Tuhan Jesus Yang Minta Didoakan Berkat

tuhan-jesus-yang-minta-didoakan-berkat1

Sophislam 2012-10-17 12:46

Matius 21:9 “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa Yesus minta umat-Nya untuk mendoakan. Salah satunya, supaya dosa-Nya dihapus Tuhan, dalam berkat dan rahmat Tuhan.

_________________

Staff Isa dan Islam 2012-10-24 13:15

Untuk mengerti maksud ayat di atas, terlebih dahulu kita harus mengetahui arti kata “hosana.” Salah satu arti kata ini adalah pujian atau sanjungan.

Sehingga maksud kalimat “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:9) ini, menyatakan sukacita dan pujian kepada Tuhan. Isa Al-Masih ketika memasuki kota Yerusalem, dielu-elukan orang dengan kata “Hosana!”

Orang banyak juga melambai-lambai kan dahan palem dan meneriakkan “Hosana!” untuk mengucapkan selamat datang bagi Isa Al-Masih. Tanggapan yang spontan ini menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Allah, “Hosana bagi Anak Daud.”

Umat Krtisten pada saat melakukan ibadah sering mengucapkan kata “Hosana.” Bahkan ketika memuji Tuhan mereka juga sering mengatakan “Hosana bagi Tuhan.”

SL

_________________

Sophislam, 2012-11-07 15:26

Anda salah tangkap, dalam ayat itu, ada kata “diberkatilah Dia”.

Kata “diberkati” artinya Yesus minta didoakan oleh manusia supaya Yesus “diberkati” oleh Tuhan. Intinya, Yesus minat diberkati, minta didoakan supaya diberkati oleh Tuhan. Bukan kata “Hosana”nya.

Kalau Yesus minta didoakan supaya diberkati, maka bukankah itu berarti Yesus tidak diberkati?

_________________

Staff Isa dan Islam 2012-11-14 10:51

Saudaraku, perhatikan ayat ini “Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:8-9).

Perhatikanlah dua ayat diatas. Perkataan “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan…” bukan suatu ucapan doa melainkan ungkapan sukacita sorak-sorai memuji-muji Isa Al-Masih. Pada ayat ke-delapan, orang banyak menyambut Isa Al-Masih bak Raja yang pulang dari kemenangan perang dan ayat ke-sembilan adalah ekspresi kesukaan.

Kedua ayat diatas tidak membutuhkan penafsiran melebar menjadi doa bagi Isa Al-Masih karena Isa Al-Masih tidak pernah minta didoakan oleh manusia. Pahamilah ayat-ayat tersebut sebagaimana dimaksudkan.

NN

_________________

Lambert 2012-11-12 15:58

Sdr. Sophislam,

Bacalah ayat ini:

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias” (Injil, Rasul Matius 16:13-20

Pada dasarnya banyak orang zaman dahulu tidak tau dan sampai sekarang siapa Yesus itu, seperti halnya anda.

Telah ada sebelum kamu dan bukan hanya saat ini saja, bahkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pun menghujat, mencari kesalahan, membunuh dan menertawakan Yesus. Seperti:

“Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” (Injil, Lukas 5:21)

“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia” (Injil, Lukas 6:7)

“berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia” (Injil, Matius 9:24)

Jadi benar apabila hingga saat ini pun banyak orang-orang yang tidak mengenal Yesus. Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Injil, Lukas 23:34).

_________________

Sophislam 2012-11-13 12:07

Kepada Lambert dan staf Isa dan Islam,

Saya harap anda semua tidak berkilah. Sudah jelas bahwa ayat itu menulis bahwa Yesus minta didoakan keberkatan. Bukankah itu berarti Yesus tidak dalam keadaan diberkati oleh Tuhan?

Dia juga minta didoakan oleh manusia / pengikutnya. Bukankah ini indikasi bahwa Yesus bukan Tuhan? Kalau Yesus adalah Tuhan, seharusnya Dia sudah dapat menjamin keberkatan dan keselamatan diri-Nya sendiri, tanpa minta didoakan berkat oleh orang lain.

Harap diperhatikan dengan seksama, karena ini adalah masalah keselamatan di akhirat.

Terimakasih.

_________________

Staff Isa dan Islam 2012-11-14 17:21

Saudara Sophislam,

Dalam hal ini kami tidak berkilah. Tetapi kami hanya menyampaikan kepada saudara kebenaran yang memang sebenar-benarny a. Kami mengatakan demikian karena sebelumnya kami telah beberapa kami membaca dan mempelajari ayat tersebut. Juga kami telah berkali-kali membaca Injil yang menjelaskan secara jelas tentang Pribadi Yesus. Itulah sebabnya kami dapat dengan yakin mengatakan kepada saudara bahwa Yesus tidak pernah minta didoakan atau minta diberkati seperti yang dilakukan oleh umat Muslim terhadap nabi mereka.

Bila saudara hanya terpaku pada ayat atau kata tersebut, jelas saudara tidak akan pernah mengerti atau memahami penjelasan dari kami. Untuk itu, sebaiknya saudara terlebih dahulu membaca dan mempelajari isi Injil secara keseluruhan. Dengan demikian saudara pun akan mengerti dengan penjelasan kami, dan saudara tidak akan berkata bahwa kami hanya berkilah.

Selamat mencari kebenaran sejati dan kiranya Allah memberi hidayah-Nya bagi saudara.

SO

_________________

Sophislam 2013-02-01 14:30

Dear staf Isa dan Islam,

Menanggapi sanggahan Anda atas komen saya; saya kutip kembali. Sudah jelas Anda semua berkilah masalah ketuhanan Al-Masih ini. Mengapa Anda masih juga tidak mengaku? Sudah jelas Jesus minta didoakan berkat oleh umat manusia.

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Menurut Anda, ayat Matius di atas mengandung arti apa, kalau bukan bahwa Al-Masih minta didoakan berkat? Bahkan di dalam ayat tersebut, Al-Masih bukan saja minta didoakan berkat, namun malah memaksa dan mengancam supaya didoakan berkat.

_________________

Staff Isa dan Islam 2013-02-04 15:03

Saudara Sophislam,

Mengenai ketuhanan Isa Al-Masih, kami tidak berkilah. Kami menyampaikan sesuai dengan apa yang tertulis dalam Alkitab.

Mengenai ayat yang saudara katakan. Pertama, jelas ayat dari Matius 23:39 yang saudara kutip bukanlah doa seperti yang saudara sampaikan.

Kedua, dalam mengartikan ayat tersebut saudara jangan melupakan konteksnya. Pada perikop sebelumnya dikatakan “Keluhan [Yesus] Terhadap Yerusalam”

Perhatikan ayat ini: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Injil, Rasul Besar Matius 23:37-39).

Ini adalah peringatan dari Yesus kepada Yerusalam, akan kehancuran Yerusalam karena menolak nabi Allah termasuk Yesus Kristus. Dan Yesus mengatakan, bahwa mereka tidak akan pernah melihat Yesus sampai mereka menerima dan mengakui Dia sebagai Pribadi yang datang dalam nama Tuhan.

Yesus tidak pernah minta didoakan, sehingga orang Kristen tidak mempunyai doa shalawat nabi seperti yang dimiliki umat Muslim bagi nabi mereka. Karena Yesus Kristus adalah Sang Pembawa Keselamatan.

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)

SO

_________________

Sophislam 2013-02-06 09:33

Perhatikan ayat ini: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:37-39).

Sudah jelas ayat di atas mengindikasikan bahwa Yesus minta didoakan berkat. Kalau Yesus tidak pernah minta didoakan berkat, mengapa Yesus sampai berkata demikian di dalam Injil?

Dan apakah Yesus tidak bisa menyusun kata-kata yang lain supaya tidak terkesan bahwa Dia minta didoakan berkat? Bukankah Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa? Bukankah masih banyak kata-kata lain yang bisa dipergunakan?

Terimakasih.

_________________

Staff Isa dan Islam 2013-02-08 16:30

Saudara Sophislam,

Saudara sebaiknya memahami konteks Alkitab. Pujian ini :“Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan” disebut juga doksologi, kalimat itu adalah suatu pujian bukan mengindikasikan Isa Al-Masih bermohon agar didoakan.

Isa Al-Masih mengatakan kalimat itu sebagai nubuatan dan juga sindiran kepada umat Israel yang tidak percaya kepada-Nya saat itu. Maksud Isa Al-Masih ialah kelak orang Israel akan percaya dan sadar bahwa Isa Al-Masih adalah benar jalan keselamatan. Ketika itulah mereka mengakui dan memuji Isa Al-Masih dengan suatu doksologi “ Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”

Doksologi terdapat hampir diseluruh Alkitab. Ia merupakan pujian manusia kepada Allah.

Isa Al-Masih tidak pernah meminta agar didoakan. Dalam hadis Bukhari jilid 3 ayat 1493 “semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam”

Isa Al-Masih yang adalah suci tidak mungkin meminta doa dari umat manusia, nabi sekalipun, yang sudah tidak suci.

NN

_________________

Sophislam 2013-02-12 16:10

Dear staff isadanislam.

Kalau kita berkata “Oh Tuhan Bapa, berkatilah Almasih yang datang di dalam namaMu…..” maka bukankah hal tersebut merupakan doa kepada Tuhan supaya Almasih diberkati oleh Tuhan Bapa? Dan bukankah itu berarti Almasih belum terjamin diberkati – sehingga harus didoakan oleh umat?

Anda jangan lagi berkilah. Doksologi adalah ‘tambahan’ yang berasal dari luar Alkitab. Pertama dikarang oleh orang anglikan. Jadi, asli dari Injil tidak mengandung doksologi. Dengan demikian penggalan ayat tersebut bukanlah doksologi, melainkan kata-kata Almasih sendiri.

Terlarang bagi Kristen untuk kutip-kutip ajaran Islam jika tujuannya untuk mendukung ketuhan Almasih – karena logikanya di mana? Jika Muhammad memang mendukung ketuhanan Almasih maka mengapa Muhammad dan para sahabatnya tidak ibadah ke Gereja?

Terima kasih.

_________________

moer 2013-02-17 11:53

@Sophislam

Mathew 23:39

For I declare to you, you will not see Me again until you say, Blessed is He Who comes in the name of the Lord!

bandingkan

Gen 9:26

He also said, Blessed be the Lord, the God of Shem! And blessed by the Lord my God be Shem! And let Canaan be his servant.

Gen 14:20

And blessed, praised, and glorified be God Most High, Who has given your foes into your hand! And [Abram] gave him a tenth of all

gen 24:27

And said, Blessed be the Lord, the God of my master Abraham, Who has not left my master bereft and destitute of His loving-kindness and steadfastness. As for me, going on the way [of obedience and faith] the Lord led me to the house of my master’s kinsmen.

Ini menunjukkan bahwa sejak jaman sebelum Yesus, frasa Blessed tidak berarti mendoakan dan tidak menurunkan derajat Allah Abraham

Tuhan Memberkati

_________________

Sophislam 2013-02-19 12:56

Dear staf isadanislam.

Dear moer.

Jelas sekali hal itu merendahkan derajat Allah, karena tuhan itu sudah Mu’min (puas atas diriNya sendiri), dan itu pun sifatnya azali, yaitu sudah dari dulu.

Yesaya 19:25 yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”

dalam ayat ini, tuhan BERDOA BERKAT kepada siapa? apakah ada tuhan lain selain dirinya?

Mat 26:39 Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah dan berdoa. “Bapa,” kata-Nya, “kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.”

kalau jesus adl tuhan maka mengapa ia berdoa? apakah tidak ada jaminan keamanan (Mu’min) atas dirinya sbg tuhan?

_________________

moer 2013-02-21 21:49

@Sophislam

Masalah berkat memberkati coba anda cari deh topik yang tepat,jangan dibahas disini karena akan jadi oot

Yesus itu Firman yang menjadi manusia, kalau sedang jadi manusia ya sah sah saja kan berdoa kepada Allah Bapa?

_________________

Sophislam 2013-02-22 09:49

Dear staf isadanislam,

Dear moer,

pada bagian yang mana yang oot, dari pembahasan saya? Saya hanya ingin kejelasan dan transparansi. Agama itu harus jelas sedetil-detilny a. Bukan hanya bertumpu pada keyakinan.

Semua yang ada di dalam hidup ini, berasal dan ‘terbuat’ dari firman Tuhan. Dan Tuhan tidak perlu meng-artikulasi kan hal tersebut di dalam kitabsuciNya. Bumi langit Surga hewan bahkan Iblis dan yang lainnya semua berasal dari firman Tuhan. Kalau kemudian Alquran berkata bahwa Almasih berasal dari firman Tuhan, bukan berarti yang lainnya tidak demikian. Saya juga firman yang menjadi manusia. Maka apakah berarti saya adalah Tuhan?

Terima kasih.

_________________

Islamlah 2013-02-22 15:18

Isadanislam:

Yesus itu Firman yang menjadi manusia, kalau sedang jadi manusia ya sah sah saja kan berdoa kepada Allah Bapa?

Jawab:

Kalau begitu, saat Almasih berkata,

“Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:37-39).

Almasih berkata ini sebagai manusia. Dan wajar kalau manusia minta didoakan umat supaya diberkati. Maka jelaslah sudah bahwa Almasih minta didoakan berkat oleh umatnya, karena saat menyatakan ayat itu, Almasih menyatakannya sebagai manusia.

Dan kesimpulannya, Almasih bukanlah Tuhan, karena ia sendiri minta didoakan berkat, yang mana itu artinya Almasih sendiri belum dijamin masuk Surga.

Access from,

http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/ketuhanan-isa-al-masih-berdasarkan-alkitab-dan-al-quran

Access date 25 Pebruari 2013.

-o0O0o-

Sophislam,

Dialog / debat di atas ini merupakan dialog saya di portal Kristen ‘isadanislam’, yang mana portal ini berusaha untuk membuat kaum Muslim menyadari bahwa ketuhanan Almasih merupakan prinsip yang sebenarnya diajarkan di dalam Alquran juga. Di dalam dialog ini, pihak Kristen GAGAL TOTAL dan kalah debat melawan kebenaran Islam – bahwa Almasih bukanlah Tuhan. Namun toh bukan orang Kristen namanya kalau tidak bebal. Sudah jelas mereka kalah debat yang mana itu menunjukkan bahwa Kristen adalah sesat, namun toh tetap saja mereka terus menjadi orang Kristen dan mencintai Tuhan Jesus mereka yang jelas-jelas palsu.

Pada dialog ini yang saya paparkan secara runut, mereka terlihat berkelit sana-sini untuk menghindari kekalahan mereka.

Pertama saya nyatakan bahwa injil mempunyai ayat yang mengindikasikan bahwa Jesus minta diberkati. Tanggapan mereka saat itu adalah mencoba mendiskusikan kata-kata yang bukan menjadi inti, yaitu kata ‘hosana’.

Kemudian saya luruskan, bahwa yang ingin saya kemukakan bukanlah kata ‘hosana’-nya, melainkan frase ‘diberkatilah’, hal mana kata itu dilontarkan umat manusia untuk Jesus mereka. Ini mengindikasikan bahwa manusia berdoa untuk keberkatan Jesus. Kalau umat mendoakan keberkatan Jesus, maka bagaimana mungkin Jesus adalah Tuhan?

Apakah kemudian staf Kristen langsung faham maknanya? Tentu saja tidak. Mereka melanjutkan sikap berkelit mereka. Mereka orang Kristen di isadanislam berkilah, bahwa ayat injil yang saya lontarkan, bukan bermakna bahwa umat mendoakan Jesus, melainkan melukiskan kegembiraan umat akan kedatangan Jesus mereka.

Kembali saya beri penekanan / peringatan, bahwa sudah jelas ayat tersebut mengindikasikan doa, doa dari umat supaya Jesus diberkati Tuhan (hal mana itu membuktikan bahwa Jesus bukanlah Tuhan. Apakah mungkin Tuhan minta didoakan berkat oleh umat?). Orang Kristen itu kembali berkilah, bahwa ungkapan doa yang terdapat pada ayat tersebut sebenarnya merupakan doksologi. Di dalam kekristenan, doksologi merupakan ungkapan doa dan pujian yang mereka selipkan di dalam ayat-ayat Alkitab.

Saya peringatkan mereka, bahwa ayat injil yang saya ajukan, bukanlah doksologi, melainkan ASLI perkataan Jesus sendiri. Doksologi itu sendiri mulai digunakan oleh orang Kristen Anglikan. Setelah saya beri peringatan ini, apakah para Kristen itu langsung faham bahwa Jesus bukan Tuhan? Tentu saja tidak. Justru mereka kembali akan berkilah.

Mereka tulis, bahwa kata ‘diberkati’ sudah ada jauh sebelum kedatangan Jesus. Saya tegaskan, bahwa kata ‘diberkati’ itu sendiri juga menimbulkan masalah bagi ketuhanan Alkitab.

Akhirnya mereka menukas, bahwa bagian injil yang melukiskan bahwa Jesus berdoa kepada Tuhan (yang menjadi bukti bahwa Jesus bukanlah Tuhan), merupakan fase ketika Jesus adalah manusia biasa, bukan sebagai Tuhan. Mereka menjelaskan kepada saya bahwa Jesus adalah firman Tuhan yang menjadi manusia. Oleh karena itu, adalah sah-sah saja kalau Jesus berdoa kepada Tuhan, karena pada saat itu, Jesus adalah manusia. Inilah excuse mereka.

Apakah alasan mereka kali ini adalah benar? Tentu saja tidak. Langsung saya tukas, bahwa kalau moment berdoa-nya Jesus tersebut adalah moment Jesus sebagai manusia, maka moment ketika Jesus minta didoakan oleh umat, juga merupakan moment Jesus sebagai manusia. Jadi wajarlah kalau Jesus minta didoakan berkat, karena toh saat itu Jesus berada di dalam kapasitasnya sebagai manusia, yang penuh dosa dan TIDAK DI DALAM KEADAAN DIJAMIN MASUK SURGA. Karena, apakah mungkin Tuhan itu TIDAK DIJAMIN MASUK SURGA? Dan apakah mungkin Tuhan itu minta didoakan berkat oleh manusia?

Sampai di sini perlawanan orang Kristen DEADLOCK. Mereka tidak bisa berkata-kata lagi. Maka terbuktilah sudah, bahwa Jesus bukanlah Tuhan, karena adanya ayat-ayat ini,

Matius 21:9 “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa Jesus minta didoakan berkat oleh manusia. Ini menandakan bahwa:

  • Jesus di dalam keadaan TIDAK DIBERKATI sehingga minta didoakan berkat.
  • Jesus belum dijamin masuk Surga. Oleh karena itu Jesus minta didoakan berkat oleh manusia supaya seluruh dosanya diampuni oleh manusia melalui doa tersebut.
  • Jesus bukanlah Tuhan, karena tidak mungkin Tuhan tidak dijamin masuk Surga, dan tidak dijamin TERBERKATI. Dan tidak mungkin Tuhan minta didoakan berkat oleh manusia.

Dan juga ini,

Mat 26:39 Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah danberdoa. “Bapa,” kata-Nya, “kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Jesus tidak Kuasa membebaskan dirinya dari mara bahaya, justru berdoa kepada Tuhan supaya diberi keamanan. Ini menandakan bahwa Jesus bukanlah Tuhan. Dan kalau ayat ini diucapkan Jesus di dalam kapasitasnya sebagai manusia (seperti yang diklaim oleh orang Kristen di portal isadanislam), maka dua ayat  sebelumnya pun juga Jesus ucapkan di dalam kapasitasnya sebagai manusia. Nah kalau Jesus adalah manusia yang tidak dijamin masuk Surga, maka mana mungkin Jesus adalah Tuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s