INRI Suatu Data Forensik

inri-suatu-data-forensik

INRIIesus Nazareus Rex Iudarium, atau di dalam bahasa Indonesia menjadi Yesus dari Nazareth, Raja Yahudi, adalah 4 huruf yang dipakukan ke atas kayu salib tempat di mana Yesus disalibkan, menurut keyakinan kaum Kristen. INRI dengan demikian adalah suatu ‘tuduhan’ atau ‘dakwaan’ yang dipakai oleh pejabat Romawi kala itu untuk menghukum mati Yesus di atas kayu salib. Jadinya, penguasa Romawi kala itu menangkap, menyidangkan dan kemudian menghukum mati Yesus atas adanya tuduhan (yang amat kuat dan benar) bahwa Yesus telah berkhotbah keliling Yerusalem dengan tujuan untuk menjadi raja atas Yerusalem, mengalahkan otoritas pejabat Romawi kala itu. Berkhotbah dianggap sebagai salah satu cara untuk merebut simpati massa dan kemudian pengikut. Singkatnya, Yesus didakwa ingin berbuat makar.

Muhammad Saw pun juga demikian. Nabi dari tanah Arabia ini berkhotbah menerangkan ayat-ayat Allah supaya manusia kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan jalan yang salah. Implikasi lurusnya adalah, bahwa banyak manusia-manusia yang menjadi pengikut Muhammad Saw. Jesus di lain pihak juga beroleh pengikut walau pun tidak banyak.

Nah banyak nya pengikut inilah, yang oleh penguasa selalu diartikan sebagai potensi untuk melawan kepada penguasa yang sah atau mapan suatu saat. Muhammad Saw diartikan oleh para kafirin kala itu sebagai dengan khotbahnya sedang berusaha untuk menjadi pemimpin atas seluruh Arabia, dengan terlebih dahulu menumbangkan penguasa yang ada. Inilah yang dicemaskan oleh para penguasa Arabia jahiliyah kala itu.

Penguasa mana yang senang jika ada individu lain yang sedang berusaha untuk merebut hak istimewanya?

Alhasil, dengan tuduhan makar tersebut, Jesus ditangkap, disidangkan, dan kemudian dieksekusi. Dan melalui serangkaian tanya jawab dan juga adanya bukti yang kuat, maka tuduhan tersebut menjadi kuat dan terbukti benar. Maka dengan tuduhan itulah Jesus dihukum mati di kayu salib. Dan menurut tradisi kala itu, hal yang menjadi tuduhan mengapa seseorang disalib mati, DIPAKUKAN di atas kayu salib sang tereksekusi.

Kalau kita balik, tuduhan yang dipakukan di atas kayu salib sang tereksekusi, melukiskan atau menginformasikan kepada publik kesalahan apa yang telah diperbuat sang tereksekusi. Tuduhan di atas kayu salib adalah REFLEKSI, gambaran atau resume singkat atas hal apa saja yang telah diperbuat oleh tereksekusi.

Maka dengan demikian tuduhan yang dipakukan di atas kayu salib itu akan menjadi data forensik untuk melihat perbuatan apa (saja) yang telah dilakukan oleh sang tereksekusi hal mana itu membuat sang tereksekusi dihukum mati. Tidak mungkin tuduhan MALING AYAM dipakukan di atas kayu salib bagi tereksekusi yang berbuat berzina. Orang yang disalib mati karena telah korupsi, tidak mungkin mendapat tuduhan sembah berhala yang dipaku di atas kayu salibnya. Begitu seterusnya.

Forensik bagi Jesus

Kalau lah Jesus semasa hidupnya mengajarkan semua manusia-manusia Israel bahwa dirinya adalah Tuhan karena dia adalah anak Tuhan, lantas mengapa bunyi tuduhan yang dipakukan di atas kayu salibnya tidak berbunyi demikian? Dan kalau lah semua pengikutnya setia dengan ajaran Jesus bahwa Jesus adalah anak Tuhan, maka mengapa hal itu tidak diketahui oleh penguasa Romawi kala itu, dan menjadikan ajaran itu sebagai tuduhan untuk menyusahkan Jesus?

Kristen kekinian tegas sekali di dalam hal ini, bahwa Jesus semasa hidupnya selalu mengajarkan semua orang Israel bahwa dirinya adalah anak Tuhan. Pun bahwa semua orang Kristen mula-mula (yaitu orang-orang yang setia kepada Jesus) juga melihat demikian bahwa Jesus adalah anak Tuhan. Pertanyaannya adalah mengapa tuduhan yang  dipakukan di kayu salibnya bukan mengindikasikan ke arah sana? INRI sebenarnya merupakan tuduhan yang terlalu umum yang khas diarahkan kepada para makar. INRI sama sekali tidak mengindikasikan, tidak meREFLEKSIKAN bahwa Jesus semasa hidupnya telah dan selalu berkhotbah bahwa dirinya adalah Tuhan karena dia adalah anak Tuhan. Tidak sama sekali.

Lebih tegas lagi, kalau lah memang benar bahwa Jesus semasa hidupnya selalu mengajarkan orang Israel bahwa dirinya adalah Tuhan karena dia adalah anak Tuhan, dan bahwa para pengikutnya pun percaya bahwa Jesus adalah Tuhan karena dia adalah anak Tuhan, pastilah untuk itu tentara Romawi menangkap Jesus ini, kemudian menyidangkan Jesus ini, kemudian menghukum mati Jesus ini di kayu salib. Dan di atas kayu salib ini, pastilah para penguasa Romawi akan menuliskan tuduhan demikian, JESUS NAZARETH, TUHAN DUNIA, bukan JESUS NAZARETH RAJA YAHUDI.

Seharusnya paralel, antara tuduhan yang dipakukan dengan apa yang  diperbuat Jesus. Kalau lah tuduhan yang dipakukan di atas salib Jesus itu berbunyi INRI, maka itu berarti Jesus semasa hidupnya hanya berkhotbah tentang moralitas biasa, bukan berkhotbah bahwa dirinya adalah Tuhan karena dia adalah anak Tuhan. Atau, baiklah kita bersangka bahwa Jesus semasa hidupnya berkhotbah bahwa dia adalah Tuhan karena dia adalah anak Tuhan. Maka seharusnya bunyi tuduhan yang dipakukan di atas kayu salibnya berbunyi JESUS NAZARETH (mengaku) TUHAN DUNIA.

Akhirnya, jelaslah bahwa dari INRI ini saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa Jesus semasa hidupnya tidak pernah mengajarkan siapa pun (apalagi posisinya adalah seorang Nabi, seorang yang mempunyai kemampuan untuk berkhotbah) bahwa dirinya adalah Tuhan (karena dirinya adalah anak Tuhan). INRI adalah bukti forensik yang membuktikan bahwa Jesus semasa hidupnya hanya mengajarkan moralitas biasa.

Biangkeladi Kesenjangan.

Keberadaan INRI sudah jelas otentik alias memang benar-benar historis, bukan rekayasa. Dunia kekristenan pun mengakui bahwa keberadaan INRI itu memang sudah fixed. Oleh karena itu semua harus sepakat bahwa semua hal yang ada di dalam kekristenan haruslah “DISESUAIKAN” dengan maksud dari keberadaan dan maksud dari INRI ini.

Artinya, kalau kita berpegang pada fakta historis bahwa INRI memang benar (ada), maka itu artinya faham yang menyatakan bahwa Jesus adalah (anak) Tuhan adalah benar-benar KELEWATAN dan sangat menyimpang. Tidak pada tempatnya. Itu lebih tepat. Faham Jesus adalah Tuhan adalah karangan semata, karena keberadaan faham tersebut seutuhnya bertentangan dengan maksud dari INRI.

Siapa pun sudah faham bahwa Paulus binti Saul lah yang memulai kesenjangan yang menjaraki maksud INRI ini. Kalau lah semua tipudaya Paulus binti Saul ini tidak bekerja di dalam kekristenan, maka pasti Dunia akan melihat keharmonisan antara (maksud dari) INRI dan faham Iman kekristenan, bahwa Jesus hanya lah Nabi biasa yang mengajarkan moralitas umum. Dan untuk itu Jesus harus mati di tangan penguasa Romawi yang takut massa akan bersimpati kepada Jesus yang papa ini.

INRI mulai dipersimpangi oleh Paulus binti Saul ini. Dan tidak mungkin Paulus dengan semua teorinya benar, mengungguli maksud dari INRI. Kalau kebohongan Paulus harus dipertahankan, maka INRI menjadi keanehan, ketidakwajaran. Paulus binti Saul inilah yang memulai mensenjangi INRI

Penutup.

Tidak perlu lah kita ribut-ribut mempersoalkan karya Paulus binti Saul ini di dalam kekristenan. Namun yang perlu kita garisbawahi di sini adalah mengapa INRI tidak sesuai dengan faham kekristenan bahwa “seolah” Jesus mati karena dia menjelaskan kepada orang-orang Israel bahwa dirinya adalah (anak) Tuhan.

INRI itu terlalu umum; kata / ungkapan RAJA YAHUDI itu terlalu umum, karena siapa pun yang berkhotbah moral untuk mendapatkan simpati khalayak Israel pasti akan dapat dikatakan ingin menjadi raja Israel, dan itu membuatnya dituduh ingin makar terhadap kekuasaan Romawi.

INRI adalah data forensik yang tidak bisa diinterpretasikan lain lagi, kecuali fakta bahwa Jesus tidak pernah berkata kepada siapa pun bahwa dirinya adalah Tuhan.

Pilih mana,

IESUS – NAZAREUS – REX – IUDARIUM

Atau,

IESUS – NAZAREUS – DEI – MUNDI?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s