Memperselisihi Keilahian Alquran

memperselisihi-keilahian-alquran

Netral, on January 14, 2012 at 11:31 am said:

Menurut saya sama saja dengan Alquran, yang juga telah mengalami perubahan. Coba cek hasil penemuan naskah Sanaa yang usianya LEBIH TUA dari mushaf…… (takut salah) yang saat ini dianggap naskah tertua Alquran. Yang nyatanya berbeda dengan Alquran yang saat ini ada. Ditunggu penjelasannya ya bro…

_______________________

Sophislam, on January 16, 2012 at 2:05 am said

Netral, on January 14, 2012 at 11:31 am said:

Menurut saya sama saja dengan Alquran, yang juga telah mengalami perubahan. Coba cek hasil penemuan naskah Sanaa yang usianya LEBIH TUA dari mushaf…… (takut salah) yang saat ini dianggap naskah tertua Alquran. Yang nyatanya berbeda dengan Alquran yang saat ini ada. Ditunggu penjelasannya ya bro…

Tahukah Anda, siapa yang menaruh naskah tersebut di loteng Masjid tersebut?

Orang baik kah?

Orang bener kah?

Dan tahukah Anda, maksud seseorang menaruh naskah tersebut di sana (supaya ditemukan oleh umat lain pada suatu saat?

Toh yang jelas yang meletakkan naskah tersebut di sana bukanlah Nabi Muhammad himself.

Tidakkah Anda tahu, bahwa manusia itu MACAM-MACAM???

SEKARANG apa tanggapan Anda ini?

_______________________

Netral, on January 16, 2012 at 8:12 am said:

Menanggapi komentar, maka saya gantian nanya nih apakah yang nulis Alquran seperti yang ada saat ini orang2 baik? Orang2 bener?

Mengapa kalifah Uthman dibunuh dengan cara yang demikian oleh siapa tu…? (hehe lupa) dengan salah satu tuduhannya merubah Alquran?

Lantas mengapa naskah2 lainnya di musnahkan? Apa anda tahu maksud yang sebenarnya?

Ato nantinya anda hanya ikut2 an memberi tanggapan seperti yang di ceramahkan oleh guru2 sebelumnya? (doktrin).

Saya rasa peluangnya masih sama fifty2. Baik naskas kuno dari Sanaa itu, maupun Alquran saat ini yang di standarisasi Uthman tersebut.

Hehehe…. maaf ya, soalnya bener2 pengin tahu kebenaran ni…

__________________________

Netral, on January 16, 2012 at 8:32 am said:

Tambahan dikit mas bro… Yang nulis Alquran seperti yang ada saat ini kan juga bukan nabi Mohmmad toe? Lantas apa bedanya dengan naskah Sanaa tersebut?? Yang katamu yang nyimpen di sono bukan nabi M. (apa Anda tahu?…ada bukti?) kok bingung saya dengan tanggapanmu?

_________________________

Sophislam, on January 17, 2012 at 7:19 am said:

Netral, on January 16, 2012 at 8:12 am said:

Menanggapi komentar, maka saya gantian nanya nih. Apakah yang nulis Alquran seperti yang ada saat ini orang2 baik? Orang2 bener?

Mengapa kalifah Uthman di bunuh dengan cara yang demikian oleh siapa tu…?(hehe lupa) dengan salah satu tuduhannya merubah Alquran?

Terima kasih atas besarnya nafsu Anda untuk mengetahui kebajikan dan kebenaran Islam.

Yang menulis Alquran? Orang baik?

Ya. Yang menulis Alquran pada saat pertama adalah orang baik dan benar. Mereka adalah Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Sejarah mengakui bahwa Muhammad adalah UMMI, alias tidak bisa tulis baca. Muhammad memerintahkan beberapa sahabatnya untuk menuliskan ayat-ayat Alquran di atas beberapa media. Jadinya, penulisan itu adalah DI BAWAH PENGAWASAN MUHAMMAD.

Jadi sampai di sini, Alquran tidak perlu diragukan lagi, karena Alquran ditulis oleh Muhammad dan para sahabatnya. Muhammad adalah orang baik. Dan para sahabat Nabi pun juga orang baik.

Nah mungkin sekarang Anda kata bahwa Muhammad dan sahabatnya bukanlah orang baik. Saya jelaskan, bahwa Muhammad adalah Nabi, dan para sahabatnya adalah para sahabat Nabi; jadinya mereka adalah orang baik, karena Muhammad Saw sendirilah yang memilih mereka untuk menjadi sahabat / muridnya. Intinya, Alquran itu ditulis orang orang pertama dari suatu agama, yaitu seorang Nabi dan para muridnya. Berbeda dengan Alkitab, baik Perjanjian lama mau pun Perjanjian lama. Kedua kitab Perjanjian itu TIDAKLAH DITULIS oleh orang pertama dari suatu agama, karena Perjanjian lama tidak ditulis oleh Nabi Musa atau Daud, dan Perjanjian baru tidak ditulis oleh Nabi Isa. Sejarah menjelaskan bahwa Perjanjian Baru ditulis puluhan Tahun setelah kematian Almasih, dan Perjanjian lama ditulis ratusan Tahun setelah kematian Musa atau Daud atau Salomo.

Masalah Uthman dibunuh, maka itu tidak ada hubungannya dengan kualitas Alquran. Pro dan kontra tetap ada. Intinya, semua pihak keilmuan telah sepakat bahwa Alquran TELAH DIKOMPILASI secara ilmiah, transparant dan fair.

Lantas mengapa naskah2 lainnya di musnahkan? Apa anda tahu maksud yang sebenarnya?

Ato nantinya anda hanya ikut2 an memberi tanggapan seperti yang di ceramahkan oleh guru2 sblmnya?(doktrin).

Jelaslah, untuk menghindari terjadinya pertentangan. Kalau kala itu semua pihak telah sepakat atas proyek penseragaman Alquran melalui kompilasi tersebut, maka apakah kita masih membutuhkan Alquran versi lainnya?

Saya rasa peluangnya masih sama fifty2. Baik naskas kuno dari Sanaa itu, maupun Alquran saat ini yang di standarisasi Uthman tersebut.

Hehehe…. maaf ya, soalnya bener2 pengin tahu kebenaran ni…

Wah Anda salah, tidak ada fifty-fity-an. Alquran mainstream, Alquran Uthmany, adalah Alquran yang peluangnya adalah 100%, dan Alquran versi lain peluangnya adalah 0%.

Tambahan dikit mas bro… Yang nulis Alquran seperti yang ada saat ini kan juga bukan nabi Mohmmad to? Lantas apa bedanya dengan naskah Sanaa tersebut?? Yang ktmu yang nyimpen disono bkn nabi M. (apa Anda tahu?…ada bukti?) kok bingung saya dengan tanggapanmu?

Yang menulis Alquran versi Uthmany ini adalah Muhammad sendiri, didukung para sahabatnya. Dan kemudian Uthman melakukan penseragaman, dan hal ini terjadi ketika sang Nabi sudah wafat. Proyek Uthman ini tentunya mendapat dukungan dari banyak sahabat Nabi lainnya. Ingat, para sahabat, khususnya sahabat yang termasuk di dalam Khulafaur Rasyidin, adalah pendamping Nabi. Artinya, kita tidak boleh mempertanyakan kualitas dan integritas mereka. Mempertanyakan integritas mereka, berarti mempertanyakan integritas Nabi Muhammad Saw sendiri.

Singkatnya, yang menulis Alquran mainstream, lebih tepatnya lagi Alquran Uthmani, adalah Nabi Muhammad sendiri, didukung oleh para sahabatnya. Dan Muhammad Saw itu mendapat wahyu Alquran itu dari Allah Swt.

_________________________

Netral, on January 17, 2012 at 10:44 am said:

Wah TQ mas Bro…. atas usahanya menjelaskan. Namun terus terang belum menjawab rasa ingin tahu saya. Coz gpp itu memang dari penalaran saya saja. Karena kalau jawaban yang seperti itu maaf…, menurut anggapan saya hanya sebatas DOKTRIN yang sudah mas bro terima dari para pengajar Anda (hafalan).

Yang menjadikan kurang sreg karena di situ mas bro sudah memberi batasan, “kita tidak boleh mempertanyakan kualitas dan integritas mereka”…. Namun saya menghargainya karena itulah IMAN anda.

Jadi menurut saya pribadi, mau muter2 kemana, jawaban yang ada ya kembali ke DOKTRIN itu.

Sama dengan teman2 Kristen akhirnya jawaban yang ada cuma kembali doktrin.

He….he.he atau mungkin saya yang tidak berbakat untuk mengimani salah satu agama.

OK mas Bro gpp, senang bisa diskusi dengan anda. Saya masih mau berkelana dulu, masih mencari2 kebenaran baik Islam, Kristen atau yang lainnya. Do’akan ya agar suatu saat kelak bisa menemukannya…..

____________________________

Sophislam, on January 18, 2012 at 4:48 am said:

Netral, on January 17, 2012 at 10:44 am said:

Wah TQ mas Bro…. atas usahanya menjelaskan. Namun terus terang blm menjawab rasa ingin tahu saya. Coz gpp itu memang dari penalaran saya saja. Karena kalau  jawaban yang seperti itu maaf…, menurut anggapan saya hanya sebatas DOKTRIN yang sudah mas bro terima dari para pengajar Anda (hafalan).

Yang menjadikan kurang sreg karena disitu mas bro sudah memberi batasan, “kita tidak boleh mempertanyakan kualitas dan integritas mereka”…. Namun saya menghargainya karena itulah IMAN anda.

Jadi menurut saya pribadi, mau muter2 kemana, jwban yang ada ya kembali ke DOKTRIN itu.

Sama dengan teman2 kristen akhirnya jwban yang ada cuma kembali doktrin.

He….he.he ato mgkn saya yang tidak berbakat tuk mengimani slh satu agama.

OK mas Bro gpp, senang bisa diskusi dengan anda. Saya masih mo berkelana dulu, masih mencari2 kebenaran baik Islam, kristen atopun yang lainnya. Do’akan ya agar suatu saat kelak bisa menemukannya…..

Doktrin? Hal seperti itu Anda kata DOKTRIN?

Berarti Anda nya lah yang ngaco, karena tidak bisa membedakan, mana yang dikatakan doktrin, dan mana yang dikatakan logika…..

Saya tulis statement, BAHWA INTEGRITAS PARA SAHABAT TIDAK BISA DIPERTANYAKAN / DIRAGUKAN.

Anda kata bahwa itu adalah doktrin, sementara saya kata bahwa itu adalah logika.

Mari kita ikuti dulu penalaran Anda, bahwa hal itu adalah doktrin.

Kalau Anda kata bahwa statement itu adalah doktrin, berarti, IDEALNYA, yang bukan doktrin, adalah bahwa INTEGRITAS PARA SAHABAT BISA DIRAGUKAN. Bukan begitu, kawan?

Baiklah kalau begitu.

Sekarang begini.

::::_Kenapa tidak sekalian Anda mempertanyakan integritas Tuhan? Kenapa tidak sekalian Anda mempertanyakan / meragukan integritas para Malaikat?

Apakah mungkin kita mempunyai hak dan posisi untuk mempertanyakan integritas Tuhan? Kalau Tuhan selalu dipertanyakan integritasNya, maka kapan Dia menjadi Tuhannya ……???

Sekalian, mengapa Anda TIDAK mempertanyakan, apakah masakan Bunda Anda itu layak Anda santap atau tidak? Dan kalau masakan Bunda Anda itu tidak layak Anda santap, bukankah berarti Anda JUGA MEMPERTANYAKAN INTEGRITAS BUNDA Anda sendiri? Dan apakah mungkin, integritas seorang ibu kepada anaknya PATUT untuk dipertanyakan juga, khususnya oleh anak-anaknya?

Dan terakhir, kalau integritas seorang ibu DAPAT DIPERTANYAKAN, maka bukankah berarti Tuhan yang menciptakan para ibu, JUGA DAPAT DIPERTANYAKAN? Mengapa Tuhan menciptakan mahluk yang namanya ibu yang selalu membahayakan anak-anaknya sendiri? Mengapa oh mengapa? Apakah mungkin Tuhan gemar menciptakan mahluk yang namanya ibu yang gemar menyengsarakan anaknya sendiri, sehingga sang anak harus berhati-hati terhadap ibu mereka jika anak-anak tersebut ingin berumur panjang?

Alhasil, kita mempunyai logika, bahwa integritas seorang ibu terhadap anak-anaknya, tidak perlu dipertanyakan lagi. Saya kata, bahwa statement itu adalah statement logika, bukan statement doktrin. Faham kah dikau?

Kembali ke pembahasan.

Para sahabat tidak perlu dipertanyakan integritasnya, karena kita pun tidak bisa mempertanyakan integritas Nabi yang memilih sahabat tersebut. Dan terakhir, itu semua karena integritas Tuhan TIDAK PERLU kita pertanyakan lagi, Tuhan Yang telah memilih Nabi tersebut menjadi Nabi.

Apakah doktrin itu?

Doktrin itu begini, ada persamaan:

a. 1 + 1 = 2.

b. 1 + 1 = 5.

Antara a dan b, yang benar adalah a, yaitu 1 + 1 samadengan 2.

B adalah salah.

A adalah logika, sementara b adalah doktrin.

Doktrin, maksudnya, semua orang harus menerima b, tidak boleh tanya ini-itu mengenai b itu. Padahal, sebenarnya persamaan “1 + 1 samadengan berapa” itu masih bisa dikupas lebih dalam lagi. Doktrin artinya, bahwa usaha mengupas persamaan tersebut DILARANG. Doktrin itu MENENTANG logika. Doktrin itu MENABRAK logika.

Sekarang, apakah logikanya, integritas ibu Anda dapat dipertanyakan ketika ibu Anda masak untuk Anda sekeluarga makan? Kita tidak boleh mempertanyakan integritas seorang ibu ketika menyiapkan makanan untuk keluarganya. Statement itu bukanlah doktrin, namun LOGIKA. Karena tidak logis ada ibu yang ingin membahayakan anaknya sendiri.

Logikanya, Tuhan itu benar. Kemudian, logikanya, Tuhan yang benar ini, memilih NabiNya. Kemudian Nabi yang benar ini, memilih murid / sahabatnya. Itu semua adalah logika, bukan doktrin. Keterlaluan kalau itu dibilang doktrin.

Setelah sepakat bahwa Nabi adalah benar dan sahabatnya juga benar, maka berikutnya adalah bahwa Alquran itu benar karena ditulis oleh Nabi dan para sahabatnya. Dan yang dimaksud Alquran di sini adalah Alquran mainstream, Alquran Uthmani, bukan Alquran versi mana pun, termasuk Alquran versi Sanaa.

Sama dengan teman2 kristen akhirnya jawaban yang ada cuma kembali doktrin.

Kebalikannya, Kristen memang dipenuhi doktrin, bukan logika. Sudah saya nyatakan di atas, bahwa doktrin MENABRAK logika; doktrin MENENTANG logika.

Logikanya, 1 + 1 + 1 SAMA DENGAN 3; dan 3 itu TIDAK SAMA DENGAN SATU. Kemudian, logikanya, 1 + 1 + 1 TIDAK SAMA DENGAN 1.

Jadinya begini,

Logika -> 1 + 1 + 1 = 3.

Doktrin -> 1 + 1 + 1 = 1.

Di atas sudah saya sebutkan,

“Doktrin, maksudnya, semua orang harus menerima b, tidak boleh tanya ini-itu mengenai b itu. Padahal, sebenarnya persamaan “1 + 1 samadengan berapa” itu masih bisa dikupas lebih dalam lagi (sehingga menghasilkan a). Doktrin artinya, bahwa usaha mengupas persamaan tersebut DILARANG”.

Itulah Kristen.

Sebenarnya persamaan “1 + 1 + 1 = berapa” masih bisa dikupas lebih dalam lagi namun usaha mengupas itu DILARANG oleh Gereja.

Sekarang kita kaitkan dengan kualitas kitabsuci, baik Alquran mau pun Alkitab.

Alquran sudah jelas, MURNI karena ditulis oleh manusia-manusia yang benar, yang integritasnya tidak perlu dipertanyakan lagi.

Lantas bagaimana dengan Alkitab?

Kalau Alkitab memang ditulis oleh Nabi Tuhan seperti Musa, Daud, Sulaiman, Amos, Habakuk, Ibrahim delele, dan didukung oleh sahaba / murid para Nabi masing-masing, barulah kita dapat katakan bahwa Alkitab itu MURNI firman Allah. Namun bukankah Alkitab diitulis oleh manusia-manusia yang sekarang pun kita tidak ada yang tahu? Siapakah mereka? Apakah Alkitab ditulis oleh orang benar? Apakah Alkitab ditulis oleh orang jujur? Jangankan kita tahu kejujurannya, namanya saja kita tidak tahu!

Apakah mungkin, kita tidak kenal seseorang, namun kemudian kita yakin bahwa orang itu jujur? Lelucon dari hongkong?

Nb.

Sebenarnya bukan doktrin, namun DOGMA.

Doktrin adalah ajaran di dalam situasi eksklusif dengan menuntut ketaatan tingkat tinggi. Karena doktrin sebenarnya adalah ajaran, maka doktrin itu pastilah benar, ilmiah dan objektif, tidak tabrak sana-sini.

Misalnya ABRI.

Tentara di tempat penggemblengan itu DIDOKTRIN oleh para jenderal mereka. Maksudnya, tentara itu dididik, diajar, NAMUN DI DALAM SITUASI EXCLUSIVE dan penuh dengan ketaatan maksimal, yaitu di dalam lingkungan kemiliteran.

Para santriwan pun juga didoktrin, karena mereka dididik dengan pemahaman Islam, namun di dalam situasi eksklusif yaitu ke-pesantren-an, yang harus selalu dipatuhi dan tidak boleh dilanggar.

Dogma, adalah ajaran yang harus diterima mentah-mentah. Suatu ajaran harus diterima tanpa boleh dikritik. Dengan kata lain, dogma itu BERTENTANGAN dengan keilmuan dan objektivitas.

Misalnya, Gereja mengajarkan bahwa 1 + 1 + 1 = 1. Itu adalah salah. Namun Gereja menuntut semua jemaatnya untuk menerima hal itu. Inilah yang disebut dogma.

Termasuk juga, kemurnian Alkitab. Gereja mengajarkan bahwa Alkitab itu murni, tanpa ada pemelintiran. Dan jemaatnya tidak boleh bertanya lebih jauh lagi akan hal itu. Padahal faktanya, Alkitab itu ditulis BUKAN OLEH PARA NABI TUHAN. Bagaimana Alkitab kemudian dapat dikatakan murni firman Allah? Inilah yang disebut dengan dogma.

_________________________

Netral, on January 19, 2012 at 5:59 am said:

Hehehe mantaaafff mas Bro tanggapannya.. simpang siuuurrr…. menurutku,,

Ini menurut mas bro:

Doktrin, maksudnya, semua orang harus menerima b, tidak boleh tanya ini-itu mengenai b itu. Padahal, sebenarnya persamaan “1 + 1 samadengan berapa” itu masih bisa dikupas lebih dalam lagi. Doktrin artinya, bahwa usaha mengupas persamaan tersebut DILARANG.

Ini statement mas Bro :

BAHWA INTEGRITAS PARA SAHABAT TIDAK BISA DIPERTANYAKAN / DIRAGUKAN.

hehehe Paham???? (menirukan mas Bro niiihh…)

Ini lagi mas Bro tambah Ngaco… katanya orang Muslim kok malah ngoceh gak karuan, ngajak yang nggak2….

”Sekarang begini.

::::_kenapa tidak sekalian Anda mempertanyakan integritas Tuhan? Kenapa tidak sekalian Anda mempertanyakan / meragukan integritas para Malaikat?…… ”

Lha wong saya saja yang belum mengimani salah satu agama saja tahu kok….

Hehehe… jangan guyon lah mas Bro…

mas Brooo… selama itu masih manusia entah dia itu Nabi, sahabat Nabi, kalifah, Paus,Uskup. Imam, pendeta ato yang lain2 nya tapi wujudnya MANUSIA ==> saya masih punya peluang untuk menyelidikinya / mencari tahu kebenarannya.

Faham to mas Bro…

Ini lebih lucu lagi, menentang doktrin dengan logika …… kagak nyambung

“Misalnya, Gereja mengajarkan bahwa 1 + 1 + 1 = 1. Itu adalah salah. Namun Gereja menuntut semua jemaatnya untuk menerima hal itu. Inilah yang disebut dengan dogma.” => ini pun sesuai dengan statement yang mas Bro buat…!!!

Tahukah kira2 jawaban para salibis itu mengenai logika mas Bro itu…???

Saya kutipkan ya :

” Anda SALAH dengan logika anda dengan menaruh tanda “+” dalam persamaan tersebut. Seharusnya Anda menaruh tanda “x”

sehingga ==> 1x1x1=1. ”

Nah lho ternyata ada sudut pandang / kebenaran lain to..???

Intinya mas Bro kita punya Logika masing2 bila menyangkut keimanan, dan kita perlu waktu untuk mencerna masing2 pendapat tersebut.

Keuntungan saya adalah org yang berdiri diluar arena, shg bisa melihat kelucuan masing2 pihak yang saling KLAIM kebenaran, sesuai doktrin, dogma ataupun cuci otak yang sudah di lakukan para pencandu agama…

Begitu dulu ya mas bro…??? Good Luck…

Masih cari2… pembelajaran yang lebih berbobot di t4 lain nih mas bro…

syukur2 bisa dapet nih…

___________________________

Sophislam, on January 20, 2012 at 4:18 am said:

Sophislam,

”Sekarang begini.

::::_kenapa tidak sekalian Anda mempertanyakan integritas Tuhan? Kenapa tidak sekalian Anda mempertanyakan / meragukan integritas para Malaikat?”

>

Netral,

Lha wong saya saja yang belum mengimani salah satu agama saja tahu kok….

Hehehe… jangan guyon lah mas Bro…

.

mas Brooo… selama itu masih manusia entah dia itu Nabi, sahabat Nabi, kalifah, Paus,Uskup. Imam, pendeta ato yang lain2 nya tapi wujudnya MANUSIA ==> saya masih punya peluang untuk menyelidikinya / mencari tahu kebenarannya.

Faham to mas Bro…

Berarti Anda nya yang endak waras!!!! Faham, dikau?

Kenapa tidak sekalian Anda menyelidiki / mempertanyakan integritas Nabi ibrahim? Nabi adam?

Akhirnya saya mafhum kok, ternyata error itu ada di Anda, bukan agama ov Nabinya ov Tuhannya.

Anda, yang bukan siapa-siapa, ingin menyelidiki / mempertanyakan integritas dan kejujuran para Nabi? Dan dengan sikap demikian, Anda berharap bahwa kamulah yang ilmiah dan berintelektual?

Ketika semua manusia di muka bumi ini berbondong-bondong untuk meyakini keagungan dan kesalehan para Nabi, tiba-tiba Anda menghadirkan diri Anda sebagai YANG BENAR DAN JUJUR, melebihi kualitas para Nabi tersebut?

Anak kemaren sore, sudah hebat sekali memberi kuliah bahwa para Nabi itu pantas untuk dipertanyakan integritas, kejujuran dan kesalehannya ….

Keberadaan para Nabi itu benar-benar diakui oleh para ahli sejarah, lengkap dengan semua gebrakan mereka yang mencengangkan seluruh Dunia. Dan semua perbuatan atau takdir seluruh Nabi itu benar-benar mengindikasikan bahwa semua perbuatan Nabi tersebut memang berasal dari kehendak Tuhan. Dan tiba-tiba Anda ingin mempertanyakan kesalehan mereka?

Kalau Anda kata bahwa selama mereka adalah manusia, maka Anda tetap mempunyai peluang untuk menyeledikinya atau mencari tehe kebenarannya, nah bukankah itu giliran saya sekarang untuk kata kepada Anda, bahwa ITU KAN CUMA DIPANDANG MELALUI KACAMATA ANDA AJA TOOe???

Apakah kacamata semua orang harus SAMA DENGAN kacamata Anda punya? Tidak, kan? Dan apakah Anda kata, bahwa HANYA KACAMATA ANDA SAJALAH yang pantas untuk diadopsi oleh semua manusia di muka bumi ini ketika mereka hendak menyelidiki / mempertanyakan kesalehan para Nabi tersebut?

Bau kencur di jidat Anda saja masih sangit! Dan sekarang Anda sudah bisa khotbah bahwa Anda mempunyai kacamata yang lebih arif lagi untuk mempertanyakan kesalehan dan kebenaran para Nabi?

Anda berhak sekali untuk kata bahwa integritas para Nabi Tuhan itu layak untuk dipertanyakan, selama mereka manusia biasa, dan karena mereka adalah manusia biasa. Ijinkan saya membalik statement Anda sendiri: semua manusia di muka bumi ini pun JUGA BERHAK UNTUK mempertanyakan integritas dan kewarasan Anda. Faham? Dan kalau Anda akhirnya mempunyai kesimpulan bahwa ternyata para Nabi Tuhan itu adalah manusia-manusia yang tidak bermutu, maka KEBALIKANNYA, seluruh umat beriman di Dunia ini pun akan sampai kepada kesimpulan mereka, bahwa yaitu Anda adalah orang yang sama sekali tidak bermutu, dan memalukan. Faham?

Netral,

Ini lebih lucu lagi, menentang doktrin dengan logika ……..kagak nyambung

>

Sophislam,

“Misalnya, Gereja mengajarkan bahwa 1 + 1 + 1 = 1. Itu adalah salah. Namun Gereja menuntut semua jemaatnya untuk menerima hal itu. Inilah yang disebut dengan dogma.”

>

Netral,

=> ini pun sesuai dengan statement yang mas Bro buat…!!!

.

Tahukah kira2 jawaban para salibis itu mengenai logika mas Bro itu…???

.

Saya kutipkan ya :

”Anda SALAH dengan logika anda dengan menaruh tanda “+” dalam persamaan tersebut. Seharusnya Anda menaruh tanda “x”

sehingga ==> 1x1x1=1. ”

.

Nah lho ternyata ada sudut pandang / kebenaran lain to..???

Jadi, menurut Anda, Kita harus meletakkan “x”, instead of “+”?????

Kekurangan Anda memang Luar biasa!

Pertama.

Saya bilang, harus memberi tanda plus.

Sementara bangsa Kristen memberi tanda pengali.

Pertanyaannya adalah, siapa yang memerintahkan bangsa Kristen itu untuk memberi tanda pengali, BUKANNYA tanda plus????

Kedua.

Kenapa tidak sekalian, kita memberi tanda minus, pembagi, pangkat kuadrat delele???

1 – 1 – 1 – 1 – 1 – 1 – 1 = jadi berapa, ya?

1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 = jadi berapa, ya?

Ketiga.

Coba Anda ikuti dengan seksama.

Kita mempunyai persamaan:

Kopi, gula, susu, krim, mentega, tehcelup = teman minum pagi yang nikmat.

Di antara semua benda itu terdapat tanda koma.

Tanda koma di sini adalah pengganti dari kata “DAN”, juga pengganti dari tanda ‘plus’.

Jadi, persaman itu sebenarnya dapat berbunyi sebagai berikut,

a. Kopi dan gula dan susu dan krim dan mentega dan tehcelup = teman minum pagi yang nikmat.

b. Kopi + gula + susu + krim + mentega + tehcelup = teman minum pagi yang nikmat.

Artinya, tanda koma itu hanya kompatible untuk tanda plus dan kata DAN. Tanda pengali (X) sama sekali tidak kompatible untuk persamaan tersebut, karena logika di sana adalah PENAMBAHAN. Kalau kita mau mensubstitusikan tanda koma dengan tanda pengali, maka di mana logikanya??

Kopi X gula X susu X krim X mentega X tehcelup = teman minum pagi yang nikmat.

Coba Anda pikir. Apakah kopi dapat dikalikan dengan gula? Kalau kopi dikalikan dengan gula, APAJADINYAYAAAA??????

Dan inilah aplikasinya:

Ada persamaan:

Tuhan bapa, Tuhan anak, Tuhan rohkudus = trinitas.

Tanda koma di atas hanya dapat digantikan dengan tanda plus dan kata DAN.

Jadinya,

a. Tuhan bapa + Tuhan anak + Tuhan rohkudus = trinitas.

b. Tuhan bapa DAN Tuhan anak DAN Tuhan rohkudus = trinitas.

Kalau sudah begitu, kita kembalikan ke masalah blow-on kita tadi:

1 + 1 + 1 = 1 …… apakah itu dapat dibenarkan?

Atau,

1, 1, 1 = 1 ……. apakah itu dapat dibenarkan?

Persamaan itu tidak mungkin harus menjadi,

1 x 1 x 1 = 1. Faham dikau???

Keempat.

Oke, Anda dan juga kapirit Kristen jerit-jerit bahwa persamaan itu adalah,

1x1x1=1.

Okelah kalau begitu.

Namun tolong jawab pertanyaan saya.

Pertanyaan itu adalah, MENGAPA ANGKA 1 TERJADI HANYA 3 KALI???

1x1x1=1.

MENGAPA tidak 7x? Mengapa tidak 11x? Atau tidak di dalam kuantitas lainnya? Mengapa hanya tiga kali?

7 kali, berarti begini,

1x1x1x1x1x1x1=1.

11x, berarti begini,

1x1x1x1x1x1x1x1x1x1x1=1

Mengapa harus tiga kali saja?

Aplikasinya adalah, mengapa hanya ada 1Tuhan bapa, 1Tuhan anak, dan 1Tuhan rohkudus – dalam trinitas? Mengapa tidak sekalian Tuhan bapa itu mempunyai 24.533 Tuhan anak, dan 52.443 rohkudus? Bukankah kalau operasinya adalah PENGALI, maka hasilnya akan tetap SATU?????

Semakin banyak Tuhan anak, semakin bagus kan?

Semakin banyak roh kudus, semakin indah kan?

Sekarang Anda ov kapirit Kristen mau lari kemana lagi?

Intinya mas Bro kita punya Logika masing2 bila menyangkut keimanan, dan kita perlu waktu untuk mencerna masing2 pendapat tersebut.

Setiap manusia mempunyai logika masing-masing? Dan berarti logika itu berbeda-beda antara satu manusia dengan manusia lainnya???.

Saya mau bertanya pada Anda yang cerdas dan bijak ini.

Memangnya logika itu di Dunia ini ada berapa?

Coba Anda lihat.

1+1=2.

Itu adalah logika, dan itu adalah logika semua orang.

Ingat, logika hanya ada satu. Dan logika yang satu itulah yang harus dimengerti oleh semua orang. Kalau ada orang yang tidak sepakat dengan logika itu, maka orang itu adalah ORANG TIDAK WARAS (SEPERTI Anda!). faham?

Tidak mungkin, kata orang Jawa, 1+1=2. Dan kata orang Betawi, 1+1=4. Dan kata orang Makasar, 1+1=5; karena yang harus terjadi adalah, bahwa 1+1=2. Hanya itu logikanya. Faham dekau????

Lancang-lancangnya Anda kata, bahwa setiap orang mempunyai logika masing-masing…. Bau kencur di jidat Anda saja masih sangit, eh sekarang Anda sudah bisa berpetuah seolah Anda orang orang bijak. Kalau toh Anda merasa Anda adalah orang bijak, mengalahkan bijaknya kaum agamawan (terlepas apapun agama mereka), itu kan HANYA MENURUT KACAMATA ANDA SAJA, yatoh???? Nah lantas memang Anda ini siapa? Profesor dari univ mana??? Anda kata bahwa “setiap orang mempunyai logika masing-masing” saja sudah menunjukkan bahwa Anda itu ORANG PALING PINTAR DI JAGAD WEBLOG INI hahaaaa haaaah haa haaaah haaaa ….. pintar ngawur, iya!!!!!!!

Keuntungan saya adalah org yang berdiri diluar arena, shg bisa melihat kelucuan masing2 pihak yang saling KLAIM kebenaran, sesuai doktrin, dogma ataupun cuci otak yang sudah di lakukan para pencandu agama…

Dodol1.

Keuntungan Anda? Keuntungan Anda dari hongkong?

Kalau Anda kata bahwa itu adalah keuntungan Anda, itu kan HANYA MENURUT KACA MATA ANDA, yatoh? Namun menurut kacamata orang lain, khususnya kaum beragama, Anda adalah orang paling sial karena tidak mempunyai satu agama pun. Faham?

Mengapa Anda tidak pernah dengar apa yang dikatakan orang lain, Netral?? Mengapa oh mengapa????? Apakah hanya Anda yang boleh berfikir dan berpendapat? Apakah Anda pikir orang lain dan hal lain tidak ada yang berfikir dan berpendapat? Kalau Anda adalah orang dengan pemahaman yang baik, seharusnya Anda sadar bahwa orang lain pun juga punya pendapat. Bukan Anda saja. Dengarlah sekali2 pendapat mereka. Ada banyak kacamata di Dunia ini. Namun Anda ndak sadar. Anda pikir di Dunia ini HANYA ADA KACAMATA ANDA SAJa.

Wekap, Netral!!!!

Dodol2.

Anda kata, SEHINGGA BISA MELIHAT KELUCUAN MASING2 PIHAK YANG SALING KLAIM KEBENARAN SESUAI DOKTRIN DELELE YANG DILAKUKAN PARA PECANDU AGAMA …..

Begijuh?

Itu kan menurut KACAMATA Anda, yatoh? Justru kebalikannya, menurut KACAMATA KAUM BERAGAMA, kamulah yang memamerkan kelucuan dan kekonyolan Anda di depan kaum beragama itu karena Anda merasa bahwa Anda lebih benar setinggi-tingginya daripada semua agama yang ada di Dunia ini. Sadarkah dikau?

Apakah Anda ingin kata, bahwa HANYA KACAMATA ANDA SAJA yang benar di dalam kehidupan ini? Memangnya Anda ini siapa? Pangeran kebenaran? Kalau memang benar Anda adalah pangeran kebenaran, so ngepain Anda masih merangkak kesana sini cari makan sama seperti lainnya? Kalau Anda adalah pangeran kebenaran, maka seharusnya sekarang Anda sudah berada di puncak himalaya memerintah Dunia dari sana dengan seluruh keagungan dan kebijaksanaan Anda….. namun mana buktinya? Anda saya mereka sama2 makan nasi kok! Sama2 berak taik kok!

Anda ateis ya? Naga2nya Anda memang atheis ya?

Si Netral ini ngerasa, bahwa semua agama adalah salah. Padahal kebalikannya, justru si Netral inilah yang salah. Namun Netral ndak sadar. Mengapa? Karena Netral ini sok tehe. Dia hanya mikir apa yang dia katakan kepada pihak lain. Namun dia NDAK PERNAH MIKIR APA YANG DIKATAKAN ORANG KEPADA DIA. Itu tandanya Netral ndak tehe apa2.

Begitu banyak sejarawan yang dapat membuktikan bahwa Nabi ibrahim pernah ada, bahwa Nabi daud pernah ada, bahwa Nabi Musa pernah ada, dan semua perbuatan para Nabi itu betul2 mengindikasikan bahwa Tuhan berada di belakang mereka, eh tiba2 si Netral ini menolak bahwa para Nabi itu ndak pernah ada.

Enough say!!!!

Masih cari2… pembelajaran yang lebih berbobot di t4 lain nih mas bro…

syukur2 bisa dapet nih…

Kalau Anda memang bermental layaknya seorang yang beriman kepada Tuhan, seharusnya sejak jaman batu Anda sudah memilih agama, agama mana saja. Namun dasarnya nasib Anda sial, dilahirkan orang tua yang atheis (aib banget dah!), dan orang tua Anda ndak ngurus dikau dengan bener (duh nasib!) maka seolah Anda sedang mencari agama tanpa bersedia memilih satu agama dari agama2 itu. Kalau memang Anda cinta Tuhan, Anda ndak akan milih2. Bener salahnya agama, itu masalah nanti.

Selama Anda bermental atheis, maka selama itu Anda tidak akan dapat agama mana pun. Dan selama itu juga, yang tampak hanyalah Anda paling nyinyir mengkritik agama mana saja. Anda bukan mencari agama, Anda bukan lagi belajar mana agama yang bener. Anda hanya sedang ingin membuktikan bahwa ANDA ADALAH LEBIH TINGGI dari pada agama2 itu …..

Enough say.

_____________________________

Netral, on January 23, 2012 at 11:24 am said:

Waahhh panjang amir mas Bro…. tanggapannya…

Sophislam,

“1x1x1x1x1x1x1x1x1x1x1=1

.

Mengapa harus tiga kali saja? Bisa jawab tidak? ”

Huahuahua …. lha situ yang menyodorkan persamaannya toe Bro…

Tapi kalau menurutku mas Bro pinter juga, angka 1x nya itu pun bisa dijajar hingga 99x juga gpp lho…. hasilnya sama saja kok.

Kalau mau membahas ya sono tanyakan ke tetangga sebelah to…

saya kan cuma mengutipkan pendapat mereka…..sehubungan dengan persamaan yang anda sodorkannn….

“Keuntungan Anda? Keuntungan Anda dari hongkong?.

Kalau Anda kata bahwa itu adalah keuntungan Anda, itu kan HANYA MENURUT KACA MATA ANDA, yatoh? ”

=>Whua.. hua.. hua.. baru kali aku SATUJUUUU….

Karena mas Bro seorang Muslim saya tanya tentang Alquran, boleh toe?? (bukan untuk melecehkan namun untuk mencari kebenaran => khususnya dari sudut pandang saya -untuk perenungan)

Mohon konfirmasinya ya…. tentang ini:

QS 5:68. versi DEPAG RI:

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, (dan AlQuran) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.”

Bahasa arab tidak ada tertulis kata ” (dan Quran) ”

نِم َكْيَلِإ َل ِزنُأ اَّم مُهْنِّم ًاريِثَك َّنَدي ِزَيَل َو ْمُكِّب َّر نِّم مُكْيَلِإ َلِزنُأ اَمَو َليِجنِإلاَو َةاَر ْوَّتلا ْاوُميِقُت َىَّتَح ٍء ْي َش ىَلَع ْمُت ْسَل ِباَتِكْلا َل ْهَأ اَي ْلُق

َني ِرِف اَكْل ا ِم ْوَقْل ا ىَل َع َسْأَت َالَف ًارْفُك َو ًان اَي ْغ ُط َكِّبَّر

QS 5:68

Qul ya ahla alkitabi lastum AAala sha yin hatta tuqeemoo alttawrata waalinjeela wama onzila ilaykum min rabbikum………

Memang dalam teks aslinya tidak ada (dan Al Qur’an..) yang ada; Taurat, wa (dan) Injil.

Mohon penjelasannya ya mas Bro….

_______________________

Sophislam, on January 24, 2012 at 7:24 am said:

Mengapa Anda meributkan adanya sisipan kata ALQURAN dalam ayat tersebut?

Selama umat manusia mempunyai teks dalam bahasa arabnya yang notabene memang tidak terdapat kata ALQURAN nya, maka selama itu juga penyisipan kata ALQURAN tidak berdampak apa-apa.

Kita tidak perlu risau bahwa telah terjadi kemasukan ayat palsu ke dalam Alquran. Apa alasannya bahwa telah terjadi kemasukan ayat palsu ke dalam alquran, KALAU SEMUA UMAT MANUSIA MEMPUNYA TEKS ASLINYA YAITU TEKS ARAB ALQURAN nya. KALAU SEMUA UMAT MANUSIA MEMPUNYA TEKS ASLINYA YAITU TEKS ARAB ALQURAN nya  maka adanya protes keras bahwa dalam Alquran terdapat ayat palsu, HANYALA ULAH KAUM SINIS yang telah putus asa …..

Faham dikau???

______________________

Netral, on February 5, 2012 at 2:28 pm said:

Holla mas Bro… OK lah nyambung lagi mumpung bisa…

Oooo… gitu ya mas Bro… Namun apa bedanya dengan kitab tetangga sebelah?

Karena menurut mereka komentarnya juga tidak jauh beda ma situ.

Karena terjamahannya hanya untuk memperjelas “maksudnya” disesuaikan dengan budaya setempat.

Dan bahkan menurut mrk beberapa edisi kitabnya ada yang di beri catatan kakinya….

Gpp ya aq nanya2 mas Bro….

_____________________

Sophislam, on February 7, 2012 at 2:11 am said:

Netral, on February 5, 2012 at 2:28 pm said:

Holla mas Bro… OK lah nyambung lagi mumpung bisa…

Oooo… gitu ya mas Bro… Namun apa bedanya dengan kitab tetangga sebelah?

Karena menurut mereka komentarnya juga tidak jauh beda ma situ.

Karena terjamahannya hanya untuk memperjelas “maksudnya” disesuaikan dengan budaya setempat.

Dan bahkan menurut mereka beberapa edisi kitabnya ada yang di beri catatan kakinya….

Gpp ya aq nanya2 mas Bro….

Bagaimana dengan agama sebelah, alias Alkitab??

Apakah Alkitab versi sekarang mempunyai teks asli?

Kemudian, Anda juga menyinggung “catatan kakinya” yang biasa terjadi pada Alkitab.

Apakah itu berarti Alquran juga mempunyai catatan kaki yang disisipkan ke ayatnya sendiri?

_________________________

Netral, on February 9, 2012 at 2:43 pm said:

Hehehe… terus terang untuk Alkitab saya belum berusaha mencari tahu tentang literaturnya. mungkin next time… ini baru tertarik dengan Alquran.

Justru saya pengin tanya mas Bro? Anda yakin bahwa Alquran itu masih seperti aslinya? Adakah teks ASLI-nya??? Tersimpan di mana?

Dari beberapa literatur dan sejarah penyusunan Alquran, kok saya SANGAT yakin bahwa Alquran sudah sangat berubah.

Coba kita lihat sejarah…… Dalam pra kalifah Uthman. Bukankah Alquran sebelumnya begitu banyak versi yang berbeda, dan Uthman berusha menyeragamkannya berdasar mushyafnya. Dan untuk mendukung itu dia memusnahkan mushyaf yang lain??????? Termasuk mushyaf Hafsa????

Dan Alquran sekarang pun sudah mengalami perubahan, alasannya ada ayat yang hilang (tentang rajam).

Sayangnya untuk menggali lebih dalam Alquran ini, sudah tidak ada referensinya lagi. Apalagi naskah aslinya…..????

JADI menurut pendapat saya pribadi, SANGAT besar kemungkinannya Alquran yang diimani Muslim saat ini bukan Alquran yang sama dengan Alquran dari Muhammad.

Nah lebih mencengangkan lagi dengan ditemukannya Alquran Sana’a itu yang ternyata umurnya lebih tua dibanding Alquran yang ada saat ini.

Dan TERNYATA banyak perbedaan nya…. Berarti ada kesempatan untuk menguak kebenaran tentang Alquran.

Di sisi lain umat Islam sudah dicekoki DOGMA bahwa Alquran saat ini sama teks aslinya dan tidak pernah berubah.

_________________________

Sophislam, on February 13, 2012 at 7:13 am said:

Netral, on February 9, 2012 at 2:43 pm said:

Hehehe… terus terang untuk Alkitab saya blm berusaha mencari tahu tentang literaturnya. mgnkn next time… ini baru tertarik dengan Alquran.

Justru saya pengin tanya mas Bro? Anda yakin bahwa Alquran itu masih seperti aslinya? Adakah tek’s ASLI-nya??? Tersimpan di mana?

.

Dari beberapa literatur dan sejarah penyusunan Alquran kok saya SANGAT yakin bahwa Alquran sudah sangat berubah.

.

Coba kita lihat sejarah…… Dalam pra kalifah Uthman. Bukankah Alquran sebelumnya begitu banyak versi yang berbeda, dan Uthman berusaha menyeragamkanya berdasar mushafnya. Dan untuk mendukung itu dia memusnahkan mushyaf yang lain??????? Termasuk mushaf Hafsa????

Anda harus ingat, POKOKNYA Alquran SEKARANG ADALAH HASIL PROYEK KOMPILASI YANG DILAKUKAN OLEH SAHABAT UTHMAN DKK. Anda dan siapa pun tidak bisa menghindar, bahwa Uthman dkk “punya nama” di sini, karena ia (dan sahabat lainnya) sudah dipesankan oleh Muhammad Saw: “barang siapa yang menyakiti sahabatku, maka ia menyakiti hatiku”.

Oleh karena itu, Alquran yang sekarang ini, adalah seSAHIH Alquran yang ada di tangan Nabi Muhammad Saw.

Mengenai teks asli Alquran yang Anda tanyakan itu. Teks asli yang mana? Selama sejarah dapat membuktikan bahwa Alquran yang sekarang ini merupakan Alquran hasil kompilasi sahabat Uthman dkk, maka Alquran Uthmany itu nilainya SAMA DENGAN teks asli yang berasal dari Allah Swt.

Buat apa Anda mempermasalahkan keputusan Uthman untuk memusnahkan semua copy / salinan Alquran DI LUAR HASIL KOMPILASInya? Apakah Anda meragukan Alquran hasil kompilasi Uthman dkk? Apa alasan Anda? Toh Uthman tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh sahabat2 Nabi lainnya yang juga merupakan penghafal Alquran sejati. Dan mereka sepakat satu dengan yang lainnya.

Apakah Anda ingin menyatakan, bahwa Alquran versi Muhammad, BERBEDA dengan Alquran versi sahabat Uthman dkk? Atau, Alquran versi pra Uthman, BERBEDA dengan Alquran versi KOMPILASI UTHMAN? Itukah maksud Anda? Apa alasannya? Apa dasarnya?

Kalau memang itu adalah maksud Anda, apa alasannya? Hanya untuk menunjukkan bahwa Anda adalah individu paling NYINYIR? Yang benar saja!

Dan Alquran sekarang pun sudah mengalami perubahan, alasannya ada ayat yang hilang (tentang rajam).

Dari manakah Anda mengetahui, bahwa Alquran yang sekarang mengalami banyak perubahan? Dan Anda mengetahui dari mana bahwa ayat rajam telah hilang dari Alquran?

Tolong infonya.

Sayangnya untuk menggali lebih dalam Alquran ini, sudah tidak ada referensinya lagi. Apalagi naskah aslinya…..????

Referensinya? Referensi Apa maksud Anda?

Apakah itu berarti Anda ingin mempersalahkan keputusan sahabat Uthman yang memusnahkan salinan Alquran versi di luar kompilasinya? Jadi, Anda ingin mempersalahkan Uthman dkk yang merupakan sahabat Nabi Muhammad Saw.

Kalau Dunia sudah mempunyai Alquran versi kompilasi Uthman dkk yang sudah terjamin SAHIH, maka apakah kita masih membutuhkan salinan lainnya? Buat apa?

Saya ingin tanya:

@Alquran versi salinan di luar kompilasi Uthman dkk yang salah,

Atau,

@Alquran versi kompilasi sahabat Uthman dkk yang salah?

Apa jawaban Anda, kira2?

Paling juga begini, wahay @Netral:

Katakanlah ada referensi Alquran sebagai pembanding. Anggap saja referesnsi itu kita namakan referensi_A.

Setelah Anda cocok2an antara Alquran versi Uthman dengan Alquran versi referensi_A, Anda toh TIDAK PUAS.

Berikutnya, Anda minta referensi_B.

Anda tidak puas juga.

Kemudian Anda minta referensi_C.

Anda tidak puas juga.

Jadi apa mau Anda?

Anda ini kan, pada dasarnya kafir, iya kan? Kalau kafir, tetap saja kafir! Seujung rambut pun Anda tidak akan mengakui Alquran sebagai firman Tuhan pencipta alam.

Apa maksud Anda meminta referensi untuk pembanding Alquran? Kalau Anda tidak percaya kepada Alquran, ya sudah diam saja. Allah dan Muslim lainnya pun tidak paksa Anda untuk percaya Alquran kok!

Apa jaminan Anda, bahwa seandainya di Dunia ini ada referensi lain untuk pembanding Alquran, maka Anda akan serta merta percaya kepada Alquran ini? Kau akan tetap ngeyel, bukan?

Begini saja sudah menunjukkan Anda itu cerewet! Pake tanya-tanya segala veri Alquran ini, itu, anu, ani. Apakah Anda punya niat sejak awal untuk menjadi Muslim? Atau Anda ingin mentertawakan atau mempertanyakan atau ingin menyadarkan bahwa Muslim-Muslim di seluruh Dunia telah salah memilih Islam? Itukah maksud Anda? Kalau pun Islam memang salah, maka agama mana lagi yang benar? Apakah Anda ingin bilang, bahwa Kristen lah yang benar? Atau Yahudi? Atau Hindu?

Yang benar saja!

Kristen telah terbukti salah. Puluhan juta manusia di Barat menjadi penganut Kristen. Lihatlah sekarang. Semua orang Barat yang Kristen itu ASYIK BERBUGIL RIA di jalan-jalan laki perempuan tua muda. Itukah maksud Anda? Mereka asyik berzina puntahela sampai pagi, apalagi sekarang sudah ada teknologi kondom dan anti hamil. Itukah maksud Anda?

Atau Anda ingin kata bahwa Yahudi lah yang benar? Setelah nyata Nabi isa datang mempertanyakan kesahihan kitabsuci orang Yahudi, dan sekarang Anda ingin kata ke saya bahwa Yahudi adalah benar?

Kaum Muslim hanya berpatokan kepada Alquran hasil kompilasi Uthman dkk. Dan Uthman sebagai sahabat Nabi, tidak perlu diragukan lagi integritasnya karena beliau dkk adalah sahabat Nabi. Apa yang dihasilkan oleh Uthman melalui kerja kompilasinya, adalah apa yang diturunkan Allah Swt kepada Muhammad Saw. Jelas?

Anda 1400 tahun terlambat lahir ke Dunia ini. Kalau Anda ingin protes Uthman, protes lah ke sana, ke 1400 Tahun yang lalu. Kalau faktanya Anda terlambat lahir 1400 Tahun, ya sudah Anda diem ajah! Dan kalau memang Anda benar bahwa Uthman salah dengan keputusannya memusnahkan salinan Alquran, sudah pasti Allah Swt melahirkan Anda pada saat itu untuk menemui Uthman dan menegurnya salah. Faham kah dikau?

Faktanya Anda terlahir 1400 Tahun setelah Uthman dkk. Itu artinya ANDA SALAH, DAN UTHMAN DKK ADALAH BENAR! Allah sungguh meliputi perkara / peristiwa ini.

JADI menurut pendapat saya pribadi, SANGAT besar kemungkinannya Alquran yang diimani Muslim saat ini adalah bukan Alquran yang sama dengan korannya mohammad.

Apa maksud Anda? Memang nya Anda ini siapa?

Saya BALIK kata-kata Anda,

SANGAT besar kemungkinannya – bahwa Anda adalah gila, sok tehe. Nyinyir! Cerewet! Banyak tanya yang tidak perlu! Bebal! Degil! Lancang mempertanyakan integritas sahabat Nabi. Lancang menyimpangi pesan Nabi Muhammad mengenai sahabat2nya.

Sadar kah Anda?

Kalau Anda tidak mempercayai (pekerjaan) Uthman dkk, lantas siapa lagi yang akan Anda percayai? Mungkin saja Muhammad mempunyai salinannya sendiri, dengan kata lain Alquran mempunyai teks asli yang merupakan tulisan tangan Muhammad sendiri. Nanti bukankah Anda juga akan men-CEREWET-i Alquran versi Muhammad tersebut? Hafalan Uthman (dan sahabat lainnya) adalah sama dengan hafalan Muhammad. Apakah itu masih kurang buat Anda? Setiap Tahun semua sahabat dipanggil oleh Nabi untuk membacakan hafalan Alquran masing-masing di depan Muhammad. Dan kesemua hafalan sahabat itu tidak ada yang salah di dalam pendengaran Nabi. Dan setiap tahun pun Malaikat Jibril as turun kepada Muhammad supaya Muhammad melantunkan hafalan-hafalan Alqurannya di depan Malaikat Jibril as. Dan kesemua hafalan Muhammad Saw itu tidak ada yang salah di dalam pendengaran Malaikat Jibril as. Bagian mana yang ingin Anda persalahkan?

Proses kompilasi Alquran yang dilakukan Uthman dkk, dan kemudian diikuti pemusnahan salinan Alquran di luar kompilasi Uthman, dan kemudian proses penseragaman teks Alquran menurut versi kompilasi Utman, MERUPAKAN PROSES PENURUNAN ALQURAN ITU SENDIRI YANG DIPIMPIN OLEH ALLAH ….. Dengan kata lain, Allah berada di belakang semua proses kompilasi Alquran ini. Kalau Allah tidak berada di belakang semua proses ini, maka sudah sejak awal Allah MENYINGKIRKAN semua manusia yang terlibat di dalam proses ilegal tersebut. Itu semua karena Allah sudah berfirman bahwa Allah sendirilah Yang menjaga kesucian Alquran.

Nah lebih mencengangkan lagi dengan ditemukannya Alquran Sana’a itu yang ternyata umurnya lebih tua di banding dengan Alquran yang ada saat ini.

Dan TERNYATA banyak perbedaan nya….

Sudah saya kata, apakah Anda ov seluruh Dunia tehe, siapa yang menulis salinan Alquran versi sanaa? Orang baik kah? Orang jujur kah? Orang Muslim kah? Dan apa tujuan seseorang meletakkan salinan Alquran versi tersebut itu di sana? Untuk mengacaukan opini masyarakat luas kah?

Alquran yang sekarang ini adalah Alquran versi kompilasi Uthman. Dan Alquran versi Uthman berarti Alquran versi Muhammad Saw. Seluruh Dunia pun tehe kualitas dan posisi sahabat Uthman dkk ini di sisi Muhammad Saw. Muhammad Saw sendirilah yang memverifikasi bahwa Uthman dan para sahabatnya adalah sahih; siapa yang menyakiti sahabat Nabi, maka ia menyakiti perasaan Nabi. Apakah itu masih kurang sehingga bisa di-konfrontir dengan Alquran versi sanaa?

Berarti ada kesempatan untuk menguak kebenaran tentang Alquran.

Anda yang salah.

Sudah tertutup semua peluang untuk mempertanyakan kesahihan Alquran. Alih-alih terbuka peluang untuk mempermasalahkan kesahihan Alquran, maka justru TERBUKA LUAS peluang untuk memvonis Anda hai @Netral sebagai manusia dodol, bebal, cherewette, degil, gila, dan soktehe. Masih kurang?

Di sisi lain umat Islam sudah dicekoki dengan DOGMA bahwa Alquran saat ini sama tek’s aslinya dan tidak pernah berubah.

Anda punya bukti tidak? Apa buktinya?

Dan apa dasar logikanya?

________________________________

Netral, on February 21, 2012 at 5:21 pm said:

Sophislam,

Anda harus ingat, POKOKNYA Alquran SEKARANG ADALAH HASIL PROYEK KOMPILASI YANG DILAKUKAN OLEH SAHABAT UTHMAN DKK. Anda dan siapa pun tidak bisa menghindar, bahwa Uthman dkk “punya nama” di sini, karena ia (dan sahabat lainnya) sudah dipesankan oleh Muhammad Saw: “barang siapa yang menyakiti sahabatku, maka ia menyakiti hatiku”

bukankah ibn Mas’ud, Abubakar dll juga sahabat Nabi???

Sophislam,

“Apakah Anda ingin menyatakan, bahwa Alquran versi Muhammad, BERBEDA dengan Alquran versi sahabat Uthman dkk? Atau, Alquran versi pra Uthman, BERBEDA dengan Alquran versi KOMPILASI UTHMAN? Itukah maksud Anda? Apa alasannya? Apa dasarnya?”

Sudah JELAS kan mas Bro, bagaimana pendapat Aisyiyah tentang ayat2 rajam yang dulu 200 ayat menjadi hanya 73 ayat??? Bagaimana pendapat Ibn.Mas’ud??? Bagaimana dengan Syiah vs Suni??? Mas Bro kan lebih jago tentang Alquran maupun hadist2nya??? Kan sudah ceritakan di situ?? Apa saya salah baca ya???

Sophislam,

“Hanya untuk menunjukkan bahwa Anda adalah individu paling NYINYIR? Yang benar saja!”

Kalau baca ini inget deh peristiwa 10 th lalu. Saat pengin tahu tentang agama Islam, dan Alquran khususnya. waktu itu secara of line pada seorang guru ngaji… Masa’ mas Bro selama 3 bulan hanya disuruh ngapalin bacaan ARAB. POKOKnya Anda HARUS percaya bahwa Alquran adalah kitabullah, sangat suci Anda harus mengimaninya, tidak usah NANYA….

Karena tidak ngeh, cari2 sendiri deh terjemahannya baik Alquran/hadist.

Dari terjemahannya itu, saya merasa kok banyak ayat2 janggal, tidak jelas, trus akhirnya baca2 juga hadist wah ternyata sangat memusingkan.. banyak kontradiksi2…

Akhirnya banyak nanya deh sama pengajar, beberapa kali ditanggapi dengan santun, eeh lama2 di damprat gue.. dikiranya hanya USIL dan NYINYIIIIR….

Whahahaha… lha mosok nanya2 pengin tahu yang sebenarnya kok di vonis gitu. Yah akhirnya daripada kehabisan waktu untuk ngapalin yang tidak dimengerti lebih baik kabuuuuur deh mas Bro…. Bener2 lucu deh waktu itu…

Sophislam,

” Anda ini kan, pada dasarnya kafir, iya kan? Kalau kafir, tetap saja kafir! ”

Whakakakka…. Justru itulah saya merasa BERUNTUNG mas Bro… berarti masih ada kesempatan menjadi MANTAN Kafir…!!!! Drpd menjadi Mantan org yang beriman………….

Sophislam,

” Sudah saya kata, apakah Anda ov seluruh Dunia tehe, siapa yang menulis salinan Alquran versi sanaa? Orang baik kah? Orang jujur kah? Orang Muslim kah? Dan apa tujuan seseorang meletakkan salinan Alquran versi tersebut itu di sana? Untuk mengacaukan opini masyarakat luas kah?”

Justru disitulah permasalahannya mas Bro?? Apakah sudah di selidiki para Muslim??? Dan seperti apakah hasil dari penyelidikan itu??? Kalau ada linkmya tolong kasih tahu ya….

“Di sisi lain umat Islam sudah dicekoki dengan DOGMA bahwa Alquran saat ini sama tek’s aslinya dan tidak pernah berubah.

Sophislam,

Anda punya bukti tidak? Apa buktinya? Dan apa dasar logikanya? ”

yaaah kata2mu yang tertuang itu sudah menunjukkan to mas Mas Bro…

______________________

Sophislam, on February 22, 2012 at 5:06 am said:

Sophislam>> “Anda harus ingat, POKOKNYA Alquran SEKARANG ADALAH HASIL PROYEK KOMPILASI YANG DILAKUKAN OLEH SAHABAT UTHMAN DKK. Anda dan siapa pun tidak bisa menghindar, bahwa Uthman dkk “punya nama” di sini, karena ia (dan sahabat lainnya) sudah dipesankan oleh Muhammad Saw: “barang siapa yang menyakiti sahabatku, maka ia menyakiti hatiku”

Netral >> bukankah ibn Mas’ud, Abubakar dll juga sahabat Nabi???

:: Sophislam>> Apa bedanya? Yang jelas toh Abubakar, Ibnu Masud delele tidak menjalankan proyek kompilasi Alquran. Kalau toh sahabat-sahabat tersebut menjalankan proyek bergengsi tersebut, maka pasti Dunia Muslim akan menerima. Namun kasusnya, hanya Uthman yang punya proyek itu

_____________________

Sophislam>> Apakah Anda ingin menyatakan, bahwa Alquran versi Muhammad, BERBEDA dengan Alquran versi sahabat Uthman dkk? Atau, Alquran versi pra Uthman, BERBEDA dengan Alquran versi KOMPILASI UTHMAN? Itukah maksud Anda? Apa alasannya? Apa dasarnya?”

Netral >> Sudah JELAS kan mas Bro, bagaimana pendapat Aisyiyah tentang ayat-ayat rajam yang dulu 200 ayat menjadi hanya 73 ayat??? Bagaimana pendapat Ibn. Mas’ud??? Bagaimana dengan Syiah vs Suni???  Mas Bro kan lebih jago tentang Alquran maupun hadist2nya??? Kan sudah ceritakan di situ?? Apa saya salah baca ya???

:: Sophislam>> Aisyah adalah sahabat Nabi. Abubakar adalah sahabat Nabi. Umar adalah sahabat Nabi. Uthman adalah sahabat Nabi. Mashud adalah sahabat Nabi. Tidak ada satu sahabat Nabi pun yang lebih unggul dari sahabat lainnya.

Kasusnya adalah, bahwa dari semua sahabat Nabi, hanya Uthman lah yang mempunyai proyek kompilasi Alquran, sementara Siti Aisyah delele tidak. Kalau pun sahabat-sahabat tersebut juga mempunyai proyek tersebut, pastilah Dunia Muslim akan menerimanya. Namun fakta sejarahnya, hanya Uthman yang mempunyai proyek tersebut. Faham?

Saya pribadi belum mempunyai artikel mengenai pendapat Siti Aisyah mengenai ayat rajam tersebut. Saya ulang lagi penjelasan saya, ………

:: Proses kompilasi Alquran yang dilakukan

:: Uthman dkk, dan kemudian diikuti pemusnahan

:: salinan Alquran di luar kompilasi Uthman,

:: dan kemudian proses penseragaman teks Alquran

:: menurut versi kompilasi Utman,

:: MERUPAKAN PROSES PENURUNAN

:: ALQURAN ITU SENDIRI YANG DIPIMPIN OLEH ALLAH …..

:: Dengan kata lain, Allah berada di belakang

:: semua proses kompilasi Alquran ini.

:: Kalau Allah tidak berada di belakang semua proses

:: ini, maka sudah sejak awal Allah MENYINGKIRKAN

:: semua manusia yang terlibat di dalam

:: proses ilegal tersebut. Itu semua karena Allah

:: sudah berfirman bahwa Allah sendirilah

:: Yang menjaga kesucian Alquran.

Anda boleh kata, bahwa Aisyah melaporkan sekian ayat lenyap. Ov anu bilang bahwa sekian ayat berubah. Ov A kata bahwa sekian ayat tertukar tempat. Delele. Selama mereka semua adalah sahabat Nabi, maka itu semua tidak masalah hingga datang saatnya Uthman mengkompilasi Alquran secara resmi. Semua ayat yang hilang, semua ayat yang berubah bentuk, semua ayat yang tertukar tempat, semua ayat yang bukan samawi, selama itu TER-AKOMODIR di dalam Alquran sistem kompilasi Uthman, maka Alquran versi tersebut lah yang merupakan ALQURAN SAMAWI, karena Allah berada di belakang proses kompilasi tersebut.

Kemudian, Sunni vs Syiah? Apa hubungannya?

__________________

Sophislam>> “Hanya untuk menunjukkan bahwa Anda adalah individu paling NYINYIR?????????? Yang benar saja!”

Netral >> Kalau baca ini inget deh peristiwa 10 th lalu. Saat pengin tahu tentang agama Islam, dan Alquran khususnya. Waktu itu secara off line pada seorang guru ngaji… Masa’ mas Bro selama 3 bulan hanya disuruh ngapalin bacaan ARAB. POKOKnya Anda HARUS percaya bahwa Alquran adalah kitabullah, sangat suci, Anda harus mengimaninya, tidak usah NANYA….

Karena tidak ngeh, cari-cari sendiri deh terjemahannya baik Alquran / hadist.

Dari terjemahannya itu, saya merasa kok banyak ayat-ayat janggal, tidak jelas, trus akhirnya baca-baca juga hadist wah ternyata sangat memusingkan.. banyak kontradiksi.

Akhirnya banyak nanya deh sama pengajar, beberapa kali ditanggapi dengan santun, eeh lama2 di damprat gue.. dikiranya hanya USIL dan NYINYIIIIR….

Whahahaha… lha mosok nanya-nanya pengin tahu yang sebenarnya kok divonis gitu. Yah akhirnya daripada kehabisan waktu untuk menghafal yang tidak dimengerti lebih baik kabuuuuur deh mas Bro…. Bener2 lucu deh waktu itu…

:: Sophislam>> apakah Anda tidak bisa membedakan antara NANYA2 dengan USIL BINTI NYINYIR?

Coba Anda lihat si Muslim yang taat, dan si Kristen yang taat, dan si Buddha yang taat. Adakah mereka nyinyir? Kalau faktanya bahwa Anda tidak memilih kesemua agama itu, maka itu bukan berarti ANDA BENAR, dan kesemua agama itu salah (salah di dalam pengertian, seluruh umat manusia salah kalau menjalani hidup ini dengan cara menganut suatu agama).

Tidak usah jauh-jauh. Badu masuk ke toko, kemudian dilayani dengan baik oleh penjaga toko. Ternyata badu banyak bertanya-tanya tentang ini itu anu ani, namun badu ini tidak pernah berniat membeli satu barang pun dari toko tersebut. Penjaga toko mana yang tidak kesal? Kalau tidak mau membeli, ya sudah jangan banyak tanya. Apakah Anda tidak faham tentang hal ini?

___________________

Sophislam>> ” Anda ini kan, pada dasarnya kafir, iya kan? Kalau kafir, tetap saja kafir! ”

Netral >> Whakakakka…. Justru itulah saya merasa BERUNTUNG mas Bro… berarti masih ada kesempatan menjadi MANTAN Kafir…!!!! Daripada menjadi Mantan orang yang beriman.

:: Sophislam>> sepertinya tidak begitu. Saya menilai, Anda tidak sedang mencari mana agama yang benar. Anda hanya sedang ingin menemukan kepuasan bathin, yaitu bahwa Anda bisa meNYINYIRi agama2. Sadarkah?

__________________

Sophislam>> Sudah saya kata, apakah Anda ov seluruh Dunia mengetahui, siapa yang menulis salinan Alquran versi sanaa? Orang baik kah? Orang jujur kah? Orang Muslim kah? Dan apa tujuan seseorang meletakkan salinan Alquran versi tersebut itu di sana? Untuk mengacaukan opini masyarakat luas kah?”

Netral >> Justru di situlah permasalahannya, mas Bro?? Apakah sudah diselidiki oleh para Muslim??? Dan seperti apakah hasil dari penyelidikan itu??? Kalau ada linknya tolong kasih tahu ya….

:: Sophislam>> sudah kok! Kaum Muslim sudah menyelenggarakan penelitian ilmiah atas segala hal yang berkenaan dengan Alquran Sanaa. Baik format, prosedur, metodologi, delelenya, bukan ANDA YANG NGATUR.

____________________

Netral >> “Di sisi lain umat Islam sudah dicekoki dengan DOGMA bahwa Alquran saat ini sama tek’s aslinya dan tidak pernah berubah.

Sophislam>> apakah Anda punya bukti? Apa buktinya? Dan apa dasar logikanya? ”

Netral >> yaaah kata2mu yang tertuang itu sudah menunjukkan toh, Mas Bro…

:: Sophislam>> menunjukkan apa?

__________________

The following text is presented by Stain Remover, on March 9, 2012 at 1:39 pm.

Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur’an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan

Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur’an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an setelah wahyu diturunkan.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang signifikan.

Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur’an yang saat itu tersebar di antara para sahabat.

INI POINT TERPENTINGNYA! perhatikan yang dicetak tebal…

Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur’an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur’an (qira’at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standardisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam pada masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an.

JADI UTSMAN HANYA MEMPERBANYAK MUSHAF, BERDASARKAN MUSHAF STANDAR (yaitu mushaf yang telah selesai pada jaman pemerintahan Abu Bakar yang disimpan oleh Hafsah)

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s