Kristen Yang Damai Memaksakan Agamanya

kristen-yang-damai-memaksakan-agamanya

Albaqarah 256: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ayat di atas adalah ayat yang terdapat di dalam Alquran, yang merupakan ayat dari Allah Swt yang diturunkan kepada umat Muslim seluruh Dunia. Seperti bunyinya, ayat di atas menegaskan bahwa memaksakan orang lain untuk memilih agama tertentu, adalah TERLARANG di dalam pandangan Allah Swt, buat selama-lamanya. Ini berarti, Islam melarang umatnya untuk perbuat pemaksaan kepada manusia lain untuk memeluk agama Islam.

Ayat ini pun mempunyai implikasi yang jelas yang tercermin di dalam peri kehidupan Nabi Muhammad Saw dan juga para sahabatnya. Tidak ada pernah tertulis di dalam lembaran sejarah di mana Muhammad Saw memaksakan agamanya kepada orang lain. Begitu juga dengan para sahabatnya sepeninggal Nabi Muhammad Saw. Hal itu dikarenakan kitabsuci mereka yaitu Alquran sudah melarang perbuat demikian.

Sejarah tentunya melihat, bahwa ketika Muhammad Saw dan para sahabatnya telah beroleh kontrol kekuasaan mutlak atas Mekah dan Madinah, kaum non Muslim TETAP EKSIS di kedua kota tersebut. Mereka tetap dapat hidup dengan aman dan tentram, dan hak mereka untuk menjalankan tatanan hidup sesuai dengan agama mereka tetap lestari. Dengan kata lain, Islam dan umat Muslim kala itu TIDAK PERNAH MENGUTAK-ATIK eksistensi kekafiran pada masa itu, padahal kaum Muslim sudah beroleh kekuasaan mutlak. Ini berarti, Muhammad Saw dan Pemerintahannya tidak melakukan pemaksaan agama Islam kepada mereka yang menolak Islam.

Tanpa disadari, sebenarnya adanya ayat Albaqarah 256 di dalam Alquran ini telah menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Keberadaan ayat Albaqarah 256 ini telah melengkapi dan menunjang kukuhnya predikat Islam sebagai agama yang sempurna, karena harus diakui bahwa ayat Albaqarah ini memang dibutuhkan UNTUK ADA bagi suatu agama, dan di dalam hal ini adalah agama Islam. Kita andaikan kebalikannya: jika ayat Albaqarah 256 ini tidak ada, maka MUSTAHIL Islam dapat dikatakan sebagai agama yang sempurna. Ingat, keberadaan ayat ini amat dibutuhkan untuk mengatur bagaimana kelak kaum Muslim memperlakukan Islam ini dengan anggun di dalam interaksi mereka dengan kaum di luar Islam.

Namun kebalikannya, di luar sana, nun, ada agama Kristen.

Di satu pihak, umat Kristen klaim bahwa Kristen adalah agama kasih karunia dari Tuhan mereka untuk seluruh umat manusia. Dan tentunya, bagi manusia penganut Kristen, pastilah Kristen dianggap sebagai agama yang sempurna. Namun pertanyaannya adalah, mengapa Alkitab tidak mempunyai ayat yang setara dengan ayat Alquran Albaqarah 256 ini????

Ada dua hal yang mendasar yang harus diperhatikan mengenai keberadaan ayat pemaksaan agama ini:

  1. Kristen diklaim sebagai agama kasih karunia, agama yang hanya mengajarkan damai untuk seluruh manusia.
  2. Kemudian, pastilah oleh orang Kristen, Kristen diklaim sebagai agama yang sempurna (kalau orang Kristen mengklaim Kristen tidak sempurna, maka mengapa juga orang Kristen itu memilih Kristen sebagai agama mereka?).

Namun bukankah sungguh ironis, Alkitab sebagai kitabsuci Kristen ini tidak mempunyai ayat yang senada dengan Albaqarah 256 ini? Pada intinya, dengan tiadanya ayat yang setara dengan Albaqarah 256 ini di dalam Alkitab, maka perbuat pemaksaan Kristen yang dilakukan oleh orang Kristen terhadap manusia lain agama supaya masuk Kristen TETAP MENJADI FAKTRA DAN TREND setiap masa di dalam kekristenan.

  1. Kalau lah Kristen diklaim sebagai agama kasih dan damai, maka seharusnya Alkitab mempunyai ayat yang setara dengan Albaqarah 256 ini, karena efek ayat tersebut akan MENDAMAIKAN dan menentramkan seluruh umat manusia. Dengan tidak adanya ayat seperti itu di dalam Alkitab, maka praktis seluruh umat manusia menjadi gelisah dan murka dengan adanya agama Kristen, karena Kristen di dalam pandangan mereka akan identik dengan pemaksaan agama. Alhasil, dengan tidak adanya ayat seperti ini, MAKA KRISTEN TIDAK DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI AGAMA KASIH DAN DAMAI.
  2. Dan kemudian, bagaimana mungkin Kristen akan dikatakan sebagai agama yang sempurna, jika ayat seperti Albaqarah 256 ini tidak dimiliki oleh Alkitab mereka? Alih-alih dikatakan sebagai agama sempurna, justru Kristen lebih tepat dikatakan sebagai agama YANG TIMPANG karena salah satu panduan untuk mengatur interaksi antar umat beragama TIDAK DIMILIKI. Ibarat rumah, apakah mungkin sebuah rumah dikatakan lengkap sementara rumah itu sendiri tidak mempunyai kamar mandi, misalnya? Alhasil, dengan tidak adanya ayat seperti ini, MAKA KRISTEN TIDAK DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI AGAMA YANG SEMPURNA.

Fakta.

Fakta yang kita temui adalah, betapa banyak kisah pemaksaan Kristen atas individu-individu lain yang dilakukan oleh manusia-manusia Kristen, TANPA MENGENAL perikemanusiaan dan kepantasan sedikit pun. Ini menyedihkan.

Dan alih-alih Kristen mengajarkan bahwa memaksakan agama kepada orang lain adalah terlarang menurut Tuhan mereka, alih-alih Alkitab mempunyai ayat yang setara dengan ayat Albaqarah 256 ini, justru Kristen dan Alkitab mengajarkan bahwa MEMAKSA ORANG LAIN untuk menjadi Kristen ADALAH KESALEHAN …

Lukas 14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk karena rumahku harus penuh.

Ayat ini, yang BERTOLAK BELAKANG dari makna Albaqarah 256, telah menjadi alasan bagi orang Kristen untuk perbuat segala cara yang keji dan menjijikkan untuk memurtadkan umat manusia, khususnya kaum Muslim. Dengan kata lain, orang Kristen telah mencampur-adukkan yang baik dengan yang buruk, antara Jesus yang di dalam pandangan mereka baik, dengan cara-cara mereka yang busuk dan keji untuk mengkristenkan banyak individu. Dan pada akhirnya, menurut pandangan mereka, Jesus yang baik itu ADALAH SUDI untuk dicampur-adukkan dengan kebusukan dan kekejian yang dilakukan oleh para pengikutnya. Sungguh ironis.

Kembali ke Islam. Islam tidak pernah mengajarkan apa yang diajarkan oleh Kristen, yaitu agama kasih dan damai. Muslim tidak pernah mengajarkan bahwa Islam hanya mengajarkan kasih dan damai. Namun begitu, justru Islam mempunyai ayat Albaqarah 256 ini yang mencerminkan bahwa Islam tidak mentolerir segala perbuatan yang tidak adil, yang tidak pada tempatnya, dan yang keji atas seluruh umat manusia.

Namun kebalikannya, Kristen yang digadang-gadangkan sebagai agama kasih dan damai, justru TIDAK MEMPUNYAI AYAT yang setara dengan Albaqrah 256 ini. Sungguh kebalikan.

Albaqarah 272: Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.

Berikut adalah cuplikan dialog yang menggambarkan praktek-praktek pemurtadan yang keji alias pemaksaan yang dilakukan oleh orang Kristen atas kaum Muslim.

Diambil dari,

http://answering.wordpress.com/2012/02/29/subhanallah-kepala-suku-asmat-dan-keluarga-masuk-islam-dan-akan-diikuti-kaumnya/

Access date 13 Maret 2012.

____________________

Jack

March 1, 2012 at 10:10 am

terbalik jeng, yang ada kalau ikut yesus minimal dapet indomie kalau mau bukti monggo dateng ke kota pati jawa tengah, sekitar tahu 2004 ada pengobatan masal n bantuan GRATIS di alun2 kota pati asal pesertanya mau masuk kristen.

______________

Jack

March 1, 2012 at 12:35 pm

monggo silahkan dicek sendiri ke lokasi bung, tanya warga yang tinggal di sekitar alun2 kota pati. yang ada malah pernah seorang pendeta dan keluarganya dari jawa barat yang sampai lari ke pati minta perlindungan karena masuk islam (cek di smk muhammadiyah 01 pati) kalau anda tidak percaya

______________

andi

March 1, 2012 at 12:35 pm

@andi: yang rendah itu para pendakwah sampeyan, yang menarik umat dengan indomie bukan kesadaran beragama, tp iming2 ekonomi.

______________

haidar

March 1, 2012 at 10:47 am

sampai sekarang di purwokerto juga masih ada, dedengkotnya tuh ada di purbalingga ( dengan misi mengkristenkan desa tertinggal di kab banyumas )

______________

Jack

March 1, 2012 at 11:18 am

di padang malah jauh lebih ngeri bung cara yang dipakai. lewat penculikan, pemerkosaan dan lewat bantuan jin

______________

Jack

March 1, 2012 at 12:29 pm

wakakakakaka mana ada maling yang mau ngaku bung???

lawong korban sendiri mengaku dipaksa membaca alkitab ketika kesurupan bukan disuruh membaca Al Quran, lagian untuk apa mengislamkan orang yang sudah islam bung???

(cek sendiri di pesantren putri di tunggul hitam Padang) kalau anda mau nanti tak kasih alamatnya

kemudian ada siswi MAN padang yang diculik kemudian diperkosa oknum anggota PDAM yang beragama kristen (cek di MAN gunung pangilun padang). kalau yang ini sangat heboh bung

______________

alfa

March 1, 2012 at 11:51 am

ups ….keren amat komentarnya bung tulalit tentang bagaimana beratnya perjalanan seorang murtadin..

Dalam kesaksiannya, keempat saksi yang juga korban pemurtadan, mengaku dipaksa membaca Injil dan dianiaya oleh para terdakwa. Keterangan para saksi, antara lain Warso bin Karyono, Uminah (istri Warso), Mutmainah, dan Siti Dariah, disampaikan dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Hari Budi, SH, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (15/3). Menurut penuturan Warso, salah seorang saksi, dirinya dipaksa menuruti kemauan Elwin dan Bambang. ‘’Saya dipaksa membaca Injil dan harus mengeluarkan air mata bertobat terhadap Tuhan Yesus. Kalau tidak bisa, saya diancam, mata saya mau dicongkel pakai pisau lipat,’’ tutur Warso dalam kesaksiannya. Selain dipaksa membaca Injil, kata Warso, dirinya juga dipukul oleh Bambang dan Elwin di bagian wajah, kepala, dan punggung. Sementara saksi Mutmainah, adik ipar Warso, mendapat perlakuan yang paling sadis. ‘’Saya dianggap kuntilanak,’’ cetusnya. Karena itu, kata Mutmainah, kepalanya ditusuk-tusuk dengan pisau dan dipantek paku sampai berdarah.

sumber : http://mualaf.blogsome.com/2008/05/04/warso-dianiaya-dan-dipaksa-baca-injil/

Inikah yang dimaksud perjalanan spiritual yang kuat ?

_____________

hampa

March 1, 2012 at 12:22 pm

Hanya melengkapi……

Mahanaim Membaptis Ratusan Umat Islam dengan Cara Menipu

Misionaris radikal Kelompok Mahanaim Bekasi menipu ratusan umat Islam untuk dibaptis massal di Perumahan Kemang Pratama Regency.

Rabu siang (23/6/2010), sekitar lima ratusan warga Muslim di kawasan Senen, Jakarta Pusat diangkut ke kawasan elit Bekasi menggunakan 14 buah bus mini Kopaja. Mereka dijanjikan rekreasi, jalan-jalan dan renang gratis oleh para koordinator. Ternyata janji refreshing gratis itu bohong belaka. Mereka malah diboyong ke sebuah rumah tingkat beralamat di jalan Komala 2 di blok L nomor 14.

Warga yang sebagian besar ibu-ibu dan nenek-nenek berjilbab ini langsung digiring ke kolam renang yang tak seberapa luas. Ternyata rumah berlantai dua ini adalah milik Hendry Leonardi Sutanto, ketua Yayasan Kristen Mahanaim. Koordinator acara baptis massal tersebut adalah Andreas Dusly Sanau.

Andreas adalah pengurus Mahanaim yang dua tahun sebelumnya, menjadi panitia acara “Bekasi Berbagi Berbahagia” (B3). Ahad 23 November 2008 silam, Mahanaim menipu umat Islam dengan kedok lomba tumpang se-Bekasi yang akan dimasukkan ke MURI (Musium Rekor Indonesia). Ternyata pada acara tersebut peserta dimandikan di kolam buatan di lapangan sebagai prosesi pembaptisan. Para korbannya kebanyakan wanita dari anak-anak, remaja hingga nenek-nenek berjilbab.

______________

giraffe

March 1, 2012 at 9:36 pm

ada yg tinggal di kampung sawah? disitu juga sering ada kristenisasi

-=o0o=-

Penutup.

Akhirnya tepat sekali jika kita berkesimpulan, bahwa pemaksaan pemurtadan yang dilakukan oleh orang Kristen terhadap khususnya kaum Muslim, memang benar merupakan ajaran dari Alkitab itu sendiri. Selama tidak ada ayat Alkitab yang melarang pemaksaan, maka dapatlah diyakinkan bahwa inti dari Kristen adalah pemaksaan. Bahkan dibalik itu, justru Alkitab mempunyai ayat yang mengajarkan bahwa orang Kristen diberi mandat suci untuk memaksa orang lain untuk percaya kepada trinitas – Lukas 14:23.

Dan kalau orang Kristen selalu diyakinkan bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai, maka mengapa pemaksaan trinitas atas orang lain menjadi inti ajaran dari agama tersebut?

Di luar itu, kaum Muslim di seluruh Dunia benar-benar merasa tergoncang dengan munculnya portal Faithfreedom, yang salah satu fitnah terbesar yang portal ini lancarkan adalah, bahwa Islam adalah agama pemaksaan, baik memaksa orang lain untuk masuk Islam, atau pun memaksa Muslim yang murtad untuk kembali ke Islam, kalau tidak maka MAUT resikonya. Namun bukankah semua kita secara intelektual mengakui, bahwa Kristen lah dengan Alkitab nya yang mengajarkan bahwa memaksa manusia lain untuk percaya kepada trinitas sebagai suatu kesalehan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s