Katekismus, Jesus-sentris

katekismus-jesus-sentris

Katekismus

Katekismus (bahasa Yunani:κατηχητικός) adalah ringkasan atau uraian dari doktrin, yang biasanya digunakan dalam pengajaran agama Kristen sejak masa Perjanjian Baru hingga sekarang. Katekismus adalah manual doktrin dalam bentuk tanya-jawab untuk dihafalkan. Sebuah format yang telah digunakan pula dalam konteks non-keagamaan atau sekular (lihat FAQ).

Katekisasi adalah bentuk dasar pelajaran agama, biasanya disampaikan secara lisan dan di bawah bimbingan seorang orang tua, pendeta atau pastor, guru agama, atau orang-orang lain yang memegang jabatan tertentu di gereja (termasuk diakon, biarawan atau biarawati yang mengajukan serangkaian pertanyaan dan memberikan petunjuk kepada para siswanya untuk memahami jawaban-jawaban yang diberikan. Kateketik adalah praktik pengajaran ini, atau pembelajarannya, termasuk latihan dalam memberikan pengajaran ini.  Katekumen adalah orang yang terlibat dalam pengajaran keagamaan ini.

Format tradisional

Secara historis, katekismus biasanya mengikuti sebuah format dialog atau tanya-jawab. Format ini melibatkan dua pihak, yaitu guru dan siswa, orang tua dan anak. Contohnya adalah Katekismus Baltimore Katolik Roma yang terkenal dari abad ke-19:

1.

T. Siapakah pencipta bumi ini?

J. Pencipta bumi ini adalah Allah.

2.

T. Siapakah Allah?

J. Allah adalah Pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang ada lainnya.

3.

T. Apakah manusia itu?

J. Manusia adalah makhluk yang terdiri dari Tubuh dan jiwa, dan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Katekismus Heidelberg

Setelah Protestanisme masuk ke Kurpfalz, pada 1546 terjadi kontroversi antara kaum Lutheran dan Calvinis, dan khususnya ketika wilayah itu berada di bawah Pemilih Otto Heinrich (1556-1559), konflik di Sachsen, khususnya di Heidelberg, menjadi semakin sengit dan berubah menjadi kekerasan.

Ketika Frederick III, Pemilih Kurpfalz, berkuasa pada 1559, ia melandaskan wewenangnya pada pandangan Calvinis tentang Perjamuan Kudus, yang menolak ajaran bahwa Tubuh Yesus Kristus hadir dalam elemen-elemen sakramen itu. Ia mengubah Kolese Sapienz menjadi sebuah sekolah teologi, dan pada 1562 ia menempatkan seorang murid dan sahabat dari kolega Luther, Philipp Melanchthon, yang bernama Zacharias Ursinus sebagai pemimpinnya. Dalam upaya menyelesaikan pertikaian keagamaan di wilayah kekuasaannya, Frederick meminta Ursinus dan rekannya Caspar Olevianus (pendeta di istana Frederick) untuk menyusun sebuah Katekismus. Keduanya merujuk kepada literatur katekisasi yang ada, dan khususnya mengandalkan katekismus Calvin dan John Lasco.

Untuk mempersiapkan Katekismus ini, mereka masing-masing menyusun rancangannya secara terpisah, dan kemudian mempertemukannya untuk menggabungkan hasil kerja mereka. “Persiapan akhirnya adalah hasil kerja kedua teolog, dengan kerja-sama terus-menerus dari Frederick III. Ursinus telah selalu dianggap sebagai penyusun utamanya, karena belakangan ia menjadi pembela dan penafsir utama Katekismus ini. Namun dari gaya Jermannya yang gugup, pembagiannya ke dalam tiga bagian (berbeda dengan lima bagian dalam Katekismus Calvin dan rancangan sebelumnya dari Ursinus), dan kehangatan dan semangat yang berkobar-kobar dari keseluruhan karya ini, terutama merupakan hasil karya Olevianus.” (Schaff, dalam Am. Presb. Rev. Juli 1863, hlm. 379).

Struktur Katekismus Heidelberg diuraikan dalam pertanyaan yang kedua, dan struktur tiga bagiannya di sini didasarkan pada keyakinan bahwa karya tunggal keselamatan mengungkapkan ketiga pribadi dari Tritunggal pada gilirannya, memperkenalkan Allah dengan sempurna dan yang sangat dikenal melalui karya keselamatan-Nya, merujuk kembali kepada Pengakuan Iman Rasuli sebagai ringkasan dari iman Kristen. Jaminan keselamatan adalah tema yang menyatukan di seluruh katekismus ini: jaminan yang diperoleh melalui karya Kristus, diberlakukan melalui sakramen-sakramen, menghasilkan ketaatan penuh syukur terhadap perintah-perintah Allah dan ketekunan di dalam doa.

Hari Tuhan 1.

1.     

T. Apakah satu-satunya penghiburan Saudara, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati.

J. Bahwa aku, dengan tubuh dan jiwaku, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati, bukan milikku melainkan milik Yesus Kristus Juruselamatku yang setia; Dengan darah-Nya yang tak ternilai harganya, Dia telah melunasi seluruh utang dosaku, dan melepaskan aku dari segala kuasa iblis. Dia juga memelihara aku sehingga tidak sehelai rambut pun jatuh dari kepalaku, di luar kehendak Bapa yang ada di sorga, bahkan segala sesuatu harus berguna untuk keselamatanku, Karena itu juga, oleh Roh-Nya yang Kudus, Dia memberiku kepastian mengenai hidup yang kekal, dan menjadikan aku sungguh-sungguh rela dan siap, untuk selanjutnya mengabdi kepada-Nya.

2.      T. Berapa pokok yang perlu Saudara ketahui, supaya dengan penghiburan ini, Saudara hidup dan mati dengan bahagia?

J. Tiga pokok:

Pertama, betapa besarnya dosa dan sengsaraku;

Kedua, bagaimana aku mendapat kelepasan dari semua dosa dan sengsaraku;

Ketiga, bagaimana aku harus bersyukur kepada Allah atas kelepasan yang demikian itu.

Katekismus Heidelberg adalah Katkismus yang paling luas dipergunakan di kalangan Gereja-gereja Reformasi.

Katekismus Westminster

Bersama-sama dengan Pengakuan Iman Westminster (1647), Persidangan Westminster juga menghasilkan dua katekismus, Katekismus Besar Westminster dan Kecil, yang dimaksudkan untuk digunakan dalam keluarga-keluarga dan gereja-gereja Kristen. Dokumen-dokumen ini telah menjadi standar doktrin, setelah Alkitab, bagi Gereja-gereja Presbyterian dan Reformasi lainnya di seluruh dunia. Katekismus Kecil memperlihatkan bahwa Persidangan ini mengandalkan karya-karya Calvin, Lasco dan para teolog sebelumnya dari Heidelberg. Katekismus ini disusun dalam dua bagian utama yang meringkaskan ajaran-ajaran dasar Kitab Suci: Doktrin tentang Allah, dan kewajiban yang dituntut dari manusia. Tanya-jawab meliputi unsur-unsur yang biasa: Iman, Sepuluh Perintah Allah, the Sakramen-sakramen, dan Doa.

T.1. Apakah tujuan akhir manusia?

J. Tujuan akhir manusia adalah memuliakan Allah, dan menikmati Dia untuk selama-lamanya.

T. 2. Aturan apakah yang telah diberikan Allah untuk mengarahkan kita untuk memuliakan dan menikmati Dia?

J. Firman Allah, yang terkandung di dalam Kitab Suci yaitu Perjanjian Lama dan Baru, adalah satu-satunya aturan yang mengarahkan kita untuk memuliakan dan menikmati Dia.

T. 3. Apakah pengajaran utama Kitab Suci?

J. Kitab Suci terutama mengajarkan apa yang harus dipercayai manusia tentang Allah, dan kewajiban apa yang dituntut Allah dari manusia.

Katekismus Reformasi lainnya

Oecolampadius menyusun Katekismus Basel pada 1526, Leo Juda (1534) diikuti oleh Bullinger (1555) menerbitkan katekismus di Zurich. Kaum Reformasi Perancis menggunakan Katekismus Geneva Calvin, serta karyar-karya yang diterbitkan oleh Louis Capell (1619), dan Charles Drelincourt (1642).

Katekismus Anglikan

Kitab Doa Bersama Anglikan mencakup sebuah katekismus singkat untuk pengajaran bagi semua orang yang mempersiapkan diri untuk dibawa kepada uskup untuk Sidi. Sang baptisan pertama-tama mengakui baptisannya, dan kemudian mengulang usnur-unsur utama iman yang ke dalamnya ia dibaptiskan: Pengakuan Iman Rasuli, Sepuluh Perintah Allah, Doa Bapa Kami, dan sakramen-sakramen.

Katekumen:  Siapakah Namamu?

Jawab: N. atau M.

K.  Siapa yang memberikan Nama ini kepadamu?

J: Bapak baptisku dan Ibu baptisku pada baptisanku; dan dengan demikian aku dijadikan anggota Kristus, anak Allah, dan pewaris Kerajaan Surga.

Gereja-gereja yang berafiliasi Baptis kadang-kadang mengambil katekismus Reformasi, yang dimodifikasikan untuk mencerminkan keyakinan Baptis, khususnya mengenai hakikat Gereja dan perintah-perintah tentang baptisan dan perjamuan kudus. Kaum Anabaptis juga telah menerbitkan katekismusnya sendiri, untuk menjelaskan dan membela ciri khas mereka

___________________

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Katekismus

Access date | 14 Agustus 2011

___________________

Sophislam,

Setelah membaca artikel mengenai katekismus ini, kita dapat memahami bahwa katekismus adalah pelajaran agama YANG AMAT MENDASAR yang diberikan kepada individu Kristen, khususnya para individu Kristen AWAL atau PEMULA.  Ketika seseorang menjadi Kristen, maka hal pertama yang ia peroleh dari gereja adalah katekismus ini, dan sekaligus menjadi dasar dari keimanan kristennya untuk sepanjang hidupnya …

Apakah yang kita dapat telaah dari artikel mengenai katekismus ini?

Pertama.

Jelas sekali, bahwa katekismus ini hanya menekankah JESUS-SENTRIS. Dengan kata lain, gereja dan kehidupannya hanya menekankah pada narsisnya Jesus ini di depan umatnya.

Kedua.

Melalui metode pengajaran katekismus ini, tampak sekali bahwa gereja telah mengambil hak untuk MELAKUKAN CUCI OTAK kepada semua jemaatnya. Perhatikan, metode katekismus ini adalah metode tanya jawab, bukan metode DIALOG atau bertukar pikiran.  Metode tanya jawab, artinya adalah bahwa jawaban untuk setiap pertanyaan SUDAH DISIAPKAN SEJAK AWAL, ATAU SUDAH DI-PLOT oleh penanya, dan dalam hal ini, peserta hanya tinggal menjawabnya / menyebutkannya saja.

Pertanyaan kita sekarang adalah, APAKAH PANTAS agama dihadirkan ke muka bumi ini dalam wujud PROGRAM CUCI OTAK yang universal?? Maka mengapa juga, hanya demi atas nama Alkitab dan Firman, metode CUCI OTAK mendapat pembenaran yang hakiki untuk ditimpakan kepada semua anak manusia??

Ketiga.

Melalui katekismus ini saja kita sudah dapat mengetahui, bahwa gereja dengan semua perangkatnya sama sekali tidak mempunyai waktu dan tenaga untuk membahas hal lain dalam beragama. Hanya Jesus lah satu-satunya hal yang dapat dibahas, baik  dalam gereja, KKR, sekolah minggu mau pun dalam katekismus ini.

Dalam Islam, selain teologia (Tauhid dan Aqidah), hal lain juga dibahas. Mengenai cara bermasyarakat, cara berdagang, cara mengadakan perjanjian, cara membuat surat wasiat, cara bersih-besih, cara makan dan minum, cara memelihara negara, sikap kita terhadap negara dan para pimimpinnya, mengenai dosa-pahala dan halal-haram, mengenai hubungan manusia dengan alam dan juga hewan dan tumbuhan, hubungan manusia dengan saudara-saudara yang sudah wafat, mengenai memelihara anak, mengenai nikah (bab munakahat), hukum cerai, hukum waris, dan seterusnya …. Islam lengkap mengajari itu semua.

Tidak seperti Islam, maka Kristen sama sekali tidak membahas ini dalam semua forumnya. Terlihat sekali dalam katekismus ini. Mengapa hanya Jesus yang dibicarakan? Mengapa hanya Tuhan yang dibicarakan? Apakah menjadi manusia yang baik dalam perspektif gerejani, adalah manusia yang hanya mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk MENGURUSI TUHAN DAN JESUS-NYA??

Buat apa manusia hanya mengurusi Tuhan dan Jesusnya di dalam gereja?? Lantas siapa yang mengurusi manusia di muka bumi ini?? Bukankah hidup di muka bumi ini harus diurus dengan baik dan sistematis?? Maka mengapa manusia hanya diperintahkan untuk mengurusi Tuhan dan jesus saja? Apakah Tuhan dan Jesus tidak bisa urus diri mereka sendiri??

Kalau dari dasarnya saja (yaitu katekismus ini) gereja hanya menyuruh manusia untuk membicarakan dan mengurus tuhan, maka selanjutnya kita sudah mengetahui bahwa keseluruhan Kristen hanyalah membicarakan Tuhan dan Jesusnya …

Inilah bukti bahwa Jesus adalah narsis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s