Teori Untuk Mengukuhkan Keaslian Alkitab

aslikah

Keaslian Alkitab

Seorang teman Muslim mengatakan bahwa Alkitab sudah palsu! Benarkah demikian?

Kita mulai dengan menggunakan bukti sederhana ini:

Alkitab bukanlah kitab suci yang diturunkan dari langit, dan bukan pula secara serentak, melainkan selama 1500 tahun lebih untuk mengumpulkan ke 66 kitab ini (Kejadian – Penyingkapan).

Alquran tidak komplit, bahkan sebenarnya sama sekali tidak pernah menyatakan ‘kepalsuan Alkitab’, tetapi ayat di bawah dijadikan bukti, namun ini diartikan secara salah oleh para ulama:

*Al-Baqarah 2:79,

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

Dan ternyata, ayat di atas mengatakan bahwa ada orang-orang tertentu menulis Alkitab palsu untuk dijual / ditukar dengan harga rendah. Jelas “menulis palsu” ini bukan melakukan penghancuran ataupun melakukan pelenyapan semua Alkitab Asli, melainkan turut masuk sebagai “peramal” kitab-kitab palsu dan Alkitab Apokrif yang juga hadir ditengah-tengah keaslian Alkitab Asli. Misalnya ada kitab palsu yang berjudul “injil Barnabas”, fakta keras menunjukkan bahwa kitab palsu Barnabas ini berisi kepalsuan, dan tak ada satu nabi-pun yang membenarkan kitab palsu Barnabas ini.

Sekalipun ada ayat Alquran yang mengatakan ‘Alkitab asli telah musnah’ harus dipikir-pikir dulu sekaligus meminta keterangan yang pasti: apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana, siapa pemalsunya?

  1. Anggap saja, Qur’an berfirman bahwa pemalsuan itu terjadi pada tahun 600 SM (zaman para nabi PL!), secara pada tahun itu sudah terkumpul sebanyak 22 kitab (Kejadian – Kidung), dan pada waktu itu Yerusalem jatuh di tangan Babilon, nampaknya nabi Yeremia mengumpul dokumen asli Alkitab pada waktu peperangan itu (Yer. 39). Pikirkan saja, nabi Yeremia adalah seorang nabi, bodoh sekali jika ia harus serepot itu menyelamatkan kitab yang sudah palsu!
  2. Atau, kita maju langsung ke abad 1 M, di mana di sini kita sudah memasuki ‘musim’ Perjanjian Baru, ada banyak dikatakan bahwa para ahli Taurat membaca kitab suci, bahkan tidak jarang para rasul mengirim surat yang isinya menjelaskan bunyi ayat di Perjanjian Lama, apakah para utusan Tuhan ini sama sekali tidak tahu bahwa Alkitab telah palsu? Mereka ini utusan Tuhan, setidaknya paling tahu tentang ini!
  3. Atau kita maju kedepan lagi, di mana sudah diberitakan adanya Injil lain supaya berjaga-jaga, ini disampaikan oleh santo Paulus (Gal. 1). Umat Muslim menuding Paulus sebagai pemalsu Alkitab tetapi mereka tidak memiliki bukti, selain itu masih ada rasul Yohanes, salah satu dari 12 murid inti Yesus yang hidup paling lama, yakni sampai tahun 100M atau 40 tahun setelah Paulus meninggal. Pada waktu itu Alkitab sudah terkumpul sebanyak 61, Yohanes yang hidup pada masa itu pasti akan memberitahu bila memang Alkitab sudah palsu dan memberitahu siapa pemalsunya, tapi nyata-nyatanya ia mengakui keaslian Alkitab pada masa itu, kemudian ia menambahkan ke-5 tulisannya, di mana ada 1 Injil, 3 surat dan satu penyingkapan.

Sejarah mencatat bahwa Yohanes menulis Injilnya karena banyaknya ajaran sesat dan Injil apokrif waktu itu, di sini ia memperjelas pribadi Yesus sebagai Anak Allah, Firman dan Allah itu sendiri, dan ia menceritakan hal-hal baru yang tidak tercatat di Injil sebelumnya, kemudian 3 suratnya tentang Ketrinitasan dan 1 penyingkapan (wahyu) tentang akhir zaman.

Jadi, sampai pada masa Yohanes, Alkitab masihlah asli. Lalu, bagaimana setelah masa Yohanes?

Tentu tetap asli dong 😉 , karena Alkitab tidak hanya ada satu, seperti sekarang ini masing-masing jemaat mempunyai Alkitab. Jadi tidak ada seorang pun yang bisa memalsukan atau membuatnya musnah!

Alquran mengakui kebenaran Alkitab:

*As-Sajda 32:23, Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima (Al Qur’an itu) dan Kami jadikan Alkitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israel.

Bahkan, Allah SWT menyarankan Muhammad untuk bertanya kepada pemegang kitab sebelumnya:

*QS. 10:94, Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Aneh sekali, kalau Allah SWT menyuruh MHD bertanya kepada umat pemegang kitab palsu. Karena ‘Alkitab palsu’ itu hanya tuduhan umat Muslim yang tidak didasari satu ayat pun di dalam Qur’annya. Dan aneh sekali kalau Firman Allah dimusnahkan oleh manusia. Pasti Allah akan menjaga Firman-Nya itu! Atau mungkin, allah GAGAL menjaga kitab dahulu, namun berhasil menjaga kitab Alquran? Allah gagal?

Sumber, http://hsh-12.blogspot.com/2012/10/keaslian-alkitab.html?m=1

Sophislam,

Tidak ada satu landasan teori dan logika untuk menyatakan bahwa Alkitab yang sekarang masih beredar di mukabumi masih asli dan murni. Nonsense kalau kita harus percaya bahwa keaslian Alkitab terjaga. Di dalam Alkitab terdapat ayat yang mustahil (seperti ular makan debu dan tanah ….., Adam dan Hawa bersembunyi dari pandangan Tuhan, dsb), dan itu artinya mustahil kalau Tuhan mengajarkan hal yang mustahil.

Kemudian, pada paparan ini, si Kristen mengajukan tiga point yang menurut fikirannya merupakan logika untuk membuktikan bahwa Alkitab masih murni. Inilah pembahasannya satu per satu.

Untuk point nomor satu.

Anggap saja, Qur’an berfirman bahwa pemalsuan itu terjadi pada tahun 600 SM (zaman para nabi PL!), secara pada tahun itu sudah terkumpul sebanyak 22 kitab (Kejadian – Kidung), dan pada waktu itu Yerusalem jatuh di tangan Babilon, nampaknya nabi Yeremia mengumpulkan dokumen asli Alkitab pada waktu peperangan itu (Yer. 39). Pikirkan saja, nabi Yeremia adalah seorang nabi, bodoh sekali jika ia harus serepot itu menyelamatkan kitab yang sudah palsu!

Jawab >>

Alquran tidak pernah mengajarkan bahwa pemalsuan Alkitab terjadi pada tahun 600 SM atau tahun kapan pun. Jadi kapan tepatnya terjadinya pemalsuan atas Alkitab itu? Jawabnya, tidak perlu diberitahu kapan pemalsuan tersebut terjadi. Pemalsuan Alkitab yang dimaksud Alquran adalah pemalsuan secara keseluruhan. Jadi jangan ditarikh, jangan diberi penanggalan. Bodoh kalau ada orang yang menyatakan bahwa pemalsuan seharusnya terjadi pada tahun sekian. Dan juga bodoh kalau ada orang yang menyatakan bahwa Nabi Anu telah mengumpulkan Firman Tuhan, yang mana itu berarti Firman Tuhan yang dikumpulkan sang Nabi pastilah murni.

Pun, si Kristen ini mengatakan bahwa Nabi Yeremia mengumpulkan dokumen asli Alkitab. Pertanyaannya adalah, tahu dari mana bahwa Nabi Yeremia mengumpulkan dokumen Illahi? Pun buat apa Nabi Yeremia mengumpulkan dokumen suci, lhawong dia sendiri adalah seorang Nabi, yang takdirnya adalah pasti akan menerima Firman lanjutan dari Illahi. Pasti Nabi Yeremia tidak punya waktu untuk mengumpulkan dokumen suci. Apakah di Kristen diajarkan bahwa ada seorang Nabi yang mempunyai tugas mengumpulkan dokumen suci, bukannya menerima Firman baru?

Dapat dikatakan / tidak salah kalau dikatakan, bahwa pada masa Nabi Yeremia, semua Firman Tuhan sudah tidak murni lagi, maka dari itulah Tuhan mengutus Nabi Yeremia, untuk membetulkan rangkaian Firman yang sudah diturunkan sebelumnya. Logikanya saja, kalau Firman Tuhan yang beredar kala itu masih murni, maka mengapa Tuhan masih repot mengirim seorang Nabi lagi, yaitu Nabi Yeremia? Tidaklah Tuhan mengutus seorang Nabi, kecuali karena ajaran atau Firman Tuhan kala itu sudah banyak dipuntir. Cerdas sedikitlah kalau berfikir.

Supaya si Kristen bisa berfikir lebih luas lagi, silahkan baca ayat Yeremia di bawah ini. Moga-moga insaf betapa Alkitab telah banyak dipuntir oleh tangan-tangan jahat dan jahil.

Yeremia 8:1. Pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, tulang raja-raja Yehuda, tulang pemuka-pemukanya, tulang imam-imam, tulang nabi-nabi dan tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur

8:2 dan diserakkan di depan matahari, di depan bulan dan di depan segenap tentara langit yang dahulunya dicintai, diabdi, diikuti, ditanyakan dan disembah oleh mereka. Semuanya itu tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang.

8:3 Tetapi semua orang yang masih tinggal dari kaum yang jahat ini akan lebih suka mati daripada hidup di segala tempat ke mana Aku menceraiberaikan mereka, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

8:4. Engkau harus mengatakan kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?

8:5 Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali.

8:6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.

8:7 Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.

8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

Ayat Alkitab bab Yeremia ini merupakan konfirmasi dari Tuhan dan NabiNya, yeremia, bahwa Firman Tuhan telah banyak dipuntir, pun umatnya yaitu bangsa Israel merupakan bangsa bebal dan tengil luar biasa. Maka bagaimana mungkin bangsa yang super degil dapat memelihara kemurnian kitabsuci?

Sekarang orang Kristen mau jawab apa? Atau masih berani jawab? Silahkan.

Untuk point nomor dua.

Atau, kita maju langsung ke abad 1 M, di mana di sini kita sudah memasuki ‘musim’ Perjanjian Baru, ada banyak dikatakan bahwa para ahli Taurat membaca kitab suci, bahkan tidak jarang para rasul mengirim surat yang isinya menjelaskan bunyi ayat di Perjanjian Lama, apakah para utusan Tuhan ini sama sekali tidak tahu bahwa Alkitab telah palsu? Mereka ini utusan Tuhan, setidaknya paling tahu tentang ini!

Jawab >>

Yang seperti ini dijadikan argumentasi oleh orang Kristen? Ah yang benar saja!

Di situ ditulis, “banyak dikatakan bahwa para ahli Taurat membaca kitab suci”.

Ahli taurat yang mana? Apakah kalau seseorang menjadi ahli taurat, maka praktis berarti orang itu benar? Kalau seseorang menjadi ahli taurat maka praktis orang itu mengetahui bahwa Alkitab masih murni? Ah yang benar saja.

Ahli taurat ya ahli taurat saja, jangan samakan mereka dengan ahli filologi, di mana seorang filologi mempunyai tugas mengecek keaslian dan otentisitas sebuah naskah. Jadi jelaslah beda antara ahli taurat dan filologi.

Pun juga harus dikemukakan di sini, bahwa baiklah ahli taurat membaca Alkitab. Kita asumsikan bahwa Alkitab tersebut telah dipuntir pada masa sebelumnya, dan kemudian naskah hasil puntiran inilah yang dibaca dan dicintai oleh ahli taurat. Jadi dengan demikian akan kita katakan bahwa ahli taurat membaca dan mencintai naskah Alkitab yang adalah hasil puntiran nenek moyang.

See? Sudah jelas, bukan? Ahli taurat mencintai dan membaca Alkitab hasil puntiran belaka. Mengapa? Yaa karena semua orang Israel dan khususnya ahli taurat itu MEMBENCI HUKUM TUHAN!!! Karena membenci hukum Tuhan itulah, makanya semua Firman Tuhan mereka puntir habis-habisan, dan kemudian mereka begitu mencintai ayat Tuhan yang merupakan hasil puntiran. Sudah faham sekarang?

Jadi dengan kata lain, sebenarnya ahli taurat, dan seluruh orang Israel, tahu dan benar-benar tahu bahwa Alkitab telah dipuntir, dan mencintai hasil puntiran tersebut, karena sebenarnya semua orang Israel BENCI HUKUM TUHAN yang asli.

Intinya, orang Israel itu degil. Orang Israel itu bajingan. Apakah ayat-ayat Yeremia di atas belum jelas mengisahkan kedegilan orang Israel? Camkan ayat-ayatnya, seperti ORANG JATUH MASAKAN TIDAK AKAN BANGUN LAGI? Artinya adalah, apakah mungkin orang Israel yang sesat tidak akan bertobat? Arti bebas dari ayat ini adalah, bahwa Tuhan heran dengan kelakuan orang Israel yang tidak pernah bertobat dan kembali ke jalan Tuhan, padahal berdasarkan hukum alam saja setiap orang yang jatuh pasti bangun lagi. Namun ini tidak: orang Israel setelah berpaling tidak akan pernah kembali kepada Tuhan. Itulah degilnya orang Israel. Dan kedegilan Israel lah yang mempuntir habis semua Firman Tuhan. Sudah faham sekarang?

Jangan pernah berfikir bahwa bangsa Israel itu merupakan anak manis yang penurut. Kalau bangsa Israel merupakan anak manis yang penurut, maka mengapa banyak para Nabi mati dan menemui ajal di tangan orang Israel?

Jadi, kalau dikatakan bahwa ahli taurat membaca Alkitab, maka bukan berarti Alkitabnya masih murni. Ingat, ahli taurat adalah manusia biasa, bukan para Nabi apalagi para Malaikat. Pun kalau memang benar ahli taurat itu adalah golongan Nabi, maka sudah sejak awal mereka dibunuh oleh sesama Israel. Faham?

Dan jangan lupa, Almasih sendiri mengutuki para ahli Taurat, sebagai calon penghuni Neraka. Inih ayatnya,

Matius 23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang tampak bersih, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang dan pelbagai kotoran.

23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh

23:30 dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.

23:31 Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.

23:33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Jadi, buat apa si Kristen menjadikan ahli Taurat sebagai acuan / jaminan bahwa Alkitab adalah murni? Lhawong Jesus sendiri memusuhi dan mengutuki para ahli Taurat kok!!

Kemudian si Kristen juga menulis,

para rasul mengirim surat yang isinya menjelaskan ……”.

Jawab >>

Para Rasul? Rasul yang mana? Maksudnya adalah lukas? Matius, yohanes, petrus, dlsb itu? Itukah yang orang Kristen sebut Rasul utusan Tuhan? Ah yang benar saja! Bagaimana mungkin nama-nama tersebut dianggap sebagai Rasul?

Tolong diresapi baik-baik. Perjanjian-lama kitab Ulangan menulis  tentang kedatangan Nabi palsu, dan ciri dari Nabi palsu itu adalah bahwa Nabi palsu itu akan mati karena hukum dunia, dengan kata lain mati karena pengadilan dunia (Ulangan 18:20 – mati dibunuh hukumnya). Sekarang lihat, bagaimana 12 murid Jesus itu mati? Kesemuanya mati karena di-eksekusi oleh masyarakat melalui pengadilan. Ada yang disalib terbalik seperti petrus, ada yang dirajam, ada yang dicucuk oleh otoritas setempat, dsb. Maka kisah kematian 12 Rasul yang mati karena hukuman dunia, membuktikan bahwa mereka adalah Rasul palsu, maka palsu / bathil jugalah apa yang mereka bawa dan tulis, yaitu Injil.

Itulah sebabnya, mereka yang disebut Rasul ini (padahal sebenarnya bukan), tidak masalah dengan kandungan Alkitab yang mereka tahu sudah dipuntir, lhawong mereka sendiri sama begajulnya dengan pendahulu mereka.

Jadi kesimpulannya, kalau disebutkan bahwa para Rasul mengirim surat yang menjelaskan isi kitab perjanjian-lama, maka hal tersebut tidak otomatis berarti bahwa Alkitab adalah murni dan suci. Yang benar adalah, Alkitab sudah dipuntir habis, pun 12 Rasul juga bukan utusan Tuhan, karena berdasar kitab Ulangan mereka adalah Nabi palsu.

Untuk lebih jauh mengenai bukti kepalsuan 12 Rasul ini, silahkan baca Apostle Biography Brief Death

Untuk point nomor tiga.

Si Kristen menyinggung soal paulus dan yohanes, tentu maksudnya di sini adalah yohanes penginjil, bukan yohanes pembaptis.

Kalau soal paulus, maka di point kedua sudah dijelaskan bahwa paulus termasuk Rasul yang matinya dibunuh oleh hukum dunia. Jadi berdasar Perjanjian Lama kitab Ulangan, paulus adalah Nabi palsu, jangan didengar dan jangan dipatuhi ajarannya. Itu jelas.

Kemudian soal yohanes. Dari mana kita mengetahui bahwa yohanes adalah Nabi utusan Tuhan? Kalau yohanes Nabi utusan Tuhan yang tahu kebenaran, maka pasti yohanes ini mengutuki 12 Rasul sebelumnya yang mati karena hukum dunia, yang merujuk pada ciri yang dipaparkan perjanjian lama. Dan kalau  yohanes memang Nabi utusan Tuhan, maka seharusnya Rasul ini mengetahui bahwa semua naskah yang dibawa / diemban 12 Rasul lainnya adalah bathil dan sesat, karena dibawa oleh 12 Rasul yang jelas-jelas palsu, dilihat dari cara matinya, yaitu mati karena hukuman dunia, sebagai nubuat dari Ulangan Perjanjian Lama.

Jadi sampai di sini sudah jelas, secara keseluruhan, bahwa Alkitab tidak mempunyai logika atau argumentasi apa pun untuk dianggap suci, karena yang benar adalah Alkitab merupakan kitab yang sudah dipalsu atau dipuntir oleh kedegilan orang Israel. Nabi Yeremia sendiri yang menulis tentang kedegilan bangsa Israel. Namun Nabi Yeremia tidak sendiri lho. Bahkan Almasih juga menyatakan kedegilan bangsa Israel. Almasih / Jesus sendiri berkata, bahwa orang Israel gemar membunuhi para Nabi utusan Tuhan, dan lebih dari itu mereka semua adalah keturunan para pembunuh para Nabi,

Matius 23:31 Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. -o0o-

Kemudian, si Kristen lanjut berkata, “Alquran mengakui kebenaran Alkitab:

*As-Sajda 32:23, Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima (Al Qur’an itu) dan Kami jadikan Alkitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israel”.

Jawab >>

Tidak demikian. Alquran justru lembaga pertama di dunia yang menyatakan bahwa Alkitab telah dipuntir.

Si Kristen tulis, bahwa Allah Swt memerintahkan Nabi Saw untuk bertanya kepada ahlul kitab.

Jawab >>

Ahlul kitab yang mana? Faktanya, ada ahlul kitab yang memberi keterangan yang murni dan melindungi kerasulan Nabi Muhammad Saw, namanya pendeta Bukhaira. Jadi Muhammad Saw bukan bertanya kepada sembarang ahlul kitab.

Si Kristen juga tulis, “Dan aneh sekali kalau Firman Allah dimusnahkan oleh manusia. Pasti Allah akan menjaga Firman-Nya itu! Atau mungkin, allah GAGAL menjaga kitab dahulu, namun berhasil menjaga kitab Alquran? Allah gagal?”.

Jawab >>

Mengapa aneh? Lhawong faktanya memang demikian. Kalau Firman Allah tidak dimusnahkan manusia Israel, lantas mengapa Allah masih mengutus Nabi-Nabi kepada orang Israel? Karena orang Israel gemar mempuntir Taurat lah, makanya Allah secara berkala utus Nabi dan Rasul, pun itu selalu dibunuhi oleh orang Israel. Faham?

Penutup.

Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa Alkitab masih murni. Yang benar adalah bahwa Alkitab  telah banyak dipuntir oleh kedegilan orang Israel. Alkitab sendiri yang mengakui bahwa bangsa Israel itu degil luar biasa. Almasih pun mengakui bahwa orang Israel itu degil luar biasa. Apakah mungkin untuk berfikir, bahwa baiklah orang Israel itu degil (seperti apa yang dikatakan Alkitab, Nabi Yeremia dan juga Almasih), namun Alkitab nya yang dibawa oleh bangsa Israel tetap aman dan suci? Haahahaaaaa yang benar saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s