Jesus Narsus – Membicarakan kebersihan

jesus-narsus-membicarakan-kebersihan

Dari Islam

Di dalam Islam umat diajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari Iman. Ungkapan itu berasal dari suatu Alhadis, yang mana itu berarti Muhammad Saw adalah seorang Nabi Tuhan yang mengajarkan kebersihan bagi umatnya.

Ketika seorang Muslim pergi ke sekolah madrasah, baik madrasah ibtidaiyah, maupun madrasah tsanawiya, madrasah aaliyah, atau juga ketika seorang Muslim menghadiri resepsi salat Jumat di Masjid-Masjid, atau mengikuti acara pengajian di kampung-kampung, kerap sekali mereka menyimak para pembicara atau para pengkhutbah yang mengajarkan ulang akan hal kebersihan yang sebenarnya adalah ajaran dari baginda Nabi Muhammad Saw. Sejak tingkat sekolah asal pun, Alhadis mengenai kebersihan ini sudah diajarkan, dan diimplementasikan.

Muhammad Saw sendiri bersama para sahabatnya adalah segolongan individu yang amat memperhatikan kebersihan ini. Itulah sebabnya Islam haruslah datang bersamaan dengan kebersihan. Islam tidak lah hanya melulu membicarakan Tuhan atau ketuhanan.

Akhir kata, ketika seorang Muslim mendatangi forum-forum baik forum pembicaraan keislaman maupun forum peribadatan, pastilah mereka akan menemui kemungkinan bahwa kebersihan turut dibicarakan.

Dari Kristen

Bagaimana dengan seorang Kristen dengan Gereja mereka? Apakah yang akan dibicarakan seorang pendeta di dalam Gereja-Gereja di depan jemaat mereka? Dan apakah yang akan dibicarakan para pengajar-pengajar Kristen di depan anak-anak Kristen ketika mereka ikut sekolah minggu?

Tidak ada!

Kecuali satu hal: semua pendeta di Gereja-Gereja, dan semua pengajar-pengajar Kristen di sekolah-sekolah Minggu hanya mengajarkan tentang Jesus. Jesus – Jesus – Jesus – Jesus………!!! Tidak ada yang lain.

Mereka hanya mengajarkan, bahwa Jesus adalah Tuhan, bahwa Jesus adalah anak Tuhan, bahwa Jesus adalah juru selamat, bahwa Jesus rela mati di tiang salib demi menebus dosa Dunia, bahwa Jesus adalah janji Tuhan di dalam Perjanjian Lama, bahwa Jesus adalah Raja Surgawi, Jesus adalah hakim Dunia di akhir jaman, bahwa Jesus adalah Tuhan yang pengasih, bahwa Jesus adalah pengharapan …… Jesus Jesus Jesus Jesus Jesus …….. Jesus hanya Jesus dan tidak ada pembicaraan lain di dalam Gereja maupun di sekolah Minggu kecuali Jesus Jesus Jesus ……

Gereja beserta para pendeta mereka, baik pendeta Kathololik, pendeta Protosetan, pendeta Orkhodox, pendeta Pantetkosa, maupun para pengajar-pengajar katekismus di sekolah-sekolah Minggu, tidak pernah mengajarkan bagaimana supaya semua umat menjaga kebersihan. Bahkan Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian paling ter-integrated dari Iman mereka terhadap Tuhan.

Kalau lah Alkitab sendiri tidak pernah mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari Iman (seperti halnya Islam), maka menurut mereka, Iman itu apa? Yeah apalagi, menurut mereka Iman itu hanya sebatas ngomongin Jesus Jesus Jesus Jesus Jesus …….. tidak ada yang lain ….

Jelaslah sekarang bahwa Kristen adalah agama yang amat dangkal sekali.

Hal ini hanya berimplikasi kepada 3 hal:

  1. Jesus adalah seseorang yang amat narsis! Jesus tahunya hanya (ingin) dipuja-puja di Gereja-Gereja dan di semua sekolah Minggu! Jesus menuntut jemaatnya yang selalu papa itu untuk selalu memuja-mujanya saban siang saban malam secara berketerusan….
  2. Kristen yang disajikan di dalam Gereja-Gereja dan sekolah Minggu adalah agama yang tidak mempunyai keterkaitan apa pun dengan hal-hal yang merupakan kemaslahatan umat, seperti kebersihan, hubungan muamalat, politik di tengah kehidupan berbangsa, cara berdagang dan seterusnya. Artinya, Jesus memang benar-benar narsis. Ia tidak perduli dengan kemaslahatan umat. Jesus tahunya hanya (ingin dah harus) dipuja-puja oleh semua manusia di bumi ini.
  3. Terlihat sekali bahwa agama Kristen adalah agama BIKINAN MANUSIA (dan hal itu pun memang sudah terbukti melalui serangkaian panjang penelitian dan perbandingan). Kalau lah Kristen adalah agama yang merupakan hidayah Allah yang turun dari langitNya, maka pastilah agama Kristen menjadi agama yang TIDAK SEPERLU DAN SENGOTOT itu untuk selalu membicarakan / memuja ketuhanan Jesus, karena yang terpenting adalah bagaimana umat yang beriman dapat hidup dengan layak dan bermartabat di muka bumi ini

Berbeda sekali dengan Islam dan umat Muslim. Apakah kaum Muslim ketika menghadiri pertemuan-pertemuan keagamaan hanya selalu membicarakan kerasulan Muhammad dan ketuhanan Allah – tanpa membicarakan cara-cara menjalani kehidupan ini yang penuh maslahat?

Jawabannya adalah tidak.

Di dalam Islam, Allah dan RasulNya tidak lah narsis, seperti Jesus di dalam agama Kristen.

Coba lihat seorang Muslim. Ketika seorang Muslim selesai dengan pipisnya maka ia segera ‘besih-bersih’ pada bagian pipisnya, karena memang demikianlah yang diajarkan oleh guru-guru agama mereka. Makanya, seorang Muslim ketika pipis, pasti hal pertama yang ia cari adalah (ketersediaan) air bersih untuk cebok sehabis pipis. Kalau air bersih tidak ditemukan, biasanya Muslim itu akan batal pipis dan lebih baik menahan pipisnya….

Bandingkan dengan perilaku seorang Kristen yang sedang pipis di urinoar. Setelah orang Kristen itu selesai dengan pipisnya, maka orang itu segera ‘terbang’ tanpa melakukan ‘ritus’ bersih-bersih di bagian organ pipisnya. Padahal di lain aspek, orang Kristen ini AMAT GETOLNYA beribadah di Gereja dengan terus memuja-muja Jesus sedemikian rupa.

Ow pantas!!! Memang dasar Tuhannya Kristen itu NARSIS ABISSSS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s