Adam Story Bag 08

perahunuh

Setelah Banjir Besar pada jaman Nabi Nuh, maka datanglah masa Nabi Ibrahim. Awalnya Ibrahim  as tinggal di Mesir. Sesudah ia menikahi Siti Hajar, Ibrahim  pindah ke lembah Mekah bersama Siti Hajar dan putra mereka yaitu Ishmail. Kelak ishmail ini akan menurunkan manusia agung dari tanah Arabia yaitu Nabi Besar Muhammad Saw.

Penutup.

Kaum Kristen meragukan keyakinan Islam ini. Mereka berkeras bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa Ibrahim pernah berdiam di lembah Mekah untuk membesarkan keluarganya di sana. Kalau memang benar bahwa Ibrahim tidak pernah menetap di lembah Mekah maka pastilah akibatnya akan begitu parah bagi kaum Muslim  yang berakibat akan hilangnya nilai Illahiah dari Islam. Benarkah demikian?

Sejak awal sudah ditegaskan bahwa Tuhan memerintahkan semua Nabi dan Rasul untuk berhaji ke Mekah tanpa harus menjelaskan kepada para Nabi tersebut tentang Ka’bah secara keseluruhan. Pun Tuhan tidak pernah memerintahkan umat manusia untuk berhaji ke Ka’bah. Mereka yang berhaji ke Ka’bah (di samping para Nabi dan Rasul) hanya sebatas mengikuti naluri mereka, bukan karena perintah dari Tuhan mana pun, karena memang Tuhan Alam semesta telah menanamkan instink / naluri berhaji tersebut ke dalam system kesadaran manusia yang diwariskan oleh Adam as ke seluruh anak cucunya.

Oleh karena itu jika semua Nabi pra Muhammad berperjalanan ke Mekah dan berhaji di Ka’bah, maka Tuhan tidak akan pernah mencatatkan kisah perjalanan haji NabiNya tersebut ke dalam kitab suci mereka, karena perjalanan haji tersebut cukuplah hanya antara sang Nabi dengan Tuhan Surgawi, bukan antara Tuhan dan keseluruhan umat manusia.

Mengapa? Karena sejak awal kita harus mengetahui kesedihan yang dapat ditimbulkan oleh Ka’bah bagi Adam as, maka Tuhan memutuskan untuk tidak lagi mendiskusikan Ka’bah itu lagi selama kehidupannya. Sampai kapan? Sampai Tuhan memutuskan lain.

Singkatnya, mengapa Tuhan tidak menginformasikan kepada seluruh umat manusia tentang apakah Ka’bah itu sebenarnya – segera setelah Adam as wafat, dan memerintahkan semua manusia untuk berhaji kepadanya? Jawabannya adalah, waktunya belum cukup lama bagi seluruh umat manusia kala itu (khususnya Adam) sejak manusia terusir dari Surga. Air mata kemanusiaan belum lagi kering, dan apakah sekarang mereka harus diberi tahu tentang Ka’bah yang sebenarnya? Bagaimana kalau itu berakibat seluruh umat manusia kala itu langsung terjerumus ke dalam kesedihan yang paling hitam, dan karena itu, semua umat manusia tidak lagi dapat memerintah Dunia dengan aman dan damai, seperti yang dikehendaki Illahi?

Itulah sebabnya, tidak ada satu pun ayat mau pun keterangan yang dapat ditemukan pada kitab kitab suci pra Alquran. Hal itu dimungkinkan karena Tuhan adalah penuh dengan kebijaksanaan.

Singkatnya, ketiadaan bukti-bukti keayatan dalam Alkitab tentang kisah kehidupan Ibrahim maupun Ishmail yang berhubungan dengan Mekah atau (pembangunan) Ka’bah, tidak dengan serta-merta membuat dasar keyakinan Islam menjadi hilang secara fatal. Yang jauh lebih kuat secara moral dan nurani adalah penjelasan / pendirian Tuhan untuk tidak mengisahkan hubungan antara Adam (maupun juga Ibrahim dan Ishmail) dengan Ka’bah maupun Mekah – ke dalam Alkitab, jauh lebih kuat dari klaim Kristen bahwa Ibrahim sama sekali tidak mempunyai hubungan apa pun dengan Mekah atau Ka’bah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s