Jesus Narsus – Membicarakan Jabatan

jesus-narsus-membicarakan-jabatan

Dari Islam

Islam mengajarkan kepada kita bahwa menjalankan roda pemerintahan adalah sesuatu yang amat berat karena dia adalah tanggungjawab dari Allah Swt.  Salah satu ajaran Islam bahwa menjalankan roda pemerintahan itu adalah suatu tanggungjawab yang amat berat, adalah melalui Alhadits di atas, yaitu hendaklah setiap Muslim tidak meminta jabatan di kepemerintahan.

Dari Abu Sa’id (Abdurrahman) bin Samurah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku, “Ya Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau menuntut kedudukan dalam pemerintahan karena jika engkau diserahi jabatan tanpa meminta, maka engkau akan dibantu oleh Allah untuk melaksanakannya. Tetapi jika jabatan itu engkau peroleh karena permintaanmu, maka akan diserahkan ke atas bahumu atau kebijaksanaanmu sendiri. Dan jika engkau telah bersumpah atas sesuatu perkara kemudian engkau dapatkan perkara lainnya yang lebih baik, maka tebuslah sumpah itu dan kerjakanlah apa yang lebih baik itu.” (Bukhari – Muslim)

Alhadits ini juga mengajarkan bahwa Muslim hendaknya tidak gila kekuasaan. Islam membenci individu mana pun yang gila kekuasaan.

Pada acara-acara keagamaan, baik di dalam resepsi salat Jumat, atau salat Tarawih, atau pada saat pengajian di kampung-kampung, adakalanya sang ulama atau dai penceramah menyampaikan taushiyah yang bernada jabatan ini. Bahkan terkadang wejangan mengenai jabatan ini dikaitkan juga dengan keadilan dan keberpihakan kepada kaum yang lemah. Banyak sekali Alhadits yang mengindikasikan bahwa Allah akan memberkati para pemimpin yang adil dan mengasihi kaum papa.

Dari Kristen

Ketika seorang Kristen menghadiri kebaktian atau misa atau KKR di lingkungan Gereja mereka, apakah amanah Tuhan berupa jabatan ini juga selalu didengungkan oleh para pendeta / pastur mereka – seperti halnya kaum Muslim di Masjid-Masjid atau di mushala atau di tempat-tempat pengajian mereka?

Tidak!

Ketika seorang Kristen mendatangi acara kebaktian atau misa atau KKR, maka tidak ada yang menjadi fokus pembahasan mereka di dalam acara itu KECUALI menjerit-jeritkan kalimat Jesus Jesus – Jesus – Jesus, Jesus anak Tuhan, Jesus Raja Surga, Jesus penebus dosa, Jesus ini Jesus itu Jesus begini Jesus begitu – Jesus di sana senang Jesus di sini senang di mana-mana Jesusku senang ….

Lantas kapan Jesus / Gereja membahas jabatan dan kekuasaan di muka bumi ini dengan para jemaatnya?

Ah tidak pernah Gereja atau Jesus nya membahas bagaimana jabatan itu diperlakukan, karena Jesus itu teramat NARSIS. Jesus tidak pernah bersedia membahas hal lain di dalam kehidupan ini kecuali satu ide bahwa Jesus adalah anak Tuhan yang paling tampan dan baik hati …..

Maka jadilah jabatan di kalangan orang Kristen itu amburadul. Ada yang menjadi sekuler, ada yang menjadi ateis, ada yang menjadi agnostik dll ……

Coba pergilah ke Gereja, dan ikuti apa yang menjadi pembicaraan para pendeta / pastur di dalam Gereja itu. Yang akan didengar hanya lah kenyataan bahwa Jesus AMAT NARSIS…….

Dangkal sekali memang agama Kristen itu.

Terlihat sekali Kristen adalah agama bikinan manusia. Terlihat dari cakupan wacananya, tidak pernah jauh dari wacana ketuhanan Jesus……

Jesus tidak pernah urus umat dan dunia ini. Jesus hanya minta DIURUSI SAJA dari satu Gereja ke Gereja lainnya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s