Sejarah Bible Pro Ngakak Total

ngakak-abis

Bab atau surah yang terdapat di dalam Bible disebut dalam Bahasa Inggeris sebagai Book atau buku. Berdasarkan ini, Bible adalah himpunan 66 surah atau buku, 39 daripadanya dikenal dengan Kitab Perjanjian Lama atau Old Testament. Manakala 27 buah lagi dinamakan sebagai Kitab Perjanjian Baru atau New Testament. Kitab Perjanjian Lama mengandung undang-undang Nabi Musa, kisah-kisah sejarah, puisi dan kebijaksanaan di samping satu bab yang dipenuhi ramalan-ramalan perkara akan datang.

Kitab Perjanjian Baru juga memuat kisah kehidupan Nabi Isa yang ditulis oleh tokoh agama Kristen yang bernama Matthew, Mark, Luke dan John. Tulisan-tulisan ini disebut Gospels @ Injil. Di samping itu, Kitab Perjanjian Baru juga mengandung surah atau buku The Acts (Kisah Para Rasul) yang mengisahkan keadaan agama Kristen pada peringkat awal eksistensinya, surat-surat yang ditulis oleh St. Paul (13 buah) dan tokoh-tokoh Kristen terdahulu dan sebuah buku yang bernama Revelation (wahyu). Di dalam Encarta Encyclopedia disebutkan, “Bible agama Kristen mengandung keseluruhan Kitab suci Agama Judaime yakni Agama Yahudi. Perkataan Old Testament atau Perjanjian Lama merujuk kepada tulisan yang berkaitan dengan agama Yahudi ini… Justru, Bible Kristen mempunyai 2 bagian yaitu Perjanjian Lama dan 27 buku Perjanjian Baru”. Bible yang asli tidak ada lagi. Hal ini disebutkan dalam The Interpreter’s Dictionary of The Bible “Tulisan-tulisan asli Perjanjian Baru sudah lama tiada, hal ini tidaklah mengejutkan karena sumber-sumber itu ditulis di atas bahan-bahan yang tidak tahan lama” (1).

Pendapat yang sama disebut di dalam The Catholic Encyclopedia “Bible yang lengkap seperti yang asli masih bertahan sebenarnya tidak berdasar sama sekali. Bible yang kini menjadi pegangan umum kini, seperti juga Kitab Perjanjian Lama, telah melalui beberapa perkembangan dan proses …sehingga akhirnya isi-isinya diputuskan secara resmi oleh Majelis Trident atau Tridentint Council. (2) Ada antara tokoh-tokoh Kristen yang berpendapat, Bible adalah dokumen yang dikeluarkan oleh pihak gereja. Justeru, gerejalah yang menentukan isi Bible dan bukan Bible yang menentukan perjalanan Gereja. Hal ini disebutkan oleh Pastur Besar dari Gereja Ortodoks di Denver yaitu Isiah of Proikonisou, dan Presiding Hierarch of the Greek Orthodox Diocese of Denver — di dalam Denver Buletin yang diterbitkan pada bulan Maret 1995, jilid3, no 3. Beliau berkata, “landasan perjalanan gereja tidak didasarkan kepada Kitab Bible karena isi Bible ditentukan oleh pihak gereja. Pada abad-abad awal agama Kristen, tidak ada seorang manusia pun yang dapat menyentuh kitab yang bernama Bible karena ia memang tidak ada”.

Pernyataan ini menunjukkan dalam agama Kristen, kedudukan gereja lebih tinggi berbanding Bible, dan berkuasa menentukan segala-galanya termasuk isi kandungan Bible. Sebaliknya, dalam agama Islam, Al-Quran berada di tempat atas dan menentukan segala hal. Oleh karena Injil atau Bible yang asli tidak ada lagi, penulis-penulis Bible terpaksa menggunakan pelbagai sumber yang tidak lengkap untuk menulis isi kandungan Bible. Di dalam The Anchor Bible Dictionary disebutkan “Disebabkan salinan asal bible tidak ada lagi, isi kandungan Bible terpaksa ditulis dengan menggunakan teks-teks yang tidak sempurna maka seringkali terjadi percanggahan”. (3)

Sumber-sumber yang tidak sempurna ini, muncul dalam bentuk salinan yang ditiru dari salinan-salinan yang sebelumnya dan saling berbeda dan bercanggah. Bart Ehrman, di dalam The Orthodox Corruption of Scripture berkata “Manuskrip Bible yang asli sudah tidak ada lagi pada hari ini, yang ada hanyalah salinan yang ditiru dari salinan-salinan yang sebelumnya. Sebanyak 5366 dari salinan-salinan yang tua ini ditulis dalam Bahasa Greek Klasik atau Yunani Kuno antara abad ke-2 hingga ke-16 Masehi. Namun, yang menarik perhatian adalah tidak ada persamaan kecuali sedikit antara satu salinan dengan salinan yang lain. Tidak ada siapa pun yang mengetahui jumlah sebenarnya perbedaan dan percanggahan ini, tetapi ia mungkin mencecah ratusan ribu” (4)

Bible yang ada pada hari ini ditulis dengan dipandu salinan-salinan yang tidak sempurna. Sejarah juga membuktikan bahawa kisah hidup Nabi Isa (Jesus) yang terdapat di dalam Bible (Bagian Gospels) disusun berdasarkan cerita orang-orang dahulu. Hal ini disebutkan di dalam New Bible Dictionary “Kebanyakan kisah hidup Nabi Isa (Jesus) diperoleh melalui khabar-khabar lisan sebelum ia ditulis dalam bentuk yang kita kenal sekarang”(5). Di dalam Peake’s Commentary on The Bible disebutkan “Memang diketahui umum, Gospel adalah berdasarkan khabar-khabar lisan orang-orang Kristen terdahulu dan hal ini melahirkan pelbagai variasi dalam hal perkataan dan perbuatan Nabi Isa (Jesus). Semua ini dilakukan secara sengaja ataupun tidak sengaja oleh penuli-penulis Bible…”.(6)

Penulis Bible sering tidak menyalin dengan tepat kisah Nabi Isa. Hal ini diakui oleh tokoh Kristia Bruce M. Metzger di dalam The Text of The New Testament, “Penulis-penulis tidak menyalin dengan tepat segala sumber yang mereka temui, sebaliknya mereka menulis pentafsiran mereka sendiri berhubung sumber-sumber itu. Mereka melakukannya untuk membetulkan kesalahan penulis-penulis lain tetapi apa yang sebenarnya terjadi adalah mereka sendiri telah melakukan kesalahan dengan tindakan mereka itu”. (7)

Hal yang sama juga terjadi atas Kitab Perjanjian Lama seperti yang disebutkan di dalam The Interpriter’s Dictionary of The Bible yang bermaksud “Banyak kisah yang terdapat dalam Perjanjian Lama mengikut gaya dan olahan penulis-penulisnya…”(8).

Tambahan lagi, sebagian sumber Bible tidak diketahui asal usulnya tetapi pertanyaannya mengapa Bible masih mendapat tempat dan diakui sebagai Kalam Tuhan Yang Suci sehingga disebut Holy Bible? Di dalam The Cambridge History of The Bible disebutkan

“Kebanyakan tulisan di dalam Perjanjian Baru adalah dari sumber yang tidak diketahui asal usulnya kecuali surat-surat yang ditulis oleh St. Paul”(9).

Penjelasan-penjelasan ini sudah cukup membuktikan bahawa Bible yang ada pada hari ini tidak boleh diakui sebagai Kalam Tuhan secara keseluruhannya. Oleh karena itu, ajaran Kristen dari A to Z tertolak sebagai ajaran yang benar karena ajaran Kristen semestinya bersumberkan Bible atau Alkitab. Justeru, saya menyeru semua rekan-rekan Kristen agar kajilah ISLAM!!! Moga dibukakan pintu hidayah buat kalian…

  1. George Arthur Buttrick. The Interpreter’s Dictionary of The Bible, Vol 1. Abingdon Press 1962. Bab “Text NT”, hal 599.
  2. George J Reid. The Catholic Encyclopedia, online addition, vol 3, 1999 (http://www. newadvent. org/ cathen/03274a.htm)
  3. David Noel Freedman. The Anchor Bible Dictionary (CD Rom). Bab Textual Criticism, New Testament.
  4. Bart Ehrman. The Orthodox Corruption of Scripture. Oxford University Press 1996 Hal 27
  5. New Bible Dictionary. 2nd Edition. Inter –Varsity Press, 1982. hal 436.
  6. Peake’s Commentary on The Bible. Thomas Nelson and Sons Ltd 1919 Hal 633.
  7. Bruce M. Metzger.The Text of The New Testament Oxford University Press Hal 195.
  8. The Interpriter’s Dictionary of The Bible Vol 4 Hal 683.
  9. The Cambridge History of The Bible Vol 1 1970 Hal 233.

—————-

Sophislam,

Saya hanya ingin menyebarkan artikel ini, bagus untuk dijadikan renungan bagi umat Muslim kalau ada Muslim yang hendak murtad dan mengganti Islamnya dengan Kristen yang kitabsuci-nya disebut Alkitab ini: ngakak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s