Dari Mekkah ke Masjid Aqsa

antara-kabah-dan-masjidil-aqsa

Abu Dzar berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama kali dibangun di bumi?’ Rasulullah berkata, ‘Masjidil Haram.’ Aku berkata, “Lalu masjid apa?’ Beliau berkata, ‘Masjidil Aqsha.’ Aku berkata, ‘Berapa jarak antara keduanya?’ Beliau berkata, ‘Empat puluh tahun.” (HR Bukhari)

Seorang Muslim mengungkapkan kebingungannya mengenai hakikat Masjid Aqsa ini. Demikian ia menulis,

Ada beberapa kejanggalan pada ayat di bawah
Al Israa’: 1 »
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-masjidil aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 17:1)

1. Masalah pertama
Banyak tafsiran masjid aqsha yg dimaksud adalah yg di Palestina, kita kembali ke sejarah, masjidil aqsha yg dibangun diatas temple Sulaiman ini ketika jaman Khalifah Umar … jadi ayat trsebut telah turun, padahal masjid yg dimaksud belum ada.
2. Masalah kedua
Yang kedua, ada riwayat ketika Rasulullah ditanya berapa tahun jarak pembangunan antara masjidil haram dan masjidil aqsha beliau mengatakan 40 tahun, padahal masjidil haram dibangun pada jaman Nabi Ibrahim.
3. Masalah ketiga
Ditilik dari artinya masjid: sujud sedangkan aqsha : terjauh, jadi yg dimaksud adalah masjid terjauh. sedangkan masjidil aqsha yg di palestina bukan yg terjauh.

Dengan tiga pertentangan diatas maka pendapat saya, masjidil aqsha adalah bukan yg di palestina. Mohon tanggapannya!! :(

Islamthis,

Pertama.

Di dalam suatu Alhadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa Masjid pertama yang dibangun pertama kali oleh manusia di muka Bumi ini adalah Kabah di Mekkah. Dan kemudian Masjid kedua yang dibangun oleh manusia di muka Bumi ini adalah Masjid Aqsa di Jerusalem. Jarak keduanya adalah 40 tahun.

Kedua.

Keduanya, Kabah di Mekkah dan Masjid Aqsa di Jerusalem sama-sama dibangun oleh Nabi Adam. Dengan kata lain, setelah Nabi Adam membangun Kabah di Mekkah, Adam harus melewati 40 tahun untuk membangun Masjid Aqsa. Atau, 40 tahun itu dihitung dari setelah Adam selesai  membangun Kabah di Mekkah.

Ketiga.

Setelah Adam selesai membangun Kabah di Mekkah, Allah memerintahkan Adam untuk meninggalkan Kabah itu, bahwa Adam diperintahkan oleh Allah Swt untuk berjalan di muka Bumi ini untuk mencapai ‘tempat tinggal baru’. Hal ini disebabkan karena di tempat di mana Adam membangun Kabah itu (yaitu Mekkah) Adam selalu menangis meratapi perpisahannya dengan Allah dari dalam Surga. Mekkah berasal dari kata ‘bakkah’ yang berarti menangis.

Keempat.

Tempat tinggal baru itu, adalah suatu tempat yang kala itu Adam belum mengetahuinya. Adam hanya diperintahkan oleh Allah untuk berjalan saja di muka Bumi untuk meninggalkan / menjauhi Kabah. Kalau Adam sudah sampai di tempat yang dimaksudkan oleh Allah tersebut, maka Allah akan memerintahkan Adam untuk berhenti. Dengan kata lain, jika suatu saat Allah memerintahkan Adam untuk berhenti dari perjalanannya, maka tempat itulah yang dimaksudkan oleh Allah sebagai tempat tinggal yang baru, alias TANAH YANG DIJANJIKAN.

Kelima.

Demikianlah, Adam pun mentaati perintah Allah untuk berjalan di muka Bumi ini demi meninggalkan Kabah. Adam berjalan bersama istrinya yaitu Siti Hawa. Adam dan istrinya hanya berjalan saja NGARUL NGIDUL tak berketentuan arah. Intinya toh Adam hanya diperintahkan untuk berjalan di muka Bumi itu. Berdua bersama istrinya untuk meninggalkan Kabah jauh-jauh.

Keenam.

Sesudah berjalan sekian lama, turunlah perintah Allah untuk Adam untuk berhenti melangkah / berjalan. Ini berarti Adam sudah sampai di tempat yang dimaksud oleh Allah yaitu ‘tempat tinggal yang baru’ alias TANAH YANG DIJANJIKAN tersebut. Tanah tersebut sekarang bernama Jerusalem, alias NEGERI YANG DAMAI.

Ketujuh.

Adam dan istrinya pun berhenti, demi mengetahui bahwa tanah yang dia pijak sekarang akan menjadi tempat tinggal barunya. Adam bertanya kepada Allah, YA ALLAH SUDAH BERAPA LAMAKAH AKU BERJALAN SEJAK AKU MENINGGALKAN KABAH ITU?? Allah menjawab, “kau sudah berjalan di muka Bumi itu selama 40 tahun….”.

Kedelapan.

Sesampainya Adam di tanah yang baru tersebut,  perintah Allah yang pertama untuk Adam adalah perintah untuk membangun Masjid untuk menyembah Allah di tanah yang baru itu. Masjid itu kelak akan diberi nama Masjid Aqsa.

Kesembilan.

Masjid Aqsa. Aqsa menurut bahasa berarti JAUH atau PALING UJUNG. Masjid itu dinamakan Masjid Aqsa karena tempatnya berdiri merupakan tempat yang paling jauh di muka Bumi ini dari Kabah di Mekkah.

Kesepuluh.

Kalau dihitung dengan benar, maka sebenarnya tempat di mana Masjid Aqsa ini berdiri BUKANLAH TEMPAT YANG TERJAUH dari Mekkah di muka Bumi ini. Sydney di Australia pasti lebih tepat untuk dikatakan tempat yang paling jauh dari Mekkah di muka Bumi ini. Lantas mengapa Masjid Aqsa dikatakan sebagai Masjid yang tempatnya paling jauh di muka Bumi ini dari Kabah di Mekkah?

Kesebelas.

Masjid Aqsa di Jerusalem itu merupakan Masjid yang tempatnya merupakan tempat paling jauh di muka Bumi ini dari Mekkah, BUKAN DIHITUNG MENURUT GARIS LURUS YANG DITARIK DARI MEKAH KE JERUSALEM. Tempat terjauh dari Mekkah itu sebenarnya dihitung MENURUT RUTE JALAN KAKI yang ditempuh Adam dari Mekkah untuk akhirnya mencapai Jerusalem.

Keduabelas.

Adam tidak pernah menempuh / membuat rute jalan kaki berupa garis lurus yang ditarik dari Mekkah ke Jerusalem. Allah sebenarnya telah MEMUTAR-MUTAR Adam di muka Bumi ini ketika ia berjalan kaki tersebut – sehingga rute jalan kaki yang dibuat Adam dari Mekkah ke Jerusalem tersebut jadi menyerupai BENANG KUSUT. Kalau Adam menempuh rute jalan kaki yang lurus dari Mekkah ke Jerusalem, maka tentulah Adam tidak membutuhkan waktu 40 tahun untuk sampai di Jerusalem. Tiga bulan pasti sudah sampai, tidak perlu memakan waktu hingga 40 tahun.

Ketigabelas.

Allah telah memutar-mutar Adam di muka Bumi ini di dalam perjalanan jalan kakinya dari Mekkah ke Jerusalem. Maksud Allah berbuat demikian adalah, SUPAYA ADAM MELIHAT SELURUH KAMPUNG DI BUMI INI YANG KELAK AKAN DITINGGALI oleh anak keturunannya. Ini artinya Adam telah sampai di China, Depok, Inggris, Philipina, India, Jepang, dan seterusnya. Ketika Adam sampai di China, Allah berseru, “Wahai Adam, negeri yang kau injak sekarang ini adalah negeri China. Di negeri itulah Aku akan menempatkan anak-anak keturunamu kelak”. Adam pun berkata, “Ya Allah, kelak ketika anak-anakku sudah sampai di negeri china ini, maka berkatilah mereka, tunjukilah mereka, rahmatilah mereka, berilah mereka semua rezeki dari sisi Engkau. Sungguh ya Allah, mereka adalah anak-anakku semua…”. Allah pun berkata, “Ya!”. Begitu juga ketika Adam sampai di kampung-kampung lainnya.

Keempatbelas.

Adam hanya akan melewati setiap tempat / kampung itu SEKALI SAJA, karena tempat lainnya juga harus dikunjungi Adam as, alias mengantri untuk dikunjungi Adam as. Adam tidak pernah berada / melewati suatu kampung untuk kedua kalinya. Dengan demikian, tidak ada satu kota / desa / kampung pun di muka Bumi ini yang tidak dikunjungi / dilihat Adam. Di setiap kota / desa di muka Bumi ini, TERDAPAT JEJAK KAKI ADAM sebagai bukti bahwa Adam pernah berada di desa / kota tersebut.

jejak-kaki-raksasa-yang-ditemukan-di-manado-tomohon

Kelimabelas.

Ketika Adam sampai di Jerusalem, Allah memerintahkan Adam untuk berhenti. Ini artinya, ketika Adam sampai di Jerusalem, TIDAK ADA KOTA / TEMPAT yang belum dikunjungi oleh Adam. Ini artinya adalah, Jerusalem merupakan tempat terakhir di muka Bumi ini yang dikunjungi Adam. Ketibaan Adam di Jerusalem  merupakan pamungkas / penutup dari serangkaian perjalanannya mengunjungi kota-kota / desa-desa di seluruh Dunia ini. Jelasnya, Jerusalem adalah TEMPAT TERJAUH dari rute yang dibuat Adam sejak Adam meninggalkan Kabah di Mekkah. Itulah sebabnya, dikatakan bahwa kota Jerusalem berada DI PALING UJUNG dari rute yang ditempuh Adam, karena di kota inilah Adam membangun mesjid yang kedua, yaitu Masjid Aqsa, yang berarti Masjid Paling Jauh.

Keenambelas.

Adam di dalam perjalanan kakinya menuju Jerusalem tersebut dari Mekkah, telah melewati seluruh negeri di muka Bumi ini. Sebut saja salah satunya adalah Sydney di Australia. Pertanyaannya adalah, bagaimana Adam bisa sampai di Sydney? Apakah Adam naik perahu? Bukankah perahu pertama kali dibuat oleh Nabi Nuh? Atau apakah Adam berenang menyebrangi laut untuk sampai ke Australia? Dan bagaimana juga kota-kota lain di Dunia ini yang terletak di seberang lautan, seperti Jepang dan Korea??

Ketujuhbelas.

Tidak. Adam tidak perlu berenang atau naik perahu untuk bisa sampai di Australia atau Jepang atau Amerika Latin. Adam cukup berjalan kaki saja bersama istrinya.

Kedelapanbelas.

Ada dua hal yang harus diingat mengenai hal ini. PERTAMA. Adam dan istrinya adalah manusia yang mempunyai tubuh yang berukuran besar. Artinya mereka kuat. Langkah kaki mereka adalah langkah kaki yang panjang. Besarnya ukuran tubuh mereka ini pun memang sudah diakui baik secara ilmiah mau pun secara kitabiah. Baik Alquran, Alhadits mau pun Alkitab menjelaskan bahwa manusia-manusia jaman dahulu mempunyai ukuran yang besar.

tubuh-adam-tinggi-besar-kalau-adam-punya-sepeda-maka-sebesar-inilah-sepedanya

KEDUA. seluruh daratan pada masa Adam masih merupakan SATU KESATUAN yang tidak terpisahkan oleh laut samudra. Ilmu Pengetahuan mengajarkan kepada kita semua bahwa dahulu kala planet Bumi ini hanya terdiri dari SATU SAMUDERA DAN SATU BENUA. Dan satu benua itu disebut dengan PANGEA. PAN berarti gabungan / satu, dan GEA (GEO) berarti tanah. Di dalam Pangea – lah, Australia Amerika Eropa Selandia baru dan lain lain bertautan dengan benua Asia. Itulah sebabnya semua tempat di Bumi ini dengan mudahnya dicapai oleh Adam karena kesemua daratan masih menyatu dengan benua Asia, tempat Kabah dan Jerusalem.

Pangea

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pangea atau Pangaea (dalam bahasa Yunani Kuno, pan berarti “keseluruhan, seluruh” dan gaia berarti “bumi”) adalah benua raksasa pada zaman Paleozoikum dan Mesozoikum kira-kira 250 juta tahun yang lalu. Benua raksasa ini akhirnya terpecah menjadi beberapa potong benua atau lempeng yang selanjutnya menyebar ke seluruh permukaan bumi.

_______________

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Pangea

Access date | 8/24/2011

Kesembilanbelas.

Sesampainya Adam di Jerusalem, Adam membangun Masjid kedua yaitu Masjid Aqsa. Setelah itu, Adam melihat bahwa istrinya mengandung, dan kemudian melahirkan si kembar. Itulah awal kebahagiaan Adam di tempat yang jauh dari Kabah. Semula Adam tidak percaya kepada apa yang dijanjikan Allah, bahwa ada tempat di muka Bumi ini yang jauh dari KabahNya, yang mana di tempat itu Adam beroleh damai dan tentram. Adam hanya mengerti bahwa hanya di dekat Kabah lah yang dapat membuatnya damai dan tentram, tidak di tempat lain. Namun toh Allah mempunyai pandangan lain. dan ternyata benar saja. Di tanah baru itu, yang jauh dari Kabah itu, untuk pertama kalinya Adam dapat berasa damai dan tentram. itu semua karena istrinya melahirkan anak-anaknya yang rupawan. Itulah sebabnya, kota / tempat itu dinamakan Jerusalem, NEGERI KEDAMAIAN.

Keduapuluh.

Kisah ini hanya ada di dalam Islam. Kisah ini tidak akan pernah mendapatkan akar logikanya di dalam kepercayaan ahlul kitab yaitu agama Kristen dan Yahudi.

antara-kabah-dan-masjidil-aqsa2

Untuk melengkapi pemahaman artikel ini, silahkan baca artikel,

https://sophislam.wordpress.com/2017/09/22/mengapa-yerusalem/

1 Comment

  1. Awam, on September 8, 2011 at 6:20 am said:
    Boleh tau sumber kisah ini dari mana ya mas?

    -o0o-

    Sophislam, on September 8, 2011 at 7:17 am said:
    dari bapak ihsan maftuh (kalau tidak salah orang dari depag RI). kala itu beliau menjadi narasumber pada acara shalat tarawih yang disiarkan langsung dari masjidil haram, bulan ramadhan beberapa tahun lalu (kalau tidak salah) di rcti.

    -o0o-

    Marshall Regg, on September 25, 2011 at 8:14 pm said:
    jikalau lautan pd wktu itu sdh sperti skrg pun Adam tetap dapat dengan mudah melewatinya.. Tinggi Adam 27,432 meter, Sedangkan Pacific Ocean (Lautan yg katanya terdalam di dunia) kedalamannya hanya 10,923 m.. (kira2 hanya sepinggangnya).. Wow.. Dan apabila menyebrangi Selat Sunda cukup 3 langkah saja.. Wallahu a’lam..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s