Jesus Tuhan Maha Jungkirbalik

jesus-tuhan-maha-jungkirbalique

Bacaan Injil : Mat. 7:21–27

Bukan setiap orang yang berseru ke­pada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan da­tanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang men­diri­kan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Renungan

Pernah ada seorang pendakwah yang digemari banyak orang. Di mana pun ia berkhotbah, ribuan orang datang untuk mendengarkannya. Demikian juga wejangan-nya di radio didengarkan banyak orang. Pamornya merosot tajam sejak terkuak berita bahwa ia menikah lagi. Para penggemarnya, khususnya para ibu tidak mau lagi mendengarkannya. Mereka kecewa karena dia ternyata tega memadu istrinya yang setia.

Kata-kata tanpa didukung perbuatan akan menjadi kurang bermakna. Bahkan secara umum, perbuatan lebih dihargai daripada kata-kata. Itulah sebenarnya yang diingatkan Yesus dalam Injil hari ini.

Bukan mereka yang berseru ”Tuhan, Tuhan!” yang akan masuk Kerajaan Allah, melainkan mereka yang mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya. Orang seperti itu ibarat orang yang mendirikan rumah di atas fondasi yang kokoh. Kata-katanya selaras dengan perbuatannya.

Doa: Bapa Yang Mahabaik, ingatkanlah aku selalu agar tidak hanya pandai berkata-kata, melainkan pertama-tama melaksanakan kehendak-Mu. Amin.

Access from,

http://parokiyakobus.wordpress.com/2011/03/06/renungan-harian-6-maret-2011-%E2%80%9Dbukan-setiap-orang-yang-berseru-ke%C2%ADpada-ku-tuhan-tuhan-akan-masuk-ke-dalam-kerajaan-sorga-melainkan-dia-yang-melakukan-kehendak-bapa-ku-yang-di-sorga/

Access date 8 Mei 2012.

___________________

Sophislam,

Orang Kristen, sudah pun sesat, masih juga memaksakan diri mereka sendiri SUPAYA TETAP SESAT dengan memaksakan tafsir seperti yang dapat kita baca di atas berkenaan dengan makna dari ayat Mat 7 tersebut di atas ini.

Sejatinya, ayat Mat 7:21-27 ini bermakna bahwa menganggap Almasih sebagai anak Tuhan adalah sebagai telah melakukan dosa keji, dan timbalannya adalah Neraka buat selama-lamanya.

Namun di luar itu, toh orang Kristen telah terlanjur mantap dengan cita-cita nafsu mereka untuk menjalani hidup pora-pora atas dasar keyakinan bahwa Almasih adalah Tuhan. Dan mereka ingin semua hal di Dunia ini mendukung cita-cita mereka tersebut. Maka dari itu ketika mereka dihadapkan pada ayat Mat 7 ini yang dengan tegas mengamanatkan bahwa Almasih akan berseberangan dengan mereka yang menyatakan bahwa Almasih adalah Tuhan, kekecewaan menjadi nyata di dalam fikiran mereka. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan membuat-buat tafsir yang JUNGKIRBALIK bahwa ayat Mat 7 ini adalah ayat yang mendukung ajaran dan nafsu mereka, yaitu bahwa Almasih adalah Tuhan.

Artikel di atas adalah salah satu contoh betapa orang Kristen telah MENYELINGKUHI ayat dan makna dari Mat 7 ini. Ini mereka lakukan demi mereka tetap bisa mempunyai legitimasi atas nafsu mereka untuk hidup pora-pora karena hanya ajaran Almasih anak Tuhan lah yang dapat membuat mereka tetap hidup pora-pora.

Ini dia kata-kata hasil JUNGKIRBALIK yang mereka perbuat atas makna dan ayat Mat 7 ini,

Kata-kata tanpa didukung perbuatan akan menjadi kurang bermakna. Bahkan secara umum, perbuatan lebih dihargai daripada kata-kata. Itulah sebenarnya yang diingatkan Yesus dalam Injil hari ini.

Bukan mereka yang berseru ”Tuhan, Tuhan!” yang akan masuk Kerajaan Allah, melainkan mereka yang mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya. Orang seperti itu ibarat orang yang mendirikan rumah di atas fondasi yang kokoh. Kata-katanya selaras dengan perbuatannya.

Jadinya, mereka membuat kesan, bahwa makna dari ayat tersebut BUKANLAH  pada amanat bahwa Almasih akan mengutuki mereka yang memanggil dirinya Tuhan, MELAINKAN Almasih akan mengutuki mereka mendengarkan sabda namun tidak mengamalkannya.

Namun apakah coletahan mereka ini BERBOBOT? Tentu saja tidak sama sekali. Bukankah di ayat tersebut sudah ada penggalan ayat yang mengindikasikan bahwa manusia pun telah berbuat alias mengamalkan seluruh perintah Tuhan,

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Nah bukankah penggalan ayat bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga sendirinya sudah bermakna bahwa manusia telah mengamalkan sabda Tuhan? Lantas mengapa mereka masih dimusuhi Almasih di Dunia ini? Jawaban satu-satunya adalah karena manusia-manusia durjana itu telah memanggil Almasih sebagai Tuhan. Itu dia yang jadi perkara.

Alhasil, tipudaya orang Kristen dengan meluncurkan artikel ini sama saja dengan menunjukkan kebodohan dan kebebalan mereka. Di satu pihak mereka mengajarkan bahwa makna ayat tersebut adalah karena Almasih mengutuki manusia karena manusia TIDAK MENGAMALKAN sabda Tuhan Jesus. Sementara di lain pihak bukankah ayat MAT 7 tersebut telah juga mengindikasikan bahwa manusia-manusia itu toh sudah mengamalkan seluruh sabda Tuhan, lantas mengapa masih dilaknati Almasih?

Dengan kata lain, toh excuse atau JUNGKIRBALIK yang mereka perbuat untuk Mat 7 ini dengan sendirinya telah BERTENTANGAN dengan setiap kata yang ada di dalam Mat 7 tersebut. Menyedihkan!

Kebodohan di atas kebodohan, dan kebebalan di atas kebebalan. Sehingga yang terjadi hanyalah pemenangan hawa nafsu di atas akal sehat dan keagungan manusia.

Note,

Untuk melengkapi pemahaman dan PENJUNGKIRBALIKAN yang dilakukan orang Kristen atas Mat 7 ini, silahkan baca juga artikel,

@ pembenaran-dan-penghakiman/

@ excuse-bodoh-atau-mengada-ada/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s