Islam, Perdukunan, Dan Paranormal

Sihir-menyebar

Saat ini marak ragam iklan ramalan nasib di televisi bahkan belum lama ini ditayangkan banyak paranormal laris manis oleh calin anggota legislatif.

Paranormal biasanya diartikan sebagai orang yang mengetahui atau bisa mengetahui hal-hal ghaib. Dia identik dengan dukun atau kahin. Yaitu dukun penerawangan yang biasa menggunakan khadam (pembantu) dari kalangan jin atau Setan. Pekerjaan mereka disebut kahanah.

Sedangkan ahli nujum atau populer disebut munajjim adalah orang orang yang mengethui atau bisa meramal nasib maupun kejadian berdasarkan Ilmu perbintangan (astrologi) atau dari kelahiran (weton – Jawa). Ada pun palmist adalah tukang meramal nasib dengan membaca atau menafsirkan rajah (garis telapak tangan). Sedangkan dukun adalah orang yang mampu mengobati penyakit dengan cara yang tidak masuk akal (luar biasa).

Di dalam kaidah Islam yang mengetahui Ilmu ghaib hanya Allah, “katakanlah tak seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah”. Dan hanya Allah lah yang dapat memberi atau menunjukkan hal yang ghaib kepada orang yang Dia kehendaki yaitu para Rasul. Hal itu ditegaskan Allah di dalam firmanNya,

Dan Allah yang mengetahui yang ghaib, maka dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu kecuali kepada Rasul yang diridhaiNya” (Al Jin 26-27).

Karena itu orang yang mengaku mengetahui Alam ghaib, masa depan, nasib seperti banyak yang bergentayangan di televisi-televisi dengan penawaran “ketik REG spasi” dengan cara apa pun, mereka adalah pendusta, karena mereka bukan utusan Allah. Dan mengaku mengetahui hal yang ghaib berarti menandingi Allah, yang artinya syirik.

Kemudian orang yang mempercayai dan membenarkan dukun atau paranormal, maka ia telah berbuat syirik atau kufur. Karena ia telah menandingi Allah di dalam hal yang sudah merupakan kekhususanNya.

Rasulullah bersabda,

Barangsiapa mendatangi dukun dan ia mempercayai apa yang dikatakannya sesungguhnya ia telah kafir / mengingkari wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Saw” (HR Abu Dawud).

Allah Swt telah menegaskan tentang kekhususan Pengetahuan yang hanya menjadi hakNya dan tidak seorang pun boleh merasa pasti tahu tentang hal itu yaitu sebagai mana ditegaskan di dalam firmanNya,

Sungguh Allah hanya pada sisiNya sajalah Pengetahuan tentang hari Kiamat dan Dia lah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim dan tidak seorang pun yang da mengetahui apa yang akan diusahakannya besok, dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh Allah maha mengetahui lagi maha mengenal” (Luqman 34).

Jadi datang ke paranormal, dukun, tukang ramal dan sebagianya semuanya berkaitan dengan permainan Setan dan jin, sebagaimana firmanNya,

apakah akan aku beritakan kepadamu, kepada siapa saja Setan itu turun? Mereka turun kepada setiap pendusta lagi banyak berdosa” (As-syuara 221-222).

Oleh karena itu walau pun terkadang apa yang dilakukan dukun atau paranormal itu benar terjadi maka tetap saja SALAH karena sumbernya adalah jin dan Setan. Hal itu sekaligus sebagai ujian atas keimanan kita kepada Allah, apakah kita lebih percaya kepada ayat-ayat Allah Swt atau kepada jin dan Setan dan kemudian menjadi budaknya.

Dan bidang bidang ini merupakan bagian syirik rububiyah, karena mengetahui bersekutu dengan Allah Swt di dalam masalah Ilmu ghaibNya. Kemudian jika paranormal atau dukun melakukan ritual atau amalan-amalan perdukunan yang tidak berdasarkan hukum syariat, berarti mereka telah melakukan syirik uluhiyah yaitu dengan memberikan persembahan kepada jin dan sebagainya.

Yang perlu diwaspadai, perdukunan sering sulit dikenali atau dihukumi kemusyrikannya, karena praktek ritualnya yang sangat mirip dengan amalan syariah bahkan dengan memakai ayat ayat Alquran padahal hakikatnya berbeda. Sering pula paranormal yang mengelabui pasiennya dengan berpenampilan seperti dokter, paramedis bahkan berpenampilan seperti kyai atau ustadz dengan balutan simbol keagamaan. (Disarikan dari Gontor 2009).

–o0o-

Diambil dari,

Bulletin AT-TAQWA

Edisi ke-34 / V / Th III; Jumat 05 Jumadil Awal 1430H / 01 Mei 2009M.

———————————————-

Sophislam,

Dari uraian buletin Jumat ini, maka jelaslah sudah bahwa Islam membenci dan mengutuk semua praktek perdukunan. Dan permusuhan Islam terhadap dunia perdukunan itu dinyatakan baik melalui hadis shahih maupun melalui ayat Alquran.

Konsekwensi yang diberikan Islam kepada siapa saja yang terlibat di dalam dunia perdukunan ini jelas, yaitu kafir dan sesat. Di luar itu, Islam mengajarkan pengikutnya untuk menjauhi dunia perdukunan ini.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa sudah banyak kaum kafirin yang anti-salam (anti-Islam) yang menuding bahwa Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang mengajarkan perdukunan. Maka melalui tulisan ini sudah dapat dibuktikan bahwa tuduhan kaum anti-salam itu tidak berdasar sama sekali.

Mungkin memang banyak anasir-anasir dukun atau paranormal yang berpenampilan seolah dia adalah seorang Muslim yang taat beribadah dan saleh plus tinggi Ilmu keislamannya. Namun bukan berarti bahwa dia benar ketika dia berpraktek sebagai dukun atau paranormal. Tepatnya, Islam tidak pernah mengajarkan perdukunan, dan anasir tersebut TIDAK LAH SEDANG MENGAMALKAN AJARAN ISLAM. Anasir tersebut hanya lah mengajarkan ajaran Setan yang sesat.

Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s