Shalawat Nabi, dan Menziarahi Makam

shalawat-nabi-dan-menziarahi-makam

By 1500

November 21st, 2010 pukul 00:07

oh itu penjelasannya :p

menurutku, kenapa orang2 islam melakukan sholawat kepada mayat nabi muhammad, karena muhammad tidak(belum) masuk surga, jadi manusia-manusia dungu yg beragama islam lah yg mendoakan agar mayat muhammad dapat masuk surga,

tapi orang2 islam tidak mengetahui atau pun memahami arti dari “mendoakan” orang mati tersebut, karena sesungguh orang mati adalah orang mati dan tak perlu diungkit-ungkit lagi ,

seperti org kristen yg mengalami pembaharuan dalam “roh” maka…. Orang yg mati hanya didoakan satu KALI saja, dan tidak usah didoakan berulang-ulang kali karena akan menimbulkan PEMUJAAN terhadap orang mati tersebut,

dan orang mati itu sudah menjadi tanggung jawab TUHAN, karena manusia hidup dari “tanah” dan akhirnya kembali kepada “tanah”.

jadi… Tidak baik kamu mendoakan orang tuamu bahkan sanak saudaramu yg sudah mati bahkan nabimu yg sudah mati tersebut, dengan membaca al-quran didepan kuburan mereka, dengan harapan dengan doa-doa mu, maka orang yg kamu doakan agar selamat = anehkan,

aku katakan jika hanya melakukan ritual tebar bunga di kuburan itu lebih baik seperti ritual agama hindu? tapi jangan ucapkan kata ataupun berharap apapun terhadap kuburan/orang mati tersebut, karena kamu seperti halnya memuja orang yang sudah mati tersebut,

Sophislam,

November 22nd, 2010 pukul 09:25

Dear 1500 …

Anda bisa tehe dari mana bahwa Muhammad tidak (belum) masuk Surga? Perkataan Anda bahwa Muhammad tidak / belum masuk Surga, hanya klaim Anda saja kan? Apakah Anda belum membaca / visit artikel saya yang url nya sudah saya provide di page ini? Bersalawat kepada Muhammad Saw bukan berarti mendoakan Muhammad supaya Muhammad Saw bisa masuk Surga …. Selengkapnya, baca lagi di artikel / blog saya.

@ https://sophislam.wordpress.com/2016/12/30/muhammad-banyak-istighfar-banyak-dosa/

@ https://sophislam.wordpress.com/2017/06/19/memperkarakan-shalawat-kepada-nabi/

@ https://sophislam.wordpress.com/2017/06/04/misteri-shalawat-nabi/

Pernyataan Anda,

KARENA SESUNGGUH ORANG MATI ADALAH ORANG MATI DAN TAK PERLU DIUNGKIT-UNGKIT LAGI, SEPERTI ORG KRISTEN YG MENGALAMI PEMBAHARUAN DALAM “ROH” MAKA…. ORANG YG MATI HANYA DIDOAKAN SATU KALI SAJA, DAN TIDAK USAH DIDOAKAN BERULANG-ULANG KALI KARENA AKAN MENIMBULKAN PEMUJAAN TERHADAP ORANG MATI TERSEBUT,

DAN ORANG MATI ITU SUDAH MENJADI TANGGUNG JAWAB TUHAN, KARENA MANUSIA HIDUP DARI “TANAH” DAN AKHIRNYA KEMBALI KEPADA “TANAH”

JADI… TIDAK BAIK KAMU MENDOAKAN ORANG TUAMU BAHKAN SANAK SAUDARAMU YG SUDAH MATI BAHKAN NABIMU YG SUDAH MATI TERSEBUT, DENGAN MEMBACA AL-QURAN DIDEPAN KUBURAN MEREKA, DENGAN HARAPAN DENGAN DOA-DOA MU, MAKA ORANG YG KAMU DOAKAN AGAR SELAMAT = ANEHKAN,

Sophislam,

wah kalau itu kan hanya masalah kepercayaan, boy! Jadi Anda ga usah berkomentar yang amat kepercayaan-sentris begitu.

Sebagai analogi saja:

Orang Indonesia makan nasi. Dan orang Barat makan roti. Kita yang orang Indonesia menghina orang Barat karena mereka makan roti. Pun orang Barat menghina orang Indonesia karena makan nasi. Pertanyaan saya adalah, buat apa saling menghina, antara orang Barat dan orang Indonesia? Kalau orang Barat itu terlahir sebagai orang Indonesia, pasti mereka akan makan nasi kok. Dan kalau orang Indonesia terlahir sebagai orang Barat, toh mereka akan makan roti. So, buat apa diperdebatkan?

Maksudnya, masalah mendoakan orang yang sudah wafat ini, untuk diperbandingkan dengan kepercayaan Kristen (yang tidak mengajarkan demikian), maka tidak akan ada titik temu nya! Buat apa?? Jatoh2nya paling saling menunjukkan subjektivisme masing-masing!!

Yang perlu diperdebatkan adalah, hanya masalah seputar / perbandingan teologi masing-masing agama, sejarah agama agama tersebut, kualitas penulisan ulang kitab sucinya, dan lain lain.

Anda bilang,

AKU KATAKAN JIKA HANYA MELAKUKAN RITUAL TEBAR BUNGA DI KUBURAN ITU LEBIH BAIK SEPERTI RITUAL AGAMA HINDU? TAPI JANGAN UCAPKAN KATA ATAUPUN BERHARAP APAPUN TERHADAP KUBURAN / ORANG MATI TERSEBUT, KARENA KAMU SEPERTI HALNYA MEMUJA ORANG YANG SUDAH MATI TERSEBUT,

Sophislam,

Sedih sekali Anda tidak memahami mengapa kaum Muslim melakukan tabur bunga di kubur kerabat mereka. Walau saya sadar bahwa penjelasan saya ini tidak ada gunanya untuk diperdebatkan, namun ada baiknya Anda memahami satu keagungan Islam.

Bunga adalah mahluk yang mengandung air. Selama bunga itu masih basah (artinya, mengandung air) maka selama itu juga sang bunga akan terus memanjatkan doa ampunan kepada Allah Swt bagi sang jenazah. Oleh karena itu, sebenarnya bukan bunga saja yang dapat ‘dihadiahkan’ ke atas makam seseorang. Dapat juga berupa pelepah kurma yang belum kering, menyiramkan air itu sendiri … itulah sebabnya, banyak kaum Muslim yang menanamkan bunga-bunga (supaya tumbuh) di atas makam. Karena dengan terus tumbuhnya bunga tersebut, maka selama itu bunga itu akan terus mengandung air. Dan selama bunga itu mengandung air, maka selama itu sang bunga akan terus memanjatkan doa ampunan kepada Allah Swt bagi sang jenazah.

Kemudian, kaum Muslim dengan tegas-tegas DILARANG untuk memuja orang yang sudah mati. Hubungan manusia yang masih hidup dengan orang yang sudah mati hanya terletak pada permohonan doa ampunan kepada Allah Swt atas mereka yang sudah wafat. Kalau memuja hanya sekedarnya saja, itu lumrah dan fitrah. Peradaban / bangsa mana sieh yang tidak memuliakan pahlawan-pahlawan mereka yang sudah wafat? Memang nya umat Kristen tidak pernah memuja pahlawan pahlawan mereka yang sudah wafat?

Namun yang jelas, Muslim DILARANG datang ke makam untuk meminta berkat dan meminta restu / petunjuk kepada sang jenazah. Itu namanya SYIRIK!!

MEMBACA-BACA AYAT / ALQURAN DI KUBUR PUN JUGA TERLARANG DI DALAM ISLAM. Anda harus tahu itu mulai dari sekarang. Memang, para ulama pun menyadari banyak sekali praktek keislaman yang berkembang di akar rumput umat yang menyalahi ajaran Islam itu sendiri. Saya sendiri pernah melihat keluarga-keluarga mendatangi makam anggota mereka dengan membawa kitab Yasin. Dan di makam itu mereka membacakan surah Yasin (plus surah Fatihah) untuk sang jenazah. Itu salah! Islam tidak pernah mengajarkan demikian.

Tujuan Islam mengajarkan umat manusia berziarah kubur bukan lah untuk membacakan doa kubur di sana, atau membaca ayat Alquran di sana. Namun tujuan Islam yang sebenarnya adalah SUPAYA MANUSIA YANG MASIH HIDUP INGAT AKAN MATI. Itu saja. Hanya kemudian saja telah terjadi pergeseran atau penyelewengan. Saya harap Anda pun bisa membedakan mana yang merupakan ajaras Islam dan mana yang merupakan produk penyelewengan…

Harap Anda catat, berkenaan dengan hal ini, Muhammad Saw pernah bersabda,

Agama itu adalah nasihat. Dan sebaik-baik nasihat adalah MATI.

Artinya apa?

Artinya adalah, bahwa ada baiknya manusia yang hidup melakukan ziarah ke kubur supaya mereka ingat akan MATI. Itu saja.

Kebalikannya, Islam menganjurkan / mengajarkan, bahwa sebaiknya keluarga keluarga TIDAK PERLU mendatangi makam kerabat mereka kalau ingin mendoakan sang jenazah. Cukup dengan mendoakan sang jenazah dari rumah mereka saja….

Sehingga, kalau pun mereka akan ke makam juga, maka pastikan tujuan nya hanya untuk ingat akan mati.

Faham?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s