Ayat-ayat Setan

ayat-ayat-setan-harun-berdosa-dan-bertobat-minta-ampun

Ayat-ayat Setan.

Kapirit (an JENDERAL DEATH METAL),

Al-Lat, al-Uzza dan Manat adalah dewa-dewa berhala yang dipuja di Mekah.

Sebelumnya, Muhamad menentang mereka tetapi sekarang Muhammad MENERIMA berhala-berhala tsb dan menyatakan bahwa intersesi mereka disetujui Allah (their “intercession is approved”). Penjelasan Muslim kemudian tentang mengapa Muhamad akhirnya menerima berhala-berhala ini adalah bahwa Setan-lah yang memasukkan kata-kata ini pada lidah Muhamad.

Setan … menaruh kata-kata ini pada lidah Muhamad “these are the exalted Gharaniq whose intercession is approved”. (Ibn Ishaq, pp. 165-166)

Muhamad melafalkan kata-kata ini seakan-akan datang dari Allah, padahal dari Setan. Itulah yang dimaksudkan dengan Ayat Setan.

Kini setelah Muhamad menyatakan pengakuan atas berhala-berhala Quraysh, mereka kemudian menerimanya. Mereka senang dengan cara ia berbicara tentang dewa-dewi mereka dan mulailah mereka mendengarkannya… kata mereka, “Muhamad menanggapi dewa-dewa kami secara luar biasa”. (Ibn Ishaq, p. 166)

Berhasil juga akhirnya Muhamad menarik perhatian Quraysh. Mereka menerima Muhamad karena ia menerima dewa dewi mereka. Namun beberapa waktu kemudian, ia menyadari kesalahannya. Alasan Muslim? Muhamad ditegur oleh Jibril (ada yang menganggapnya malaikat).

Jibril datang kepada Rasul dan berkata, “Apa yang kau lakukan, Muhamad? Kau membacakan kepada orang-orang ini sesuatu yang tidak aku turunkan padamu dari Allah dan kau mengatakan apa yang tidak aku katakan.” (Ibn Ishaq, p. 166)

Muhamad sekarang berubah pikiran dan mengatakan bahwa Allah berpesan kepadanya agar berbicara menentang dan menolak berhala-berhala itu.

Suku Quraysh-pun bereaksi: “Karena Allah, Muhamad menyesali apa yang dikatakannya tentang dewa-dewa kami dan mengubahnya dengan pernyataan baru.” (Ibn Ishaq, p. 166-167)

Muhamad kini harus menjelaskan kepada baik pengikutnya maupun kaum Quraysh mengapa ia berubah pikiran tentang berhala mereka dan tidak lagi menerima mereka. Alasannya ada dalam ayat ini.

Belum pernah Kami mengirim nabi yang keinginannya tidak ingin diubah oleh Setan. Tetapi Allah membatalkan campur tangan Setan itu dan menegaskan wahyuNya. (Qur’an 22:52, Dawood)

Teks aslinya:

[22:52] Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (Sophislam. Pen)

Peristiwa tentang Muhamad melanturkan kata-kata Satan dan sementara menerima berhala dan polytheisme perlu dikomentari.

Point pertama.

Ingat bahwa Quran sendiri yang mengatakan bahwa Setan suka memalsukan keinginan Muhamad (Qur’an 22:52).

Ibn Ishaq, Wakidi, Ibn Sa’d dan Tabari bahkan mengakui peristiwa ini. Kalau peristiwa ini ditulis oleh orang-orang yang menentang Islam, maka kita boleh curiga bahwa peristiwa ini dibuat-buat guna menjelek-jeleklkan Muhamad. Tetapi mungkinkah Ibn Ishaq, Wakidi, Ibn Sa’d, dan Tabari mengada-ada tentang pengakuan Muhamad akan dewa berhala? Kemungkinan itu jelas kecil.

Point kedua.

Qur’an juga mengatakan bahwa Nabi-nabi lain dijebak Setan. Adam kejebak (7:189-192), begitu pula Aaron (4:163, 7:150-153). Kedua nabi ini dihukum karena kelakuan buruk mereka. Mereka menyesal dan Tuhan memaafkan. Jadi jelas seorang nabi bisa saja kejebak. Qur’an mengatakannya dan Nabi-nabi sebelumnya melakukannya.

Sophislam,

Lantas apakah yang ingin disampaikan oleh JDM ini?

Kalau lah memang benar bahwa Muhammad telah berhasil diperdaya oleh iblis untuk menyatakan kehendak iblis, SO WHAT?

Bukankah JDM sendiri (di dalam artikel ini)  telah juga mengkonfirmasi bahwa Nabi-Nabi Alkitab pun juga pernah DIPERDAYA oleh Setan di dalam hal ini Adam dan Harun?

Perjanjian Baru pun juga mengisahkan bahwa Iblis berhasil ‘menyeret’ Jesus ke tengah padang pasir dan memberikan beberapa perintah kepada Jesus ini.

Maka pada akhirnya bukan kah hal ini sama sekali tidak dapat menihilkan peran Muhammad sebagai Nabi Allah?

Toh yang jelas, kisah yang terjadi antara Iblis dengan Muhammad ini (atau antara kaum penyembah berhala dengan Muhammad ini) justru MENGKONFIRMASI bahwa SUDAH TERJADI HUBUNGAN YANG AMAT INTENS ANTARA MUHAMMAD DENGAN TUHAN SEMESTA ALAM. Dan di dalam hubungan yang amat intens tersebut-lah Tuhan semesta Alam ‘menangani’ kasus di mana Muhammad terpedaya oleh bisikan Iblis. Kalau JDM melalui artikel yang ia tulis sendiri ini justru ingin mengesankan bahwa Muhammad bukanlah Rasul Tuhan, maka JDM telah salah memilih artikel: dia sudah TERBALIK dengan logikanya. Toh kisah ini dengan sendirinya hanya menegaskan bahwa Tuhan semesta Alam TIDAK PERNAH JAUH dari semua perkembangan yang terjadi pada Muhammad, RasulNya. Ini artinya: Muhammad Saw memang seorang Nabi Allah.

Ilustrasi.
Doni adalah seorang anak yang kontroversial.

Banyak yang meyakini bahwa doni adalah anak / putra dari ibu Dina. Memang kenyataannya lah, bahwa Ibu Dina mempunyai anak, dan anak itulah si Doni.

Suatu saat doni melakukan kesalahan. Orang melihat bahwa ibu dina memarahi doni ini.

Orang yang mempunyai logika terbalik, berkata bahwa dengan adanya insiden di mana ibu dina memarahi doni adalah bukti bahwa doni bukanlah putra dari ibu doni. Namun kebalikannya, logika yang benar berkata bahwa insiden itu menunjukkan bahwa doni memang anak dari ibu dina.

Mengapa orang-orang mempunyai logika terbalik?

Penyebabnya adalah, orang berfikiran bahwa kalau lah doni anak dari ibu dina, maka harusnya doni tidak pernah berbuat kesalahan. Doni memang benar adalah anak ibu dina –KALAU—doni tidak pernah berbuat kesalahan.

Mana mungkin?

Semua anak berbuat salah kok!

Maka demikian jugalah cara manusia kapir berfikiran mengenai Muhammad –berkenaan dengan ayat Setan ini. Kalau sudah terbukti bahwa begini-begini-begini seperti yang ditunjukkan oleh artikel JDM ini, maka menurut mereka itu adalah TANDANYA Muhammad bukanlah Nabi  Tuhan. Lha, kalau lah memang Muhammad bukan Nabi Tuhan – lantas mengapa Tuhan ‘turun-tangan’ membenahi konfigurasi ayat-ayatNya yang sudah ada di tangan Muhammad ini?

Point ketiga.

Qur’an juga mengatakan bahwa beberapa surah Qur’an mengalami perubahan.

Dan tatlakal Kami merubah ayat dengan ayat lain – dan Allah tahu akan apa yang diturunkanNya – mereka akan mengatakan kpdmu (Muhamad), “Kau seorang pemalsu !” (Qur’an 16:101, Arberry).

Teks asli:

[16:101] Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. (Sophislam. Pen).

Ini karena orang-orang mulai mengeluh tentang Muhamad karena ia mengubah-ubah ayat.

Contoh lain bagaimana Muhamad mengubah dan menyesuaikan sebuah ayat.

Diriwayatkan Al-Bara: Diwahyukan: “Tidak sederajad adalah muslim yang duduk (di rumah) dan mereka yang berjuang di jalan Allah.” (Qur’an 4:95)

Teks asli:

[4:95] Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (Sophislam. Pen).

Nabi mengatakan, “Panggil Zaid dan suruh ia membawa papan tulis, tinta dan tulang (untuk menulis).” Lalu ia berkata, “Tulis: Tidak sederajad adalah Muslim yang blablabla …”, dan pada saat itu ada ‘Amr bin Um Maktum, yang buta, duduk di belakang Nabi.

Katanya, “O Rasulullah! Apa perintahmu bagi diriku karena saya buta?”

Nah, sebagai ganti ayat tersebut, ayat ini diturunkan:

“Tidak sederajad adalah Muslim yang duduk (di rumah), KECUALI mereka yang cacat badan atau buta atau lumpuh, dengan mereka yang berjuang di jalan Allah.” (Qur’an 4:95) (Sahih al-Bukhari: volume 6, book 61, number 512)

Kesaksian di atas jelas menunjuk pada modifikasi Q4:95. Jadi Ayat-ayat Setan bukanlah satu-satunya contoh modifikasi. Dan ternyata kebiasaan memodifikasi ayat ini memang bagian dari perkembangan Quran.

Sophislam,

Yes, I confirm that. Ya, saya juga menyetujui hal tersebut.

Saya sebagai Muslim juga menyadari bahwa Alquran mengalami beberapa modifikasi di dalam perkembangannya – SELAMA MODIFIKASI ITU DILAKUKAN OLEH Muhammad, mengingat Muhammad adalah satu-satunya manusia yang berwenang untuk melakukan hal tersebut, DIKARENAKAN ‘di belakang Muhammad Saw’ ada Allah, pemilik ayat-ayat suci Alquran tersebut – INI JELAS! Dan selama kita dihadapkan pada logika bahwa Muhammad memang seorang Rasul Tuhan (seperti yang sudah saya ulas di atas menanggapi insiden “ayat Setan”), maka justru ‘modifikasi’  tersebut adalah wajar. Kalau kita sepakat bahwa Muhammad lah yang memodifikasi ayat-ayat Alquran, maka logika selanjutnya adalah bahwa sebenarnya Allah lah Yang berada di belakang modifikasi tersebut, karena (seperti di dalam dua kalimat syahadat), Muhammad dan Allah adalah satu adanya, SATU TEAM.

Untuk menyatakan bahwa Muhammad bukanlah seorang Nabi Tuhan dan untuk menyatakan bahwa Alquran bukanlah firman Tuhan semesta –MELALUI—kisah modifikasi ayat ini, maka hal itu hanya akan menjadi sia-sia belaka. Dibutuhkan  tenaga yang kelewat besar supaya logika manusia sampai untuk berfikiran bahwa Muhammad bukanlah Nabi Tuhan HANYA MELALUI kisah modifikasi ayat ini, karena JUSTRU SEBENARNYA kisah modifikasi ini MENGKONFIRMASI bahwa di belakang Muhammad, ada Allah Yang bekerja untuk mengontrol semua ayat-ayatNya.

Sebagai perbandingan, ayat-ayat Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) telah mengalami modifikasi. Namun apakah yang melakukan modifikasi tersebut adalah Nabi-Nabi Tuhan sendiri – seumpama David, Musa, Habakuk, Jesus dan lain lain? Bukan! Dan tidak sama sekali!

Bukan David Musa Jesus lah yang memodifikasi ayat-ayat Tuhan yang terdapat di dalam Alkitab. Dan oleh karena itu, bukan Tuhan semesta Alamlah yang bekerja ketika ayat-ayat Alkitab tersebut TERMODIFIKASI – karena bukan Nabi-Nabi tersebut yang berada di gugus depanNya (para Nabi tersebut sudah mati toh – ketika ayat-ayat Alkitab dibukukan di dalam suasana modifikasi?). Bahkan sampai sekarang pun kita tidak pernah mengetahui siapa yang telah memodifikasi ayat-ayat Alkitab. Jangankan mengetahui siapa yang memodifikasi ayat Alkitab, bahkan seluruh manusia pun sampai sekarang tidak mengetahui siapa yang menjadi penulis awal dari Alkitab tersebut. Kita simpulkan, bahwa mereka yang telah memodifikasi ayat-ayat Alkitab adalah manusia-manusia jahil dan degil. Mereka adalah termasuk  bangsa Israel yang keji.

Pun secara garis besar, Tuhan Yahweh pun juga telah melakukan MODIFIKASI ini secara fundamental. Suatu saat Tuhan Yahweh ini menurunkan agama Yahudi. Lantas di kemudian hari Tuhan yang satu ini menurunkan agama Kristen. Bukan kah ini sebenarnya adalah MODIFIKASI dari Yahudi ke Kristen?? Mengapa Tuhan Yahweh tidak konsisten dengan satu merek agama saja?

Kalau lah Tuhan Yahweh dibiarkan dan diwajarkan untuk melakukan modifikasi terhadap agamaNya, maka mengapa sekarang kaum kapirit gusar sedemikian rupa ketika mendengar bahwa Muhammad dan Tuhannya telah memodifikasi ayat-ayat Alquran???

Point keempat.

Muhamad berdosa. Menerima berhala dan polytheisme adalah dosa. Memang akhirnya Muhamad menyesal tetapi ini menunjukkan adanya kelelahan dalam hidupnya.

Peristiwa ini tidak boleh diacuhkan. Ini menunjukkan bahwa Muhamad, seperti anda dan saya, harus juga mengaku bersalah dan meminta pengampunan:

(Muhamad sembahyang);

O Allah! Ampuni kesalahan dan kebodohan saya dan kelakuan saya yang melewati batas kebaikan; dan ampunilah segala kelakuan saya yang Kau lebih tahu dari saya. O Allah! Ampunilah kesalahan yang saya lakukan secara senda-gurau ataupun serius, dan maafkah kesalahan saya yang secara tidak disengaja maupun yang disengaja …

(Sahih Al-Bukhari: vol 8, book 75, number 408)

Ketahuilah (O Muhammad) bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan minta pengampunan bagi dosamu dan bagi Muslim (Qur’an 47:19, Pickthall).

Teks asli:

[47:19] Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak adalah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (Sophislam. Pen).

Sophislam,

Maka apakah ini berarti bahwa Muhammad bukanlah seorang Rasul Tuhan?

Muhammad bagaimana pun adalah manusia biasa, sama seperti Nabi-Nabi lain di dalam masa Alkitab. Nabi-Nabi Alkitab banyak yang dilaporkan telah berbuat salah dan dosa, kemudian Yahweh mengampuni mereka, karena Yahweh adalah Tuhan Yang Maha Pengasih. Lantas mengapa hal ini menihilkan kenabian Muhammad Saw???

Mungkin yang diinginkan kaum kapirit melalui pemaparan ini adalah, bahwa kalau Muhammad berdosa (dan diperintahkan oleh Allah untuk berdoa minta ampun) maka itu artinya Muhammad bukanlah Nabi Tuhan. Atau dengan kata lain, manusia mana pun (khususnya di dalam hal ini umat Muslim) JANGAN LAGI mengikuti Muhammad Saw karena orang ini berdosa.

Kalau lah memang benar bahwa Muhammad berdosa, maka apakah itu otomatis berarti Muhammad bukan seorang Nabi??? Wong Nabi-Nabi Alkitab saja berdosa, toh tetap saja Nabi-Nabi tersebut adalah Nabi-Nabi Tuhan, dan sampai sekarang umat Ahlul Kitab (Yahudi dan Kristen) masih mengikuti teladan mereka ……

Dan terakhir, hal terbesar yang harus kita pelajari adalah, bahwa SEMUA NABI ALKITAB ITU, SEMBAHYANG!

Tidak ada nabi Alkitab yang tidak sembahyang. Maka apakah itu berarti, dengan sembahyangnya mereka menyembah Tuhan Yahweh, nabi-nabi Alkitab tersebut penuh dengan dosa??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s