Islam Atau Kristen Yang Memuakkan

Memuakkan

Kappirit berkata >>

lek_paryo, on January 20, 2011 at 11:59 pm said:              

sama aja lah, memang benar agama islam menekankan akan segala perbuatan-perbuatan manusia lebih-lebih pada kaum hawa,

jadi jika dosa kamu katakan dosa, jika benar kamu katakan benar,

jika kristen melakukan pesta telanjang ria, maka islam melakukan pesta telanjang ria bersama banyak istrinya di dalam kamar , (ini pun dosa).

jika pemuda kristen suka berganti-ganti pacar dan berhubungan intim, maka itu seperti orang islam yang menghalalkan poligamy dan kawin kontrak (ini pun dosa).

jika orang kristen kawin cerai maka orang islam pun kawin cerai, (ini dosa).

jika orang kristen itu membunuh, maka orang islam pun membunuh, tapi orang islam pun agak aneh mosok membunuh/bunuh diri masuk surga (ini pun dosa).

jika orang kristen menyembah salib, maka orang islam pun menyembah batu (kadang benar-kadang salah).

jika benar kamu katakan benar, jika salah kamu katakan salah,

jadi jangan kamu mengatakan salah adalah benar, dan jangan pula kamu katakan benar adalah salah, karena keduanya tak dapat dipersatukan.

>>>> 

Tanggapan,

Love Jesus, on April 7, 2012 at 1:13 pm said:       

Kepada lek_paryo

Perhatikan dalam Bible ya Om,, berapa Istri dan Gundik Salomo.?? kira2 seribu,, bayangkan jika satu Istri dapat jatah satu malam.. maka dia akan dapat giliran hampir 3 tahun lagi sesudahnya..jadi berapa orang yg harus dikasi jatah sama Salomo dalam semalam,,supaya Istri n Gundiknya itu enggak nyeleweng..??

Intinya pernahkah anda mempersoalkan itu..? ataukah anda memang tak pernah membaca dan mendengar hal itu.. buka Alkitab

1 Raja-raja 1 – 3

“Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.“

bagaimana menurut anda tentang hal ini..??

>>>>> 

adriyan, on April 13, 2016 at 2:04 pm said:           

kl sama istrinya… mau telanjang bulat ampe jungkir balik pun no problem mas, namanya jg istri sendiri, yg kurang waras itu telanjang bulat di depan umum, mirip2 binatang atuh,,,

>>>>

Sophislam,

Manusia-manusia melakukan telanjangria: jelas itu adalah dosa. Sebenarnya ini bukan lah masalah dosa atau tidak dosa, karena istilah dosa itu seluruhnya adalah subjektivisme suatu agama. Yang benar adalah, bahwa telanjangria itu BERTENTANGAN dengan moralitas manusia, khususnya apalagi di dalam hal dikotomi hewan-manusia. Apakah pantas manusia itu telanjang seperti hewan?

Sementara Islam melarang umatnya telanjangria, maka gereja membolehkan umatnya melakukan hal itu. skg agama mana yang memuakkan??

Masalah telanjangria dengan banyak istri di dalam kamar, adalah dosa?

Nah ini sekarang yang jadi masalah. Kalimat ini mengarahkan kita untuk membahas, apakah poligami itu dosa?

Ga usah repot2. Ibrahim poligami kah? Daud poligami kah? Musa poligami kah? Sulaiman poligami kah? Alkitab mengisahkan bahwa Nabi-Nabi tersebut berpoligami. Ini artinya Alkitab mengajarkan poligami.

Kalau kenyataannya Gereja melarang poligami, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa poligami dilarang? Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Jesus pun poligami!

Jadi kalau Anda tulis bahwa Muslim berdosa karena bertelanjangria dengan banyak istri di kamar, maka Anda salah! Apa yang Muslim lakukan adalah apa yang diperintahkan oleh Alkitab! Poligami tidak lah dosa. Yang jadi inti masalah adalah, apakah Islam melanggar nilai-nilai kemanusiaan di dalam hal bertelanjangria dengan banyak istri di dalam kamartidur? Tidak!

Jika pemuda Kristen suka berganti-ganti pacar dan berhubungan intim, maka itu seperti Muslim yang menghalalkan poligami dan kawin kontrak (ini pun dosa).

Sophislam,

Ganti2 pacar, apalagi berhubungan intim di luar nikah, jelas dosa DI DALAM Islam. Dan jijik sekali bahwa Gereja tidak menganggap itu sebagai dosa atau pelanggaran ajaran Gereja. Namun teks selanjutnya, Muslim menghalalkan poligami, sudah saya bahas di atas.

Lanjutannya, kawin kontrak: apakah itu dosa dalam Islam atau bukan?

Yak! Kawin kontrak memang jelas dosa dan haram di dalam Islam. Ulama sudah mengeluarkan fatwa bahwa nikah kontrak itu adalah haram. Kawin kontrak adalah bentuk maksiat, umat Muslim mengecam praktek demikian. Artinya, Islamnya melarang kawin kontrak, dan ada umatnya yang melanggar larangan tersebut. Harap Anda ketahui, di dalam Islam itu, nikah adalah suatu ibadah yang diniatkan untuk SEUMUR HIDUP! Kalau ada Muslim yang nikah namun niatnya hanya untuk sementara saja, maka nikahnya dia adalah batil di mata Tuhan! Dan itulah yang terjadi dengan kawin kontrak. Faham?

Beda dengan Kristen dalam hal telanjangria ini. Kristen sama sekali tidak melarang acara begituan! Akibatnya banyak bangsa2 Kristen yang terjerumus di dalam kekejian seperti itu. Sementara di lain pihak, Islam DENGAN TEGAS melarang kawin kontrak. Lihat perbedaannya!

Sementara islam melarang umatnya utk kawin kontrak, maka gereja pasti berdiam diri dg praktek kawin kontrak ini. sekarang agama mana yang memuakkan??

Memang benar, bahwa bangsa Muslim melanggar Tuhan di dalam bentuk kawin kontrak. Namun kan yang penting Islam nya melarang hal tersebut. Lain cerita dengan telanjangria bangsa Kristen. Kaum Kristen melaranggar (entah melanggar apa!). namun yang jelas toh Gereja tidak melarang telanjangria tersebut. Faham?

sementara Islam melarang umatnya untuk ganti2 pacar dan berhubungan intim, toh Gereja membolehkannya. Sekarang agama manakah yang memuakkan?

Lanjut ke kawincerai.

Wah yang ini jelas. Islam melarang dengan tegas kawin cerai. Muhammad Saw bersabda, perkara halal yang amat dibenci Allah adalah cerainya suami istri.

Hal ini buat apa dibahas, toh kedua agama mempunyai pandangan yang sama.

Anda tolis,

jika orang kristen itu membunuh, maka orang islam pun membunuh, tapi orang islam pun agak aneh mosok membunuh / bunuh diri masuk surga (ini pun dosa).

Sophislam,

Yang ini jugak!

Islam dengan tegas melarang acara bunuhdiri-bunuhdirian seperti ini. Bunuhdiri adalah terlarang dalam Islam, untuk tujuan apa pun! Di dalam hal ini, pun, bunuhdiri untuk tujuan memenangkan Islam, TETAP TERLARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Ada 3 perbuatan dosa yang akan membuat pelakunya masuk Neraka –tidak perduli sebanyak apa pahala dan kesalehannya, dan dia akan masuk Neraka tanpa lagi diperhitungkan amal kesalehannya, jika ia melakukan 1 dari ketiga hal ini:

  1. mati di dalam keadaan murtad / musyrik.
  2. Mati di dalam keadaan durhaka kepada kedua orang tua.
  3. Mati karena / di dalam keadaan bunuhdiri.

Coba renungkan.

Kalau lah memang BUNUHDIRI itu untuk tujuan memenangkan Islam berpahala besar dan menjadi SUHADA, pastilah Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya adalah orang pertama yang akan melakukan aksi bunuhdiri tersebut, iya kan?

Namun mana buktinya?

Muhammad dan para sahabatnya ketika berperang justru mempersiapkan diri sebaik mungkin ketika akan berperang, seperti menyiapkan kuda yang berlari kencang, perisai yang kokoh, helm perang yang tangguh, baju perang yang anti anak-anakpanah, seolah Muhammad Saw dan para sahabatnya adalah manusia manusia yang takut mati ketika berperang. Ya! Eh, Tidak! Itu semua maksud nya adalah bahwa jangan sampai Muhammad dkk itu melakukan bunuhdiri!

Memang, mati di dalam peperangan adalah resiko. Namun bukan berarti perang itu tujuan nya adalah CARI-MATI! Di dalam perang, semua tentara harus berusaha jangan sampai mati, itu hukumnya. Namun kalau pun mati, yeah itu adalah urusan Tuhan, atau dengan kata lain, nasib berkata lain. Mati pun kan juga bisa terjadi di atas ranjang, di kolong rok wanita dan seterusnya. Yakan?

Ketika berjalan pulang dari perang Badar yang dimenangkannya, banyak para sahabat Nabi yang menangis sesenggukan. Sahabat lain yang tidak menangis, bertanya, MENGAPA KAMU MENANGIS?? Mereka yang menangis menjawab, BAGAIMANA KAMI TIDAK MENANGIS? KAMI TIDAK TEWAS DI DALAM PERTEMPURAN ITU. KALAU LAH KAMI TEWAS / MATI DI DALAM PERANG TADI, PASTILAH KITA SUDAH MASUK SURGA SEKARANG ….

Apakah Artinya?

Artinya adalah, banyak para sahabat yang ketika berperang, MENGHARAPKAN MATI oleh pedang lawan, karena dengan demikian maka mereka akan mati syahid, dan mati syahid itu dijamin masuk Surga. Namun ketika perang berkecamuk, toh tidak ada satu pun sahabat yang MENYERAHKAN LEHER MEREKA BEGITU SAJA KEPADA PEDANG LAWAN! Justru Mereka semua berjuang untuk mengalahkan lawan sebanyak-banyaknya. Kalau pun mereka mati, yeah itu bukan karena ‘usaha’ (alias disengaja) mereka, namun sebatas bahwa nasib telah berkata lain…..

Kalau mereka menyerahkan leher mereka begitu saja ke pedang lawan supaya bisa mati ketika perang tersebut, MAKA HAL ITU ADALAH BUNUHDIRI, dan bunuhdiri di dalam Islam adalah DOSA YANG PALING AKBAR!!!! Bukan mati syahid yang mereka dapatkan, namun Neraka Jahanam yang mereka dapat untuk selama-lamanya.

Buktinya, karena nasib berkata bahwa sahabat-sahabat tersebut tidak mati (tidak diberi mati oleh Allah ketika perang berlangsung) maka sahabat-sahabat itu menangis. Pada akhirnya kita sampai pada kesimpulan, bahwa bunuhdiri atau mati disengaja atau menyerahkan nyawa begitu saja ke orang / musuh supaya mati di dalam membela Islam, maka itu adalah DOSA BESAR dan ganjarannya adalah Neraka Jahanam buat selama-lamanya. Inilah ajaran yang benar.

Arti Islam.

Islam berarti keselamatan. Lengkapnya, Islam berarti keselamatan untuk manusia, baik secara individual mau pun secara bersama, keselamatan untuk Dunia dan akhirat. Untuk itu, semua ibadah Islam harus lah bernilai keselamatan. Ingat, perang atau membela Islam adalah juga ibadah. Kalau sudah begitu, maka di mana letak keselamatan kalau perang membela Islam yang sebenarnya adalah ibadah HARUS BERARTI BUNUHDIRI diperbolehkan? Bukan kah bunuhdiri adalah ANTITESIS dari keselamatan itu sendiri (di dalam hal ini adalah keselamatan individual)?

Misi Islam.

Misi Islam adalah mengutamakan dan melindungi fitrah. Fitrah adalah kecenderungan positif yang wajar yang berlaku atas semua mahluk di dalam kehidupan ini. Contoh fitrah adalah, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, mengadakan organisasi dan lain lain. Di dalam hal ini, bekerja mencari nafkah misalnya, merupakan fitrah manusia. Untuk itulah Islam datang ke Bumi ini untuk menegaskan bahwa semua umat manusia harus bekerja untuk mencari nafkah. Islam membenci mereka yang tidak bekerja mencari nafkah. Banyak Alhadits yang menjelaskan bahwa mereka yang tidak bekerja mencari nafkah mendapat kutukan dari Allah.

Di dalam hal bunuhdiri ini, yang merupakan fitrah adalah bahwa semua mahluk mempunyai kecendrungan untuk mempertahankan hidup ini dengan cara apa pun. Oleh karena itu Islam mendukung mahluk apa pun untuk tetap bertahan hidup di dalam Bumi ini. Itulah sebabnya, misalnya, Islam melarang membunuh orang mau pun hewan dengan tujuan sia-sia. Karena semua mereka berhak untuk hidup, dan berhak untuk mempertahankan hidup mereka.

Kalau sudah begitu, maka di mana letak ajaran Islam kalau kita berfikir bahwa bunuhdiri demi Islam itu adalah diperbolehkan? Bukan kah bunuhdiri itu sendiri adalah ANTITESIS dari fitrah mahluk hidup yaitu untuk dan ingin mempertahankan hidup ini dengan cara apa pun?

Kita bikin simple saja di sini.

Kalau memang bunuhdiri dengan tujuan untuk memenangkan Islam (atau untuk membunuh manusia manusia kafir sebanyak mungkin), maka mengapa Muhammad Saw dkk tidak melakukannya sejak awal??? Bukan kah Muhammad Saw dkk adalah para pembela Islam yang paling jempolan?

Jelas, Anda telah mengambil sumber informasi yang salah ketika Anda berfikir bahwa Islam mengajarkan bunuhdiri kepada umatnya untuk membela Islam. Salah! Yang benara adalah bahwa Islam mengharamkan siapa pun untuk bunuhdiri, apalagi untuk tujuan membela Islam.

Anda tolis,

Islam menyembah batu / Ka’bah / Hajarul Aswad?

Sophislam,

Ah, sudah terlalu banyak page di internet yang menjelaskan bahwa Muslim / Islam tidak pernah menyembah Ka’bah whatsoever. Ka’bah hanya lah persatuan arah. Kalau pun Ka’bah itu runtuh (misalnya sedang diremajakan) toh tetap kaum Muslim akan ‘sujud’ ke arah tempat Ka’bah itu berdiri, padahal ‘Ka’bah’ itu sendiri sedang tidak ada.

Apakah artinya?

Artinya adalah bahwa Muslim tidak pernah sembah Ka’bah. Yang benar adalah bahwa Ka’bah adalah tugu persatuan arah ketika muslim sujud kepada Allah swt.

Untuk lebih mengetahui Ka’bah (itu pun kalau Anda berminat) silahkan baca artikel dib log ini di dalam folder ALL ABOUT KABAH.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s