Excuse Bodoh Atau Mengada-ada Part 2

excuse-bodoh-atau-mengada-ada1

Artikel / page ini merupakan sambungan dari …

https://sophislam.wordpress.com/2018/12/07/excuse-bodoh-atau-mengada-ada/

Menanggapi tanggapan saya ini, maka whereisthewosdon kembali menulis tanggapannya. Berikut saya copy paste tulisannya tersebut ke artikel / page ini. Dan setelah selesai dengan tulisan sanggahannya, berikut di bawahnya saya sediakan sanggahan dari saya untuk menanggapi tulisannya. Silahkan membaca….

—————————————————————————-

Si pengeritik tulisan saya selama ini telah memutakhirkan tulisannya di sini untuk menanggapi tulisan saya di sini. Dalam pemutakhiran tulisan itu, kembali lagi si pengeritik tidak tahu malu dengan bermulut tajam dan melakukan berbagai blunder logika. Semoga kita belajar dari kebodohan ini.

Si pengeritik mengatakan bahwa pernyataan saya (yang didukung argumen) bahwa dia melakukan kesalahan lama yang dilakukan terus-menerus sebagai sesuatu yang subyektif. Kita lihat bagaimana dia menjawab argument saya yang menunjukkan kesalahan logika yang dia lakukan.

Pada saat diminta untuk menunjukkan bagian mana dari Markus 10 : 18 yang membedakan antara Allah dan Yesus seabagai dua pribadi yang berbeda, dia tidak menunjukkan itu tetapi mengklaim bahwa diskusi di Internet sudah menunjukkan itu. Perhatikan bagaimana si pengeritik tidak bisa menunjukkan bagaimana ayat yang dimaksud itu menunjukkan apa yang dia maksudkan. Dia ngalor ngidul tanpa menunjukkan sama sekali sesuatu yang dia klaim. OK. Kalau mau main klaim, siapa yang tidak bisa? Saya mau mengklaim bahwa dalam Surat Mariam diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan yang suci. Kalau si pengeritik bertanya, bagaimana sampai ke kesimpulan seperti itu atau kalau dia berargumen menunjukkan bahwa apa yang saya katakan tidak benar, saya dengan mudah dapat mengatakan bahwa diskusi di internet sudah menunjukkan bahwa surat Mariam memang mengajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan yang suci. Kalau si pengeritik mau menerima itu, yaa berarti dia konsisten. Kalau dia tidak menerima itu maka dia tidak konsisten dan karena ketidakonsistenan adalah tanda argument yang gagal, maka jelas dia sebenarnya tidak punya argument. Sesederhana itu dan dia tidak paham. Memang menggelikan. Catat baik-baik, ini adalah kesalahan logika yang bernama non-sequituur.

Lalu kemudian untuk membela penulis Kuran yang tidak paham ajaran Kekristenan tentang Trinitas, dia mengatakan bahwa memang pada awalnya Trinitas itu mengajarkan bahwa Trinitas terdiri dari Bapa, Maria, dan Anak. Nah, buktinya apa? Apakah dia sudah membaca dokumen dari Kristen mula-mula sehingga mengatakan demikian? Tidak. Buktinya katanya adalah ada patung Maria yang menggendong bayi yang ditaruh dalam Kabah. Dan segala sesuatu yang berada dalam Kabah pra Muhammad disembah sebagai Tuhan. Lagi-lagi sumber informasi si pengeritik dari mana? Tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi. Dengan demikian, yang diinginkan oleh si pengeritik sebenarna bukan untuk berargumentasi tetapi agar yang membaca tulisannya  percaya saja apa yang dia katakan. Ok. Kalau demikian, maka saya sebenarnya tidak perlu berargumentasi dengan dia. Saya hanya mengharuskan dia untuk percaya bahwa sebenarnya dalam Kuran diajarkan bahwa Allah itu sebenarnya adalah Trinitas. Tidak perlu argumentasi! Catat, ini adalah mere assumption!

Kalaupun benar bahwa ada patung Maria menggendong bayi ada dalam Kabah, siapa yang menaruh di sana? Orang Kristen? Kita tidak diberi tahu oleh si pengeritik. Kita diminta untuk berasumsi bahwa orang Kristenlah yang menaruh patung-patung itu di sana untuk disembah. Kenapa tidak mungkin bahwa patung-patung dengan cara tertentu itu jatuh ke tangan orang kafir jaman itu dan menaruhnya dalam Kabah? Lagi-lagi si pengeritik tidak memberi informasi dan hanya mengharapkan kita mempercayai apa yang dikatakan tanpa mempertanyakannya sama sekali. Kesalahannya: Mere assumption!

Lalu kalau memang ada orang yang mengaku Kristen yang menaruh patung-patung itu di sana, dengan standar apa orang ini dan penulis Kuran mengatakan bahwa mereka Kristen? Kalau memang penulis Kuran itu hanya menyerang orang Kristen yang mempercayai Trinitas sebagai Bapa, Maria, dan Yesus (dan ajaran itu benar-benar ada), maka jelas ajaran Trinitas yang tidak seperti itu pastilah ajaran yang benar. Kalau muslim mengatakan bahwa semua ajaran Trinitas tidak benar, maka menunjukkan bahwa dia tidak paham kekristenan. Mengapa dia tidak mengatakan bahwa semua bentuk ajaran Trinitas tidak benar? Apakah penulis Kuran begitu bodohnya sehingga dia tidak tahu bahwa Muslim seperti pengeritik hanya mau sesuatu yang eksplisit? Jelas bahwa mengasumsikan apa yang dikatakan Kuran sebagai benar sama dengan bunuh diri intelektual. Catat berapa kesalahan logikanya sekarang.

Terlepas dari itu semua, kekristenan sudah mempercayai Trinitas jauh sebelum Muhammad. Mereka mempercayai Trinitas sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bahkan dalam Perjanjuan Barupun sudah ada ajaran itu. Nah, si penulis Kuran kok bisa tidak tahu? Tidak ada satupun dokumen Kristen yang mengajarkan bahwa Trinitas itu adalah Bapa, Yesus, dan Maria. Itu hanya khayalan penulis Kuran dan orang-orang yang secara membabi-buta mengikuti kata-kata penulis Kuran. Dengan kata lain si pengeritik menipu dengan cara mengemukakan fakta yang tidak mengharuskan kita berkesimpulan bahwa orang Kristen mempercayai Trinitas versi Kuran.

Lalu menjawab tantangan saya untuk menunjukkan bukti bawa ayat yang mengandung makian yang dia katakan itu memang ada dalam Alkitab, dia tidak bisa dan dia kembali ke serangan Ad hominem dengan mengajukan pertanyaan retoris “mana ada maling mengaku maling”? Kemudian atas klaim saya bahwa sebelum tahun 1915 ada ayat Kuran yang mengajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dia mengatakan bahwa tidak pernah ada kejadian demikian. Terhadap hal seperti ini dengan mudah saya dapat menggunakan logical ad hominem dan mengatakan “Mana ada maling mengaku maling?” Selesai persoalan dan memang benar dalam Kuran sebelum tanun 1915 ada ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Kalau dia menolak apa yang saya  katakan, maka dia inkonsisten atau standar ganda. Itu juga kesalahan logika.

Dia juga mengklaim bahwa tidak ada ulama yang mengubah Kuran. Well, silahkan baca di sini yang mendokumentasikan berbagai perubahan dalam Kuran. Jadi karena premisnya salah, maka kesimpulan salah bahwa Kuran tidak mungkin dirubah.

Lalu tentang hubungan antara dicobai Iblis dengan kebaikan seseorang. Well, fakta bahwa seseorang dicoba Iblis tidak menunjukkan bahwa dia buruk. Bahkan Iblispun mencobai Tuhan Allah. Tetapi mencobai Tuhan Allah tidak sama dengan Tuhan Allah kalah. Di sini si pengeritik menyamakan (equivokasi) antara “dicobai” dengan “dikalahkan” sehingga pada saat Yesus dicobai oleh Iblis maka itu artinya Iblis mengalahkan/berkuasa atas Yesus. Mengherankan bahwa masalah bahasa sesederhana itu tidak dia pahami.

Lalu tentang tuduhan bahwa Yesus Poligami, si pengeritik menyuruh membaca tulisan Barbara Thiering. Siapa Barbara Thiering? Menarik membaca tentang Barbara Theiring. Karena si pengeritik tidak mengemukakan bagaimana argumen Thiering mendukung pandangannya bahwa Yesus poligami dan hanya mengarahkan ke google, maka saya juga hanya mengemukakan bunyi literature yang mengatakan bahwa pandangan dan metode Barbara Thiering tidak diteria oleh sarjana-sarjana terpelajar.

Di sini saya kutipkan apa yang dikatakan Geza Vermes seorang penganut Yudaisme / bukan orang Kristen yang pakar sejarah Kristen dan Yudaisme seperti dikutip Wikipedia:

……………………“Professor Barbara Thiering’s reinterpretation of the New Testament, in which the married, divorced, and remarried Jesus, father of four, becomes the “Wicked Priest” of the Dead Sea Scrolls, has made no impact on learned opinion. Scroll scholars and New Testament experts alike have found the basis of the new theory, Thiering’s use of the so-called “pesher technique”, without substance.”[2]

Atau terjemahan bebasnya:

………………………..“Reinterpretasi Professor Barbara Thiering terhadap Perjanjian Baru dimana seorang Yesus yang menikah, bercerai, dan menikah kembali, ayah empat orang anak, dan menjadi “Wicked Priest” dari the Dead Sea Scrolls, tidak memiliki dampak terhadap pandangan [orang] terpelajar. Ahli naskah [Laut Mati] maupun ahli Perjanjian Baru tidak melihat adanya dasar bagi teori baru tersebut, penggunaan apa yang disebut “pesher technique” oleh Thiering,adalah tanpa dasar sama sekali.”[2]

Jadi, apakah kita mau mempercayai si pengeritik sebagai lebih pakar dari pakar Naskah Laut Mati dan pakar Perjanjian baru? Mmmm..

Satu hal lagi yang patut dipertimbangkan adalah, sudah sekitar dua puluhan tahu (atau mungkin lebih) teori seperti ini ada dan tidak ada seorangpun pakar yang setuju dengan dia, kecuali orang seperti pengeritik yang sengaja mencari-cari alasan untuk menolak Yesus Kristus. Menarik khan?

Lalu kemudian saat diarahkan untuk menunjukkan bukti bahwa ayat yang dikatakannya memang berasal dari Alkitab, si pengeritik bukan menunjukan bukti bahwa ayat Alkitab yang ada makiannya itu memang ayat Alkitab yang dihapus, dia malah mengemukakan Red Herring lagi dengan berbicara tentang orang Kristen mengajarkan berzinah sebagai bukan dosa, dll, dst. Itu tidak perlu ditanggapi karena hanya Red Herring. Kalau ada pembaca yang mau menanggapi, mungkin juga baik.

Saat saya mengekspose ketidakmampuan si pengeritik memahami tulisan saya bahwa saya tidak menggunakan ayat Kuran untuk membuktikan kebenaran ajaran Alkitab, dan bahwa saya hanya mengangkat satu proposisi yang sama dengan yang ada dalam Alkitab yang implikasi logisnya adalah seperti pandangan saya, si pengeritik bukannya menanggapi saya tetapi menunjuk kepada situs-situs orang Kristen yang katanya menggunakan ayat Kuran mendukung kebenaran Alkitab. Sekali lagi kita melihat bagaimana si pengeritik mengalihkan pembicaraan. Siapa yang peduli dengan tulisan di situs Kristen lain (kalaupun itu benar – walaupun saya tidak melihat salahnya dimana), itu bukan point saya. Kok itu yang diangkat? Hmmm menarik memang melihat gaya jumpalitan si pengeritik satu ini.

Lalu untuk membela standar ganda pengeritik yang dengan pongah menyalahgunakan ayat Alkitab menyerang ajarak Kristen, dia mengatakan bahwa alasannya untuk standar ganda adalah karena Alkitab tidak secara terang-terangan menjelaskan bahwa Yesus adalah Tuhan sedangkan Kuran menerangkan secara jelas bahwa Yesus hanyalah manusia. Tidak jelas menurut siapa? Alkitab hanya tidak jelas mengajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan bagi orang yang tidak mau menggunakan akalnnya. Orang yang tidak mau deduksi. Atau orang munafik menerima pura-pura deduksi kalau tersudut tetapi tidak konsisten menerapkannya. Singkatnya Alkitab tidak jelas mengajarkan Yesus sebagai Tuhan hanya bagi orang yang beraspirasi menjadi sapi atau binatang lain karena hanya sapi dan binatang lain yang tidak bisa menghubungkan antar proposisi. Lalu kalau orang tidak mampu menalar secara konsisten menganggap orang lain yang pikirannya jalan mulus sebagai bodoh, yang bodoh sebenarnya siapa? Silahkan menjawab!

Lalu menjawab komentar saya  bahwa si pengeritik tidak paham bahwa saya hanya menunjukkan bahwa ada proposisi dalam Kuran yang sesuai dengan yang ada dalam Alkitab (dengan demikian mengkonfirmasi kebenaran Roma 1 : 18 – 19), si pengeritik mengatakan bahwa itu hanya sekedar comot. OK, kita lihat di bawah ini (kalau dia tanggapi tulisan saya) apakah memang sekedar comot atau tidak. Dengan kata lain dia tidak menjawab apa yang saya kemukakan dan point saya valid bahwa si pengeritik tidak paham apa yang saya tuliskan.

Lalu menanggapi point saya bahwa surat Maryam mengajarkan tentang kesucian Yesus, bukan hanya pada saat Dia bayi si pengeritik mengatakan bahwa bahwa di sana anak artinya bayi karena di sana sedang berbicara tentang kelahiran dari seorang wanita yang hamil. Apa memang benar demikian? Si Malaikat yang dikatakan menemui Maria tidak berbicara tentang kelahiran di sana. Yang dia katakan sederhana saja. Dia mengatakan bahwa Tuhan akan memberikan seorang anak yang suci. Disitu si malaikat tidak katakan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang bayi yang suci. Dengan kata lain si pengeritik sedang memelintir ayat kitabnya sendiri supaya bertentangan dengan apa yang dikatakan Alkitab. Menarik.

Andaikatapun misalnya benar bahwa Yesus suci karena memang semua bayi suci, maka si Alloh pastilah sesuatu entitas yang mubazir. Masa, semua orang yang saleh sudah tau kok bahwa bayi itu suci, kenapa lagi musti diberitahukan bahwa Yesus suci? Apa bedanya bayi Yesus dengan bayi lain?

Andaikatapun saya setuju dengan si pengeritik bahwa yang dinyatakan Suci dalam ayat itu hanya Yesus pada saat Dia bayi, maka permintaan saya adalah: “Silahkan tunjukkan ayat dalam Alkitab bahwa Yesus berdosa setelah dia dewasa!” Saya mau tau! Silahkan tunjukkan!

Lalu menanggapi komentar saya bahwa tanpa menggunakan ayat Kuranpun premis saya tetap benar dan argument saya tetap valid, si pengeritik tidak menjawab itu atau mempertanyakan itu tetapi berbicara tentang Yesus yang poligami (yang saya tunjukkan bahwa itu didasarkan pada pandangan seorang ahli yang tidak diakui di antara para pakar), dll dst. Dengan kata lain si pengeritik melakukan kesalahan logika yang bernama Red Herring. Silahkan dicatat sudah berapa kesalahan yang anda lakukan hai pengeritik.

Juga pada saat saya mengungkapkan kesimpulan saya bahwa isi Kuran tidak valid, si pengeritik tidak menjawab argumentasi saya tetapi berbicara sekali lagi tentang pokok favoritnya bahwa Yesus poligami. Dimana ayat yang mengatakan bahwa Yesus pernah meminta pengikut-Nya untuk menyembah Dia, dst dst. Inikah yang disebut intelektualitas itu? Apakah mungkin si pengeritik sudah lupa bahwa itu semua sudah dijawab? Tentang poligami sudah dijawab di atas dan tentang Yesus mengatakan Aku adalah Tuhan dan Sembahlah aku sudah saya bahas juga di sini

Lalu menjawab pertanyaan retorika saya tentang kesalahan logika yang saya bukan hanya klaim tetapi saya tunjukkan dalam berbagai kesempatan, si pengeritik tidak membantah argument saya tetapi hanya menyangkal, menyangkal, menyangkal tanpa argumentasi. Kalau memang itu standar dalam diskusi, maka terhadap semua yang dia katakan, saya tinggal menyangkal karena itu standar. Tetapi itu bukan standar, dalam diskusi, kalau lawan mengeluarkan argument, maka anda harus membantah dengan argument, bukan hanya asal menyangkal. Semua orang bisa menyangkal. Tetapi mengemukakan argument membantah argumen lawan hanya khusus buat orang cerdas.

Tentang kesimpulan saya (yang saya tunjukkan dengan argument dan disampaikan dalam bentuk pertanyaan retorika) bahwa si pengeritik hanya bisa memutarbalikkan pandangan lawan bicara, si lawan bicara tidak bantah tetapi berkoar-koar (sekali lagi tanpa bantahan terhadap argumen saya) bahwa saya memutarbalikkan Alkitab. Nah, sudah saya tunjukkan (dengan argument) dalam diskusi ini, bahwa si pengeritiklah yang memutarbalikkan Alkitab. Kalaupun andaikata benar saya memutarbalikkan Alkitab, apakah si pengeritik menjadi benar karea saya salah? Tentu saja tidak. Si pengeritik harus menjawab argument lawan. Bukan hanya muncul menampilkan mulut tajam dan kecerdasan tumpul dengan main maki. Itu namanya kesalahan logika Tu Quoque. Silahkan catat berapa kesalahan logika yang pengeritik lakukan sampai saat ini.

Atas kesimpulan saya (yang saya sampaikan dalam bentuk pertanyaan retoris) bahwa si pengeritik hanya pintar melakukan ad hominem tanpa justifikasi, si pengeritik tidak menjawab dan mengatakan bahwa saya memutar balikkan ayat-ayat Matius 7 yang anehnya dia tidak bisa bantah secara berarti sampai saat ini. Sekali lagi ini adalah kesalahan logika Red Herring karena si pengeritik berbicara tentang hal yang lain sama sekali yang tidak nyambung dengan apa yang saya katakan. Intelektualitas Kristen yang dia hina-hina ternyata lebih mampu berpikir lurus dari pada yang dia sendiri. Mmmm… berhentilah bersembunyi

Untuk pertanyaan retoris saya yang mempertanyakan perilaku pengeritik melarang orang lain melakukan yang dia sendiri lakukan seenaknya, alias saya mempertanyakan standar ganda yang diterapkan si pengeritik, si pengeritik mengatakan bahwa di semua perdebatan islam menang, dan sudah empat thread yang dia ikuti dan aktif partisipasi di faithfreedom yang ditutup. Alasannya? Menurut si pengeritik, alasannya adalah karena sudah tidak ada lagi yang berani beradu komentar dengan dia. Haa??? Hubungan dengan apa yang saya katakan dimana? Dalam diskusi di blog ini sudah saya bongkar semua kebohongan dan kesesatan logika yang dia lakukan dan dia hanya bisa melarikan diri dan bersembunyi dibalik segala macam irasionalitas. Ini yang katanya menang di Faithfreedom? Hei pengeritik, melihat komentar anda di sini, hampir pasti bahwa orang tidak menanggapi komentar anda karena ketiadaan mutu argumen anda. Tidak ada guna menyombongkan diri di sini. Ingat, anda pernah melarang saya untuk tidak membalas tulisan anda di blog lain selain di blog anda. Itu bagi saya sudah cukup untuk membuktikan bahwa anda ketakutan untuk dibongkar kebodohannya.

Menjawab argumen saya tentang implikasi dari anggapan bahwa pernyataan eksplisit adalah satu-satunya yang menjamin kebenaran satu posisi atau proposisi, si pengeritik mengatakan bahwa dia berbicara untuk meminta ayat. Yang patut dipertanyakan adalah apa hubungan komentarnya dengan point yang saya angkat? Rupanya dia tidak berpikir terlalu jauh dan hanya bersandar pada apa yang eksplisit tanpa menghubungkan proposisi-proposisi yang sudah diketahui. Yang diabaikan oleh si pengeritik yang sok tahu ini adalah bahwa dalam kehidupan sehari-hari dan dalam sains serta filsafat dan berbagai bidang ilmu kita secara dapat menggunakan deduksi untuk sampai kepada kebenaran, mengapa kalau sudah urusan agama, kok otak dishut down? Mengapa kita menjadi bodoh dan hanya mengharapkan pernyataan eksplisit tanpa menghubungkan antara proposisi yang benar untuk sampai kepada kebenaran yang belum terformulasi? Mengapa hai si pengeritik? Mengapa? Tolong jawab! Apakah memang Islam (setidaknya islam menurut pandangan si pengeritik) pantas untuk disebut agama candu dimana otak ditinggalkan saat berhadapan dengan agama? Puji Tuhan saya tidak menjadi anggota dari agama yang seperti itu.

Menjawab kritikan saya tentang si pengeritik yang melupakan semua perbedaan Yesus dan Gubernur sehingga menggunakan analogi Gubernur dan menerapkan kesimpulannya tentang Gubernur pada Yesus, si pengeritik mengatakan bahwa Yesus dan Guberrnur sama-sama pembuat hukum. Ya… Yesus membuat Hukum tetapi bukan hanya pembuat Hukum da nada begitu banyak hal lain dimana Yesus berbeda dari gubernur, Hakim dan lainnya. Dengan mengatakan seperti ini si pengeritik sama saja dengan memaksa jeruk untuk sama dengan nangka karena keduanya sama-sama manis. Karena jeruk manis dan nangka manis, maka si pengeritik mengeluh panjang pendek sampai mulut berbusa mengapa nangka itu kok berduri. Yaaa… memang keduanya berbeda. Lo aja yang kecerdasannya kurang untuk memahami bahwa memang keduanya berbeda.

Menjawab pertanyaan retoris saya yang mempertanyakan siapa yang melarang Yesus melakukan yang Diia lakukan, si pengeritik mengatakan bahwa dialah yang melarangnya karena muslim itu orang berakal. Heeehh?? Berakal dari mana? Dari Hongkong? Kesalahan logika demi kesalahan logika dilakukan tanpa merasa malu, itu disebut berakal? Saya setuju kalau dia berakal, tetapi berakal seperti keledai.

Menjawab argumen saya bahwa Yesus punya alasan mengharapkan orang yang percaya kepada-Nya menghubungkan semua proposisi yang Dia ucapkan menjadi kesimpulan yang valid, si pengeritik mengeritik kata “mengharap” yang saya gunakan. Si pengeritik menyangka kata itu berarti bahwa Dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Si pengeritik lupa bahwa orang berbicara orang bisa menulis dengan menggunakan eufimisme dimana sebuah kata digantikan dengan kata lain yang artinya tidak setajam apa yang diungkapkan. Apakah intelektual islam tidak tahu apa itu gaya bahasa? Memprihatinkan! Saya mencoba memancing dengan gaya bahasa seperti ini saja sudah terpancing dan menunjukkan kebodohannya. Andaikatapun saya mengakui bahwa saya salah tulis dan mengganti kata “mengharapkan” dengan kata “mengharuskan” dalam konteks ini, maka kritikan si pengeritik langsung kehilangan taji alias memble. Menarik memang!

Lalu tentang argumen saya bahwa Yesus berbeda dengan Gubernur karena Yesus punya kuasa untuk memampukan orang pilihan-Nya memahami apa yang Dia katakan, si pengeritik mengatakan bahwa Yesus pilih kasih. Lha.. kalau Dia Tuhan dan Dia bersama dengan Bapa memiliih orang tertentu menjadi umat Pilihan-Nya, apa yang hendak dikatakan si pengeritik? Apakah pengeritik mau menempatkan diri sebagai Tuhan? Woooiii hati-hati syrik.

Tentang perbedaan lain antara Gubernur dan Yesus sehingga analogi pengeritik antara Yesus dan Gubernur tidak pas, saya kemukakan bahwa Yesus bukan hanya Tuhan tetapi Guru yang Agung sehingga Dia tahu bahwa mengajar dengan mencekoki orang dengan informasi bukan cara mengajar yang baik. Si pengeritik mengatakan bahwa Budha juga Guru dan Muhammad adalah Guru Agung jadi tidak ada perbedaan antar semuanya. Well, Budha dan Muhammad hanya guru dan bukan Tuhan. Yesus adalah guru dan Tuhan. Masa seperti itu saja tidak mengerti? Lalu si pengeritik sekali lagi berkanjang dalam kebodohannya dan mengajukan keberatan basi dari orang tidak cerdas bahwa Yesus tidak menyatakan diri secara eksplisit sebagai Tuhan. Sekali lagi membuktikan bahwa muslim (setidaknya si pengeritik) menjadikan agama sebagai candu sehingga segalam macam fakultas (kemampuan otak ditutup pada saat berhadapan dengan hal yang berbau agama)

Karena pada point ketiga dimana saya mengemukakan perbedaan antara Yesus dan gubernur yang mengakibatkan perbandingan antara gubernur dan Yesus tidak valid, si pengeritik mempertanyakan kenapa hanya dua point. Well, hanya dua point tetapi tidak bisa dijawab. Kasian orang yang menjawab kalau dikasih lebih banyak lagi. Dua point saja sudah tidak mempu menjawab. Tidak malu apa?

Untuk point saya bahwa tidak ada jaminan orang akan mempercayai Yesus sebagai Tuhan walaupun dia mengatakan secara eksplisit bahwa Dialah Tuhan dan semua orang harus menyembah Dia, si pengeritik bertanya apa jaminan bahwa Yesus itu Tuhan. Lho selama ini berbagai argumen yang dia tidak jawab dia lupakan. Kebodohan pengeritik yang tidak menerima hasil deduksi yang valid dari Firman Tuhan dia lupakan sama sekali lalu berpura-pura sok intelek dengan menanyakan “dus apa jaminan bahwa Yesus adalah Tuhah?” Hanya seperti ini inteleknya: mengasumsikan diri sebagai Tuhan dan memaksa Tuhan bekerja sesuai dengan keinginan pengeritik dan juga menghina akal budi dengan hanya menerima pernyataan eksplisit sebagai benar. Dengan kata lain si pengeritik sedang mengatakan “Aku mau jadi sapi saat beragama. Tolong aku untuk tidak memaksa diri menggunakan akal budi dalam hal beragama.” Menarik untuk diamati si pembohong satu ini!

Sekali lagi kita melihat si pengeritik menggunakan berbagai tameng untuk menyembunyikan kebodohannya. Ada berapa banyak kesesatan berpikir yang dia lakukan dalam diskusi ini? Saya hanya berharap dia rajin menghitungnya dan menjawab argumen lawan bicara serta berhenti mengatakan klaim tanpa dasar bahwa pernyataan saya sangat subyektif kalau mengatakan bahwa dia melakukan kesalahan logika yang berulang-ulang.

Satu hal yang jelas, Saat pandangannya dibedah dengan pisau logika, si pengeritik berlindung di balik sepotong kotoran sapi dan menganggapnya sebagai benteng kuat. Atau juga si pengeritik seperti burung unta yang badannya besar yang karena ketakutan menyembunyikan kepala di dalam pasir padahal dia lupa bahwa badan dan pantatnya yang besar menjadi sasaran lawan. Huuhh.. Semoga Roh Kudus mencerahkan hati orang ini sehingga menggunakan logika secara lebih konsisten dan pada saat Yesus sang Logos datang dalam kemuliaan-Nya dia tidak dihanguskan.

—————————————————————————-

Access from,

http://whereisthewisdon.wordpress.com/2011/01/13/lho-kok-hanya-pintar-klaim/

————————————————————————

Sophislam,

Saya periksa, tampaknya semakin lama tulisan / kupasan manusia kapirit ini SEMAKIN TUMPUL dan  SEMAKIN DATAR SAJA.

Saya berketetapan hati, bahwa diskusi / debat saya dengan jidat kapirit Kristen  whereisthewisdom ini akan berakhir sampai di sini saja. Artikel ini akan menjadi yang  terakhir. Tidak ada yang saya lihat kecuali seorang emak yang mengaku-ngaku bahwa anaknya yang super jelek itu sebagai anak yang paling cakep, dia bilang anaknya lebih cakep dari Keanu Reeves! Kalau setelah artikel / postingan ini sang whereisthewisdom kembali meluncurkan komentarnya, maka dengan amat menyesal akan saya blokir, karena isinya pastilah hanya seorang emak yang mengaku-ngaku bahwa anaknya yang super jelek itu lebih cakep dari Keanu Reeves!

Saya masih punya banyak kerjaan, terlebih banyak artikel lain yang juga harus saya kelola. Apalagi masih banyak artikel mentah yang harus saya upload ke blog saya ini. Dari dulu tertunda melulu gara-gara menjawab koment jidat ini yang superlebay!!! Tak lebih dari seorang emak yang teriak macam-macam engga karuan. Selain Sophislam dot wordpress ini, saya juga mengelola blog lain. Oleh karena itu saya harus efisien.

Apalagi, di artikel lain yang berjudul …

>> https://sophislam.wordpress.com/2017/08/11/dua-puluh-contoh-kebiadaban-kristen-terhadap-kristen-yang-menentang-kristen/

jidat ini  tidak  bersedia menjawab pertanyaan saya yaitu BENARKAN BAHWA SEJARAh KEKRISTENAN DIPENUHI DENGAN KEKERASAN DAN KESADISAN??

Dia tidak atau belum bersedia menjawab pertanyaan tersebut. Mengapa? Kalau dia memang fokus untuk memurtadkan saya, dan kalau dia memang yakin bahwa TIDAK ADA yang salah pada kekristenan maka mengapa dia menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut???

Dia menulis, bahwa kalau pun benar ada patung Bunda Maria sedang menggendong anak di dalam Kabah, maka siapakah yang meletakkan patung tersebut di dalam Kabah? Bisa jadi dia bukan orang Kristen. Bisa jadi orang orang penyembah berhala dan seterusnya.

Apa pun analisa dia, toh faktanya ada patung Bunda Maria di dalam Kabah yang sedang menggendong anak. Perkara dia mempermasalahkan siapa yang menaruhnya, maka memang demikianlah mental manusia Kristen yang gemar LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN ….. Mana mungkin seeh orang beragama lain yang meletakkan patung sial tersebut dalam Kabah??

Jidat ini tidak mengerti betapa setiap space dan setiap inchi dalam Kabah itu diperebutkan oleh setiap suku dengan cara tumpah darah dan kesadisan. Dan jika space dalam Kabah itu berhasil diperoleh melalui perjuangan yang kelewat keras itu, nah apa mungkin yang menang tersebut meletakkan patung -patung atau berhala-berhala yang bukan dari keyakinannya, dan hanya untuk jadi fitnah bagi agama lain??

Kira-kira nanti apa ya komen dia membaca penjelasan saya ini?? AH! paling juga tidak lain excuse bodoh seperti seorang emak yang kowar-kowar bahwa anaknya lah yang paling ganteng, ngalahin Keanu Reeves!

Tetap! Semua komen selanjutnya dari dia akan saya blokir! Tidak ada gunanya!

Dia tulis,

……………Terlepas dari itu semua, kekristenan sudah mempercayai Trinitas jauh sebelum Muhammad. Mereka mempercayai Trinitas sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus…….

Tampaknya dia ragu dengan pernyataan tersebut. Memang benar bahwa Trinitas itu “lahir” jauh sebelum datangnya Muhammad saw. Tapi justru Trinitas itu muncul JAUH SETELAH WAFATNYA Isa Almasih. Trinitas muncul pada tahun 300an Masehi. Dan Muhammad lahir pada tahun 571 Masehi. Bukan berarti saya melenceng dari permasalahan / selisih oknum-oknum yang terlibat Trinitas (versi Mekah atau versi blah blah blah), tapi saya ingin mengingatkan bahwa terdapat rentang waktu yang lumayan singkat antara ‘deklarasi’ trinitas itu dengan sosialisasi utuh sang trinitas supaya dapat ‘dihafal’ lebih baik oleh semua manusia Kristen khususnya manusia Kristen Mekah kala itu. Faham?Oleh karena itu, apa yang direkam Alquran tentang versi Trinitas hanyalah Trinitas apa yang dikunyah warga Mekah kala itu. Dus itu menandakan bahwa Trinitas bukanlah ajaran yang universal. Apakah manusia ini ingin menjelaskan bahwa sekali Trinitas ‘dideklarasikan’ (nun jauh di sana), maka langsung menjadi ajaran yang diterima secara utuh di seluruh penjuru negeri Kristen?

Kalau Kristen memang ajaran yang universal, maka seharusnya trinitas yang bapa-jesus-rohkudus itu sudah RATA KE SELURUH DUNIA ini BERBARENGAN dengan MERATANYA Kristen itu di negeri tertentu. Faham?

Tentang dicoba Iblis.

Manusia ini insist ingin menyatakan, bahwa meski Jesus pernah dicoba Iblis, TAPI tetap Jesus adalah baik.

Dia lupa dengan kalimat ini,

Saya (pernah) dicobai iblis. Apakah saya tetap baik?

Tetangga saya pernah dicobai Iblis. Apakah tetangga saya tetap baik?

Yang jelas, toh adalah mustahil Kristen itu adalah agama yang benar – mengingat agama ini mengajarkan bahwa Tuhan pun pernah dicobai Iblis. Gila apah!!!?????

Tentang sumber otentik keberadaan patung maria di dalam Kabah,

 …………“……….[After the conquest of Mecca] “Apart from the icon of the Virgin Mary and the child Jesus, and a painting of an old man, said to be Abraham, the walls inside [Ka’bah] had been covered with pictures of pagan deities. Placing his hand protectively over the icon, the Prophet told `Uthman to see that all other paintings, except that of Abraham, were effaced.”.

 

(Martin Linggs, “Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources” p.300, ref: al-Waqidi, Kitab al-Maghazi 834, and Azraqi, Akhbar Makkah vol. 1, p. 107. Martin Linggs is a practicing Muslim.) …..

Note,

Paragraf ini sendiri saya dapatkan dari artikel answering-islam dot org. Sekarang, tugas jidat inilah untuk visit answering-islam.org nya. Sanah, udek-udek deh semua artikelnya untuk mencari paragraf tersebut di atas. Selamat bekerja untuk membela agama anda sendiri…..!!

Tentang INjil sesat yang mewartakan Jesus memasukkan jari dan penisnya ke dalam vagina keledai, saya menemukannya dari page facebook. Adalah seorang China Kathololik yang mualaf sekeluarga, Kevin namanya. Dialah yang membeberkan kebobrokan nature PB sampai ke sumsumnya. Visit saja facebook, lalu search dengan kata kunci ‘kevin juru selamat’. Pasti anda akan menemui petikan Injil yang saya maksudkan. Oke??

Saya tidak bersedia memberikan link nya langsung di sini, karena saya khawatir bisa jadi hal itu akan terbaca juga profile facebook saya. Saya harus meneliti dulu apakah copy paste link  facebook  langsung dari account saya akan berakibat account saya juga akan terbaca oleh recipient, tapi saya tidak punya waktu.

Kalau jidat ini sudah menemukan account facebook a/n “kevin juru selamat”, dan menemukan ‘status’ paragrah di mana Jesus main-main dengan vagina keledai, maka silahkan debatlah sang kevin di sana. Jangan lagi debat saya di sini. Kevin itu adalah mantan Kathololik, begitu juga dengan keluarganya. Dia pasti lebih faham tentang mantan kitab suci mereka. Debat deh sanah sampe mampuss!!!!

Barbara Thiering.

Apakah manusia ingin lebih percaya kepada retorika keimanan daripada paparan ilmiah?? Terserah orang yang beriman, meski beriman nya kepada kadal bunting!

Dia tulis, bahwa ide Jesus kawin dan poligami sudah berseliweran di dunia ini selama puluhan tahun, tapi tetap tidak ada seorang pakar pun yg setuju dengan ide ini.

Jawab saya,

Nah memang itu maksoooooth saya!!!

Semua jidat Kristen itu BEBALLLL!!! Sudah jelas ada laporan ilmiah bahwa Jesus bukan tuhan, karena khususnya dalam hal ini Jesus terbukti menikah, poligami, istrinya adalah mantan pelacur, punya anak, main-main dengan vagina keledai….. segala macem!! tapi tetap saja mereka terpesona oleh ide bahwa Jesus adalah tuhan dan mati untuk menebus dosa manusia!!!

Gila!! Apa debat konyol seperti ini yang harus saya ladeni setiap hari?? Kalau saya engga punya kerjaan lain seeh monggo-monggo aja! Itu pun, saya juga keberatan bahwa akhirnya blog saya ini hanya dipenuhi teks yang tidak karu-karuan yang berasal dari jidat kapirite bin bebal ini. Kasihan viewers saya yang laen!!

Tentang bahwa zina – mabokmabokan – judi – riba – nakedparty – sabunghewan – segalamacem, yang saya klaim bukan dosa dalam Kristen, ah memang benar kok!!! Engga usah menghindar untuk mendiskusikan dan mengakuinya! Dia malah tulis ITU  TIDAK PERLU DITANGGAPI…. Lha iyalah, karena nanti dia terpojok oleh keagungan Islam!!!

Jidat ini demi bisa menang melawan Islam dalam debat di blog ini, sering sekali mengeluarkan statement di mana dia tidak bersedia membicarakan isu-isu lain, atau dengan kata lain dia request saya supaya diskusi  tentang isu a dihentikan saja. Padahal munculnya isu-isu lain dalam debat ini adalah konsekwensi debat dan juga pengembangan dari dikusi itu sendiri. Tapi dia menolak!!

Mengapa? Karena memang pada dasarnya Kristen itu LEMAH dan KONYOL!!!!

Contoh, di thread artikel >> https://sophislam.wordpress.com/2017/08/11/dua-puluh-contoh-kebiadaban-kristen-terhadap-kristen-yang-menentang-kristen/

dia tulis begonoh,

……………Pertama, jangan diseret kemana-mana. Isu tentang ayat-ayat tentang kekerasan bukan inti di sini.

 

Kedua, anda mengemukakan definisi yang benar tetapi dalam penjelasan anda, anda melakukan penipuan. Dalam tulisan ini hanya dikemukakan tentang kekerasan yang dilakukan , tanpa sedikitpun mengemukakan tentang ayat Alkitab.

 

Jadi bagian yang mengatakan “DITUJUKAN UTK MENYERANG ALKITAB” itu tipuan saja, jadi dicoret saja dari komentar sebelumnya. Kalaupun diterima alias benar, anda tetap saja melakukan serangan ad hominem karena bagian kedua dari kalimat anda pada point nomor dua. Anda paham?…………

Lancang-lancangnya dia request saya supaya jangan membicarakan kekerasan Kristen.

Hah!! Memangnya kenapa kalau semua manusia mendebat tentang kekerasan Kristen?? Faktanya benar kok, bahwa Kristen itu penuh dengan kekerasan!!!

Memang terbukti, dia menolak untuk membicarakan point-point yang pasti akan memojokkan Kristen. Itulah sebabnya, semua further komen dia akan saya blokir!! Dia tidak fair! Abis ceritak!!!

Dia tolis,

……………..Lalu untuk membela standar ganda pengeritik yang dengan pongah menyalahgunakan ayat Alkitab menyerang ajarak Kristen, dia mengatakan bahwa alasannya untuk standar ganda adalah karena Alkitab tidak secara terang-terangan menjelaskan bahwa Yesus adalah Tuhan sedangkan Kuran menerangkan secara jelas bahwa Yesus hanyalah manusia. Tidak jelas menurut siapa? Alkitab hanya tidak jelas mengajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan bagi orang yang tidak mau menggunakan akalnnya. Orang yang tidak mau deduksi. Atau orang munafik menerima pura-pura deduksi kalau tersudut tetapi tidak konsisten menerapkannya. Singkatnya Alkitab tidak jelas mengajarkan Yesus sebagai Tuhan hanya bagi orang yang beraspirasi menjadi sapi atau binatang lain karena hanya sapi dan binatang lain yang tidak bisa menghubungkan antar proposisi. Lalu kalau orang tidak mampu menalar secara konsisten menganggap orang lain yang pikirannya jalan mulus sebagai bodoh, yang bodoh sebenarnya siapa?

 

Silahkan menjawab………..

Sophislam,

nyeah nyeah nyeah nyeah!!!

Di dunia ada dua petikan, yaitu petikan tuhan alias firman, dan petikan manusia. Muslim hanya bersandar pada petikan tuhan aka firman ini.

Sebagai contoh, Alquran dan Alhadis hanya menyebut 25 nabi dan rasul. Begitu juga, Alquran dan Alhadis hanya menyebut 10 Malaikat.

Muslim hanya berpatokan kepada 25 nabi-rasul itu dan 10 Malaikat itu, THOK!! Perkara di luar 25 nabi itu ada nabi lain yang dikisahkan oleh kitab lain, toh Muslim tidak bersedia MEMPERTANGGUNGJAWABKANNYA. Mereka hanya bilang, KITA HANYA DIWAJIBKAN UNTUK MENGIMANI KE 25 RASUL TSB… Begitu juga dengan ke 10 Malaikat.

Di luar itu Muslim  tidak berani mempertanggungjawabkannya. Dalam Alquran ada tokoh lain yaitu Lukman. Tapi karena ALquran dan Alhadis tidak menyebut bahwa Luqman itu adalah seorang Nabi, maka tidak ada seorang Muslim pun yang mengatakan bahwa Luqman adalah Nabi.

Itu hanya untuk masalah KEIMANAN saja. Lain lagi kalau menyangkut masalah tata ibadah. Barulah Muslim akan menggunakan petikan manusia, dalam hal ini adalah interpretasi. PUn interpretasi itu hanya akan disahkan kalau TIDAK BERTENTANGAN dengan thema dasar Alquran dan Alhadis. Tapi ingat, interpretasi dibutuhkan hanya dalam hal tata ibadah, bukan untuk menyangkut keimanan alias Akidah!!!! Itu pun tidak banyak. Dan tidak mendasar, karena pada dasarnya semua tata ibadah sudah diajarkan Muhammadsaw secara lengkap.

Nah bagaimana dengan jidat-jidat Kristen ini?? Petikan tuhan yang ada dalam Alkitab tidak ada satu pun yang menyerukan bahwa Jesus adalah tuhan. Tetapi manusia Kristen membuat petikan manusia, yaitu interpretasi, bahwa Jesus adalah Tuhan!! Gila! Masalah keimanan mereka sandarkan kepada petikan manusia. Tidak bisakah jidat-jidat Kristen itu mencontoh kaum Muslim, bahwa dalam hal keimanan, mereka tidak berani mengambil dan mendasarkan pada petikan manusia?? Kaum muslim hanya berpatokan kepada petikan tuhan untuk hal hal keimanan. Apakah itu tidak bisa dicontoh??

Dia tolis,

………….Yang dia katakan sederhana saja. Dia mengatakan bahwa Tuhan akan memberikan seorang anak yang suci. Disitu si malaikat tidak katakan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang bayi yang suci. Dengan kata lain si pengeritik sedang memelintir ayat kitabnya sendiri (Alquran) supaya BERTENTANGAN DENGAN APA YANG DIKATAKAN ALKITAB………..

Sophislam,

Perhatikan yang huruf besar. Dia tulis SUPAYA BERTENTANG DENGAN ALKITAB.

Apa dasarnya?

Alquran TIDAK PERNAH BERTENTANGAN DENGAN KONSEP KETUHANAN YANG ADA DALAM ALKITAB, BAIK IA PL MAU PUN PB!

Alquran dan Alhadis HANYA BERTENTANGAN dengan petikan manusia alias interpretasi yang dibuat manusia sesat!!!

Faham??

Ah sehabis ini, pasti dia akan kembali bikin sanggahan yang isinya hanya blah blah blah blah. Sumpah, akan saya blokir mentah-mentah!! Dari sini sudah jelas kok betapa bebal dan konyolnya jidat kapirit ini dalam mengelola kemampuan otak dan nuraninya!!!!

Dia tolis,

………….Andaikatapun misalnya benar bahwa Yesus suci karena memang semua bayi suci, maka si Alloh pastilah sesuatu entitas yang mubazir. Masa, semua orang yang saleh sudah tau kok bahwa bayi itu suci, kenapa lagi musti diberitahukan bahwa Yesus suci? Apa bedanya bayi Yesus dengan bayi lain?………

Sophislam,

Sesat!

Allahswt menjelaskan bahwa Mariam akan melahirkan bayi yang suci (dengan penekanan pada kata bayi suci) hanyalah sebagai apresiasi.

Ingat! Alquran sering menggunakan gaya bahasa apresiasi ini. Baca di seneh,

>> https://sophislam.wordpress.com/2017/04/05/alquran-plinplan-part-01/

Dia tolis,

…………..Menjawab argumen saya bahwa Yesus punya alasan mengharapkan orang yang percaya kepada-Nya menghubungkan semua proposisi yang Dia ucapkan menjadi kesimpulan yang valid, si pengeritik mengeritik kata “mengharap” yang saya gunakan. Si pengeritik menyangka kata itu berarti bahwa Dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Si pengeritik lupa bahwa orang berbicara orang bisa menulis dengan menggunakan eufimisme dimana sebuah kata digantikan dengan kata lain yang artinya tidak setajam apa yang diungkapkan. Apakah intelektual islam tidak tahu apa itu gaya bahasa? Memprihatinkan! Saya mencoba memancing dengan gaya bahasa seperti ini saja sudah terpancing dan menunjukkan kebodohannya. Andaikatapun saya mengakui bahwa saya salah tulis dan mengganti kata “mengharapkan” dengan kata “mengharuskan” dalam konteks ini, maka kritikan si pengeritik langsung kehilangan taji alias memble. Menarik memang!………..

Sophislam,

Hah!! Kalau pun jidat ini tukar kata ‘mengharapkan’ dengan kata ‘mengHaruskan’, jadinya,

…………Kedua, apa salahnya kalau Yesus =MENGHARUSKAN== pengikut-Nya menjadi orang-orang cerdas yang menghubungkan berbagai propisisi yang Dia kemukakan dan bukan hanya pasif mendengar yang tidak bisa menghubungkan antara berbagai proposisi?…………..

Maka apakah itu jadi bertambah kacau?? Kok Jesus yang malah mengharuskan umatnya?? Bukannya Jesus YANG HARUS menyatakannya secara explisit?? Menyatakan bahwa Jesus adalah tuhan adalah tugas dia sendirik!!! Bukan tugas manusia!! Faham?? Makan gaji butak kaleek tuh si Jesus!!!

Kalau sekarang saja Jesuslah yang mengharuskan umatnya untuk bilang bahwa Jesus adalah tuhan, maka selanjutnya, apa?

Nanti Jesus akan mengharuskan umatnya untuk membunuh manusia lain yang tidak menerimanya sebagai tuhan. Nanti Jesus akan mengharuskan umatnya untuk menurunkan hujan (padahal itu adalah tugas tuhan, THOK!). Nanti Jesus akan mengharuskan umatnya untuk menenggelamkan matahari di barat (padahal itu adalah tugas tuhan, THOK!!!)…

ha ha ha ha …. sekarang mau kemane loo?? Mau menggunakan kata ‘mengharapkan’ kek, mau menggunakan kata ‘ mengharuskan’ kek, tetap aja eloe (dan Kristen loe) yang jungkirbalik!!!

Dah AH!! Engga usah disanggah lageeh!! Karena kalau pun jidat ini bikin sanggahan lagi dan di-send ke blog saya, langsung akan saya blokir!

Intinya, toh nanti viewers sendiri lah yang akan melihat dengan nurani mereka sendiri, bahwa justru jidat kapirit whereisthewisdom inilah yang punya kelebihan dalam hal kebobrokan cara berfikirnya………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s