Agama Kristen Adalah Rekayasa Yahudi

babiiiiii

Hubungan Yahudi dan Kristen yang disembunyikan

Judeo Christian, Ruh Amerika.

Judeo Christian mengacu pada keyakinan dan sikap keagamaan umat Kristen yang memandang bahwa zionisme merupakan hal yang harus didukung secara penuh. Mereka akan merasa berdosa apabila tidak mendukung Zionis-Israel, seakan berdosa kepada Tuhannya. Mereka mendasarkan sikapnya kepada kitab Genesis / Keluaran 12:2-3 – Dan Aku akan menjadikan engkau suatu bangsa yang besar, dan Aku akan memberkati engkau, dan menjadikan nama engkau besar; dan terberkatilah engkau. Dan Aku akan memberkati mereka yang memberkati engkau, dan mengutuk mereka yang mengutuk engkau, dan di dalam diri engkaulah semua semua keluarga dari dunia akan diberkati.

Padahal, di dalam kitab suci Zionis Yahudi, Talmud, terdapat kebencian yang mendalam kepada Yesus dan umat Kristen.

“…Yesus akan dirajam hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan… Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya. ” (Sanhedrin 43a).

“Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas.” (Gittin 57a).

“Barang siapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci Kristiani yaitu Perjanjian Baru.” (Shabbath 116a).

Dahulu, Yahudi dan Kristen memiliki sejarah konflik yang sangat keras dan berdarah-darah. Yesus pernah dikejar-kejar penguasa Romawi untuk dibunuh gara-gara pengkhianatan seorang Yahudi. Bagaimana dalam Perjanjian Baru dikisahkan tokoh-tokoh Yahudi berkonspirasi menyalib Yesus. Lalu, Dewan Inkuisisi Sepanyol dan Portugis (Kristen) memperlihatkan betapa kerasnya mereka menghabisi Yahudi.

Kedekatan dunia Kristen dengan Zionis saat ini berasal dari sebuah infiltrasi dan rekayasa ideologis yang dilakukan kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi yang terdesak oleh kehadiran Kristen, terpaksa memeluk Kristen. Mereka memenuhi gereja agar bisa menjadi pemimpin-pemimpinnya dan kemudian menghancurkan nilai-nilai asasi dari gereja dan menggantinya dengan nilai-nilai serta keyakinan Kabbalis mereka sendiri. Ini diawali oleh Paulus, salah satu penulis Perjanjian Baru Kristen. Paulus adalah seorang Yahudi kelahiran Tarsus, keturunan Israel dan berkewarganegaraan Romawi.

Pada awalnya tidak semua orang Kristen sepakat dengan ideologi Paulus. Maka pada Konsili Nicea tahun 325 Masehi, Ordo Kabbalah melalui Kaisar Konstantin, menggunakan kekuasaannya untuk menghapus injil yang tidak sejalan dengan ideologi Trinitas Paulus. Tidak berhenti sampai di situ, Ordo Kabbalah juga bermain saat Martin Luther dan Calvin melakukan protes terhadap eksistensi kekuasaan Katolik Roma, hingga melahirkan Kristen Protestan.

Karena injil harus selalu bisa mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan kepentingan Yahudi, maka pada akhir abad 19 ditugaskanlah Cyrus Scofield untuk menulis ulang dan menafsirkan Injil versi King James. Era ini bersamaan dengan diselenggarakannya Kongres Zionis Internasional I di Bassel Swiss tahun 1897. Scofield adalah veteran perang saudara Amerika. Ia bukanlah ahli agama, pastor, atau pun sarjana, namun seorang petualang yang pintar berbicara dan mudah meyakinkan orang.

Awal abad 20 Scofield mulai memberikan catatan kaki pada Injil versi King James, Injil yang dipergunakan oleh negara-negara berbahasa Inggris, termasuk Amerika. Ayat-ayat dalam Injil sama sekali tidak diganti, namun di bawahnya diberi banyak sekali catatan kaki, yang seluruhnya berisi dukungan dan pembenaran bagi berdirinya negara Zionis Israel di tanah Palestina. The Oxford University membayar Scofield dengan jumlah yang besar, menerbitkannya pada tahun 1909, dan melakukan promosi gila-gilaan sehingga Injil Scofield menjadi Injil paling laris di Amerika Serikat.

Konspirasi Yahudi juga mempersiapkan infrastruktur yang mendukung keberadaan Injil Scofield. Sejumlah gerakan Kristen evangelikal yang sedang tumbuh di Amerika segera menyambutnya. Pendeta Billy Graham dan sejumlah pendeta-pendeta dengan penuh semangat mengkhotbahkan bahwa Injil Scofield merupakan injil yang paling baik dari segi penafsiran. Kepada para jemaatnya, mereka menyatakan bahwa antara Kristen dengan Yahudi itu satu kepentingan dan satu misi. Akhirnya banyak sekali orang Amerika yang saat ini menganggap keberadaan Israel di tanah Palestina adalah sesuatu yang sah, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa Injil Scofield merupakan Injil pijakan ideologis kelompok Judeo-Christian atau Zionis Kristen di Amerika dan dunia. Pemerintahan George Bush juga menjadikan pandangan Scofield sebagai pegangan. Di sekeliling Bush saat ini bertebaran pendeta-pendeta Zionis Kristen (Judeo Christian) fundamentalis seperti Jerry Falwell, Pat Robertson, Hal Lindsey, Zola Levitt, Oral Roberts, Mike Evans, Tim LaHaye, Kenneth Copeland, Paul Crouch, Ed McAteer, Jim Baker, Chuck Missler, dan Jimmy Swaggart. Mereka membela kepentingan Israel lewat semua media yang dikuasainya. Para pemimpin fundamentalis ini, bersama dengan organisasi-organisasi pro Israel yang mereka pimpin, menjangkau lebih dari 100 juta orang Kristen Amerika, dan lebih dari 100 ribu pendeta. Jumlah dana operaisional mereka konon mencapai US$ 300 juta setahun. Merekalah aktor intelektual bagi dukungan membabi-buta Amerika terhadap Zionis Israel sampai saat ini.

Beberapa contoh catatan kaki buatan Scofield, yang tidak terdapat dalam Injil sebelumnya adalah:

“Mereka yang menzalimi orang Yahudi niscaya akan bernasib buruk, (dan) mereka yang melindunginya akan bernasib baik. Masa depan akan membuktikan prinsip ini dengan cara yang luar biasa.” (Catatan kaki 2, Genesis 12:1)

“Tuhan telah berjanji pada suatu janji pemberkatan tanpa syarat kepada negara Israel untuk mewarisi suatu wilayah tertentu untuk selama-lamanya.” (Catatan kaki 2, Genesis 12:1)

“Bagi suatu bangsa yang melakukan dosa berupa anti-semitisme — kepada mereka — akan menyebabkan penghukuman yang tidak bisa dielakkan.” (Catatan kaki 3, Genesis 15:1-7)

Access from,

http://forum.detik.com/hubungan-yahudi-dan-kristen-yang-disembunyikan-t78701.html?s=b8a848cb603fd226f2a0aee336ba9601&

Access date 7 September 2012.

____________________

Sophislam,

Adalah suatu kehormatan dan kewajiban atas diri saya, Sophislam, untuk mempersembahkan artikel ini, yang melukiskan bahwa ternyata AGAMA Kristen  MERUPAKAN AGAMA REKAYASA orang Yahudi untuk mengacaukan Hukum / firman Tuhan.

Sudah semakin jelaslah bahwa Kristen bukanlah agama yang berasal dari Tuhan, melainkan rekayasa orang Yahudi melalui kerja keras tanpa menyerah dari agen mereka yang sangat lihai yaitu Paulus, yang pada suatu saat ia memberi nama agama baru itu dengan nama Kristen. Harus diingat bahwa Jesus sendiri tidak pernah memberi nama ajarannya, karena toh apa yang dibawa Nabi Isa adalah ajaran tauhid semata.

(Kis 11:23-26),

“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang.

Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.’

Melalui artikel / pemaparan ini, terbukti lagi bahwa Paulus merupakan SURUHAN / agen Yahudi untuk menghancurkan seluruh ajaran Nabi Isa as, maka hasilnya jadilah agama Kristen yang kelak akan mengingkari seluruh ajaran suci yang terdapat di dalam Perjanjian Lama mau pun Alquran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s