Mari Sembah Kabah

mari-sembah-kabah1

Banyak kaum kapirit tuduh bahwa Muslim adalah kaum sembah berhala, mengingat kaum Muslim sujud ke arah Ka’bah, yang mana ini berarti bahwa Muslim sembah Ka’bah. Apakah ada bukti bahwa Muslim tidak sembah Ka’bah?

  1. Berhala harus lah di dalam bentuk mahluk hidup, baik ia di dalam bentuk manusia, atau hewan, atau jin atau dewa. Sementara Ka’bah hadir di dalam bentuk rumah, rumah belaka. Dan rumah bukan lah mahluk hidup. Ini berarti Muslim tidak sembah berhala, karena Ka’bah tidak dapat disamakan dengan berhala.
  2. Di dalam penyembahan berhala, maka di dalam upacara penyembahan berhala itu, sang berhala harus lah ada di depan manusia sang penyembah tersebut. Di dalam kasus Ka’bah, tidak lah demikian. Kerap terjadi di mana pemelihara Masjid Alharam akan merenovasi Ka’bah di mana Ka’bah yang lama harus diruntuhkan seluruhnya untuk dibangun Ka’bah yang baru. Ketika Ka’bah yang lama itu diruntuhkan seluruh nya, maka sang Ka’bah itu TIDAKADA(karena sedang dipugar untuk dibangun yang baru). Toh jemaah manusia di sekitar tempat Ka’bah itu berdiri tetap bersujud ke arah tempat di mana Ka’bah itu berdiri. Artinya, Muslim tidak sembah Ka’bah, karena sang Ka’bah toh sedang tidak ada. Jadinya, Muslim itu sujud KE ARAH TEMPAT KABAH ITU BERDIRI, bukan Ka’bah nya sendiri. Dari point ini, jelaslah bahwa Muslim sujud ke arah Ka’bah hanya sebagai PERSATUAN ARAH. Bukan Ka’bah nya yang dicari, namun tempat di maka Ka’bah itu berdiri lah yang dicari.
  3. Muslim bisa masuk ke dalam Ka’bah dan salat / sujud di dalam Ka’bah tersebut ke arah mana pun yang dia suka. Hal ini mengindikasikan bahwa Muslim tidak sujud ke Ka’bah. Kalau lah memang benar bahwa Muslim sujud ke Ka’bah, maka mengapa Muslim diberi ijin untuk masuk ke dalam Ka’bah dan salat di dalam Ka’bah tersebut?
  4. Berhalaisme pastilah mempunyai banyak replica dari berhala, atau dengan kata lain kaum sembah berhala pasti akan mempunyai patung berhala di dalam jumlah yang banyak, untuk mereka letakkan di tempat-tempat yang mereka sukai. Ka’bah tidak lah demikian. Di muka Bumi ini hanya ada satu Ka’bah, yaitu yang ada di Mekah. Kalau lah Ka’bah adalah berhala, maka pastilah banyak replica Ka’bah di muka Bumi ini. Pun kalau seandainya diJakartaini ada Ka’bah yang benar-benar sama dengan yang ada di Mekah, pastilah seluruh Muslim tidak akan sujud ke arah Ka’bah Jakarta tersebut. Lebih dari itu, pastilah Ka’bah Jakarta itu akan diruntuhkan oleh kaum Muslim karena dianggap bathil! Ini artinya Ka’bah bukan lah berhala, dan Muslim tidak lah sembah berhala.
  5. Di dalam berhalaisme, penyembah berhala teramat mensakralkan patung berhala tersebut. Tidak lah demikian hal nya dengan Ka’bah. Ajaran Islam bahwa Ka’bah boleh diruntuhkan, adalah salah satu bukti bahwa Muslim tidak sakralkan Ka’bah. Di dalam sejarahkotaMekah, pernah ada seorang pemberontak yang bersembunyi di dalam Ka’bah. Aparat keamanan diberi hak untuk membombardir Ka’bah tersebut (sehingga runtuh) demi melumpuhkan sang penjahat. Sesudah Ka’bah itu runtuh dan sang penjahat sudah dilumpuhkan, maka Ka’bah yang baru pun dibangun. Note, Muslim memang tidak mensakralkan Ka’bah (seperti halnya kaum pagan). Namun bukan berarti Muslim diajarkan untuk mudahnya menghina Ka’bah.
  6. Sebenarnya di sepanjang masa Ka’bah tidak pernah dianggap / diperlakukan sebagai berhala. Pada masa pra Islam pun, kaum pagan Mekah tidak pernah menganggap / memperlakukan Ka’bah sebagai berhala. Yang benar adalah, kaum pagan pra Islam MELETAKKAN patung-patung berhala mereka di dalam Ka’bah. Jadi, bukan Ka’bahnya yang mereka berhalakan, namun patung-patung berhala mereka lah yang mereka letakkan di dalam Ka’bah, sehingga seolah Ka’bah adalah rumah kramat bagi mereka. Nah apakah dasarnya bagi kaum kapirit untuk menuduh bahwa Muslim sembah Ka’bah sebagai berhala di dalam Islam?
  7. Di dalam berhalaisme, suatu berhala dianggap sebagai perwujudan Tuhan, atau dengan kata lain, berhala adalah TUHAN YANG DIPATUNGKAN. Ka’bah tidak lah demikian. Ka’bah bukanlah ALLAH YANG DIPATUNGKAN. Sampai detik ini saja semua Muslim tidak pernah mengetahui rupa Allah. Nah apalagi mematungkanNya?
  8. Tuah Ka’bah memang empiris, faktual. Sementara itu, tuah suatu berhala hanya lah isapan jempol belaka.
  9. Di dalam berhalaisme, sembah mereka ke arah berhala adalah MUTLAK. Sementara di dalam Islam, sujud / arah sembah mereka kepada Allah ke arah Ka’bah hanyalah suatu idealisme. Dengan kata lain, kalau mereka sujud ke arah Ka’bah, maka hal itu TIDAK MUTLAK. Kaum Muslim dapat sujud kepada Allah ke arah mana saja yang mereka sukai. Namun sungguhpun demikian, sujud ke arah Ka’bah hanya merupakan PERSATUAN ARAH saja.
  10. Muslim ketika berada di Masjid Haram dan melihat Kabah, disunnahkan untuk berdoa “Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kehebatan pada Baitullah ini. Dan tambahkanlah pada orang-orang yang memuliakannya dan mengagungkannya dari orang-orang yang berhaji dan umroh, kemuliaan, kebesaran, kehormatan dan kebaikan”. Maksudnya, Muslim dianjurkan untuk mendoakan Kabah. Kalau lah Kabah adalah berhala (yang mana itu berarti Kabah adalah Tuhan) maka mengapa Muslim diajarkan untuk mendoakan Kabah? Apakah mungkin umat diajarkan untuk mendoakan Tuhan? Jadinya, ajaran sunnah Rasul untuk mendoakan Kabah, adalah bukti bahwa Kabah bukanlah berhala, dan sekaligus bukti bahwa Muslim tidak sembah berhala.

Penutup

Kaum kapirit tidak dapat membuktikan bahwa Ka’bah adalah berhala milik kaum Muslim. Kebalikannya justru kaum kapirit lah yang sembah begitu banyak berhala di dalam kehidupan mereka. Kalau lah kemudian mereka dapat mengenali dan mengkarakteristikkan berhala mereka sendiri, maka pastilah mereka akan menemukan perbedaan yang amat kentara antara berhala mereka dengan Ka’bah. Jika sudah demikian maka itulah saatnya mereka insaf bahwa Ka’bah bukan lah berhala, dan bahwa mereka harus tinggalkan praktek sembah berhala mereka yang sesat, dan beralih menjadi Muslim yang hanya sujud kepada Allah, di mana pun mereka berada.

Mazmur 5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Mazmur 138:2 Aku hendak sujud KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Yehezkiel 44:4. Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka KE ARAH YERUSALEM; TIGA KALI SEHARI ia berlutut, BERDOA SERTA MEMUJI ALLAHNYA, seperti yang biasa dilakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s