Penemuan Manuskrip Yaman Tidak Mampu Meruntuhkan Mushaf Utsmani

penemuan-manuskrip-yaman-tidak-mampu-meruntuhkan-mushaf-utsmani

Konon manuskrip Yaman di klaim Alquran tertua yang berbeda dengan mushafd Uthmani. di temukan oleh Gerd Puin di daerah Sanaa Yaman. Namun penemuan manuskrip itu tak mampu meruntuhkan mushaf Uthmani. Sebab mushaf Uthmani mempunyai sejarah yang amat jelas dengan ribuan saksi mata dan hidup sejak abad 1 Hijriah. Mempunyai ratusan ribu periwayatan lisan dan saksi mata. Juga  sejarah mushaf Uthmani, teks2 an Uthmani, asbabaun nuzul mushaf Uthmani, tertera di ratusan ribu riwayat-riwayat di buku-buku hadist Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibn Majah, dst.

Maka mushaf Uthmani MEMPUNYAI RAKSASA HISTORIS, SANAD, RIWAYAT, DENGAN PULUHAN RIBU BAHKAN RATUSAN RIBU SAKSI DAN PERIWAYAT LISAN SEJAK RASUL HINGGA TABIUT TABIIN. Jadi manuskrip Puin seperti seonggok sampah saja. Sebab tak ada satu pun khalifah, ulama, ahli hadist, aliran-aliran bidat, bahkan sekte Syiah yang getol menyerang mushaf Uthmani pernah sekalipun membicarakan adanya Alquran manuskrip Yaman ini. Jadi apa sebetulnya manuskrip Yaman ini???

Manuskrip Yaman kosong dari bukti-bukti sejarah dan tak pernah dibicarakan secuil pun pada abad ke 1 Hijriah dan seterusnya oleh siapapun. Maka manuskrip Yaman adalah Alquran palsu yang tak diterima oleh kodifikasi Uthman di Madinah. Siapa  pembuat Alquran palsu ini??? Kita pernah mengenal sejarah Yaman adanya Nabi-nabi palsu yang membuat-buat tandingan Alquran. Tradisi-tradisi ini mungkin kemudian dilanjutkan di Yaman oleh para penentang-penentang Islam.

Penemuan manuskrip Alquran palsu ini tak berarti apa-apa untuk menggoyang mushaf Uthmani. Walau menurut penelitian karbon mushaf ini sudah  ada 71 tahun setelah wafatnya Nabi, dan mushaf Uthmani tertua setelahnya, itu tak berarti apa-apa. Sebab sanad mushaf Uthmani bersambung hingga masa Rasulullh dan khalifah 4 dan seterusnya. Jadi histori dan sanad mushaf Uthmani dapat terlacak hingga masa Rasulullah saw. Sedang manuskrip Yaman kosong dari jejak sejarah, sanad dan kesaksian di abad ke 1 Hijriah.

Jadi manuskrip Yaman tak bernilai se-sen pun sebab ketika Alquran ditulis di Madina  masa Rasul oleh para pencatat Alquran, bisa saja orang-orang yang mau merusak Islam menulis Alquran palsu baik di Yaman maupun di daerah manapun. Seperti  misalnya diproduksi buku UUD 45 oleh Pemerintah …., lalu diciptakan UUD 45 yang palsu yang berbeda dari versi Pemerintah …. Misalnya 2000 tahun kemudian ditemukan manuskrip UUD 45 yang berbeda dengan versi 45 Pemerintah, kita bisa menuding itu palsu…, sebab UUD 45 versi Pemerintah sudah jelas sejarah kodifikasinya dan pemakaiannya berabad abad.

Berikut Para Saksi Mata, Para Pembicara, para Periwayat, Para Pemakai Mushaf Uthmani Sejak Abad 1 Hijriah

  • NABI MUHAMMAD SAW
  • Abu Bakar shiddiq (w 13h)
  • Umar bin Khatab (w 23h)
  • Usman bin Affan (w35h)
  • Ali bin abi Thalib (w41h)
  • Ibn syihab az Zuhri (50-124h)
  • Umar bnin Abdul Aziz (61-101 h)
  • Amarah binti Abdurrahmman (w29-106h)
  • Said bin Musayyab (w94h)
  • Urwah bin Zubair (w94h)
  • Abu bakar bin Abdurrahman al Makhzumy (w 94h)
  • Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Masud (w 98h)
  • Kharijah bin Zaid bin Tsabit (w 99h)
  • Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar (w 107h)
  • Sulaiman bin Yasar (w 107h)
  • Alqamah bin Qais Annakhai (w 62h)
  • Masruq bin Ajda (w63h)
  • Abdullah bin Amir (w 118h)
  • Kahaf bin Hisyam Albazzar (w 129h)
  • Ibn Abdirrahman as Saahmi (w123h)
  • Syuraih bin al Harist (w 95h)
  • Nafi Maula ibn Umar (w 117h)
  • Samurah bin Jundub (w 60h)
  • Zaid bin Ali (w 122h)
  • Saad bin Ubadah (w 15h)
  • Muhammad bin Sirin (w 110h)
  • Jabir bin Abdillah (w 75h)
  • Qatadah (118h)
  • Muhammad bin Alhanafiah (w80h)
  • Mujahid bin Jabr (w 74h)
  • Abdullah bin Abbas (w 69h)
  • Said bin Jubair (w 95h)
  • Abu Hurairah (w 58h)
  • Hammam bin Munabih murid Abu Hurairah (w 101h)
  • Ubaidillah bin Amru Almutradi (w 72h)
  • Ibrahim bin Ziyad (w92h)
  • Jabir bin Zaid (w93h)
  • Ibrahim Annakhai (w 96h)
  • Anas bin Malik (w 93h)
  • Aisyah isteri Rasul (w 57h)
  • Abu Said Alkkhudri (w 74h)
  • Abdullah bin Masud (w 32h)
  • Abdullah bin Amr bin Ash (w 43h)
  • Abu zar Alghifari (w 32h)
  • Aad bin Abi Waqqash (w 55h)
  • Muaz bin Jabal (w18h)
  • Abu Darda (w 32h)
  • dst

Saya masih dapat menunjukkan lewat sejarah bahwa masih banyak ratusan sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin, mereka semua meriwayatkan, membaca, membicarakan, mengutip hanya mushaf Uthmani. Mereka semua adalah saksi mata dan saksi hidup dari sejarah mushaf Uthmani. Tak pernah disinggung sedikitpun di kalangan Rasul,  sahabat, dst tentang materi yang bertentangan dengan mushaf Uthmani, apalagi manuskrip Yaman.

  • Sejarah Rasul
  • Sejarah  khalifah
  • Sejarah  sahabat
  • Sejarah  tabiin
  • Sejarah  tabiut tabiin
  • Kitab-kitab hadis
  • Serjarah klassik Islam
  • Kitab-kitab agama Islam klasssik

Semua membicarakan dan mengutip cuma mushaf Uthmani. Tak ada satupun yang mengenal adanya manuskrip Yaman atau pun membicarakannya.

Maka Alquran manuskrip Yaman walau secara arkelogis di temukan, bukan berarti suatu benda ilmiah…. Disiplin ilmu arkeologi memang ilmiah, namun benda-benda yang ditemukannya belum tentu bernilai ilmiah. Bisa saja suatu arkelogi menemukan suatu benda, baik benda bernilai asli maupun palsu. Jadi manuskrip Yaman adalah suatu usaha pembuatan Alquran palsu di saat kodifikasi Uthmani telah rampung… Jika anda belajar sejarah penyeragaman Alquran sejak abad 1 Hijriah, anda akan paham maksud saya. Jadi Alquran manuskrip Yaman hanya sampah palsu yang bernilai arkeologis. Sebab mushaf Uthmani padat dari segi sejarah, saksi mata, pengutipan dan riwayat. Sedang manuskrip Yaman kosong dari semua itu.

Berikut SEBAGIAN KECIL CONTOH SEUJUNG KUKU jumlah para penerus mushaf Uthmani, yakni tokoh-tokoh setelah abad 1 Hijriah (abad ke 2)

  • Abu Ubayd bin Qasim bin Sallam (w200h)
  • Abu Yusuf Alkufi (w1832h)
  • Imam Syafii (204h)
  • Imam Ahmad bin Hambal (241h)
  • Imam Malik (179h)
  • Imam Abu Hanifah (w150h)
  • Sulaiman bin Mahran Alamasy (w148h)
  • Nafi bin Abi Nuaim (w 167h)
  • Abdullah bi Katsir (w167h)
  • Abu Bakar Ashim bin Abi Nujud (w127h)
  • Abu Amr bin Ala al Madzani (w154h)
  • Hamzah bin Habib Alziyad (w145h)
  • Ibn Hamzah Alkasai (w 286h)
  • Imam al Auzai (w 157h)
  • Sufyan Tsaury (w 160h)
  • Laits bin Saad (w 175h)
  • Sufyan bin Uyainah (w 198h)
  • Abu Zinad (w 131h)
  • Muhammad bin Harran al Syaibani (w189h)
  • Dst

Buku-buku karangan mereka dipenuhi ayat Alquran yang sama kita dapatkkan pada mushaf Uthmani di era modern ini. Mereka semua tak pernah membicarakan dan apalagi mengetahui atau mengutip manuskrip Yaman. Tak ada satu pun ayat yang dikutip di abad 1 dan 2 Hijriah kecuali mushaf Uthmani, bukan ayat-ayat lain. Jika  Alquran manuskrip Yaman Alquran yang benar, niscaya manuskrip itu yang tersebar ke seluruh penjuru wilayah Islam. Jika benar Alquran manuskrip Yaman asli, bagaimana sejarah terjadinya perubahan menuju mushaf yang kita pegang sekarang??? Mengapa perubahan yang radikal itu tak terlacak sejarah padahal ratusan ribu mata memandang??? Siapa penambah-nambah dan pemalsunya???

Tak ada jawaban yang bisa di jawab. Memang terrnyata Alquran mushaf Uthmani-lah Alquran yang valid sepanjang masa. Dan manuskrip Yaman kosong melompong dari segi historis dan riwayat. Sebab  itu hanya usaha pembuatan Alquran palsu di luar kota Madinah saat itu.

Note,

Artikel ini merupakan sumbangan dari bro @miguel servetus,

Artikel ini saya sajikan untuk melengkapi pemahaman artikel ini,

https://sophislam.wordpress.com/2017/09/30/alquran-manuskrip-sanaa/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s