Menimbang Kekejaman Antara Islam Dan Kristen

menimbang-agama

Pembantaian Umat Islam Sepanjang Sejarah

HMINEWS.COM – Akumulasi informasi yang tidak seimbang tentang hubungan antara agama dan kekerasan yang didominasi oleh media Barat telah menjebak orang-orang Islam sendiri memandang Islam secara gegabah dan tidak seimbang. Banyak orang berpandangan Islam identik dengan kekerasan. Padahal, dalam sejarah, justru orang-orang Islamlah yang paling banyak menjadi korban kekerasan.

Canadian Islamic Congress mengkompilasi kejadian demi kejadian semenjak perang salib yang pertama (the Crusaders I, 1095-1099), dimana sekitar 70000 muslim di Jerussalem dibantai habis sampai dengan pembantain yang dilakukan oleh Israel atas bangsa Palestina saat ini.

Berikut adalah beberapa korban genosida Muslim sepanjang sejarah, sebagaimana dirilis oleh The Canadian Islamic Congress:

  1. 70.000 penduduk Yerusalem, sebagian besar umat Islam, dibantai oleh Tentara Salib Eropa pada tanggal 15 Juli 1099, pembantaian itu menyebabkan banjir darah sedalam pergelangan kaki.
  2. Setelah pembantaian Antiokhia oleh Tentara Salib Eropa pada Juni 1098 dimana tak ada seorang Muslimpun masih hidup. Pembantaian juga terjadi di Asklan (1099), Aka (1104), Antiokhia (1098), Beruit (1110) dan Tropolie (1102).
  3. Masa Inkuisisi di Spanyol dan Portugal (1834), pilihan bagi umat Islam adalah pergi, konversi atau dibakar di tiang. Keputusan tersebut baru dicabut pada 15 Juli 1834, setelah semua Muslim terbunuh atau lari. Pembantaian Muslim juga terjadi di Toledo (1085), Lisbon (1147), Cordoba (1236), Seville (1248), Maria (1266) dan Granada (1492).
  4. Mongol membantai jutaan Muslim di India, Persia, Irak dan Asia Tengah, termasuk membantai Khalifah Abbasia dan pejabat-nya (1219-1260). Peristiwa the Sack of Baghdad (13 Februari 1258) membantai penduduk selama lebih dari 17 hari di mana dua juta umat Islam dibantai di sana.
  5. Di Bosnia, Kosovo dan Chechnya (1992-sekarang), lebih dari 200.000 Muslim dibantai dan lebih dari 1,5 juta Muslim terluka, menjadi tunawisma atau diasingkan. Lebih dari 50.000 muslim wanita dan anak perempuan diperkosa.
  6. Dan seterusnya ….. lihat di sini.

Setelah kita membaca paparan ini, apakah masih juga orang Kristen berfikir bahwa agama Kristen adalah agama yang mengajarkan cinta kasih dan damai kepada seluruh dunia?? Sebuah agama yang meliputi semua kekerasan, kebiadaban dan kekejian sepanjang sejarah, apakah pantas untuk selalu diklaim sebagai agama Kasih dan Damai??

Agama Kristen adalah agama Kasih dan Damai?

Umat Kristen adalah umat yang cinta damai??

ngigokk

Tanggapan kaum Kristen,

Om Harry on September 1, 2013 at 12:44 am,

Postingan muslim bego, Mongol dan Israel itu bukan Kristen.

MALING TERIAK MALING = ITULAH SIFAT ASLI MUSLIM

  1. Islam menyerang Yerusalem pada tahun 630 M dan membantai 1 juta Umat Kristen, Yerusalem pada waktu itu adalah wilayah Kerajaan Bizantin.
  2. Islam menyerang dan membantai 40% penduduk Konstantinopel (3 juta kristen tewas).
  3. Islam membantai 15 juta umat Zoroastrian di Persia.
  4. Islam membantai 80 juta umat Hindu di India >> http://en.wikipedia.org/wiki/Persecution_of_Hindus
  5. Islam membantai 50 juta Kristen Asuria, penduduk asli Mesopotamia Irak selama lebih dari 1000 tahun >> http://en.wikipedia.org/wiki/Assyrian_genocide
  6. Islam membantai 7 juta Kristen selama penjajahan Arab di Spanyol
  7. Islam membantai 5 juta Koptik Kristen di Mesir.
  8. Islam membantai 1,5 juta Kristen Armenia >> http://en.wikipedia.org/wiki/Armenia_Genocide
  9. Islam membantai 900.000 Kristen Yunani >> http://en.wikipedia.org/wiki/Greek_genocide
  10. Tentara Nasional Islam membantai 300.000 Kristen di Timor Timur.
  11. Dan seterusnya ……

MASIH MAU MENYEBUT AGAMA LU AGAMA DAMAI ???

NGIGOOOOOOOOOKKKKKKK !!!!

Muslim memang begitu sifatnya, mereka suka mencari kesalahan-kesalahan agama umat lain tapi kebusukan agamanya sendiri mereka tidak tahu.

Plus menggembar-gemborkan mualaf, tapi kalau yang keluar dari Islam ditindas, dianggap penodaan agama, tapi mereka sendiri koar-koar khotbah Jumatnya selalu menghina kafir Yahudi dan kafir Nasarani…..double-standar bangett.

Sophislam,

Di atas sudah dipaparkan ‘keluhan’ umat manusia mengenai derasnya aksi pembantaian, dari versi Muslim mau pun dari versi Kristen. Masing-masing pihak mengklaim, bahwa pembantaian yang mereka derita sepanjang sejarah merupakan bukti bahwa agama lawan merupakan agama Setan yang gemar main bantai, sekaligus merupakan bukti bahwa agama sepihak merupakan agama yang selalu menjadi korban kebiadaban agama seberang.

Di bagian pertama, Muslim menggelontorkan fakta sejarah di mana umat Islam telah menderita pembantaian sadis yang dilakukan oleh pihak Kristen, hal mana itu menjadi hujjah bagi umat Muslim bahwa Kristen bukanlah agama Surgawi.

Kebalikannya, Kristen pun melakukan hal yang sama, yaitu menggelontorkan fakta sejarah di mana umat Kristen telah menjadi objek pembantaian kaum Muslim – sambil mengemukakan bahwa hal tersebut merupakan bukti bahwa Islam adalah agama Setan yang tidak boleh diimani.

Pertanyaannya adalah, yang mana yang benar?

Dari sisi Kristen.

Pertama.

Seluruh pembantaian yang dilakukan manusia Kristen, seutuhnya merupakan REFLEKSI dari ajaran Kristen. Dengan demikian dikatakan, bahwa seluruh pembantaian yang dilakukan umat Kristen (khususnya terhadap kaum Muslim) bukan merupakan kesalahan individu-individu Kristennya, melainkan memang berasal dari ajaran Kristen itu sendiri. Dari point ini dapat disimpulkan, bahwa Kristen merupakan agama yang BERBAHAYA bagi kemanusiaan, karena agama ini mengajarkan pembantaian sadis dan pemaksaan.

Adalah tidak tepat kalau dikatakan, bahwa semua kekejian yang dilakukan oleh orang Kristen, merupakan kesalahan si orang Kristen tersebut: tidak mungkin kesalahan seorang manusia harus ditimpakan kepada agama yang dia anut. Ingatlah, logika ini tidak dapat diterapkan kepada agama Kristen, karena jelas kekejian dan kekejaman yang dilakukan oleh orang Kristen, bukan kesalahan orang tersebut, melainkan memang ajaran dari agama orang tersebut yaitu Kristen.

Kesimpulan: kekejian yang dilakukan orang Kristen, TIDAK DAPAT DIKATAKAN kesalahan orang Kristen tersebut, karena kekejian yang dia lakukan memang merupakan ajaran Kristen.

Kedua.

Alkitab, sebagai kitabsuci umat Kristen, memang mengandung BEGITU BANYAK AYAT KEKERASAN yang mengajarkan kekesaran kepada umat penganutnya. Tidak kurang perkataan Jesus sendiri yang berimplikasi kekerasan dan pemaksaan yang memilukan. Jesus berkata di dalam injilnya, PAKSALAH SEMUA ORANG DI JALAN DAN LINTASAN UNTUK MASUK, KARENA RUMAHKU HARUSLAH PENUH. Ayat ini mengindikasikan bahwa pemaksaan yang berimplikasi pembantaian merupakan bagian dari metode penyebar-luasan Kristen. Pada bagian lain Jesus berkata, DIA YANG TIDAK MENYUKAI AKU SEBAGAI Raja, BAIKLAH DIBAWA KE SINI DAN MATI DI DEPANKU, jelas ayat ini tidak memberi pengertian lain kecuali membunuh siapa pun yang tidak beriman kepada Jesus merupakan hal terbaik dan satu-satunya cara.

Kalau masih kurang, juga terdapat ayat Jesus yang berbunyi JANGAN KAMU KIRA AKU DATANG DENGAN MEMBAWA DAMAI, KARENA AKU DATANG DENGAN MEMBAWA PEDANG. Di tempat lain masih di dalam Injilnya, Jesus berkata, JANGAN KAMU SANGKA AKU DATANG DENGAN MEMBAWA DAMAI, MELAINKAN AKU DATANG DENGAN MEMBAWA API PEPERANGAN, DAN BETAPALAH AKU MENGINGINKAN API ITU SEKARANG SUDAH MENYALA-NYALA. Ayat-ayat Injil yang tertulis indah ini merupakan bagian yang paling penting di dalam psikologi seluruh orang Kristen saat mereka mengembangkan aksi pembantaian terhadap kaum Muslim yang ENGKAR DAN MENOLAK ketuhanan Jesus, Raja mereka. Sampai di sini, apakah masih dapat dikatakan bahwa Kristen merupakan agama kasih dan damai?

Kesimpulan: Kristen memang terbukti ajarkan kekerasan, pembunuhan, pemaksaan dan pembantaian terhadap semua orang yang menyangkali dan memusuhi Jesus.

Ketiga.

Orang Kristen, mulai dari lapisan awam, yaitu jemaat Gereja jauh ke pelosok hutan, sampai kepada pejabat Gereja tertinggi di Pusat kota Dunia, sama berkata bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai, hanya mengajarkan kasih dan damai, karena Jesus itu sendiri adalah kasih dan damai. Namun kemudian seruan mereka itu harus dihadapkan kepada fakta tidak terbantahkan bahwa Kristen sudah terlibat pada banyak aksi kekerasan, pemaksaan dan pembantaian yang keji dan memilukan.

Sebenarnya hal ini merupakan suatu paradox dan ironi. Di satu pihak seluruh orang Kristen berkata bahwa Kristen merupakan agama kasih dan damai, namun di pihak lain seluruh orang Kristen berdasarkan Alkitab mereka sendiri terlibat banyak aksi kekerasan dan pembantaian. Bagaimana mungkin suatu agama yang diklaim sebagai agama kasih dan damai ternyata melakukan suatu perbuatan yang sedikit pun tidak mencerminkan kasih dan damai? Sungguh semboyan mereka bahwa Kristen merupakan agama kasih dan damai, tidak ada artinya sama sekali. Sungguh semboyan mereka itu hanya merupakan ‘jual-murah’ untuk moralitas mereka yang rendah, moralitasnya para penipu ulung yang tidak pernah tahu malu. Apakah pantas suatu agama yang diklaim oleh umatnya sebagai agama kasih dan damai, dicatat telah melakukan pembunuhan, pembantaian dan pemaksaan?

Sudah sepantasnya Muhammad Saw bersabda di dalam suatu Alhadisnya, KALAU SUDAH TIDAK PUNYA IMAN DI DADA, MAKA PERBUATLAH APA SAJA YANG KAMU SUKA. Alhadis ini mengajarkan, bahwa orang-orang yang tidak mempunyai iman suka berbuat segala sesuatu yang di luar batas rasa malu: orang Kristen sama sekali tidak mempunyai rasa malu, padahal mereka sudah jelas merupakan golongan BERMULUT BESAR YANG BERKOAR-KOAR tidak jelas.

Kesimpulan: di satu pihak, Kristen dinyatakan sebagai agama kasih dan damai, karena Jesus adalah kasih dan damai itu sendiri, sementara di pihak lain terdapat fakta bahwa Kristen penuh dengan catatan pembantaian yang jauh dari jiwa kasih dan damai. Apakah hal ini dapat ditolerir dan dimaafkan sekaligus difahami?

Dari sisi Islam.

Pertama.

Adalah jelas, bahwa kalau terdapat fakta di mana kaum Muslim yang berkuasa telah membantai musuh-musuhnya secara keji, maka ketahuilah bahwa hal tersebut merupakan kesalahan para pelakunya; dan tidak mungkin kesalahan seorang manusia Muslim yaitu membantai musuh-musuhnya harus ditimpakan kepada agama yang ia anut yaitu Islam. Islam tidak pernah dan tidak mempunyai ajaran untuk membantai musuh-musuhnya, dan kalau sampai terjadi pembunuhan, pembantaian, pemaksaan dan lain lain yang dilakukan oleh umat Islam, maka hal tersebut otomatis merupakan kesalahan manusia-manusia tersebut, bukan kesalahan Islam.

Kesimpulan: kekejian, pembantaian dan pemaksaan yang dilakukan orang Islam (terhadap musuh-musuhnya, khususnya kaum Kristen), adalah kesalahan orang Islam tersebut, karena kekejian yang dia lakukan BUKAN ajaran Islam.

Kedua.

Kalau terjadi kekejian, pembunuhan, pemaksaan mau pun pembantaian yang dilakukan seorang individu Muslim, maka kesalahan tersebut merupakan kesalahan individu yang bersangkutan, bukan kesalahan Islam.

Harus diingat, bahwa Islam menentang dan mengutuk kekejian, pembunuhan, pemaksaan mau pun pembantaian atas seluruh mahluk, ke atas binatang, tumbuhan pun juga dilarang dan dikutuk! Apalagi terhadap manusia, apapun agama mereka.

Islam berarti damai, Islam mengajarkan perdamaian, bukan Islam namanya kalau mengajarkan pembunuhan dan pengrusakan. Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak pernah melakukan dan mencontohkan pembunuhan, pemaksaan mau pun pembantaian kepada siapa pun.

Di dalam Alquran terdapat ayat TIDAK ADA PEMAKSAAN DI DALAM AGAMA, di bagian lain Alquran mempunyai ayat UNTUKMU AGAMAMU, DAN UNTUKKU AGAMAKU, yang mana itu berarti Islam BERLEPAS TANGAN dari pemaksaan atas orang lain untuk ikut suatu agama yang bukan dari kata hatinya.

Di dalam kisah Fat-hul Mekah, dikisahkan bahwa kaum kafirin kalah total di kota Mekah, sementara Muhammad Saw dan sahabatnya masuk dan menguasai Mekah. Apakah tertulis bahwa kaum kafirin yang menyerah tersebut DIBANTAI DAN DITUMPAS HABIS oleh Muhammad Saw dan sahabatnya? Tidak.

Banyak kafirin yang mendatangi Muhammad untuk bersahadat dan mengakui Muhammad Saw sebagai Nabi Tuhan: kalau Muhammad Saw seorang PEMBANTAI, bagaimana mungkin kafirin-kafirin tersebut dapat hidup dan menemui Muhammad Saw? Bukankah mereka seharusnya sudah mati sebelumnya di ujung pedang Muhammad Saw? Ini menandakan bahwa Muhammad Saw dan para sahabatnya bukanlah KAUM PEMBANTAI.

Baik di Mekah mau pun di Madinah, Muhammad Saw dan para sahabatnya hidup berdampingan dengan kaum kafirin, padahal semua buku sejarah menulis bahwa Muhammad Saw dan para sahabatnya merupakan bagian dari angkatan perang yang disegani. Bukankah ini merupakan petunjuk bahwa Islam melarang pemaksaan dan pembantaian terhadap mereka yang menolak Islam?

Suatu mubahalah telah terjadi antara Muhammad Saw dengan keluarga batihnya (Ahlul bait) di satu pihak, dengan kelompok pendeta Kristen di pihak lain, yang mana mubahalah tersebut diajukan oleh kelompok Kristen Najran. Muhammad Saw menerima tantangan tersebut – dan Muhammad Saw membawa keluarganya sendiri, bukan membawa bala-tentaranya yang lengkap dengan senjata yang mematikan. Kisah ini benar-benar menunjukkan bahwa Muhammad Saw bukanlah seorang pembantai dan juga bukan seorang pemaksa pihak lain supaya mengakui kerasulannya. Kalau Muhammad Saw (dan para sahabatnya) merupakan gerombolan pembantai, tentu sudah habislah orang-orang Kristen Najran lengkap dengan uskup Agung mereka dibantai oleh Muhammad Saw yang lengkap dengan balatentaranya yang kuat. Singkat kata, tidak ada alasan sekecil apapun untuk menyatakan bahwa Muhammad Saw merupakan manusia pembantai dan penyuka kekerasan.

Terdapat kontroversi alot dewasa ini, di mana banyak orang menuduh Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan dan kesadisan lantaran ditemukan (beberapa) Alhadis yang mengindikasikan demikian.

  1. Selalu dapat dipastikan bahwa Alhadis tersebut adalah palsu: Islam dan kesucian Allah Swt tidak dapat dijelaskan melalui Alhadis palsu yang bertentangan dengan ayat-ayat Alquran, walau pun Alhadis tersebut telah dinyatakan shahih oleh Bukhari, Muslim dan lain lain.
  2. Bukhari Muslim, dan perawi Alhadis utama lainnya, adalah manusia biasa, bukan Malaikat, yang bisa berbuat salah dan keliru. Menganggap suci dan valid seluruh Alhadis hasil karya Bukhari Muslim – dan lain lain – merupakan suatu kesia-siaan dan tindakan yang menentang keagungan Alquran, dan dengan demikian dapat disamakan dengan berfikir bahwa Bukhari Muslim –dan lain lain- setara dengan Malaikat: inilah kesesatan.
  3. Tugas Bukhari, Muslim –dan lain lain- adalah memverifikasi derajat suatu Alhadis, dan produk mereka akan dituangkan di dalam suatu kitab shahih untuk diserahkan kepada umat. Sampai di sini pekerjaan yang dilakukan Bukhari, Muslim –dan lain lain- berada pada level pekerjaan manusia. Selanjutnya Alhadis shahih tersebut harus diserahkan kepada level lllahi, yaitu dengan mencocokkan seluruh Alhadis shahih tersebut dengan kandungan dan makna Alquran: kalau suatu Alhadis shahih bertentangan dengan Alquran, maka Alhadis shahih tersebut adalah palsu. Dengan kata lain, nasib seluruh Alhadis shahih pada akhirnya ditentukan oleh seluruh ayat di dalam Alquran: Alquran-lah pada akhirnya yang menentukan keshahihan suatu Alhadis, bukan manusia. Demikianlah yang paling mudah diingat.
  4. Otoritas Alquran adalah final, dan salah satu fungsinya adalah menentukan nasib suatu Alhadis yang dinyatakan shahih oleh Bukhari, Muslim dan lain lain. Sejak Alquran mengandung ayat “KAMI YANG MENURUNKAN Alquran, MAKA KAMI-LAH YANG MENJAGA KESUCIANNYA” – Alhijr ayat 9, maka otoritas Alquran tidak dapat diragukan dan dipertanyakan oleh siapa pun, dan dengan demikian mempunyai satu-satunya otoritas di alam raya ini untuk memverifikasi Alhadis shahih.
  5. Alquran menyatakan bahwa Muhammad Saw adalah manusia terbaik, sebaik-baik contoh, dan sebaik-baik mahluk. Kalau kemudian ditemukan Alhadis (shahih) yang menyatakan bahwa Muhammad tidak dapat dibedakan dari berandal tengik, jelas hal tersebut bertentangan dengan Alquran, dan oleh karenanya Alhadis shahih tersebut adalah palsu karena bertentangan dengan Alquran. Alhadis shahih yang dapat diterima dan dianggap benar hanyalah Alhadis yang mengabarkan keagungan Muhammad Saw dan para sahabatnya, karena memang demikian makna dan kandungan suci Alquran.

Kesimpulan: Islam tidak (terbukti) mengajarkan kekerasan, pembunuhan, pemaksaan dan pembantaian terhadap semua orang yang memusuhi Muhammad Saw. Kebalikannya, Islam ajarakan toleransi, damai dan hidup berdampingan dengan manusia lain. Kalau ada Alhadis yang menyatakan bahwa Muhammad Saw dan para sahabatnya terlibat pada suatu moralitas yang rendah, maka Alhadis tersebut lah yang tertolak.

Ketiga,

Islam mau pun umat Muslim tidak ada yang mengklaim Islam sebagai agama ‘kasih dan damai’ (walau Islam itu sendiri berarti ‘damai’). Singkatnya, Islam adalah agama ketegasan: salah adalah salah, benar adalah benar.

Ulama dan seluruh Muslim berpendapat, bahwa walau pun kata Islam itu sendiri berarti ‘damai’, namun seluruh Muslim percaya bahwa ‘damai’ itu hanya akan terwujud bila seluruh Hukum Tuhan diberlakukan secara kaffah. Secara kaffah di sini pastilah artinya ketegasan, yaitu salah adalah salah, benar adalah benar, tidak ada yang pertengahan. Pencuri dipotong tangan, pezina dirajam, pembunuh di-qishash, dan lain sebagainya, merupakan implikasi ketegasan di dalam Islam, dan hal tersebut tidak dapat dikompromikan lagi. Bukan ‘damai’ namanya kalau Hukum Tuhan tidak diberlakukan secara kaffah, dan kalau umat hidup jauh dari Hukum Tuhan yang sejati.

Dengan demikian kalau pun Muslim terlibat fakta kekerasan, maka hal tersebut tidak pernah menjadi paradox terhadap Islam itu sendiri, karena Islam tidak pernah diklaim sebagai agama damai. Tidak patut untuk mempersalahkan Islam hanya karena terdapat fakta kekerasan yang dilakukan umatnya.

Penutup.

Untuk mengakhiri pengungkapan fakta ini, dapat disimpulkan tiga pemahaman penting mengenai perbandingan antara Islam dan Kristen:

  1. Kekerasan dan kekejian yang dilakukan oleh seorang Kristen, adalah refleksi dari kekejian dari agama Kristen yang dia anut, jadi bukan kesalahan orang tersebut. Sementara itu, kekerasan dan kekejian yang dilakukan Muslim, bukanlah kesalahan Islam, melainkan kesalahan individu Muslim tersebut: tidak mungkin kesalahan individu Muslim ditimpakan kepada agama yang dia anut yaitu Islam.
  2. Kristen TERBUKTI mengajarkan kekerasan, pemaksaan, pembantaian dan penghalalan segala cara, dan itu semua bersumber / berdasarkan Alkitab sendiri (jadi Alkitab memang mengajarkan hal demikian, jadi Alkitab adalah sumber seluruh kekerasan, kekejian dan kesadisan). Sementara itu, Islam TIDAK TERBUKTI mengajarkan kekerasan, kesadisan, pemaksaan, pembantaian dan lain lain: tidak ada satu pun ayat mau pun Alhadis yang mengajarkan Muslim untuk berbuat biadab.
  3. Umat Kristen percaya sekali bahwa Kristen merupakan agama kasih dan damai, namun kemudian agama tersebut dibenturkan kepada fakta dan ajaran Alkitab sendiri, yang menentang damai dan kasih, dan pada akhirnya terjadi fenomena PARADOX DAN IRONI, di mana di satu pihak Kristen diklaim sebagai agama kasih dan damai, namun kemudian ditemukan fakta bahwa Alkitab sendiri mengajarkan kekerasan, pemaksaan dan pembantaian. Sementara itu, PARADOX DAN IRONI tidak pernah dijumpai di dalam Islam, karena pertama, Islam tidak pernah diklaim sebagai agama kasih dan damai, kedua pun Islam juga tidak mengajarkan kekerasan dan pembantaian.

Wallahu a’lam bishawab.

 

 

 

3 Comments

  1. pantes memojokkan kristen..orang yang buat Muslim
    gini bro..kamu baca alkitab mana sih?sampe sampe kami dituduh sebagai agama penyiksa?
    ricopatih309@gmail.com
    di atas email saya..jujur saya tidak terima anda seperti ini..kalau emang mau membandingkan keduanya salah..dan sekali lagi itu salah manusianya bukan agamanya..gini deh gimana kalau saya bilang ISIS itu agamanya islam.. pasti anda mengelak dengan alasan ISIS itu sudah melenceng dari ajaran agama Islam.. maka kami juga akan mengatakan hal yang sama.. satu hal lagi.. jan semena mena menambahkan atau mengurangi apa yang tertulis dalam ayat kitab suci DOSA! walau itu AlQuran atau Alkitab yang namanya Kitab suci gak boleh di permainkan.. email saya dan katakan kamu dapet darimana tuh dialog sebutkan ayat alkitabnya
    =========

    Sophislam,

    Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. >>>> Lukas 14:23

    Akan tetapi, tentang musuh-musuhku yang tidak menginginkan aku menjadi raja atas mereka, bawalah mereka kemari dan Bunuhlah mereka di depanKu >>>> Lukas 19:27.

    JANGAN KAMU KIRA AKU DATANG DENGAN MEMBAWA DAMAI, KARENA AKU DATANG DENGAN MEMBAWA PEDANG >>>>> Matius 10:34

    Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! >>>>> Lukas 12:49

    ::::::::
    Gak pernah buka2 Alkitab yaaaaa???

    Like

  2. sapa yg buat artikel Tolol & provokatif ini??
    Gk ad yg lebih tolol lagi, itu ayat-ayat yg dia kutip bukan perkataan Tuhan Yesus… & Ditafsirkan seenak jidat,

    Gk bisa ngaca sama ayat-ayat setan 😈 ISISLAM yg dia saring & hanya memperlihatkan ayat-ayat amannya aja? Hahahah tolol

    Sophislam,
    hahh????? bukan perkataan jesus???? hahahahaaaaa berkelit teyuss nychh orang kristen hahahahaaaaa …..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s