Pendeta Kristen Tukang Bohong

Azab-Bagi-Pembohong

Tahukah anda mengapa mayoritas Kristen terutama pendeta dan misionaris sering menipu, gemar berbohong, suka mengedit Bible, suka memutarbalikkan fakta, berlindung di balik kemunafikan, dan memiliki watak sebagai pemalsu?

Kristen menipu karena mereka percaya bahwa dusta dan kebohongan adalah halal demi tegaknya dogma kekristenan di muka bumi.. Tahukah anda, Bapak Gereja bernama Eusebius dari Caesarea pernah berkata: “It is an act of virtue to deceive and lie, when by such means the interests of the church might be promoted” – (Adalah satu perbuatan baik untuk berbohong dan berdusta, dengan begitu kepentingan- kepentingan gereja dipromosikan).

Bapak Gereja bernama Jerome berkata: “Great is the force of deceit! Provided it is not excited by a treacherous intention” – (Kebesaran adalah kekuatan penipuan! Asal tidak ditimbulkan oleh satu maksud cedera).

Lloyd Graham mengatakan pandangannya mengenai bapak-bapak gereja : “Adalah umum diketahui bahwasanya bapak-bapak gereja adalah penipu; Katholik mengakui hal itu. Berdasarkan Catholic Encyclopedia, “Pada semua bagian penipuan dan interpolasi ini sebagaimana kebodohan telah dibuat pada sebuah skala besar” (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal.455). Tahukah anda, pernyataan para tokoh Gereja di atas bukanlah berdasarkan asumsi pribadi semata, tapi karena atas dasar statement Paulus dalam membela kekristenan yang dibangunnya.

Dengan kata lain, Kristen butuh kebohongan dan penipuan demi keberlangsungan agamanya. Perhatikan pengakuan-pengakuan Paulus berikut. Paulus berdusta demi nama Allah: II Roma 3:7 “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

Paulus mengabarkan Yesus dengan kepalsuan, Filipi 1:18,

“Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

Ajaran Paulus bukan dari Tuhan, II Korintus 11:17,

“Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah”.

Paulus penipu dan penuh kelicikan, II Korintus 12:16,

“Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya”.

Tahukah anda lagi-lagi Kristiani yang bekerja dalam sebuah lembaga yang disebut LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) memperlihatkan watak mereka sebagai penipu dan pemalsu dengan mengedit pengakuan licik Paulus untuk merancukan persepsi pembaca. Dalam II Korintus 12:16 versi LAI, dikatakan sebagai berikut.

II Korintus 12:16 “Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi — kamu katakan — dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya” .

Perhatikan, LAI melakukan penipuan dengan menambah kata “kamu katakan” demi melindungi Paulus yang secara nyata mengaku sebagai penipu sehingga yang membaca akan memiliki persepsi baru bahwa Paulus lah yang dituduh licik dan penipu. Namun dalam versi KJV jelas dikatakan,

II Corinthians 12:16 ” But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty,I caught you with guile”.

Siapapun yang membacanya pengakuan Paulus di atas cukup dengan pengetahuan Bahasa anak SD akan dapat segera mendeteksi bahwa Paulus lah penipu dan penuh kelicikan tersebut berdasarkan pengakuannya sendiri..

Tahukah anda , pembohongan dan pemalsuan yang dilakukan Kristen tidak sampai pada sekedar pengeditan dan tambal sulam kitab suci, tapi juga dalam pengajaran doktrin dan tafsir yang dilakukan pendeta di Gereja. Rata-rata para pendeta dalam berkhotbah akan memperkenalkan ketuhanan Yesus melalui ayat berikut.

Yohanes 10:30 ” Aku dan Bapa adalah satu” . Berdasarkan ayat tersebut pendeta menipu jemaatnya dan berkata Yesus mengaku sebagai Tuhan. Tapi kebohongan ini dengan mudah dapat terkuak dengan meneliti ayat lain dalam Bible.

Yohanes 17:23 ” Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku”.

Ternyata dalam ayat lain murid-murid Yesus juga dikatakan satu dengan Yesus dan Bapa, apakah murid-murid Yesus juga adalah Tuhan? Apakah satu di sini artinya adalah bersatunya Allah, Yesus dan para murid-murid, termasuk Yudas Iskariot yang berkhianat? Tidak! Tapi Satu di sini adalah tujuannya, bukan menurut isi, kekuatan, atau pengetahuan dan kekuasaan secara keseluruhan..

Tahukah anda, watak penipu yang berakar dari Paulus dalam menyebarkan kekristenan terus tertanam dan dilanjutkan oleh setiap pribadi Kristen. Contohnya bagaimana penipuan dilakukan untuk mendiskreditkan agama lain adalah wajar dalam kalangan Kristen. Apa yang terjadi saat penipuan tersebut terkuak? Apakah Kristen akan menyesal kemudian berhenti menipu? Tidak!

Mereka akan melakukan penipuan lagi dengan metode baru yang pada dasarnya tetaplah kebohongan. Setiap kebohongan Kristen terkuak maka Kristen akan belajar dari pengalaman bahwa penipuannya harus lebih terorganisir dan lebih licik lagi agar penipuannya lebih sulit untuk dibongkar. Contoh lain, pernahkah anda menemukan orang yang mengaku murtadin dapat membaca Al-Qur’an dengan fasih? Dijamin Tidak! Karena 99,9% makhluk yang mengaku murtadin atau ex-muslim tersebut adalah penipu yang dididik Gereja dengan buruk.. Seperti si penipu yang ngaku ngaku mantan guru besar Alzaitun ” Saefudin Ibrahim” Yusuf Roni,Hambran Ambri dll kalaupun artis jadi murtadin spt si ” Asmirandah” itupun karena dia tertipu dihamili duluan oleh si penipu ” Jonas ”

Tahukah anda, selain penipuan untuk menyebarkan kekristenan, penipuan juga dilakukan untuk mempertahankan domba tetap dikandang. Kristiani pastinya begitu bangga mendengar kesaksian-kesak sian bohong dari aktor KKR dan merasa bahwa Kristen begitu dikasihi Tuhan, merekapun ikut-ikutan berimajinasi Yesus telah menjamah orang Kristen, Roh Kudus menaungi orang Kristen, dan imajinasi omong kosong lainnya. Tapi pengakuan mantan misionaris rahasia, Paulus F. Tengker berikut telah menguak penipuan dalam sandiwara KKR.. “Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah dan jemaat pun akan histeris dan percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai.

Terkadang ada jemaat yang di luar kendali dan –diluar– skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: “Maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!”. (Paulus F. Tengker) Tahukah anda , setiap bagian dalam kekristenan tidak lepas dari yang namanya penipuan dan kebohongan? Penipuan dan pembohongan publik tidak akan pernah dianggap kesalahan oleh setiap pribadi Kristiani sebelum mereka meninggalkan doktrin dan dogma agama Kristen, karena dari doktrin dan dogma agama Kristen lah sumber kebohongan dan sumber penipuan yang mereka lakukan.

Kekristenan sangat perlu ditegakkan dengan penipuan dan pembohongan karena Kristen tidak akan pernah dapat berdiri dalam fondasi kebenaran sedetikpun. Dukung perlawanan terhadap praktek kebohongan dan penipuan oknum manapun dengan meninggalkan dogma Gereja.,, Mengungkap kebohongan pendeta saefudin Ibrahim yang pura pura ngaku murtadin mantan Dosen di pesantren Al Zaitun Pendeta Saifuddin Ibrahim getol menyebarkan misi penyesatan agar umat Islam mengikuti jejaknya, murtad meninggalkan Islam menjadi pemeluk Kristen.

Pendeta kelahiran Bima-NTB 26 Oktober 1965 itu merilis buku “Dialog Kristen–Islam” (Penerbit Amanat Agung Indonesia, Januari 2015).Dalam Kata Pengantarnya pada alinea pertama, secara blak-blakan ia menantang bahwa buku ini ditulis dengan target khusus untuk umat Islam yang dia istilahkan sebagai “keturunan Ismael.” Untuk menambah rasa percaya diri dalam meyakinkan pembaca, Pendeta Udin memamerkan sederet akademis sebelum menjadi pendeta: “Saya kuliah di Ushuluddin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kuliah Bahasa Arab, komunikasi, kuliah di STT jurusan Theologi. Bahasa kedua saya adalah bahasa Arab” (hlm 5).

Hanya orang bodoh saja yang percaya kepada bualan Pendeta Udin. Karena dibandingkan sederet latar belakang akademis yang dipamerkan itu, seluruh atraksi teologis dalam buku ini penuh dengan kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Udin mengaku pernah kuliah Bahasa Arab dan mengaku Bahasa Arab sebagai bahasa keduanya. Padahal Bahasa Arab yang dipamerkan dalam buku ini salah semua. Misalnya, ketika melecehkan syariat ibadah haji, Pendeta Udin menulis sebagai berikut: “Naik haji hanya bagi yang mampu. Muhammad bersabda demikian,: “Al-hajjum mabruurun laisa lahu illal jannah,” artinya: orang naik haji mabrur balasannya adalah surga.” Gak mampu ya gigit jari” (hlm. 10).Weleh-weleh…. Dengan tulisan rendahan dan kacau balau seperti itu dia berani mengaku lulusan UMS yang menguasai Bahasa Arab? Umat Islam tidak semudah itu untuk dibohongi pendeta kalau para dombret ya sorak sorai lah sebab paling seneng kalo dikibuli pemimpinnya itu. Jangankan santri pesantren atau sarjana Islam, siswa Madrasah Ibtidaiyah (SD) saja dengan mudah menilai bahwa tulisan Pendeta Udin itu salah dan ngawur. Kalau Pendeta Udin benar-benar sarjana Islam yang menguasai bahasa Arab, mestinya kutipan hadits itu adalah seperti ini:

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw bersabda:“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” (HR. Bukhari dan Muslim Bila ditranselitrasikan, nas Arab yang benar dalam hadits itu adalah sebagai berikut: “Al-hajju al-mabruuru laisa lahu jazaa’un illa al-jannah” atau “Al-hajjul-mabruuru laisa lahu jazaa’un illal jannah.”Menulis kata “al-hajju” dengan “al-hajjum” jelas memamerkan kebodohan bahasa. Karena kata nakirah (yang diawali dengan al tidak bisa ditanwin). Menulis “al-mabruuru” dengan “mabruurun” juga mempertegas kebodohannya, karena struktur kata ini adalah sebagai “na’at” yang harus memakai “al” dan tidak ditanwin, mengikuti (tabi’) kepada man’ut.

Menghilangkan kata “jazaa’un” dalam hadits tersebut semakin menambah daftar kebodohan Pendeta Udin, karena membuat terjemah hadits menjadi pincang.Pendeta Udin tak layak mengaku-ngaku sebagai orang yang bisa berbahasa Arab. Bahasa yang dipamerkan itu bukanlah bahasa Arab yang benar, tapi bahasa orang sarap!! MURTADIN BOONG BOONGAN UDIN PENDETA PHP Seluruh argumen kemurtadannya amatiran kelas awam, jauh dari nilai akademis seperti yang diklaimnya sebagaimana umum nya para penipu yang ngaku murtadin yang didik gereja supaya ngaku ngaku murtadin dengan honor tiap bulannya yang lumayan gede itu, Pendeta Udin memaparkan bahwa alasan pertama meninggalkan Islam adalah kewajiban shalat yang sangat memberatkan.“Ib adahnya harus memakai bahasa Arab, yang tidak dimengerti oleh mereka sendiri. Mau praktik juga susah, orang Islam sendiri juga akan putus asa kalau mengikuti dengan taat. Mulai dari shalat? Orang Islam sendiri jarang yang shalat. Gak shalat masuk neraka, kalau shalat gak sempat… Dan ibadah yang paling sulit adalah shalat” (hlm. 9)

Demikian claim pendusta memalukan yang ketahuan bohongnya ini, .Alasan murtad dengan argumen shalat memberatkan sangat tidak ilmiah. Bagi umat Islam, shalat sama sekali tidak memberatkan bahkan menjadi identitas keimanan (An-Nisa 103) yang mengoneksikan diri kepada Allah (Qs Thaha 14) yang mencegah perbuatan keji dan munkar (Al-’Ankabut 45) segoblog goblog nya muslim tidak akan ada yang beralasan sebagaimana Claim pendusta tolol ini yang pengakuannya ini disambut gembira oleh para dombret bloon,,kan Tolol bener gak ??. Rasulullah Saw menegaskan bahwa shalat adalah identitas keislaman, karena garis batas antara mukmin dan kafir: “Batas antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” (HR Muslim). Shalat adalah tiket ke surga Firdaus (Al-Mu’minun 9-11), dan sebaliknya orang yang tidak shalat pasti masuk neraka Saqar (Al-Muddatstsir 42-43). Ibadah shalat yang dilakukan kaum Muslimin adalah salah satu kehebatan Islam yang tidak dimiliki Kristen.

Dengan mudah umat Islam bisa beribadah shalat meneladani tuntunan Nabi Muhammad Saw , karena ritualnya ditentukan secara tauqify baik gerakan, bacaan maupun syarat dan rukunnya.Hal ini berbeda dengan umat Kristen yang tidak punya pegangan ibadah yang sesuai dengan teladan nabi Isa almasih yang dipalsukan memerankan Yesus Kristus dalam buku karangan paulus dkk,. Karena Alkitab (Bibel) baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama, sama sekali tidak mencatat ritual ibadah Yesus secara detil.Akibatnya, Pendeta Udin dan umat Kristen lainnya merekayasa sendiri ritual ibadah. Misalnya, merayakan Natal tanggal 25 Desember untuk memperingatikelahiran Yesus yang mereka anggap sebagai tuhan (hari ulang tahun kelahiran tuhan), padahal Bibel tidak pernah menyatakan Yesus lahir tanggal 25 Desember. Dengan beribadah mengikuti Nabi Muhammad Saw , sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah, layak bila umat Islam mengharap ridha Allah dan surga-Nya.Sementara Pendeta Udin yang mengklaim sebagai pengikut Yesus tapi tidak bisa beribadah sesuai tuntunan Yesus, berani mengklaim dirinya pasti masuk surga? Alquran surat Al-Baqarah 111 menyebut surga orang seperti ini sebagai angan-angan kosong belaka (tilka amaniyyuhum).Dengan kata lain, orang seperti Pendeta Udin ini adalah kaum php (pengobral harapan palsu)!!!

PENDETA UDIN BUTA SEJARAH

Murtadin yang memiliki nama baptis Saifuddin Abraham ini menuduh Alquran penuh dengan kontradiksi (pertentangan) ayat yang tidak bisa dijawab oleh para ulama maupun ahli tafsir Alquran Ayat yang dituduh kontradiksi dengan sejarah itu adalah sebagai berikut: “Alquran mengandung cacat sejarah, geografis, doktrin bahkan secara gramatikal dan sebagainya. Contoh Alquran melakukan kesalahan fatal, mengatakan Maryam itu ibu Yesus adalah Miryam saudara Harun, yaitu kakaknya Musa. Padahal masa antara harun dan Yesus itu 1.500 tahun… Alquran melakukan kesalahan fatal dengan menyebut Miryam saudara Haruntertukar dalam Alquran adalah Maryam ibu Yesus Kristus” (hlm. 21).

Asal tuduh, Pendeta Udin sama sekali tidak menyebut ayat Alquran yang dimaksud. Tapi biarlah, kita sudah hafal ayat yang dituduhkan, karena tuduhan ini sudah usang dan terlalu sering kita dengar. Ayat yang dituduh keliru itu adalah sebagai berikut:“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (Qs. Maryam 27-28).

Para pendeta menganggap julukan/panggilan “Ya Ukhta Harun” (wahai saudara perempuan Harun) kepada Maryam adalah kesalahan fatal, karena jarak antara Maryam dengan Harun terpaut sekitar 1.500 tahun. Dalam kitab-kitab tafsir terdapat beberapa pendapat tentang siapa Harun yang dimaksud dalam surat Maryam 28. Tafsir Al-Qurthubi merinci ada lima pendapat, dan yang paling kuat adalah pendapat Qatadah, bahwa pada waktuitu di kalangan bani Israel ada seorang abid (rahib) yang bernama Harun. Karena Maryam juga seorang abid (rahib) yang taat beribadah, maka dia biasa dipanggil sebagai “saudara Harun.” Jadi, kalimat “Ya Ukhta Harun” pada surat Maryam itu berarti “Ya hadzihil mar’atus-shalihah.”

Pendapat yang kelima ini disepakati oleh tafsir Qurthubi, Ibnu Katsir dan Al-Jalalain.Hal ini pernah ditanyakan kepada Rasulullah Saw . Beliau balik bertanya kepada penanya, “Apakah dia tidak mengetahui bahwa Bani Israil biasa menamakan anak-anak mereka menurut nama nabi-nabi dan wali-wali mereka?” (Ruhul-Bayan, jilid 6 hlm 16; Tafsir Ibnu Jarir, jilid 16 hlm 52).Dalam tradisi semitik, sebutan anak (Arab=bin, Ibrani=ben), ibu (Arab=umm, Ibrani=ém) dan saudara (Arab=akhun, Ibrani=akh) tidak selamanya bermakna hakiki. Kata-kata ini sering dipakai dalam arti luas yang bermakna metafora (kiasan).

Dalam belasan ayat Bibel, Yesus disebut sebagai “Anak Daud” (Matius 1:1, 9:27, 21:9, 15:22, 20:30-31, 21:15, 22:42, Markus 10:47-48, 12:35, Lukas 18:38-39, 20:41), anak Daud adalah Nabi Sulaiman, bukan Yesus. Selain itu, jarak waktu antara Yesus dengan Daud berselang 750 tahun dan Yesus tidak punya ayah kandung.Julukan seseorang yang shalih biasa dinisbatkan kepada leluhurnya yang terkenal keshalihannya. Jika Nabi Isa boleh disebut sebagai anak Daud karena sama-sama shalih, maka Maryam pun boleh disebut sebagai “anak Musa,” karena keduanya satu jalur silsilah dan sama-sama shalih. Karena Nabi Musa punya saudara bernama Harun, maka otomatis Maryam boleh disebut “saudara perempuan Harun”

Dan masih banyak lagi kesalahan pendeta udin dalam pengakuannya sebagai murtadin yang menunjukan bukti kebohongan dan ketidak tahuannya tentang Islam dengan benar melainkan hanyalah seorang pendeta yang dididik gereja dalam misinya supaya ngaku ngaku mantan anu lah dll,,sebagaimana pengakuan para murtadin dusta lainnya itu,,,yang membuat bangga para dombret padahal mereka tertipu AJARAN DUSTA DAN TIPU DAYA PAULUS YG MEMOTIVASI KRISTEN NGAKU NGAKU MURTADIN DAN NGARANG CERITA BOHONG TOKOH ISLAM MASUK KRISTEN

I Korintus 9;19-23:

Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang,aku menjadikan diriku hamba dari semua orang spy aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang,demikianlah bagi orang orang Yahudi (Juga Muslim) aku akan pura pura menjadi spt Orang Yahudi (atau ngaku ngaku Murtadin) spy aku dapat memenangkan orang orang Yahudi (atau Muslim),bagi orang orang yg hidup dibawah hukum Taurat sekalipun aku sendiri tdk hidup dibawah hukum Taurat spy aku dapat memenangkan mereka yg hidup dibawah hukum Taurat, bagi orang orang yg tdk hidup dibawah hukum Taurat aku akan pura pura spt mereka sekalipun aku hidup diluar hukum Allah krn aku hidup dibawah hukum Kristus spy aku dapat memenangkan mereka yg tdk hidup dibawah hukum Taurat,bagi orang orang yg lemah aku akan mnjd spt mereka yg lemah, bagi semua orang aku telah mnjd segala galanya spy aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka,segala sesuatu ini aku lakukan krn injil spy aku mendapat bagian didalamnya Baiklah aku sendiri tdk merupakan suatu beban bagimu tetapi dalam kelicikanku aku telah menjeratmu dngn tipu daya (II korintus 12:6.

Kasihan …..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s