenggang bebas masuk Surga, berkat penebusan dosa Jesus.

Itulah sebabnya Kristen dikenal sebagai agama penuh maksiat, umatnya gemar berbuat maksiat, mabuk-mabukan dan main judi sudah biasa, apalagi makan riba dan daging bangkai.

Pertanyaannya adalah, mungkinkah Tuhan mengajarkan umatNya untuk bebas berbuat dosa dan segala kekejian, dan kelak di akhirat semua dosa mereka akan ditebus Jesus sehingga melangkah masuk ke Surga? Bukankah ini menandakan bahwa Kristen mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat dosa, bukannya kesalehan?

Kalau sudah begini, apakah kita masih mau memilih Kristen sebagai agama kita sampai maut datang menjemput?

MENGINGAT, tidak mungkin ada agama dan Tuhan yang mengajarkan umatnya bebas  berbuat dosa dan AMORALITAS, maka Kristen dengan kuasa penebusan dosanya adalah sebuah nonsense, sebuah omong kosong. Tidak mungkin Kristen merupakan agama yang akan membawa manusia ke Surga, karena ajarannya dekat dengan perbuatan keji dan menjijikkan. Kebalikannya, Kristen akan membawa umatnya ke Neraka dan akan tinggal di sana buat selama-lamanya di dalam kobaran api abadi. Itu jelas.

Tinjauan B.

Pasti orang Kristen akan protes kalau dikatakan bahwa Hitler, Pinochet dsb akan masuk Surga lantaran semua dosanya sebagai orang Kristen ditebus Jesus. Mereka para Kristen pasti akan berkata bahwa Hitler, Slobodan Milosevic dsb dan para pendosa lainnya akan dimasukkan ke Neraka sebagai hukuman dari Tuhan Jesus karena telah berbuat dosa dan kekejian, yang berarti Jesus tidak mempunyai kuasa untuk menebus dosa para pendosa tersebut, dan ini berarti Jesus tidak mempunyai kuasa penebusan dosa. Dan kebalikannya, Jesus hanya mengampuni / menebus dosa orang Kristen yang saleh dan banyak berdoa di dalam ibadah.

Oh benarkah demikian?

Kalau Jesus memang mempunyai kuasa penebusan dosa, maka seharusnya semua pendosa Kristen mendapat penebusan dosa dari Jesus, sebesar maupun sebanyak apa pun dosa mereka, bukannya Kristen saleh saja yang mendapat penebusan dosa, lantaran dosa mereka tidak ada atau sedikit.

Waow …… kalau begitu buat apa Jesus sebagai juru selamat dan sebagai juru penebus dosa bagi setiap orang yang percaya kepadanya sebagai putra Tuhan? Kalau Jesus hanya menebus dosa orang Kristen yang saleh, lantas apa bedanya dengan ajaran Nabi Muhammad Saw? Bukankah ajaran Nabi Muhammad Saw mengatakan bahwa hanya Muslim saleh dan banyak berbuat amal saleh saja yang akan masuk Surga dan diampuni dosa-dosanya?

Apa gunanya Jesus menyandang tugas sebagai penebus dosa umatnya, kalau toh para pendosa Kristen (seperti hitler, joseph stalin, pezina, pelaku freesex dsb) tidak akan ditebus dosanya dan tetap akan dilempar ke Neraka?

Pun juga, orang Kristen kalau sudah hidup saleh dan selalu beribadah, maka buat apa ditebus dosanya oleh Jesus, bukankah dosa mereka tidak ada atau hanya sedikit? Tanpa penebusan pun mereka tetap akan masuk Surga, tanpa Jesus pun mereka tetap akan dimasukkan ke Surga oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Sementara orang Kristen pendosa seperti hitler, slobodan dsb tidak ditebus dosanya dan kemudian dilempar ke Neraka, maka buat apa Jesus sebagai penebus dosa?

Atau itu artinya Jesus hanya kuasa menebus dosa para Kristen saleh yang dosanya tidak ada atau sedikit? Ini sama saja berarti bahwa Jesus TIDAK MEMPUNYAI KUASA PENEBUSAN DOSA bagi umatnya …… maka dari itu kuasa penebusan dosa yang dimiliki Jesus tidak bisa berbuat banyak. Tetap saja para Kristen harus dan wajib menempuh hidup yang saleh dan penuh doa, dan kemudian para Kristen pendosa seperti hitler dsb tetap akan masuk Neraka >> berarti Jesus TIDAK MEMPUNYAI KUASA PENEBUSAN DOSA.

MENGINGAT, tidak mungkin Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa (karena toh para pendosa seperti hitler dsb tidak akan ditebus dosanya dan kemudian dilempar ke Neraka), maka itu berarti akan banyak orang Kristen yang akan tetap dilempar ke Neraka buat selama-lamanya, padahal mereka percaya kepada Jesus sebagai Tuhan dan penebus dosa. Logikanya, kalau Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa, maka seharusnya semua Kristen tanpa pandang bulu (pendosa atau pendoa) harus ditebus dosanya, termasuk  Hitler, Joseph Stalin, Slobodan Milosevic, Radovan Karadzic, Joachim von Ribbentrop, Hermann Goering, dsb.

Maka dengan demikian Kristen adalah sebuah nonsense, sebuah omong kosong. Tidak mungkin Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa, sementara para pendosa saja tetap dilempar ke Neraka, padahal mereka adalah orang yang percaya kepada Jesus sebagai putra Tuhan.

Ayat di bawah ini menunjukkan dan membuktikan bahwa para Kristen pendosa tetap akan masuk Neraka,

Yohanes 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Purgatori? Apalagi!

Kemudian kalau membicarakan purgatori, yang difahami sebagai tempat api pensucian bagi para penjahat, maka jelaslah sudah bahwa memang benar Jesus tidak mempunyai kuasa penebusan dosa. Logikanya saja, kalau Jesus memang benar mempunyai kuasa penebusan dosa, maka buat apa ada purgatori? Bukankah seharusnya semua arwah langsung diterima dan masuk Surga lantaran semua dosa mereka telah dilenyapkan oleh kuasa penebusan Jesus, Tuhan kebanggaan mereka?

Dengan adanya purgatori saja sudah jelas, bahwa TIDAK ADA YANG NAMANYA KUASA PENEBUSAN DOSA, karena faktanya semua orang Kristen yang berdosa akan dicampakkan ke Neraka purgatori, yang mana itu membuktikan bahwa dosa mereka tidak ditebus oleh Jesus. Lantas buat apa masih percaya kepada agama Kristen yang tidak jelas logikanya?

Penutup.

Sekarang mau pilih yang mana?

  • Mau memilih percaya bahwa Jesus mempunyai kuasa penebusan dosa? Jawab, lantas mengapa para Kristen pendosa tetap dilempar ke Neraka? Lantas di mana ke-penebusan dosa Jesus, kalau para pendosa tetap dilempar ke Neraka? Bukankah itu berarti Jesus tidak mempunyai wewenang untuk menebus dosa orang Kristen?
  • Atau semua orang Kristen akan berkata bahwa JESUS MEMANG BENAR MEMPUNYAI KUASA PENEBUSAN DOSA, yang mana itu berarti Hitler dsb tetap masuk Surga karena semua dosanya sudah ditebus Jesus? Jawab, maka bukankah itu berarti Kristen / Jesus mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat keji dan angkara murka di muka bumi, karena toh nanti dosa mereka akan ditebus Jesus? Nah kemudian logikanya, benarkah Kristen mengajarkan umatnya untuk bebas berbuat maksiat dan kekejian? Hanya satu ungkapan: benar! Kristen adalah agama palsu dan penuh kekejian dan maksiat.
  • Atau mau memilih menjadi Kristen yang saleh biar masuk Surga? Lantas buat apa Jesus sebagai penebus dosa? Bukankah tanpa ada Jesus sebagai penebus dosa, para Kristen saleh tetap akan masuk Surga?

Maka kesimpulannya adalah, KUASA PENEBUSAN DOSA Jesus adalah nonsense yang tidak mempunyai dasar bukti dan logika, justru Alkitab sendiri telah menegaskan bahwa mereka para pendosa akan tetap berada di dalam murka dan hukuman Tuhan yaitu Neraka.

Wallahu a’lam bishawab.

Silahkan lanjut untuk baca artikel terkait: Kuasa Pengampunan Jesus Adalah Nonsense-Bagian 2

Kristen Masih Berdasarkan Perjanjian Lama

fcrt

Stage 01.

Sikristen berkata kepada simuslim, bahwa Islam mengajarkan kekerasan, Alhadis dan khususnya Alquran juga mengandung banyak ayat kekerasan, seperti ayat peperangan. Hal tersebut merupakan bukti bahwa Islam mengajarkan kekerasan kepada umat manusia.

Stage 02.

Simuslim berkilah, bahwa Islam TIDAK PERNAH mengajarkan kekerasan kepada umat manusia. Kalau ada ayat kekerasan di dalam Alquran, maka ayat tersebut konteksnya adalah di dalam peperangan; jelaslah di dalam peperangan memang berisi kekerasan.

Kebalikannya, simuslim berkata bahwa justru Alkitab mengajarkan kekerasan, karena Alkitab khususnya Perjanjian Lama bertabur ribuan ayat kekerasan (termasuk pornografi). Dan itulah sebabnya sejarah Kristen dipenuhi kisah kekerasan dan pembantaian dan anyir darah di segala penjuru yang dikuasai Kristen.

Maka dari sini terbukti bahwa Kristen bukanlah ajaran yang datang dari Tuhan Semesta alam, melainkan kesesatan belaka.

Stage 03.

Sikristen menangkis perkataan simuslim. Sikristen berkata, bahwa memang benar Alkitab Perjanjian Lama mengandung banyak ayat kekerasan (hal tersebut tidak bisa dipungkiri lagi). Namun harus diingat bahwa Kristen tidak lagi berdasar kepada Alkitab Perjanjian Lama, mengingat kedatangan Jesus telah menjadi penggenapan atas semua ayat Perjanjian Lama. Jadi, kalau Perjanjian Lama sudah digenapi oleh kedatangan Jesus, maka itu berarti Perjanjian Lama tidak berlaku lagi. Itulah sebabnya, Kristen tidak pernah mengamalkan semua ayat Alkitab Perjanjian Lama. Kristen hanya berdasar Alkitab Perjanjian Baru, yang penuh ayat kasih karunia dan sukacita. Di bawah ini ayat Perjanjian Baru yang menerangkan bahwa Jesus merupakan penggenapan Perjanjian Lama, oleh karena itu Kristen tidak lagi berdasar pada Perjanjian Lama,

Matius,

5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Roma

10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Roma,

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih (kasih = Jesus) adalah kegenapan hukum Taurat.

Keterangan,

Menurut ayat Perjanjian Baru ini, Jesus adalah penggenapan dari semua ayat Perjanjian Lama. Di dalam logika orang Kristen, buat apa Perjanjian Lama masih juga diamalkan dan dijadikan dasar hukum, sementara Perjanjian Lama itu sendiri sudah digenapi oleh kedatangan Jesus. Maka bukankah itu berarti untuk seterusnya Jesus itulah dasar dari Kristenitas? Demikianlah logika orang Kristen.

Jadi artinya, Kristen tidak pernah mengajarkan umatnya kekerasan seperti yang ada di dalam Perjanjian Lama, dan perihal Alkitab Perjanjian Lama penuh ayat kekerasan, maka Perjanjian Lama itu tidak lagi mendasari ajaran Kristen.

Demikianlah kilah dan excuse orang Kristen mengenai ayat kekerasan yang bertaburan di dalam Perjanjian Lama, dan banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan umat Kristen pada jaman sejarah, sama sekali tidak ada hubungannya dengan orang Kristen dan Gereja, karena Kristen dan Gereja hanya mengajarkan apa yang diajarkan Kristus, yaitu kasih karunia dan sukacita.

Benarkah demikian?

Paparan di bawah ini akan berkata lain. Paragraf di bawah ini diambil dari  wikipedia.

Penumpangan tangan dalam Alkitab

Alkitab juga menunjukkan beberapa peristiwa penumpangan tangan. Di dalam Perjanjian Lama dapat kita lihat saat Musa menumpangkan tangannya kepada Yosua untuk membe-rikan kuasa dan hikmat kepadanya sebagai pemimpin baru atas umat Allah. Tuhan meme-rintahkan agar Musa meletakkan tangannya di atas kepala Yosua. Hal ini berarti Yosua diberikan amanat baru untuk menggantikan Musa dan dengan penumpangan tangan yang dilakukan oleh Musa kuasa Tuhan tercurah atas diri Yosua (Bilangan 27: 15-23). Sama halnya dengan penahbisan pendeta, penumpangan juga melambangkan pencurahan Roh Kudus atas orang yang hendak ditahbiskan menjadi pendeta atau pemimpin jemaat melalui perantaraan para pendeta-pendeta lainnya.

Sumber, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Penumpangan_tangan

Keterangan,

Paragraf di atas menunjukkan, bahwa kehidupan liturgi di dalam peribadatan orang Kristen, terang-terangan berdasar pada tradisi dan nash Perjanjian Lama. Maka bukankah ini berarti bahwa Kristen masih mengambil Perjanjian Lama sebagai dasar ajaran Kristen?

Sementara itu, di bawah ini terdapat paparan mengenai tradisi Perjanjian Lama yang dijadikan dasar di dalam Kristenitas,

Tradisi Pakaian Litrugi merupakan warisan Perjanjian Lama. Harun dan keluarga yang diangkat Tuhan untuk menjadi Imam-Nya, diperintahkan untuk mengenakan pakaian yang berbeda dengan umat Israel lainnya. Kepada Musa, Yahweh berfirman:

Haruslah engkau membuat pakaian kudus untuk Harun, saudaramu, sebagai perhiasan kemuliaan. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.” (Kel 28:2-3)

Sumber, http://matias-guru-pakat.blogspot.com/2013/04/mengenal-pakaian-liturgi-dalam-gereja.html?m=1

Masih berkilah? Jelas sekali bahwa liturgi Gerejawi yang megah ternyata keseluruhannya berdasar ayat-ayat Perjanjian Lama. Dan kalau Kristen tidak pernah mendasarkan kehidupannya pada Perjanjian Lama maka tidak akan pernah ada tradisi liturgis di dalam Gereja dengan semua tetek bengeknya.

Pointnya adalah, semua kekerasan di dalam sejarah Kristen pada masa lalu, memang benar-benar berdasarkan Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, karena pada intinya fikiran dan ajaran yang dibawa Kristen bersumber dari kedua kitab tersebut. Dan adalah nonsense untuk melihat bahwa ajaran Kristen tidak berdasar Perjanjian Lama, karena toh tradisi yang ada di dalam Kristenitas justru bersumber dari Perjanjian Lama.

Atau orang Kristen punya logika begini: masalah liturgi dan tata ibadat Gerejawi memang berdasar ayat dan tradisi Perjanjian Lama, tapi selebihnya, orang Kristen tidak lagi mengambil Perjanjian Lama sebagai dasar ajarannya, karena Perjanjian Lama sudah digenapi oleh Jesus. Ketahuilah, dalih tersebut sangat tidak fair, dan terkesan dipaksakan. Tidak akan ada satu Muslim pun yang percaya begitu saja dengan dalih ini.

Maka pada akhirnya, dapat disimpulkan, bahwa ketika Paus Urbanus mengumumkan Perang Salib melawan umat Muslim di Tanah Suci, maka keputusan Sripaus itu berdasar pada ayat-ayat kekerasan yang ada pada Perjanjian Lama, karena pada dasarnya Kristenitas itu bersumber pada dua kitab, yaitu Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama.

Pamungkasnya adalah, benarlah bahwa Kristen memang mengajarkan kekerasan pada umatnya, karena Perjanjian Lama penuh ayat kekerasan, ayat-ayat itulah yang menginspirasi semua orang Kristen untuk berbuat kekerasan terhadap umat Muslim.

Wallahu a’lam bishawab.

Silogisme Kacau, Kristen Ancooooorrrr!!!

silogisme-kacau-karosetan-ancoooooorrrr

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongen yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

………….begitu seterusnya sampe mabokkk!!!!!

Jungkir-balik usaha manusia manusia Kristen untuk dapat mempertahankan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan. Biar bagaimana pun mereka ingat bahwa Alkitab tidak mempunyai satu pun ayat yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…

Pun jungkir-balik lah manusia manusia Kristen untuk dapat memelintir kata dan semua ayat yang ada di dalam Alkitab mereka supaya dapat mengamankan dan melanggengkan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan, terlebih dengan tidak adanya ayat di dalam Alkitab yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…

Sangat perih sekali bagi manusia manusia Kristen ketika di dalam Alkitab mereka justru dijumpai ayat di dalam Markus 10 ayat 18 yang berbunyi ………….

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Maka apakah lagi usaha mereka untuk  dapat mengamankan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan?

Mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

  1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
  2. Premis 2: Yesus adalah baik
  3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum Kristen amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum Kristen terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

  • Berak
  • Kentut
  • Kencing
  • Lapar
  • Keringat bau.
  • Punya nafsu sex
  • delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

  1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
  2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
  3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia Kristen akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut,  mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

  1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
  2. Premis 2: Yesus adalah baik
  3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum Kristen amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum Kristen terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

  • Berak
  • Kentut
  • Kencing
  • Lapar
  • Keringat bau.
  • Punya nafsu sex
  • delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia Kristen akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut,  mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus adalah baik

3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum Kristen amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum Kristen terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

  • Berak
  • Kentut
  • Kencing
  • Lapar
  • Keringat bau.
  • Mulunya bau kalau bangun tidur.
  • Jembutan
  • Punya nafsu sex
  • delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

  1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
  2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
  3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia Kristen akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut,  mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

  1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
  2. Premis 2: Yesus adalah baik
  3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum Kristen amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum Kristen terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

  • Berak
  • Kentut
  • Kencing
  • Lapar
  • Keringat bau.
  • Mulunya bau kalau bangun tidur.
  • Jembutan
  • Punya nafsu sex
  • delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia Kristen akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

dst……….

dst………………

dst……………………

dst…………………………

Demikian lah manusia manusia Kristen akan terus berputar-putar pada paragraph di atas sampai hari kiamat.

Dan pada setiap putaran itu, manusia manusia Kristen itu tidak akan sampai pada kesimpulan / kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan (karena kalau lah Jesus itu Tuhan, hal itu berasal dari ayat mana di dalam Alkitab?). Namun sebaliknya, setiap putaran hanya akan memastikan bahwa Jesus adalah manusia biasa, dan oleh karena itu itu ia tidak sempurna, tidak baik, dus, ia bukan lah Tuhan …

Analisa.

Manusia manusia Kristen telah lama meyakini bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%.

Kalau Jesus adalah manusia 100%, maka pastilah Jesus adalah individu yang tidak baik / tidak sempurna. Mengingat, tidak ada manusia yang sempurna.

Kemudian, kalau Jesus adalah Tuhan 100%, maka berasal dari ayat manakah di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan? Muter lagi ke atas sampek kiamat!!!!

Dengan begitu, klaim Kristen bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%, runtuh dengan sendirinya, karena tidak ada manusia yang baik, pun kalau Jesus itu adalah Tuhan, maka ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan?

Berikutnya, mungkin sekali manusia manusia Kristen akan berkilah bahwa Jesus adalah baik sebagai manusia. Semua kisah Jesus yang ada di dalam Alkitab menuturkan betapa baiknya Jesus itu.

Ohya? Jelas sekali bahwa Jesus itu baik sebagai manusia. Namun ingat, baiknya Jesus itu menurut manusia manusia Kristen TENTUNYA hanya subjektivisme mereka belaka! Mungkin manusia manusia Kristen sepakat untuk menyatakan bahwa Jesus itu baik sebagai manusia, namun TIDAK LAH DEMIKIAN bagi kaum Yahudi, Muslim, hindu dan lain lain. Tidak ada gunanya manusia manusia Kristen tetap berkeras bahwa Jesus itu adalah baik!

Muhammad Saw saja, yang diklaim sebagai manusia sempurna oleh umat Muslim, justru mendapat penghinaan yang amat keji dari kaum Kristen. Nah bukan kah demikian sebaliknya? Muslim pun melihat bahwa Jesus adalah manusia yang tidak sempurna. Apalagi sebagai Tuhan? Ayatnya saja (ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus adalah Tuhan) tidak ada kok!!

Bagi kaum Muslim, Hindu, Yahudi dan lain lain, Jesus banyak kekurangannya! Apa yang sebenarnya kekurangan Jesus yang dituturkan di dalam Alkitab, maka pastilah menurut manusia manusia Kristen itu adalah kesempurnaannya. Subjektivisme tentulah tidak dapat dijadikan landasan bagi suatu teori. Jadi percuma saja kalau pun Kristen tetap kekeuh untuk menyatakan bahwa Jesus itu adalah baik. Alkitab melaporkan bahwa Jesus ketakutan, Jesus marah kepada pohon ara, Jesus memerintahkan muridnya untuk mencuri keledai, Jesus mengutuki kota-kota yang tidak mau bertaubat, itu semua menunjukkan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK SEBAGAI MANUSIA sama sekali.

Belum lagi ditambah dengan ayat sebagai berikut,

……………”Naiklah Yesus ke atas keledai betina yg dicuri dari Betfage, lalu Yesus memasukkan jari dan kemaluannya ke lobang puki keledai betina itu hingga keluarlah cairan rupa mani (peju). Orang Israel yg melihat kelakuan Yesus tsb berteriak, itukah Mesias?” (Mat.20:22 dlm Alkitab 1928 sblm diedit pendeta Kristen Protestan…)……”

Ayat ini sudah jelas sekali mengesankan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK sebagai manusia!

Kesimpulan.

Malang sekali nasib saudara-saudara kita sesama anak cucu Adam as yang hanya dipermainkan oleh kerajinan tangan sang paulus kembaran iblis padang pasir damaskus! Mereka tidak akan pernah sampai pada kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan, berdasarkan Alkitab suci mereka sendiri. Satu-satunya ayat yang mereka harapkan untuk mereka jadikan landasan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan adalah Markus 10:18 ini. Namun toh kalau kita telusuri lebih serius lagi, justru ternyata Markus 10:18 ini tidak memberi mereka apa-apa kecuali kenyataan bahwa Jesus adalah tidak baik. Ingat, pada ayat Markus 10:18 itu sendiri dengan jelas ada phrase yang berbunyi:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Di sana ada kata SAJA. Apakah arti kata SAJA itu menurut bahasa Indonesia?

Saja, artinya ya SAJA, nothing more! Tidak ada yang lain. Tidak ada tambahan. Nah mengapa manusia manusia Kristen ingin mengantarkan semua manusia kepada keyakinan bahwa selain Allah ada Tuhan lain? Di ayat tersebut sudah jelas disebutkan SELAIN ALLAH SAJA…..

Wah, kalau pun kelak nanti manusia karotan masih berkilah, bahwa memang benar hanya ALLAH SAJA yang baik, namun bukan kah Jesus itu di dalam Allah? Sehingga dengan demikian Jesus adalah Tuhan?

Ohya?

Lantas pada ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan? Muter lagi deh ke awal sampek tuakkkk!!!

Kristen Dihina Adalah Bukti Kebenarannya

kristendihina

Ikal, on November 5, 2016 at 10:47 pm said:

Tertulis di Alkitab “orang2 akan membencimu demi Aku”. Memang faktanya banyak orang membenci orang kristen TANPA alasan yang jelas. Cari masalah melulu. Jadi biarlah orang yang percaya Kristus dikuatkan imannya melalui cobaan2 seperti ini.

Gue LOL habis bca ini. Pintar! Banyak akal kamu yah buat nguji iman kekristenan bravo2. Find your light soon.

Sophislam,
Coba fikir dan lihat di sekitar anda. Apakah umat Muslim tidak dihina? Apakah umat Yahudi tidak dihina? Apakah umat Hindu dan Buddha tidak dihina?

Penting untuk anda fahami bahwa semua umat agama dihina oleh orang luar. Jadi bukan umat Kristen saja yang dihina. Anda tidak usah ke-ge-er-an!! Hanya karena agama anda (yaitu Kristen) dihina, bukan berarti agama anda terbukti kebenarannya. Mikir!!!

Apakah bung merasa bahwa agama dan umat Islam tidak pernah dihina? Apakah umat agama Yahudi tidak ada yang menghina? Apakah umat agama Hindu / Buddha tidak pernah dihina???

Anda tulis,

Memang faktanya banyak orang membenci orang kristen TANPA alasan yang jelas

Dari mana anda dapat menilai demikian? Anda harus faham, bahwa semua penghinaan atau kritik yang diarahkan kepada Kristen mempunyai dasar dan logika yang jelas. Ingatlah bahwa semua pengkritik agama Kristen itu adalah manusia waras dan berpendidikan; tidak mungkin mereka asal bicara. Hanya karena ada manusia-manusia yang mengkritik Kristenetan yang merupakan agama anda, maka dengan serta-merta anda menuduhnya sebagai membenci Kristen TANPA alasan. Sebegitu tertutupnya-kah mata dan kesadaran anda oleh kebohongan-kebohongan Kristen??

Anda tidak usah gede-kepala!!! Agama jelek aja gede-kepala!!!

Tuhan Jesus Yang Minta Didoakan Berkat

tuhan-jesus-yang-minta-didoakan-berkat1

Sophislam 2012-10-17 12:46

Matius 21:9 “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa Yesus minta umat-Nya untuk mendoakan. Salah satunya, supaya dosa-Nya dihapus Tuhan, dalam berkat dan rahmat Tuhan.

_________________

Staff Isa dan Islam 2012-10-24 13:15

Untuk mengerti maksud ayat di atas, terlebih dahulu kita harus mengetahui arti kata “hosana.” Salah satu arti kata ini adalah pujian atau sanjungan.

Sehingga maksud kalimat “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:9) ini, menyatakan sukacita dan pujian kepada Tuhan. Isa Al-Masih ketika memasuki kota Yerusalem, dielu-elukan orang dengan kata “Hosana!”

Orang banyak juga melambai-lambai kan dahan palem dan meneriakkan “Hosana!” untuk mengucapkan selamat datang bagi Isa Al-Masih. Tanggapan yang spontan ini menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Allah, “Hosana bagi Anak Daud.”

Umat Krtisten pada saat melakukan ibadah sering mengucapkan kata “Hosana.” Bahkan ketika memuji Tuhan mereka juga sering mengatakan “Hosana bagi Tuhan.”

SL

_________________

Sophislam, 2012-11-07 15:26

Anda salah tangkap, dalam ayat itu, ada kata “diberkatilah Dia”.

Kata “diberkati” artinya Yesus minta didoakan oleh manusia supaya Yesus “diberkati” oleh Tuhan. Intinya, Yesus minat diberkati, minta didoakan supaya diberkati oleh Tuhan. Bukan kata “Hosana”nya.

Kalau Yesus minta didoakan supaya diberkati, maka bukankah itu berarti Yesus tidak diberkati?

_________________

Staff Isa dan Islam 2012-11-14 10:51

Saudaraku, perhatikan ayat ini “Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:8-9).

Perhatikanlah dua ayat diatas. Perkataan “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan…” bukan suatu ucapan doa melainkan ungkapan sukacita sorak-sorai memuji-muji Isa Al-Masih. Pada ayat ke-delapan, orang banyak menyambut Isa Al-Masih bak Raja yang pulang dari kemenangan perang dan ayat ke-sembilan adalah ekspresi kesukaan.

Kedua ayat diatas tidak membutuhkan penafsiran melebar menjadi doa bagi Isa Al-Masih karena Isa Al-Masih tidak pernah minta didoakan oleh manusia. Pahamilah ayat-ayat tersebut sebagaimana dimaksudkan.

NN

_________________

Lambert 2012-11-12 15:58

Sdr. Sophislam,

Bacalah ayat ini:

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias” (Injil, Rasul Matius 16:13-20

Pada dasarnya banyak orang zaman dahulu tidak tau dan sampai sekarang siapa Yesus itu, seperti halnya anda.

Telah ada sebelum kamu dan bukan hanya saat ini saja, bahkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pun menghujat, mencari kesalahan, membunuh dan menertawakan Yesus. Seperti:

“Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” (Injil, Lukas 5:21)

“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia” (Injil, Lukas 6:7)

“berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia” (Injil, Matius 9:24)

Jadi benar apabila hingga saat ini pun banyak orang-orang yang tidak mengenal Yesus. Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Injil, Lukas 23:34).

_________________

Sophislam 2012-11-13 12:07

Kepada Lambert dan staf Isa dan Islam,

Saya harap anda semua tidak berkilah. Sudah jelas bahwa ayat itu menulis bahwa Yesus minta didoakan keberkatan. Bukankah itu berarti Yesus tidak dalam keadaan diberkati oleh Tuhan?

Dia juga minta didoakan oleh manusia / pengikutnya. Bukankah ini indikasi bahwa Yesus bukan Tuhan? Kalau Yesus adalah Tuhan, seharusnya Dia sudah dapat menjamin keberkatan dan keselamatan diri-Nya sendiri, tanpa minta didoakan berkat oleh orang lain.

Harap diperhatikan dengan seksama, karena ini adalah masalah keselamatan di akhirat.

Terimakasih.

_________________

Staff Isa dan Islam 2012-11-14 17:21

Saudara Sophislam,

Dalam hal ini kami tidak berkilah. Tetapi kami hanya menyampaikan kepada saudara kebenaran yang memang sebenar-benarny a. Kami mengatakan demikian karena sebelumnya kami telah beberapa kami membaca dan mempelajari ayat tersebut. Juga kami telah berkali-kali membaca Injil yang menjelaskan secara jelas tentang Pribadi Yesus. Itulah sebabnya kami dapat dengan yakin mengatakan kepada saudara bahwa Yesus tidak pernah minta didoakan atau minta diberkati seperti yang dilakukan oleh umat Muslim terhadap nabi mereka.

Bila saudara hanya terpaku pada ayat atau kata tersebut, jelas saudara tidak akan pernah mengerti atau memahami penjelasan dari kami. Untuk itu, sebaiknya saudara terlebih dahulu membaca dan mempelajari isi Injil secara keseluruhan. Dengan demikian saudara pun akan mengerti dengan penjelasan kami, dan saudara tidak akan berkata bahwa kami hanya berkilah.

Selamat mencari kebenaran sejati dan kiranya Allah memberi hidayah-Nya bagi saudara.

SO

_________________

Sophislam 2013-02-01 14:30

Dear staf Isa dan Islam,

Menanggapi sanggahan Anda atas komen saya; saya kutip kembali. Sudah jelas Anda semua berkilah masalah ketuhanan Al-Masih ini. Mengapa Anda masih juga tidak mengaku? Sudah jelas Jesus minta didoakan berkat oleh umat manusia.

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Menurut Anda, ayat Matius di atas mengandung arti apa, kalau bukan bahwa Al-Masih minta didoakan berkat? Bahkan di dalam ayat tersebut, Al-Masih bukan saja minta didoakan berkat, namun malah memaksa dan mengancam supaya didoakan berkat.

_________________

Staff Isa dan Islam 2013-02-04 15:03

Saudara Sophislam,

Mengenai ketuhanan Isa Al-Masih, kami tidak berkilah. Kami menyampaikan sesuai dengan apa yang tertulis dalam Alkitab.

Mengenai ayat yang saudara katakan. Pertama, jelas ayat dari Matius 23:39 yang saudara kutip bukanlah doa seperti yang saudara sampaikan.

Kedua, dalam mengartikan ayat tersebut saudara jangan melupakan konteksnya. Pada perikop sebelumnya dikatakan “Keluhan [Yesus] Terhadap Yerusalam”

Perhatikan ayat ini: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Injil, Rasul Besar Matius 23:37-39).

Ini adalah peringatan dari Yesus kepada Yerusalam, akan kehancuran Yerusalam karena menolak nabi Allah termasuk Yesus Kristus. Dan Yesus mengatakan, bahwa mereka tidak akan pernah melihat Yesus sampai mereka menerima dan mengakui Dia sebagai Pribadi yang datang dalam nama Tuhan.

Yesus tidak pernah minta didoakan, sehingga orang Kristen tidak mempunyai doa shalawat nabi seperti yang dimiliki umat Muslim bagi nabi mereka. Karena Yesus Kristus adalah Sang Pembawa Keselamatan.

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)

SO

_________________

Sophislam 2013-02-06 09:33

Perhatikan ayat ini: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:37-39).

Sudah jelas ayat di atas mengindikasikan bahwa Yesus minta didoakan berkat. Kalau Yesus tidak pernah minta didoakan berkat, mengapa Yesus sampai berkata demikian di dalam Injil?

Dan apakah Yesus tidak bisa menyusun kata-kata yang lain supaya tidak terkesan bahwa Dia minta didoakan berkat? Bukankah Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa? Bukankah masih banyak kata-kata lain yang bisa dipergunakan?

Terimakasih.

_________________

Staff Isa dan Islam 2013-02-08 16:30

Saudara Sophislam,

Saudara sebaiknya memahami konteks Alkitab. Pujian ini :“Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan” disebut juga doksologi, kalimat itu adalah suatu pujian bukan mengindikasikan Isa Al-Masih bermohon agar didoakan.

Isa Al-Masih mengatakan kalimat itu sebagai nubuatan dan juga sindiran kepada umat Israel yang tidak percaya kepada-Nya saat itu. Maksud Isa Al-Masih ialah kelak orang Israel akan percaya dan sadar bahwa Isa Al-Masih adalah benar jalan keselamatan. Ketika itulah mereka mengakui dan memuji Isa Al-Masih dengan suatu doksologi “ Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”

Doksologi terdapat hampir diseluruh Alkitab. Ia merupakan pujian manusia kepada Allah.

Isa Al-Masih tidak pernah meminta agar didoakan. Dalam hadis Bukhari jilid 3 ayat 1493 “semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam”

Isa Al-Masih yang adalah suci tidak mungkin meminta doa dari umat manusia, nabi sekalipun, yang sudah tidak suci.

NN

_________________

Sophislam 2013-02-12 16:10

Dear staff isadanislam.

Kalau kita berkata “Oh Tuhan Bapa, berkatilah Almasih yang datang di dalam namaMu…..” maka bukankah hal tersebut merupakan doa kepada Tuhan supaya Almasih diberkati oleh Tuhan Bapa? Dan bukankah itu berarti Almasih belum terjamin diberkati – sehingga harus didoakan oleh umat?

Anda jangan lagi berkilah. Doksologi adalah ‘tambahan’ yang berasal dari luar Alkitab. Pertama dikarang oleh orang anglikan. Jadi, asli dari Injil tidak mengandung doksologi. Dengan demikian penggalan ayat tersebut bukanlah doksologi, melainkan kata-kata Almasih sendiri.

Terlarang bagi Kristen untuk kutip-kutip ajaran Islam jika tujuannya untuk mendukung ketuhan Almasih – karena logikanya di mana? Jika Muhammad memang mendukung ketuhanan Almasih maka mengapa Muhammad dan para sahabatnya tidak ibadah ke Gereja?

Terima kasih.

_________________

moer 2013-02-17 11:53

@Sophislam

Mathew 23:39

For I declare to you, you will not see Me again until you say, Blessed is He Who comes in the name of the Lord!

bandingkan

Gen 9:26

He also said, Blessed be the Lord, the God of Shem! And blessed by the Lord my God be Shem! And let Canaan be his servant.

Gen 14:20

And blessed, praised, and glorified be God Most High, Who has given your foes into your hand! And [Abram] gave him a tenth of all

gen 24:27

And said, Blessed be the Lord, the God of my master Abraham, Who has not left my master bereft and destitute of His loving-kindness and steadfastness. As for me, going on the way [of obedience and faith] the Lord led me to the house of my master’s kinsmen.

Ini menunjukkan bahwa sejak jaman sebelum Yesus, frasa Blessed tidak berarti mendoakan dan tidak menurunkan derajat Allah Abraham

Tuhan Memberkati

_________________

Sophislam 2013-02-19 12:56

Dear staf isadanislam.

Dear moer.

Jelas sekali hal itu merendahkan derajat Allah, karena tuhan itu sudah Mu’min (puas atas diriNya sendiri), dan itu pun sifatnya azali, yaitu sudah dari dulu.

Yesaya 19:25 yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”

dalam ayat ini, tuhan BERDOA BERKAT kepada siapa? apakah ada tuhan lain selain dirinya?

Mat 26:39 Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah dan berdoa. “Bapa,” kata-Nya, “kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.”

kalau jesus adl tuhan maka mengapa ia berdoa? apakah tidak ada jaminan keamanan (Mu’min) atas dirinya sbg tuhan?

_________________

moer 2013-02-21 21:49

@Sophislam

Masalah berkat memberkati coba anda cari deh topik yang tepat,jangan dibahas disini karena akan jadi oot

Yesus itu Firman yang menjadi manusia, kalau sedang jadi manusia ya sah sah saja kan berdoa kepada Allah Bapa?

_________________

Sophislam 2013-02-22 09:49

Dear staf isadanislam,

Dear moer,

pada bagian yang mana yang oot, dari pembahasan saya? Saya hanya ingin kejelasan dan transparansi. Agama itu harus jelas sedetil-detilny a. Bukan hanya bertumpu pada keyakinan.

Semua yang ada di dalam hidup ini, berasal dan ‘terbuat’ dari firman Tuhan. Dan Tuhan tidak perlu meng-artikulasi kan hal tersebut di dalam kitabsuciNya. Bumi langit Surga hewan bahkan Iblis dan yang lainnya semua berasal dari firman Tuhan. Kalau kemudian Alquran berkata bahwa Almasih berasal dari firman Tuhan, bukan berarti yang lainnya tidak demikian. Saya juga firman yang menjadi manusia. Maka apakah berarti saya adalah Tuhan?

Terima kasih.

_________________

Islamlah 2013-02-22 15:18

Isadanislam:

Yesus itu Firman yang menjadi manusia, kalau sedang jadi manusia ya sah sah saja kan berdoa kepada Allah Bapa?

Jawab:

Kalau begitu, saat Almasih berkata,

“Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:37-39).

Almasih berkata ini sebagai manusia. Dan wajar kalau manusia minta didoakan umat supaya diberkati. Maka jelaslah sudah bahwa Almasih minta didoakan berkat oleh umatnya, karena saat menyatakan ayat itu, Almasih menyatakannya sebagai manusia.

Dan kesimpulannya, Almasih bukanlah Tuhan, karena ia sendiri minta didoakan berkat, yang mana itu artinya Almasih sendiri belum dijamin masuk Surga.

Access from,

http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/ketuhanan-isa-al-masih-berdasarkan-alkitab-dan-al-quran

Access date 25 Pebruari 2013.

-o0O0o-

Sophislam,

Dialog / debat di atas ini merupakan dialog saya di portal Kristen ‘isadanislam’, yang mana portal ini berusaha untuk membuat kaum Muslim menyadari bahwa ketuhanan Almasih merupakan prinsip yang sebenarnya diajarkan di dalam Alquran juga. Di dalam dialog ini, pihak Kristen GAGAL TOTAL dan kalah debat melawan kebenaran Islam – bahwa Almasih bukanlah Tuhan. Namun toh bukan orang Kristen namanya kalau tidak bebal. Sudah jelas mereka kalah debat yang mana itu menunjukkan bahwa Kristen adalah sesat, namun toh tetap saja mereka terus menjadi orang Kristen dan mencintai Tuhan Jesus mereka yang jelas-jelas palsu.

Pada dialog ini yang saya paparkan secara runut, mereka terlihat berkelit sana-sini untuk menghindari kekalahan mereka.

Pertama saya nyatakan bahwa injil mempunyai ayat yang mengindikasikan bahwa Jesus minta diberkati. Tanggapan mereka saat itu adalah mencoba mendiskusikan kata-kata yang bukan menjadi inti, yaitu kata ‘hosana’.

Kemudian saya luruskan, bahwa yang ingin saya kemukakan bukanlah kata ‘hosana’-nya, melainkan frase ‘diberkatilah’, hal mana kata itu dilontarkan umat manusia untuk Jesus mereka. Ini mengindikasikan bahwa manusia berdoa untuk keberkatan Jesus. Kalau umat mendoakan keberkatan Jesus, maka bagaimana mungkin Jesus adalah Tuhan?

Apakah kemudian staf Kristen langsung faham maknanya? Tentu saja tidak. Mereka melanjutkan sikap berkelit mereka. Mereka orang Kristen di isadanislam berkilah, bahwa ayat injil yang saya lontarkan, bukan bermakna bahwa umat mendoakan Jesus, melainkan melukiskan kegembiraan umat akan kedatangan Jesus mereka.

Kembali saya beri penekanan / peringatan, bahwa sudah jelas ayat tersebut mengindikasikan doa, doa dari umat supaya Jesus diberkati Tuhan (hal mana itu membuktikan bahwa Jesus bukanlah Tuhan. Apakah mungkin Tuhan minta didoakan berkat oleh umat?). Orang Kristen itu kembali berkilah, bahwa ungkapan doa yang terdapat pada ayat tersebut sebenarnya merupakan doksologi. Di dalam kekristenan, doksologi merupakan ungkapan doa dan pujian yang mereka selipkan di dalam ayat-ayat Alkitab.

Saya peringatkan mereka, bahwa ayat injil yang saya ajukan, bukanlah doksologi, melainkan ASLI perkataan Jesus sendiri. Doksologi itu sendiri mulai digunakan oleh orang Kristen Anglikan. Setelah saya beri peringatan ini, apakah para Kristen itu langsung faham bahwa Jesus bukan Tuhan? Tentu saja tidak. Justru mereka kembali akan berkilah.

Mereka tulis, bahwa kata ‘diberkati’ sudah ada jauh sebelum kedatangan Jesus. Saya tegaskan, bahwa kata ‘diberkati’ itu sendiri juga menimbulkan masalah bagi ketuhanan Alkitab.

Akhirnya mereka menukas, bahwa bagian injil yang melukiskan bahwa Jesus berdoa kepada Tuhan (yang menjadi bukti bahwa Jesus bukanlah Tuhan), merupakan fase ketika Jesus adalah manusia biasa, bukan sebagai Tuhan. Mereka menjelaskan kepada saya bahwa Jesus adalah firman Tuhan yang menjadi manusia. Oleh karena itu, adalah sah-sah saja kalau Jesus berdoa kepada Tuhan, karena pada saat itu, Jesus adalah manusia. Inilah excuse mereka.

Apakah alasan mereka kali ini adalah benar? Tentu saja tidak. Langsung saya tukas, bahwa kalau moment berdoa-nya Jesus tersebut adalah moment Jesus sebagai manusia, maka moment ketika Jesus minta didoakan oleh umat, juga merupakan moment Jesus sebagai manusia. Jadi wajarlah kalau Jesus minta didoakan berkat, karena toh saat itu Jesus berada di dalam kapasitasnya sebagai manusia, yang penuh dosa dan TIDAK DI DALAM KEADAAN DIJAMIN MASUK SURGA. Karena, apakah mungkin Tuhan itu TIDAK DIJAMIN MASUK SURGA? Dan apakah mungkin Tuhan itu minta didoakan berkat oleh manusia?

Sampai di sini perlawanan orang Kristen DEADLOCK. Mereka tidak bisa berkata-kata lagi. Maka terbuktilah sudah, bahwa Jesus bukanlah Tuhan, karena adanya ayat-ayat ini,

Matius 21:9 “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa Jesus minta didoakan berkat oleh manusia. Ini menandakan bahwa:

  • Jesus di dalam keadaan TIDAK DIBERKATI sehingga minta didoakan berkat.
  • Jesus belum dijamin masuk Surga. Oleh karena itu Jesus minta didoakan berkat oleh manusia supaya seluruh dosanya diampuni oleh manusia melalui doa tersebut.
  • Jesus bukanlah Tuhan, karena tidak mungkin Tuhan tidak dijamin masuk Surga, dan tidak dijamin TERBERKATI. Dan tidak mungkin Tuhan minta didoakan berkat oleh manusia.

Dan juga ini,

Mat 26:39 Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah danberdoa. “Bapa,” kata-Nya, “kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Jesus tidak Kuasa membebaskan dirinya dari mara bahaya, justru berdoa kepada Tuhan supaya diberi keamanan. Ini menandakan bahwa Jesus bukanlah Tuhan. Dan kalau ayat ini diucapkan Jesus di dalam kapasitasnya sebagai manusia (seperti yang diklaim oleh orang Kristen di portal isadanislam), maka dua ayat  sebelumnya pun juga Jesus ucapkan di dalam kapasitasnya sebagai manusia. Nah kalau Jesus adalah manusia yang tidak dijamin masuk Surga, maka mana mungkin Jesus adalah Tuhan?

Lima Fundamental Membuktikan Kepalsuan Kristen

palsu

Terbuktilah sudah, bahwa Jesus bukanlah Tuhan, karena adanya ayat-ayat ini,

Matius 21:9 >> “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Matius 23:39 >> “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa Jesus minta didoakan berkat oleh manusia. Ini menandakan bahwa:

  1. Jesus di dalam keadaan TIDAK DIBERKATI sehingga minta didoakan berkat oleh umat manusia.
  2. Jesus belum dijamin masuk Surga. Oleh karena itu Jesus minta didoakan berkat oleh manusia supaya seluruh dosanya diampuni oleh manusia melalui doa tersebut sehingga bisa masuk Surga.
  3. Jesus bukanlah Tuhan, karena tidak mungkin Tuhan tidak dijamin masuk Surga, dan tidak dijamin TERBERKATI. Dan tidak mungkin Tuhan minta didoakan berkat oleh manusia.

Dan juga ini,
Mat 26:39 >> Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah dan berdoa. “Bapa,” kata-Nya, “kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Jesus tidak Kuasa membebaskan dirinya dari mara bahaya, justru berdoa kepada Tuhan supaya diberi keamanan. Ini menandakan bahwa Jesus bukanlah Tuhan. Dan kalau ayat ini diucapkan Jesus di dalam kapasitasnya sebagai manusia (seperti yang diklaim oleh orang Kristen di portal isadanislam), maka dua ayat sebelumnya pun juga Jesus ucapkan di dalam kapasitasnya sebagai manusia. Nah kalau Jesus adalah manusia yang tidak dijamin masuk Surga, maka mana mungkin Jesus adalah Tuhan?

Inilah LIMA point yang membuktikan bahwa Kristen sebenarnya merupakan kebohongan sejarah, dan oleh karena itu Kristen merupakan kesesatan dan kekejian, suatu proyek Iblis untuk menjerumuskan seluruh umat manusia ke Neraka.

Pertama.
Yahudi tidak mengakui Perjanjian-baru, yang mana itu berarti Yahudi tidak mengakui segala hal yang berbau Jesus. Tidak ada nubuat Jesus dan penyalibannya di dalam Alkitab Perjanjian-lama. Kaum Yahudi dan Kristen murtad – mengakui bahwa tidak ada satu pun huruf di dalam Perjanjian-lama yang mendiskusikan Jesus, penebusan dosa dan penyalibannya. Hanya orang Kristen saja yang mengklaim bahwa ADA BANYAK AYAT di dalam Perjanjian-lama yang mendiskusikan hal tersebut. Ini namanya PRA-PERSEPSI. Dan pra-persepsi itu amat bahaya buat mentalitas dan psikologi.

Banyak ayat-Ayat di dalam Perjanjian-baru (yang seolah menegaskan bahwa Jesus adalah nubuatan Taurat) yang sebenarnya adalah KARANGAN para RASUL PALSU. Acuannya adalah, KEBANYAKAN dari murid Jesus itu (yang membawa, menulis dan menyebarkan Perjanjian-baru) mati karena vonis Pengadilan Dunia, seperti yang sudah dinubuatkan di dalam kitabsuci Ulangan Pasal 18 mengenai ciri-ciri Nabi palsu. Maka dari itu ayat–ayat Perjanjian-baru tidak dapat dijadikan rujukan. Dengan kata lain ayat–ayat Perjanjian-baru (yang seolah mengindikasikan bahwa Tuhan Yahudi menurunkan pengampunan melalui darah Jesus, dan lain lain) adalah karangan semata. Tidak mungkin Allah Tuhan semesta menawarkan pengampunan melalui darah manusia. Pengampunan hanya ada pada pertobatan yang sejati.

Sekali lagi, hanya orang Kristen saja yang menghubung-hubungkan kisah penyaliban Jesus dengan konten Perjanjian-lama, sementara tidak ada satu orang Yahudi pun yang berfikiran bahwa Perjanjian-lama mendiskusikan Jesus. Lebih dari itu, Yahudi dan Muslim tidak melihat bahwa pengorbanan anak Ibrahim sebagai anteseden dari pengorbanan Jesus anak Tuhan di kayusalib. Kasus sebenarnya yang terjadi adalah bahwa orang Kristen sudah termakan PRA-PERSEPSI MURAHAN.

Ingat, mesiah (mashiach di dalam teks Yahudi) yang ada di dalam kitabsuci Yahudi adalah mesiah yang akan merombak dan merestorasi Kuil Sulaiman (Temple of Solomon). Faktanya, Jesus tidak mengutak-atik kuil itu sama sekali. Maka apakah Jesus yang dinamakan mesiah? Pun Yahudi mengajarkan bahwa mashiach adalah manusia biasa, bukan anak Tuhan. Jadi, Jesus bukanlah orang yang ditunggu oleh Yahudi.

Jadi jangan katakan orang Israel itu bersalah kalau mereka menolak Jesus sebagai mesiah, karena mesiah mereka MEMANG BERBEDA dari mesiahnya Jesus. Yang jelas Jesus tidak berbuat apa-apa untuk Kuil Sulaiman. Itu menandakan Jesus bukanlah mesiah. Pendek kata, Jesus tidak ada hubungannya sama sekali dengan mashiach di dalam agama Yahudi. Oleh karena itu Yahudi melihat bahwa Jesus SAMA SEKALI TIDAK PERNAH DIBAHAS di dalam Perjanjian-lama.

Faktanya, banyak Yahudi yang mualaf karena merasa bahwa Muhammad adalah manusia yang dijanjikan di dalam Taurat, hal ini merupakan kebalikan dari sangkaan Kristen. Salman Alfarisi misalnya, adalah Yahudi yang bersyahadat kepada Muhammad Saw karena ternyata Muhammad Saw adalah dia yang namanya disebut di dalam Taurat. Dan masih banyak Yahudi lainnya yang akhirnya mengakui bahwa Muhammad lah yang dijanjikan Allah di dalam Alkitab, bukan Jesus. Hanya orang Kristen yang tidak bermartabatlah yang merasa bahwa Taurat meramalkan kedatangan Jesus, padahal tidak ada satu pun Yahudi yang melihat demikian.

Mengenai nubuat Taurat untuk Muhammad Saw, baca artikelnya di sini,

Jesus yang ada di dalam fikiran kekristenan merupakan Jesus rekayasa Paulus. Dengan kata lain, Jesus di dalam fikiran kekristenan adalah kebohongan, a-historis.

Jesus yang sebenarnya, alias Nabi Isa Almasih as, memang benar-benar ada, dan dia (alaihissalam) benar-benar mengetahui apa yang terjadi. Namun apa yang Isa Almasih as ketahui JELAS BERBEDA JAUH dari apa yang dipaparkan oleh Injil kebanyakan, apalagi epistle-nya Paulus …. seluruh kisah hidup dan penggambaran Jesus yang ada di dalam Injil terkhusus lagi risalahnya Paulus, merupakan kebohongan.

Ingat, Muslim tidak mengingkari Jesus (alias Isa Almasih as), tidak sama sekali. Islam hanya menyangkal kisah Jesus SEPERTI YANG DIPAPARKAN oleh Paulus, dan juga kebanyakan Rasul lain – karena Rasul-Rasul tersebut terbukti Rasul palsu karena mereka mati karena Hukum Pengadilan Dunia. Jelaslah memang benar bahwa Jesus (Isa Almasih as) mengetahui apa yang terjadi. Namun masalahnya adalah, kisah Jesus sudah DIPELINTIR oleh Paulus dan para pendosa lainnya.

Jesus sejati, alias Isa Almasih as, penggambaran yang benar adalah sebagai berikut,

  1. Dia tidak menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan.
  2. Dia tidak menyatakan bahwa dia adalah Penebus Dosa dan Juruselamat Dunia.
  3. Dia tidak mati disalib.
  4. Dia tidak diangkat ke Surga setelah disalib (disalib pun tidak!).
  5. Dia pun tidak bangkit dari kematian setelah disalib (disalib pun tidak!).
  6. Dia tidak punya hubungan di dalam bentuk apapun dengan Paulus.

Di kemudian hari datanglah Paulus. Paulus inilah yang memelintir sosok dan ajaran Almasih. Begitu juga Rasul / murid Jesus lainnya, ikut-ikutan memelintir ajaran Almasih. Hasil dari PEMELINTIRAN itulah yang sekarang disebut dengan agama Kristen. Maka dari itu, sebagai bukti illahiah bahwa mereka semua adalah Rasul palsu, maka Paulus dan para murid Jesus itu menemui maut dan mati karena Hukum Dunia, sebagai nubuat yang ada di dalam Taurat (Ulangan 18) bahwa Nabi palsu akan mati karena Hukum Pengadilan Dunia.

Kedua.
Tidak ada penyaliban atasnama Jesus pada masa Herodes, karena administrasi pengadilan Herodes kala itu tidak memuat nama Jesus dalam daftar eksekusi mati. Itu tandanya, penyaliban Jesus ADALAH BOHONG DAN DONGENG semata.

Kesaksian Pilatus TIDAK menyebut Yesus. Ribuan orang kriminal disalib oleh Romawi, tetapi tidak ada cerita mengenai Yesus, karena memang Pilatus tidak pernah menyalib Yesus. Yesus telah diselamatkan oleh Allah berdasarkan Qur’an 4:157.

Orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus (lihat Yoh 8:57, ed): “Umurmu belum sampai lima puluh tahun dan engkau telah melihat Abraham”. Seandainya Yesus masih berusia tiga belas tahun, orang-orang Yahudi akan berkata: “Umurmu belum sampai empat belas tahun,” dan tidak akan berkata: “Umurmu belum sampai lima puluh tahun,”….; jadi, seandainya Yesus disalib ketika itu pastilah ia berusia sekitar lima puluh tahun, tetapi, sebagaimana kita kemukakan di tempat lain… tidak ada bukti apapun, dalam buku, inskripsi, atau monumen, bahwa Yesus dari Nazareth dicambuk atau disalib di zaman Pontius Pilatus.

Josephus, Tacitus, Pliny, Philo, tidak juga dari mereka, yang menyatakan fakta adanya penyaliban ini (T.W. Doane, Bible Myths and their Parallels in other Religions, hal. 516).

Pada abad kesembilan belas seorang sarjana terkenal, Rabbi Wise, meneliti catatan-catatan dari Pengadilan Pilatus, masih terdapat bukti dari Pengadilan ini. Namun Ia tak menemukan apapun yang menghubungkannya dengan penyaliban Jesus (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, p. 343). Tidak ada verifikasi dari tulisan-tulisan sejarawan menyangkut penyaliban Yesus seperti Philo, Tacitus, Pliny, Suetonius, Epictectus, Cluvius Rufus, Quintus, Curtis Rufus, Josephus.

Ketiga.
Tidak ada berita bahwa Jerusalem gempar dan heboh luarbiasa kala itu berkenaan dengan adanya mayat bangkit dari kematian. Itu tandanya, kebangkitan Jesus tidak pernah terjadi. Karena kalau memang benar Jesus bangkit dari kematian, maka pastilah ada kehebohan dan kegemparan luar biasa di sekitar Jerusalem. Jelas kebangkitan Jesus adalah dongeng. Maka dari itu Kristen adalah agama yang penuh dengan kebohongan. Penganutnya akan mati dan masuk neraka karena ditolak oleh Tuhan Surgawi, dan di dalam Neraka akan menyesal buat selama-lamanya.

Cerita Injil mengenai kegelapan, gempa bumi, dan mayat berjalan-jalan adalah bohong. Matius (27:50-54) menyatakan bahwa pasca kematian Yesus terdapat beberapa peristiwa ajaib, berawal dari terbelahnya kuil, disusul gempa bumi, terbelahnya bukiT-bukiT batu, dan tiba-tiba saja kuburan tempat bersemayam orang-orang kudus terbuka dan terjadi penampakkan mayat sedang berjalan berombongan dari kuburan menuju Yerusalem dan disaksikan orang-orang dan tentara Romawi. Dongeng Kristen tersebut hanya dapat diciptakan oleh gereja dan diimani berdasarkan ketakhayulan umat Kristiani, karena pada faktanya tidak mendapat dukungan dari sumber-sumber sejarah sekuler (non-biblikal). Dapatkah kita bayangkan jika kuburan di TMP Kalibata Jakarta tiba-tiba saja terbuka, dan tengkorak-tengkorak keluar dari kuburan mereka masing-masing lalu berjalan berombongan dengan hanya mengenakan sehelai kain kafan menuju Stasiun Gambir, pastilah peristiwa ini akan menjadi bahan berita yang luar biasa hebohnya dan diliput / dicatat oleh berbagai media massa cetak dan elektronik, menjadi bahan perbincangan penduduk kota Jakarta, serta dicatat oleh sejarawan Indonesia maupun para turis yang hanya sekedar berwisata ke Jakarta.

Faktanya adalah bahwa kisah-kisah takhayul omong kosong dari agama Kristen ini tidak didukung oleh catatan sejarawan Romawi, Yahudi, maupun sejarawan yang tinggal di Palestina kala itu, dan hal ini memudahkan kita untuk dapat menarik kesimpulan bahwa cerita Injil Matius adalah tak lebih hanya dongeng yang dibuat-buat oleh bapak-bapak gereja…..

Keempat.

Seluruh Injil merupakan Injil palsu, karena Rasul yang membawa Injil tersebut adalah Rasul palsu. Para Rasul tersebut mati karena vonis Pengadilan dunia, dan mati karena vonis Pengadilan dari Pemerintahan dunia ini sudah diramalkan dalam kitab Ulangan pasal 18, yaitu bahwa ciri Rasul palsu adalah bahwa dia atau Rasul itu akan mati karena hukum Pengadilan dunia. Maka kesimpulannya adalah bahwa Kristen adalah agama yang sesat karena berdiri di atas dongeng dan kebohongan, dan kitabsucinya pun juga dibawa dan ditulis oleh Rasul-Rasul palsu. Penganutnya akan mati dan masuk neraka karena ditolak oleh Tuhan Surgawi, dan di dalam Neraka akan menyesal buat selama-lamanya.

Ulangan 18:20 >> Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati (karena Hukum Dunia).
Ulangan 18:21 >> Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? –
Ulangan 18:22 >> Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

Inilah kisah maut Pengadilan Dunia untuk para penginjil yang menjadi bukti bahwa mereka adalah Rasul palsu yang dilaknat Allah Swt, seperti yang termaktub di dalam Ulangan 18 tersebut.

  1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.
  2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.
  3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
  4. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.
  5. Petrus mati disalib dengan kepala di bawah. Menurut beberapa sumber, kayu salib untuk Petrus dipasang berbeda, yaitu secara huruf X. Model penyaliban Petrus sebenarnya dilakukan atas permohonannya sendiri. Hal tersebut dilakukan karena Petrus merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.
  6. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda.
  7. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem.
  8. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Nathanael menjadi misionaris di Asia, ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya hancur terlepas.
  9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya.
  10. Rasul Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.
  11. Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.
  12. Matias, rasul pengganti dari Yudas Ischariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
  13. Rasul Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara.

Kelima.
Dan kemudian, siapakah yang jadi saksi saat roh Jesus menampakkan dirinya kepada Paulus? Bukankah pengakuan harus didukung oleh dua orang saksi? Dan kalau tidak ada saksi, maka bukankah pengakuan tersebut hanyalah bohong semata??

2 Korintus 13:1 >> Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah.

Faktanya tidak ada orang lain yang menjadi saksi untuk mendukung pengakuan Paulus ini. Maka ini benar-benar menunjukkan bahwa Paulus telah berdusta dan mengarang cerita, yang dengan karangannya itu ia berharap bisa diakui sebagai Rasul. Dan setelah ia mendapat pengakuan sebagai Rasul itulah, Paulus mulai mengacak-acak ajaran Almasih. Dan ini kemudian diperkuat dengan fakta bahwa Paulus (bersama Rasul lainnya) mati dari vonis Pengadilan Dunia. Terlebih, banyak ramalan / nubuat Paulus yang sama sekali tidak terbukti. Hal itu sebenarnya sudah memenuhi ramalan di dalam Ulangan bahwa ciri dari Nabi palsu itu adalah bahwa apa yang ia katakan akan datang atau jadi, namun ternyata tidak datang atau jadi. Maka terbuktilah sudah bahwa Paulus adalah Rasul palsu.

Penutup.
Kelima point di atas menunjukkan bahwa Kristen benar-benar merupakan agama yang penuh dengan kebohongan dan kekejian, karena tidak mempunyai dasar moralitas yang agung dan kokoh. Dengan memahami kelima point ini, maka kemudian menjadi jelaslah bahwa Kristen merupakan agama sesat dan keji, penganutnya akan mati dan masuk Neraka karena tidak diterima Tuhan Surgawi, dan di dalam Neraka mereka akan menyesal buat selama-lamanya.

Kekejian Yang Dihasilkan Trinitas Jesus

kekejian-yang-dihasilkan-trinitas-jesus

Benarkah Semua Agama Baik?

leonardi, on March 13, 2012 at 6:00 pm said:

Ada tertuliis: karena jika yang seorang berkata: ”aku dari golongan Paulus” dan yang lain berkata: ”aku dari golongan apolos”, bukankah itu menunjukkan kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

Islam dan Kristen sama-sama mengajarkan kebaikan. Kamu dinilai oleh sang pencipta berdasarkan apa yang kamu perbuat dalam hidup ini.

Dan, Setiap orang di dunia ini pasti melakukan dosa, entah dari itu Kristen atau Islam atau agama lain, karena manusia itu hidup di dunia melawan keinginan daging, dan agama yang membantu kita untuk melawan keinginan daging yaitu hawa nafsu, kebencian, kesombongan.

Jadi apa faedahnya kamu mengatakan kepada orang-orang, agama yang itu benar dan agama yang ini tidak benar? Karena dengan menyebut agama itu benar dan itu salah, dia sendiri akan menjadikan dirinya berdosa karena menyulut peperangan. Bukan-kah lebih baik kamu lakukan kebaikan dengan segenap hati mu dan segenap kekuatan mu?

Sophislam,

Benarkah bahwa Islam dan Kristen sama-sama mengajarkan kebaikan?

Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw yang merupakan ajaran dari Allah Swt, Tuhannya bani Israel pada abad sebelumnya. Selain membawa misi keagamaan, Islam juga membawa misi lain berupa kehendak suci untuk meluruskan kesesatan yang dilakukan oleh manusia atas diri dan pribadi Nabi Isa Almasih.

Pada masa pra Islam, trinitas menjadi ajaran yang paling berbahaya bagi logika siapa pun. Trinitas memungkinkan seseorang untuk menyembah sesuatu yang sebenarnya bukanlah Tuhan sama sekali.

Bagi Allah dan Nabi Isa, trinitas adalah suatu penyimpangan dan ‘menanggalkan sesuatu’ dari hak yang sebenarnya. Lebih tepat, trinitas adalah fitnah paling keji yang diarahkan ke kehadirat Tuhan, dan kepada Nabi Isa secara langsung.

Dan di luar itu, Islam mengingatkan bahwa manusia mana pun tidak berhak untuk menganut faham trinitas tersebut. Trinitas adalah kekejian. Di dalam trinitas, terdapat benih-benih kekejian dan kebobrokan untuk disemaikan ke atas umat manusia dari generasi ke generasi. Artinya, trinitas akan menghasilkan suatu umat yang penuh dengan kekejian, kebobrokan, kenajisan dan kemunafikan.

-=o0|0o=-

Manusia yang tidak mempunyai kemampuan akal untuk memeriksa agama-agama akan berkata bahwa semua agama itu baik karena menurut pandangan mereka, semua agama mengajarkan kebajikan. Dan berdasarkan pandangan mereka yang seperti itu, mereka memohon kepada seluruh individu beragama agar tidak lagi saling menjelek-jelekkan agama lain – dan menganggap bahwa hanya agamanyalah yang paling benar.

Kalau lah memang benar bahwa semua agama adalah baik, tentunya akan ada konsekwensi lain yang harus diperjelas. Seperti, apakah semua agama itu akan membawa seluruh manusia ke dalam Surga masing-masing? Dan jika begitu, bukankah itu berarti akan ada banyak versi Surga di dalam kehidupan pasca kiamat kelak? Dan jika semua agama adalah benar dan baik, maka bukankah itu berarti di dalam kehidupan ini dijumpai banyak Tuhan? Dan bukankah itu berarti semua Tuhan itu SALING RUKUN SATU SAMA LAIN walau pun mereka saling mempunyai pandangan yang berbeda? Dan dari begitu banyaknya Tuhan, bukankah satu di antara mereka adalah pemimpin para Tuhan yang mengkoordinir Tuhan-Tuhan yang banyak itu?

Kristen.

Kristen yang berporos pada trinitas – adalah agama yang mengajarkan banyak hal yang keji dan menjijikkan. Di dalam kekristenan terdapat benih keji yang siap untuk disemaikan ke atas umat manusia, agar dengan demikian umat manusia tersebut menjadi umat yang paling menjijikkan dan paling rendah.

Pertama.

Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa kemesuman dan kecabulan adalah suci di mata Tuhan. Pandangan kita pertama kali akan melihat langsung ke dalam Alkitab di mana di dalam kitabsuci tersebut terdapat ayat-ayat porno yang memparadekan ayat-ayat vulgar mengenai kemesuman dan kejijikkan. Dan lebih tegas lagi adalah, bahwa keseluruhan ayat porno itu diyakini oleh orang Kristen sebagai ayat yang turun langsung dari Tuhan mereka.

Pandangan kita yang kedua adalah kita melihaT bahwa bugil massal adalah TIDAK TERLARANG sedikit pun di dalam kekristenan. Umat Kristen tidak pernah memikirkan dosa ketika mereka terlibat di dalam aksi sosial berupa acara bugil massal di tengah kota, dan aksi tersebut terkadang diselenggarakan di depan Gereja atau di suatu kota yang mayoritas penduduknya adalah orang Kristen.

Kedua.

Setelah Kristen memamerkan keyakinan dasar mereka bahwa Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa kemesuman dan kecabulan adalah suci, maka selanjutnya, Kristen mengajarkan bahwa zinaria bukanlah dosa sama sekali menurut pandangan Gereja. Gereja beserta umatnya bukanlah umat yang gusar melihat sepasang pengantin Kristen yang berarak ke Gereja untuk acara pemberkatan pernikahan, padahal pengantin wanitanya sudah mengandung bayi hasil dari hubungan intim mereka jauh sebelum upacara pemberkatan pernikahan tersebut. Dan tentunya ini berarti Gereja merestui perzinahan, alias merestui hubungan intim di luar pemberkatan Gereja.

Bahkan di dalam banyak kasus, Gereja sering menyelenggarakan pemberkatan pernikahan atas sepasang pengantin, padahal pasangan tersebut telah lama hidup bersama di dalam satu rumah dan mempunyai beberapa anak kandung hasil dari hubungan intim mereka sebagaimana layaknya suami istri. Gereja sedikit pun tidak mengutuki atau menajiskan sepasang manusia tersebut. Ini berarti Gereja memang mempunyai posisi untuk merestui perzinahan.

Ketiga.

Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa kehidupan di Dunia ini haruslah diselenggarakan dengan cara sekuler. Seluruh negara dan masyarakat Kristen di Dunia ini tentunya adalah masyarakat dan negara yang sekuler.

Jika suatu negara mengadopsi sistem sekuler, berarti negara tersebut akan memberi tempat yang terhormat untuk semua perilaku yang menentang keagungan dan kesucian Tuhan. Ini berarti semua orang Kristen akan dibiasakan untuk hidup tanpa harus diatur oleh Hukum Tuhan. Orang yang sekuler (yang mana itu berarti orang Kristen yang sekuler) tidak akan melihat Tuhan sebagai sumber ajaran hidup. Sebaliknya, orang sekuler melihat bahwa negara adalah Hukum hidup.

Keempat.

Kristen adalah agama yang membolehkan umat manusia untuk makan segala jenis hewan – asalkan suka. Tidak ada satu pun hewan yang dilarang untuk disantap oleh Gereja. Bahkan Kristen mengajarkan bahwa memakan bangkai bukanlah suatu dosa dan kenajisan.

Kelima.

Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa menjadi munafik demi trinitas, adalah suci dan mulia di mata Tuhan mereka. Di satu pihak mereka hidup secara sekuler – yang mana itu berarti mereka hidup dengan menentang Hukum Tuhan. Namun di lain pihak mereka menyatakan bahwa mereka semua adalah pengikut ajaran Jesus.

Di satu pihak Gereja mengajarkan bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai. Namun di lain pihak, Gereja telah menjadi satu-satunya lembaga yang penuh dengan kekejian dan kesadisan, yang mana itu terlihat dari Inkusisi 8 abad mulai dari Tahun 1100-an dan berakhir pada Tahun 1900an awal. Inkuisisi adalah sejarah kekejian dan kebengisan yang dilakukan oleh Gereja atas nama Tuhan dan trinitas mereka. Namun sungguh, kini semua orang Kristen meyakinkan kaum Muslim bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai. Ini namanya munafik.

Di satu pihak Kristen menegaskan bahwa Kristen adalah agama yang menghormati keragaman. Namun di lain pihak Gereja dapat membuktikan bahwa banyak sekali kasus pemurtadan paksa dan menjijikkan yang dilakukan Gereja atas manusia lain. Kisah Raja Atahualpa benar-benar menunjukkan bahwa memaksa orang lain supaya masuk Kristen adalah kesalehan di dalam pandangan Alkitab.

Pemusnahan suku Aborigin di Australia oleh umat Gereja, menjadi bukti lain yang dimiliki Gereja untuk menjelaskan bahwa Gereja sangat bengis. Sungguh pun demikian, tetap saja Gereja mengklaim Kristen sebagai agama kasih dan damai. Kemunafikan yang sempurna tidak pernah jauh dari kehidupan Gereja yang berdasarkan Alkitab ini.

Keenam.

Gereja tidak pernah mengajarkan kebersihan, atau taharah di dalam Islam.

Karena pendirian / ajaran Gereja yang demikian, maka manusia-manusia Kristen adalah manusia yang jorok. Mereka tidak pernah mandi, mencuci diri bersih-bersih setelah buang hajat, tidak mengenal istilah mandi junub setelah berhubungan intim, dan tidak pernah mengganti baju mereka untuk waktu yang lama. Umumnya kenyataan ini banyak terjadi di masa silam (alias arkhaik). Mereka lebih tepat dikatakan sebagai “sang gembel yang necis”, hal mana itu dikarenakan mereka tidak pernah mandi atau bersih-bersih, dan baju yang mereka kenakan adalah baju yang tidak pernah mereka ganti.

Ke Gereja pun mereka tidak pernah diajarkan untuk mandi bersih, apalagi mandi junub. Islam misalnya, mengajarkan untuk berwudhu jika hendak ibadah, maka lain halnya dengan orang Kristen. Orang yang tidak pernah mandi 4 hari pun, dan baju mereka tidak pernah ganti selama seminggu, TETAP SAH untuk ikut beribadah di dalam Gereja.

Kristen tidak pernah mengajarkan ‘Cebok’ kepada manusia. Jadinya, sehabis membuang hajat besar atau kecil, mereka langsung pergi tanpa harus bersih-bersih. Ketika Gereja mengajarkan bahwa khitan bukanlah perintah Tuhan, saat yang bersamaan orang Kristen mempunyai organ tubuh yang selalu membawa (sisa) najis ke mana-mana. Bahkan ke Gereja mereka!!

Ketujuh.

Kristen menegaskan bahwa mabuk-mabukan bukanlah dosa di dalam pandangan Tuhan. Menikmati segala jenis minuman beralkohol alias khamer di dalam Islam, adalah pembolehan yang diberikan Gereja berdasarkan Alkitab mereka.

Ini menjadikan masyarakat Kristen selalu dihubungkan dengan banyaknya kasus mabuk-mabukan yang dialami khususnya oleh kalangan muda. Di tanah Batak yang mayoritas Kristen, ‘Lapo Tuak’ adalah lumrah, tempat di mana mereka dapat memperdagangkan dan mendapatkan minuman yang mengandung alkohol / fermentasi.

Karena Gereja mengajarkan bahwa mabuk-mabukan bukanlah dosa, akibatnya orang Kristen dengan serta merta menilai bahwa menikmati minuman beralkhohol ADALAH HAK ASASI mereka. Kendati mereka mabuk dan sempoyongan, toh mereka menjadi bangga dengan kemabukan tersebut. Trinitas dan Gereja lah yang menggerakkan mereka menjadi seperti itu.

Kedelapan.

Islam mengajarkan bahwa musyrik adalah dosa besar, dan tidak akan diampuni. Lain halnya dengan Kristen yang berporos pada trinitas ini.

Kebalikan dari Islam, Kristen justru sangat mengandalkan kemusyrikan yang menjijikkan ini di dalam beragama.

Gereja mengajarkan bahwa para santo dan para Malaikat Tuhan dapat mendatangkan kebaikan dan keselamatan untuk manusia. Untuk kepercayaan tersebut, Gereja trinitas di seluruh Dunia telah banyak membangun patung para santo dan menggelar acara permohonan doa kepada patung-patung santo tersebut. Tidak jarang mereka berdoa kepada para Malaikat supaya mereka beroleh keselamatan dan berkat.

Jika kaum Muslim berpendapat bahwa hanya Allah lah Yang dapat memberikan keselamatan (mau pun kebinasaan); dan di lain pihak memohon keselamatan kepada selain Allah adalah syirik dan dosanya tidak akan diampuni, lain halnya dengan orang Kristen. Roh para santo dan para Malaikat juga dapat mendatangkan safaat untuk kehidupan mereka, setelah mereka juga berdoa kepada Tuhan mereka. Artinya, selain Tuhan, roh para santo dan Malaikat pun juga dapat memberi safaat, dan berdoa kepada mereka adalah masuk akal. Singkat kata, kemusyrikan di dalam Gereja yang ber-trinitas adalah agung dan kesalehan itu sendiri.

Benda mati yang berbentuk dan bernama salib, adalah benda lain di dalam kekristenan yang menjadi objek kemusyrikan. Orang yang bergereja cenderung menggunakan salib mereka untuk selalu mendapatkan keberuntungan dan jauh dari celaka. Mereka faham benar bahwa salib tersebut adalah benda mati, yang sebenarnya adalah mahluk Allah, namun keyakinan mereka  telah membuat salib sebagai benda yang dapat mendatangkan keselamatan.

Singkat kata, menjadi orang Kristen adalah menjadi orang musyrik. Dan itu Gereja lah yang mengajarkan.

Kesembilan.

“Lakukan apa saja yang kau kehendaki. Dan kau tidak akan berdosa”.

Itulah prinsip di dalam kekristenan. Kristen tidak mengenal dosa. Semua hal adalah diberkati, dibolehkan. Dan kalau pun berdosa, kelak di akhirat para pendosa itu akan diterima Jesus di dalam Surga karena dosa mereka SUDAH DITEBUS OLEH JESUS ….

  • Mabuk-mabukan tidak dosa.
  • Menjadi munafik tidak dosa.
  • Bugil massal tidak dosa.
  • Berzina tidak dosa.
  • Freesex tidak dosa.
  • Kumpulkebo tidak dosa.
  • Makan babi tidak dosa.
  • Aborsi tidak dosa.
  • Hidup mesum tidak dosa.
  • Makan bangkai tidak dosa.
  • Membuka aurat tidak dosa.
  • Memurtadkan paksa orang lain tidak dosa.

Formulanya adalah, apakah Kristen yang ber-trinitas itu pernah berhasil di dalam menentukan bahwa suatu hal adalah dosa?

Kesepuluh.

Kehidupan nyata di tengah bangsa Kristen akan segera menunjukkan bahwa menghina dan mempermainkan nama-nama suci para Malaikat, para Nabi dan para saleh, dan juga Alkitab mereka, BUKANLAH DOSA.

Orang Kristen yang berporos pada trinitas mendapatkan hak istimewa untuk selalu boleh memperolok-olok nama dan pribadi para Malaikat mau pun para Nabi terdahulu. Mereka gemar membuat gambar kartun cemoohan yang mereka tujukan kepada para Malaikat mau pun Nabi Tuhan. Para Nabi dan para Malaikat di dalam Kristen adalah objek penghinaan dan olok-olok oleh bangsa Kristen. Kendati Islam menegaskan bahwa para Malaikat dan para Nabi adalah nama-nama suci dan harus dihormati Dunia akhirat, lain halnya bagi orang yang bergereja yang berporos pada trinitas ini.

Bahkan Tuhan mereka pun sering mereka jadikan objek penghinaan. Di dalam suatu video porno, ditunjukkan di mana pelakunya melakukan perbuatan-perbuatan hina tersebut sementara pelakunya mengenakan kalung salib yang menjuntai-juntai di bawah dada mereka.

Mereka merasa aman dari dosa ketika mereka menenteng Alkitab ke WC untuk mereka baca sambil membuang hajat. Bahkan kalung salib Jesus tetap mereka kenakan ketika mereka berbuat zina atau ketika berada di WC.

 

Bagaimana Dengan Islam?

Di lain pihak, apakah Islam mengajarkan kesemua hal keji seperti yang menjadi bagian dari Kristen?

Islam melarang …………..

  • Berzina.
  • Munafik
  • Hidup sekuler.
  • Musyrik.
  • Makan segala jenis hewan.
  • Makan bangkai.
  • Makan babi.
  • Bugil massal dan menampakkan aurat.
  • Mabuk-mabukan.
  • Menjalani hidup yang kotor dan menjijikkan.
  • Menghina para Malaikat, menghina para Nabi, menghina Alquran …..

Penutup.

Kristen mengajarkan bahwa kebatilan dan kekejian adalah bagian dari ketuhanan mereka. Sementara Islam mengajarkan kebalikannya, bahwa kebathilan tidak boleh dipadukan dengan kesalehan.

Kristen mengajarkan kekejian, sementara Islam mengajarkan kesalehan.

Anggapan bahwa semua agama (di dalam hal ini agama Islam dan Kristen) sama-sama mengajarkan kebaikan, TIDAK TERBUKTI sama sekali.

Itulah sebabnya mengapa Islam melarang umat manusia untuk menyerahkan nasib dan hidup mereka kepada trinitas ini. Kekejian yang dibawa trinitas teramatlah nyata.

Jesus dan Muhammad Sebagai Mahaguru

gurudanmurid

Ada ungkapan di dalam kehidupan ini,

“Tidak mungkin murid lebih hebat dari sang guru…..”

Versi Jesus.

Semasa hidup nya, Jesus tidak memiliki banyak pengikut. Dapat dikatakan, mereka yang menjadi pengikut / murid Jesus, hanya:

  • Murid-muridnya, yang jumlahnya hanya 12 orang
  • Ibunya sendiri yaitu Bunda Maria.

Kalau dihitung, mereka yang menjadi pengikut Jesus pasti tidak sampai 20 orang.

Kita pun termasuk sejarah melihat, bahwa ketika Jesus memberikan pengajaran atau sermon, banyak orang yang berhenti dan mendengar semua warta yang disampaikan Jesus. Tidak jarang dari mereka yang merasa positif akan semua point yang disampaikan Jesus.

Bahkan dikisahkan, Jesus pernah memberi hidangan / jamuan makan berupa roti kepada begitu banyak manusia, yang mana roti itu sebenarnya hanya sepotong, namun oleh Jesus roti itu dipecah-pecah untuk dibagikan kepada semua orang yang hadir, ajaibnya roti itu tidak pernah habis sehingga dapat memberi makan untuk ratusan manusia …

Mungkin dari kisah ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Jesus mempunyai banyak pengikut (mungkin sampai ratusan atau ribuan), jika manusia yang hadir untuk menikmati hidangan roti yang diberikan Jesus dengan cara yang ajaib itu dapat dikategorikan sebagai pengikut ….

Namun tentunya hal itu diragukan.

Apakah ada alasan bagi kita untuk menyatakan bahwa manusia yang jumlahnya ratusan itu yang menghadiri jamuan roti yang  disediakan oleh Jesus adalah murid atau pengikut Jesus? Bukan kah mereka sebenarnya hanyalah sebatas MASSA CAIR??

Massa cair artinya, bahwa kehadiran atau keterlibatan mereka pada suatu event atau organisasi TIDAK BERSIFAT fixed dan pasti. Massa cair adalah keterlibatan yang bersifat tidak mengikat, atas dasar suka rela, dan bahkan mungkin bisa / diijinkan untuk BERGANTI pandangan / pemikiran.

Oleh karena itu dapat kita simpulkan, bahwa mereka yang menjadi pengikut Jesus secara massa kristal, tidak sampai 20 orang…. Selebihnya, hanya lah massa cair ..

Namun setelah 2000 tahun sejak masa kehidupan Jesus, para paus yang bertahta di Roma, yang sebenarnya adalah murid-murid Jesus, mempunyai pengikut yang jumlahnya mencapai milyaran…, yang membentang dari semua penjuru Dunia ini …

Dari sini dapat disimpulkan, bahwa Jesus sebagai maha guru, tidak mempunyai pengikut di dalam jumlah yang banyak. Namun di balik itu, para paus, uskup, pastur dan pendeta, yang merupakan murid Jesus, mempunyai milyaran pengikut. Hal ini seperti kita berfikir bahwa murid MENGALAHKAN guru, di mana sang guru adalah Jesus sendiri, dan murid adalah para paus maupun para uskup.

Kalau boleh memilih, pastilah Jesus akan lebih senang untuk memilih menjadi MURID saja daripada menjadi sang maha guru. Betapa tidak! Sebagai maha guru, Jesus tidak mempunyai / beroleh pengikut di dalam jumlah yang fantastis. Namun sebagai murid Jesus, semua uskup dan paus beroleh pengikut yang teramat banyak…. Kita tentunya tidak diijinkan untuk berfikir / menuduh bahwa Jesus adalah mahaguru yang bodoh, karena lebih memilih untuk menjadi mahaguru yang pengikutnya tidak banyak.  Atau, apakah kita diijinkan untuk percaya, bahwa MURID adalah lebih hebat dari sang mahaguru??

Ada dilema:

  • Kalau kita percaya bahwa Jesus cerdas, maka mengapa karir nya tidak lebih hebat dari pada murid muridnya sendiri yang beroleh begitu banyak pengikut dibanding dirinya sendiri?
  • Atau kita harus percaya bahwa Jesus adalah mahaguru yang bodoh, sementara semua muridnya (paus, uskup, kardinal dan lain lain) jauh lebih pintar dan cerdas di dalam hal beroleh pengikut.

Sebenarnya dilema itu dapat diselesaikan tanpa harus tetap di dalam kebingungan, yaitu dengan berkeyakinan bahwa,

Semua manusia yang jumlahnya milyaran itu yang menjadi pengikut agama Kristen yang mengekor di belakang para uskup maupun paus, adalah BATHIL semata. Semua manusia penganut Kristen itu adalah SIA-SIA di mata Tuhan Semesta Alam.

Kebalikannya, kalau kita tetap memaksakan kehendak untuk berkeyakinan bahwa milyaran manusia yang menjadi jemaat Gereja Jesus itu adalah BERMARTABAT di mata Tuhan Semesta Alam, maka dilema di atas kembali harus dijawab (dan itu sulit!)…………….:

Mungkin kah A, bahwa Jesus sebagai mahaguru adalah cerdas, namun karirnya tidak SEBAGUS karir murid-muridnya sendiri. Atau B, bahwa kita mau tidak mau harus percaya bahwa Jesus adalah mahaguru yang bodoh karena lebih memilih menjadi mahaguru ketimbang menjadi murid saja yang sukses beroleh banyak pengikut …..

Kita harus memilih kesimpulan yang paling mendekati kebenaran yang memuaskan:

  • Tidak mungkin murid unggul daripada sang mahaguru.
  • Kalau Jesus adalah mahaguru yang pengikutnya tidak sampai 20 orang, maka seharusnya murid Jesus (para paus, uskup, kardinal dan lain lain) hanya akan mempunyai murid yang jauh lebih sedikit dari 20 orang. Artinya, pada setiap jaman kehidupan gerejani, jumlah manusia yang menjadi jemaat Gereja tidak boleh lebih dari 20 orang. Itulah yang benar.
  • Kenyataan nya pada 2000 tahun setelah masa kehidupan Jesus, jumlah manusia yang menjadi jemaat Gereja mencapai milyaran manusia. Artinya, kelebihan dari 20 orang itu (pada setiap jaman nya), adalah manusia-manusia yang Iman mereka terhadap ajaran Gerejani adalah SIA-SIA di mata Illahi, alias bathil…..

Itulah sebabnya, Jesus ketika berkhotbah, menyatakan bahwa dari semua orang yang mengikuti ajarannya, hanya 144.000 yang masuk Surga. Mengapa Jesus berkata demikian? Karena Jesus benar-benar memahami bahwa TIDAK MUNGKIN MURID MELEBIHI MAHAGURU. Pun dari pengajarannya soal angka 144.000 tersebut mungkin kita dapat ambil pandangan bahwa ketika Jesus masih hidup, jumlah manusia yang percaya kepada ajarannya berjumlah 144.000 orang. Dengan kata lain, massa kristal yang dimiliki / diraih oleh Jesus mencapai 144.000 orang.

Ingatlah akan ayat di Perjanjian Baru sendiri, di mana Jesus telah berkata dalam kaitannya dengan hubungan antara guru dan murid,

Matius 10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.

Matius 10:25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Maka jelaslah, kalau kita ingin mematuhi ajaran Perjanjian Baru, maka kita harus menyatakan bahwa banyaknya orang yang beragama Kristen, maka iman mereka adalah bathil dan tertolak – mereka adalah Beelzebul, sang pangeran setan lengkap dengan anak-anaknya.

Versi Muhammad Saw.

Muhammad Saw, kalau kita posisikan di dalam kerangka guru-murid, maka ia adalah mahaguru. Sementara semua ulama maupun mufti yang tersebar di seantero Dunia adalah murid-muridnya. Tujuan hanya satu yaitu memperoleh pengikut sebanyak banyaknya.

Muhammad ketika hidup mempunyai / beroleh manusia sebagai pengikut alias massa kristal yang maksimal, baik yang berdomisili di Mekkah maupun di Madinah.

Anggaplah penduduk Mekkah kala itu berjumlah 600.000 orang, dan Madinah berjumlah 700.000 orang (saya tidak mengetahui angka pastinya. Hal itu tidak penting di dalam pembahasan ini). 600.000 penduduk Mekkah, sudah berhasil menjadi pengikut Muhammad sebagai massa kristal, dan pun 700.000 penduduk Madinah telah berhasil menjadi pengikut Muhammad sebagai massa kristal (massa kristal, maksudnya bukan sebatas massa cair). Artinya, ke-enamratus-enamratusribu-nya penduduk Mekkah telah menjadi pengikut Muhammad, dan ke-tujuhratus-tujuhratusribu-nya penduduk Madinah telah menjadi pengikut Muhammad.

Kita juga harus melihat, bahwa jumlah itu adalah di luar mereka yang tetap di dalam kekafiran, yang jumlahnya pastilah tidak signifikan. Jadinya, kalau kita kembali main angka, mungkin penduduk Mekkah kala itu berjumlah 620.000 orang. 600.000-nya telah menjadi pengikut Muhammad, dan 20.000 nya tetap di dalam kekafiran. Di Madinah, mungkin keseluruhan penduduk nya berjumlah 720.000 orang. 700.000-nya telah menjadi pengikut Muhammad, dan 20.000-nya tetap di dalam kekafiran sampai akhir hayat mereka. Jumlah 600.000 untuk Mekkah dan 700.000 untuk Madinah adalah kesuksesan yang sudah paling mentok, karena tidak mungkin ke-enamratusduapuluh-enamratusduapuluhribu-nya menjadi pengikut Muhammad di Mekkah. Karena kalau hal itu terjadi, maka dapat dikhawatirkan bahwa Muhammad telah melakukan PEMBERSIHAN ETNIS alias pemaksaan keyakinan. Kesuksesan tentu tidak dapat diartikan PEMAKSAAN, bukan? Yang penting, toh jumlah mereka yang berhasil diislamkan jauh lebih signifikan dibanding mereka yang gagal untuk diislamkan. Karena memang demikian lah hukum Alam. Kalau di Dunia ini hanya ada 1000 manusia, maka:

  • Adalah mustahil bahwa ke-1000-nya menjadi Muslim.
  • Pun mustahil bahwa ke-1000-nya kafir.

Itulah hukum Alam. Begitu kira-kira penjelasan fair nya.

Kemudian, baik angka 600.000 untuk Mekkah maupun 700.000 buat Madinah, bukan lah harus dilihat dari angkanya. Namun harus dilihat dari jumlah keseluruhan nya. Artinya, kalau lah penduduk Mekkah kala itu adalah 12 juta, maka pastilah ke-12-12juta nya menjadi pengikut Muhammad. Hanya karena kebetulan penduduk Mekkah kala itu adalah 620.000, maka jumlah keseluruhan yang menjadi pengikut Muhammad adalah 600.000; bukan harus 12 juta……, atau 18 juta, atau 1,5 milyar seperti jumlah Muslim di Dunia saat ini….

Nah bagaimana dengan para mufti atau ulama sebagai murid Muhammad? Kalau kita berpegang teguh pada pendirian bahwa tidak boleh murid itu melebihi sang guru, maka seharusnya para ulama maupun mufti itu tidak mempunyai pengikut / jemaah yang jumlahnya melebihi apa yang pernah diraih Muhammad Saw sebagai mahaguru mereka.

Tepat sekali. Sampai sekarang tidak ada satu ulama maupun mufti pun yang kesuksesannya melebihi kesuksesan Muhammad di dalam hal meraih banyak pengikut. Pada setiap kota wilayah tempat seorang mufti bekerja / berusaha untuk berdakwah, tidak pernah sampai terjadi bahwa pengikutnya mencapai semua populasi dari kota tersebut.

Kesimpulannya, begitu banyak nya jumlah kaum Muslim di Dunia saat ini, tetap berada di dalam refleksi hubungan keunggulan antara mahaguru dan murid. Jadinya, semua Muslim yang ada di Dunia ini, Iman mereka diterima di sisi Allah Swt.  Pun, katakanlah, pada suatu kota, seorang mufti berhasil membuat semua penduduknya beragama Islam alias menjadi pengikut Muhammad. Itu pun masih fair dan dapat diterima secara logika, karena Muhammad Saw sendiri semasa hidupnya berhasil mengislamkan seluruh penduduk Mekkah dan Madinah di samping mereka yang masih tetap di dalam keyakinannya semula. Amin!

Penutup.

Cara berfikir yang pendek yang diderita kaum Kristen menganggap bahwa banyak nya penganut Kristen di Dunia ini adalah BUKTI bahwa agama Kristen adalah agama yang benar dan agung….. Mereka berfikir bahwa banyak nya penganut Kristen adalah bukti bahwa agama Kristen adalah agama yang diridhai Tuhan Semesta Alam.

Namun bukan kah kita mempunyai cara berfikir yang logis, bahwa adalah mustahil seorang murid mengalahkan sang guru di dalam hal karir dan kesuksesan….