Excuse Bodoh Atau Mengada-ada?

perkataan

Sophislam,

Matius 7 menjelaskan bahwa semua manusia TERLARANG untuk menganggap Jesus Tuhan, atau menuhankan Jesus, karena yang Tuhan adalah dan hanya lah Bapa yang di Surga.

Kedua. Pun di dalam Alkitab tidak dijumpai ayat yang menjelaskan bahwa Jesus telah berkata dengan lisannya sendiri bahwa ‘Aku adalah anak Tuhan, dan sembahlah aku ….”. yang mana ini artinya, adalah bahwa Jesus sama sekali bukan lah Tuhan….

Namun justru melalui artikel / penjelasan sang pendeta Jahanam John Robbins ini (https://sophislam.wordpress.com/2018/12/10/pembenaran-dan-penghakiman), justru ayat itu menjelaskan dan menguatkan bahwa Jesus adalah Tuhan.

Pertanyaannya adalah, kalau memang Jesus adalah Tuhan, maka tunjukkan ayat di dalam Bible yang menunjukkan bahwa Jesus  telah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH ANAK TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU….

Kalau lah Jesus memang Tuhan, maka keberadaan ayat itu amatlah mutlak dan penting. Oleh karena itu ayat tersebut HARUS LAH ADA….

Nah sekarang, tunjukkan ayat tersebut…..!

Kapirite,

Dalam diskusi di internet, saya bertemu dengan beberapa orang yang tidak mempercayai ajaran Kristen bahwa Yesus adalah Tuhan. Di samping mengangkat ajaran dari Kitab mereka, mereka juga mengangkat beberapa ayat di Alkitab – sebagai logical ad hominem atau reductio ad absurdum– untuk membantah ajaran tersebut.

Salah satu ayat Alkitab yang digunakan adalah Markus 10 : 18 yang berbunyi: Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.” Di sini diceritakan seorang yang datang kepada Yesus dan mengatakan bahwa Yesus baik. Pihak-pihak yang menentang keilahian Kristus akan mengatakan bahwa dalam ayat ini Yesus Kristus mengakui bahwa dia bukan Allah. Ini adalah pengakuan dari mulut Yesus sendiri bahwa Dia bukan Allah. Argumennya  adalah:

  1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
  2. Premis 2: Yesus tidak baik
  3. Kesimpulan: Yesus bukan Allah

Apakah argument ini valid? Kalau valid, apakah premis yang digunakan untuk mendukungnya benar? Dan terakhir, apakah kesimpulannya benar?

Pertama, secara struktur, argumen tersebut valid. Kalau Allah itu baik dan Yesus tidak baik maka valid kalau berkesimpulan bahwa Yesus bukan Allah. Semua orang yang berakal akan mengakui validitas argumen di atas. Tetapi yang perlu diingat adalah bahwa validitas tidak selalu berarti bahwa kesimpulan benar. Argumen valid yang pasti benar hanyalah argumen yang semua premisnya benar. Kita melangkah ke langkah berikut yaitu menguji benar tidaknya premis yang digunakan.

Kedua, premis pertama adalah apa yang tertulis. Berarti premis itu benar. Premis kedua adalah hanya sebuah asumsi. Dalam ayat yang diangkat tidak ada satupun proposisi yang mendukung asumsi ini. Saya juga tidak pernah melihat argumen yang mendukung kebenaran premis ini. Saya mungkin salah. Karena itu kalau yang membaca merasa bahwa saya salah, silahkan tunjukkan kepada saya argumen yang mendukung kebenaran premis 2.

Tidak adanya argumen pendukung kebenaran premis 2, tidak otomatis berarti bahwa premis ini salah. Orang yang mengatakan bahwa premis ini salah, harus menunjukkan bahwa premis ini salah. Karena saya berpandangan bahwa premis 2 itu salah, maka saya akan tunjukkan bagaimana salahnya.

Premis 2 salah karena di Alkitab Yesus adalah sosok tidak berdosa. Bahkan dalam kitab suci mereka yang menentang keilahian Yesuspun, Yesus diajarkan sebagai tidak berdosa (Surat Maryam 19:19). Mungkin akan ada bertanya-tanya, lho… “Di sini dibicarakan tentang baik tidak baik, kok anda berbicara tentang dosa dan tidak berdosa?” Jawabannya sederhana saja, tidak ada orang yang tidak baik yang tidak berdosa atau suci. Kalau Yesus tidak baik, maka dia pasti berdosa. Kenyataannya Dia tidak berdosa, jadi pasti Dia baik.  Jadi tampaknya premis ini salah. Kalau ada yang mengatakan bahwa premis ini benar, sekali lagi saya ulangi tantangan saya di atas “Tunjukkan kebenarannya! Saya mau tau”

Nah, karena dalam argumen tersebut premis 2 bukan pengembangan dari premis 1, alias predikat premis 1 tidak menjadi  subyek dalam premis 2, maka kesimpulan itu pasti salah. Tidak benar bahwa Yesus sedang menyatakan diri sebagai bukan Allah. Yang tidak paham sampai point ini, silahkan belajar lebih lanjut tentang logika. He he he he.

Mengingat Yesus baik, maka pasti Yesus sedang mengemukakan logical ad hominem.  Hal yang ironis karena para pengkritik itu menggunakan logical ad hominem (walaupun kesimpulan dari logical ad hominem mereka tidak benar) dan pada saat membaca Alkitab tidak terpikir sama sekali bahwa Yesus sedang menggunakan logical ad hominem saat mengatakan yang Yesus katakan dalam ayat ini. Logical ad hominem adalah kita mengemukakan argumen dimana kita menerima premis lawan (entah benar-benar menerima atau hanya demi argumen) lalu mengambil kesimpulan yang entah dia tidak pernah pikirkan atau dia tolak. Jadi kalau mau diparafrase, di sini Yesus mengatakan “Hei anak muda, hanya Allah yang baik. Kalau hanya Allah yang baik, dan seperti kau katakan Aku baik, maka kesimpulan logisnya adalah Aku adalah Allah.” Itu yang hendak dikatakan Yesus, tetapi Dia tidak mengemukakan kesimpulannya. Kemungkinan Dia mengharap orang yang datang padanya itu untuk menghubungkan sendiri proposisi yang dia percaya dengan proposisi yang Yesus kemukakan. Rupanya orang itu terlalu bebal untuk paham apa yang Yesus katakan sehingga bahkan dia langsung melupakan proposisi yang Yesus katakan. Orang itu persis seperti orang yang mengambil kesimpulan bahwa Yesus bukan Allah berdasarkan sebuah asumsi yang salah di atas.

Tampaknya argumen menentang keilahian Kristus seperti yang di bahas hanyalah argumen jalanan yang tidak punya bobot sama sekali, yang karena sudah sering diulang-ulang dan tidak dibantah atau kalaupun dibantah tidak diperhatikan maka dianggap argumen yang sangat intelektual. Perhatikan bahwa argumen seperti ini bukan hanya milik orang jalanan tetapi juga milik kaum intelektual pengeritik. Anda tinggal bersilancar sedikit lebih banyak untuk menyadarinya.

Saya sengaja meninggalkan beberapa hal untuk tidak dibahas dalam tulisan ini dan beharap akan ada yang mau berdiskusi. Catat baik-baik kata “diskusi.” Di sini bukan tempat untuk copy paste tulisan orang lain atau untuk berbicara seenaknya yang tidak ada hubungannya dengan topik.

Sophislam,

Akan dibawa kemanakah ayat-ayat Alkitab yang jelas-jelas menegaskan bahwa Jesus bukan lah  Tuhan? Kemana pun jidat-jidat Kristen menyeret-nyeret Alkitab ini untuk dihempaskan ke atas keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan, maka hasilnya hanya lah kekonyolan dan kelucuan.

PERTAMA,

Mereka membahas markus 10:18,

Jawab Jesus, mengapa kau katakana aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah saja

Zahir daripada ayat ini adalah sinyal bahwa Allah adalah Allah, dan Jesus adalah Jesus, dua individu yang berbeda satu sama lain. Allah adalah baik, dan Jesus adalah tidak / kurang baik – karena ia adalah manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan. Namun sungguh pun demikian, jidat Kristen terus memeras-meras ayat ini supaya bisa terdengar seolah Jesus adalah  Tuhan. Apa ini bukan yang namanya pemelintiran?

Untuk mengolah ayat ini, jidat Kristen TERPAKSA menggunakan berbagai metode pemelintiran yang menjijikkan dan menggelikan. Di dalam kasus ini mereka menggunakan metode silogisme, yaitu penggabungan dua premis supaya dapat menghasil kan premis ketiga yang senada.

Di dalam teori ini, mereka menentang ide bahwa Jesus adalah tidak baik. Kalau Jesus tidak baik, maka Jesus bukan Tuhan. Sungguh mereka telah banting tulang memeras keringat dan semua energi supaya mereka bisa mengamankan teori / fakta bahwa Jesus adalah baik. Karena kalau Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan. Itulah nafsu mereka.

Ini adalah paragraph ketika mereka menyatakan bahwa Jesus adalah baik,

Premis 2 salah karena di Alkitab Yesus adalah sosok tidak berdosa. Bahkan dalam kitab suci mereka yang menentang keilahian Yesuspun, Yesus diajarkan sebagai tidak berdosa (Surat Maryam 19:19). Mungkin akan ada bertanya-tanya, lho… “Di sini dibicarakan tentang baik tidak baik, kok anda berbicara tentang dosa dan tidak berdosa?” Jawabannya sederhana saja, tidak ada orang yang tidak baik yang tidak berdosa atau suci. Kalau Yesus tidak baik, maka dia pasti berdosa. Kenyataannya Dia tidak berdosa, jadi pasti Dia baik.  Jadi tampaknya premis ini salah. Kalau ada yang mengatakan bahwa premis ini benar, sekali lagi saya ulangi tantangan saya di atas “Tunjukkan kebenarannya! Saya mau tau

Pertanyaan saya,

SUDAH BANYAK BUKTI bahwa Jesus TIDAK BAIK!!

Ini salah satu buktinya……………..,

Naiklah Yesus ke atas keledai betina yg dicuri dari Betfage, lalu Yesus memasukkan jari dan kemaluannya ke lobang puki keledai betina itu hingga keluarlah cairan rupa mani (peju). Orang Israel yg melihat kelakuan Yesus tsb berteriak, itukah Mesias?” (Mat.20:22 dlm Alkitab 1928 sblm diedit pendeta Kristen Protestan…)……”

Apakah maksud dari ayat ini? Apakah seorang Tuhan pantas untuk berbuat seperti ini? Pun, apakah pantas seorang manusia melakukah hal seperti itu? Pun apakah pantas seorang Nabi melakukan hal seperti itu?

Jesus pernah dicobai iblis. Bahkan, kalau benar bahwa Ka’bah adalah sesat, maka mengapa Jesus tidak pernah memperingatkan manusia tentang Ka’bah ini di dalam Alkitab nya?

Pertanyaannya adalah, baik-kah Jesus dilihat dari perbuatannya itu, yaitu memasukkan jemari dan penisnya ke lobang vagina keledai sehingga keluarlah mani sebagai mana layaknya hubungan intim suami istri? Baik kah Jesus sebagai orang yang pernah dicobai iblis? Baik kah Jesus itu menikah dan poligami?

Jelas! Jesus tidak baik! Sekali lagi, Jesus tidak baik!

Sesudah terbukti bahwa Jesus tidak baik, maka kesimpulannya adalah, bahwa Jesus bukan lah Tuhan, karena hanya Tuhan lah yang baik!!!

Nah wahai jidat Kristen!

Tampaknya usaha Anda belum berhasil kali ini. Silahkan coba lain kali ya….

KEDUA.

Kemudian, jidat-jidat Kristen meluncurkan kelucuan berikutnya. Mereka menggunakan surah Maryam ayat 19 untuk memverifikasikan bahwa Jesus adalah suci / baik.

19:19] Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci

  1. Buat apa mereka menggunakan surah Maryam19 untuk mendukung teori mereka bahwa Jesus adalah baik? Ingat, secara keseluruhan, Alquran adalah kitab suci yang paling pertama yang menentang ide bahwa Jesus adalah Tuhan. Tidak kah itu kelewat lucu bagi kita semua untuk melihat ada jidat-jidat Kristen yang menggunakan Alquran untuk membenarkan ide bahwa Jesus adalah Tuhan? Seperti apa pun bunyi ayat yang mana saja  dari Alquran, maka pastilah ayat itu akan berbunyi bahwa Nabi Isa bukan lah Tuhan atau anak Tuhan, karena Yang Tuhan hanya lah Allah Swt!!! Memang terbukti benar, bahwa kalau seorang individu telah menjadi Kristen, maka pastilah otak mereka cedera luar biasa sehingga kebanyakan lupa nya daripada ingat nya!!!
  2. Jidat Kristen ini ingin memelintir dan memeras ayat supaya seolah terdengar bahwa Jesus adalah anak  Tuhan. Mereka menggunakan ayat Maryam19 ini untuk membuktikan bahwa Jesus adalah suci. Memang adalah benar bahwa ayat Maryam19 ini meng informasi kan bahwa akan lahir bayi dari rahim Siti Maryam yang suci. Ingatlah! Semua bayi yang lahir pastilah suci! Tidak benar bahwa hanya bayi Isa sajalah yang lahir di dalam keadaan suci! Faham?

Pertanyaan saya adalah,

Tidak kah mereka mempunyai rasa etis sedikit pun ketika mereka menggunakan ayat dari Alquran untuk membuktikan bahwa Jesus adalah baik (sehingga dengan demikian Jesus adalah Tuhan)? Apakah mereka sudah terbiasa lupa bahwa Alquran adalah kitab suci yang paling keras sikapnya untuk menentang ide bahwa Jesus adalah Tuhan?

Memang dasar tidak tahu malu!!

@–Sudah pun mereka memeras ayat-ayat Alkitab supaya terdengar seolah Jesus adalah Tuhan (padahal ayat itu zahirnya menjelaskan bahwa Jesus bukan lah Tuhan),

@–eeh sekarang mereka malah tambah dengan mencomot ayat-ayat Alquran untuk mendukung nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan (padahal Alquran sendiri menentang ide bahwa Jesus adalah Tuhan)!!

Masya Allah!

KETIGA.

Jidat jidat kapirit itu lanjut kebodohannya dengan paragraph ……..,

Jadi kalau mau diparafrase, di sini Yesus mengatakan “Hei anak muda, hanya Allah yang baik. Kalau hanya Allah yang baik, dan seperti kau katakan Aku baik, maka kesimpulan logisnya adalah Aku adalah Allah.” Itu yang hendak dikatakan Yesus, tetapi Dia tidak mengemukakan kesimpulannya. Kemungkinan Dia mengharap orang yang datang padanya itu untuk menghubungkan sendiri proposisi yang dia percaya dengan proposisi yang Yesus kemukakan. Rupanya orang itu terlalu bebal untuk paham apa yang Yesus katakan sehingga bahkan dia langsung melupakan proposisi yang Yesus katakan. Orang itu persis seperti orang yang mengambil kesimpulan bahwa Yesus bukan Allah berdasarkan sebuah asumsi yang salah di atas……….”

Tidak kah ini aneh? Ditulis, ITU YANG HENDAK DIKATAKAN YESUS NAMUN DIA TIDAK MENGEMUKAKAN KESIMPULANNYA. KEMUNGKINAN DIA MENGHARAP ORANG YANG DATANG KEPADANYA ITU UNTUK MENGHUBUNGKAN SENDIRI PROPORSI YANG DIA PERCAYA ….

Haa haa haa haa haa haa ………..

Jangan maksa deh!!!!!

Kalau lah A itu adalah suatu kebenaran, maka mengapa Jesus tidak menyatakan A itu di dalam Alkitabnya? Pun, justru mengapa Jesus lah yang mengharap supaya manusia lah yang menyatakan nya (seperti yang jidat kapirit ini tolis)? Yang menjadi Nabi / Rasul / Tuhan itu, siapa seeeeh?

Ingat. Ada Hukum. Dan ada orang / lembaga yang membuat / menetapkan Hukum  tersebut. Tugas dan kewajiban lembaga / orang tersebut adalah MEMBUAT / MENETAPKAN Hukum tersebut. Jadi, jangan pernah berkata,

pak gubnernur tidak pernah mengeluarkan Hukum berlalu lintas. Pak gubernur mengharap supaya para pengendara lah yang mengerti tentang berlalu lintas……..”

Apakah itu tidak konyol?

Lantas bagaimana kalau nanti para pengendara motor itu sak karepek dewwwe?? Dan bagaimana nanti kalau sesama pengendara motor itu akhirnya bertengkar satu sama lain karena pak gubernur tidak membuat Hukum yang pasti? Ah kacau sekali jidat-jidat Kristen inih!!!!!

Jesus, sebagai Nabi, atau Rasul (atau Tuhan menurut ajaran Kristen)  telah menetapkan banyak hal DENGAN GAMBLANG DAN TERANG-TERANGAN, seperti ajaran moral, jalan ke Neraka dan jalan ke Surga. Lantas mengapa Jesus tidak menetapkan DENGAN GAMBLANG DAN TERANG-TERANGAN bahwa ia adalah Tuhan atau anak Tuhan? Jesus bisa bilang bahwa Israel itu begini begitu. Jesus bisa bilang bahwa orang samaria itu begini begitu. Lantas mengapa Jesus tidak bisa bilang bahwa Jesus adalah Tuhan? Dan lantas mengapa justru Jesus lah yang mengharap supaya orang orang lah yang akan memperkatakan bahwa Jesus adalah anak Tuhan? Mengapa tidak sekalian, Jesus selama hidup nya diam saja, dan kemudian mengharap bahwa orang orang lah yang akan memperkatakan bahwa ini benar dan itu salah? Dasar geblek!!!!

Pertanyaannya adalah,

Lazimkah bahwa pemegang Hukum tidak pernah menetapkan Hukum, dan justru constituent lah yang diharapkan untuk menetapkah Hukum tersebut? Apakah jidat Kristen menganggap kasus pak gubernur itu lazim dan pantas? Kemudian, kalau lah jidat kapirit Kristen itu menganggap bahwa kasus pak gubernur itu tidak pantas (dan tidak pernah terjadi), maka bagaimana pula dengan kasus si Jesus yang tidak pernah menetapkan status dirinya sendiri, dan bahkan mengharap manusia sendiri lah yang menetapkan statusnya itu?

Penutup.

Terbukti sudah, bahwa Jesus memang bukan tuhan, karena di sini terbukti sekali lagi dengan menggunakan ayat-ayat Alkitab sendiri, bahwa JESUS TIDAK BAIK, DAN HANYA ALLAH LAH YANG BAIK …

Komentar kapirite Kristen.

Beberapa saat yang lalu ada yang pingpack ke postingan saya yang mengkritik argument yang dikemukakan beberapa pihak untuk menolak ketuhanan Yesus Kristus. Tulisan si pengeritik dapat di lihat di sini. Tulisan saya bertujuan mengekspose kesalahan-kesalahan yang ada dalam tulisan tersebut. Kesalahan-kesalahan lama yang terus-menerus dilakukan walaupun sudah berulang-ulang ditunjukkan bahwa itu semua adalah kesalahan.

Sophislam,

jidat ini tolis apa? Kesalahan-kesalahan lama yang terus-menerus dilakukan walaupun sudah berulang-ulang ditunjukkan bahwa itu semua adalah kesalahan….??? Salah! Yang benar adalah, bahwa justru jidat inilah yang terus melakukan kesalahan! Subjektif bangetz!……………..

Dia mengatakan bahwa dalam Markus 10 : 18  membedakan dua individu berbeda. Bagian mana yang mengatakan bahwa ada dua individu berbeda yaitu Allah dan Yesus? Kalaupun benar bahwa di sini ada dua pribadi berbeda, apakah tidak mungkin keduanya Allah? Hanya asumsi yang didasarkan pada ajaran Kuran yang tidak memperbolehkan demikian. Jadi di sini si pengeritik menggunakan asumsi yang ada pada kita dia untuk menilai apa yang diajarkan kitab orang lain. Padahal kitabnya adalah kitab yang muncul beratus-ratus tahun setelah Alkitab dan penulisnya tidak paham apa yang dia kritik. Salah satunyanya saja adalah dia tidak paham apa itu Tritunggal. Penulis Kuran (siapapun dia) mempercayai bahwa dalam ajaran Tritunggal Kristen mengajarkan bahwa bahwa Tritunggal itu adalah Bapa, Maria, dan Yesus. Juga dalam Kuran diajarkan bahwa pada saat orang Kristen mengajarkan bahwa Bapa memperanakkan Anak, itu artinya Bapa harus mempunyai isteri walaupun orang Kristen tidak percaya hal seperti itu. Nah, menggunakan asumsi dari sebuah kitab yang tidak nyambung dengan realitas seperti ini harus dipertanyakan. Tetapi terrlepas dari itu, argumen saya tetap valid.

Sophislam,

……………ya jelaslaaaa, dua individu berbeda itu adalah Jesus dan Allah. Sudah tehe kok pake nanya-nanya?? Wah sudah banyak debat islam-Kristen di internet yang berhasil membuktikan bahwa Jesus adalah individu berbeda dari Allah. Hanya karena jidat ini keras kepala bin bebell, maka ia sah-sah saja untuk terus berkata bahwa Allah dan Jesus adalah dua individu yang sama. Prêt!!!  Alquran memang turun ratusan tahun sesudah Alkitab. Namun ingat! Trinitas itu sendiri muncul ratusan tahun sesudah kematian Jesus. Artinya? Artinya Jesus sendiri tidak tehe apa2 tentang trinitas. Itulah sebabnya di Alkitab nya tidak ada ayat yang menjelaskan di mana Jesus berkata dengan bachotnya sendiri, ‘aku adalah Tuhan dan sembahlah aku ….’. memang benar, bahwa pada awalnya trinitas terdiri atas bapa maria dan Jesus. Kalau maria tidak pernah dianggap sebagai Tuhan, maka mengapa warga Kristen di Mekah pada masa Muhammad meletakkan patung bunda maria sedang menggendong bayi di dalam Ka’bah? Ingat, apa pun yang ditaruh di dalam Ka’bah adalah berhala-berhala dan dipertuhankan! Jadinya, maria adalah Tuhan nya orang Kristen. Masih mangkir?………………..

Kemudian si pengeritik mengatakan bahwa saya sedang memelintir ayat Alkitab. Alasannya? Alasan yang dikemukakan untuk mendukung pandangan bahwa saya memelintir ayat Alkitab adalah karena saya menggunakan silogisme. Lalu apa salahnya silogisme? Silogisme adalah inti dari argumen. Kalau dalam argumen anda mengemukakan banyak kata, tetapi dalam silogisme semua kata itu dihilangkan dan intinya saja yang dibiarkan ada. Jadi fakta bahwa saya menggunakan silogisme bukan masalah. Hanya orang munafik yang kurang cerdas yang menolak silogisme. Jadi menggunakan silogisme atau tidak bukan masalah. Seharusnya si pengeritik menunjukkan bahwa silogisme saya tidak valid atau kalau valid kesimpulannya salah. Dimana dia menunjukkannya? Mungkin di bawah ini kita akan melihat.

Sophislam,

menggunakan silogisme memang tidak salah. Namun yang salah adalah memaksakan suatu premis nya menjadi salah. Dikatakan bahwa salah satu premis nya adalah bahwa Jesus tidak baik. Kemudian jidat ini paksa supaya premis itu jadi berbunyi bahwa Jesus itu adalah baik…. Itu salah! Jesus adalah tidak baik!! …………….

Kemudian si Pengeritik tidak setuju bahwa Yesus adalah baik atau tidak berdosa. Apa yang dia kemukakan sebagai bukti bahwa Yesus berdosa? Sebuah ayat yang katanya berasal dari Alkitab yang berisi kata-kata makian-makian-yang saya rasa tidak pantas ditampilkan di sini (Yang mau membaca apa yang dikatakan silahkan klik link di atas). Katanya pula ayat ini suda dihapus pendeta Kristen. Lalu apa buktinya bahwa yang dia katakan itu benar? Tidak ada! Yang membaca hanya disuruh mempercayai apa yang dikatakan. Apa yang anda akan bilang hai pengeritik, kalau saya katakan bahwa dalam Kuran sebelumnya ada diajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Lalu tiba-tiba para ulama Islam merubah ayat itu pada sekitar tahun 1915 sehingga ayat itu tidak ada lagi sekarang? Haaah.. ada-ada saja penipuan seperti ini. Sementara itu ayat yang saya angkat dari kitabnya dia tidak dia gubris sama sekali.

Sophislam,

ya jelaslah jidat2 Kristen TIDAK AKAN MENGAKU bahwa pendeta2 Kristen telah menghapus ayat-ayat tersebut. Apa ada maling ngaku maling? Yang ada hanya lah maling teriak maling! Buktinya jelaslah ada, yaitu Alkitab jadul yang sekarang masih banyak copy nya, namun entah di mana! Alkitab itu sendiri banyak versi nya kan?  Jidat ini mengandaikan bagaimana kalau di Alquran ditemukan ayat yang berbunyi bahwa Jesus adalah juruselamat, kemudian ayat itu dihapus oleh para ulama. Pertanyaan saya, apakah memang benar pernah kejadian di mana para ulama telah menghapus ayat-ayat tersebut dari Alquran? Faktanya, memang pernah ada kejadian di mana pendeta2 menghapus banyak ayat kok! Dan di lain pihak, tidak pernah ada kejadian di tahun 1915 di mana ada ulama yang menghapus ayat-ayat Alquran. Gitu aja kok reprrrott!! Jangan menghayal yaaa!!!!!!!!!!!………..

Setelah itu si pengeritik memaki-maki Yesus (semoga Tuhan mencerahkan hatinya sehingga dia berhenti dari makiannya). Dia mempertanyakan kebaikan Yesus karena pernah dicobai Iblis. Tetapi apa hubungan dicobai Iblis dengan kebaikan seseorang? Iblis mencobai siapapun. Bahkan dia mencobai Tuhan Allah. Jadi apa hubungan dicobai Iblis dengan baik tidaknya Yesus? Tidak ada sama sekali. Dengan kata lain ini adalah non sequituur. Kalau mau jujur, ada seorang nabi yang bukan hanya dicobai oleh iblis tetapi dirasuk oleh Iblis sehingga mengucapkan apa yang dia anggap sebagai Firman dari sesembahannya, tetapi sebenarnya berasal dari Iblis. Apakah ini nabi? Kalau dia pernah dirasuk oleh Iblis misalnya, apa dasar kita mempercayai hal lain yang dikatakannya?

Sophislam,

berarti tambah parah Kristen itu, kan? Kalau Jesus memang baik, lantas mengapa bisa dicobai iblis? Pun kebalikannya, apa alasan jidat ini untuk menyatakan bahwa pernah dicobai iblis bukan otomatis berarti Jesus adalah baik? Lanjut, jidat ini tolis bahwa Allah pun pernah dicoba iblis! Hah!!! Jadi Kristen mengajarkan manusia bahwa iblis berkuasa untuk mencobai Tuhan? Di dalam Islam gada tuh!!! Benar-benar kacho agama Kristen yeah!!! Agama begini yang harus saya pilih??? Ya, memang ada Nabi yang telah dirasuki iblis. Dia lah paulus si tarsus yang telah dirasuki iblis padang pasir damaskus, dan misinya adalah untuk memelintir semua ajaran Nabi Isa. Tebak siapa di seneh yang jadi pengikutnya??? Haa haa haa haa ……………..

Si pengeritik juga mengatakan Yesus poligami. Poligami dari Hongkong. Dasarnya apa untuk mengatakan demikian? Mmmm….

Sophislam,

ketinggalan beritakk???? Bacha tuh hasil penelitian ilmiah dan yang dipaparkan oleh Barbara thiering … search aja di google! Lebih percaya mana, dongeng ala iblis padang pasir damaskus aka paulus tarsus, ato penelitian ilmiah???…………..

Lalu ada lagi makian-makian berdasarkan informasi yang katanya dia dapatkan dari ayat Alkitab yang dia sudah dihapus tersebut. Jadi tampaknya harus diciptakan sesuatu kitab yang tidak ada untuk menjelek-jelekkan ajaran Kristen supaya ajaran Kristen kelihatan buruk. Sekali lagi strawmen argument! Tidak tahu malu si pengeritik satu ini.

Sophislam,

hahhh!! ajaran Kristen memang buruk kok!!! Berjina tidak dosa. Mabuk-mabukan tidak dosa! Pesta bugil tidak dosa! Judi tidak dosa! Riba tidak dosa! Makan bangke tidak dosa! Pornografi tidak dosa! Saling menampakkan aurat pun tidak dosa! Apa seeh di dalam Kristen yang tidak dosa??? Tidak ada! Semua nya tidak dosa. Sekarang buktikan bahwa Kristen adalah agama yang baik dan agung!! Gabisa kan???????………………………..

Lalu si pengeritik tidak senang saya menggunakan ayat Kuran untuk membuktikan kebenaran Alkitab. Pertama-tama, saya tidak menggunakan ayat Kuran membuktikan kebenaran Alkitab. Tanpa ayat Kuranpun, ayat dalam Alkitab cukup untuk mendukung dirinya sendiri. Yang saya lakukan adalah mengangkat satu proposisi yang sama dengan yang ada dalam Alkitab yang implikasi logisnya adalah seperti pandangan saya. Kalaupun tidak ada ayat dalam Kuran yang mengatakan demikian, tidak berpengaruh terhadap argumen saya, toh premis yang dari Kuran itu hanya sebagai pembanding.

Sophislam,

munafekk!!! nyatanya en faktanya jidat ini menggunakan ayat Alquran untuk mendukung kegilaan Kristen kok!! Bahkan di situs-situs Kristen yang lain, mereka semua menggunakan ayat Alquran untuk mendukung kegilaan Kristen! Ga usah monavek deh!!! Bahkan mereka memelintir ayat Alquran untuk menipu banyak Muslim supaya percaya bahwa Jesus adalah Tuhan  ……………… dasar setan! Sudah jelas-jelas berbuat dan berbuatnya ga kira-kira, eh sekarang malah engga ngaku! Memang dasar setan Alkitab!!!!…………………….

Terlepas dari itu, kita melihat bagaimana standar ganda dari si pengeritik. Di satu pihak dia mau menggunakan Alkitab mendukung kepercayaannya (walaupun ternyata kesimpulannya tidak benar) sedangkan di pihak lain kalau orang menggunakan kitabnya untuk mendukung kebenaran pandangan yang berseberangan dia sewot. Intelektualitas seperti ini yang dia bangga-banggakan saat menghina orang Kristen? Mmmm Menarik memang…

Sophislam,

adalah lebih logis Muslim menggunakan ayat Alkitab untuk mendukung faham keislaman daripada jidat Kristen menggunakan ayat Alquran untuk mendukung kegilaan Kristen. Faham gakk??? Mengapa? karena di Alkitab sendiri tidak ada dijelaskan SECARA TERANG-TERANGAN DAN GAMBLANG bahwa Jesus adalah Tuhan. Sementara di Alquran SECARA TERANG-TERANGAN DAN GAMBLANG disebutkan bahwa Muhammad adalah dan hanya lah Nabi, dan Isa pun adalah dan hanya lah Nabi. Justru Alkitab SECARA TERANG-TERANGAN DAN GAMBLANG menjelaskan bahwa Isa adalah manusia biasa, makan, takut, tidur, eek dan seterusnya yang mana itu menjelaskan bahwa Jesus adalah manusia dan Nabi biasa. Yeah hanya saja, jidat2 Kristen telah keburu diracuni oleh paulus tarsus yang telah dirasuki setan padang pasir damaskus.. iyakan?????………………….

Alasan pertama yang dia kemukakan untuk menolak apa yang saya katakan bahwa Kuran mengatakan Yesus suci adalah bahwa Kuran itu menolak sama sekali ide bahwa Yesus adalah Tuhan. Karena itu kalaupun dalam Kuran ada ayat yang mengatakan Yesus suci, maka kita tidak boleh memahami bahwa Yesus adalah Tuhan karena itu dilarang oleh Kuran. Nah.. nah..nah.. siapa yang menyimpulkan dari Kuran bahwa Yesus adalah Tuhan? Itu argumen siapa? Itu bukan argument saya. Saya hanya mengatakan bahwa bahkan Kuranpun mengatakan bahwa Yesus itu suci. Saya katakan bahwa proposisi ini sesuai dengan proposisi dalam Alkitab tetapi bertentangan dengan apa yang diasumsikan oleh si pengeritik saat mengeritik pandangan Kristen bahwa Yesus itu Tuhan. Dengan kata lain, saya tunjukkan bahwa di samping premis dalam Alkitab (yang sudah dipercayai oleh si pengeritik) ada proposisi lain yang juga yang diakui oleh Kuran yang menghasilkan kesimpulan yang bertentangan dengan kesimpulan pengeritik Masa.. hal sesederhana ini tidak paham? Aaaaahh.. berhentilah menipu diri sendiri dengan menulis komentar tidak bermutu man!

Sophislam,

namanya jidat ini main chomot! Apa jjidat ini tidak punya malu mengambil ayat dari kitab suci yang menolak ketuhanan Jesus? Yang jelas, kaum Muslim TIDAK SUDI jika ayat Alquran mereka dichomot oleh jidat Kristen untuk mendukung kegilaan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan! Ngerti gaklooooo!!!!……………. tolong pahami perasaan orang !!!!………………………..

Alasan kedua adalah, bahwa Yesus memang suci tetapi hanya sebagai bayi. Toh semua bayi itu suci. Well, dalam Kuran itu tidak dikatakan sebagai bayi. Di situ dikatakan “anak” bukan bayi. Itu sebuah posisi/kedudukan, bukan jenjang kehidupan. Seorang anak walaupun telah besar, posisinya tetap sebagai anak. Apakah si pengeritik merasa bahwa pada saat dia menjadi dewasa, maka dia bukan anak dari bapak dan ibunya? Aaaahhhh…. hal yang sangat sederhana tetapi tidak dia pahami sama sekali.

Kalaupun benar bahwa yang dimaksudkan itu bayi,  perlu ditekankan lagi bahwa bayi itu tidak sesuci seperti yang diajarkan. Coba baca link ini atau seperti saya terjemahkan di sini.

Sophislam,

di dalam ayat maryam19 itu dijelaskan anak aka bayi. Kalau kita membicarakan kelahiran, maka yang dimaksud anak adalah bayi ato masa anak-anak! Dan semua bayi adalah suci………….. adalah mustahil ketika membicarakan kelahiran dari seorang wanita yang hamil, maka kita membicarakan kelahiran seorang manusia yang dewasa. Itu lain ceritakkk!!!……………………

Saya juga mau tegaskan lagi bahwa tanpa menggunakan ayat dalam Kuranpun premis saya tetap benar dan argumen saya tetaplah valid. Masa hal sesederhana ini tidak paham?

Sophislam,

sapa yang bilang valitttt????? Wong wes jelas kok Jesus itu tidak baik! Dia poligami, istrinya adalah mantan pelacur! Dia pernah berbuat tidak senonoh terhadap seekor keledai betina! Ah!!!!……………………

Hal lain yang harus diingat bahwa natur Kuran dimana pengarangnya tidak ada hubungan dengan realitas, membuat saya tidak percaya akan koherensi antar isi dan validitas argumen-argumen yang dikemukakannya. Dengan demikian bisa saja memang Kuran mengajarkan bahwa Yesus suci tetapi dia tidak mau menerima konsekuensi logis bahwa Yesus adalah Tuhan. Dengan kata lain Kuran tidak logis!

Sophislam,

apakah logis Tuhan kawin? Apakah logis Tuhan poligami? Apakah logis istri Tuhan adalah mantan pelacur? Kalau Jesus memang Tuhan, mengapa Jesus tidak sebut secara terang-terangan bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU…??? Apakah logis Tuhan punya anak? Apakah tanpa anak maka Allah tidak kuasa menghapus dosa manusia? ………………….

Lalu si pengeritik mengemukakan pertanyaan retoris untuk menentang penggunaan ayat Kuran mendukung kebenaran Alkitab. Pertanyaannya berbunyi demikian:

Tidak kah mereka mempunyai rasa etis sedikit pun ketika mereka menggunakan ayat dari Alquran untuk membuktikan bahwa Jesus adalah baik (sehingga dengan demikian Jesus adalah Tuhan)? Apakah mereka sudah terbiasa lupa bahwa Alquran adalah kitab suci yang paling keras sikapnya untuk menentang ide bahwa Jesus adalah Tuhan? Memang dasar tidak tahu malu!!

He he he Karena pertanyaan –pertanyaan retoris seperti ini sudah ditunjukkan ketiadaan maknanya di atas, maka saya akan kemukakan pertanyaan-pertanyaan retoris yang lebih pantas diajukan sebagai berikut:

1.Apa si pengeritik tidak tau malu kalau orang terus-menerus melakukan berbagai kesalahan logika untuk menyerang lawannya?

Sophislam,

justru jidat-jidat Kristenlah yang terus menerus melakukan kesalahan logika! Mana ada maling ngaku maling! ……………..

2.Apa si pengeritik tidak tahu malu kalau terus-menerus memutarbalikkan pandangan lawan supaya bisa mengatakan bahwa lawan salah?

Sophislam,

jidat ini sendiri yang memutar balikkan kata-kata di dalam Alkitab sendiri. Teganya teganya teganya teganya teganya!!!!………………….

3.Apa si pengeritik tidak tahu malu kalau terus-menerus menggunakan ad hominem tanpa justifikasi walaupun lawan sudah tunjukkan bahwa kesimpulannya tidak benar?

Sophislam,

justru kesimpulan jidat kapirit Kristen inilah yang dipaksakan! Wong zelas zahir dari ayat matius7 ini berbicara bahwa terkutuklah dia yang mentuhankan Jesus. Eh kok diputer-puter?? Suka makan taiknya paulus ya????? Gatau maluyyyyyy yaaaaaa………………..

4.Apakah si pengeritik tidak tahu malu kalau dengan kecerdasan yang begitu saja berani sok kuasa untuk melarang orang lain melakukan apa yang dia sendiri harus lakukan dengan seenaknya?

Sophislam,

memamng sungguh enak kok jadi Muslim yang agama nya selalu terbukti benar di dalam semua perdebatan!!! Sudah banyak saya lihat situs debat Islam yang pihak Kristen kalah!! Sudah 4 thread di ffi yang saya closed, alias sudah tidak ada lagi yang berani adu komentar melawan saya. Kenapa hanya 4? Yeah karena setelah samapi ke thread ke empat itu, isp saya dibanned oleh system nya karena ga mau viewers nya pada lari ke agama Islam….. maka nya saya jadi bikin blog ini……haa haa haa haa ………………

Si pengeritik menyerang parafrase yang saya lakukan terhadap ayat yang dia serang. Dia menyerang pandangan saya mengapa Yesus tidak mengemukakan kesimpulannya bahwa Dia adalah Tuhan secara eksplisit. Si pengeritik lupa bahwa Tuhan menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa Tuhan. Gambar dan rupa Tuhan itulah kemampuan berpikir logis (yang tidak diterapkan oleh si pengeritik secara konsisten). Bayangkan saja kalau Tuhan menciptakan manusia yang tidak bisa menghubungkan satu proposisi dengan proposisi lain sehingga setiap proposisi harus dinyatakan secara eksplisit! Bayangkan akibatnya! Kalau semua hal harus dinyatakan secara eksplisit baru benar dan tidak perlu menggunakan penalaran, maka saya tidak percaya bahwa Muhammad itu manusia karena di dalam Kuran atau dimanapun tidak pernah dikatakan bahwa “Heiii.. ingat Muhammad itu manusia.” Atau saya juga tidak percaya bahwa si pengeritik adalah manusia. Tidak ada dalam Kuran dikatakan bahwa penulis blog Sophislam adalah manusia. Kalau si pengeritik menerima ini dan mengakui bahwa dia bukan manusia, syukurlah, dia konsisten!

Sophislam,

yang dimaksud adalah AYAT, monyonxx!!!! Bahwa saya manusia, apakah itu ayat? Muhammad itu adalah manusia, apakah itu ayat? Bahwa api itu panas, apakah itu ayat? Namun kalau Jesus adalah Tuhan, maka itu harus jadi ayat! Bahwa Muhammad adalah Nabi dan Nabi terakhir, maka itu harus jadi ayat (dan memang ada ayatnya di dalam Alquran). Bahwa setan adalah penggoda manusia, maka itu harus jadi ayat! Memang dasar geblek!!!!!! Pantes, karena hanya orang geblek lah yang milih Kristen yang dijadikan agama nya……………………..

Lalu dia membandingkan pandangan bahwa Yesus Tuhan tidak harus mengemukakan segala sesuatu secara eksplisit dengan Gubernur tidak mengeluarkan Hukum berlalu lintas. Situasi gubernur berbeda sama sekali dengan yang Yesus hadapi. Tujuan Gubernur juga berbeda dengan tujuan Yesus. Gubernur juga bukan Yesus. Ada berbagai hal yang berbeda antara Gubernur dan Yesus sehingga tidak ada keharusan bagi Yesus untuk melakukan seperti yang dilakukan gubernunr. Haaahhh….. hal yang sesederhana seperti ini tidak si pengeritik paham.

Sophislam,

apa bedanya antara Jesus dan pak gub? Lha wong sama-sama pembuat Hukum kok!!! Jesus, Muhammad, pak gub, hakim Pengadilan, Musa delele, semua adalah sama, yaitu harus menyatakan Hukum!

 Pak gubnernur harus bikin ayat-ayat Hukum untuk menjelaskan tata tertib berlalu lintas! Pak gubernur tidak harus tolis ayat, KALO NAEK MOTOR, HARUS PAKE SEMPAK! Tidak harus karena itu bukan lah ayat. Memang dasar monyonx loh!!!!! ………………

Si pengeritik mengatakan bahwa apa yang dilakukan Yesus dengan tidak secara eksplisit menyatakan kesimpulan dari logical ad hominemNya itu sebagai konyol karena kalau Yesus tidak mengatakan secara terang-terangan maka orang pasti akan ke neraka karena tidak mengerti yang salah. Hal ini dibandingkan dengan Gubernur yang harus secara eksplisit membuat Undang-undang.

Pertama, yang Tuhan itu pengeritik atau Yesus? Kalau dia mau melakukan seperti itu, siapa yang mau melarang Dia? Si pengeritik yang kecerdasannya di bawah normal seperti orang satu ini? Mendingan tidak usah lah yaooo..

Sophislam,

saya lah yang melarangnya!!! Semua Muslim dan kaum berakal lah yang akan melarangnya!!!! Jelas????……………..

Kedua, apa salahnya kalau Yesus mengharapkan pengikut-Nya menjadi orang-orang cerdas yang menghubungkan berbagai propisisi yang Dia kemukakan dan bukan hanya pasif mendengar yang tidak bisa menghubungkan antara berbagai proposisi? Dengan kata lain, karena si pengeritik tidak punya kecerdasan yang memadai, maka dia mengharapkan Yesus juga mengajarkan orang Kristen menjadi seperti si dia. Wadooohhhh… cape deh..

Sophislam,

jelaslah salah! Kalau Jesus memang Tuhan, kok tidak menerapkan Hukum? Kok Jesus malah MENGHARAP?? Oooooh……, jadi Jesus mengharap ya??? Tuhan mengharap yaa?? Jadinya Jesus sebagai Tuhan tidak tahu dooong apa yang akan terjadi, sehingga dia hanya bisa mengharap??? Orang kalo mengharap, artinya DIA TIDAK TEHE APA YANG AKAN TERJADI kan?????? Dus, hanya orang bodohlah yang menganggap bahwa Jesus adalah Tuhan karena TIDAK ADA AYAT ALKITAB YANG MENYATAKAN BAHWA JESUS TELAH BERKATA BAHWA “AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU”  bukan saya yang bodoh, namun jidat-jidat Kristenlah yang bodoh alias kecerdasannya tidak memadai. Memang terbukti kok melalui debat inihhh!!!!!!!!!……………………

Ketiga, Ada begitu banyak perbedaan antara Gubernur dan Yesus sehingga membandingkan Yesus dengan Gubernur tidak valid..

1.Gubernur bukan Tuhan sehingga dia tidak bisa mempengaruhi orang yang dia kuasai tanpa secara eksplisit mengemukakan apa yang dia ingin orang ikuti sebagai benar. Yesus sebaliknya, punya kuasa untuk membuat orang yang Dia pilih untuk memahami apa yang Dia katakan, untuk menghubungkan apa yang dia katakan dan berkesimpulan yang valid dan mempercayai kesimpulan valid itu.

Sophislam,

kalau Jesus memang punya kuasa, kok sekarang saya masih tidak percaya bahwa Jesus adalah Tuhan? Sudah banyak manusia yang wafat di dalam keadaaan tidak percaya bahwa Jesus adalah Tuhan. Mana buktinya bahwa Jesus kuasa untuk mempengaruhi fikiran orang? Jangan asal ngemeng deh! Atau, Jesus TIDAK PILIH orang itu untuk percaya bahwa Jesus adalah Tuhan? Lantas karena begitu maka orang itu akan masuk Neraka. Berarti Jesus PILIH KASIH! Herbbberrrrraaaaaaattttt…….

2.Gubernur penguasa semata sedangkan Yesus penguasa alam semesta yang sekaligus sang Guru yang Agung yang tahu cara mengajar yang benar. Sedangkan Gubernur bukan seorang guru dan memang tidak pantas menjadi guru. Dia pemerintah. Yesus tahu bahwa cara mengajar yang baik bukan mencekoki murid-Nya dengan segala macam proposisi termasuk proposisi yang merupakan hasil derivasi dari beberapa proposisi. Yang mengajar a la si pengeritik hanyalah guru gila.

Sophislam,

Jesus penguasa Alam semesta? Mana buktinya? Mana ayat Alkitabnya? Bisa ngunjukin gakkk??? Haa haa haa haa haa haa …. Kalau Jesus guru, maka Muhammad pun juga guru agung kok! Buddha juga guru agung kok!!! Bolkichep loh!!! Jesus tidak menyebutkan secara explicit bahwa dia adalah Tuhan. Hah!!! Apakah itu yang namanya guru, yang memasukkan jari dan penisnya ke vagina keledai betina? Apakah guru agung namanya yang berpoligami dan istrinya adalah mantan pelacur??? Haa haa haa haa …………

3.Dll dst..

Sophislam,

cumma sampe di point kedua??? Geblek bangetz!! Itu padahal dah keringetan tuh hanya untuk nulis dua point. Payah!!!!!

Keempat, apa ada jaminan bahwa kalau Yesus mengemukakan kesimpulan-Nya secara eksplisit, orang akan menerima apa yang Dia katakan? Tidak ada! Jadi Tuhan mau secara eksplist menyatakan kesimpulannya atau tidak tidak berpengaruh terhadap masuk tidaknya orang ke neraka atau surga. Itu hanya alasan yang dicari-cari pengeritik untuk menghindari pengakuan akan Yesus sebagai Juruselamat.

Sophislam,

dus apa ada jaminan bahwa Jesus adalah Tuhan??????………………..

Jadi apa yang dapat kita katakan sebagai kesimpulan dari semua ini? Sederhana saja:

■Pertama, orang tidak percaya akan mencari-cari beribu-ribu alasan untuk tidak datang kepada Yesus sebagai Juruselamat. Perhatikan contoh yang satu ini. Dia mencari-cari berbagai alasan termasuk alasan yang tidak valid untuk melarikan diri dari pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Sophislam,

orang yang telah mabok oleh ocehan iblis yang mengepak2 di dalam tubuh paulus akan mencari beribu cara untuk meyakinkan dirinya dan orang lain bahwa Jesus adalah Tuhan…. Perhatikan jidat Kristen ini! Sudah jelas zahir nya bahwa Alkitab tidak mempunyai ayat yang menyatakan bahwa Jesus adalah Tuhan. Nah kok sekarang jidat ini tereyak2 bahwa Jesus adalah Tuhan??? Gizu aza kok reprottt!!!!……………

Kedua, di sini kita melihat akan pentingnya peran Roh Kudus. Tidak peduli betapa banyak kita tunjukkan seseorang bersalah, dia tidak akan mengakui kesalahannya dan datang kepada Kebenaran kalau Roh Kudus tidak mencerahkan pikirannya.

Sophislam,

……………….yak! benar! Betapa pun blog Sophislam telah unjukkan kesalahan jidat- Kristen, tetep saja mereka tidak akan mengakui bahwa mereka telah salah kalau roh kudus tidak mensponsorinya. ………………..

Ketiga, lalu apakah itu berarti debat tidak berguna? Debat tetap beguna karena lewat debat seperti ini Roh Kudus bisa bekerja dengan hasil yang kita tidak tahu.

Sophislam,

……………..yak! debat tetap berguna! Mudah2an roh kudus memimpin semua jidat Kristen untuk memahami bahwa Jesus bukan lah Tuhan, dan kembali ke Islam yang sebenarnya adalah agama nya Isa Almasih sendiri………………….

————————

Bersambung ke >> https://sophislam.wordpress.com/2018/12/10/excuse-bodoh-atau-mengada-ada-part-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s