Dead Sea Scroll

kertas-anu

Kapirit,


Malah Alkitab yang Anda hina masih ada aslinya. Cari dan temukanlah  ‘Dead Sea Scroll’.

Sophislam,

Dead Sea Scroll? Saya  sudah baca literature tentang  DEAD SEA SCROLL itu. Tahukah Anda apa kesimpulan saya?

Saya ingin bertanya kepada  Anda.

Tahukah Anda  siapa yang meletakkan Dead Sea Scroll itu di goa tersebut?

Tahukah Anda nama orang yang meletakkan Dead Sea Scroll itu di situ sampai akhirnya ditemukan?

Tahukah Anda  apa maksudnya orang itu meletakkan Dead Sea Scroll itu di goa itu?

Dalam rangka apa?

Tahukah Anda orang itu menaruh Dead Sea Scroll itu, untuk siapa?

Untuk musuhnya kah?

Untuk mengelabui umat manusia kah?

Untuk mengecoh opini umat manusia kah?

Mungkinkah  orang itu melakukan hal itu supaya kelak, Dead Sea Scroll itu menciptakan opini bahwa yang asli adalah palsu dan yang palsu adalah asli?

Nah bisakah Anda menjawabnya??

Atau mungkin anda akan berkilah, bahwa TUHAN lah yang meletakkan nya di sana supaya ditemukan oleh manusia?

Mengapa demikian? Mengapa Tuhan meletakkan perjanjianNya sendiri dengan cara rendah seperti itu?

Tidak kah itu aneh di mana orang Kristen merasa bangga dengan temuan tersebut – yang jelas-jelas tidak diketahui siapa pelakunya??

Harap Anda mengetahui. Kalau hal itu terjadi pada bab-bab Alquran, sudah pasti ummah akan menolak lembaran-lembaran tersebut, karena hal itu tidak dapat dipertanggung-jawabkan.

Sekarang saya ingin bertanya: apakah Dead Sea Scroll itu bisa dipertanggungjawabkan secara keagamaan dan secara keilmiahan? Mengapa orang Kristen tidak mempunyai rasa malu menganggap sesuatu sebagai miliknya yang sebenernya cuma “BOLEH NEMU”?

Sekarang tentang GLM (DEAD SEA SCROLL).

Apakah Anda tidak baca artikel saya yang saya sisipkan di postingan saya yang kemaren itu, yang dalam bahasa inggris? Atau memang bahasa inggris saya jelek? Saya kutip lagi.

In Christianity, there is The Dead Sea Scrolls -and all Christians are so proud about it. But, there is still a question: is it genuine?

In Islam, we have the men by the names Bukhari, Muslim, Nasai etc. They are the prominent scholars in Islam, and their works are remarkable for the centuries. These men are to validate what Hadith that can enter the Muslim world. So all Muslims can have the Hadith from the objective works.

Meanwhile, does Christianity have men like them to validate what biblical ayahs that can enter the Bible? It doesn’t.

Actually, the existence of these great men in Islam is all arranged by Lord which means the Plan of Lord makes these men appear. The question is, why the Lord of Christianity doesn’t make the plan like that to make the Bible more convincing? The answer is that there is no Lord in Christianity! Christianity is just an empty religion.

There are no Christian “Bukhari” and Christian “Muslim” or Christian “Nasai” to determine whether the Dead Sea Scrolls are genuine or not.

Bukhari, Muslim, Nasai etc are there to examine the bringer(s) of the Hadith. This is not the Hadith they are examining, but the bringer(s) of the Hadith instead. Is the bringer trustworthy, honest, a good man, a liar, a deceiver, a drinker, an alcoholic, and an adulterer whatsoever. This is about the honesty, not about what the Hadith says.

Maksudnya, ketika ada satu Alhadits, maka tugas Bukhari cs lah untuk memastikan apakah Alhadits itu divine. Yang diperiksa Bukhari ce-es bukan Alhadits nya itu sendiri, atau lembaran tempat Alhadits itu ditulis. namun yang diperiksa oleh Bukhari ce es adalah pembawa nya, perawinya, apakah mereka adalah nama-nama yang mempunyai cacad secara integritas dan moral. Bukhari ce es berkelana untuk mendapat informasi seluas-luasnya tentang nama-nama yang menjadi pembawa / perawi suatu Alhadits. Kalau didapat satu nama yang ternyata adalah orang tidak bener, maka MAU TIDAK MAU Alhadits itu direject. Makanya  Alhadits itu ada beberapa derajatnya. Jadi perbedaan derajat Alhadits itu bukan terletak pada mutu, namun berdasarkan kualitas tokoh yang ada di mata rantai pembawa nya.

Misalnya, Bukhari dapat Alhadits tentang dodol.

Dia dapat dari E.

E dapat dari D.

D dapat dari C.

C dapat dari B.

B dapat dari A.

A dapat dari Muhammad saw.

Nah, tugas Bukhari adalah menguji apakah si A B C D E adalah orang-orang yang mempunya moralitas yang agung. Bukan dodolnya yang diperiksa. Namun mata rantai nya dari E sampai Muhammad.

Kalau Bukhari ce es melihat bahwa ternyata C adalah pendusta, maka Alhadits itu turun derajatnya, mungkin maudhu, dhaif, dan lain lain.

Di dalam meneliti suatu Alhadits dapatan (Alhadits acquired), maka para ahli Alhadits (Barat menyebutnya Hadith Compiler / HC) akan menelitinya dari dua aspek, yaitu,

  1. Aspek Matan
  2. Aspek Sanad.

 

Matan, maksudnya suatu Alhadits ditinjau keabsahannya dilihat dari KANDUNGAN atau MESSAGE dari Alhadits tersebut, apakah ia bertentangan dengan misi Islam atau kerasulan Muhammad Saw. Terlebih lagi apakah suatu Alhadits bertentangan dengan Alquran. Aspek matan akan membantu kita mempersoalkan dan akhirnya mengetahui apakah informasi yang terkandung di dalamnya berasal dari Nabi atau tidak. Misalnya, apakah kandungan hadits bertentangan dengan dalil lain atau tidak

Aspek Sanad, maksudnya suatu Alhadits diteliti keabsahannya dilihat dari mana Alhadits itu dibawa dari satu orang ke orang berikutnya. Nah Bukhari ce-es umumnya meneliti keabsahan suatu Alhadits secara sanad nya. Ilmu yang berkaitan dengan sanad akan mengantar kita menelusuri apakah sebuah hadits itu bersambung sanadnya atau tidak, dan apakah para periwayat hadits yang dicantumkan di dalam sanad hadits itu orang-orang terpercaya atau tidak

Nah, bagaimana dengan Gulungan Laut Mati itu? Apakah para ahli mempertanyakan moralitas orang yang MELETAKAN Gulungan Laut Mati itu? Apakah para ahli mempertanyakan moralitas orang yang MENULIS Gulungan Laut Mati itu? Pun, apakah para ahli mengetahui, siapa yang meletakkan Gulungan Laut Mati itu di sana? Namanya  siapa? Dan kalau sudah tahu namanya, terus apakah para ahli menguji moralitas dari nama tersebut??

Singkatnya, apakah para ahli Alkitab meneliti keabsahan semua teks itu – termasuk Dead Sea Scroll – baik secara aspek matan dan aspek sanad?

Sama sekali, TIDAK, KAN??????

Lantas mengapa semua orang Kristen sangat membanggakan Gulungan Laut Mati itu?? Apakah semua orang Kristen berfikiran dangkal??? Sudah pun dangkal, juga mereka tidak mempunyai logika berfikir yang dapat diper-tanggungjawab kan. Jelaslah, apakah bisa diper tanggungjawab kan, bahwa objek yang namanya Gulungan Laut Mati itu dianggap suci??

Kalau orang Kristen mempunyai logika yang dapat diper tanggungjawab kan, pastilah semua orang Kristen akan mempunyai cara berfikir seperti cara kerja Bukhari dan Muslim ce-es itu …..

Yang diperiksa / diteliti oleh Bukhari Muslim ce-es itu bukan lah objeknya (Alhadits) itu sendiri, namun orang orang yang terlibat langsung pada perawian Alhadits tersebut. Logis kan?

Kalau lah seandainya Bukhari, Muslim, Nasai delele KITA PEKERJAKAN UNTUK MENELITI semua naskah Alkitab, baik ia Perjanjian Lama mau pun Perjanjian Baru, plus Gulungan Laut Mati, kira-kira apakah result yang diberikan oleh mereka? Pastilah mereka semua berkata,

…………..Kami tidak dapat memper-tanggungjawab-kan semua paket teks tersebut yang berada di dalam penelitian kami selama ini. Kami tidak dapat membuktikan siapa saja yang menjadi perawi atau sanad dari semua teks ini. Bahkan lebih menyedihkan lagi adalah, kami pun tidak dapat meneliti –apalagi mengetahui – moralitas dari para sanad semua teks tersebut. Kami anjurkan kepada semua orang Kristen untuk menjauh dari teks-teks tersebut………………

Jelaslah sudah, bahwa semua naskah suci (holy texts) berupa Alkitab mau pun Gulungan Laut Mati adalah suatu fenomena yang tidak dapat diper tanggungjawabkan secara ilmiah dan keagamaan.

Akhirnya, bagi semua orang yang berkhidmat pada kehati-hatian dan logika, harus lah berkata bahwa Kristen telah kehilangan semua rohnya. Singat kata, Kristen adalah sesat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s