Allah Menjanjikan Neraka Untuk Umat-Nya

hanging-gardens-ubud

by JANGAN GITU AH » Fri Apr 23, 2010 8:58 pm

Q 19:71-72

Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan

Semua muslim mengakui bahwa mereka harus mensucikan dosa mereka di neraka agar dapat masuk surga. Setiap muslim wajib masuk neraka karena tidak seorangpun luput dari berbuat dosa.

Muslim yang dengan yakin mereka akan ke surga setelah itu tidak mengetahui bahwa yang berhak mengampuni dosa adalah Allah SWT. Tidaklah masuk akal bila neraka dapat mengampuni dosa dengan mensucikan dosa? Logikanya, dapatkah kain kotor dibersihkan oleh air kotor? Neraka adalah tempat kenajisan dan dosa. Dengan begitu setelah muslim masuk neraka maka tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk meninggalkannya karena neraka tidak dapat menghapus atau mengampuni dosa.

Muhammad adalah pembohong terbesar dari sekian nabi palsu yang bermunculan dimuka bumi ini

Sophislam >>

QS 19:71-72 janji Allah buat ente bro case, 100 % masuk neraka!!!

(71) Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

 

(72) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Kan di ayat 72 nya, dijelaskan bahwa orang yang bertakwa akan diselamatkan, dan membiarkan pendosa di dalam Neraka. Apakah itu belum jelas?

Perumpamaan nya seperti ini …

SEMUA NASI AKAN DIMAKAN………………….,

KECUALI YANG KUNING …

Apakah kita bisa bilang bahwa semua nasi akan dimakan? Lantas, bagaimana dengan potongan KECUALI YANG KUNINGNYA?

ffi>>

ga jelas analogimu kawan …. sudah jelas dalam ayat itu terdapat kalimat seperti ini

71: Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan

Artinya apa?? Jadi tidak ada satupun dari jidat-jidat baik muslim dan kapir yang tidak nyemplung dari neraka, dan itu wajib oleh Tuhan. saia perbesar lagi maknanya, SEMUA MANUSIA WAJIB NYEMPLUNG KE NERAKA BAIK JIDAT MUSLIM MAUPUN JIDAT KAPIR, UENAK TOH MUANTEP TOH

ehm, lalu …

72 : Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

ada kata KEMUDIAN, artinya sesudah itu. jidat-jidat muslim maupun kapir yang bertakwa akan diselamatkan, yang sial tetep ngedekem di neraka.

masih ga mudeng bro?? JADI SEMUA MANUSIA ITU WAJIB ICIP-ICIP NERAKA LALU DI PILAH-PILIH AULLOH MANA YANG TETEP DI NERAKA MANA YANG ENGGAK

Sophislam >>

Kata KEMUDIAN di ayat 72 adalah untuk menegaskan ‘point berikutnya’, tidak lebih.

Seperti ini,

•Semua buku di truk itu akan masuk perpustakaan.

•Kemudian, buku buku ini akan dihadiahkan kepada sekolah sekolah ….

Dari contoh itu, maka apa yang jadi alasan jidat ini untuk maksain teorik, bahwa semua manusia harus cip-icip Neraka dulu sebelum ke Surga?

Kecuali, kalau ayat nya bunyi begini

>> tidak ada satu pun dari kamu, kecuali akan masuk Neraka.

 

>> kemudian, DARI NERAKA ITU, Kami selamatkan orang orang yang bertaqwa

Nah, apakah ada potongan / frase ayat yang seperti itu???

Sekali lagi, apa yang menjadi dasar bagi jidat ini untuk berkeyakinan bahwa semua manusia (termasuk di dalam hal ini, semua kaum Muslim) harus masuk Neraka terlebih dahulu berdasarkan ayat 71 dan 72???

Jika memang benar Allah mempunyai maksud bahwa semua manusia termasuk Muslim harus masuk Neraka terlebih dahulu sebelum masuk Surga, maka apa yang menghalangi Allah untuk meng-INSERT-kan frase DARI NERAKA ITU di ayat nomor 72??

Dari begitu banyak Alhadits mau pun ayat Alquran yang menjelaskan bahwa MANUSIA MANUSIA YANG BERTAQWA akan masuk Surga tanpa dihisab sedikit pun (artinya tanpa harus masuk Neraka terlebih dahulu), lantas mengapa masih ada juga kaum kapirit yang ngotot untuk meneriakkan bahwa semua manusia termasuk Muslim taqwa harus mampir dulu ke dalam Neraka? Ingatlah, memaksakan kehendak dan teori adalah sikap yang amat menjijikkan …..!!!!

by JANGAN GITU AH » Fri Apr 23, 2010 8:58 pm

Muhammad tidak tahu akan diperlakukan seperti apa nantinya setelah kematiannya, entah dia dimasukkan ke surga atau neraka. Sama sekali tidak ada jaminan bagi Muhammad untuk masuk surga. Cuma muslim saja yang doyan berhayal. Lihat apa kata muhammad dibawah ini.

Q 46:9

Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

Muhammad juga tidak punya pengetahuan apa-apa terhadap keadaan umatnya kelak setelah mereka minggat ke dunia lain.

 

Jadi muslim harus sadar ini.

Sophislam >>

bgm dg ayat pb ini. di sini di jelaskan bhw yesus tidak tahu kapan kiamat itu.

Matius 24:36

LAI TB, Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.

katanya jesus itu tuhan. kok engga tehe kapan kiamat itu??

jesus itu, tuhan apa tuhan???

selain engga tehe kapan kiamat itu, apa lagi yeah yg beliau kagak tehe??

banyak kalee?????

ternyata sama kok, antara muhammad saw dg jesus…..

setuju???

kalo muhammad engga tehe apa2, yea wajar dia kan manusia.

nah ini, jesus engga tehe apa-apa?? apa engga kebangetan tuh???

kalo muhammad saw dipersalahkan krn dia engga tehe sesuatu hal, lantas jesus tidak dipersalahkan krn hal yg sama??

Sophislam >>

Kan di ayat 72 nya, dijelaskan bahwa orang yang bertakwa akan diselamatkan, dan membiarkan pendosa di dalam Neraka. Apakah itu belum jelas?

Perumpamaan nya seperti ini …

SEMUA NASI AKAN DIMAKAN………………….,

KECUALI YANG KUNING …

Apakah kita bisa bilang bahwa semua nasi akan dimakan? Lantas, bagaimana dengan potongan KECUALI YANG KUNINGNYA?

 

JANGAN GITU AH » Tue Sep 28, 2010 4:27 pm

hihi…logika jongkok! persoalanya bukan di situ…!

persoalan terbesar yang patut kau renungkan dalam-dalam ialah tidak ada satu pun yang tidak mencicipi neraka islam sebagaimana kepastian pada QS 19: 71

kau tidak dapat lagi mengelak untuk merasakan wajahmu terbakar dijilat api yang panasnya dahsyat!

Sebenarnya yang perlu kau pikirkan selain itu adalah apa yang saya utarakan:

Muslim yang dengan yakin mereka akan ke surga setelah itu tidak mengetahui bahwa yang berhak mengampuni dosa adalah Allah SWT.Tidaklah masuk akal bila neraka dapat mengampuni dosa dengan mensucikan dosa? Logikanya, dapatkah kain kotor dibersihkan oleh air kotor? Neraka adalah tempat kenajisan dan dosa. Dengan begitu setelah muslim masuk neraka maka tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk meninggalkannya karena neraka tidak dapat menghapus atau mengampuni dosa.

sudahkah kau pertimbangkan tulisan saya warna merah itu?

Sophislam >>

Dari begitu banyak Alhadits mau pun ayat Alquran yang menjelaskan bahwa MANUSIA MANUSIA YANG BERTAQWA akan masuk Surga tanpa dihisab sedikit pun (artinya tanpa harus masuk Neraka terlebih dahulu), lantas mengapa masih ada juga kaum kapirit yang ngotot untuk meneriakkan bahwa semua manusia termasuk Muslim taqwa harus mampir dulu ke dalam Neraka? Ingatlah, memaksakan kehendak dan teori adalah sikap yang amat menjijikkan …..!!!!

JANGAN GITU AH » Tue Sep 28, 2010 4:41 pm

tidak ada kafir yang memaksakan kehendak di sini.  kami hanya mempertanyakan koq begini-koq begitu? nyambung gak logikanya ini dan logikanya itu!

silakan kau bantah al-quran…berperanglah dengan buku sucimu itu dalam dirimu sendiri

mengapa kafir masih ngotot? karena selama QS 19 : 71 mengatakan “kepastian masuk neraka itu” yang ditujukan kepada muslim masih terdapat di sana, selalu saja ada kesempatan untuk ngotot, bukan?

bila dirimu ingin kami tidak ngotot…mangga dihapus saja QS 19 : 71 dari Quran…beres tho?

hadits juga sudah membeberkan apa yang dikatakan oleh muhammad mengenai dirinya yang tidak dapat berbuat apa pun selain menunggu keputusan Allah SWT. Tergantung bagaimana kehendak Allah SWT itu. Apakah muhammad sendiri mengetahui kehendak Allah SWT terhadap dirinya? kalau ya, mengapa ia teriak…”wahai kaum ini-itu, selamatkan diri kalian masing-masing karena aku pun tidak mengetahui apa yang akan diperbuat Allah SWT terhadap diriku”

Mengapa?

lagi pula jika pun kau dapat menunjukkan jaminan dari Hadits dimana muslim boleh langsung masuk surga, tidakkah itu justru memperdalam kontradiksi quran-hadits? Ingat, semua muslim pun mengakui kedudukan quran di atas hadits. isi hadits yang tidak sesuai quran dapat dianggap palsu, bukan? ini logika muslim lho

Sophislam >>

Kan di ayat 72 nya, dijelaskan bahwa orang yang bertakwa akan diselamatkan, dan membiarkan pendosa di dalam Neraka. Apakah itu belum jelas?

Perumpamaan nya seperti ini …

SEMUA NASI AKAN DIMAKAN………………….,

KECUALI YANG KUNING …

Apakah kita bisa bilang bahwa semua nasi akan dimakan? Lantas, bagaimana dengan potongan KECUALI YANG KUNINGNYA?

JANGAN GITU AH » Tue Sep 28, 2010 4:27 pm

hihi…logika jongkok! persoalanya bukan di situ…!

persoalan terbesar yang patut kau renungkan dalam-dalam ialah tidak ada satu pun yang tidak mencicipi neraka islam sebagaimana kepastian pada QS 19: 71

kau tidak dapat lagi mengelak untuk merasakan wajahmu terbakar dijilat api yang panasnya dahsyat!

Sophislam >>

Entuh ayat 72 nya mau dikemanain? Di ayat itu Allah menegaskan bahwa Allah akan membebaskan mereka yang bertaqwa dari api Neraka…

Tipikal kaum Kristen (baik ia katholik – protestan – pantekosta – orthodox dan lain lain)!!! Gemar sekali mencomot ayat Alquran sebagian-sebagian!!! Apakah jidat ini berfikir saya sebagai Muslim benar-benar engga tehe trik2 kapirit yang kayak begeneh?

JGA:

Muslim yang dengan yakin mereka akan ke surga setelah itu tidak mengetahui bahwa yang berhak mengampuni dosa adalah Allah SWT. Tidaklah masuk akal bila neraka dapat mengampuni dosa dengan mensucikan dosa? Logikanya, dapatkah kain kotor dibersihkan oleh air kotor? Neraka adalah tempat kenajisan dan dosa. Dengan begitu setelah muslim masuk neraka maka tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk meninggalkannya karena neraka tidak dapat menghapus atau mengampuni dosa.

Sophislam >>

Logika siaapa tuh? Logika kapirit yeah?

Mana lagi, logika laen milik kapirit itu? Oh itu, yang dikata Jesus adalah anak Tuhan, yang dikata Tuhan itu punya anak, yang dikata Tuhan kudu bunuh anaknya untuk nebus dosa semua manusia, yang dikata roh kudus berbicara dengan mereka ‘yang percaya’ …

Ada ga logika yang laen lagi? Coba sebhutin di sinih???? Cobha sebutin!!!!

Sophislam >>

Dari begitu banyak Alhadits mau pun ayat Alquran yang menjelaskan bahwa MANUSIA MANUSIA YANG BERTAQWA akan masuk Surga tanpa dihisab sedikit pun (artinya tanpa harus masuk Neraka terlebih dahulu), lantas mengapa masih ada juga kaum kapirit yang ngotot untuk meneriakkan bahwa semua manusia termasuk Muslim taqwa harus mampir dulu ke dalam Neraka? Ingatlah, memaksakan kehendak dan teori adalah sikap yang amat menjijikkan …..!!!!

Ffi

tidak ada kafir yang memaksakan kehendak di sini.  kami hanya mempertanyakan koq begini-koq begitu? nyambung gak logikanya ini dan logikanya itu!

silakan kau bantah al-quran…berperanglah dengan buku sucimu itu dalam dirimu sendiri

mengapa kafir masih ngotot? karena selama QS 19 : 71 mengatakan “kepastian masuk neraka itu” yang ditujukan kepada muslim masih terdapat di sana, selalu saja ada kesempatan untuk ngotot, bukan?

bila dirimu ingin kami tidak ngotot…mangga dihapus saja QS 19 : 71 dari Quran…beres tho?

Sophislam >>

karena otak kapirit lah yang b4u jamban itulah, maka jidat ini mikirnya Muslim hendak berperang dengan Alquran… wah enggadatuh!!! Buat apa kaum Muslim nurutin cara berfikir jidat kapirit yang aneh en error? Tuhan punya anak? Tuhan bunuh anak supaya bisa nebus dosa manusia? Coba jelasin bahwa itu adalah waras. Bisanggakkkkk???

Sekali lagi, ayat 72 nya mau dikemanain? Engga berani ya ngebahas nya? Jelas kok jidat kapirit ini memaksakan kehendan en teori nya. Namun jidat ini ngga ngerasa alias engga ngaku. Heh, mana ada siih idiot yang ngaku en ngerasa idiot? Tuh, loe sendiri…

Ffi

hadits juga sudah membeberkan apa yang dikatakan oleh muhammad mengenai dirinya yang tidak dapat berbuat apa pun selain menunggu keputusan Allah SWT. Tergantung bagaimana kehendak Allah SWT itu. Apakah muhammad sendiri mengetahui kehendak Allah SWT terhadap dirinya? kalau ya, mengapa ia teriak…”wahai kaum ini-itu, selamatkan diri kalian masing-masing karena aku pun tidak mengetahui apa yang akan diperbuat Allah SWT terhadap diriku”

Mengapa?

Sophislam >>

Wah Jesus pun juga tidak mengetahui kapan kiamat itu datang? Bukan itu secara global artinya adalah Jesus engga tehe apa yang akan dilakukan Tuhan atasnya? Kalau Jesus adalah MUNGKIN TIDAK TEHE’ kapan kiamat itu, apa lagi yang Jesus engga tehe? Banyak kan?

Sekarang mehe ngemeng epe?

Ffi

lagi pula jika pun kau dapat menunjukkan jaminan dari Hadits dimana muslim boleh langsung masuk surga, tidakkah itu justru memperdalam kontradiksi quran-hadits? Ingat, semua muslim pun mengakui kedudukan quran di atas hadits. isi hadits yang tidak sesuai quran dapat dianggap palsu, bukan? ini logika muslim lho

Sophislam >>

TIDAK ADA PERTENTANGAN antara Alquran dan Alhadits. Faham? Ayat 72 di Alquran nya mau dikemanain, mayat laknat?????

Ffi >>

masuk akalkah, sebuah tempat yang disebut neraka dimana para pendosa akan dihukum kelak (hihihi…kata orang penggila agama) menjadi tempat penyucian? koq bisa ya tempat penghukuman berubah fungsi jadi tempat penghapusan dosa ?

siapakah yang lebih kuasa mengampuni dosa muslim, Allah SWT ataukah Neraka SWT?

Jika muslim bilang Allah SWT lah yang mengampuni dosa atau menghapus dosa muslim.

eh…Neraka SWT bilang, tempat itulah yang mengampuni dosa muslim.

lucu…lucu dan aneh

apa jawabanmu wahai muslim ?

Sophislam >>

logika siapa tuh? Pendapat siapa tuh?

Logika siapa ya yang bilang bahwa Tuhan punya anak?

Logika siapa ya yang bilang bahwa Tuhan kudu bunuh anaknya untuk nebus dosa manusia?

Logika siapa ya yang bilang bahwa Jesus adalah Tuhan, padahal fakta ilmiah telah berhasil menunjukkan dan membuktikan bahwa Jesus menikah – poligami – istrinya adalah pelacur – punya beberapa anak – dan hidup kemudian wafat di Kashmir?

Nah, orang yang punya logika aneh kayak begitu tuh, yang sekarang jerit2 di sini memaksakan teori en kehendaknya bahwa begini begini begini begini tentang ayat Alquran 19:71-22.

Sophislam >>

by Sophislam » Thu Sep 30, 2010 3:23 pm

otak yang dapat mengunyah teori bhw tuhan punya anak dan anak itu dibunuh utk nebus dosa manusia, dan mengunyahnya dg penuh kenikmatan, maka otak itu adl otak yg errror!!

di sepanajang sejarah dunia ini, semua agama, KECUALI ISLAM mengadopsi konsep bhw tuhan punya anak. itu artinya apa??

kalo jidat ini bilang bhw agama kaum yunani adl sesat (krn zeus punya anakdahsyat yg namanya hercules), maka MAUTAKMAU agama Kristen itu bagaimana????? kok sama ya, antara agama kaum pagan yunani dg Kristen (ah engga perdele apakah itu versi kathololik, protosetan, pantetkosa, orkhodox delele!!!!. semua seme ejehhh!!!)….

sudah jelas banyak alhadis yg menjelaskan bhw manusia bertaqwa akan langsung masuk surga…. begitu juga dg pesan2 dalam alquran, lantas ngepain jidat2 kapirit ini harus dipandang hebat en ilmiah???

heh monyon999!!!

jawab dulu pertanyaan saya!!!

@itu ayat 19:72 nya mau dikemanain?????

@tuhan itu punya anak, ato kagak??? bunuh anak buat nebus dosa, ato kagak?????

nah itu baru Kristen.

belum lagi ………….

hindu

buddha

ye-udah

zoroaster

konghucu

shinto

ahlizina ..

kasian banget.

mau dikemain nieh nasib mrk saat mrk dah pada mampus dan tersungkur ke kuburan????

Ffi >>

by JANGAN GITU AH » Sun Oct 03, 2010 9:19 am

(71) Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Apa kau tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan mengerti arti TIDAK SEORANG PUN DARI PADAMU?

Pikirkan lagi dan renungkan yang dalam !

(72) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Pikirkan lagi arti kata KEMUDIAN ! jangan cuma bisa ngayal dirimu gak bakal dibakar di Neraka.

Meskipun dirimu (anggap saja dulu seperti itu) diselamatkan, kau sudah lebih dahulu mengecap panasnya api neraka ! Baca lagi affirmasi dari Allah SWT yang mengatakan itu sudah merupakan kemestian yang telah ditetapkan. Jadi kau tidak bisa mengelak dari menikmati panasnya api neraka…hehehe

kalau gak mengerti bahasa Indonesia, ya mbok belajar lagi…gih !

Sophislam >>

Kan di ayat 72 nya, dijelaskan bahwa orang yang bertakwa akan diselamatkan, dan membiarkan pendosa di dalam Neraka. Apakah itu belum jelas?<<

Perumpamaan nya seperti ini …

SEMUA NASI AKAN DIMAKAN………………….,

KECUALI YANG KUNING …

Apakah kita bisa bilang bahwa semua nasi akan dimakan? Lantas, bagaimana dengan potongan KECUALI YANG KUNINGNYA?<<

Ffi >>

Menyedihkan sekali, kau tandingkan perihal neraka dengan nasi kuning. Hihihi….muslim memang jitu membandingkan sesuatu yang teramat penting dengan hal-hal sepele….mana tahaaannnnn !

Sophislam >>

Kata KEMUDIAN di ayat 72 adalah untuk menegaskan ‘point berikutnya’, tidak lebih.

Seperti ini,

•Semua buku di truk itu akan masuk perpustakaan.

•Kemudian, buku buku ini akan dihadiahkan kepada sekolah sekolah ….

Dari contoh itu, maka apa yang jadi alasan jidat ini untuk maksain teorik, bahwa semua manusia harus cip-icip Neraka dulu sebelum ke Surga?<<

Ffi >>

Tidak perlu bersilat lidah untuk sesuatu yang sudah jelas. Sangat berbahaya untuk keselamatan jiwamu kelak ! Jangan kau permainkan hidupmu !

mau membantah QS 19 : 71?

Silahkan berperang dalam dirimu sendiri !

Sophislam >>

Kecuali, kalau ayat nya bunyi begini

@tidak ada satu pun dari kamu, kecuali akan masuk Neraka.

@kemudian, DARI NERAKA ITU, Kami selamatkan orang orang yang bertaqwa<<

Ffi >>

Apakah kau tidak bisa membaca QS 19 : 71 dengan tepat dan benar ? Lihat, apa yang kau katakan itu sesuai dengan bunyi ayatnya.

Perhatikan lagi:

(71) Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Kata “tidak ada seorangpun dari padamu” persis semakna dengan dalihmu !

Kata “melainkan” lebih berat maknanya dari pada kecuali yang kau maksud.

Kata “melainkan” mengindikasi sebuah keniscayaan yang kuat !

pertanyaanmu yang kedua secara tepat tercantum pada ayat yang ke 72

(72) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

lihat situasi lingkungan pada ayat di atas. Lingkungannya jelas ada di neraka karena ini harus selaras dengan pernyataan pada ayat 71 dan penegasan dari itu dapat dilihat dari kata KEMUDIAN di awal ayat !

Masih mau mengelak? Kalau masih, ya silakan saja kau terbakar dinerakanya Allah SWT sebelum dirimu diselamatkan (lha kalau iya diselamatkan..hihihi , Muhammad saja gak ngerti apa Allah SWT mau menyelamatkan dirinya tau tidak)

Sophislam >>

Nah, apakah ada potongan / frase ayat yang seperti itu???

Sekali lagi, apa yang menjadi dasar bagi jidat ini untuk berkeyakinan bahwa semua manusia (termasuk di dalam hal ini, semua kaum Muslim) harus masuk Neraka terlebih dahulu berdasarkan ayat 71 dan 72???

Jika memang benar Allah mempunyai maksud bahwa semua manusia termasuk Muslim harus masuk Neraka terlebih dahulu sebelum masuk Surga, maka apa yang menghalangi Allah untuk meng-INSERT-kan frase DARI NERAKA ITU di ayat nomor 72??

Dari begitu banyak Alhadits mau pun ayat Alquran yang menjelaskan bahwa MANUSIA MANUSIA YANG BERTAQWA akan masuk Surga tanpa dihisab sedikit pun (artinya tanpa harus masuk Neraka terlebih dahulu), lantas mengapa masih ada juga kaum kapirit yang ngotot untuk meneriakkan bahwa semua manusia termasuk Muslim taqwa harus mampir dulu ke dalam Neraka? Ingatlah, memaksakan kehendak dan teori adalah sikap yang amat menjijikkan …..!!!!

Ffi >>

Pertanyaan itu mestinya kau tujukan terhadap dirimu sendiri, bukan pada kafir…!

Mengapa? karena tidak ada kafir yang akan masuk ke neraka Islam….sorry kafir tidak punya konsep neraka seperti itu!

Hal kedua yang patut menjadi tanda tanya dalam dirimu sendiri ialah ini:

Jika Jahannam dibuat Allah SWT untuk mencuci dosa muslim sebelum diselamatkan dari sana, apa pantas sesuatu yang kotor membersihkan kekotoran? Bukankah Jahannam sebagai tempat penghukuman para penentang Allah SWT?

Sangat kontradiksi bukan?

Silakan berperang di dalam dirimu sendiri ya?

Sophislam >>

bgm dg ayat pb ini. di sini di jelaskan bhw yesus tidak tahu kapan kiamat itu.

Matius 24:36

LAI TB, Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.<<

Ffi >>

Tidak tahu kapan kiamat terjadi bukan berarti bahwa Yesus memastikan manusia masuk neraka ! Jadi tidak dapat disamakan dengan QS 19: 71.

Muhammad apa lagi, mana ada pengetahuannya tentang kapan terjadinya kiamat. Eh malah kalau ada orang yang bertanya, ia melepas tanggungjawab sebagai nabi dan menyuruh orang-orang muslim untuk bertanya kepada nasrani…hihihi…katanya nabi, eh kok gak dapat menjelaskan !

Sophislam >>

Tipikal kaum Kristen (baik ia katholik – protestan – pantekosta – orthodox dan lain lain)!!! Gemar sekali mencomot ayat Alquran sebagian-sebagian!!! Apakah jidat ini berfikir saya sebagai Muslim benar-benar engga tehe trik2 kapirit yang kayak begeneh?<<

Ffi >>

Hihi..itu bukan trik kafir, itu adalah trik Allah SWT yang menjadi pertanyaan besar bagi orang-orang yang menghargai hidup dan takdir kekalnya….jika anda menganggap sepele jiwa anda, ya silakan nikmati neraka Jahannam itu !

Jika kau tidak sudi terbakar di neraka Jahannam, tinggalkanlah segera

Mana lebih baik:

merasakan dulu panasnya api neraka baru diselamatkan (tidak pasti dan tidak ada jaminan apapun, karena ini terserah Allah SWT)===> versi islam

atau

Kepastian masuk surga dengan sebuah jaminan bukan terserah (asal prasyaratnya kau penuhi)==> versi kafirit?

Sophislam >>

Logika siaapa tuh? Logika kapirit yeah?

Mana lagi, logika laen milik kapirit itu? Oh itu, yang dikata Jesus adalah anak Tuhan, yang dikata Tuhan itu punya anak, yang dikata Tuhan kudu bunuh anaknya untuk nebus dosa semua manusia, yang dikata roh kudus berbicara dengan mereka ‘yang percaya’ …

Ada ga logika yang laen lagi? Coba sebhutin di sinih???? Cobha sebutin!!!!<<

Ffi >>

ternyata, otakmu tak sanggup memikirkannya….hehe untuk apa menyebutkan yang lain, yang itu saja kau tak sanggup melihatnya

selamatlah, anda telah terjerumus ke dalam Jahannam itu !

Sophislam >>

karena otak kapirit lah yang busuk itulah, maka jidat ini mikirnya Muslim hendak berperang dengan Alquran… wah enggadatuh!!! Buat apa kaum Muslim nurutin cara berfikir jidat kapirit yang aneh en error? Tuhan punya anak? Tuhan bunuh anak supaya bisa nebus dosa manusia? Coba jelasin bahwa itu adalah waras. Bisanggakkkkk???<<

Ffi >>

Begitulah kemampuan otak muslim. Gak biasa digunakan untuk berfikir, akhirnya buntu.

Menuduh cara berfikir kafir yang aneh? gak salah tuh?

Bukankah otakmu yang tak sanggup memikirkan hal-hal yang tersembunyi dari kekusutan QS 19 ntu?

Hehe…Tuhan mau apa saja itu terserah pada-Nya, tidak perlu dibatasi!

Tapi kalau sosok yang dianggap Tuhan menjanjikan untuk memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia? Cuma setan yang seperti itu!

Sophislam >>

Sekali lagi, ayat 72 nya mau dikemanain? Engga berani ya ngebahas nya? Jelas kok jidat kapirit ini memaksakan kehendan en teori nya. Namun jidat ini ngga ngerasa alias engga ngaku. Heh, mana ada siih idiot yang ngaku en ngerasa idiot? Tuh, loe sendiri…<<

Ffi >>

sama seperti anda bukan? apakah anda mengaku idiot? tidak bukan….hehehe

kafir tidak memaksa kehendak dalam berargumen

landasan argumennya tetap mengacu sumber islam

ayat 72 sudah dibahas berkali-kali dalam trit “Mengapa Muslim(ah) wajib Murtad” di sub forum Pandangan Berlawanan terhadap Islam”. Itu trit saya yang buat…silakan baca di sana….cari sendiri..!

>>hadits juga sudah membeberkan apa yang dikatakan oleh muhammad mengenai dirinya yang tidak dapat berbuat apa pun selain menunggu keputusan Allah SWT. Tergantung bagaimana kehendak Allah SWT itu. Apakah muhammad sendiri mengetahui kehendak Allah SWT terhadap dirinya? kalau ya, mengapa ia teriak…”wahai kaum ini-itu, selamatkan diri kalian masing-masing karena aku pun tidak mengetahui apa yang akan diperbuat Allah SWT terhadap diriku”

Mengapa?<<

Sophislam >>

Wah Jesus pun juga tidak mengetahui kapan kiamat itu datang? Bukan itu secara global artinya adalah Jesus engga tehe apa yang akan dilakukan Tuhan atasnya? Kalau Jesus adalah MUNGKIN TIDAK TEHE’ kapan kiamat itu, apa lagi yang Jesus engga tehe? Banyak kan?

Sekarang mehe ngemeng epe?

Ffi >>

Adakah omongan Yesus yang senada dengan omongan yang menunjukkan rasa khawatir yang dicetuskan Muhammad?

Bandingkan dengan omongan Yesus yang mengklaim diri-Nya sebagai sebagai JALAN LURUS yang terus-menerus diminta oleh muslim dalam doanya “tunjukinlah kami jalan lurus”:

Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, barangsiapa yang percaya padaKu akan diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal

Adakah omongan Muhammad yang seperti itu? Tidak ada !<<

saya dapat mengerti bagaimana peperangan dalam bathinmu setelah mengetahui “ADANYA JAMINAN MASUK NERAKA” dalam Quran. Wajar jika kau marah dan menhina kafir dengan kata-kata mayat laknat. Memang sangat menyakitkan mengetahu faktanya. Tetapi jika kau masih punya nurani dan akal untuk berfikir, pikirkanlah resiko yang ditawarkan Allah SWT dengan hati tenang dan dengan penuh pertimbangan yang sehat. Apakah kau mencari “KEBENARAN SEJATI” atau hanya sekedar “MENGOLOK-OLOK DIRIMU?”

Pikirkan ulang kejelasan ayat 72 yang menegaskan bahwa “dari dalam neraka” akan diselamatkan orang-orang yang bertakwa! Artinya, biarpun kau manusia paling taqwa seantero dunia, kau tidak dapat lolos dari fakta “akan pernah” ke neraka!

Saya tidak tanggapin selebihnya karena kau tidak bisa lain kecuali OOT

////////////////////////////////////

Point 1.

Tetep aja brooo….., itu namanya jidat ini mengambil ayat sebagian2. itu namanya picek pir!!!

Ayat 72 dengan jelas mengabarkan bahwa Allah akan menyelamatkan orang yang bertaqwa dari azabNya. Apa hak jidat ini untuk mengambil ayat Tuhan sebagian2, hah?? Kalau jidat ini mau jujur, dan bersedia meneruskan perenungannya ke ayat 72, maka kesimpulannya adalah bahwa mereka yang bertaqwa tidak akan dan tidak harus mampir ke Neraka, alias akan langsung masuk Surga ….

Point 2.

Ayat 71 dan keseluruhan ayat itu akan benar-benar berarti bahwa semua manusia akan mampir dulu ke Neraka, KALAU DAN HANYA KALAU di ayat 72 itu ada phrase KEMUDIAN DARI NERAKA ITU ….

Nah ada ngga frase kalimat itu?

Apa susahnya bagi Allah Swt untuk meng-INSERT-kan frase KEMUDIAN DARI NERAKA ITU di tengah ayat 72 itu, pir???

Point 3.

Coba jidat ini tengkok surah Alma’uun. Di surah itu ada ayat,

[107:4] Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

[107:5] (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

ayat 4 bilang bahwa mereka yang salat akan ketiban celaka.

Pertanyaannya adalah, apakah benar salat akan membuat manusianya jadi celaka (ini kalau kita tinjau dari nilai Islam)?

Bisa jawab gakk??

Point 4.

Sekarang gini aja pir!

Oke lah surah QS 19:71-72 itu berarti bahwa semua manusia akan masuk Neraka terlebih dahulu, dan dari di dalam Neraka itu, Allah Swt akan menyelamatkan orang yang bertaqwa (untuk dimasukkan ke dalam Surga). Oke, kita ambil itu!

Sekarang begini.

Kita hilangkan (dulu) QS 19:71-72 itu dari belantara Alquran….

Nah, masih adakah, di dalam Alquran itu, ayat lain yang berarti bahwa semua manusia akan masuk Neraka terlebih dahulu, dan dari dalam Neraka itu, Allah Swt akan menyelamatkan orang yang bertaqwa (untuk dimasukkan ke dalam Surga)?

Ada nggakk?? Bisa tunjukkan ke saya, nggak???

Maksudnya, jangan sampai ide bahwa semua manusia akan masuk Neraka terlebih dahulu itu, ternyata hanya di-generate dari QS 19:71 tersebut. Harus ada ayat lain yang meng-generate ide tersebut. Ngerti nggakkk???

Dari begitu banyak nya ayat Alquran mau pun Alhadits yang menjelaskan bahwa manusia bertaqwa akan langsung masuk Surga, tiba-tiba jidat kapir ini treyak2 bahwa QS 19:71 mengindikasikan bahwa semua manusia akan mampir ke Neraka dulu…. Bahkan untuk menguatkan teorinya bahwa QS 19:71 itu mengindikasikan bahwa semua manusia kudu nyemplung ke Neraka, jidat ini pede-pedenya bilang bahwa semua ayat mau pun Alhadits yang menjelaskan bahwa orang bertaqwa akan lgs masuk Surga, dia bilang bertentangan dengan ayat 19:71 YANG CUMA ATUK ITU….

Surah Alma-uun mempunyai ayat yang menjelaskan bahwa mereka yang salat akan celaka. Namun TIDAK ADA TUH Muslim yang berfikiran bahwa salat akan membuat manusianya jadi celaka…. Lhawong Islam itu (kesemua ayat mau pun Alhaditsnya) mengajarkan bahwa salat akan memudahkan manusia nya untuk masuk Surga kok!! Mengapa demikian?? Karena ayat Alma-uuun yang bilang bahwa salat akan mencelakakan manusianya, hanya SATUKKK ITU…. Dan itu pun, ayat [107:4] itu tidak boleh diambil sendirian alias secara sepotong-sepotong….

Nah, sekarang keyboard saya kasih ke jidat kapirit ini. Tolong ketikkan ayat lain (mau pun Alhadits) yang menjelaskan bahwa semua manusia mampir dulu ke Neraka …

Cephet!! Jangan pake lamakkkk!!!

 

Point 5.

Alquran, semua Muslim dan semua ulama mengajarkan, ADKHULU BISSILMI KAFFAAAH !!

Artinya, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Maksudnya, jangan pernah sekali2 ambil ayat Alquran itu sepotong2, pir!!!

Sekali lagi, kalau jidat ini bersedia ngemengin ayat 72, maka pertanyaannya adalah, mengapa Allah tidak MENG-INSERT-KAN frase KEMUDIAN DARI NERAKA ITU? Selama tidak ada frase itu, maka ide bahwa semua manusia kudu ke Neraka itu, adalah TERLALU DIPAKSAKAN, dan tidak sesuai dengan kepercayaan mendasar di dalam Islam.

Pun kalau kemudian jidat ini bilang, bahwa KALAU BEGITU, MAKA HARUS DIAKUI BAHWA ADA PERTENTANGAN antara QS 19:71 dengan semua ayat Alquran lainnya dan Alhadits yang menyatakan bahwa orang bertaqwa akan langsung ke Surga, maka pertanyaannya saya kembalikan ke point 4. Bacha lagi sanah!!!!

Apah? Ada pertentangan? Maksa banget nieh jidat!! Dah maksa, sok tehe lagih!!!

Kebakaran jenggot yea, ngeliat Islam mangkin ari mangkin berkibar? Kebakaran jenggot yeah, bahwa agama Islam adalah agama yang benar, dan agama laen salah dan lemah secara teori teologi dan logikanya? Haa haa haa haa haa …

Point 6.

Hey pir! Coba pikir yeh!

Yuk kita berandai-andai.

Kalau – seandainya, di ayat 72 itu, bunyi ayatnya sbb,

(72) Kemudian dari dalam Neraka itu Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Gemana menurut jidat ini?

Apakah lantas jidat ini juga akan menggunakan ayat ini DITAMBAH untuk memperkuat ayat 71 untuk menegaskan bahwa semua manusia masuk Neraka terlebih dolo?

Dan tapi, kalau bunyi ayatnya sbb,

(72) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Gemana menurut jidat ini?

Apakah jidat ini akan tetap berkeyakinan bahwa ayat 71 sudah cukup untuk ditreyak2in karena bilang bahwa semua manusia harus ke Neraka dolo? Dan tidak bersedia melirik untuk merenungi ayat 72 nya itu?

Sama aja kan? Ini bukti bahwa jidat ini ADALAH MAHLUK YANG SUKA MAKSAIN KEHENDAK. Setuju nggakk dengan analisa saya yang sederhana ini? Sekarang mw ngemeng apa lagi? Mencak2 ya karena teori nya sudah saya patahin abis2an?

Tolong hapus kebingungan saya:

Apakah tidak ada bedanya, antara

—JIKA ALLAH MENGINSERTKAN FRASE “dari dalam Neraka itu” DI AYAT 72

—dengan—

—jika Allah tidak menginsertkan frase tersebut?

Point 7.

by JANGAN GITU AH » Sun Oct 03, 2010 9:19 am

Tidak perlu bersilat lidah untuk sesuatu yang sudah jelas. Sangat berbahaya untuk keselamatan jiwamu kelak ! Jangan kau permainkan hidupmu !

mau membantah QS 19 : 71?

Silahkan berperang dalam dirimu sendiri !

Skg bantah dolo deh penjelasan saya di atas, khususnya point 6 ituh!! I wonder if you can tooth!! ha ha ha ha ha …..

Point 8.

wisdombasic wrote:

bgm dg ayat pb ini. di sini di jelaskan bhw yesus tidak tahu kapan kiamat itu.

Matius 24:36

LAI TB, Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.

JGA wrote,

Tidak tahu kapan kiamat terjadi bukan berarti bahwa Yesus memastikan manusia masuk neraka ! Jadi tidak dapat disamakan dengan QS 19: 71.

Muhammad apa lagi, mana ada pengetahuannya tentang kapan terjadinya kiamat. Eh malah kalau ada orang yang bertanya, ia melepas tanggungjawab sebagai nabi dan menyuruh orang-orang muslim untuk bertanya kepada nasrani…hihihi…katanya nabi, eh kok gak dapat menjelaskan !

Apa hubungannya dengan masalah ayat19:71-72 ini? Lagi stress ya?

Matius 24:36 itu kaitannya dengan tuduhan jidat kapirit ffi ini, bahwa Muhammad sbg Nabi tidak pernah tahu akan diapakan Tuhan setelah ia wafat. Inget nggakk??

Point 9.

Wisdombasic wrote:

Tipikal kaum Kristen (baik ia kathololik – protosetan – pantetkosa – orkhodox dan lain lain)!!! Gemar sekali mencomot ayat Alquran sebagian-sebagian!!! Apakah jidat ini berfikir saya sebagai Muslim benar-benar engga tehe trik2 kapirit yang kayak begeneh?

JGA,

Hihi..itu bukan trik kafir, itu adalah trik Allah SWT yang menjadi pertanyaan besar bagi orang-orang yang menghargai hidup dan takdir kekalnya….jika anda menganggap sepele jiwa anda, ya silakan nikmati neraka Jahannam itu !

Jika kau tidak sudi terbakar di neraka Jahannam, tinggalkanlah segera

Mana lebih baik:

merasakan dulu panasnya api neraka baru diselamatkan (tidak pasti dan tidak ada jaminan apapun, karena ini terserah Allah SWT)===> versi islam

atau

Kepastian masuk surga dengan sebuah jaminan bukan terserah (asal prasyaratnya kau penuhi)==> versi kafirit?

Trik Allah? Nah bagaimana kalau Allah meng-insert-kan frase KEMUDIAN DARI NERAKA ITU ke ayat 72? Trik yang mana lagi nieh yang mau dikarang2 jidat2 Kristen inih? Haa haa haa haa ha …..

Dan kalau jidat ini menganggap sepele jiwa nya ya silahkan nikmati hidup sbg kapirit Kristen di Dunia ini, dan kemudian masuk Neraka buat selama-lamanyahahahahahah …

Nah bisa ngebuktiin nggakkk bahwa Kristen adalah agama yang benar dan Islam adalah agama yang salahahahhahahahhhhh……? Haa haa haa haa ….

Apa iya Kristen adalah agama yang benar, lhawong jesusnya sendiri tidak pernah bilang kok dengan bachotnya sendiri bahwa AKU ADALAH ANAK TUHAN MAKA SEMBAHLAH AKU …

Nggak mau ngebahas kan? Cekakaakakkk!!! Stress – stress deh nieh anak yang namanya Setan jahanan!!!

point 10.

JGA,

saya dapat mengerti bagaimana peperangan dalam bathinmu setelah mengetahui “ADANYA JAMINAN MASUK NERAKA” dalam Quran. Wajar jika kau marah dan menhina kafir dengan kata-kata mayat laknat. Memang sangat menyakitkan mengetahu faktanya. Tetapi jika kau masih punya nurani dan akal untuk berfikir, pikirkanlah resiko yang ditawarkan Allah SWT dengan hati tenang dan dengan penuh pertimbangan yang sehat. Apakah kau mencari “KEBENARAN SEJATI” atau hanya sekedar “MENGOLOK-OLOK DIRIMU?”

Pikirkan ulang kejelasan ayat 72 yang menegaskan bahwa “dari dalam neraka” akan diselamatkan orang-orang yang bertakwa! Artinya, biarpun kau manusia paling taqwa seantero dunia, kau tidak dapat lolos dari fakta “akan pernah” ke neraka!

Nah inieh lagih!

Bisa mikir bener gakk sikkk??

Memang ada agama lain selain Islam yang bener? Mau bilang bahwa Kristen adalah agama yang bener? Di mana benernya?

Skg gini aja, biar jelas logika yang seharusnya jidat ini dah miliki.

Oke lah kita katakan di dalam Islam, seperti jidat yang ini tuduhkan, mendudukkan ide bahwa semua manusia harus ke Neraka dolo. Nah dari Neraka itu kaum saleh akan dibawa ke Surga yang abadi.

Nah, itu adalah dengan asumsi bahwa Islam lah yang benar. Islam lah agama yang menguasai hari berbangkit.

Skg, apa mungkin Kristen yang menjadi penguasa hari berbangkit?

Tidak!

Semua manusia yang memilih Kristen akan selamanya dicampakkan ke dalam Neraka, tanpa ada ampun sedikit pun! Tugas jidat ini adalah, buktikan kepada saya bahwa Kristen adalah agama yang benar (sehingga agama inilah yang akan menguasai hari berbangkit). Bisanggakkk???

Mending mana:

(a)—Menjadi Muslim — walau pun ke Neraka dolo, baru ke Surga,

Atau

(b)—Menjadi kapirit — akan terus berada di Neraka tanpa ada harapan untuk masuk ke Surga.

Mau pilih yang manahahahahahahahahaa…????? Hihihihihi ….

Point 11.

Tetangga saya, orang kaya, kaya gede, pejabat di lembaga Pemerintah, punya anak yang selalu mereka rawat dengan penuh cinta kasih. Orang tua anak itu, yaitu sang tetangga saya ini, selalu memberi makan dan kebutuhan lebih dari yang cukup untuk si anak. Sang orang tua berkata, SUPAYA ANAK KITA INI SELAMAT DARI KELAPARAN….

Kita tehe, bahwa anak itu seumur hidup nya yang gemah-ripah-loh-jinawi itu, TIDAK PERNAH mengalami kelaparan, se-jam pun tidak pernah. Memang benar, bahwa kedua orang tuanya selalu memberinya makan, makan yang layak dan bergizi, lebih dari cukup. Namun pertanyaannya adalah, apakah MEMBERI MAKAN itu BERANGKAT dari keadaan bahwa sang anak SUDAH TERLANJUR KELAPARAN????

Kita bisa membuat bagan logika. Memberi makan itu, punya dua arti:

  1. karena yang diberi makan sudah kelaparan (karena sengsara, kena kutukan, keterbelakangan delele).
  2. yang diberi makan itu tidak pernah kelaparan. Yang diberi makan itu, diberi makan hanya karena memang hak dia untuk bisa makan, dan karena dia disayang oleh yang memberi makan – bukan karena kelaparan.

Kita kembali ke tetangga saya itu. Ketika tetangga saya yang kaya raya dan sayang anak itu memberi makan kepada anaknya, maka keadaan yang melatar-belakanginya, yang mana, point (a) atau point (b)???

QS 19:71-72 adalah merujuk pada point (b), BUKAN POINT (a).

Manusia yang bertaqwa, tidak pernah sampai ke Neraka.

(72) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Tuhan menyelamatkan orang bertaqwa, bukan karena mereka sedang di dalam Neraka. Mereka tidak pernah sampai ke Neraka. Ketika keadaan mereka tidak pernah sampai ke Neraka, pada saat itu Tuhan membawa mereka masuk ke Surga.

Kalau jidat ini masih ngotot bahwa semua manusia (termasuk yang bertaqwa) harus ke Neraka dolo, maka penjelasan saya di atas tentang tetangga kaya raya yang ngasih makan untuk anak kesayangannya, mau dikemanain?

Kalau jidat ini masih berkilah bahwa,

Q 19:71 Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan …

Frase bahwa TIDAK ADA SEORANG PUN DARIPADAMU, benar-benar menegaskan bahwa SEMUA NYA HARUS KE NERAKA DOLO, ….

Maka akan saya jelaskan, bahwa, mengapa frase TIDAK ADA SEORANG PUN DARIPADAMU menjadi masalah?

Point 12.

Jidat ini sengit banget mengklaim bhw ayat 71 berarti bahwa semua orang hrs mampir dulu ke Neraka. Kayak pedagang hape second di roxy, selisih 2000 perak aj msh dipertahankan sekuat tenaga. Kalo selisihnya 50rb ke atas ya masuk akal. Namun cuma 2rb? Ok. Sekarang saya juga mw sengit. Selisih 1000 perak pun akan saya pertahankan juga di sini.

Di ayat 71 itu diblg KAMU AKAN MENDATANGI NERAKA ITU.

Saya blg, gmn kalau bunyinya gene,

KAMU AKAN SUDAH NYEMPLUNG DAN BERADA DI NERAKA.

Faktanya gada ayat yg bunyi begitu kan? Beda, antara

>>MENDATANGI<<

—dengan—

>>NYEMPLUNG DAN BERADA DI NERAKA<<

Sekarang jidat ini mw ngemeng apa? Yg jelas, kt smw kan sekarang memang sdg mendatangi Neraka itu, yatoh? Tidaklah satu detik itu berlalu dari kt, melainkan itu mendekatkan kita ke Neraka, smw kita! Kita takut kan? dan TAKUT itu memang diperintahkan Illahi kan? Namun apakah sekarang kt sdh nyemplung di Neraka itu? silahkan jawab, wahai mayat laknat!

Point 13.

parte pro totum ……….,

alias, sebagian (kecil) mewakili keseluruhan.

Jidat ini klaim, ayat 71 itu, menjelaskan ajaran / kehendak Allah bahwa smw manusia akan masuk Neraka. Ayat yang CUMA satuk itu, oleh jidat ini diposisikan sebagai telah mewakili SEMUA AJARAN DAN KEHENDAK ILLAHI, karena faktanya, suka ato tidak, jauh lebih banyak alayat dan alhadis yang menjelaskan bahwa orang bertaqwa akan lgs masuk Surga. Okelah kalo begitu logika jidat kapirit ini. Saya boleh juga doong untuk manfaatin azas parte pro totum ini?

Jesus cuma sekali bilang bhw

AKU TDK TAHU KAPAN KIAMAT ITU.

Dan namun itu sudah mewakili semua ajaran kristiani dan kehendak tuhan bapa kan? Artinya, tanpa Jesus atau Alkitab yg blg, kt sah2 aja utk berkeyakinan bahwa:

  1. Yesus tdk tehe mw diapakan Tuhan setelah matinya
  2. Yesus tdk tehe kapan dia mati
  3. Yesus tdk tehe mana yg benar kecuali apa yg diwahyukan kpdnya
  4. Yesus tdk tehe apakah dia akan msk surga ato neraka
  5. Yesus tdk tehe apakah tuhan akan selamatkan dia
  6. Yesus tdk tehe mana yg setan dan mana yg malaikat.
  7. Krn Yesus tdk tehe apa2, mk brti umatnya pun ga tehe bakal selamet opo endak, kendati telah menjalankan ajaran gereja. arti totalnya, yesus ga bisa jamin all manusia ke surga krn ternyata jesus bukan apa2! gemana???

Silahkan dijawab dengan penuh percaya diri hehehehehe …….

point 14.

Allah menyuruh Muhammad Saw & Muslim untuk bertanya kpd ahlul kitab?

Jawab>>

Ribuan kali Muslim sdh menjawab dan menjelaskan ayat Alquran ini. Namun kenapa jidat ini msh terheran2 juga? Kethawan banget bebalnyah! Saya mau aja ngebahas dan menjelaskannya di sini, lagi. Tapi ah bosen! Percuma ngelawan org bebal binti gila aka mayat laknat kayak situh! Saya akan ngebahasnya UPON YOUR SPECIAL REQUEST! Lagian juga, apa ayat itu br Kristen adalah / jadi agama yg bener? Di mana benernya? Berani ngga ngebahas utk ngebuktiinnya? Saya tunggu, wahai mayat laknat!

Point 15.

by JANGAN GITU AH » Sun Oct 03, 2010 9:19 am

Muslim yang dengan yakin mereka akan ke surga setelah itu tidak mengetahui bahwa yang berhak mengampuni dosa adalah Allah SWT. Tidaklah masuk akal bila neraka dapat mengampuni dosa dengan mensucikan dosa? Logikanya, dapatkah kain kotor dibersihkan oleh air kotor? Neraka adalah tempat kenajisan dan dosa. Dengan begitu setelah muslim masuk neraka maka tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk meninggalkannya karena neraka tidak dapat menghapus atau mengampuni dosa.

 

Semua muslim mengakui bahwa mereka harus mensucikan dosa mereka di neraka agar dapat masuk surga. Setiap muslim wajib masuk neraka karena tidak seorangpun luput dari berbuat dosa.

 

Muslim yang dengan yakin mereka akan ke surga setelah itu tidak mengetahui bahwa yang berhak mengampuni dosa adalah Allah SWT. Tidaklah masuk akal bila neraka dapat mengampuni dosa dengan mensucikan dosa? Logikanya, dapatkah kain kotor dibersihkan oleh air kotor? Neraka adalah tempat kenajisan dan dosa. Dengan begitu setelah muslim masuk neraka maka tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk meninggalkannya karena neraka tidak dapat menghapus atau mengampuni dosa.

Neraka sebagai pencuci dosa, dan adalah mustahil Neraka dpt mencuci dosa?

Kok jadi situ yg ngatur? Wah Neraka itu tdk dimaksudkan utk mencuci dosa kok! Neraka itu dimaksudkan utk menghukum para pendosa. Semua pendosa dilihat kadar dosanya. Setelah itu pendosa di-inep-in menurut besarnya dosa. Guampang kan?? Pernah gak, jidat ini mikir, apakah lp cipinang dpt menghapuskan kejahatan pelaku kriminal? Enggak kan?? Lp cipinang tdk dimaksudkn utk menghapus kejahatan kok, dia didedikasikan hanya sbg t4 hukuman.

Memang di dalam Kristen, manusia tidak dibersihkan dolo di Neraka?

Sebenarnya buat apa saya ngebahas paragrap ini? Kok ada ya jidat2 pemakan taik tikus berfilsafat seolah dirinya adalah para Nabi itu sendiri? Nah dia sendiri bisa bilang gakk, bahwa Kristen tidak pernah mengirim para pendosa ke Neraka? Bisanggakk?

Faham?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s