Jesus Narsus – Jesus Sayang Ibu??

jesus-narsus-jesus-sayang-ibu

Dari Islam

Ketika kita semua duduk di bangku SD, guru mengajarkan kita lagu anak-anak yang sampai kita mati pun kita tidak akan pernah lupa. Lagu itu berkisah tentang hubungan kasih sayang di tengah keluarga kita. Begini lyric / syairnya ….

Satu satu aku sayang ibu …..

Dua dua juga sayang ayah …..

Tiga tiga sayang adik kakak …..

Satu dua tiga sayang semuanya …..

Lagu tersebut mengandung nilai filosofis dan efek psikologis yang amat kuat dan indah bagi setiap anak, terlebih di dalam lagu itu posisi ibu ditempatkan pada posisi yang pertama, kemudian ayah. Setidaknya melalui lagu itu setiap anak merasakan betapa intimnya sang anak dengan sang ibu, wanita yang telah melahirkan mereka dan teramat menyayangi sang anak sepanjang kehidupan sang anak.

Islam mengajarkan umatnya untuk berbakti kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu. Di dalam suatu Alhadis, dikisahkan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw,

Sahabat, “wahai Nabi, kepada siapa kah aku harus berbakti untuk pertama kali?”.

Nabi saw, “ibumu”.

Sahabat, “lalu siapa?”.

Nabi saw, “ibumu”.

Sahabat, “lalu siapa”.

Nabi saw, “ibumu”.

Sahabat, “lalu siapa?”.

Nabi saw, “ayahmu………….”.

Coba perhatikan. Tiga kali sahabat itu bertanya dengan satu pertanyaan, maka tiga kali pula Muhammad Saw menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sama, yaitu IBU. Ini artinya berbakti kepada ibu kandung adalah amal saleh yang paling tinggi di dalam Islam. Betapa tidak. Ibulah yang paling menderita dan paling banyak berkorban ketika melahirkan sang anak. Pun di lain pihak ibu adalah seorang manusia yang lemah.

Islam mengajarkan, selain berbakti kepada kedua orang tua merupakan bentuk kesalehan tertinggi, Islam juga mengajarkan bahwa seorang Muslim akan masuk Neraka untuk selama-lamanya jika dia berbuat aniaya kepada kedua orang tuanya. Anak durhaka dijamin masuk Neraka. Ini artinya Islam amat memuliakan orang tua, dan memerintahkan kepada setiap Muslim untuk memuliakan orang tua yang telah membesarkannya.

Terdapat begitu banyak Alhadis yang mengisahkan betapa sakralnya posisi kedua orang tua di depan sang anak. Bahkan ada Alhadis yang menjelaskan bahwa perintah untuk ikut perang-suci (perang agama) dapat dikalahkan oleh jatuhnya perintah sang orang tua terhadap sang anak untuk terus berada di rumah untuk menjaga orang tua tersebut.

Yang tidak kalah agungnya, adalah Alhadis yang berbunyi,

Ridha Allah terhadap seorang anak tergantung ridha orang tua terhadap anak itu. Dan murka Allah terhadap seorang anak tergantung murka orang tua terhadap anak itu.

Ini berarti Allah menggariskan bahwa seorang anak haruslah pandai-pandai memperlakukan kedua orang tua mereka dengan sebaik-baiknya jika sang anak ingin beroleh ridha Allah.

Alquran pun mengandung ayat yang mengajar umat Muslim untuk berbakti kepada orang tua dan memuliakan mereka. Bersyukur kepada Allah juga berarti bahwa seorang anak harus bersyukur kepada kedua orang tua mereka. Alquran mempunyai ayat yang indah mengenai hal ini,”janganlah kamu meninggikan suara kamu terhadap mereka, dan ucapkanlah perkataan yang mulia kepada mereka….”.

Demikian, kalau seorang Muslim sedang menghadiri

@resepsi salat Jumat di Masjid,

@atau ketika ia menghadiri pengajian di kampung-kampung,

@atau mungkin sekali ketika ia berada di madrasah tempat ia menuntut Ilmu keislaman,

@atau ketika ia mengikuti taushiyah ramadhan,

@atau mengikuti mimbar keislaman di media elektronik baik televisi maupun radio, dll,

pasti adakalanya sang ustadz atau sang khatib menyampaikan khotbah yang bertemakan berbakti kepada kedua orang tua ini. Sang ustadz tidak hanya berkhotbah mengenai ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad, namun sang ustadz / khatib juga berkepentingan menyampaikan risalahnya mengenai berbakti kepada kedua orang tua ini. Dan kalau seorang khatib tengah menyampaikan risalahnya mengenai bakti kepada kedua orang tua, pastilah Alhadis-Alhadis di atas turut dinukilkan sebagai penguat dari inti risalahnya…..

Dengan kata lain, setiap Muslim pasti dibesarkan di dalam pemahaman yang amat inherent dengan Islam itu sendiri bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan bentuk kesalehan tertinggi di mata Allah.

Kembali kepada lagu SATU-SATU AKU SAYANG IBU di atas.

Kita tentulah menyadari bahwa pengarang lagu tersebut pastilah seorang Muslim. Saya pribadi tidak mengetahui siapa pengarang lagu tersebut. Yang jelas, siapa pun dia, pastilah dia seorang Muslim. Tidak mungkin pengarang lagu tersebut adalah seorang non Muslim, khususnya, seorang Kristen. Mengapa? Karena jelas lagu tersebut AMAT SESUAI dengan titah baginda Rasulullah Muhammad Saw, yaitu bakti kepada ibu kandung adalah di atas bakti kepada yang lainnya.

Dari Kristen.

Agama Kristen adalah agama durjana, peninggalan kaum sesat sejak jaman paulus binti saul yang telah menyesatkan begitu banyak manusia…..

Di dalam hal berbakti kepada kedua orang tua ini, apakah Kristen / Alkitab / Gereja mempunyai ajaran yang luhur seperti halnya Islam?

Sepanjang sepengetahuan semua mahluk yang bernyawa, Alkitab maupun kehidupan Jesus itu sendiri TIDAK MEMPUNYAI penekanan spiritual mengenai berbakti kepada kedua orang tua ini. Perjanjian Lama bahkan hanya berkisah seputar kehidupan para Nabi-Nabi perjanjian lama, kemudian tata cara beribadah kepada Yahweh, dan kisah penciptaan bumi ini. Tidak ada satu pun ayat Alkitab baik dari perjanjian lama maupun perjanjian baru yang menyinggung berbakti kepada kedua orang tua ini.

Agenda Kristen.

Ketika seorang Kristen beribadah Minggu di Gereja, apa saja yang dibicarakan para pendeta di di dalam bangunan itu? Apakah para pendeta mereka terkadang juga membahas betapa penting dan agungnya berbakti kepada kedua orang tua?

Tidak!

Ketika seseorang Kristen beribadah Minggu di Gereja, maka yang mereka lakukan hanyalah menyembah – memuliakan – menyebut-nyebut – mentakbirkan Jesus semata. Hanya Jesus lah yang menjadi inti dari persembahyangan mereka. Semua orang yang ada di dalam Gereja hanya memfokuskan fikiran mereka kepada satu hal, yaitu bahwa Jesus adalah Tuhan, bahwa Jesus adalah anak Tuhan, bahwa Jesus adalah penuh kasih, bahwa Jesus rela mati di kayu salib demi menebus dosa semua orang yang percaya bahwa Jesus adalah anak Tuhan dan sang juru selamat. Bahwa – bahwa – bahwa – bahwa – bahwa Jesus – Jesus – Jesus – Jesus adalah begini begini begini begitu begitu begitu …..apa mereka tidak capek ngomongin Jesus melulu saban hari?

Jelaslah bahwa Jesus adalah satu nama di dalam kehidupan ini yang narsisnya luar biasa. Belum ada satu pun nama di dalam kehidupan ini yang narsisnya melebihi Jesus ini….

Tepat sekali!

Justru Jesus menuntut semua umat manusia untuk selalu menyembahnya, untuk selalu memuliakan namanya, untuk selalu mentakbirkan namanya …. Sehingga yang boleh dilakukan orang di dalam Gereja atau sekolah Minggu atau acara KKR hanyalah mengagung-agungkan Jesus semata. Jesus tidak pernah membolehkan umatnya untuk membicarakan bagaimana berbakti kepada kedua orang tua ini. Hal itu tidak perlu, kata Jesus. Yang perlu adalah selalu menyembah dan memuliakan namanya saja……

Ketika Jesus menuntut semua umat manusia untuk selalu menyembahnya dan untuk selalu memuliakan namanya, pun para manusia itu menurut saja. Maka jadilah, semua Gereja di bumi ini, dan semua sekolah Minggu, dan semua KKR, dan lain lain, sebagai suatu lembaga / forum yang hanya memuliakan dan membicarakan Jesus semata, tidak boleh digunakan untuk membahas kepentingan-kepentingan lain umat manusia demi kemaslahatan mereka….. apalagi membahas bagaimana berbakti kepada kedua orang tua ini.

Narsis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s