Polisi Bentrok Lawan Demonstran Penentang Masjid di Inggris

polisi-bentrok-lawan-demonstran-penentang-masjid-di-inggris

Minggu, 4 April 2010 | 04:07 WIB

WEST MIDLANDS, KOMPAS.com — Polisi antihuru-hara Inggris akhirnya bentrok dengan ribuan demonstran anggota Liga Pertahanan Inggris atau EDL yang menentang rencana pembangunan masjid baru di pusat Kota Dudley, West Midlands, Sabtu (3/4/2010).

Bentrok dipicu tindakan brutal sekitar 2.000 anggota EDL yang merusak pagar besi dan melempari polisi yang dilengkapi dengan perisai dan tongkat. Bahkan, mereka justru menyerang koordinator aksi yang menenangkan tindakan brutal tersebut.

Mereka bawa poster bertulisan, antara lain, “Buruh menolak masjid di Inggris” dan “Tak seorang pun menginginkan masjid ini.” Demonstran dari sayap kanan juga memasang plakat yang terbaca, “Para pengebom muslim enyah dari sini” dan “Katakan tidak pada masjid”.

Lagu kebangsaan Inggris, God Save The Queen, diputar melalui pengeras suara, diikuti pengibaran bendera Inggris. Dewan Kota Dudley di situs webnya menyatakan, “Kami tidak mengundang EDL ke kota kami dan kami tidak menginginkan mereka di sini.” Namun, Dewan juga mengaku tidak punya kekuasaan untuk melarang kegiatan mereka
————————-
Access from,
http://internasional.kompas.com/read/2010/04/04/04075218/Polisi.Bentrok.Lawan.Demonstran
Access date,
10:26 AM 12/21/2010

Sophislam,

Heerbraaaaaht!!!!

Agama dan umat Kristen yang mengaku-ngaku sebagai agama kasih dan damai, namun sudah berulang kali terbukti suka melakukan tindakan tindakan kekerasan dan brutal kepada pihak lain yang tidak seiman dengan mereka. di situs indonesia-faithfreedom.org, semua jidat Kristen gemar sekali memojokkan dan menghina Islam sebagai agama yang mengajarkan manusia untuk menjadi penuh kebencian terhadap siapa saja yang tidak seiman. Namun mengapa ada berita seperti artikel di atas?

Yang lebih miris lagi adalah, justru semua jidat Kristen TUTUPMATA terhadap melimpahnya fakta bahwa jidat Kristen adalah agama barbar dan gemar menumpahkan darah manusia ….

Benarlah demikian, bahwa Kristen, gerejanya, Alkitabnya, adalah komponen-komponen yang mengajarkan siapa pun untuk menjadi munafik. Ingatlah bahwa Paulus pernah berkata dalam injil nya ..

Jikalau kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? Roma 3:7

Dracula Sang Pembantai Ummat Islam

dracula-tour

Banyak di antara saudara kita yang benar-benar tidak tahu pembantaian yang dilakukan Dracula (Vlad Tsepes) karena ada pengkaburan sejarah yang disengaja oleh orang-orang Barat untuk menutupi kebusukan mereka jika sosok “asli” Dracula disebar luaskan.

Dracula bukan saja menyiksa dan membantainya kaumnya / rakyatnya sendiri. Tapi juga ratusan ribu darah ummat Islam telah ditumpahkannya.

princely_court-tirgoviste

Bagaimana itu bisa terjadi?

Selain memusuhi lawan politiknya dan para tuan tanah yang membangkang padanya, Dracula juga sangat membenci ummat Islam, terutama Turki Ottoman (Utsmani) yang dianggapnya telah memisahkannya dengan ibunya. Meskipun di Turki ia diperlakukan dengan baik, namun ia tetap menganggap Turkilah yang menyebabkan dirinya kehilangan masa kecilnya.

Setelah Dracula mempunyai kekuatan di Wallachia dan menjadi penguasa di kala itu, juga telah berhasil membangun benteng yang kokoh, barulah ia menyatakan secara terbuka bahwa dirinya adalah musuh Kerajaan Turki Ottoman. Dia mulai menteror dan membunuhi ummat Islam di wilayahnya sendiri, serta mengusir mereka. Lama kelamaan Dracula semakin bertambah kuat kekuasaannya hingga korban yang berjatuhan pun semakin banyak, terutama ummat Islam. Sejarah mencatat, ada sekitar 300.000 dibantai oleh Dracula sepanjang masa pemerintahannya.

Pembantaian Terhadap Prajurit Turki di Tirgoviste

Setelah Dracula berhasil menguasai tahta Wallachia, itupun atas bantuan para prajurit Turki -ia akhirnya berkhianat. Meski usianya masih 17 tahun, tapi ia memberanikan diri untuk memisahkan diri dari Kerajaan Turki Ottoman yang telah membantu dan mendidiknya.

Prajurit-prajurit Muslim Turki yang masih tersisa di Wallachia ditangkap. Dalam waktu beberapa hari mereka disekap di ruang bawah tanah dengan mendapatkan perlakuan kejam dan tak manusiawi.

salibpisauramuanmembunuhdrakulav-1-kayu-sula-dracula-dan-salib

Pada hari yang telah ditentukan oleh Dracula, para prajurit Turki digiring ke tanah lapang yang ada di pinggiran kota. Mereka ditelanjangi seperti budak lalu digiring ke tempat penyiksaan massal. Dracula yang menaiki kuda paling depan dielu-elukan, karena dianggap telah membebaskan Wallachia dari tangan Turki. Sedangkan prajurit Turki yang ada di belakangnya dilempari batu dan kotoran -juga caci maki dalam kondisi telanjang.

Setelah berjalan cukup jauh, maka tibalah mereka di tempat penyulaan, tiang-tiang sula sudah disiapkan. Dan tanpa menunggu waktu lama, Dracula langsung memerintahkan agar para prajurit Turki itu disula semuanya.

Satu orang selesai disula, langsung dipancangkan di tengah-tengah lapangan. Tubuh-tubuh mereka yang telanjang meregang nyawa menyambut syahid. Sementara itu, Dracula duduk santai sambil menikmati ceceran darah dan jerit kematian si korban. Tampak sekali kesadisan Dracula sang Panglima Salib dalam menyiksa kaum Muslimin.

30.000 Pedagang Yang Disula

Hari Peringatan, St. Bartholome 1459 M, pada masa itu perdagangan ummat Islam memang sedang menggairahkan. Mereka semua menyebar ke belahan bumi Barat maupun Timur. Pedagang yang paling dominan adalah dari Turki yang kebanyakan memperdagangkan permadani dan permata yang juga diperdagangkan di Wallachia.

Jumlah para pedagang dari Turki sangatlah banyak dan membaur dengan penduduk setempat. Hal itu yang membuat Dracula marah karena mereka dianggap sangat merugikan dan tidak memberikan pemasukan apa – apa baginya.

Karena di dalam Islam, yang berhak membayar jizyah (pajak / upeti) hanyalah orang kafir, sedangkan Islam sendiri membayar zakat. Jadi otomatis, tidak ada pembayaran apapun kepada Dracula.

Akhirnya, Dracula mengumpulkan mereka semua beserta keluarganya.

Dan sama seprti yang lain, mereka syahid diujung kayu sula.

Pada malam harinya pun Dracula mengadakan pesta guna merayakan “Hari Peringatan St. Bartholome Yang Merah”. Karena kejamnya pembantaian tersebut, hingga saat ini para petani Transilvania menganggapnya sebagai hari yang mengerikan.

mayat2muslimtersula

Membunuh Dengan Virus

Selain membantai ummat Islam dengan penyulaannya. Dracula juga menyebar virus penyakit untuk mematikan generasi ummat Islam di Wallachia.

Caranya, orang – orang yang terkena virus mematikan, dikumpulkan semuanya oleh Dracula, lalu disebar ke seluruh pelosok desa di Wallachia yang dihuni oleh ummat Islam agar virus yang mematikan tersebut menular ke keluarga Muslim di daerah itu.

Sungguh licik memang apa yang dilakukannya terhadap ummat Islam.

20.000 Ummat Islam Yang Disula

Kekejaman demi kekejaman yang dilakukan oleh Dracula membuat Sultan Muhammad al Fatih semakin gerah dan marah. Pada tahun 1462 M Sultan mengirim 60.000 pasukannya untuk menangkap Dracula hidup atau mati. Sebagai pemimpin pasukan, ditunjklah Randu, adik Dracula sendiri. Dalam catatan sejarah, ini merupakan peperangan terbesar selama Dracula berkuasa.

Seminggu sebelum penyerangan

Pasukan Turki belum mengetahui bahwa seminggu sebelum penyerangan, Dracula telah menyula ummat Islam yang menjadi tawanannya. Belum lagi yang tinggal di Wallachia yang juga disula.

Diantara para tawanannya terdapat isteri Dracula yang Muslim dan berasal dari Turki. Lalu Dracula memerintahkan agar isterinya didekatkan padanya. Lalu diikat di atas meja penyiksaan. Dan ia mengerat dadanya serta mengulitinya di depan ribuan para tawanan. Jerit kesakitan pun trdengar oleh semua yang melihat kejadian keji tersebut. Pisau yang ditangan Dracula pun basah oleh darah segar isterinya sendiri.

Setelah itu ia mengambil sula kecil yang ada di dekat meja. Lalu ia menyulanya tepat pada liang kemaluan isterinya di depan para tawanan dan algojonya. Ia meneruskannya berkali – kali hingga isterinya pingsan lalu syahid di tangannya. Bisa dibayangkan betapa sakitnya itu.

Setelah merasa puas membunuh isterinya. Ia pun memerintahkan agar membawa seorang bayi beserta ibunya maju ke depan. Dracula memerintahkan agar keduanya diikat pada tiang pancang. Setelah selesai diikat, lalu Dracula mengambil kayu sula. Dengan ketenangan yang luar biasa Dracula menyula sang bayi dari pusar sampai tembus ke punggung. Sula yang lumayan panjang itu terus dia dorong sampai menembus ke perut ibunya. Na’udzubillah.

Para tawanan merasa terpukul dan tersakiti melihat saudara / saudari Muslimnya disiksa dengan siksaan yang tak akal dan menyayat hati.

Enam hari sebelum penyerangan

Begitu fajar menyingsing dari ufuk Timur, Dracula memerintahkan prajuritnya agar bergerak meninggalkan Tirgoviste. Para prajurit Dracula yang semuanya kafir menggiring para tawanan Muslim yang telanjang bulat melewati jalan berbatu dan berkelok – kelok.

Keadaan tawanan semakin mengenaskan. Sejak dipanggang di lapangan Tirgoviste beluma ada sesuap makanan yang masuk ke perut mereka, begitu juga belum ada air yang membasahi kerongkongan mereka. Karena tak kuasa menahan lapar, mereka memungut bangkai tikus atau apa saja yang mereka temukan di jalan karena sking lapar dan daruratnya.

Tiada satu patah kata pun yang terucap dari mulut – mulut mereka melainkan rasa sakit dan takut yang ada di dalam hati mereka. Begitulah keadaan kamu Muslimin yang menjadi tawanan Dracula.

Lima hari sebelum penyerangan

Tempat sebagai ajang penyulaan semakin dekat, keadaan para tawanan semakin mengenaskan. Sebagian besar dari mereka hanya mampu menyeret kaki , sedangkan yang benar – benar tak kuat berjalan dipapah oleh yang masih kuat. Suasana duka pun semakin melarut.

Tiga hari sebelum penyerangan

Tempat penyulaan telah dipersiapkan oleh para pasukan Salib yang dipimpin oleh Dracula sendiri semalam sebelumnya. Dracula sendiri telah berada di mejanya bersama beberapa bangsawan dan panglima perang.

Ketika matahari mullai meninggi, Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah dengan cekatan. Begitu penyulaan dimulai, lolong kesakitan dan jeritan kematian pun memenuhi segala penjuru tempat itu. Ummat Islam yang naas itu sedang menjemput syahid dengan cara yang begitu sangat mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah terjadi.

Dracula terlihat kegirangan ketika para korban disula dan dipancangkan di tiang pancang. Setiap tetesan darah korban serasa menyejukkan jiwanya.

Semakin siang suasana penyulaan semakin mengerikan. Para prajurit harus bekerja keras untuk menyula 20.000 ummat Islam dalam waktu sehari, suatu jumlah yang sangat fantastis.

Tak terasa waktu sudah malam, obor – obor pun dinyalakan. Para korban penyulaan yang terpancang di tengah – tengah lapangan semakin mengerikan jika terkena cahaya obor.

Sementara itu, dari dalam tenda Dracula sedang asyik menyantap santapan malam bersama para pembesarnya yang satu ‘pemikiran’ dengannya.

Dari luar tenda, bau anyir darah segar kaum Muslimin mulai tercium. Angin pun masih mengalir membawa rintihan korban yang sekarat. Esok pagi mayat – mayat itu akan berpindah tempat. Mereka akan menjadi persembahan Dracula bagi untuk musuh bebuyutannya, Turki. Malam semakin larut. Alam pun ikut larut dalam duka.

Dua hari sebelum penyerangan

Prajurit Dracula terus berderap mendekati kubu pasukan Turki yang berada di sungai Danube. Sesampainya di tempat yang dituju, komandan pasukan memberikan aba – abakepada prajuritnya untuk berhenti. Setelah semuanya berhenti, maka diperintahkannyalah agar ummat Islam yang telah disula itu dipancangkan di pinggir jalan, kanan dan kiri. Tubuh – tubuh yang disula itu kini telah dipancang disepanjang jalan kira – kira sepanjang 10 km.

Pada hari penyerangan

Pada serangan pertama Kerajaan Turki Ottoman mengerahkan 20.000 prajurit. Mereka berangkat dari arah selatan sungai Danube dan kemudian menyebrangi sungai itu.  Sesampainya di seberang sungai, mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota Wallachia, Tirgoviste. Tapi perjalan mereka tiba – tiba terhenti setelah melihat puluhan ribu mayat yang disula. Masyaa’ Alloh, terkaget – kagetlah pasukan Turki melihat kejadian itu.

Melihat hutan mayat tersebut, pasukan Turki memutar arah. Mereka kembali ke kubu pertahan yang ada di seberang sungai Danube dengan perasaan takut dan cemas. Melihat prajuritnya kembali. Sultan Muhammad II terheran – heran melihatnya. Dia langsung bertanya apa penyebabnya hingga pasukannya kembali lagi. Komandan pasukan segera menceritakan apa yang terjadi.

Betapa marahnya Sultan Muhammad II setelah mendengar pengakuan komandan pasukannya. Namun, belum sempat sang Sultan memutuskan langkah apa untuk menghadapi hinaan Dracula, tiba – tiba terjadilah serangan mendadak dari arah seberang sungai Danube.

river-danube

Serangan Mendadak

Pasukan Turki yang belum siap bertarung karena mengingat para saudaranya yang dibantai Dracula dengan cara yang mengenaskan. Suara riuh dan jerit kematian beradu menjadi satu. Suara tombak dan pedang saling beradu.Dalam waktu yang tidak begitu lama banyak pasukan Turki yang menjadi korban. Sejarah mencatat dalam peristiwa ini Sultan Muhammad hampir terbunuh. Atas pertolongan Alloh Tuhan Robbul ‘Alamiin dan pengalaman dalam berbagai peperanganlah yang menyelamatkan nyawanya.

Sebagai penakluk Konstantinopel, Sultan Muhammad II (Sultan Muhammad Al Fatih) segera mendapat kepercayaan dirinya kembali setelah bermunajat sejenak dan meminta pertolongan kepada Alloh. Dengan keberanian yang sangat luar biasa dia memimpin pasukannya untuk memukul mundur para pasukan Salib yang dipimpin Dracula sang Penyula.

muhammad-al-fatih-sultan-muhammad-al-fatih-sultan-muhammad-ii-sang-pahlawan-islam-penakluk-dracula

Melihat sang Sultan begitu gigih dan berani menerjang pasukan musuh yang kafir, pasukan Turki kembali tercambuk. Mereka terus merangsek maju, mendesak pasukan Dracula hingga ke pinggir sungai Danube.

Melihat pasukannya terdesak mundur, Dracula memutuskan untuk melarikan diri. Dan ia pun memerintahkan pasukannya untuk segera menyeberangi sungai Danube. Sementara itu pekikan takbir dari pasukan Turki semakin membahana dan membuat takut hati – hati dan jiwa – jiwa pasukan salib Dracula.

Sultan Muhammad II pun tidak memerintahkan pasukannya untuk menyerang pasukan Dracula karena hanya ingin menyusun strategi jitu untuk menghadapi pasukan salib itu.

Sebelum memikirkan cara menangkap Dracula, sang Sultan memerintahkan agar ummat Islam yang menjadi korban peperangan dan korban penyulaan dikuburkan terlebih dahulu dengan cara yang sebaik – baiknya tanpa melanggar syari’at sedikitpun.

poienari-castle-2

Sementara itu, Dracula memerintahkan pada sebagian kecil prajurit agar mereka meneruskan perjalanan ke Wallachia dan menugaskan untuk memboyong seluruh keluarganya ke benteng Poenari dalam waktu secepat – cepatnya.

Akhir Riwayat Dracula

40.000 pasukan Turki bergerak menyebrangi sungai Danube. Panji– panji bulan sabit berkibar – kibar dihembus angin. Kaki – kaki kuda suci menjejaki dasar sungai dan menimbulkan gelombang yang kemudian pecah di tepi sungai. Di belakangnya, disusul barisan para panglima yang berbadan kokoh dengan menunggang kuda – kuda yang gemuk – gemuk.

Tiada istirahat bagi mereka selain makan dan sholat. Setelah berkuda dua hari dua malam akhirnya sampai juga mereka di Tirgoviste lalu berhentilah mereka di pinggiran kota.

Sekitar 5.000 pasukan terlatih diperintahkan memasuki Tirgoviste, mereka kaget, ternyata Tirgoviste menjadi kota mati tak bertuan setelah semua penduduknya dipindahkan semuanya ke benteng Poenari. Juga tidak tampak 1 batang hidung pun dari prajurit Dracula.

Maka, Randu (adik Dracula yang ditugaskan untuk memimpin pasukan Turki) memerintahkan 3.000 pasukan untuk bergerak menuju benteng Poenari. Sedangkan 10.000 prajurit menjaga Tirgoviste.

Dalam perjalanannya ke benteng Poenari, Dracula masih saja memamerkan kekejamannya. Di sepanjang jalan yang dilaluinya, Dracula membantai penduduk desa. Korban – korban tersebut mayatnya dibiarkan teronggok di sepanjang jalan (diperkirakan jumlahnya 30.000 orang), sehingga bau busuk menyebar dan tercium ke hidung – hidung pasukan Turki.

Setelah sehari semalam menempuh perjalanan yang sulit dan berkelok – kelok juga mendaki. Akhirnya sampai juga pasukan Turki dekat dengan benteng Poenari. Benteng tersebut berdiri kokoh di atas tebing. Hanya ada satu jalan untuk mencapai ke benteng tersebut, karena ketiga sisi benteng adalah jurang yang sangat curam.

Pasukan Turki yang dipimpin Randu pun membuat tenda– tenda peristirahatan. Sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, mereka akan menyerang benteng di keesokan harinya.

Sementara itu, di dalam benteng Dracula semakin gelisah dan ketakutan.

“Dan Alloh akan melemparkan ketakutan dalam hati mereka.” Begitulah Alloh menyusupi rasa takut di dada musuh – musuh-Nya.

Ketika rasa putus asanya semakin memuncak, di saat malam telah menyelimuti benteng Poenari, Dracula memutuskan diri untuk melarikan diri. Dengan memasuki lorong rahasia, dia dan pasukannya menelusuri hutan dan pegunungan Carpathian. Setelah berhari – hari berjalan, sampailah ia di Brasov, wilayah bagian kerajaan Honggaria.

Larinya Dracula pun memudahkan Randu untuk menguasai benteng Poenari. Dengan jatuhnya benteng tersebut ke tangan pasukan Turki merupakan tanda lepasnya kekuasaan Dracula di Wallachia untuk kedua kalinya. Peristiwa ini terjadi pada bulan Agustus 1462 M.

Beberapa tahun berlalu

Kekuasaan Dracula sudah memudar, sedangkan perang salib semakin menggila. Pasukan Turki pun sudah memasuki Bucharest untuk memukul mundur pasukan salib menjauh dari wilayah Islam. Sultan Muhammad II turun langsung di pertempuran tersebut.

Pada situasi yang semakin memanas ini, Dracula sebagai bagian dari sekutu pasukan salib mendapatkan tugas untuk menggempur pasukan Turki di sekitar sungai Danube.

Pada awal Desember 1476 M, Dracula ke luar dari pintu gerbang Tirgoviste dengan pasukan yang sangat kecil. Tiada teriakan rakyat yang memberikan semangat, seolah warga kota tak perduli dengan adanya peperangan.

Dracula dan pasukannya bergerak menelusuri sungai Dimbovita dengan tujuan utama danau Snagov.  Setelah kurang lebih 15 hari melintasi hutan dan rawa, akhirnya Dracula dan pasukannya sampai juga di danau Snagov. Tapi rupanya pasukan Turki Ottoman telah menyambut mereka di hutan Vlasia, sebuah hutan yang tidak jauh dari danau Snagov.

danau-snagov

Sunyi pagi pun terusik kala itu, suara – suara teriakan menyobek pagi yang muram. Dan pertempuran sengit pun terjadi. Pasukan Dracula yang kalah dalam berperang seperti kesetanan menyerang siapa saja tanpa mengetahui musuhnya atau kawannya. Dracula sendiri juga tak mau kalah kesetanannya. Ia menerjang musuh yang ada di dekatnya tanpa memberikan ampun. Pedang kecil miliknya beberapa kali melesak ke tubuh musuhnya. Rintihan sekarat, erangan kematian, jerit kesakitan dan teriakan membahana untuk membinasakan musuh membahana di sekitar danau Snagov.

Di medan pertempuran Dracula semakin terpojok. Sebesar apa pun kekuatan Dracula, ia tak akan mampu menghadapi melawan pasukan Turki yang jumlahnya tiga kali lipat lebih besar. Tebasan pedangnya pun sudah berubah menjadi tebasan keputus asaan. Dan akhirnya, ia menjemput ajalnya di tepi danau Snagov.

Simpang Siur Kematian Dracula

Ada banyak pendapat dan versi tentang sebab – sebab kematian Dracula. Ada yang mengatakan Dracula terbunuh oleh prajuritnya sendiri. Karena diantara prajuritnya, ada yang menjadi pembunuh bayaran para tuan tanah yang keluarganya dibantai / yang kontra dengan Dracula.

Ada yang mengatakan bahwa Dracula dibunuh oleh prajurit Turki yang menyamar menjadi pelayan.

Ada juga yang mengatakan bahwa Dracula dibunuh oleh prajuritnya sendiri. Dari banyaknyapendapat yang berkembang tentang kematian Dracula. Dapat diambil kesimpulan dan juga semua pendapat sepakat bahwa Dracula mati terbunuh dan kepalanya dipenggal lalu dibawa ke Konstantinopel, Turki sebagai bukti bahwa iblis si penyula telah tewas. Mereka juga bersepakat setelah di Konstantinopel, kepala tersebut dipancang di alun – alun dan dipertunjukkan kepada rakyat Turki.

Data Korban Teroris Kristen

72232-ilustrasi-mayat

Perang Irak Amerika Bagian II (Perang Teluk II)

Berawal dari Ambisi Dinasti Bush untuk MENGUASAI MINYAK IRAK dengan kedok SENJATA PEMUSNAH MASAL yang gak ditemukan hingga sekarang.

Sebanyak 450.000 penduduk dan tentara Iraq telah tewas pada 40 bulan pertama dari Perang Iraq. Jumlah korban tewas saat ini telah mencapai 600.000 jiwa. Data lain dari jusforeignpolicy.org (2008) menyebutkan total warga Iraq (sipil maupun tentara) yang tewas berjumlah 1.189.173 jiwa. Bagi negara Amerika Serikat sendiri perang Iraq adalah bencana. Baik bencana politik, sosial, maupun ekonomi. Jumlah tentara AS yang tewas di Iraq per Februari 2008 telah mencapai 3990 jiwa. Sementara 29395 jiwa lainnya mengalami luka-luka (www.antiwar. org). Bandingkan dengan jumlah korban tewas pada peristiwa WTC 9/11 yang berjumlah 2978 jiwa (Washington Post 26/12/06).

Korban Perang Bosnia (Muslim) Yang Dilakukan Kaum Kristen Serbia.

Hidayatullah.com “Penelitian terbaru mengungkapkan, korban Perang Bosnia selama tiga tahun, 1992-1995, hampir mencapai angka 100 ribu. Tepatnya, 97.207 orang. Dari jumlah itu, 66 Persen adalah Muslim. Paling kurang 97.207 tentara dan orang sipil terbunuh selama perang, ungkap Mirsad Tokaca dari LSM Pusat Riset dan Dokumentasi (IDC), seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/6).

IDC, menyelenggarakan riset ini dari tahun 2004 hingga tahun 2006. IDC juga menemukan, bahwa separuh korban hilang dan meninggal terjadi sepanjang tahun pertama dari peperangan. Studi ini tidak terhitung kematian akibat kecelakaan sepanjang peperangan, atau penggunaan senjata secara sembrono, kelaparan, atau ketiadaan pengobatan.

Tokaca menyebutkan, penelitian yang berlangsung selama 4 tahun itu menemukan 3.300 korban adalah di bawah umur 18 tahun, termasuk bayi. 66 Persen korban meninggal adalah Muslim Bosnia, 26 persen Serbia dan 8 persen Kroasia. Dengan menggunakan ratusan sumber yang berbeda, LSM ini membuat sebuah bank data raksasa yang terdiri dari nama dan informasi lain dari korban seperti foto.

Korban Pembunuhan Belanda Terhadap Ulama Islam

Penjajah Belanda yang beragama Kristen, dan mereka itu adalah minoritas di Nusantara, terbukti telah bercokol mencengkeramkan kuku-kukunya di Nusantara selama 350-an tahun dengan aneka pelanggaran dan pemerkosaan hak-hak sipil. Berapa ribu ulama yang telah dibantai dengan cara diadu domba. Contohnya, di zaman Amangkurat I, pengganti Sultan Agung di Kerajaan Mataram Islam, di Jogjakarta, Amangkurat I mengadakan perjanjian dengan Belanda, lalu para ulama tidak setuju, maka dikumpulkanlah para ulama itu di alun-alun (lapangan) sejumlah 5.000-an ulama, lalu dibantai.

Kerusuhan Poso

Menurut Tibo, (pihak gereja) GKST memberikan dukungan moril dan lainnya kepada pasukan Merah yang hendak menyerang kaum Muslimin Poso. Bahkan, lanjut Tibo, para pendeta mendoakan mereka dengan upacara ala Kristen di Gereja tersebut. Ustadz Ilham bersama 28 orang lainnya disuruh buka baju. Selanjutnya tangan diikat satu persatu dengan sabut kelapa, tali nilon dan kabel. Kemudian digiring lewat hutan tembus desa Lempomawu. Rombongan Ustadz Ilham berjalan ke desa Ranononco dan ditampung di sebuah baruga. Di sanalah mereka disiksa dalam keadaan berbanjar dua barisan. Selanjutnya ikatan tangan ditambah sampai bersusun tiga. Badan Ustadz Ilham diiris, ditendang dan dipukul dengan berbagai alat. Tak puas dengan itu, mereka menyirami umat Islam dengan air panas selama dua jam. Kebringasan pasukan Merah itu juga diungkap saksi lainnya, Tuminah. Menurut kesaksian Tuminah, pasukan Merah mengikat mereka dengan tali dan memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Di bilik sebuah sekolah, Dominggus meminta para Muslimah melepas bajunya dan disuruh berputar-putar di depannya.

Kerusuhan Ambon / Maluku / Halmahera

Seketika, massa Kristen yang membawa berbagai senjata tajam sudah mengepung dan membombardir Masjid Jami tempat berlindungnya ribuan kaum Muslimin. Masjid Jami pun diguyur bensin dan dengan cepat api menjilat tembok-temboknya. Jerit tangis anak-anak kecil bayi yang kepanasan dan istighfar para Muslimah terdengar bersahut-sahutan. Yang mencoba keluar masjid langsung dibantai.  Kurang lebih 750 orang kaum Muslimin yang berada di dalam masjid tersebut terbakar hidup-hidup, hingga mengeluarkan aroma daging terbakar.[13]

PERANG DUNIA I

Di motori Negara-Negara Imperialis Kristen (Barat) di antaranya yang paling simple adalah BELANDA dengan misi Gold, Gospel dan Glory (Emas, Kekuasan dan Menyebarkan Agama Kristen)

Jumlah Korban:

  • Sekutu: 6.345.600
  • Kekuatan As/Poros: 3.382.500
  • Warga sipil: 6.493.000

PERANG DUNIA II

Di motori oleh Negara Fasis yaitu : Jerman yang notabene beragama KRISTEN PROTESTAN (Tempat kelahiran Martin Luther King), dan Jepang

Perkiraan jumlah korban tewas Perang Dunia II

*Indonesia di urutan No. 5 dengan korban 4 Juta tewas

  • Uni Soviet = 23,200,000
  • Cina = 10,000,000
  • Jerman = 7,500,000
  • Polandia = 5,600,000
  • Indonesia = 4,000,000 <==
  • Jepang = 2,600,000
  • India = 1,587,000
  • Yugoslavia = 1,027,000
  • Perancis Indochina = 1,000,000
  • Rumania = 841,000
  • Hungaria = 580,000
  • Perancis = 562,000
  • Italia = 459,500
  • U.K = 450,400
  • Amerika Serikat = 418,500
  • Cekoslowakia = 365,000
  • Lithuania = 353,000
  • Yunani = 300,000
  • Latvia = 227,000
  • Belanda = 205,900
  • Ethiopia = 205,000

TOTAL KORBAN JIWA PADA PD II  = LEBIH DARI 50 JUTA ORANG

RUJUKAN:

  • [1] Sjamsudduha,  Penyebaran dan Perkembangan Islam- Katolik- Protestan di Indonesia, Usaha Nasional, Surabaya, 1987, halaman 119.
  • [2] Ibid, halaman 167.
  • [3] Prof. Mr, AG. Pringgodigdo “Hassan Shadily MA, Ensiklopedi Umum, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta, 1977, halaman 45.
  • [4] Sjamsudduha, Penyebaran dan Perkembangan Islam – Katolik- Protestan di Indonesia,_Usaha  Nasional Indonesia, cet II, 1987, hal 129.
  • [6] (lihat Ensiklopedi Umum, Pringgodigdo, 1977, halaman 444).
  • [7] K. Van de Maaten, Snouck Hurgronje en de Atjeh Oorlog, Leiden, 1948, hal 95, dikutip Dr Qasim Assamurai, Al-Istisyraqu bainal Maudhuiyati wal Iftialiyah, terjemahan Prof. Dr Syuhudi Ismail dkk, Bukti-bukti Kebohongan Orientalis, GIP, Jakarta, cetakan pertama 1417H/ 1996M, hal  158.
  • [8] Dr Ahmad Abdul Hamid Ghurabruyah Islamiyyah lil Istisyraq, terjemahan AM Basalamah, Menyingkap Tabir Orientalisme, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta,  I, 1992,  hal 97-98.
  • [9]Hendrik Kraemer, the Crisitian Message in a non-Christian World, London, 1938, edisi kedua, 1947.
  • [10] B.J Boland, the Strugle of Islam in Modern Indonesia  Gravenhage, 1970, hal 236, dikutip Qasim Assamurai hal 164.
  • [11] Kraemer, op cit, hal 353, bandingkan Boland,  op cit,  hal 240, no 146, dikutip Qasim, ibid, hal 164.
  • [12] To:insistnet@yahoogroups.com

Sumber,

http://hujatul-islam.blogspot.co.id/2012/04/data-korban-teroris-kristen.html?m=1

Apa Jasa Kristen Untuk Dunia?

7070_d

Kristen merupakan agama yang telah berusia 2000 tahun, sejak kelahiran Jesus, Tuhan di dalam agama Kristen. Dan menurut data resmi, Kristen menjadi agama dengan umat terbanyak di dunia. Duaribu tahun umurnya, tentunya sudah banyak yang diperbuat Kristen untuk dunia.

Sekarang pertanyaannya adalah, apa saja yang  menjadi sumbangsih Kristen untuk dunia di dalam rentang waktu 2000 tahun tersebut?

Pada abad pertama masehi, sejarah mencatat bahwa Kristen merupakan satu-satunya ideologi yang dengan gagah berani menghempaskan tradisi gladiator di kota Roma. Sama diketahui, bahwa gladiator merupakan tradisi paganis romawi yang memamerkan kekejian dan kengerian tiada tara. Para tahanan, para budak, maupun para pesakitan, dihalau ke tengah kancah gladiator, dan ketika semua pintu ditutup, maka dilepaslah beberapa ekor singa ganas yang lapar, untuk diadu dengan manusia-manusia malang  tersebut. Yang terjadi selanjutnya adalah kengerian, karena manusia-manusia malang tersebut hanya menjadi santapan empuk bagi para singa. Semua kejadian tersebut berlangsung di bawah tatapan ribuan warga Roma yang menyemut di semua tribun kolosium, dan sorak-sorai mereka menjadi penanda bahwa kengerian telah menjadi tontonan yang menarik …..

Maka pada moment tersebut datanglah umat Kristen, dan kedatangan mereka adalah untuk menuntut para pemimpin Roma untuk menghentikan festival tersebut, karena acara tersebut sama sekali tidak mengandung unsur kasih dan kesetaraan, dan tidak juga mengandung ajaran penghormatan kepada nilai kemanusiaan.

Kalau tidak ada umat Kristen, dapat dipastikan bahwa festival gladiator akan masih berlangung hingga sekarang. Beruntunglah di muka bumi ini ada umat Kristen, umat yang membaca Alkitab, sehingga dengan pesan moral Alkitab, tradisi kengerian dapat dihempaskan ke tanah sekali dan untuk selama-lamanya.

Itulah jasa Kristen. Namun kemudian, apa jasa baik lainnya dari Kristen di muka bumi ini? Perhatikanlah baik-baik, bahwa dunia mempunyai catatan yang mengerikan tentang kiprah Kristen di dunia, selain jasa Kristen satu-satunya yaitu menghempaskan festival gladiator.

  1. Perang Dunia I, merupakan sumbangsih Kristen.
  2. Perang Dunia II, merupakan sumbangsih Kristen.
  3. Perang Dingin beraroma nuklir, merupakan sumbangsih Kristen.
  4. Pemboman nuklir atas kota Hiroshima dan Nagasaki, adalah sumbangsih Kristen.
  5. Pembantaian Yahudi oleh Hitler adalah sumbangsih Kristen (Hitler beragama Kristen).
  6. Inkuisisi Gereja 8 abad, yang penuh anyir darah dan pembantaian, murni merupakan sumbangsih Kristen.
  7. Perang Salib yang mengerikan, adalah murni sumbangsih Kristen.
  8. Penjajahan dan kolonialisme Barat terhadap Asia, Afrika dsb, merupakan sumbangsih Kristen.
  9. Merampok hasil alam Asia, Afrika dsb, sehingga membuat Eropa kayaraya, merupakan sumbangsih Kristen.
  10. Pemurtadan paksa Muslim Philipina dan Spanyol dsb, merupakan kiprah Kristen.
  11. Pembantaian rakyat dan Raja Atahualpa, adalah pekerjaan Kristen.
  12. Pembantaian dan peminggiran warga Aborigin Australia, adalah kiprah Kristen.
  13. Memusuhi Ilmu Pengetahuan merupakan kiprah Kristen.
  14. Melestarikan perbudakan, merupakan kiprah Kristen.
  15. Tidak menghormati kaum perempuan, merupakan sumbangsih Kristen.
  16. Pornografi dan pornoaksi (alias pamer aurat), merupakan sumbangsih Kristen.
  17. Event bugil massal di tengah kota, merupakan sumbangsih Kristen.
  18. Lifestyle mabok-mabokan dan teler, merupakan sumbangsih Kristen.
  19. Sekulerisme, merupakan kiprah Kristen.
  20. Penghalalan judi, adalah style Kristen.
  21. Penghalalan riba, juga adalah misi Kristen.
  22. Melestarikan dan mempertahankan butahuruf di kalangan umat, adalah sumbangsih Kristen.
  23. Lukisan-lukisan bugil di dalam dinding Gereja, atau yang biasa disebut fresco, jelas merupakan sumbangsih Kristen untuk dunia, sumbangsih porno dan menjijikkan!
  24. Sistem Apartheid di Afrika adalah kiprah Kristen.
  25. Kebohongan kisah Ratu Helena (ibunda nya Kaisar Konstantine) menemukan kayu salib Jesus pada tahun 300-an, merupakan murni sumbangsih Kristen. Kayu di dalam waktu 300 tahun masih utuh, apakah itu logis? 10 tahun saja kayu sudah hancur karena lapuk, dan sekarang Kristen mengisahkan kayu salib Jesus masih utuh setelah 300  tahun?
  26. Diskriminasi kulit hitam di USA dsb adalah gaya Kristen.
  27. Yahudi merampas tanah bangsa Arab di Palestina, dan Kristen mendukung Yahudi / Zionisme untuk merebut tanah Palestina dari pihak Arab Muslim. Hal ini juga termasuk sumbangsih Kristen.
  28. Dunia Timur Tengah hancur porak poranda dicabik perang antar sesama mereka, dan persenjataan yang mereka gunakan berasal dari dunia Kristen. Itu adalah sumbangsih Kristen.
  29. PBB berdiri di New York, dan perang masih saja berkecamuk di Timur Tengah sebagai hasil adudomba pihak tertentu. Dan PBB adalah karya Kristen.
  30. Dan masih banyak lagi, tentunya daftar ini tidak berhenti sampai di sini, mengingat masih begitu banyak kiprah Kristen yang keji dan destruktif ………

Itulah sumbangsih Kristen di dalam sejarah yang telah berusia 2000 tahun, yang kesemuanya benar-benar di luar akal sehat. Kalau tidak ada Kristen di dunia ini, pasti tidak akan pernah ada Perang Dunia 1 dan 2, begitu juga dengan Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

Jesus di dalam Injilnya pernah berkata, …..

Matius

  • 7:15. Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
  • 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
  • 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
  • 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
  • 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
  • 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dari paparan ini, mungkin tidak perlulah menengok ayat Matius di atas yang notabene merupakan perkataan Jesus. Namun cukup jelas bagi seluruh umat dunia, bahwa Kristen tidak mempunyai kebajikan sedikit pun …. Yeahhhh memang ada satu perbuatan baik umat Kristen di dalam sejarah, yaitu membubarkan tradisi gladiator di kota Roma, namun itu hanya satu-satunya sumbangsih dunia Kristen kepada dunia, dan bahwa selebihnya adalah sumbangsih Kristen yang menjijikkan dan destruktif. Apakah ini yang dinamakan agama?

Kristen dikenal sebagai agama yang membolehkan umatnya bugil massal di tengah kota, Kristen dikenal sebagai agama yang membolehkan umatnya untuk makan daging apa saja, termasuk bangkainya, bahkan membolehkan umatnya mabok-mabokan semalaman tanpa harus merasa dosa. Dan Kristen dikenal sebagai agama yang membolehkan umatnya pamer aurat di sepanjang jalan kota ….. dan hal tersebut mereka anggap sebagai kebajikan …. kebajikan dari Tuhan Jesus mereka. Inikah yang dinamakan buah yang baik yang dihasilkan dari pohon yang baik?

Bukankah Jesus sendiri telah berkata di dalam Matius: 7:17 “

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik …….”.

Ayat ini tidak ada arti lain, kecuali bahwa kalau ada buah yang tidak baik, alias buah busuk dan jahat, maka pastilah buah itu tumbuh dari pohon yang tidak baik alias pohon Setan. Dan yang dimaksud dengan pohon Setan itu di paparan ini sudah jelas bernama agama ………???

Silahkan jawab sendiri ….. dan jawaban itu harus berdasar perkataan Jesus sendiri, dan ditambah fakta keseharian di muka bumi ini selama 2000 tahun.

Penutup.

Demikianlah, kisah mengenai agama Kristen yang merupakan agama mayoritas di dunia ini.

  • Banyak orang tersilau terhadap agama ini, mengingat agama ini mempunyai perkakas Gereja yang mewah dan parlente …..
  • bahwa agama ini hanya mengajarkan kasih Jesus yang demikian besar bagi orang percaya ……..
  • kebanyakan orang berfikir bahwa semua kecanggihan teknologi berasal dari umat Kristen, yang mana itu merupakan bukti akan kesaktian dan hikmah agama Kristen di muka bumi ….

Namun apakah Kristen harus dilihat melalui perkakas Gereja dan kecanggihan teknologi yang diperbuat umatnya? Sebagai perbandingan, lihatlah kepada umat Kristen Filipina, apakah mereka kayaraya dan cerdas? Lihatlah orang Kristen Afrika, apakah mereka kayaraya dan cerdas? Jangan lupa lihat juga orang Kristen Brasil dan Peru, apakah mereka kayaraya dan cerdas?

Barat memang cerdas, namun bukan karena mereka beragama Kristen. Mereka cerdas memang sudah dari sananya, dan tidak ada hubungannya dengan apa agama yang mereka anut. Jadi jangan menghubungkan kecerdasan orang Eropa dengan Kristen, karena Kristen yang sama di belahan bumi yang lain tetap melarat dan tidak cerdas ….. seharusnya penjelasan ini sudah cukup dapat dimengerti ….

Matius 12:33,

Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Wallahu a’lam bishawab!!

Bukti Bahwa Tuhan Jesus Gila Hormat

sdsd

Islam mengajarkan umatnya untuk salat wajib lima kali sehari semalam, yang mana shalat itu sendiri pasti berarti gerakan menyembah Tuhan, menyembah Allah Swt. Dengan kata lain, Tuhan di dalam Islam menuntut penyembahan dari umatNya lima kali sehari. Dan kalau ada orang Islam yang tidak shalat, maka orang itu dikatakan berdosa terhadap Tuhan. Dari narasi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Tuhan di dalam Islam adalah Tuhan yang gila sembah, yang gila hormat, yang menuntut disembah umatNya sebanyak lima kali sehari. Dikatakan gila sembah, karena Tuhan ini mengancamkan dosa dan hukuman bagi Muslim mana saja yang tidak salat.

Inilah yang selalu diingat orang Kristen mengenai Islam, di mana orang Kristen berfikiran bahwa Tuhan Islam selalu memaksakan umatNya (yaitu umat Muslim) untuk menyembahNya sebanyak lima kali sehari seumur hidup, dan kalau seorang Muslim tidak mau menyembahNya lima kali sehari, maka Tuhan akan begitu marah kepada Muslim tersebut. Ini namanya gila sembah. Ini namanya Tuhan di dalam Islam adalah Tuhan yang gila sembah.

Masih di dalam fikiran orang Kristen, Tuhan Kristen tidaklah gila sembah. Itu terlihat dari orang Kristen yang beribadah di Gereja hanya sekali seminggu. Itu pun mereka ke Gereja bukan untuk menyembah Tuhan, melainkan hanya untuk menerima sukacita dan kasih karunia dari Tuhan Jesus. Dengan latar belakang ini, orang Kristen yakin bahwa Tuhan Kristen sama sekali tidak gila sembah, sementara Tuhan Islam justru benar-benar gila sembah. Benarkah demikian?

Patut untuk diketahui di sini, bahwa justru sebenarnya Tuhan Kristen benar-benar merupakan sosok yang gila sembah. Ayat Perjanjian Lama di bawah ini membuktikan bahwa Tuhan Kristen merupakan sosok yang gila sembah, melebihi Tuhan Islam. Begini bunyi ayat tersebut,

Yeremia 23:15

TUHAN Yang Mahakuasa berkata, “Akan Kuberikan kepada para nabi di Yerusalem itu tanaman pahit untuk dimakan dan racun untuk diminum, karena mereka telah menyebabkan orang-orang di seluruh negeri tidak menghormati Aku.”

Ayat PL ini mengisahkan, betapa Tuhan Kristen hendak memberi racun kepada umat manusia di bumi LANTARAN mereka tidak menghormati Tuhan. Jadi, lantaran umat manusia TIDAK MAU MENGHORMATI TUHAN maka umat tersebut akan diberi racun oleh Tuhan hingga mati keracunan. Artinya apa?

Artinya adalah bahwa Tuhan Israel merupakan sosok Tuhan yang gila hormat. Dan bayangkan, karena umat manusia tidak hormat kepada Tuhan Israel, maka manusia-manusia tersebut akan diberi racun hingga tewas.

Kita dengar bahwa Kristen mengajarkan tentang Tuhan Kristen yang penuh kasih dan karunia kepada umat manusia. Kita mendengar bahwa Kristen adalah agama yang membawa cinta kasih  Tuhan: Tuhan penuh kasih, Tuhan penuh cinta bla bla bla ……

Namun justru pada ayat Yeremia ini, disampaikan bahwa Tuhan Kristen akan berlaku sadis dan bengis kepada manusia yang tidak mau menghormati Tuhan, nah buktinya Tuhan Kristen itu akan meracuni siapa saja yang tidak menghormatiNya hingga tewas keracunan. Lantas mengapa dikatakan bahwa Kristen mengajarkan bahwa Tuhan penuh cinta kasih? Di mana cinta kasih itu, kalau Tuhan nya saja akan meracuni manusia mana saja sampai tewas kalau tidak mau menghormati Tuhan?

Itu namanya pemaksaan. Itu namanya gila hormat.

Penutup.

Ketika orang Kristen melantangkan fikiran bahwa Tuhan Islam merupakan sosok yang gila sembah karena menuntut disembah lima kali sehari, maka hal tersebut tidaklah seberapa dibanding Tuhan Kristen sendiri yang akan meracuni siapa saja yang tidak mau menghormati Tuhan. Dan itu tertulis di dalam Perjanjian Lama kitab Yeremia.

Masalah Integritas Ayat.

Ayat Alkitab di atas, berakhir dengan kalimat ….

karena mereka telah menyebabkan orang-orang di seluruh negeri tidak menghormati Aku”.

Jadi ada frase “TIDAK MENGHORMATI AKU”. Bunyi dari ayat tersebut berasal dari Alkitab BIS, alias Bahasa Indonesia Sehari-hari.

Namun kemudian, versi lain dari Alkitab berbunyi lain, misalnya,

Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam -mengenai para nabi itu: “Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri”.

Versi ayat ini berasal dari Alkitab TB alias Alkitab Terjemahan Baru. Terdapat perbedaan yang kentara, antara bunyi ayat dari Alkitab BIS dengan bunyi ayat TB. Intinya, biar bagaimana pun jelas beda antara bunyi “TIDAK MENGHORMATI AKU” dengan bunyi “KEFASIKAN MELUAS KE SELURUH NEGERI”.

Pertanyaannya adalah, mengapa sampai bisa terjadi perubahan kata-kata? Mengapa harus ada perbedaan antara BIS dengan TB? Atau, apakah frase “KEFASIKAN MELUAS KE SELURUH NEGERI” adalah untuk memperhalus frase “TIDAK MENGHORMATI AKU”? Apakah ini berarti bunyi suatu ayat boleh diedit sesuka hati oleh para pihak Gereja?

Namun intinya tetaplah sama, Alkitab versi BIS masih tersedia, dan di sana tertulis betapa Tuhan marah besar karena manusia tidak menghormatiNya, sehingga Tuhan hendak meracuni manusia-manusia tersebut hingga tewas.

Inikah ajaran yang damai?

Wallahu a’lam bishawab.

Yahudi dan Kristen Diliputi Kekerasan

marah

Kapirit >>

eaaaa ….. eaaaaa….. rupanya nih jidat masih menghayal. coba ente kasih referensi ama ane, berita terdahulu atau sekarang kalo kaum yahudi dan Kristen selalu gontok-gontokan rebutin yerusalem secara actual dan kisahnya bener-bener ada ….jangan mengarangindahlagi.com deh lohh

Sophislam >>

Yeah ….. ini lagih!! Benar-benar subjektif banget!!

Di dalam Alquran, ada surah Alburuj. Di dalam surah itu dikisahkan kebencian antara kaum Yahudi dan Kristen, pra Islam. Dan itu terjadi di tanah Yaman. Raja Yaman kala itu, Zu Nuwas, beragama Yahudi, memberi pilihan susah untuk orang Kristen di sana, masuk Yahudi atau dibakar hidup-hidup. Orang Kristen di sana tetap teguh dengan keyakinan mereka. Maka mereka pun dipanggang hidup hidup oleh Raja Zu Nuwas. Namun salah satu dari mereka, bernama Simeon berhasil melarikan diri, dan melapor ke Gereja Romawi. Kemudian Raja Roma memerintahkan Kerajaan Kristen Ethiophia, dengan Rajanya Negus, turun tangan. Raja Negus mengirim Abrahah untuk menumpas habis orang Yahudi di Yaman tersebut. Sesampainya di Yaman (Sanaa), dengan mudah kerajaan Yahudi itu ditumpas habis, dan Raja nya Zu Nuwas dibantai.

Kerajaan Yaman pun segera menjadi kerajaan Kristen, dengan Abrahah sebagai Raja nya….

Dari kisah ini terlihat bahwa Yahudi dan Kristen selalu saling bunuh dan saling baker. Itu saja baru terjadi nya di Yaman, jauh dari Jerusalem. Nah apalagi di Jerusalem nya? Masih mau mikir bahwa di Jerusalem, Yahudi dan Kristen adalah umat yang selalu rukun? Haa haa haa haa haa ……

Sejak awal aja dah ketawan, betapa orang / pendeta Yahudi antipati terhadap Jesus, dan berusaha untuk membunuh Jesus. Nah sekarang jidat ini mau assert, bahwa Yahudi dan Kristen adalah umat yang rukun selalu??? Wahhhh, hebat banget

Mari Sambut Yesus Yang Penuh Damai Ini

MESRADAMAI

Tobelo merupakan sebuah kota kecamatan di Maluku Utara. Tragedi pembantaian Tobelo merupakan rangkaian kasus Ambon Berdarah yang terjadi sejak 19 Januari 1999. Kasus Tobelo sendiri berlangung mulai 24 Desember 1999 hingga 7 Januari 2000. Menurut catatan Tim Investigasi Pos Keadilan Peduli Ummat, 688 orang tewas dan 1.500 dinyatakan hilang.

Tragedi pembantaian di Tobelo ini, bermula ketika Sinode GMIH (Gereja Masehi Injil di Halmahera) mengkoordinir pengungsian umat Kristen ke Tobelo, yang jumlahnya mencapai 30.000 orang, yang dilakukan secara bertahap, sejak pertengahan November hingga awal Desember 1999. Puncaknya, pada Jumat 24 Desember 1999 malam (menjelang Hari Natal 25 Desember 1999) dengan beberapa buah truk, telah diangkut ratusan warga Kristen dari Desa Leleoto, Desa Paso dan Desa Tobe ke Tobelo. Dengan alasan untuk pengamanan gereja. Warga Kristen yang diangkut tersebut menggunakan atribut lengkap (seolah-olah mau perang), seperti kain ikat kepala berwarna merah, tombak, parang dan panah.

Mengetahui gelagat yang kurang baik dari warga Kristen tersebut, umat Islam Tobelo mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Saat itu umat Islam sedang dalam suasana menjalankan ibadah shaum ramadhan. Akhirnya pada 26 Desember 1999, pecahlah pembantaian yang dikesankan adanya kerusuhan, konflk horizontal. Padahal, sebelumnya tidak ada konflik apa-apa. Tragedi ini konon dipicu oleh adanya persoalan sepele berupa pelemparan batu terhadap rumah milik Chris Maltimu seorang purnawirawan polisi. Rupanya pelemparan terhadap rumah Chris Maltimu itu dijadikan trigger untuk aksi pembantaian yang sudah dirancang sebelumnya.

inilah-sumber-damai-yang-agung-itu-untuk-ambon-permai

Menurut Ode Kirani, warga muslim dari desa Togoliwa, kecamatan Tobelo, Halmahera, pada 27 Desember 1999, saat warga desa sedang menjalankan ibadah puasa, tanpa diduga sebelumnya ribuan masa kristen yang berasal dari desa tetangga (antara lain, Telaga Paca, Tobe, Tomaholu, Yaro, dan lain-lain) menyerang desa Togoliwa di saat subuh. Akibat serangan mendadak tersebut ribuan warga muslim di desa tersebut menemui ajal. Kebanyakan dari mereka terbunuh saat berlindung di masjid. (Ambon, Laskarjihad.or.id 16 03 2001).

Rabu, 29 Desember 1999, di Mesjid Al Ikhlas (Kompleks Pam) tempat diungsikanya para ibu dan anak-anak, terjadi pembantaian terhadap sekitar 400 (empat ratus) jiwa. Menurut penuturan saksi mata, ada korban yang sempat jatuh dicincang dan dijejerkan kepala mereka di ruas jalan. Ada juga beberapa wanita yang dibawa ke Desa Tobe (sekitar 9 KM ) dari Desa Togoliwa, kemudian dikembalikan dalam keadaan telanjang. Modus operasi yang dilakukan oleh kelompok merah mula-mula melakukan pemboman kemudian dilanjutkan dengan pembakaran, sehingga tidak ada satu pun yang lolos dari sasaran mereka.

Menurut sebuah sumber, total korban di Tobelo dan Galela mencapai 3000 jiwa, 2800 di antaranya Muslim. Namun demikian, angka yang diakui Max Marcus Tamaela yang kala itu menjabat sebagai Pangdam Pattimura adalah 771 jiwa. Meski angka itu masih jauh dari kenyataan, namun masih jauh lebih banyak dibanding dengan angka yang diakui Gus Dur yaitu ‘hanya’ lima orang saja.

Ketika pembantaian Tobelo terjadi, Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI. Bila menurut penglihatannya korban Tobelo-Galela hanya lima orang saja, kita harus maklum. Karena, pertama, Gus Dur itu pembela kaum minoritas. Kedua, penglihatannya memang terganggu. Kala itu, Menkopolkam dijabat oleh Wiranto, dan Panglima TNI dijabat oleh Widodo AS. Sayangnya, posisi mereka saat itu tidak bisa memperbaiki kualitas penglihatan Gus Dur terhadap kasus pembantaian umat Islam di sana. Padahal mereka juga beragama Islam.

oh-yesus-damaimu-telah-memelihara-muslim-ambon-haleluyah

Hajjah Aisyah Aminy, SH, yang kala itu menjabat sebagai anggota Komnas HAM, menyesalkan sikap aktivis LSM yang selama ini dikenal sebagai pejuang keadilan masyarakat, namun membisu ketika umat Islam yang jadi korban. Aisyah juga menyesalkan sikap media massa yang kurang antusias memberitakan peristiwa di Maluku itu. Tapi kalau yang mati adalah teman mereka sendiri, meski hanya satu orang seperti Munir, mereka heboh bukan main dengan membawa-bawa alasan pelanggaran HAM sampai ke hadapan Bush segala.

Bila kita mendasarkan pada angka yang diakui Tamaela, yaitu 771 jiwa, jumlah itu pun masih jauh lebih banyak dari korban Bom Bali Pertama dan Kedua. Apalagi bila ditambah dengan korban pembantaian yang dilakukan Tibo cs terhadap warga pesantren Walisongo, jumlah koran Bom Bali secara keseluruhan masih jauh lebih kecil. Namun perhatian dunia, kalangan LSM, kalangan pers, dan pemerintah Indonesia sendiri, kurang hirau bahkan cenderung mengabaikan korban Tobelo-Galela dan Poso (termasuk warga Pesantren Walisongo)

Kesaksian Korban Kerusuhan Maluku

Kebiadaban massa Kristen terhadap umat Islam di Maluku memang sungguh keterlaluan. “Ini merupakan peristiwa keji yang lebih sadis dari apa yang dilakukan PKI,” tegas Camat Galela, Drs. Ichwan Marzuki (Republika, 5/1). Dibawah ini hanyalah segelintir dari saksi hidup yang berani memberi kesaksian seputar kekejaman umat Kristen di Maluku.

Mufli M. Yusuf (15 th) SMP Al-Khairat Kelas III, Desa Popelo,Tobelo:

Rabu, (21/12/99) pk.09.00 WIT. Orang-orang Kristen dari Kampung Kusur Telaga Panca, dan Kao menyerang Desa Togolihua yang Muslim. Kami, ribuan umat Islam, berlindung ke Masjid al-Ikhlas. Masjid dikepung lalu di bom (bom pipa rakitan, menunjukkan bahwa pihak Kristen sudah mengadakan persiapan sebelumnya). Orang-orang kafir itu juga memanah ke dalam Masjid dengan panah yang telah dilumur darah babi. Sebagian dari mereka melempari Masjid dengan batu-batu besar hingga banyak tembok Masjid yang bolong. Kami yang ada di Masjid –kebanyakan anak kecil dan ibu-ibu– akhirnya menyerah setelah satu jam di gempur perusuh Kristen.

Orang-orang kafir itu lalu menyerbu ke dalam Masjid, lebih dari 500 orang Islam lari keluar Masjid. Ada yang masuk hutan, ada pula yang menyerah. Tubuh saya berlumur darah, mungkin sebab itu mereka mengira saya sudah mati. Di sekeliling saya ada banyak sekali, sekitar 600 orang, syahid dengan kondisi amat menyedihkan. Dalam penyerangan itu, saya lihat banyak muslimah yang ditelanjangi orang Kristen. Walau para muslimah itu berteriak-teriak minta ampun, tapi dengan biadab mereka diperkosa beramai-ramai di halaman Masjid dan di jalan-jalan. Setelah itu mereka di bawa ke atas truk, juga anak-anak kecilnya, katanya mau dipelihara oleh orang Kristen. Para muslimah yang tidak mau ikut langsung dicincang hidup-hidup. Orang kafir itu saling berebutan mencincang bagai orang berebutan mencincang ular.

Seorang muslimah digantung hidup-hidup lalu dibakar. Pukul 13.00 WIT, perusuh Kristen itu membakar habis Masjid dengan lebih 600 tubuh syuhada didalamnya. Saya yang penuh luka bakar dengan susah payah keluar dari Masjid lewat tembok yang bolong. Saya mencari orang Islam yang masih hidup, tapi tidak ada. Semua rumah penduduk Muslim juga sudah terbakar. Saya akhirnya bertemu dengan seorang Polisi Muslim dan dibawa ke Polsek. Saya dirawat selama tujuh hari bersama korban yang lain. Dan kini saya berada di suatu tempat di Ternate.

Ibu Musriah (40 th) Pengungsi asal Makian Talaga:

Saya juga berlindung di Masjid yang sama. Lebih dari 50 laki-laki Muslim dicincang termasuk suami saya. Bagian belakang kepala saya juga mereka tebas dengan golok, tapi alhamdulillah saya masih hidup. Telapak tangan saya ini ditembus panah. Saya dan tiga orang anak lainnya diselamatkan aparat Muslim.

Ibu Nurain (20 th):

Suami saya, Asnan Awal, telah syahid dibunuh orang kafir. Saya sendiri dalam peristiwa yang sama kena panah di panggul kiri. Di dalam Masjid, ibu-ibu dan anak-anak kecil banyak yang ketakutan. Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, banyak anak-anak usia balita diambil oleh orang Kristen dengan paksa. Saya memohon dengan lemah agar saya dan anak saya yang masih kecil (3 th) jangan dibunuh. Akhirnya bersama enam Muslimah lainnya, saya diikatkan kain merah di kepala dan di masukkan ke atas truk. Kami melewati Desa Kupa-Kupa, di Desa Usosiat, anak saya diambil dan diserahkan ke rumah pendeta. Saya waktu di Masjid juga melihat ada seorang Muslimah yang masih gadis dibakar hidup-hidup gara-gara tidak mau melayani syahwat orang kafir itu.

Ibu Yani Latif (17 th):

Suami saya telah syahid. Anak saya, yang masih bayi, Nita (13 bulan) diambil orang Kristen. Dengan truk saya juga dibawa ke Desa Kupa-Kupa, tapi saya melarikan diri dan kembali ke Togolihua. Masjid al-Ikhlas telah jadi puing dengan tumpukan mayat yang telah hangus terbakar.

Syahnaim (25 th):

Dua anak saya yang berusia enam dan tujuh tahun diambil orang Kristen. Sedang adiknya, Awi (2 th) dicincang mereka hingga syahid. Saya melihat sendiri, bagaimana sadisnya Bahrul (32 th) dibunuh orang kafir. Mayatnya disalib, dan naudzubillah, kemaluannya dipotong. Lalu potongannya itu disumpalkan ke mulut mayatnya. Seorang anak balita, Saddam (5 th) digantung lalu dibelah dari atas ke bawah seperti ikan. Nenek Habibab (80 th) digantung di pohon jeruk yang diikat dengan rambutnya di pohon lalu dicincang.

Hamida Sambiki (18 th), muslimah ini diambil paksa oleh orang Kristen dari Masjid An-Nashr Desa Popelo. Ayahnya yang berusaha menahan dibantai. Para perusuh Kristen merencanakan mau mengawinkan Hamida dengan anak pendeta di Tobelo. Namun oleh seseorang yang mengaku keluarga Nasrani, Hamida berhasil diselamatkan ke Polsek Tobelo. Hamida saat di Masjid An-Nashr melihat pembantaian umat Islam oleh perusuh Kristen.

Munir (25 th) dibakar hidup-hidup dan mulutnya disumpal kotoran manusia, Haji Man (70 th) dipenggal lalu kepalanya yang sudah terpisah dengan tubuhnya itu ditusuk dengan panah dan dibuat mainan diputar-putar di dalam Masjid. Hamida juga melihat bagaimana seorang Muslim, Malang (50 th), dibunuh secara sadis. Kemudian jantungnya diambil. Orang kafir yang mengambil jantungnya berkata, “Ini buat hadiah lebaran”

ambon01

.

ambon02

.

ambon03

Ridwan Kiley (29 th) dan Ibu Rahmah Rukiah, Keduanya penduduk Desa Lamo, Kecamatan Galela. Menuturkan kesaksiannya, setelah selamat dari ‘neraka’ pembantaian orang Kristen di Galela (26/12), di Islamic Centre, Ambon, seperti dikutip dalam Republika (5/1). Pada Ahad sore (26/12/99), Kecamatan Galela yang didiami mayoritas Muslim diserang massa Kristen dari tiga Kecamatan mayoritas Kristen: Loloda, Ibu, dan Tobelo. Penyerangan di Galcia, juga menimpa Desa Lamo. Pukul 14.00 siang lebih dari 7.000 massa Kristen menyerang. Sekitar 200 warga Muslim Desa Lamo bertahan. Perlawanan itu dipimpin Imam Masjid Nurul Huda, Ds. Lamo, H. Djailani. Saat itu, massa Kristen memotong puluhan ekor babi disepanjang kampung dan darahnya dilumuri ke senjata-senjatanya. “Wanita-wanita mereka juga bertelanjang dan menari-nari di sepanjang kampung,” kata Ridwan dan Ibu Rukiah. Tak berapa lama, serangan serentak dilakukan dan Desa Lamo dikepung. Dalam pertempuran, Imam Djailani menemui syahid. Dengan sadis mayat Imam Djailani di salib dan ditempatkan di perbatasan Desa Lamo dan Kampung Duma. Setelah beberapa jam tergantung di tiang salib, baru pada malam harinya mayat Imam Djailani diturunkan dan dikuburkan oleh warga Muslim yang berhasil menyelamatkan diri.

oh-yesus-oh-bible-oh-gereja-aku-kesengsem-padamu

—————————————–

Access from,

bantah-sibutatuli [dot] blogspot [dot] com/2010/09/mengenang-pembantaian-muslim-di-ambon.html

Access date, 23 Pebruari 2011

Kristen Yang Damai Memaksakan Agamanya

kristen-yang-damai-memaksakan-agamanya

Albaqarah 256: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ayat di atas adalah ayat yang terdapat di dalam Alquran, yang merupakan ayat dari Allah Swt yang diturunkan kepada umat Muslim seluruh Dunia. Seperti bunyinya, ayat di atas menegaskan bahwa memaksakan orang lain untuk memilih agama tertentu, adalah TERLARANG di dalam pandangan Allah Swt, buat selama-lamanya. Ini berarti, Islam melarang umatnya untuk perbuat pemaksaan kepada manusia lain untuk memeluk agama Islam.

Ayat ini pun mempunyai implikasi yang jelas yang tercermin di dalam peri kehidupan Nabi Muhammad Saw dan juga para sahabatnya. Tidak ada pernah tertulis di dalam lembaran sejarah di mana Muhammad Saw memaksakan agamanya kepada orang lain. Begitu juga dengan para sahabatnya sepeninggal Nabi Muhammad Saw. Hal itu dikarenakan kitabsuci mereka yaitu Alquran sudah melarang perbuat demikian.

Sejarah tentunya melihat, bahwa ketika Muhammad Saw dan para sahabatnya telah beroleh kontrol kekuasaan mutlak atas Mekah dan Madinah, kaum non Muslim TETAP EKSIS di kedua kota tersebut. Mereka tetap dapat hidup dengan aman dan tentram, dan hak mereka untuk menjalankan tatanan hidup sesuai dengan agama mereka tetap lestari. Dengan kata lain, Islam dan umat Muslim kala itu TIDAK PERNAH MENGUTAK-ATIK eksistensi kekafiran pada masa itu, padahal kaum Muslim sudah beroleh kekuasaan mutlak. Ini berarti, Muhammad Saw dan Pemerintahannya tidak melakukan pemaksaan agama Islam kepada mereka yang menolak Islam.

Tanpa disadari, sebenarnya adanya ayat Albaqarah 256 di dalam Alquran ini telah menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Keberadaan ayat Albaqarah 256 ini telah melengkapi dan menunjang kukuhnya predikat Islam sebagai agama yang sempurna, karena harus diakui bahwa ayat Albaqarah ini memang dibutuhkan UNTUK ADA bagi suatu agama, dan di dalam hal ini adalah agama Islam. Kita andaikan kebalikannya: jika ayat Albaqarah 256 ini tidak ada, maka MUSTAHIL Islam dapat dikatakan sebagai agama yang sempurna. Ingat, keberadaan ayat ini amat dibutuhkan untuk mengatur bagaimana kelak kaum Muslim memperlakukan Islam ini dengan anggun di dalam interaksi mereka dengan kaum di luar Islam.

Namun kebalikannya, di luar sana, nun, ada agama Kristen.

Di satu pihak, umat Kristen klaim bahwa Kristen adalah agama kasih karunia dari Tuhan mereka untuk seluruh umat manusia. Dan tentunya, bagi manusia penganut Kristen, pastilah Kristen dianggap sebagai agama yang sempurna. Namun pertanyaannya adalah, mengapa Alkitab tidak mempunyai ayat yang setara dengan ayat Alquran Albaqarah 256 ini????

Ada dua hal yang mendasar yang harus diperhatikan mengenai keberadaan ayat pemaksaan agama ini:

  1. Kristen diklaim sebagai agama kasih karunia, agama yang hanya mengajarkan damai untuk seluruh manusia.
  2. Kemudian, pastilah oleh orang Kristen, Kristen diklaim sebagai agama yang sempurna (kalau orang Kristen mengklaim Kristen tidak sempurna, maka mengapa juga orang Kristen itu memilih Kristen sebagai agama mereka?).

Namun bukankah sungguh ironis, Alkitab sebagai kitabsuci Kristen ini tidak mempunyai ayat yang senada dengan Albaqarah 256 ini? Pada intinya, dengan tiadanya ayat yang setara dengan Albaqarah 256 ini di dalam Alkitab, maka perbuat pemaksaan Kristen yang dilakukan oleh orang Kristen terhadap manusia lain agama supaya masuk Kristen TETAP MENJADI FAKTRA DAN TREND setiap masa di dalam kekristenan.

  1. Kalau lah Kristen diklaim sebagai agama kasih dan damai, maka seharusnya Alkitab mempunyai ayat yang setara dengan Albaqarah 256 ini, karena efek ayat tersebut akan MENDAMAIKAN dan menentramkan seluruh umat manusia. Dengan tidak adanya ayat seperti itu di dalam Alkitab, maka praktis seluruh umat manusia menjadi gelisah dan murka dengan adanya agama Kristen, karena Kristen di dalam pandangan mereka akan identik dengan pemaksaan agama. Alhasil, dengan tidak adanya ayat seperti ini, MAKA KRISTEN TIDAK DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI AGAMA KASIH DAN DAMAI.
  2. Dan kemudian, bagaimana mungkin Kristen akan dikatakan sebagai agama yang sempurna, jika ayat seperti Albaqarah 256 ini tidak dimiliki oleh Alkitab mereka? Alih-alih dikatakan sebagai agama sempurna, justru Kristen lebih tepat dikatakan sebagai agama YANG TIMPANG karena salah satu panduan untuk mengatur interaksi antar umat beragama TIDAK DIMILIKI. Ibarat rumah, apakah mungkin sebuah rumah dikatakan lengkap sementara rumah itu sendiri tidak mempunyai kamar mandi, misalnya? Alhasil, dengan tidak adanya ayat seperti ini, MAKA KRISTEN TIDAK DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI AGAMA YANG SEMPURNA.

Fakta.

Fakta yang kita temui adalah, betapa banyak kisah pemaksaan Kristen atas individu-individu lain yang dilakukan oleh manusia-manusia Kristen, TANPA MENGENAL perikemanusiaan dan kepantasan sedikit pun. Ini menyedihkan.

Dan alih-alih Kristen mengajarkan bahwa memaksakan agama kepada orang lain adalah terlarang menurut Tuhan mereka, alih-alih Alkitab mempunyai ayat yang setara dengan ayat Albaqarah 256 ini, justru Kristen dan Alkitab mengajarkan bahwa MEMAKSA ORANG LAIN untuk menjadi Kristen ADALAH KESALEHAN …

Lukas 14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk karena rumahku harus penuh.

Ayat ini, yang BERTOLAK BELAKANG dari makna Albaqarah 256, telah menjadi alasan bagi orang Kristen untuk perbuat segala cara yang keji dan menjijikkan untuk memurtadkan umat manusia, khususnya kaum Muslim. Dengan kata lain, orang Kristen telah mencampur-adukkan yang baik dengan yang buruk, antara Jesus yang di dalam pandangan mereka baik, dengan cara-cara mereka yang busuk dan keji untuk mengkristenkan banyak individu. Dan pada akhirnya, menurut pandangan mereka, Jesus yang baik itu ADALAH SUDI untuk dicampur-adukkan dengan kebusukan dan kekejian yang dilakukan oleh para pengikutnya. Sungguh ironis.

Kembali ke Islam. Islam tidak pernah mengajarkan apa yang diajarkan oleh Kristen, yaitu agama kasih dan damai. Muslim tidak pernah mengajarkan bahwa Islam hanya mengajarkan kasih dan damai. Namun begitu, justru Islam mempunyai ayat Albaqarah 256 ini yang mencerminkan bahwa Islam tidak mentolerir segala perbuatan yang tidak adil, yang tidak pada tempatnya, dan yang keji atas seluruh umat manusia.

Namun kebalikannya, Kristen yang digadang-gadangkan sebagai agama kasih dan damai, justru TIDAK MEMPUNYAI AYAT yang setara dengan Albaqrah 256 ini. Sungguh kebalikan.

Albaqarah 272: Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.

Berikut adalah cuplikan dialog yang menggambarkan praktek-praktek pemurtadan yang keji alias pemaksaan yang dilakukan oleh orang Kristen atas kaum Muslim.

Diambil dari,

http://answering.wordpress.com/2012/02/29/subhanallah-kepala-suku-asmat-dan-keluarga-masuk-islam-dan-akan-diikuti-kaumnya/

Access date 13 Maret 2012.

____________________

Jack

March 1, 2012 at 10:10 am

terbalik jeng, yang ada kalau ikut yesus minimal dapet indomie kalau mau bukti monggo dateng ke kota pati jawa tengah, sekitar tahu 2004 ada pengobatan masal n bantuan GRATIS di alun2 kota pati asal pesertanya mau masuk kristen.

______________

Jack

March 1, 2012 at 12:35 pm

monggo silahkan dicek sendiri ke lokasi bung, tanya warga yang tinggal di sekitar alun2 kota pati. yang ada malah pernah seorang pendeta dan keluarganya dari jawa barat yang sampai lari ke pati minta perlindungan karena masuk islam (cek di smk muhammadiyah 01 pati) kalau anda tidak percaya

______________

andi

March 1, 2012 at 12:35 pm

@andi: yang rendah itu para pendakwah sampeyan, yang menarik umat dengan indomie bukan kesadaran beragama, tp iming2 ekonomi.

______________

haidar

March 1, 2012 at 10:47 am

sampai sekarang di purwokerto juga masih ada, dedengkotnya tuh ada di purbalingga ( dengan misi mengkristenkan desa tertinggal di kab banyumas )

______________

Jack

March 1, 2012 at 11:18 am

di padang malah jauh lebih ngeri bung cara yang dipakai. lewat penculikan, pemerkosaan dan lewat bantuan jin

______________

Jack

March 1, 2012 at 12:29 pm

wakakakakaka mana ada maling yang mau ngaku bung???

lawong korban sendiri mengaku dipaksa membaca alkitab ketika kesurupan bukan disuruh membaca Al Quran, lagian untuk apa mengislamkan orang yang sudah islam bung???

(cek sendiri di pesantren putri di tunggul hitam Padang) kalau anda mau nanti tak kasih alamatnya

kemudian ada siswi MAN padang yang diculik kemudian diperkosa oknum anggota PDAM yang beragama kristen (cek di MAN gunung pangilun padang). kalau yang ini sangat heboh bung

______________

alfa

March 1, 2012 at 11:51 am

ups ….keren amat komentarnya bung tulalit tentang bagaimana beratnya perjalanan seorang murtadin..

Dalam kesaksiannya, keempat saksi yang juga korban pemurtadan, mengaku dipaksa membaca Injil dan dianiaya oleh para terdakwa. Keterangan para saksi, antara lain Warso bin Karyono, Uminah (istri Warso), Mutmainah, dan Siti Dariah, disampaikan dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Hari Budi, SH, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (15/3). Menurut penuturan Warso, salah seorang saksi, dirinya dipaksa menuruti kemauan Elwin dan Bambang. ‘’Saya dipaksa membaca Injil dan harus mengeluarkan air mata bertobat terhadap Tuhan Yesus. Kalau tidak bisa, saya diancam, mata saya mau dicongkel pakai pisau lipat,’’ tutur Warso dalam kesaksiannya. Selain dipaksa membaca Injil, kata Warso, dirinya juga dipukul oleh Bambang dan Elwin di bagian wajah, kepala, dan punggung. Sementara saksi Mutmainah, adik ipar Warso, mendapat perlakuan yang paling sadis. ‘’Saya dianggap kuntilanak,’’ cetusnya. Karena itu, kata Mutmainah, kepalanya ditusuk-tusuk dengan pisau dan dipantek paku sampai berdarah.

sumber : http://mualaf.blogsome.com/2008/05/04/warso-dianiaya-dan-dipaksa-baca-injil/

Inikah yang dimaksud perjalanan spiritual yang kuat ?

_____________

hampa

March 1, 2012 at 12:22 pm

Hanya melengkapi……

Mahanaim Membaptis Ratusan Umat Islam dengan Cara Menipu

Misionaris radikal Kelompok Mahanaim Bekasi menipu ratusan umat Islam untuk dibaptis massal di Perumahan Kemang Pratama Regency.

Rabu siang (23/6/2010), sekitar lima ratusan warga Muslim di kawasan Senen, Jakarta Pusat diangkut ke kawasan elit Bekasi menggunakan 14 buah bus mini Kopaja. Mereka dijanjikan rekreasi, jalan-jalan dan renang gratis oleh para koordinator. Ternyata janji refreshing gratis itu bohong belaka. Mereka malah diboyong ke sebuah rumah tingkat beralamat di jalan Komala 2 di blok L nomor 14.

Warga yang sebagian besar ibu-ibu dan nenek-nenek berjilbab ini langsung digiring ke kolam renang yang tak seberapa luas. Ternyata rumah berlantai dua ini adalah milik Hendry Leonardi Sutanto, ketua Yayasan Kristen Mahanaim. Koordinator acara baptis massal tersebut adalah Andreas Dusly Sanau.

Andreas adalah pengurus Mahanaim yang dua tahun sebelumnya, menjadi panitia acara “Bekasi Berbagi Berbahagia” (B3). Ahad 23 November 2008 silam, Mahanaim menipu umat Islam dengan kedok lomba tumpang se-Bekasi yang akan dimasukkan ke MURI (Musium Rekor Indonesia). Ternyata pada acara tersebut peserta dimandikan di kolam buatan di lapangan sebagai prosesi pembaptisan. Para korbannya kebanyakan wanita dari anak-anak, remaja hingga nenek-nenek berjilbab.

______________

giraffe

March 1, 2012 at 9:36 pm

ada yg tinggal di kampung sawah? disitu juga sering ada kristenisasi

-=o0o=-

Penutup.

Akhirnya tepat sekali jika kita berkesimpulan, bahwa pemaksaan pemurtadan yang dilakukan oleh orang Kristen terhadap khususnya kaum Muslim, memang benar merupakan ajaran dari Alkitab itu sendiri. Selama tidak ada ayat Alkitab yang melarang pemaksaan, maka dapatlah diyakinkan bahwa inti dari Kristen adalah pemaksaan. Bahkan dibalik itu, justru Alkitab mempunyai ayat yang mengajarkan bahwa orang Kristen diberi mandat suci untuk memaksa orang lain untuk percaya kepada trinitas – Lukas 14:23.

Dan kalau orang Kristen selalu diyakinkan bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai, maka mengapa pemaksaan trinitas atas orang lain menjadi inti ajaran dari agama tersebut?

Di luar itu, kaum Muslim di seluruh Dunia benar-benar merasa tergoncang dengan munculnya portal Faithfreedom, yang salah satu fitnah terbesar yang portal ini lancarkan adalah, bahwa Islam adalah agama pemaksaan, baik memaksa orang lain untuk masuk Islam, atau pun memaksa Muslim yang murtad untuk kembali ke Islam, kalau tidak maka MAUT resikonya. Namun bukankah semua kita secara intelektual mengakui, bahwa Kristen lah dengan Alkitab nya yang mengajarkan bahwa memaksa manusia lain untuk percaya kepada trinitas sebagai suatu kesalehan?

Hukum Bakar Dalam Hukum Kasih Kristus

hukum-bakar-dalam-hukum-kasih-kristus

Bagian Satu.

Hukum Kasih atau Hukum yang terutama adalah inti ajaran Yesus Kristus yang terdapat pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28.

Hukum ini diungkapkan Yesus ketika ada orang-orang Farisi yang ingin mencobai Yesus dan menanyakan “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (Matius 22:36)

“Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Kasih

Access date 24 Pebruari 2012.

_____________________

……….. Artinya, prinsip hukum Taurat tetap ada dalam iman kristiani. Tetapi pelaksanaannya telah disempurnakan, dirumuskan ulang, direformulasikan sekaligus direvitalisasikan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!

Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan Firman ke 1-5 dalam Dasa Titah. Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (Firman ke 6); berzinah (Firman ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (Firman 6-10)

10 Firman (Dasa Titah) misalnya yang menulis “Jangan ini, jangan itu” harus kita akui, memang cenderung negatif. Juga bermacam-macam perintah yang tersebar dalam ke-5 kitab Musa itu berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif “Hendaklah begini atau begitu”. Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan. Dan tidak hanya berhubungan dengan 10 Firman saja yang merupakan bagian dari Hukum Taurat, melainkan Hukum Kasih adalah merangkum seluruh Taurat yang berisi 613 perintah!

Tuhan Yesus merangkum Taurat itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan Hukum Kasih sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).

Firman dalam PL tetap merupakan Firman Allah bagi orang percaya, sebab semuanya adalah dasar dari Perjanjian Baru.

Kita tidak akan bisa mengerti arti “kurban Yesus” tanpa melihat dan memahami dosa asal yang diperbuat Adam-Hawa.

Kita tidak akan mengerti terminologi “Anak Domba Allah” tanpa mempelajari prinsip-prinsip pengampunan dosa yang ada di Perjanjian Lama, kurban bakaran, kurban pengampunan dosa dll.

Dengan demikian, Yesus telah menggenapi Taurat dan menyempurnakannya.

Pada beberapa keterangan Alkitab “Menggenapi” berarti “Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik”.

Access from,

http://www.sarapanpagi.org/hukum-kasih-vt344.html

Access date 24 Pebruari 2012.

_________________

………. Dalam Yesaya 52 & 53 Tertulis tentang Pengorbanan Tuhan Yesus di Kayu Salib,itu semua karena Tuhan Itu Baik dan mengasihi kita, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. KasihNya tidak berubah. Pada Paskah ini marilah kita Mengingat kembali akan Pengorbanan Yesus, dan hari ini dia Bangkit untuk menyelamatkan kita orang-orang berdosa.

Yohanes 3:16,

Dikatakan dalam Yohanes 3 bahwa begitu besar Kasih Allah akan dunia ini sehingga dia mengaruniakan AnaknYa yg Tunggal yaitu Yesus Kristus, untuk menebus dosa kita, dan membebaskan kita dari kegelapan.

Yesus disiksa, dicela, mengorbankan diriNya di Kayu Salib supaya kita tidak binasa dan beroleh Hidup yang kekal, ini semua karena Tuhan begitu mengasihi saudara dan saya. Karena inilah makna Paskah yang Sesungguhnya, bahwa kita telah ditebus dengan harga yang mahal, yaitu darah Yesus yang tercurah di kayu salib  telah menebus & menyelamatkan kita.

Acceess from,

http://menara-fm.com/rohani/karena-begitu-besar-kasih-allah.html

Access date 24 Pebruari 2012.

_________________

Bagian Dua.

…………. Anggota ordo itu banyak duduk dalam lembaga Great Inquisition, yang bermula dibangun Paus Innocent III (1198 -1216) dan terkenal mengerikan karena ragam siksaan dan hukum bakar hidup-hidup yang dijatuhkannya atas setiap orang yang dipandang menyebarkan ajaran Bid’at ataupun mengemukakan hasil-hasil penemuan ilmiah yang dipandang bertentangan dengan ajaran agama Kristen, seperti hukuman bakar hidup atas John Huss (1374-1415), hukuman bakar hidup-hidup terhadap Jean D’Arc (1412-1431), hukuman bakar hidup-hidup terhadap Giordano Bruno (1548-1600), penahanan dan siksaan terhadap Galilio Galilei (1564-1642) sampai menyatakan “taubat” dari penemuan ilmiahnya. Sepanjang sejarah, korban lembaga Great Inquisition itu mencapai puluhan ribu orang.

Access from,

http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Gereja&table=issi&id=29

Access date 24 Pebruari 2012.

_________________

Pembunuhan dengan cara dibakar hidup-hidup merupakan hukuman yang digunakan Gereja di masa lalu. Berdasarkan catatan sejarah, penguasa Roma telah mengeksekusi  banyak sekali orang Kristen awal dengan cara dibakar hidup-hidup. Catatan ini juga mengatakan bahwa walaupun mereka lolos dari hukuman bakar tapi mereka tidak bisa lolos dari hukuman penggal.

Dalam Bibel ada hukuman yang disebut Serefa, tapi bukan membakar hidup-hidup manusia pada sebuah iang kayu. Lebih kejam agi, hukuman ini adalah dengan memanaskan timah hingga memerah dan cair dan kemudian dipaksakan masuk ke dalam mulut terhukum. Kematian terjadi sangat cepat seiring dengan terbakarnya seluruh urat-urat dan pembuluh darah di leher. Ini adalah salah satu bentuk dari empat cara hukuman mati, yang lainnya adalah di lempari batu, pemenggalan dan gantung.

Kaisar Roma Justinian memerintahkan hukuman mati dalam api, tanpa boleh berwasiat dan penyitaan seluruh milik pribadi oleh negara sebagai hukuman bagi orang-orang yang bertentangan akidah dengan katolik, hal ini di tulis dalam Codex Luxtiniani, yang kemudian di sah kan oleh penerusnya yaitu Kaisar Arkadius dan Flavius Augustus Honorius.

Tahun 1184 Muktamar Gereja di Verona melegalkan hukuman bakar hidup-hidup sebagai hukuman resmi untuk orang-orang yang tidak seakidah. Keputusan ini dikuatkan kembali dalam konsili ke-IV Lateran pada 1215, Muktamar gereja di Touluose pada 1229, dan sejumlah pemimpin agama juga pemimpin negara hingga abad ke-17.

Di antara sekian banyak yang telah menjalani hukuman ini antara lain yang terkenal adalah Jacques de Molay (1314), Jan Hus (1415), St joan of Arc (may 30,1431), William Tyndale (1536), Michael Servetus (1553), dan Thomas Cranmer (1556) yang juga di bakar hidup-hidup.

Imam-imam Kahtolik diancam hukuman mati, kalau ketahuan berkarya di wilayah kekuasaan VOC. Pada 1924, Pastor Egidius d’Abreu SJ dibunuh di Kastel Batavia pada zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen, karena mengajar agama dan merayakan Misa Kudus di penjara.

Access from,

http://www.globalmuslim.web.id/2011/11/siapa-yang-melompati-wewenang-tuhan.html

Access date 24 Pebruari 2012.

___________________

Bagian Tiga.

Dua bagian di atas memaparkan telah terjadinya kejahatan kemanusiaan yang menjijikkan yang dilakukan oleh Gereja. Kejahatan tersebut mereka kemas di dalam bentuk penghukuman Gerejani, kepada individu-individu yang mereka vonis sesat atau bidat, khususnya di dalam bentuk Hukum bakar hingga mati, atau menuangkan cairan logam yang meleleh ke dalam mulut terhukum hingga mati.

Islam, di lain pihak, mengajarkan bahwa menghukum mereka yang berdosa itu ADA BATASNYA. Dengan kata lain, Islam tidak pernah memberi peluang bagi umatnya untuk semena-mena di dalam hal menerapkan hukuman. Mungkin seseorang telah berdosa alias berbuat kesalahan. Namun, sementang-mentang seseorang telah berbuat dosa, maka pemimpin umat dapat menghukum dengan cara apapun yang ia sukai. Hal itu tidak ada di dalam Islam.

Di dalam suatu Alhadis Qudsi, Allah berfirman,

“………..sungguh mengazab dengan api hanyalah hak-Ku…..”.

Sesama mahluk, mungkin akan (atau harus) menghukum mahluk lainnya. Atau bahkan ingin memusnahkan mahluk lainnya. Sampai pada level yang memprihatinkan, Allah mempersilahkan hal tersebut. Namun Allah berpesan, LAKUKANLAH HAL ITU. NAMUN JANGAN MENGGUNAKAN API UNTUK TUJUAN ITU. Karena menghukum atau memusnahkan, atau mencabut nyawa dengan api, HANYALAH HAK ALLAH.

Aplikasinya beragam. Pertama yang jelas sekali adalah, tidak boleh meng-eksekusi mati manusia dengan menggunakan api, alias dibakar hidup-hidup. Termasuk di sini juga, mematikan hewan dengan cara dibakar hidup-hidup. Misalnya, ingin menyantap ikan bakar. Di dalam keadaan masih hidup, ikan tersebut langsung diceburkan ke dalam api, sehingga si ikan merasakan pedihnya api di detik-detik terakhir kehidupannya. Hal itu amat berdosa. Atau, memasukkan ikan yang masih hidup ke dalam air mendidih sehingga para ikan itu merasakan panas yang mematikan mereka. Berdosa. Kalau ingin memanggang ikan, atau menggoreng ikan, maka pastikanlah si ikan telah mati, mati yang bukan karena dibakar.

Memusnahkan tikus-tikus yang membandel dengan cara menyiramkan minyak tanah, kemudian menyulut api sehingga semua tikus terbakar hidup-hidup hingga mati. Ini sungguh berdosa.

Pun, memberi hukuman supaya jera dengan cara menjejalkan lidah api kepada terhukum sehingga terhukum merasa kesakitan, juga tidak boleh.

Islam mengajarka larangan yang demikian, adalah sebagai implementasi bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Rahman. Api adalah zat yang menimbulkan sakit yang luar biasa, lebih sakit dari apa pun. Oleh karena itu Allah tidak ridha jika api itu digunakan oleh satu mahluk untuk menyengsarakan mahluk hidup lainnya. Cukup Allah saja Yang menggunakan api itu sebagai alat penghukuman, yaitu api Neraka untuk para pendosa. Maka paripurnalah sudah penjelasan dan bukti bahwa Allah amat sayang kepada mahlukNya, meski mahluk tersebut adalah mahluk-mahluk yang berdosa (ketika di Dunia).

Sophislam,

Hukum kasih?

Pada saat pertama umat manusia diyakinkan oleh Gereja dengan kebohongannya bahwa inti daripada ajaran Jesus adalah kasih, kasih Tuhan. Mereka kaum Gerejani selalu memperbarui kebohongannya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab berkenaan betapa kasihnya Tuhan Gereja.

Namun sungguh ironis, agama yang manusia-manusianya selalu teriak-teriak tentang kasih Tuhan yang tidak terhingga, justru paling di depan di dalam mempraktekkan kekejian atas nama agama / Alkitab tersebut.  Gereja mengambil inisiatif untuk menerapkan Hukum bakar kepada anak-anak manusia hingga tewas, TANPA PERASAAN sedikit pun. Sungguh mereka, kaum Gereja itu, menerapkan Hukum bakar itu justru atas nama Alkitab, atasnama kemurahan Tuhan. Tidakkah itu ironis? Kutipan artikel di atas telah menunjukkan bahwa telah banyak manusia yang tewas di dalam keadaan hangus bin mateng di atas tumpukan kayu bakar, yang mana ketewasannya itu adalah atas perintah Gereja.

Lantas di mana itu KASIH Allah? Di satu pihak orang Kristen klaim bahwa Allah adalah kasih. Namun di pihak lain, Gereja menerapkan Hukum bakar hidup-hidup kepada para pendosa, atasnama nama Allah mereka! Kalau lah memang benar bahwa Allah Gereja itu penuh kasih, maka seharusnya umat mereka TERBEBAS dari diberlakukannya Hukum bakar yang amat menyengsarakan tersebut. Namun faktanya?

Sungguh, yang sebenarnya adalah, bahwa agama Kristen itu JAUH SEKALI dari kasih Allah. Tidak ada itu yang namanya kasih Tuhan di dalam agama Kristen, karena yang ada di dalam Kristen hanya lah kebengisan dan kekejian (not to mention, abmoralitas seperti kemesuman, riba, pesta seks, patung-patung telanjang, makan daging segala hewan tanpa pandang bulu dan lain lain). Buktinya? Kristen telah benar-benar hebat di dalam hal mempraktekkan Hukum bakar untuk manusia. Itu adalah tanda bahwa kasih tidak pernah ada di dalam agama Kristen.

Kebalikannya, Islam benar-benar mengajarkan bahwa Allah Swt adalah Tuhan Yang Pengasih. Buktinya, di dalam pembahasan ini, Allah melarang manusia menggunakan api untuk menyengsarakan atau menghukum mati manusia lain. Allah faham bahwa api akan mendatangkan rasa sakit yang luar biasa. Karena Allah maha Penyayang-lah, maka Islam melarang umat Muslim untuk menggunakan api sebagai alat penghukuman. Tidak seperti di dalam agama Kristen atau lainnya.

Adanya Alhadis di atas yang berbunyi bahwa Allah melarang manusia untuk menggunakan api sebagai alat penghukuman, adalah bukti bahwa Allah adalah Maha Penyayang. Kebalikannya, jika kita semua harus percaya bahwa Kristen adalah agama kasih Tuhan, maka seharusnya Alkitab khususnya Perjanjian baru mempunyai ayat yang bunyinya seperti Alhadis tersebut. Fakta bahwa ayat seperti dimaksud tidak ada di dalam Perjanjian baru, maka mau tidak mau itu berarti Kristen bukanlah agama kasih, sedikit pun. Dan karena ketiadaan ayat seperti itu di dalam Alkitab, akibatnya adalah fatal: masyarakat Kristen adalah masyarakat yang gemar menghukum mati musuh-musuh mereka dengan cara dibakar hidup-hidup.

Percuma orang Kristen setiap hari teriak-teriak binti jerit-jerit bahwa Tuhan Bapa mereka penuh kasih sambil melantunkan ayat-ayat Alkitab yang menyiratkan demikian. Selama tidak ada Alhadis seperti yang dimiliki Islam itu, maka selama itu juga berarti bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Jesus adalah Tuhan-Tuhan yang bengis, karena mengajarkan dan membiarkan orang Kristen mengadopsi Hukum bakar hidup-hidup atas para pendosa. Sejarah orang Kristen pada masa silam sudah membuktikan hal tersebut.

________

Note,

Saya sebagai penulis dari artikel ini, akan segera menarik artikel ini, JIKA ada pembaca Kristen yang dapat menunjukkan ayat Alkitab yang menjelaskan bahwa Tuhan Alkitab JUGA menolak hukum bakar hidup-hidup ini. Terima kasih.

Mendoktrin Anak Membenci Agama Lain

mendoktrin-anak-membenci-agama-lain

Ada tuduhan, bahwa keluarga Muslim selalu mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci agama lain, khususnya di dalam hal ini Kristen. Hal ini terlihat dari begitu banyaknya individu-individu Muslim yang membenci agama Kristen, dan juga terlihat dari munculnya pengakuan-pengakuan beberapa Muslim mengenai hal tersebut.

Namun di balik itu, juga terdapat tuduhan bahwa keluarga Kristen selalu mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci agama dan umat Islam. Gereja bahkan mempunyai peran yang amat signifkan di dalam hal ini. Terdapat begitu banyak page di internet khususnya yang mengekspresikan kegelisahan seorang manusia Kristen yang teramat membenci Islam karena sejak kecil manusia ini selalu diarahkan oleh keluarganya yang Kristen taat untuk membenci agama Islam tersebut.

Jika suatu saat Suatu hal disebut tuduhan, maka saat berikutnya harus ada pembuktian untuk mengukuhan tuduhan tersebut. Jadi, benarkah bahwa keluarga Muslim selalu mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci agama Kristen, dan benarkah bahwa keluarga Kristen plus Gereja selalu mendoktrin para yunior mereka untuk membenci agama Islam sedemikian rupa? Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah fair bila suatu keluarga atau suatu institusi berbasis keagaman menanamkan kebencian kepada agama lain atas anggota-anggota mereka yang yunior?
Kita harus melihat dengan teliti bahwa ‘buah’ dari indoktrinisasi kebencian terhadap para yunior tersebut adalah kandasnya semangat tolerasi antar umat beragama di tengah masyarakat dan kehidupan berbangsa. Kita, siapa pun kita, harus mencegah kandasnya toleransi tersebut, atau setidaknya berjuang supaya semangat toleransi tetap semarak di tanah air ini.

Melihat Kenyataan.
Pertama. Kasus Tanjung Priok.
Senin, 10 September 1984. Seorang oknum ABRI beragama Katholik, Sersan Satu Hermanu, mendatangi mushala As-Sa’adah untuk menyita pamflet berbau ‘SARA’. Namun tindakan Sersan Hermanu sangat menyinggung perasaan ummat Islam. Ia masuk ke dalam masjid tanpa melepas sepatu, menyiram dinding mushala dengan air got, bahkan menginjak Al-Qur’an. Warga marah dan motor motor Hermanu dibakar. Buntutnya, empat orang pengurus mushala diciduk Kodim. Upaya persuasif yang dilakukan ulama tidak mendapat respon dari aparat. Malah mereka memprovokasi dengan mempertontonkan salah seorang ikhwan yang ditahan itu, dengan tubuh penuh luka akibat siksaan.

Rabu. 12 September 1984. Mubaligh Abdul Qodir Djaelani membuat pernyataan yang menentang azas tunggal Pancasila. Malamnya, di Jalan Sindang, Tanjung Priok, diadakan tabligh. Ribuan orang berkumpul dengan semangat membara, disemangati khotbah dari Amir Biki, Syarifin Maloko, Yayan Hendrayana, dll. Tuntutan agar aparat melepas empat orang yang ditahan terdengar semakin keras. Amir Biki dalam khotbahnya berkata dengan suara bergetar, “Saya beritahu Kodim, bebaskan keempat orang yang ditahan itu sebelum jam sebelas malam. Jika tidak, saya takut akan terjadi banjir darah di Priok ini”. Mubaligh lain, Ustdaz Yayan, bertanya pada jamaah, “Man anshori ilallah? Siapa sanggup menolong agama Allah ?” Dijawab oleh massa, “Nahnu Anshorullah ! Kami siap menolong agama Allah !” Sampai jam sebelas malam tidak ada jawaban dari Kodim, malah tank dan pasukan didatangkan ke kawasan Priok. Akhirnya, lepas jam sebelas malam, massa mulai bergerak menuju markas Kodim. Ada yang membawa senjata tajam dan bahan bakar. Tetapi sebagian besar hanyalah berbekal asma’ Allah dan Al-Qur’an. Amir Biki berpesan, “Yang merusak bukan teman kita !”

Di Jalan Yos Sudarso massa dan tentara berhadapan. Tidak terlihat polisi satupun, padahal seharusnya mereka yang terlebih dahulu menangani (dikemudian hari diketahui, para polisi ternyata dilarang keluar dari markasnya oleh tentara). Massa sama sekali tidak beringas. Sebagian besar malah hanya duduk di jalan dan bertakbir. Tiba-tiba terdengar aba-aba mundur dari komandan tentara. Mereka mundur dua langkah, lalu … astaghfirullah! Tanpa peringatan terlebih dahulu, tentara mulai menembaki jamaah dan bergerak maju. Gelegar senapan terdengar bersahut-sahutan memecah kesunyian malam. Aliran listrik yang sudah dipadamkan sebelumnya membuat kilatan api dari moncong-moncong senjata terlihat mengerikan. Satu demi satu para syuhada tersungkur dengan darah membasahi bumi. Kemudian, datang konvoi truk militer dari arah pelabuhan, menerjang dan melindas massa yang tiarap di jalan. Dari atas truk, orang-orang berseragam hijau tanpa nurani gencar menembaki. Tentara bahkan masuk ke perkampungan dan menembak dengan membabi-buta. Tanjung Priok banjir darah.

Pemerintah dalam laporan resminya yang diwakili Panglima ABRI, Jenderal L. B. Moerdani, menyebutkan bahwa korban tewas ‘hanya’ 18 orang dan luka-luka 53 orang. Namun dari hasil investigasi tim pencari fakta, SONTAK (SOlidaritas Nasional untuk peristiwa TAnjung prioK), diperkirakan sekitar 400 orang tewas, belum terhirung yang luka-luka dan cacat. Sampai dua tahun setelah peristiwa pembantaian itu, suasana Tanjung Priok begitu mencekam. Siapapun yang menanyakan peristiwa 12 September, menanyakan anak atau kerabatnya yang hilang, akan berurusan dengan aparat.

Sebenarnya sejak beberapa bulan sebelum tragedi, suasana Tanjung Priok memang terasa panas. Tokoh-tokoh Islam menduga keras bahwa suasana panas itu memang sengaja direkayasa oleh oknum-oknum tertentu dipemerintahan yang memusuhi Islam. Terlebih lagi bila melihat yang menjadi Panglima ABRI saat itu, Jenderal Leonardus Benny Moerdani, adalah seorang Katholik yang sudah dikenal permusuhannya terhadap Islam. Suasana rekayasa ini terutama sekali dirasakan oleh ulama-ulama di luar tanjung Priok. Sebab, di kawasan lain kota Jakarta sensor bagi para mubaligh sangat ketat. Namun entah kenapa, di Tanjung Priok yang merupakan basis Islam itu para mubaligh dapat bebas berbicara bahkan mengkritik pemerintah, sampai menolak azas tunggal Pancasila. Adanya rekayasa dan provokasi untuk memancing ummat Islam dapat diketahui dari beberapa peristiwa lain sebelum itu, misalnya dari pembangunan bioskop Tugu yang banyak memutar film maksiat diseberang Masjid Al-Hidayah. Tokoh senior seperti M. Natsir dan Syafrudin Prawiranegara sebenarnya telah melarang ulama untuk datang ke Tanjung Priok agar tidak masuk ke dalam perangkap. Namun seruan ini rupanya tidak sampai kepada para mubaligh Priok. Dari cerita Syarifin Maloko, ketua SONTAK dan mubaligh yang terlibat langsung peristiwa 12 September, ia baru mendengar adanya larangan tersebut setelah berada di dalam penjara. Rekayasa dan pancingan ini tujuannya tak lain untuk memojokkan Islam dan ummatnya di Indonesia.

Access from,

http://gambang.wordpress.com/2008/02/28/tragedi-tanjung-priok-jakarta-1984/
Access date 14:29 27/01/2012

Kedua. Kasus Ambon.
Tragedi berdarah di Ambon dan sekitarnya bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum peristiwa Iedul Fithri 1419H berdarah, tercatat beberapa peristiwa penting yang dianggap sebagai pra-kondisi, bahkan jauh ke belakang pada tahun 1995. Beberapa peristiwa itu (sebagian) adalah sebagai berikut

  • 15 Juni 1995: Desa berpenduduk Islam, Kelang Asaude (Pulau Manipa), diserang warga Kristen Desa Tomalahu Timur, pada waktu Shubuh. Penyerangan dikoordinasikan oleh empat orang yang nama-namanya dicatat oleh MUI.
  • 21 Pebruari 1996 (Hari Raya Iedul Fithri) : Desa Kelang Asaude diserang lagi. Serangan dilakukan oleh warga Tomahalu Timur dengan menggunakan batu dan panah. Tiga hari sebelumnya, serombongan orang yang dipimpin oleh sersan (namanya tercatat) datang ke Desa Asaude, menangkap raja (kepala desa) berikut istri dan anak-anaknya. Mereka menggeledah isi rumah dan menginjak-injak peralatan keagamaan.
  • Dst.

Baca lebih lanjut di,

https://sophislam.wordpress.com/2017/10/01/kronologi-tragedi-ambon-maluku-berdarah/

Ketiga. Kasus Poso.
1. Penyebab / akar dari konflik sosial yang terjadi di Poso
Wapres menjelaskan bahwa kasus Poso terjadi bukan karena masalah agama namun adanya rasa ketidak adilan. Awal mula terjadinya konflik karena adanya demokrasi yang secara tiba-tiba terbuka dan membuat siapapun pemenangnya akan ambil semua kekuasaan. Padahal, pada masa sebelumnya melalui Muspida setempat selalu diusahakan adanya keseimbangan. Contohnya, jika Bupatinya berasal dari kalangan Kristen maka Wakilnya akan dicarikan dari Islam. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian terjadi harmonisasi, namun dengan demokrasi tiba-tiba the winner take it all,” kata Wapres. Karena pemenang mengambil alih semua kekuasaan, tambah Wapres, maka pihak yang kalah merasa telah terjadi ketidak-adilan.
Keluar dari pendapat Wapres, konflik sosial yang terjadi di Poso adalah bagian dari konflik individu yang dalam masyarakat yang secara dinamis tidak dapat dipisahkan dan bertalian satu sama lain. Pendapat mengenai akar dari masalah yang bertumpu pada subsistem budaya dalam hal ini menyangkut soal suku dan agama.
.

Argumen yang mengemuka bahwa adanya unsur suku dan agama yang mendasari konflik sosial itu adalah sesuai dengan fakta yaitu bahwa asal mula kerusuhan Poso I berawal dari :

  1. Pembacokan Ahmad Yahya oleh Roy Tuntuh Bisalembah di dalam Masjid  Pesantren Darusalam pada bulan Ramadhan.
  2. Pemusnahan dan pengusiran terhadap suku–suku pendatang seperti Bugis, Jawa, dan Gorontalo, serta Kaili pada kerusuhan ke III.
  3. Pemaksaan agama Kristen kepada masyarakat Muslim di daerah pedalaman kabupaten terutama di daerah Tentena dusun III Salena, Sangira, Toinase, Boe, dan Meko yang memperkuat dugaan bahwa kerusuhan ini merupakan gerakan Kristenisasi secara paksa yang mengindikasikan keterlibatan Sinode GKSD Tentena.
  4. Peneyerangan kelompok Merah dengan bersandikan simbol-simbol perjuangan keagamaan Kristiani pada kerusuhan ke III.
  5. Pembakaran rumah-rumah penduduk Muslim oleh kelompok Merah pada kerusuhan III. Pada kerusuhan ke I dan II terjadi aksi saling bakar rumah penduduk antara pihak Kristen dan Islam.
  6. Terjadi pembakaran rumah ibadah Gereja dan Masjid, sarana pendidikan kedua belah pihak, pembakaran rumah penduduk asli Poso di Lombogia, Sayo, Kasintuvu.
  7. Adanya pengerahAn anggota pasukan Merah yang berasal dari suku Flores, Toraja dan Manado.
  8.  Adanya pelatihan militer Kristen di desa Kelei yang berlangsung 1 tahun 6 bulan sebelum meledak kerusuhan III.

Terlepas dari setuju atau tidak terhadap pendapat mengenai akar masalah dari konflik Poso, secara sibernetik hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Bahwa pada intinya budaya pada masyarakat Poso mempunyai fungsi untuk mempertahankan pola atas nilai-nilai Sintuvu Maroso yang selama ini menjadi anutan masyrakat Poso itu sendiri. Adanya Pembacokan Ahmad Yahya oleh Roy Tuntuh Bisalembah di dalam Masjid Pesantren Darusalam pada bulan Ramadhan merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai nilai yang selama ini menjadi landasan hidup bersama. Pada satu sisi Muslim terusik ketentramannya dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, kemudian menimbulkan reaksi balik untuk melakukan tindakan pembalasan terhadap pelaku pelanggaran nilai-nilai tersebut. Di sisi lain bagi masyarakat Kristiani hal ini menimbulkan masalah baru mengingat aksi massa tidak ditujukan terhadap pelaku melainkan pada pengrusakan hotel dan sarana maksiat serta operasi miras, yang di anggap telah menggangu kehidmatan masyrakat Kristiani merayakan Natal, karena harapan mereka operasi-opresi tersebut di laksanakan setelah hari Natal.

Pandangan kedua terhadap akar masalah konflik sosial yang terjadi di Poso adalah dalam hal ini adanya perkelahian antar pemuda yang di akibatkan oleh minuman keras. Tidak diterapkan hukum secara adil maka ada kelompok yang merasa tidak mendapat keadilan misalnya adanya keterpihakan, menginjak hak asasi manusia dan lain-lain.
Pendapat ketiga mengatakan bahwa akar dari konflik sosial yang terjadi di Poso terletak pada masalah politik. Bermula dari suksesi bupati, jabatan sekretaris wilayah daerah kabupaten dan terutama menyangkut soal keseimbangan jabatan-jabatan dalam pemerintahan.

Pendapat keempat mengatakan bahwa akar masalah dari kerusuhan Poso adalah justru terletak karena adanya kesenjangan sosial dan kesenjangan pendapatan antara panduduk asli Poso dan kaum pendatang seperti Bugis, Jawa, Gorontalo, dan Kaili. Kecemburuan sosial penduduk asli cukup beralasan di mana pendapatan mereka sebagai masyarakat asli malah tertinggal dari kaum pendatang.

2. Dampak dari konflik sosial yang terjadi di Poso
Kerusuhan yang terjadi di Poso menimbulkan dampak sosial yang cukup besar jika di lihat dari kerugian yang diakibatkan konflik tersebut. Selain kehilangan nyawa dan harta benda, secara psikologis berdampak besar bagi mereka yang mengalami kerusuhan itu. Dampak psikologis tidak akan hilang dalam waktu singkat. Jika dilihat dari keseluruhan, kerusuhan Poso bukan suatu kerusuhan biasa, melainkan merupakan suatu tragedi kemanusiaan sebagai buah perang sipil. Satu kerusuhan yang dilancarkan secara sepihak oleh kelompok Merah, terhadap penduduk Muslim kota Poso dan minoritas penduduk Muslim di pedalaman kabupaten Poso yang tidak mengerti sama sekali dengan permasalahan yang muncul di kota Poso.
.

Dampak kerusuhan Poso dapat di bedakan dalam beberapa segi :
1. Budaya; dampak sosial yang terjadi adalah :

  • dianut kembali budaya “pengayau” dari masyarakat pedalaman (suku Pamona dan suku Mori).
  • Dilanggarnya ajaran agama dari kedua kelompok yang bertikai dalam mencapai tujuan politiknya.
  • Runtuhnya nilai-nilai kesepakatan bersama Sintuwu Maroso yang menjadi bingkai dalam hubungan sosial masyarakat Poso yang pluralis.

2. Hukum; dampak sosial yang terjadi adalah :

  • Terjadinya disintegrasi dalam masyarakat Poso ke dalam dua kelompok yaitu kelompok Merah dan kelompok Putih.
  • Tidak dapat di pertahankan nilai-nilai kemanusiaan akibat terjadi kejahatan terhadap manusia seperti pembunuhan, pemerkosaan dan penganiayaan terhadap anak serta orang tua dan pelecehan seksual.
  • Runtuhnya stabilitas keamanan, ketertiban, dan kewibawaan hukum di masyarakat kabupaten Poso.
  • Munculnya perasaan dendam dari korban-korban kerusuhan terhadap pelaku.

Baca lebih lanjut di,
http://konflikposo.blogspot.com/2009/03/konflik-poso.html

(cuplikan ini sendiri diakses tanggal 30 Januari 2012).

KeempatKasus Perda Manokwari Kota Injili.
Perda Injil rugikan Gereja
Pada sesi lain, Binsar A. Hutabarat, MCS (peneliti pada Reformed for Religion and Society) menyoroti perda Injil di Manokwari, Papua. Menurut Binsar, perda Injil ini dimunculkan sebagai reaksi atas rencana pembangunan mesjid raya di Manokwari, yang selama ini dikenal sebagai “pintu gerbang” masuknya Injil ke Papua. Tokoh-tokoh Kristen di Papua umumnya sepakat bahwa kehadiran masjid raya di Manokwari telah melukai perasaan umat Kristen, dan menimbulkan perasaan terdiskriminasi.

Binsar berpendapat, kehadiran Perda Manokwari Kota Injil ternyata memosisikan gereja ketika menjadi mayoritas jadi cenderung mendiskriminasikan agama lain. Hal ini terbukti dari pasal-pasal diskriminatif dalam Perda Injil, semisal melarang agama lain   melakukan kegiatan publik pada hari Minggu, pelarangan jilbab, azan, dan keharusan memasang simbol-simbol Kristen di gedung-gedung pemerintah.
Menurut Binsar, apabila perda Manokwari Kota Injil dianggap sebagai strategi gereja membendung serbuan perda-perda syariah, maka strategi tersebut justru merugikan gereja sendiri. Sebab gereja terjebak dalam politisasi agama dan agamaisasi politik demi menuntut kekhususannya sebagai kelompok mayoritas. ? Hans P. Tan

Access from,

http://reformata.com/news/view/5959/antara-kepalsuan-dan-politisasi-agama
Access date, 30 Januari 2012.

KelimaArswendo Atmowiloyo,
Arswendo Atmowiloto (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 November 1948; umur 63 tahun) adalah penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti Hai dan KOMPAS. Mempunyai nama asli Sarwendo. Nama itu diubahnya menjadi Arswendo karena dianggapnya kurang komersial dan ngepop. Lalu di belakang namanya itu ditambahkannyalah nama ayahnya, Atmowiloto, sehingga namanya menjadi apa yang dikenal luas sekarang.
.

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Arswendo_Atmowiloto

Access date, 30 Januari 2012.

KeenamSudomo, Penggerak Kerusuhan Priok Yang Membantai umat Muslim.
Awal mula Sudomo berpindah agama pada tahun 1961, yakni ketika menikahi seorang wanita bernama Fransisca Play yang beragama Kristen. Perkenalan dengan Fransisca sendiri terjadi tiga bulan sebelumnya. Kala itu, kedua orang tua Sudomo sempat tidak menyetujui keputusannya. Namun, pada akhirnya mereka setuju karena keinginan Sudomo yang sangat kuat. Terlebih lagi, saat itu pernikahan beda agama masih memungkinkan terjadi di Indonesia. “Dulu belum ada UU No 1 tahun 1974 tentang pernikahan beda agama,” kenang Sudomo.
.

Alhasil, Sudomo pun melangsungkan pernikahan dengan Fransisca di sebuah Gereja di Jakarta. “Saya berpikir waktu itu kalau suami-istri agamanya sama maka akan lebih mudah menjalani kehidupan rumah tangganya,” ujar pria yang memiliki hobi diving ini. Sebelumnya, Sudomo pernah mengajak sang istri untuk berpindah keyakinan, tapi menolak. Tak ayal, Sudomo mengalah dan memutuskan dialah yang berpindah agama meski tanpa melalui pemikiran yang matang. Pernikahannya dengan Fransisca telah membuahkan empat anak, yakni Biakto Trikora Putra (46), Prihatina Dwikora Putri (42), Martini Yuanita Ampera Putri (41), dan Meidyawati Banjarina Pelita Putri (37). Kesemua anaknya menganut agama Kristen seperti halnya Sudomo kala itu.
.

Pernikahan pertamanya ternyata harus kandas di tengah jalan. Ia bercerai pada tahun 1980. “Saya sudah terbiasa memimpin di pemerintahan, itu saya bawa ke rumah tapi malah tidak berhasil pernikahannya,” tutur Sudomo.
.

Selang 10 tahun kemudian, Sudomo bertemu dengan seorang wanita kristiani yang berprofesi sebagai aktris film, bernama Fransiska Diah Widhowaty. Awal perkenalannya sendiri diakui Sudomo atas hasil perkenalan dari salah seorang temannya. Lagi-lagi, Sudomo tertarik hanya karena kecantikan dari perempuan tersebut. “Saya tidak memikirkan cocok atau tidak, yang saya lihat hanya kecantikannya saja,” aku Sudomo. Akibatnya, pernikahan kedua tersebut hanya bertahan selama 4 tahun saja. Tepat pada tahun 1994, keduanya memutuskan untuk bercerai. Berbeda halnya dengan pernikahan pertama yang menghadirkan empat buah hati, pada pernikahan keduanya Sudomo justru tidak mendapatkan anak.

Access from,

http://fajar-aryanto.blogspot.com/2009/03/laksamana-tni-purn-sudomo-mantan-ketua.html

Access date, 30 Januari 2012.

KetujuhKasus Pelecehan Agama Antonius Bawengan.
TEMPO Interaktif, Temanggung – Antonius Richmond Bawengan, terdakwa penistaan agama disidangkan di Pengadilan Negeri Temanggung karena menyebarkan sejumlah selebaran dan buku yang dianggap melecehkan keyakinan agama tertentu. Akibat perbuatannya itu, Pengadilan Negeri Temanggung pun kemarin telah memvonis pria asal Manado ini lima tahun penjara.

Menurut Kepala Hubungan Masyarakat PN Temanggung Agus Setiawan, Bawengan saat itu menyebarkan tiga selebaran dan dua buku.

Tiga selebaran itu berukuran kertas folio dan dibagi tiga kolom. Masing-masing berjudul “Bencana Malapetaka Kecelakaan (Selamatkan Diri Dari Dajjal), “Tiga Sponsor-Tiga Agenda-Tiga Hasil” dan “Putusan Hakim Bebas”.

Isi ketiga selebaran itu pada dasarnya merupakan kritik pada kondisi masyarakat saat ini. Tak hanya mengkritik ajaran Islam, dalam ketiga selebaran itu juga mengkritik agama Nasrani.

Dalam halaman muka selebaran berjudul “Tiga Sponsor-Tiga Agenda-Tiga Hasil” misalnya, terdapat tiga gambar tiga agama. Gambar bintang segi enam yang dikenal sebagai simbol agama Yahudi, gambar Yesus sebagai simbol Nasrani dan gambar bulan sabit dengan bintang di tengahnya sebagai simbol Islam.

Selebaran yang lain, berjudul “Bencana Malapetaka Kecelakaan (Selamatkan Diri Dari Dajjal), di halaman depannya tertulis malapetakan saat ini diantaranya adalah bencana tsunami, gempa, banjir dan lain sebagaianya. “Tiga selebaran itu satu set,” kata Agus Setiawan, Rabu (9/2) sore.

Adapun dua buku yang disebarkan terdakwa, masing-masing berjudul “Ya Tuhanku, Tertipu Aku!” yang terdiri dari 60 halaman dan “Saudaraku Perlukah Sponsor” yang terdiri dari 35 halaman. Keduanya merupakan buku saku dengan isi yang tak jauh berbeda dengan tiga selebaran sebelumnya.
.

Baik pada selebaran dan buku, banyak dikutip ayat-ayat al-Quran dan Injil, untuk menguatkan kritik terhadap agama-agama tertentu.

Terdakwa Antonius, merupakan warga Jakarta Timur asal Manado yang mampir ke rumah seorang rekannya di Desa Kranggan Kecamatan Kranggan Temanggung. Buku dan selebaran itu disebarkan terdakwa pada Oktober lalu di Temanggung. Ulahnya itu lantas memicu warga menangkap dan menyerahkannya ke kepolisian.

Selasa (8/2) kemarin, sebelum terjadi amuk massa di Temanggung, kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Temanggung. Dengan agenda sidang pembacaan tuntutan, pada hari itu juga terdakwa langsung divonis 5 tahun penjara karena dianggap melanggar pasal 156 KUHP tentang penistaan agama. Vonis itu merupakan vonis maksimal sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Ketua PN Temanggung Dwi Dayanto mengatakan proses putusan itu telah sesuai dengan prosedur persidangan. Vonis dijatuhkan bersamaan dalam sidang pembacaan tuntutan. “Jadi tidak buru-buru, memang seperti itu,” kata dia.
.

Access from,

http://nusaantara.wordpress.com/2011/02/10/ini-isi-tiga-selebaran-dan-buku-antonius-richmond-bawengan/

Access date 3 Pebruari 2012.

KedelapanFaith Freedom International.
Faith Freedom International adalah gerakan untuk mengkritisi dan mendebat pemikiran-pemikiran mapan dalam Islam. Gerakan ini dipelopori oleh Ali Sina. Kebanyakan artikel dan diskusi di dalamnya berisi bantahan-bantahan terhadap Islam, yang diklaim berasal dari mantan penganutnya. Situs ini juga berisi ajakan untuk meninggalkan Islam.

Situs resmi organisasi ini, faithfreedom.org, bisa tertukar dengan gerakan yang justru menentang keberadaan Faith Freedom International, faithfreedom.com.
.

Tantangan 100 ribu dollar.
Ali Sina mengajukan tantangan 100 ribu dollar untuk siapa saja yang bisa secara objektif mematahkan pandangan-pandangannya mengenai Kesalahan terjemah Alquran dan bukan aturan-aturan yang berlaku di dalam Alquran semata, dengan syarat menghilangkan subjektivitas yang memandang Muhammad sebagai orang yang dimuliakan Tuhan. Hadiah yang sama juga diberikan kepada orang yang bisa mencarikan lawan debatnya dalam masalah ini. Ia juga menjanjikan menutup website FFI jika pandangannya tersebut terbukti salah.
Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Faith_Freedom_International

Access date 3 Peb 2012.

Sophislam.
Di atas kita mempunyai beberapa artikel yang melukiskan kekerasan dan kekejian yang dilakukan oleh kelompok manusia Kristen yang membenci islam. Dan mengapa kisah kekerasan itu bisa begitu saja terjadi menimpa kaum muslim dari kalangan mereka yang menamakan diri mereka dengan umat Kristen?
.

Jawabannya adalah mudah: karena semua manusia Kristen itu telah kenyang di-INDOKTRINISASI oleh institusi keagamaan mereka untuk membenci islam. Maka resultnya mudah dilihat: begitu banyak artikel yang menggambarkan betapa kekerasan anti islam marak di mana-mana, yang mana kekerasan anti islam itu digerakan atau dicetuskan oleh manusia-manusia Kristen.
.

Kembali ke tuduhan awal. Benarkah bahwa keluarga-keluarga muslim selalu mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci agama Kristen dan umat Kristen?
.

Kalaulah memang benar bahwa keluarga muslim selalu mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci agama Kristen, maka mengapa aksi-aksi kebrutalan anti islam marak di mana-mana??? Baiklah kita katakan bahwa keluarga muslim selalu salah karena selalu mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci Kristen. Tapi satu hal harus terbukti di sini, bahwa ……….

  1. SEKERAS APA PUN keluarga muslim mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci Kristen, maka mengapa yang terjadi justru aksi kekerasan anti islam marak di mana-mana??
  2. Mungkin sekali keluarga Kristen tidak pernah mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci islam. Namun mengapa kekerasan dan kebrutalan anti islam marak di mana-mana?? Tidak usahlah keluarga mau pun gereja Kristen mendoktrin generasi muda mereka untuk membenci islam. Toh tanpa didoktrin pun, manusia Kristen sudah mempunyai bakat untuk membenci agama dan umat islam. Artikel dan fakta nyata sudah menjadi bukti yang tidak terbantahkan.

Sudomo, sebagai bukti kecil di sini. Dia murtad. Artinya pada awalnya dia adalah muslim. Namun ketika ia menjadi Kristen, SONTAK ia menjadi begitu benci islam sehingga ia terlibat pada kasus Priok yang amat memilukan tersebut. Arswendo, ia adalah manusia Kristen. Namun mengapa ia begitu teganya membuat angket yang resultnya merendahkan derajat nabi islam??
.

Semua manusia Kristen di portal faithfreedom. Tidak dapat disangkal lagi bahwa MAYORITAS netter yang meramaikan portal tersebut adalah manusia-manusia Kristen. Kalaulah manusia Kristen tidak mempunyai bakat alamiah untuk membenci islam, maka seharusnya faithfreedom itu sepi. Namun karena faktanya manusia Kristen mempunyai bakat alamiah untuk membenci islam, maka fakta berikutnya adalah bahwa hanya manusia Kristen lah yang paling banyak meramaikan faithfreedom.
.

Pada masa LB Moerdani menjadi petinggi ABRI, SONTAK Negara menjadi memusuhi islam. Mengapa bisa begitu??
.

Penutup.
Tidak usahlah manusia-manusia beragama menuduh umat agama lain telah mendoktrin anak-anak mereka untuk membenci agama lain. Namun di luar itu, Sekuat apa pun kaum Kristen menuduh kaum Muslim telah mendoktrin anak-anak Muslim mereka untuk membenci umat Kristen, toh faktanya justru berbanding terbalik dengan tuduhan tersebut. Fakta itu teramat menyayat perasaan manusia mana pun: kaum Kristen menjadi kaum pembenci kaum Muslim, baik kalau ada kesempatan, maupun kalau tidak ada kesempatan sama sekali.
.

Tapi perlu lah bagi kita untuk membahas, agama mana yang mempunyai kekuatan untuk menumbuhkan bakat alamiah kepada pengikutnya untuk membenci agama Islam. Jawaban untuk itu tersedia dengan mudah.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. QS. al-Baqarah, 2:120.

 

Wallahu alam bishawab!