Kenabian Muhammad Dalam Alkitab

kenabian-muhammad-dalam-alkitab

Dedan adalah Arabia Utara, dekat kota Yastrib (Madinah) yang dihuni oleh Tema.

Tema adalah anak Ismael (Kejadian, 25:15), yang menghuni di utara kota Madinah (baca geografi Madinah).

Sambutlah orang pelarian: Nabi Muhammad SAW lari / hijrah dari Makkah ke Madinah, kemudian disambut penduduk Tema di Madinah. (dikutip dari Hadis Sohih).

Pelarian dengan roti: Nabi Muhammad lari / hijrah ke Madinah dengan roti / firman Allah. Sedangkan roti menurut Alkitab diartikan sebagai firman (lihat BAB 7 no 16).

Mereka melarikan diri terhadap pedang: umat Islam lari / hijrah dari Makkah, karena orang-orang Makkah selalu meneror dan membantai umat Islam dan rencana orang-orang kafir untuk membunuh Nabi Muhammad SAW (dikutip dari Hadis Sohih).

Nubuat Nabi Muhammad

Nubuat Nabi Yesaya bahwa umat Islam pasti memenangkan peperangan melawan orang kafir, satu tahun setelah hijrah.

Yesaya, 21:16-17 “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah… dari Bani Kedar akan tinggal sejumlah kecil saja”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah menjadi kenyataan tertulis dalam sejarah perang Badar:

Dalam setahun lagi: tanggal 12 Robi’ul Awal tahun 1 Hijriyah umat Islam hijrah dari Makkah ke Madinah, dan setahun kemudian tanggal 17 Romadhon tahun 2 Hijriyah umat Islam berhasil mengalahkan orang-orang kafir Makkah dalam peperangan Badar Kubro, perang pertama umat Islam berhadapan dengan kaum Musyrikin Mekkah, seusai rasulullah membangun asas Islam di Madina.

Kendati Kedar adalah salah satu dari Bani Ismael, namun sebagian dari mereka adalah pembangkang ajaran Nabi Muhammad saat itu. Tapi setelah Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) mereka semua (100%) menerima ajaran Nabi Muhammad SAW sampai detik ini, yaitu negara Arab Saudi (keturunan Kedar).

Yahudi dan Kristen tidak memiliki dalil untuk mengakui nubuat ini, karena Bani Kedar yang berada di Arab Saudi 100% beragama Islam.

Nubuat Yesaya, Umat Islam akan mempunyai nyanyian baru untuk memuji Allah

Yesaya, 42:10-12 “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar.”

Nubuat Nabi Yesaya bukan sebuah mimpi belaka, namun telah diabadikan oleh Allah di Bumi Islam:

Nyanyian baru bagi Tuhan: Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar dan sebagainya.

Menyaringkan suara: umat Islam di berbagai negara, desa, kota , dan pulau, semuanya menyaringkan/mengumandangkan Adzan sebagai tanda waktu sholat (baca buku saya “Mukhtasor Diniyah” hal. 38 paragraf 2 baris ke 6).

Desa-desa yang didiami Kedar: nubuat ini hanya untuk orang Islam, karena Bani Kedar (keturunan Ismael) yang sekarang menjadi negara Arab Saudi penduduknya 100% Islam, baik Yahudi atau kristiani tidak terdapat di negri wahyu tersebut

Jadi jika umat Yahudi dan Kristen berpendapat atas dasar keyakinan kalau nubuat itu milik mereka, maka dengan sendirinya telah dibantah oleh Nabi Yesaya tersebut, karena nubuat itu untuk keturunan Kedar (Bani Ismael) saja.

Nubuat pindahnya Bait Allah dari Yerusalem ke kota Makkah.

Yesaya, 60:5-14 “Kelimpahan dari sebrang laut akan beralihkepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu… segala kambing domba Kedar… dan Nebayot… untuk ibadahmu… Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku… orang-orang asing akan membangun tembokmu… mereka akan menyebut engkau kota Tuhan”.

Nubuat Nabi Yesaya ini bukan isapan jempol menggambarkan bangunan kota Mekah dengan atribut kota tuhan, telah Allah tetapkan pada umat Islam. Ini bukan banyolam muslim terhadap alkitab, tetapi merupakan analisis menyeluruh.

Kelimpahan dari sebrang laut akan beralih kepadamu: umat Islam dari seberang lautan manapun telah berziarah ke Bait Allah, di Makkah, dan tidak lagi di Yerusalem.

Segala kambing / domba…untuk ibadahmu: umat Islam mensucikan Bait Allah di Makkah dengan berqurban kambing.

Menyemarakkan rumah keagungan-Ku: umat Islam dari seluruh dunia datang berduyun-duyun menyemarak-kan Bait Allah di Makkah di musim haji. Dan juga setiap harinya untuk melaksankan ibadah Umroh atau ibadah rutinitas, sehingga gema semarak talbiyah bergumuruh di Bait Allah tersebut. Tidak dapat didustakan tentang peristiwa sakral tersebut telah menuai semarak takbir, memulyakan Allah dari seluruh dunia.

Orang-orang asing akan membangun tembokmu: bukan lagi orang Israel yang membangun tembok Bait Allah, tapi orang yang dianggap asing oleh Israel , yaitu orang-orang keturunan Ismael (orang Arab/Kedar). Disamping sebab jutaan manusia yang datang dari seluruh dunia, telah memberikan hasil melimpah dalam pembangunan Bait Allah di Mekkah

Kota Tuhan: itulah Makkah telah menjadi kota Allah, bukan lagi di Yerusalem, karena Yerussalem sekarang tidak terdengar pujian, tetapi dentuman peluru dan kebiadaban Israel.

Walaupun Yahudi dan Kristen berkeyakinan, kalau nubuat itu untuk mereka, tetapi ucapan Nabi Yesaya tersebut telah membantah keyakinan mereka, bahwa nubuat itu hanya untuk orang yang naik unta, dan orang yang berqurban kambing, tiada lain hanya Bani Ismael. Di Yerusalem tidak ada wilayah Onta seperti yang terdapat di Mekkah, sangat membudaya, demikian kurban kambing pasti akan dilakukan oleh seluruh jemaah haji.

Nubuat Jesus tentang pindahnya Bait Allah dari Yerusalem ke kota Makkah

Yohanes, 4:21 “Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan di Yerusalem”.

Nubuat Jesus tersebut, telah menjadi takdir Allah kepada umat Islam:

Bisa di perhatikan nubuat di nomor 7, 16 dan 18, maka maksud ucapan Jesus tersebut tiada lain adalah Makkah.

Nubuat Nabi Yesaya bahwa umat Islam berqurban di Bait Allah, Makkah

Yesaya, 60:7 “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu, semuanya akan dipersembahkan di atas Mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku. Dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah menjadi takdir Allah pada umat Islam:

Segala kambing domba Kedar: pada setiap hari raya haji / Idul Adha, umat Islam datang berduyun duyun dari seluruh dunia untuk ibadah haji, dan salah satu ritualnya yaitu berqurban kambing dan domba. Sedangkan bila dicermati penuh perhatian dan tidak subjektif, maka akan sampa pada kesimpulan hanya Islam yang bisa melakukan ritual menyembelih kambing, sebagai bagian dari pelaksanaan haji yang disebut Dam.

Menyemarakkan rumah keagungan-Ku: Masjidil Haram, Ka’bah di Makkah selalu semarak ketika musim Haji. Padat dengan manusia yang sedang beribadah, dengan mengumandangkan lafadl talbiyah.

Bila umat Yahudi dan Kristen yakin, bahwa nubuat tersebut untuk mereka, maka telah dibantah oleh Nabi Yesaya tersebut. Karena sampai saat ini Nebayot, Kedar dan keturunan Ismael lainnya hanya tunduk dan patuh kepada Nabi Muhammad (Islam). Rumah keagungan-Ku adalah Baitullah / Ka’bah (Bait Allah), bukan di tembok ratapan Yahudi, bukan Basilika Santo Petrus di Vatikan, dan juga bukan di gereja Yerusalem. Karena sampai detik ini penduduk Arab (keturunan Ismael) tidak ada yang menyembelih/berqurban kambing di tembok ratapan atau di Vatikan atau di gereja Yerusalem, TIDAK ADA.

Nubuat Nubuat Nabi Musa bahwa Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu dengan cara meniru / dituntun perkalimat

Ulangan, 18:18 “Dan Aku akan menaruh Firman-Ku ke dalam mulutnya”.

Nubuat Nabi Musa, telah menjadi firman Allah kepada Nabi Muhammad SAW:

Ayat ini adalah ayat lanjutan dari nubuat Nabi Musa pada nomor sebelumnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan “menaruh Firman-Ku” ke dalam mulutnya adalah: bahwa setiap orang yang tidak dapat membaca jika disuruh membaca, pastinya dia tidak dapat membaca, tapi jika orang yang tidak dapat membaca itu di tuntun oleh orang lain, kemudian ia mengikutinya, maka artinya orang itu di taruh sebuah ucapan/Firman ke dalam mulutnya.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW telah dituntun untuk membaca Firman oleh malaikat Jibril di gua Hira, Makkah. Walaupun umat Yahudi dan Kristen yakin bahwa nubuat itu untuk Nabi mereka, maka dengan sendirinya dibantah oleh Nabi Musa (Ulangan, 34:10), karena tidak ada lagi Nabi dari keturunan Bani Israel yang seperti Musa.

Nubuat Nabi Yesaya bahwa Nabi Muhammad SAW mengendarai Onta

Yesaya, 21:7 “Apabila dilihatnya pasukan, pasangan-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, dan seorang penunggang Onta, maka haruslah diperhatikannya sunguh-sungguh, dengan penuh perhatian”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah Allah perkenankan kepada Nabi Muhammad SAW:

Penglihatan Yesaya ini terbagi menjadi dua, bahwa penunggang keledai adalah Jesus (Yohanes, 12:14) juga nabi Muhammad punya keledai, dan satu-satunya penunggang unta HANYA terjadi kepada Muhammad SAW, karena beliau tinggal di gurun pasir. Sebuah nubuat tak akan mudah terjadi secara kebetulan tetapi menjadi takdir Tuhan.

Nubuat Nabi Musa bahwa Firman yang diucapkan Nabi Muhammad selalu diawali dengan kalimat “Bismillah”

Ulangan, 18:19 “Firman-Ku yang akan diucapkan Nabi itu demi Nama-Ku”.

Nubuat Nabi Musa tersebut, telah digenapi oleh Allah di dalam Alquran:

Ayat ini adalah ayat lanjutan dari nubuat Nabi Musa pada nomor sebelumnya.

Namun isi ayat ini telah dirobah oleh penterjemah 2005, kalimat “dengan” diganti menjadi “demi”. Tapi jika kalian membaca Alkitab tahun 60-an, bunyi ayat tersebut tetap menggunakan kalimat “dengan”.

Jika kita melihat seluruh awal surat Alquran maka pada 113 surat tersebut pasti diawali dengan Nama Allah, yaitu “Bismillahirrohmanirohiim” = “Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”.

Faktanya dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak satupun surat yang diawali dengan ‘Nama Allah’ (Bismillah). Tetapi para misionaris Kristen Arab lebih cerdik dengan melakukan plagiat terhadap Alquran. Mereka menambahkan kalimat “Bismillahirrohmaanirrohiim” di setiap permulaan surat di Alkitab. Hal ini bukan hal aneh lagi bagi umat Islam, karena sudah menjadi hobi bagi para misionaris Kristen dunia merubah-rubah Kitab Suci. Sebuah fakta yang terkonsep dalam penyebaran agama Kristen di Arab, mereka (missionaries) menempelkan kata Bismillah itu sebagai suatu cara mempengaruhi Islam Arab.

Nubuat Nabi Musa bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi yang benar diutus Allah

Ulangan, 18 : 20 “Tapi seorang nabi yang terlalu berani untuk mengucapkan demi Nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah lain, nabi itu harus mati.”

Nubuat Nabi Musa tersebut, telah menjadi firman Allah atas kebenaran Nabi Muhammad sebagai Nabi Allah.

Ayat ini adalah lanjutan ayat dari nubuat Nabi Musa pada sebelumnya.

Nabi Muhammad meninggalnya dalam keadaan wajar dan tidak dibunuh. (meskipun ada nada sumbang berkalang fitnah dibuat oleh orang orang yang anti islam) Artinya Nabi Muhammad SAW adalah Nabi asli yang diutus oleh Allah SWT.

Adapun para Nabi palsu yang dimaksud pada nubuat itu, telah ada di zaman Abu Bakar dan semuanya telah mati dibunuh. Mereka kaum pembangkang Islam, dan melantik dirinya sebagai nabi, berakhir tragis dibunuh, termasuk nabi nabi yang bermunculan hingga sekarang, pasti berakhir menyedihkan.

Nubuat Nabi Yeremia tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Yeremia, 31:31 “Sesungguhnya akan datang waktunya … Aku (Allah) akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda … maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya ataumengajar saudaranya dengan mengatakan: kenAllah Tuhan! … sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak mengingat lagi dosa mereka”.

Yang dimaksud dengan “Perjanjian baru” tiada lain hanyalah “Alquran” sebab Jesus tidak membawa ajaran baru (Mat 5:17) untuk kaum Israel dan Yehuda (Yoh 16:12). Akan tetapi “Alquran” yang juga memuat hukum Taurat dan penyempurnaannya telah berhasil menarik minat banyak orang Yahudi Madinah yang berlomba lomba masuk Islam.

Dan dengan ucapan Syahadat mereka, maka terhapuslah dosa-dosa mereka pernah lakukan di masa lalu.

Kalimat “Saudaranya” tiada lain adalah kaum Ismael yang bersaudaraan dengan kaum Israel. Sedangkan Jesus sendiri hanya diutus untuk kaum Israel saja (Mat 10:5-6 & Mat 15:24-26).

Nubuat Nabi Habakuk tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Habakuk, 3:3 “Allah datang dari negri T’eman dan Yang Maha Kudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungannya menutupi segenap langit dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya”.

Lihat penjelasan tentang Paran di nomor sebelumnya, bahwa Nabi Muhammad datang dengan membawa cahaya Alquran (Firman Allah) dari Paran (Makkah).

Jika umat Yahudi dan Kristen yakin bahwa nubuat ini untuk para nabi mereka, maka dengan sendirinya terbantahkan dengan fakta saat ini. Penduduk Paran / Arab sampai detik ini beragama Islam karena ajaran Alquran yang datang dari Allah.

Nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Yesaya, 42:1-4 “Lihatlah, itu hamba-Ku yang Ku pegang … orang pilihan-Ku … ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa … Ia sendiri tak akan pudar … sampai ia menegakkan hukum di bumi. Segala pulau mengharapkan pengajarannya”.

Nubuat ini hanya cocok untuk Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah Nabi terakhir yang berani menerapkan hukum Allah kepada umat manusia. Seperti hukum cambuk bagi pemabuk berat, hukum rajam bagi suami isteri yang berzina, hukum potong tangan bagi perampok dan hukum mati bagi pembunuh berencana.

Jika umat Kristen yakin kalau nubuat ini untuk Jesus, tentu dengan sendirinya ditolak oleh Jesus sendiri: karena Jesus diutus hanya untuk bangsa Israel saja (Mat 10:5-6 & Mat 15:24-26). Dan Jesus tidak membawa hukum baru, melainkan hokum taurat (Mat 5:17), dan juga Jesus tidak diutus sebagai penguasa untuk menghukum (Yoh 18:36). Terlebih Jesus selama hidupnya tidak pernah menghukum dengan Alkitab yang ada, ini menunjukkan bahwa nubuat tersebut hanya terjadi pada Nabi Muhammad. Lihat lanjutan ayat ini di nomor sebelumnya.

Nubuat Nabi Daniel tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Daniel, 2:44 “Tetapi pada zaman raja-raja … Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya”.

Nubuat ini hanya sesuai untuk kerajaan sorga yang dibawa oleh Nabi Muhammad yaitu Islam yang berhasil mengalahkan segala kerajaan seperti kerajaan Romawi, Persia, Yaman, dan kerajaan lainnya, semuanya berhasil dikalahkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dan sampai akhir zaman, Islam akan terus berjaya.

Jika umat Yahudi yakin bahwa nubuat ini untuk para nabi sebelum Jesus, maka dengan sendirinya terbantahkan dengan fakta saat ini. Karena hukum Taurat sudah dirombak abis-abisan oleh mereka (UL 31:27 & Yer 8:8) dan kerajaan Taurat Musa telah berakhir secara otomatis dengan datangnya Jesus sebagai Rasul dengan membawa Injil.

Dan jika umat Kristen yakin mengakui nubuat ini untuk Jesus, tentu dengan sendirinya ditolak Kitab Perjanjian Baru, karena Jesus selama hidupnya tidak pernah berperang untuk melawan dan mengalahkan kerajaan orang-orang kafir. Dan Jesus sendiri mengakui ajaran Injil yang dibawa hanya untuk sementara waktu saja (Yoh 16:12).

Nubuat Nabi Yesaya bahwa Nabi Muhammad adalah seorang buta huruf yang mendapatkan wahyu

Yesaya, 29:12 “Apabila kitab itu diberikan kepada seorang yangtidak dapat membaca dengan mengatakan “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “aku tidak dapat membaca”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah digenapi oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW:

Bahwa ketika Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama di gua Hiro, Makkah, Nabi Muhammad diperintah membaca oleh malaikat Jibril “bacalah”, maka Nabi Muhammad menjawab “saya tidak dapat membaca”.

Jika Yahudi dan Kristen ngotot bahwa nubuat itu untuk Nabi mereka, maka dengan sendirinya dibantah oleh Nabi Musa (Ulangan 34:10), karena tidak ada lagi Nabi dari orang Israel, tapi dari antara saudara mereka yaitu Bani Ishmael.

Dan tidak ada satupun Nabi setelah Yesaya yang sama sesuai dengan nubuat Yesaya di atas, tapi Nabi Muhammad sangat sesuai sekali.

Keberadaan Nabi Muhammad saja, ketika baru lahir, sempat menjadi perhatian kalangan pemburu tanda tanda kenabian dari orang orang Yahudi. Tegasnya, bahwa Nabi Muhammad datang adalah suatu kesengajaan Allah, dilahirkan dari bangsa turunan Ismael, untuk membuktikan bahwa kalau sebelumnya, nabi bersifat nepotism, itu diakhiri dengan babak dan era baru yang tidak mengikat keturunan. Sebab, pada intinya semua manusia adalah keturunan nabi Adam, bapak manusia. Adamlah awalnya yang menulis sejarah kemanusian. Sistimatika kenabian Muhammad tentunya erat kaitanya dengan upaya menghilangkan ras-ras dan kesukuan yang sering kali menjadi koridor agama. Wilayah Islam adalah benua yang terbatas, tetapi rahmatan lil ‘alamiin. Allahu Akbar, maha besar Allah dengan segala takdir-Nya atas alam semesta.

-o0o-

Tanggapan Kristen,

21 October 2010 19:31:18

Yesaya 60 itu sangat jelas menyoal nubuatan terhadap kota Yerusalem. Hal ini sangat-sangat jelas dikatakan pada ayatnya yang ke 14 di bagian akhir yaitu: mereka akan menyebutkan engkau “kota TUHAN”, “Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel”.

Sion adalah nama lain dari kota Yerusalem. Oleh sebab itu, nubuatan ini mutlak tentang pemulihan atau pembaharuan Yerusalem.

Yahya 4 berkisah tentang percakapan Kristus Jesus dengan Perempuan Samaria, dan ujung-ujungnya adalah soal penyembahan Allah yang benar yaitu: “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”.

Perhatikan penggalan kalimat Kristus Jesus “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang”, artinya nubuatan itu sudah terjadi ketika Kristus Jesus berbicara. Bukan pada masa setelah Kristus Jesus.

Dan masih banyak lagi, hal-hal di atas yang terlalu cepat disimpulkan hanya dengan satu-dua ayat saja. Menurut teman saya yang tidak lulus, ada pelajaran dalam membaca Alkitab di Seminari yaitu seperti kita membaca buku cerita. Karena dengan cara seperti ini, ada hal-hal yang baru didapati setelah selesai cerita tersebut. Tidak sepotong-sepotong. Nah, dengan cara seperti ini kita bisa mendapatkan yang tersirat daripada yang tersurat.

Salam Damai,

Dedy

————————-

Tanggapan Muslim,

21 October 2010 19:34:32

Ded, tolong informasikan siapa yang mampu menghapal kitab suci sebagaimana yang ada dalam mimpi-mimpi masa silam.

————————-

21 October 2010 19:36:12

Lalu apakah kota Tuhan itu ramai dengan pujian sebagaimana yang terjadi di Mekah, atau tempat sengketa yang tak berakhir?

————————-

21 October 2010 19:38:26

Menyembah Bapa atau menyembah Jesus? Bisa Anda buktikan kaitan eratnya dengan korban, unta, kambing dan sebagainya yang terjadi di Mekkah.

-o0o-

Access from,

http://agama.kompasiana.com/2010/10/21/nubuat-nabi-muhammad-dalam-perjanjian-lama-bag-ii-akhir-297983.html

Access date 4 April 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s