Kekejian Yang Dihasilkan Trinitas Jesus

kekejian-yang-dihasilkan-trinitas-jesus

Benarkah Semua Agama Baik?

leonardi, on March 13, 2012 at 6:00 pm said:

Ada tertuliis: karena jika yang seorang berkata: ”aku dari golongan Paulus” dan yang lain berkata: ”aku dari golongan apolos”, bukankah itu menunjukkan kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

Islam dan Kristen sama-sama mengajarkan kebaikan. Kamu dinilai oleh sang pencipta berdasarkan apa yang kamu perbuat dalam hidup ini.

Dan, Setiap orang di dunia ini pasti melakukan dosa, entah dari itu Kristen atau Islam atau agama lain, karena manusia itu hidup di dunia melawan keinginan daging, dan agama yang membantu kita untuk melawan keinginan daging yaitu hawa nafsu, kebencian, kesombongan.

Jadi apa faedahnya kamu mengatakan kepada orang-orang, agama yang itu benar dan agama yang ini tidak benar? Karena dengan menyebut agama itu benar dan itu salah, dia sendiri akan menjadikan dirinya berdosa karena menyulut peperangan. Bukan-kah lebih baik kamu lakukan kebaikan dengan segenap hati mu dan segenap kekuatan mu?

Sophislam,

Benarkah bahwa Islam dan Kristen sama-sama mengajarkan kebaikan?

Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw yang merupakan ajaran dari Allah Swt, Tuhannya bani Israel pada abad sebelumnya. Selain membawa misi keagamaan, Islam juga membawa misi lain berupa kehendak suci untuk meluruskan kesesatan yang dilakukan oleh manusia atas diri dan pribadi Nabi Isa Almasih.

Pada masa pra Islam, trinitas menjadi ajaran yang paling berbahaya bagi logika siapa pun. Trinitas memungkinkan seseorang untuk menyembah sesuatu yang sebenarnya bukanlah Tuhan sama sekali.

Bagi Allah dan Nabi Isa, trinitas adalah suatu penyimpangan dan ‘menanggalkan sesuatu’ dari hak yang sebenarnya. Lebih tepat, trinitas adalah fitnah paling keji yang diarahkan ke kehadirat Tuhan, dan kepada Nabi Isa secara langsung.

Dan di luar itu, Islam mengingatkan bahwa manusia mana pun tidak berhak untuk menganut faham trinitas tersebut. Trinitas adalah kekejian. Di dalam trinitas, terdapat benih-benih kekejian dan kebobrokan untuk disemaikan ke atas umat manusia dari generasi ke generasi. Artinya, trinitas akan menghasilkan suatu umat yang penuh dengan kekejian, kebobrokan, kenajisan dan kemunafikan.

-=o0|0o=-

Manusia yang tidak mempunyai kemampuan akal untuk memeriksa agama-agama akan berkata bahwa semua agama itu baik karena menurut pandangan mereka, semua agama mengajarkan kebajikan. Dan berdasarkan pandangan mereka yang seperti itu, mereka memohon kepada seluruh individu beragama agar tidak lagi saling menjelek-jelekkan agama lain – dan menganggap bahwa hanya agamanyalah yang paling benar.

Kalau lah memang benar bahwa semua agama adalah baik, tentunya akan ada konsekwensi lain yang harus diperjelas. Seperti, apakah semua agama itu akan membawa seluruh manusia ke dalam Surga masing-masing? Dan jika begitu, bukankah itu berarti akan ada banyak versi Surga di dalam kehidupan pasca kiamat kelak? Dan jika semua agama adalah benar dan baik, maka bukankah itu berarti di dalam kehidupan ini dijumpai banyak Tuhan? Dan bukankah itu berarti semua Tuhan itu SALING RUKUN SATU SAMA LAIN walau pun mereka saling mempunyai pandangan yang berbeda? Dan dari begitu banyaknya Tuhan, bukankah satu di antara mereka adalah pemimpin para Tuhan yang mengkoordinir Tuhan-Tuhan yang banyak itu?

Kristen.

Kristen yang berporos pada trinitas – adalah agama yang mengajarkan banyak hal yang keji dan menjijikkan. Di dalam kekristenan terdapat benih keji yang siap untuk disemaikan ke atas umat manusia, agar dengan demikian umat manusia tersebut menjadi umat yang paling menjijikkan dan paling rendah.

Pertama.

Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa kemesuman dan kecabulan adalah suci di mata Tuhan. Pandangan kita pertama kali akan melihat langsung ke dalam Alkitab di mana di dalam kitabsuci tersebut terdapat ayat-ayat porno yang memparadekan ayat-ayat vulgar mengenai kemesuman dan kejijikkan. Dan lebih tegas lagi adalah, bahwa keseluruhan ayat porno itu diyakini oleh orang Kristen sebagai ayat yang turun langsung dari Tuhan mereka.

Pandangan kita yang kedua adalah kita melihaT bahwa bugil massal adalah TIDAK TERLARANG sedikit pun di dalam kekristenan. Umat Kristen tidak pernah memikirkan dosa ketika mereka terlibat di dalam aksi sosial berupa acara bugil massal di tengah kota, dan aksi tersebut terkadang diselenggarakan di depan Gereja atau di suatu kota yang mayoritas penduduknya adalah orang Kristen.

Kedua.

Setelah Kristen memamerkan keyakinan dasar mereka bahwa Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa kemesuman dan kecabulan adalah suci, maka selanjutnya, Kristen mengajarkan bahwa zinaria bukanlah dosa sama sekali menurut pandangan Gereja. Gereja beserta umatnya bukanlah umat yang gusar melihat sepasang pengantin Kristen yang berarak ke Gereja untuk acara pemberkatan pernikahan, padahal pengantin wanitanya sudah mengandung bayi hasil dari hubungan intim mereka jauh sebelum upacara pemberkatan pernikahan tersebut. Dan tentunya ini berarti Gereja merestui perzinahan, alias merestui hubungan intim di luar pemberkatan Gereja.

Bahkan di dalam banyak kasus, Gereja sering menyelenggarakan pemberkatan pernikahan atas sepasang pengantin, padahal pasangan tersebut telah lama hidup bersama di dalam satu rumah dan mempunyai beberapa anak kandung hasil dari hubungan intim mereka sebagaimana layaknya suami istri. Gereja sedikit pun tidak mengutuki atau menajiskan sepasang manusia tersebut. Ini berarti Gereja memang mempunyai posisi untuk merestui perzinahan.

Ketiga.

Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa kehidupan di Dunia ini haruslah diselenggarakan dengan cara sekuler. Seluruh negara dan masyarakat Kristen di Dunia ini tentunya adalah masyarakat dan negara yang sekuler.

Jika suatu negara mengadopsi sistem sekuler, berarti negara tersebut akan memberi tempat yang terhormat untuk semua perilaku yang menentang keagungan dan kesucian Tuhan. Ini berarti semua orang Kristen akan dibiasakan untuk hidup tanpa harus diatur oleh Hukum Tuhan. Orang yang sekuler (yang mana itu berarti orang Kristen yang sekuler) tidak akan melihat Tuhan sebagai sumber ajaran hidup. Sebaliknya, orang sekuler melihat bahwa negara adalah Hukum hidup.

Keempat.

Kristen adalah agama yang membolehkan umat manusia untuk makan segala jenis hewan – asalkan suka. Tidak ada satu pun hewan yang dilarang untuk disantap oleh Gereja. Bahkan Kristen mengajarkan bahwa memakan bangkai bukanlah suatu dosa dan kenajisan.

Kelima.

Kristen adalah agama yang mengajarkan bahwa menjadi munafik demi trinitas, adalah suci dan mulia di mata Tuhan mereka. Di satu pihak mereka hidup secara sekuler – yang mana itu berarti mereka hidup dengan menentang Hukum Tuhan. Namun di lain pihak mereka menyatakan bahwa mereka semua adalah pengikut ajaran Jesus.

Di satu pihak Gereja mengajarkan bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai. Namun di lain pihak, Gereja telah menjadi satu-satunya lembaga yang penuh dengan kekejian dan kesadisan, yang mana itu terlihat dari Inkusisi 8 abad mulai dari Tahun 1100-an dan berakhir pada Tahun 1900an awal. Inkuisisi adalah sejarah kekejian dan kebengisan yang dilakukan oleh Gereja atas nama Tuhan dan trinitas mereka. Namun sungguh, kini semua orang Kristen meyakinkan kaum Muslim bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai. Ini namanya munafik.

Di satu pihak Kristen menegaskan bahwa Kristen adalah agama yang menghormati keragaman. Namun di lain pihak Gereja dapat membuktikan bahwa banyak sekali kasus pemurtadan paksa dan menjijikkan yang dilakukan Gereja atas manusia lain. Kisah Raja Atahualpa benar-benar menunjukkan bahwa memaksa orang lain supaya masuk Kristen adalah kesalehan di dalam pandangan Alkitab.

Pemusnahan suku Aborigin di Australia oleh umat Gereja, menjadi bukti lain yang dimiliki Gereja untuk menjelaskan bahwa Gereja sangat bengis. Sungguh pun demikian, tetap saja Gereja mengklaim Kristen sebagai agama kasih dan damai. Kemunafikan yang sempurna tidak pernah jauh dari kehidupan Gereja yang berdasarkan Alkitab ini.

Keenam.

Gereja tidak pernah mengajarkan kebersihan, atau taharah di dalam Islam.

Karena pendirian / ajaran Gereja yang demikian, maka manusia-manusia Kristen adalah manusia yang jorok. Mereka tidak pernah mandi, mencuci diri bersih-bersih setelah buang hajat, tidak mengenal istilah mandi junub setelah berhubungan intim, dan tidak pernah mengganti baju mereka untuk waktu yang lama. Umumnya kenyataan ini banyak terjadi di masa silam (alias arkhaik). Mereka lebih tepat dikatakan sebagai “sang gembel yang necis”, hal mana itu dikarenakan mereka tidak pernah mandi atau bersih-bersih, dan baju yang mereka kenakan adalah baju yang tidak pernah mereka ganti.

Ke Gereja pun mereka tidak pernah diajarkan untuk mandi bersih, apalagi mandi junub. Islam misalnya, mengajarkan untuk berwudhu jika hendak ibadah, maka lain halnya dengan orang Kristen. Orang yang tidak pernah mandi 4 hari pun, dan baju mereka tidak pernah ganti selama seminggu, TETAP SAH untuk ikut beribadah di dalam Gereja.

Kristen tidak pernah mengajarkan ‘Cebok’ kepada manusia. Jadinya, sehabis membuang hajat besar atau kecil, mereka langsung pergi tanpa harus bersih-bersih. Ketika Gereja mengajarkan bahwa khitan bukanlah perintah Tuhan, saat yang bersamaan orang Kristen mempunyai organ tubuh yang selalu membawa (sisa) najis ke mana-mana. Bahkan ke Gereja mereka!!

Ketujuh.

Kristen menegaskan bahwa mabuk-mabukan bukanlah dosa di dalam pandangan Tuhan. Menikmati segala jenis minuman beralkohol alias khamer di dalam Islam, adalah pembolehan yang diberikan Gereja berdasarkan Alkitab mereka.

Ini menjadikan masyarakat Kristen selalu dihubungkan dengan banyaknya kasus mabuk-mabukan yang dialami khususnya oleh kalangan muda. Di tanah Batak yang mayoritas Kristen, ‘Lapo Tuak’ adalah lumrah, tempat di mana mereka dapat memperdagangkan dan mendapatkan minuman yang mengandung alkohol / fermentasi.

Karena Gereja mengajarkan bahwa mabuk-mabukan bukanlah dosa, akibatnya orang Kristen dengan serta merta menilai bahwa menikmati minuman beralkhohol ADALAH HAK ASASI mereka. Kendati mereka mabuk dan sempoyongan, toh mereka menjadi bangga dengan kemabukan tersebut. Trinitas dan Gereja lah yang menggerakkan mereka menjadi seperti itu.

Kedelapan.

Islam mengajarkan bahwa musyrik adalah dosa besar, dan tidak akan diampuni. Lain halnya dengan Kristen yang berporos pada trinitas ini.

Kebalikan dari Islam, Kristen justru sangat mengandalkan kemusyrikan yang menjijikkan ini di dalam beragama.

Gereja mengajarkan bahwa para santo dan para Malaikat Tuhan dapat mendatangkan kebaikan dan keselamatan untuk manusia. Untuk kepercayaan tersebut, Gereja trinitas di seluruh Dunia telah banyak membangun patung para santo dan menggelar acara permohonan doa kepada patung-patung santo tersebut. Tidak jarang mereka berdoa kepada para Malaikat supaya mereka beroleh keselamatan dan berkat.

Jika kaum Muslim berpendapat bahwa hanya Allah lah Yang dapat memberikan keselamatan (mau pun kebinasaan); dan di lain pihak memohon keselamatan kepada selain Allah adalah syirik dan dosanya tidak akan diampuni, lain halnya dengan orang Kristen. Roh para santo dan para Malaikat juga dapat mendatangkan safaat untuk kehidupan mereka, setelah mereka juga berdoa kepada Tuhan mereka. Artinya, selain Tuhan, roh para santo dan Malaikat pun juga dapat memberi safaat, dan berdoa kepada mereka adalah masuk akal. Singkat kata, kemusyrikan di dalam Gereja yang ber-trinitas adalah agung dan kesalehan itu sendiri.

Benda mati yang berbentuk dan bernama salib, adalah benda lain di dalam kekristenan yang menjadi objek kemusyrikan. Orang yang bergereja cenderung menggunakan salib mereka untuk selalu mendapatkan keberuntungan dan jauh dari celaka. Mereka faham benar bahwa salib tersebut adalah benda mati, yang sebenarnya adalah mahluk Allah, namun keyakinan mereka  telah membuat salib sebagai benda yang dapat mendatangkan keselamatan.

Singkat kata, menjadi orang Kristen adalah menjadi orang musyrik. Dan itu Gereja lah yang mengajarkan.

Kesembilan.

“Lakukan apa saja yang kau kehendaki. Dan kau tidak akan berdosa”.

Itulah prinsip di dalam kekristenan. Kristen tidak mengenal dosa. Semua hal adalah diberkati, dibolehkan. Dan kalau pun berdosa, kelak di akhirat para pendosa itu akan diterima Jesus di dalam Surga karena dosa mereka SUDAH DITEBUS OLEH JESUS ….

  • Mabuk-mabukan tidak dosa.
  • Menjadi munafik tidak dosa.
  • Bugil massal tidak dosa.
  • Berzina tidak dosa.
  • Freesex tidak dosa.
  • Kumpulkebo tidak dosa.
  • Makan babi tidak dosa.
  • Aborsi tidak dosa.
  • Hidup mesum tidak dosa.
  • Makan bangkai tidak dosa.
  • Membuka aurat tidak dosa.
  • Memurtadkan paksa orang lain tidak dosa.

Formulanya adalah, apakah Kristen yang ber-trinitas itu pernah berhasil di dalam menentukan bahwa suatu hal adalah dosa?

Kesepuluh.

Kehidupan nyata di tengah bangsa Kristen akan segera menunjukkan bahwa menghina dan mempermainkan nama-nama suci para Malaikat, para Nabi dan para saleh, dan juga Alkitab mereka, BUKANLAH DOSA.

Orang Kristen yang berporos pada trinitas mendapatkan hak istimewa untuk selalu boleh memperolok-olok nama dan pribadi para Malaikat mau pun para Nabi terdahulu. Mereka gemar membuat gambar kartun cemoohan yang mereka tujukan kepada para Malaikat mau pun Nabi Tuhan. Para Nabi dan para Malaikat di dalam Kristen adalah objek penghinaan dan olok-olok oleh bangsa Kristen. Kendati Islam menegaskan bahwa para Malaikat dan para Nabi adalah nama-nama suci dan harus dihormati Dunia akhirat, lain halnya bagi orang yang bergereja yang berporos pada trinitas ini.

Bahkan Tuhan mereka pun sering mereka jadikan objek penghinaan. Di dalam suatu video porno, ditunjukkan di mana pelakunya melakukan perbuatan-perbuatan hina tersebut sementara pelakunya mengenakan kalung salib yang menjuntai-juntai di bawah dada mereka.

Mereka merasa aman dari dosa ketika mereka menenteng Alkitab ke WC untuk mereka baca sambil membuang hajat. Bahkan kalung salib Jesus tetap mereka kenakan ketika mereka berbuat zina atau ketika berada di WC.

 

Bagaimana Dengan Islam?

Di lain pihak, apakah Islam mengajarkan kesemua hal keji seperti yang menjadi bagian dari Kristen?

Islam melarang …………..

  • Berzina.
  • Munafik
  • Hidup sekuler.
  • Musyrik.
  • Makan segala jenis hewan.
  • Makan bangkai.
  • Makan babi.
  • Bugil massal dan menampakkan aurat.
  • Mabuk-mabukan.
  • Menjalani hidup yang kotor dan menjijikkan.
  • Menghina para Malaikat, menghina para Nabi, menghina Alquran …..

Penutup.

Kristen mengajarkan bahwa kebatilan dan kekejian adalah bagian dari ketuhanan mereka. Sementara Islam mengajarkan kebalikannya, bahwa kebathilan tidak boleh dipadukan dengan kesalehan.

Kristen mengajarkan kekejian, sementara Islam mengajarkan kesalehan.

Anggapan bahwa semua agama (di dalam hal ini agama Islam dan Kristen) sama-sama mengajarkan kebaikan, TIDAK TERBUKTI sama sekali.

Itulah sebabnya mengapa Islam melarang umat manusia untuk menyerahkan nasib dan hidup mereka kepada trinitas ini. Kekejian yang dibawa trinitas teramatlah nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s