Kemaluan Kristen

kemaluan-kristen

Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw melewati seseorang yang sedang menasihati saudaranya karena pemalu, maka Nabi saw bersabda, “Biarkanlah ia karena sesungguhnya sifat malu itu sebagian dari Iman.”(Bukhari – Muslim)

Dari Ibnu Mas`ud RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda ”Diantara nasehat yang di dapat orang-orang dari sabda Nabi-Nabi terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu” (Shahih Al-Bukhari).

Sedangkan dalam shahih lainnya Imam Al-Bukhari juga telah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Malu adalah baik semuanya”

Dari sahabat Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan La Ilaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman” (Shahih Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 598, Muslim no. 35, Abu Dawud no. 4676, An-Nasa`i VIII/110, dan Ibnu Majah no. 57)

“Hendaklah kamu merasa malu kepada Allah SWT dengan malu yang sebenarnya“. Para sahabat menjawab: “ Ya Nabiyullah, alhamdulillah kami sudah merasa malu“. Kata Nabi SAW: “Tidak segampang itu. Yang dimaksud dengan malu kepada Allah SWT dengan sebenarnya malu adalah kemampuan kalian memelihara kepala beserta segala isinya, memelihara perut dan apa yang terkandung di dalamnya, banyak-banyak mengingat mati dan cobaan (Allah SWT). Siapa yang menginginkan akhirat hendaklah ia meninggalkan perhiasan dunia. Siapa yang telah mengamalkan demikian, maka demikianlah malu yang sebenarnya kepada Allah SWT“(HR. At-Tirmidzi dan Abdullah bin Mas’ud RA)

“Malu tidak akan datang kecuali dengan kebaikan“ (HR. Muslim dari Imran bin Husein)

“Bagi setiap agama ada akhlak. Akhlak agama Islam adalah malu“ (HR. Imam Malik dari Zaid ibn Thalhah RA)

Dari Islam

Alhadits di atas adalah sepenggal Alhadits yang merupakan ajaran dari Nabi Muhammad Saw mengenai satu dari keutamaan perilaku manusia di dunia ini. Alhadits tersebut mengajarkan bahwa iman kepada Allah bukanlah satu-satunya hal yang membuat seseorang berhak mendapatkan keselamatan dan surga. Namun lebih dari itu, iman kepada Tuhan semesta Alam haruslah disertai dengan adanya rasa malu sebagai manusia. Iman berarti harus disertai dengan adanya rasa malu.

Adalah tidak benar bahwa Allah menuntut iman semata dari manusia. Adalah tidak benar bahwa Allah hanya mementingkan iman dan percaya kepadaNya, sementara manusia-manusia itu sendiri hidup dalam adat dan perilaku seperti hewan: TIDAK MENGENAL RASA MALU sedikit pun.

Dengan kata lain, Islam tidak hanya mengajarkan teologi atau Tauhid. Islam juga berkepentingan agar manusia yang beriman itu mempunyai perilaku dan perangai yang mulia, karena sebenarnya Islam digambarkan melalui perangai umatnya, bukan iman kepada Tuhannya.

Sejak dari Sekolah Dasar, atau pun Madrasah, seorang Muslim telah diajarkan bahwa malu adalah bagian terpenting dari iman kepada Allah Swt. Para mubalighh dan para khatib Jumat tidak pernah melewatkan issu ini dalam tausiyah (tausiyah = nasihat / petuah) mereka ke sekalian umat Muslim dalam forum-forum ibadah mau pun forum silaturahmi.

Bahkan para penceramah Muslim itu juga selalu menghubungkan perilaku MALU ini dengan keutamaan yang dimiliki baginda Rasulullah Muhammad Saw. Di dalam suatu Alhadits disebutkan bahwa Muhammad Saw itu lebih pemalu dari pada gadis pingitan. Ini berarti Islam ingin agar umat manusia mempunyai rasa malu. Dan hal inilah yang selalu ditekankan oleh para penceramah di setiap kesempatan…..

Dari Kristen.

Apakah yang diserukan para pendeta Kristen pada setiap acara keagamaan mereka di depan jemaat Kristen? Apakah keutamaan dari rasa malu juga pernah disinggung para pendeta untuk diketahui dan diajarkan kepada para jemaat dalam Gereja – Gereja mereka?

Tidak!

Kalau lah keutamaan dari rasa malu ini tidak pernah diajarkan para pendeta kepada para jemaat di Gereja-Gereja, maka lantas apa saja yang diserukan para pendeta dari atas altar-altar mereka?

Ketahuilah, bahwa tidak ada yang diserukan para pendeta dari atas altar mereka kecuali TUNTUTAN Tuhan Jesus agar semua manusia percaya kepada Jesus sebagai Tuhan dan juru tebus dosa mereka.

Yang diserukan para pendeta Kristen kepada jemaat Gereja hanyalah isu seputar: Jesus adalah Tuhan, Jesus adalah anak Tuhan, Jesus adalah penebus dosa, Jesus adalah raja surgawi, percaya kepada Jesus akan menyelamatkan manusia dari neraka bla bla bla bla bla bla ……. Jesus Jesus Jesus Jesus ….. tidak ada yang lain yang dibicarakan di dalam Gereja kecuali Jesus Jesus Jesus …

Islam telah mengajarkan umat manusia akan pentingnya rasa malu, karena hanya rasa malu lah yang membedakan manusia dari hewan – karena hewan adalah mahluk hidup yang tidak mempunyai rasa malu …. Muhammad Saw tidak hanya mengajarkan teologia (atau Tauhid) kepada umat manusia; Allah tidak hanya menuntut manusia untuk selalu percaya kepada Allah dan RasulNya yaitu Muhammad Saw, namun Allah juga menuntut / mengajarkan manusia untuk menjadi manusia yang utuh dan berwibawa, berlainan dari hewan ….

Namun di luar itu Kristen sama sekali tidak pernah mengajarkan manusia tentang rasa malu ini. Yang diajarkan Jesus atau Gereja hanyalah seputar BETAPA PENTING DAN NARSISNYA Jesus bagi Dunia ini ….

Apakah Jesus tidak melihat bahwa manusia butuh akan adanya rasa malu? Bukankah manusia itu adalah manusia, yang artinya manusia butuh pembinaan atas rasa malu tersebut?? Lantas mengapa Jesus tidak pernah singgung pentingnya rasa malu tersebut, dan malah hanya menuntut manusia hanya untuk selalu memuja dan mengakuinya sebagai anak Tuhan???

Narsis!

Pantas lah, umat Kristen di seluruh Dunia ini telah menjadi umat yang tidak punya rasa malu sedikit pun. Foto-foto yang disebarkan melalui internet ini banyak yang melukiskan betapa manusia-manusia Kristen telah terbiasa berbuat mesum di tengah kota, seperti telanjang bulat di taman-taman, bahkan ada yang bersenggama di depan orang banyak. Astaghfirullah!!

Jesus memang benar-benar narsis. Jesus tidak pernah mau memperhatikan moralitas umatnya. Jesus hanya menuntut untuk selalu disembah. Memang demikianlah pembawaan narsis itu.

Apakah ada muslim yang berminat untuk murtad? Apakah ada muslim yang berminat untuk menukar Islam-nya dengan agama Kristen, yang jelas-jelas mengajarkan dan membolehkan kemesuman dan kecabulan??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s