027. Kristen: Agama KD – Kasih Dan Damai

chameleon

Marajolelo:

Beberapa orang-orang Islam Indonesia fundemtalis, yang pembohong,  pendusta, histeris dan tukang balikkan fakta berbicara tentang inkuisisi di Sepanyol dimana – betul – pengikut agama Islam ketika itu menjadi korban.

Yang tidak dikatakan oleh orang-orang fundementalis ini adalah:

Bahwa inkuisisi itu, yang akarnya jauh disejarah katolisisme ditujukan mula-mulanya untuk mulai untuk melawan apa yang disebut penyelewengan heretik (Cathars dll). Dan yang jadi korban adalah orang Nasrani diberbagai negeri Eropa, antara lain di Perancis Selatan.   Lalu inkuisisi ini diteruskan ke Spanyol,  dimana orang Islam ketika itu juga menjadi korban, tapi bukan hanya orang Islam.

Orang Nasrani – dan seingat saya Vatikan juga telah mengakui kesalahan Inkuisisi ini.

Jadi:

korban Inkusisi itu bukan hanya dan bukan terutama orang Islam di Spanyol tapi juga dan terutama orang-orang Nasrani sendiri.

Kaum Nasrani telah mengakui bahwa Inkuisisi ini salah.

Inilah yang saya hargai di kalangan penganut agama Nasrani,  sebahagian besar orang-orang Nasrani menarik pelajaran dari kesalahan mereka dimasa lalu dan berusaha menghindarkan terulangnya kesalahan itu.

Ajaran Nasrani mengalami kemajuan.

Orang Islam fundementalis sebaliknya terus saja berdusta, memutar balikkan fakta dan berteriak:

Jihad!

Mati syahid!

Karuan saja agama Islam itu jadi mandeg!

Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo

======================================

http://www.mail-archive.com/diskusi-sara@mbe.ece.wisc.edu/msg00715.html

Accessed on 25 August 2009

Dalam menjawab tulisan Anda ini saya berasumsi bahwa Anda adalah seorang Kristen.

Saya memperoleh teks Anda ini di url http://www.mail-archive.com/diskusi-sara@mbe.ece.wisc.edu/msg00715.html  ketika saya search google dengan kata kunci “inkuisisi”.

Latar belakang.

Tulisan Anda pastinya membanggakan nature dari agama Anda yaitu Kristen, bahwa Kristen adalah agama yang dapat menghargai dan mengalami kemajuan; sedangkan dalam pandangan Anda, Islam tidaklah demikian. Kemudian, pasti juga tulisan Anda berimplikasi kepada diskusi seputar kekerasan. Dapat dikatakan bahwa Islam sekarang identik dengan kekerasan dan tidak dapat mentoleransi adanya perbedaan, baik perbedaan secara internal mau pun eksternal. Umat Muslim di mana mana memaksakan kehendak dan pemahamannya  baik kepada sesama Muslim mau pun non Muslim bahwa hanya pemikiran mereka (kaum Muslim tersebut) lah yang benar. Maka jatuh korban di mana mana. Itu amat disesalkan.

Kemudian ketika datang orang Kristen yang menuduh kaum Muslim sebagai penyuka kekerasan dan memaksakan kehendak, kaum Muslim ini akan balik menyerang argumentasi kaum Kristen ini dengan menyatakan bahwa pada jaman dahulu pun kaum Kristen suka memaksakan kehendak dan pemahaman mereka kepada orang lain, seperti yang digambarkan dalam kisah Inkuisisi di Spanyol. Maka pada point itulah tulisan Anda saya temukan, Anda menyatakan bahwa inkuisisi di Spanyol tidak hanya menyerang kaum Muslim namun juga kaum Kristen dan Yahudi. Kemudian, sekarang kaum Kristen menyadari dan mengakui bahwa inkusisi itu adalah suatu kesalahan dan tidak ingin kisah itu terulang kembali.

Anda sangat bangga dengan penggalan sejarah ini, di mana penggalan ini menggambarkan bahwa Kristen adalah agama damai dan dapat berkompromi dengan kemajuan. Lebih dari itu, Kristen adalah agama yang dapat dengan segera mengakui kesalahannya.

Kekerasan Vs KD (Kasih dan Damai)

Sebenarnya, benarkah diskusi yang menyatakan bahwa Islam adalah agama kekerasan, dan bahwa Kristen adalah agama kasih dan damai?

Ingin saya tegaskan, bahwa memang benar bahwa Islam adalah agama kekerasan. Demi Allah dan rasulNya, saya katakan bahwa Islam memang agama kekerasan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa Islam adalah agama kekerasan, agama tumpah darah dan agama yang menolak toleransi.

Kebalikannya, saya memang mengakui bahwa Kristen adalah agama Kasih dan Damai, kebalikan dari Islam.

Namun, apakah pembahasannya hanya cukup sampai di sini? Tentu saja tidak.

Jaman sekarang ini, ketika tahun berkisar angka 2000 Masehi (sekarang adalah tahun 2009 Masehi), semua umat Kristen khususnya mengklaim bahwa Kristen adalah agama Kasih dan Damai. Pernyataan ini sebenarnya ditujukan untuk menusuk dan menyumpahi Islam yang dibawa oleh Muhammad Saw 1400 tahun yang lalu yang memenuhi pemberitaan Dunia dengan unsur unsur kekerasan.

Apakah kenyataan bahwa Kristen adalah agama KASIH DAN DAMAI mengharukan? Apakah memang benar bahwa Kristen adalah agama KASIH DAN DAMAI?

Wahai saudara Jusfiq Sutan Maradjo Lelo….

Dapatkah  Anda menunjukkan kepada saya artikel maupun essay mau pun retorika yang dibuat orang Kristen pada tahun 1900an awal, atau tahun 1800an atau 1700an atau 1600an, bahkan pada tahun 500an Masehi yang menjelaskan bahwa Kristen adalah agama KASIH DAN DAMAI?

Kalau memang ada artikel yang berasal dari tahun 1500an misalnya yang dibuat orang Kristen yang menjelaskan bahwa Kristen adalah agama Kasih dan Damai, maka memang benar bahwa Kristen adalah agama Kasih dan Damai (KD).

Namun jika tidak ada artikel yang demikian, maka seruan orang Kristen jaman sekarang yang menegaskan bahwa Kristen adalah agama Kasih dan Damai, bohong besar  belaka adanya.

Harap Anda ketahui, ke kolong langit mana pun di muka Bumi ini Anda mencari artikel tersebut, Anda tidak akan dapat menemuinya. Not even a single one!

Artinya, pada masa lalu (1900an hingga ke awal abad Dunia) tidak ada satu pun orang Kristen yang berfikir bahwa Kristen adalah agama KD.

Mengapa sekarang tiba-tiba semua orang Kristen (termasuk Anda) berseru bahwa Kristen adalah agama KD? Dari mana mereka mendapat ide bahwa Kristen adalah agama Kasih dan Damai?

Inkusisi, pembantaian rakyat Inca bersama Raja mereka Atahualpa, pembantaian orang Protestant oleh katholik (dan kebalikannya), pembantaian ribuan bayi-bayi Muslim yang berada dalam pelukan ibu mereka oleh pasukan perang salib, adalah sedikit contoh yang menjelaskan bahwa pada masa lalu Kristen jauh untuk bisa dikatakan sebagai agama KD.

Tolong baca paragraph di bawah ini.

Tahun 1209, Paus Innocentius III menggunakan pembunuhan biarawan di wilayah Pangeran Raymond dari Toulouse sebagai pembenaran untuk memulai pengobaran penganiayaan terhadap pangeran dan ke1ompok Albigenses. Pada Konsili Lateran IV, tahun 1215, kutukan terhadap ke1ompok ini disertai dengan tindakan keras. Untuk melaksanakannya, ia mengirim agen di seluruh Eropa untuk membangkitkan pasukan untuk bertindak bersama-sama melawan Albigenses dan menjanjikan surga kepada semua yang mau bergabung serta berperang se1ama 40 hari dalam hal yang ia sebut Perang Kudus.

Selama perang yang paling tidak kudus ini, yang berlangsung antara 1209 sampai 1229, Pangeran Raymond membela kota Toulouse serta tempat-tempat lainnya di wilayahnya dengan keberanian yang besar dan kesuksesan melawan tentara Simon de Montfort, Panger an Monfort dan bangsawan Gereja Roma yang fanatik. Ketika pasukan paus tidak mampu mengalahkan Pangeran Raymond seeara terbuka, raja dan ratu Praneis serta tiga Uskup Agung mengerahkan tentara yang lebih besar, dan dengan kekuatan militer mereka, mereka membujuk pangeran itu untuk datang ke konferensi perdamaian serta menjanjikan jaminan keamanan kepadanya. Namun ketika ia tiba, secara ia ditangkap, dan dipenjara, dan dipaksa untuk muncul dengan kepala telanjang dan kaki telanjang di depan musuh-musuhnya untuk menghinanya, dan dengan berbagai siksaan yang dilakukan untuk menangkal sikap oposisinya terhadap doktrin Paus.

Pada awal penganiayaan tahun 1209, Simon de Montfort membantai penduduk Beziers. Ini merupakan contoh kecil kekejaman yang ditimbulkan tentara paus terhadap Albigenses selama 20 tahun. Selama pembantaian itu, seorang prajurit bertanya bagaimana ia bisa membedakan antara orang Kristen dengan bidat. Pemimpinnya dikatakan menjawab, “Bunuh mereka semua. Allah tahu siapa milik-Nya.”

Setelah penangkapan Pangeran Raymond, Paus menyatakan bahwa kaum awam tidak diperbolehkan untuk membaea Kitab Suci dan selama sisa abad ke-13 berikutnya, kelompok Albigenses bersama dengan Waldenses dan kelompok reformed lainnya, merupakan target utama Inkuisisi di seluruh Eropa.

Paragraph di atas benar-benar menjelaskan bahwa Kristen adalah agama yang penuh dengan kekejian dan anti toleransi terhadap adanya perbedaan pemikiran / pemahaman. Kalau terhadap sesama Kristen saja mereka begitu bengis maka bagaimana terhadap orang Islam? Tentunya mereka akan lebih bengis lagi. Setuju?

Kenapa tiba-tiba sekarang orang Kristen termasuk Anda mengklaim bahwa Kristen adalah agama KD?

Suatu proses.

Tahukah Anda bahwa Kristen adalah agama bunglon? Tahukah Anda apa itu bunglon? Bunglon adalah kadal yang dapat berganti warna menurut tempat di mana ia berada untuk mencari keuntungan dari sekitarnya. Kalau sekitarnya berwarna hijau maka ia akan berubah menjadi hijau. Begitu seterusnya.

Coba Anda perhatikan. Semua sarjana kekristenan sudah sepakat bahwa tanda salib seperti yang sekarang kita temui tidak dijumpai pada kuburan-kuburan dan katakombe orang Kristen pada awal awal abad Kristen.  Artinya, pada masa itu orang Kristen tidak mengenal salib. Kalau mereka tidak mengenal salib pada masa itu, berarti mereka tidak mengenal kematian Jesus di kayu salib sebagai penebus dosa. Kalau mereka tidak mengenal kematian Jesus di kayu salib sebagai penebus dosa berarti mereka tidak mengenal adanya trinitas – whatsoever.

Trinitas ditemukan pada abad 4 Masehi sekitar tahun 300an. Ini artinya, agama Kristen memang bunglon, selalu berubah ubah berdasarkan jaman.

Pada masa awal Kristen diketahui (berdasarkan bukti yang kuat) bahwa orang Kristen menyembah tiga Tuhan yaitu Allah, Jesus dan bunda maria. Namun pada akhirnya posisi bunda maria itu didepak oleh roh kudus. Dasar bunglon!

Pada awal abad Kristen, semua orang awam dilarang memegang dan membaca alkitab. Alkitab adalah monopoli para biarawan dan pendeta di dalam Gereja dan biara. Namun kini semua orang Kristen mempunyai dan membaca allkitab tersebut dengan begitu bebasnya sesudah mereka melihat kaum awam Muslim bebas mempunyai dan membaca Alquran. Berarti Kristen adalah agama bunglon.

Pada tahun 1800an dan lebih awalnya lagi, kaum wanita pada masyarakat Kristen berbusana serba tertutup (minus kerudung tentunya). Coba Anda perhatikan. Kaum wanita pada masa lalu di tengah masyarakat Barat / Kristen pasti berbusana serba tertutup. Kalau saja ada seseorang wanita yang busananya agak terbuka seperti pada bagian leher mau pun tangan, pastilah wanita itu akan ditegur oleh wanita wanita lain. Begitu juga dengan kaum bapaknya akan turut menegur wanita itu dengan kasarnya. Intinya mereka membenci show off aurat karena hal itu tidak pantas dan tidak sopan. Terlebih hal itu dilarang oleh ajaran Kristen.

Namun JAMAN BERUBAH. Jaman industrialisasi memaksa kaum wanita untuk meninggalkan cara berbusana masa lalu. Mereka mulai senang memperlihatkan aurat mereka ke semua orang. Mereka bilang bahwa itu adalah bagian dari kebebasan dan rasa percaya diri.

Pada saat seperti itulah, kaum mereka mulai mengutuki kaum wanita Muslim yang selalu berbusana serba tertutup. Kaum wanita Muslim dituduh terbelakang, dan bahkan mereka menuduh bahwa Muhammad tidak menghormati hak kaum wanita untuk memperlihatkan aurat mereka.

Yang sebenarnya terjadi bukanlah Muhammadnya yang melarang kaum Muslimah untuk berbusana serba terbuka. Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa kaum wanita Kristen khususnya dan kaum Kristen umumnya sudah hidup bagaikan bunglon. Mereka terombang ambing di atas lautan jaman yang serba tidak menentu. Ada angin Barat mereka ikut ke Barat, ada angin Timur mereka ikut ke Timur.

Begitu juga dengan isu damai dan kasihnya ini.

Pada paragraph di atas sudah saya jelaskan bahwa tidak ada alasan / bukti kesejarahan yang membuktikan bahwa Kristen adalah agama KD. Justru sebaliknya Kristen adalah agama yang penuh dengan kekerasan dan pertumpahan darah / pembantaian. Hanya saja karena Kristen adalah agama bunglon maka yang sekarang tampak adalah seolah olah Kristen adalah agama damai.

Sekarang mari kita ikuti proses bagaimana Kristen berubah dari agama yang penuh dengan kekerasan menjadi agama yang penuh dengan damai.

Pada masa perang dingin antara blok Barat dan blok Timur, Gereja tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah terjadinya perang dingin tersebut. Sebenarnya dapat dikatakan, bahwa justru Kristen mempunyai andil yang kelewat besar atas terjadinya perang dingin / ancaman perang nuklir tersebut. Mengapa demikian? Karena baik blok Barat dan Timur adalah sama sama orang Kristen!

Kalau memang Kristen adalah agama damai, maka mengapa masih bisa terjadi pecah perang dingin antara Barat dan Timur?  Bagaimana bisa dimengerti oleh logika yang sehat bahwa Kristen yang dikatakan sebagai agama damai justru memproduksi terciptanya perang nuklir antara Barat dan Timur?

Setidaknya, apakah tidak ada hal yang dapat dilakukan oleh Gereja supaya perang itu tidak terjadi? Dapatkah Gereja kala itu berhasil dengan upayanya untuk mengakhiri perang nuklir?

Kenyataannya Gereja sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa atas terjadinya perang dingin tersebut. Pun dapat dikatakan justru orang Kristen lah yang paling bertanggung jawab atas terjadinya perang dingin tersebut.

Tiba-tiba sekarang orang Kristen berkata bahwa Kristen adalah agama damai? Bukankah ini semakin menunjukkan bahwa Kristen beserta umatnya adalah sekelompok bunglon?

Kemudian, pada masa perang dingin itu, Dunia mengenal pesta olah raga yaitu olimpiade. Olimpiade didedikasikan untuk mempromosikan perdamaian, persahabatan, sportivitas dan kesehatan. Uniknya jika olimpiade diselenggarakan di Negara Barat, maka blok Timur memboikot pesta olah raga tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Sudah menjadi tradisi, olimpiade itu dibuka dengan opening ceremony. Pada acara opening ceremony tersebut biasanya mereka melepaskan ribuan burung merpati ke angkasa. Kala itu burung merpati mempunyai arti sebagai pembawa berita, karena pada masa perang Dunia pertama merpati dijadikan alat pembawa berita alias merpati pos. Maksud pelepasan ribuan burung merpati itu adalah bahwa burung merpati itu akan terbang ke penjuru Dunia untuk mengabarkan bahwa pesta olimpiade yang mempromosikan perdamaian dan sportivitas telah dibuka di kota anu pada tanggal anu.

Tidak lama sesudah itu, perang dingin usai dengan diawali runtuhnya tembok berlin di kedua jerman.

Secara latah dan tanpa sadar orang mulai menghubung-hubungkan antara burung merpati (yang tampak tidak mempunyai dosa dan tidak mempunyai niat jahat) dengan kata damai. Sejak saat itulah merpati (yang sejatinya digunakan pada acara pembukaan olimpiade) mempunyai takdir baru yang dibuat oleh manusia, yaitu lambang damai (padahal tidak ada literature mana pun yang menyatakan bahwa merpati adalah lambang damai).

Dan entah mengapa, Gereja MENGKLAIM (atau mencomot seenaknya) sosok merpati (yang berarti damai itu) yang digunakan oleh Dunia olimpiade untuk dijadikan lambang Kristen. Orang Kristen jaman sekarang ini tidak segan-segan melukiskan burung merpati yang sedang mengepakkan sayapnya tepat di  tengah dada kristus. Seolah orang Kristen itu ingin menyatakan bahwa damai berada di dasar hati Jesus.

Bisakah Anda memberikan atau membuktikan kepada saya bahwa Gereja Gereja yang dibangun pada tahun 1800an atau 1700an atau lebih mundur lagi mempunyai fresco atau mosaic atau icon yang menggambarkan adanya image marpati ini dalam Gereja Gereja tersebut, khususnya lagi mempunyai gambar merpati tepat di  tengah dada kristus?

Kemana pun di kolong langit ini Anda mencarinya, Anda tidak akan dapat menemui satu Gereja pun yang mempunyai fresco yang melukiskan burung merpati pada dinding dinding interior mereka. Kecuali Gereja Gereja yang dibangun pada masa masa sekarang ini. Itu sudah tidak ada gunanya!

Justru yang ada pada Gereja Gereja yang berasal dari tahun 1800an – 1700an dan yang lebih awal lagi adalah patung / lukisan lukisan iblis yang biasa disebut gargoyle.

Artinya apa?

Pada masa silam, tepatnya pada awal 1900an, 1800an dan lebih mundur lagi, orang Kristen tidak pernah berfikir bahwa damai dan kasih Allah adalah inti dan dasar dari agama mereka. Lebih dari itu, semua orang Kristen pada masa itu tidak pernah berfikir bahwa merpati adalah lambang kristus. Secara spesifik, tidak ada satu pun manusia pada masa itu yang berfikir bahwa merpati adalah lambang damai.

Coba anda renungkan. Pada masa purba orang Kristen tidak pernah membuat lukisan-lukisan merpati pada dinding dinding Gereja mereka, sebaliknya justru mereka membuat patung patung iblis / gargoyle. Bagaimana mungkin orang-orang Kristen yang dinding Gereja-Gereja mereka pada masa purba dipenuhi dengan patung patung iblis sangat mahir jika berbicara tentang damai, kasih dan pemaafan – jika memang bahwa merpati adalah lambing damai dan kasih Allah?

Namun sekarang tiba-tiba orang Kristen berseru bahwa Kristen adalah agama KD dengan menggambarkan image merpati tepat di dada Jesus atau di dinding Gereja mereka. Dan itu pun mereka mulai berseru seperti demikian itu sesudah adanya tradisi pelepasan ribuan burung merpati pada opening ceremony olimpiade dan sesudah usainya perang dingin. Padahal jelas, perang dingin itu dimulai oleh orang Kristen sendiri. Orang Kristen itu sudah mencari gara-gara atas munculnya perang dingin, pun mereka orang Kristen itu khususnya para paus dan kardinalnya berdiam diri tidak brbuat apa-apa supaya perang dingin itu diakhiri.

Dari sini terlihat jelas, Kristen memang agama kadal, agama bunglon.

Bisakah Anda membuktikan sebaliknya? Bagaimana Anda dapat membuktikan sebaliknya, bahwa Kristen bukan lah agama bunglon alias kadal – ketika umat dari agama ini berbicara bahwa Kristen adalah agama KD?

Itulah proses yang harus Anda ketahui sebagai orang Kristen – suatu proses yang dialami Kristen beserta umatnya, suatu proses akal-akalan yang mengubah Kristen dari agama penuh dengan kekejian menjadi agama KD.

Dari sini Anda bisa mengetahui bahwa KD sama sekali bukanlah ide dasar Kristen. KD sama sekali tidak inherent di dalam Kristen. Kalau Anda insist bahwa KD memang inherent dengan Kristen, maka mengapa:

  1. tidak ada lukisan burung burung merpati putih di dinding-dinding Gereja purba, atau pada patung Jesus tepat di bagian dada yang dibuat pada masa purba? Yang ada justru lukisan / patung-patung setan yang disebut dengan gargoyles.
  2. tidak ada satu pun artikel atau essay yang dibuat orang Kristen pada masa purba yang menjelaskan bahwa Kristen adalah agama KD?
  3. Kristen dan orang Kristen pada masa purba selalu perbuat kekerasan dan kekejian, saling menumpahkan darah, saling membantai satu sama lain? Mengapa barat dan timur yang sama sama Kristen justru terlibat perang dingin selama puluhan tahun, bahkan mereka membuat nuklir untuk saling memusnahkan?

Kalau Anda tidak dapat menjawab ketiga pertanyaan di atas maka konsekwensinya adalah bahwa memang benar bahwa:

  1. Kristen adalah agama bunglon.
  2. Kristen adalah agama yang penuh dengan kekejian. Seruan bahwa Kristen adalah agama KD pada masa sekarang ini hanya lah kadal-kadalan para pastur dan cardinal saja. Mereka benar-benar  terombang ambing di atas samudra kehidupan Dunia yang serba tidak menentu ini.

Dalih orang Kristen jaman sekarang tentang kekerasan pada masa purba.

Mungkin sekarang orang Kristen akan mencoba mengeluarkan dalih atau berkilah untuk menolak ide bahwa pada dasarnya Kristen adalah agama kekerasan – seperti yang sudah saya jelaskan tersebut.

Biasanya orang Kristen jaman sekarang akan berdalih, bahwa semua kekerasan pada  masa purba yang mengatasnamakan Kristen sama sekali tidak berasal dari alkitab. Semua kekerasan bernuansa Kristen pada masa purba adalah kesalahan-kesalahan individual belaka, dan tidak ada sangkut pautnya dengan pengajaran Kristen mau pun Alkitab.

Dapatkah argumentasi seperti itu diterima? Dapatkah Kristen diselamatkan oleh argumentasi-argumentasi konyol seperti itu?

Bagaimana mungkin kekejian-kekejian yang dilakukan orang Kristen pada masa purba tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan ajaran Gereja / Alkitab, sementara semua kekejian itu dilakukan oleh pemimpin-pemimpin mereka, para pastur, para uskup, para paus dan para rahib kharismatik mereka? Bahkan lebih tegas lagi, semua kekejian itu dilakukan secara kebadanan, secara keorganisasian, demi SALIB ALLAH DAN JESUS mereka.

Ambil contoh, kisah Galileo Galilee yang memfatwakan bahwa Bumi ini beredar mengelilingi matahari, berseberangan dengan ide Gereja bahwa mataharilah yang beredar mengelilingi Bumi.

Galileo dikutuk dan dikucilkan oleh Gereja lantaran ilmuwan ini menolak untuk menarik teorinya dan menolak untuk bertobat di hadapan para imam Gereja. Bukankah yang melakukan kesalahan / kekejian terhadap Galileo ini adalah suatu badan? Dan suatu badan itu amat dimuliakan oleh semua umat?  Dan bukankah badan itu mengemban misi Gereja untuk mengagungkan nama Tuhan di muka Bumi?

Tiba-tiba semua orang Kristen sekarang berkata bahwa semua kesalahan / kekejian itu adalah kesalahan individual dan tidak ada hubungannya dengan Kristen. Inkuisisi di Spanyol dan daratan eropa lainnya adalah atas perintah Gereja pada tingkat yang lebih tinggi. Pembantaian rakyat Inca beserta Raja mereka Atahualpa justru dilakukan atas perintah rahib friar Vincente de Valverde.

Sebenarnya teori apakah yang ingin diajukan oleh orang Kristen dengan cara menjijikkan seperti ini?

  • Pada masa purba, semua orang Kristen khususnya para rahib mereka memerintahkan pembantaian dan penyiksaan terhadap lebih banyak manusia – untuk dan atas nama Alkitab dan Gereja, demi JESUS DAN SALIB ALLAH mereka.
  • Namun pada masa sekarang semua orang Kristen menyatakan bahwa semua kekejian pada masa purba itu adalah kesalahan individuan, dan tidak ada sangkut pautnya dengan Kristen sama sekali.
  • Sambil orang Kristen pada masa sekarang berkata bahwa Kristen adalah agama KD, melampaui agama lainnya khususnya Islam yang merupakan agama penuh kekejian dan pemaksaan kehendak.

Pertanyaannya sekarang adalah,

SEBENARNYA YANG MANAKAH YANG DINAMAKAN Kristen ITU:

  1. Kristen YANG ADA DI JAMAN PURBA ITU yang penuh dengan kekejian dan pembantaian,
  2. ATAU Kristen YANG ADA DI JAMAN SEKARANG (yang diklaim sebagai agama KD)?

Kalau orang Kristen sekarang berdalih bahwa Kristen yang benar adalah Kristen yang ada di jaman sekarang (yaitu berbasis KD), apakah mereka mempunyai dasar yang kuat untuk membackup jawaban mereka?

Kalau orang Kristen jaman sekarang berdalih bahwa Kristen (yang benar) adalah Kristen yang ada di jaman sekarang (yaitu berbasis KD), maka, apakah mereka (kaum Kristen jaman sekarang) yang menentukan hal itu? Apakah kaum Kristen purba tidak berhak menentukan apa-apa?

Sikap orang Kristen pada masa sekarang yang berkelit mengenai kekejian Kristen pada masa purba, hanya dapat diuraikan dengan 4 point:

  • orang Kristen dan Kristen mengajari kemunafikan. Kristen sama sekali tidak anti terhadap kemunafikan.
  • orang Kristen dan Kristen adalah sekelompok pengecut yang amat hina. Berarti Jesus dan Allah mereka adalah pengecut karena dibela orang umatNya yang juga pengecut.
  • tidak ada panduan jelas dalam ajaran Kristen / Gereja tentang bagaimana menjelaskan sesuatu yang salah dan yang benar. Semuanya benar-benar kabur.
  • Orang Kristen tidak memiliki pegangan dan acuan yang kuat untuk menilai mana yang benar dan mana yang salah.

Hal ini mengakibatkan orang Kristen mana saja dari jaman mana saja dapat berbuat apa saja sesuka hati mereka, dan kemudian mereka akan mengatasnamakan gereja / Alkitab untuk perbuatan mereka itu. ++

Jelas, jelas sejelas-jelasnya bahwa Kristen dan orang Kristen adalah BUNGLON.

Mari bergabung?

Setelah semua orang Kristen jaman sekarang berseru-seru bahwa Kristen adalah agama KD, bagaimana dengan umat Muslim?

Jika terjadi suatu kasus kekerasan di masa sekarang ini di mana pelaku kekerasan itu adalah seorang Muslim (dan biasanya korbannya adalah kaum Kristen), maka biasanya tokoh-tokoh Muslim yang lain akan muncul ke tengah public untuk menyatakan bahwa Islam bukanlah agama kekerasan karena sebaliknya, Islam adalah agama kasih dan damai yang penuh dengan toleransi. Mereka akan menyertakan contoh contoh dan suri teladan dari Nabi Muhammad Saw betapa beliau selalu dipenuhi dengan ajaran kasih dan sayang. Islam, berarti damai; SALAM, begitu kata mereka. Pemuka-pemuka Muslim ini akan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh sementara kaum Muslim lain yang terlibat tindak kekerasan dan bumi hangus tidak dapat mengatasnamakan Islam dengan cara apa pun karena kekerasan itu sendiri tidak pernah menjadi bagian dari pada Islam.

Setelah itu akan segera timbul polemic di kalangan massa Muslim dan massa Kristen menanggapi penjelasan-penjelasan dari para tokoh Muslim tersebut. Wacana akan tepecah belah secara brutal. Ada kaum Muslim yang menyetujui tindakan kekerasan yang dilakukan para pelaku kekerasan tersebut. Namun ada juga kaum Muslim, yang dimotori oleh para tokoh Muslim tersebut, yang mengutuk aksi kekerasan tersebut. Di tempat yang berbeda, kaum Kristen pun juga terbelah. Ada yang percaya bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, namun ada juga yang justru insist bahwa Islam adalah kekerassan, perang dan penumpahan darah. Jihad, adalah kata yang diingat oleh kaum Kristen yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama kekerasan, bukan KD.

Penjelasannya adalah, apakah seburu-buru itu semua kaum Muslim ingin menyamai kualitas dan identitas palsu dari agama Kristen bahwa Kristen adalah agama KD sehingga umat Islam pun juga harus merasa demikian? Hal pertama yang harus diingat adalah bahwa seruan KD yang berasal dari massa Kristen adalah seutuhnya palsu, kadal-kadalan dan tidak mempunyai akar logika yang kuat. Lantas mengapa semua massa Muslim ingin mencoba peruntungan yang sama dengan kaum pemalsu keadaan tersebut.

Islam bukanlah agama KD. Itu yang jelas. Islam adalah agama ketegasan, di dalamnya ada syariah yang kokoh untuk menjelaskan banyak hal: jika suatu hal dilanggar maka ada sanksi yang tegas, dan jika ada sesuatu yang benar maka ia harus dibela secara jamiah.

Orang Islam tidak boleh ikut-ikutan latah untuk menjadi seperti orang Kristen yang selalu berseru-seru bahwa agama mereka adalah KD, sementara sejarah mereka menunjukkan bahwa mereka adalah seberingas singa lapar terhadap semua musuh-musuh mereka tanpa pandang bulu.

Kaum Muslim tidak mempunyai alasan apa pun untuk menyatakan bahwa Islam adalah agama KD. Penting sekali untuk diingat bahwa KD tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun di Dunia ini. Selebihnya, adalah tidak ada gunanya untuk ikut-ikutan dengan orang Kristen untuk menyatakan bahwa agama yang mereka anut adalah KD.

Mengapa massa Muslim ingin mencoba peruntungan orang Kristen yang orang Kristen sendiri saja belum berhasil dengan peruntungan tersebut?

Yang menjadi inti dari ajaran Islam adalah adanya rahmat Allah untuk  semesta alam, yang biasa disebut dengan rahmatan lil alamin; Islam adalah rahmatan lil alamin. Rahmat berarti cinta, sayang, kasih. Tidak pelak lagi, rahmatan lil alamin (kasih Allah Swt untuk semesta alam) itu harus terwujud di muka bumi ini. Kasih Allah Swt memang harus terjadi di muka bumi ini.

Namun kasih Allah Swt yang bagaimana?

Kasih Allah Swt, atau rahmatan lil alamin itu akan terwujud, jika (dan hanya jika) seluruh kaum Muslim hidup berpadu  dalam ketegasan (dan kekerasan), dalam kekokohan menjalankan semua syariah Islam. Kasih / rahmat Allah Swt itu justru tidak akan terwujud di dalam konsep KD, karena sifat KD adalah melegalisasi apapun semua bentuk kesalahan dan kemaksiatan, yang jelas-jelas ditentang oleh syariah Islam.

Rahmat Allah Swt tentunya bukanlah berarti bahwa setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbuat apa saja yang dia kehendaki. Rahmat Allah Swt akan terwujud jika semua pihak dalam massa Muslim tegas dank keras terhadap semua syariah, seperti shalat, naik haji ke Mekkah, menjauhi perzinahan, menjauhi praktek judi dan seterusnya. Rahmat Allah Swt akan terjadi utuh di muka Bumi ini jika ada reward and punishment. Dengan adanya reward dan punishment inilah maka hak semua makhluk dilindungi dan terjaga. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka dapat lah dikatakan bahwa rahmat Allah benar-benar terjadi.

Bukan kebalikannya, rahmat Allah berarti semua hal dilegalisasi, dipermisivekan, loe-loe gue-gue. Yang salah / maksiat dibiarkan co-exist dan yang benar tidak mendapatkan penghargaan. Adalah salah, kalau semua umat manusia menilai bahwa rahmat Allah adalah justru membiarkan semua hal-hal yang dilarang Allah (yang bathil) co-exist bersama yang hak, hal mana itu justru mengundang murka Allah, tidak mungkin rahmat Allah membuat Allah sendiri murka.

Analaoginya adalah seperti kehidupan di ruang kelas.

Seorang guru di kelas itu mempunyai 40 murid yang ia sayangi. Guru itu mempertahankan adanya order, keteraturan yang melingkupi ruang kelas itu. Dengan adanya keteraturan di ruang kelas itu, maka guru itu akan melihat bahwa semua muridnya dapat belajar dengan tenang dan tertib, hal mana itu akan memperlihatkan sayangnya sang guru kepada semua muridnya.

Mempertahankan adanya order, berarti sang guru berlaku tegas. Sayang hanya dapat menjelma dalam ketegasan.

Adalah aneh jika kita melihat ada seorang guru yang teramat sayang kepada muridnya di ruang kelas tersebut. Caranya adalah dengan membiarkan semua murid itu berbuat apa yang mereka sukai, itu pun  tanpa adanya reward and punishment. Yang benar-benar ada hanyalah bahwa sang guru tidak lagi perduli terhadap kemaslahatan para muridnya.

Kristen tidak Mempunyai Panduan Yang jelas

Sejak awal jaman Kristen, orang Kristen sudah terombang ambing dalam banyak kekacauan dan bunglonisasi. Sejarah menulis bahwa ada masanya ketika orang Kristen bertengkar hebat mengenai meja altar. Satu pihak berkata bahwa meja altar tidak boleh terbuat dari batu karena hal itu adalah perbuatan kaum paganis, sementara pihak lain berkata bahwa meja altar harus  terbuat dari batu karena batu adalah abadi.

Begitu juga dengan hal membuat tanda salib dengan menggunakan tangan. Sebagian mereka berkata bahwa tanda salib dimulai dari kiri ke kanan yang melambangkan dari kesengsaraan menuju kebahagiaan. Namun kelompok lain berkata bahwa tanda salib dimulai dari kiri ke kanan dengan argumentasi yang berbeda lagi.

Tidak ada satu pun dari pihak yang bertengkar itu menyandarkan pendapat mereka pada ayat suci mereka. Intinya, mereka kebingungan dalam mencari rujukan dan jawaban.

Kalaulah alkitab mempunyai rujukan yang jelas, maka tidak mungkin orang Kristen bertengkar hebat mengenai banyak hal karena semuanya sudah diatur dalam kitab suci mereka mau pun dalam kisah perbuatan Jesus. Sekarang sudah jelas bahwa alkitab tidak memberi rujukan yang jelas mengenai begitu banyak pertanyaan dan masalah. Pada gilirannya, ini berarti bahwa Kristen bukanlah agama yang sempurna.

Kembali ke masalah KD ini.

  • Orang Kristen jaman dahulu kala berlumur darah dan kekejian. Mereka berkata bahwa perbuatan mereka itu adalah Ilahiah.
  • Orang Kristen masa sekarang berkata bahwa semua perbuatan orang Kristen pada masa lalu adalah kesalahan, dan merupakan kesalahan individual, bukan berasal dari ajaran gereja.
  • Orang Kristen masa sekarang berlumur dengan seruan bahwa Kristen adalah agama KD, dan itulah yang Ilahiah.
  • Mana yang benar???

Ketiga point tersebut hanya menyiratkan adanya kekacauan dalam cara berfikir mereka. Dan kekacauan ini tidak akan terjadi kalau saja alkitab adalah kitab suci yang sempurna. Yang sebenarnya terjadi adalah Alkitab tidak mempunyai panduan yang lengkap bagaimana menciptakan suatu keadaan yang seharusnya. Alkitab benar-benar diam seribu bahasa.

Terombang-ambing, prolog bagi kedatangan setiap Nabi.

Kalau kita membaca kisah kehidupan para Nabi di sekolah, maka kita akan membaca bahwa sebelum kedatangan seorang Nabi, umat manusia kala itu terombang-ambing dalam kesesatan dan tidak menentu arah. Mereka tidak lagi mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Mereka hidup bagaikan binatang yang tidak mempunyai akal sama sekali. Semua kekejian telah mereka lakukan, namun tetap mereka tidak mengetahui apakah hal yang lakukan adalah suatu kesalahan atau kebenaran.

Kekacauan social itulah yang menjadi prolog bagi kedatangan seorang Nabi. Setelah terjadinya kekacauan dan keterombang-ambingan seperti itu, seorang Nabi datang kepada mereka untuk menyampaikan firman Allah dan memberi mereka petunjuk akan jalan Allah yang lurus.

Kita ambil contoh prolog bagi kedatangan Nabi isa almasih.

Sebelum isa almasih datang ke Dunia, masyarakat yahudi kala itu benar-benar terombang ambing dalam kesesatan yang mengerikan. Nah ketika isa datang, perlahan demi perlahan kekacauan itu diperbaiki oleh Jesus walau pun memang tidak begitu berhasil karena orang yahudi memang kaum yang amat durhaka. Dibunuh dan disalibnya Jesus adalah pertanda kuat betapa proyek pelurusan yang dimulai Jesus gagal total dan digagalkan oleh orang yahudi sendiri.

Dan dengan dibunuhnya isa oleh tentara romawi atas permintaan rahib yahudi, maka dapat dikatakan bahwa Alkitab tidak pernah mencapai titik klimaks dalam penyempurnaannya, tidak seperti Alquran.

Kembali ke jaman sekarang.

Kekacauan umat Kristen jaman sekarang ini jelas-jelas seperti prolog sebelum kedatangan seorang Nabi. Betapa terombang-ambingnya orang Kristen dari jaman ke jaman, persis seperti terombang-ambingnya umat manusia purba sebelum datangnya seorang Nabi.

Dari logika ini dapat diambil kesimpulan, bahwa jika umat-umat sebelum kedatangannya seorang Nabi dikategorikan sesat dan  terombang ambing, maka kategori yang sama pun harus diberikan kepada orang Kristen ini: sesat dan terombang-ambing.

Maka pantaslah, orang Kristen antar generasi saling tuding. Orang Kristen generasi sekarang menuding orang Kristen jaman purba (para leluhur orang Kristen jaman sekarang) sebagai pembuat kesalahan. Kebalikannya, kelak nanti di hari kebangkitan, orang Kristen jaman purba akan menuding orang Kristen keturunan – lah yang sesat karena membuat banyak bidat. Siapa yang benar, dan siapa yang menang? Tidak ada yang tahu, bukan? Inilah saking kacau dan terombang-ambingnya orang Kristen!!

Apakah kita mengira, ketika orang Chrisitan jaman sekarang menuduh orang Chrisitan purba telah berbuat kesalahan, maka roh-roh orang Kristen jaman purba di alam baka akan berdiam diri saja ketika dituduh telah berbuat kesalahan oleh keturunan mereka? Apa sebenarnya salah kaum Kristen jaman purba? Bukankah mereka kala itu berbuat demi Allah dan demi Jesus jua adanya?

Mengapa saling tuding itu bisa terjadi? Karena kitab suci mereka diam seribu bahasa untuk menganalisa banyak pertanyaan!!

Teori “Siklus Bunglon”.

Sekarang, Anda, Jusfiq St Maradjo Lelo berkata,

“Orang Nasrani – dan seingat saya Vatikan juga telah mengakui kesalahan Inkuisisi ini……”

inkusisi adalah kesalahan? Apa dasar yang digunakan oleh orang Kristen jaman sekarang termasuk anda untuk menyatakan bahwa inkuisisi jaman purba adalah suatu kesalahan sehingga Vatican juga mengakui (tepatnya melihat, menilai) bahwa inkuisisi adalah suatu kesalahan?

Ada satu sudut pandang lain yang ingin saya tawarkan kepada Anda dan semua orang Kristen dalam melihat / menganalisa kasus inkusisi ini. Sudut pandang itu mempunyai satu kata kunci: PERUBAHAN. Atau tepatnya, BUNGLONISASI.

Coba anda fikirkan dengan baik-baik.

Anda harus pahami bahwa alkitab tidak memberi panduan lengkap tentang bagaimana menilai segala sesuatu. Alkitab dipenuhi dengan kecacatan. Logikanya, jika memang Alkitab adalah kitab yang sempurna, maka tidak mungkin muncul banyak kekacauan dalam sejarah Kristen sepanjang jaman (seperti yang sudah saya jelaskan tadi).

Orang Kristen jaman sekarang menuduh orang Kristen purba telah berbuat kesalahan dalam begitu banyak kekejian dan kekerasan. Kemudian orang Kristen jaman sekarang memilih untuk menyerukan bahwa Kristen adalah agama KD.

Dalam pada itu, kita mengetahui (seperti yang telah saya paparkan secara logis!) bahwa Kristen adalah agama bunglonisasi. Agama ini selalu  berubah dari jaman ke jaman: tidak ada yang tetap dalam agama Kristen ini; tidak ada yang abadi dalam agama Kristen ini. Jika dahulu orang Kristen berkata A, maka sekarang orang Kristen berkata B, dan kelak 10 tahun lagi orang Kristen akan berkata C. Uniknya, setiap A mau pun B mau pun C (dan seterusnya) tetap diklaim sebagai yang terbenar dari yang lainnya!

Peralihan dari A ke B kemudian ke C ini disebut dengan Teori Siklus Bunglon. Siklus ini tentu saja tidak berakhir pada point C, namun akan terus berlanjut hingga Z bahkan ke Tidak Terhingga.

Buktinya memang sudah banyak, bukan? Bukti sejarah yang amat kuat menyatakan bahwa pada masa purba bunda maria adalah satu dari tiga tuhan yang disembah orang Kristen. Namun posisi bunda maria itu kini didepak oleh roh kudus (penyebabnya pastilah perasaan gengsi kaum pria dalam skema patiakhisme. Bunda maria kan perempuan!). Pada 20 tahun yang akan datang dapat dipastikan bahwa formasi trinitas ini akan berganti / terkoreksi pula. Bahkan mungkin sekali trinitas akan hilang dan dicabut dengan bentuk keyakinan yang lain. Hal itu pasti terjadi. Kita tunggu saja.

Nah kembali ke masalah kekerasan / violence ini dalam kaitannya dengan seruan orang Kristen jaman sekarang bahwa Kristen adalah agama KD.

  • Generasi purba (G1) berkata bahwa Kristen adalah agama pembunuhan. Inkuisisi, mengobarkan perang salib oleh Paus Urban II melawan kaum Muslim, pembantaian ribuan bayi Muslim pada masa perang salib dan lain lain adalah bukti bahwa Kristen adalah agama anti toleransi, pedang dan tumpah darah. G1 berkata “A”.
  • Kemudian Generasi sekarang (G2) berseru bahwa Kristen adalah agama KD yang kecendrungan seruan itu agaknya dimulai pada masa berakhirnya perang dingin, dan ditambah dengan tradisi Dunia olimpiade yang melepaskan ribuan burung merpati ke langit. Lebih tepat lagi, G2 ini berkata bahwa G1 telah berbuat kesalahan. G2 berkata “B”.
  • Bagaimana dengan G3, generasi orang Kristen setelah generasi yang sekarang ini? Apakah yang akan dikatakan / diserukan oleh G3 tentang Kristen ini? Dalam waktu 50 tahun ke depan, atau 40 tahun ke depan, atau 30 tahun ke depan, atau lebih cepat lagi, 10 tahun ke depan, pasti G3 atau orang Kristen Generasi ketiga akan berkata / berseru yang lain lagi. Dan sekaligus, G3 ini akan mengeluarkan fatwa bahwa apa yang dikatakan oleh G2 (yaitu Kristen adalah KD, misalnya) adalah suatu kesalahan, persis ketika G2 mefatwakan bahwa apa yang dilakukan G1 adalah kesalahan. G3 akan berkata “C”.

Inilah pemenuhan dari Teori Siklus Bunglon yang ada dalam agama Kristen. Menjijikkan!!

Arti dari pada teori siklus bunglon ini adalah bahwa satu generasi dari orang Kristen akan mempersalahkan satu generasi sebelumnya. Begitu seterusnya hingga hari kiamat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang abadi dalam agama Kristen ini karena selalu mengalami “koreksi” sambil mempersalahkan keadaan Kristen sebelumnya.

Teori ini sudah baku, dan sudah terbukti di tengah Alam semesta ini. Semua usaha untuk membantah teori ini pasti akan sia-sia belaka.

Pasti orang Kristen jaman sekarang akan menolak teori ini dengan menyatakan bahwa trinitas (salah satu hal dalam Kristen; begitu juga dengan hal lainnya) akan abadi untuk selama lamanya karena itu adalah ajaran inti dari pada Alkitab.

Ohya!!!????? Coba perhatikan:

  • Bukan kah G1 dahulu juga berkata bahwa kekejian dan keberingasan kaum Kristen jaman dahulu adalah inti dari ajaran Alkitab – dan itu tidak akan berubah buat selama-lamanya? Namun toh itu akhirnya dikoreksi oleh G2!
  • Sebelum orang Kristen “menemukan” trinitas, masyarakat Kristen tidak menganggap Jesus sebagai anak Tuhan, dan tidak mengenal salib sebagai lambang agama mereka. Hal ini terlihat pada kuburan-kuburan dan katakombe yang berasal  dari awal abad abad Kristen yang tidak bertanda salib sekecil apa pun. Mau membantah? Berani?
  • Maka kalau “system kejadian” ini kita proyeksikan ke masa yang akan datang, dapat dipastikan bahwa Kristen jaman sekarang ini akan berbeda jauh dari Kristen pada masa-masa yang akan datang. Itulah yang Anda sebut dengan perubahan!! Perubahan di dalam tanda kutip tentunya. Tidakkah ini aneh dan menjijikkan?
  • Mungkin Anda akan berkilah bahwa biar bagaimana pun apa yang dilakukan orang Kristen pada rentang G1 di atas adalah suatu kesalahan. Cara Anda melihat kasus ini adalah, bagaimana kalau saja Anda lahir pada masa itu?

Apa alasan Anda untuk menyatakan bahwa apa yang dilakukan G1 adalah suatu kesalahan, lha wong apa yang mereka lakukan itu seutuhnya berdasarkan ajaran alkitab koq!

Percuma! Sekeras apa pun Anda menyatakan bahwa apa yang ada dalam Kristen jaman sekarang ini akan abadi untuk selama-lamanya, TETAP itu tidak akan mengubah teori siklus bunglon  tersebut. Pada abad abad awal Kristen, semua orang Kristen tidak mengenal trinitas, anak Tuhan, penyaliban sebagai penebusan dosa dll. Namun pada tahun 400an masehi hal itu berubah 180 derajat! Pada masa itu semua orang Kristen telah berfikir tentang trinitas, anak Tuhan dan penebusan dosa di kayu salib. Fantastic!

Keberanian orang Kristen untuk membicarakan KD (part 1 of 2)

Jaman sekarang ini, orang Kristen berbicara tentang betapa Kristen adalah agama KD. Dengan berbicara seperti itu orang Kristen akan dapat merasa bahwa Kristen lah yang merupakan agama yang benar karena hanya membawa KD bagi semua umat manusia. Dengan kata lain, orang Kristen adalah sekelompok manusia yang berfikir / menuntut bahwa

Kebenaran Tuhan haruslah turun dalam anti kekerasan. Tidak mungkin suatu kebenaran atau jalan Surga turun dalam balutan kekerasan…….

Dalam suatu kasus teroris Muslim di mana sebuah bom bunuh diri diledakkan dan beberapa orang Kristen menjadi korban, keluarga-keluarga si korban merintih di depan jenazah sang korban. Dalam rintihan tersebut keluarga-keluarga Kristen ini meratap dan berkata,

Oh Tuhan ampunilah orang teroris yang sudah membunuh anak kami ini. Turunkanlah damaiMu kepada orang yang sudah membunuh anak ini. Biarlah maaf dan kasih kami dalam kristus kepadanya menjadi jalan baginya untuk tobat kepadaMu oh Tuhan….

Fantastis bukan? Orang Kristen ini merintih dengan mengeluarkan kata-kata yang amat mengharukan. Ia mengampuni orang (si teroris Muslim) yang sudah membunuh anaknya! Orang Kristen ini ingin menunjukkan bahwa ia adalah seorang Kristen yang taat, hatinya selalu dipenuhi oleh ajaran Jesus tentang kasih dan damai, tentang memaafkan dan tentang “berilah pipi kirimu jika pipi kananmu ditampar musuhmu”.

Mari kita telusuri ke jauuuuuh ke masa purba. Pada masa purba semua orang Kristen adalah   SE-BERINGAS kaum Muslim dan umat lainnya. Bahkan dilaporkan bahwa tentara salib membantai ribuan bayi Muslim yang berada di pelukan ibu mereka di Jerusalem tanpa belas kasih sedikit pun. Dan itu pun atas perintah pastur pastur mereka. Namun mengapa tiba-tiba kita menyaksikan keharuan seperti kasus di atas itu?

Tiba-tiba semua orang Kristen jaman sekarang telah berubah menjadi “paus kehidupan”!

Paling mudah, semua orang Kristen (jaman sekarang) akan berkata bahwa gereja mengajarkan KD, cinta kasih dan karunia Tuhan untuk semua Dunia.

Oh yaaa….?????

Mari kita selidiki.

Seberapa besarkah kasih orang Kristen untuk Dunia ini yang mereka peroleh dari dalam gereja mereka? Di Dunia ini banyak terdapat kemiskinan. Kelaparan. Perang saudara. Wabah penyakit. Pertikaian. Kebodohan. Kemunafikan. Kecacatan. Pemerkosaan. Penindasan mayoritas terhadap minoritas. Saling curiga. Diskriminasi. Dan masih banyak lagi. Itu semua membuat Dunia menjadi tempat yang amat menyedihkan bagi siapa pun.

Tiba-tiba orang Kristen berkhotbah tentang KD. Apakah KD dan khotbah tentang KD itu berhasil mengatasi semua masalah Dunia seperti yang disebut di atas? Kalau memang orang Kristen dipenuhi dengan KD, maka mengapa ada perang dingin antara blok Barat dan Timur? Mengapa ada pemilikan senjata hulu ledak nuklir besar-besaran oleh Negara Barat yang notabene adalah orang Kristen? Mengapa Barat masih membela Israel atas pendudukan mereka di atas tanah Palestina?

Kalau memang Barat dipenuhi dengan KD (karena mereka adalah orang Kristen), maka bisakah mereka mengakhiri kemelut Timur tengah atas dasar cinta kasih dan karunia Allah?

Sekali lagi saya ingin bertanya, “Seberapa besarkah kasih orang Kristen untuk Dunia ini yang mereka peroleh dari dalam gereja mereka?”. Kita melihat bahwa sebagian besar penduduk Dunia ini adalah orang Kristen. Nah berarti Dunia ini mempunyai begitu banyak “sumber KD” karena individu-individu Kristen pastilah membawa KD yang mereka dapat dari dalam gereja mereka. Namun mana pengaruhnya bagi peradaban Dunia ini. Mengapa perang selalu terjadi? Mengapa penyalahgunaan narkoba masih selalu terjadi?

Seberani itukah semua orang Kristen membicarakan KD sementara efek nyata dari KD itu sendiri tidak pernah ada sedikit pun? Kalau lah jumlah orang Kristen amat sedikit di Bumi ini, mungkin masih masuk akal. Namun bukan kah jumlah orang Kristen adalah yang terbesar? Seharusnya KD mereka benar-benar menonjol dalam kehidupan ini. Lantas di mana (efek) KD itu?

Kalau lah memang semua orang Kristen adalah pembawa KD, sudah pastilah semua orang yang berlainan agama sudah masuk agama Kristen seketika itu juga! Artinya, kalau lah memang semua orang Kristen adalah pembawa KD, maka semua agama selain Kristen pasti sudah musnah karena umatnya telah beralih ke agama Kristen berkat kasih damainya semua individu Kristen. Namun nyatanya?

Atau mungkin orang Kristen akan berkilah (berkilah melulu kerjaannya!), bahwa yang KD itu adalah Tuhan, bukan manusianya. Dengan kata lain, Tuhan dalam Kristen adalah satu-satunya Tuhan yang KD.

Seperti kutipan ayat Alkitab ini,

1Yohanes 4,

.4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita

Oh ya??????

Kalau Tuhan Kristen mereka KD, maka mengapa masih banyak kemelaratan? Kemiskinan? Kematian? Wabah penyakit? Perang sipil? Diskriminasi? Apakah kasih damai Tuhan yang teramat besssoarr itu tidak dapat mengatasi semua masalah Dunia ini?

Lagi pula, katakanlah Tuhan Kristen memang satu-satunya Tuhan yang besssoar KD-nya. Kemudian orang Kristen berkilah bahwa yang KD bukan orang Kristen, namun Tuhannya. Dengan kata lain semua orang Kristen menolak untuk dikatakan pembawa KD. Berarti, pendapat ini mengarahkan kita untuk menyimpulkan bahwa Tuhan Kristen yang besar KD-nya tidak pernah menurunkan KD-NYA yang besar ITU kepada setiap individu Kristen

Berarti, Tuhan nya Kristen yang KD nya besssoar itu, memerintahkan semua orang Kristen untuk menyebarkan KD (yang bessoar) ke seluruh Dunia – padahal Dia sendiri tidak pernah memberikan KD sedemikian besar kepada setiap individu Kristen. Tidak kah ini ironis dan memalukan?

Ibarat kata, ada seorang bos yang kaya raya dan ia mempunyai banyak pesuruh.

  • Di satu pihak bos kaya raya ini tidak pernah memberi uang banyak atau berlebih kepada setiap pesuruhnya. Uang yang ia berikan untuk pesuruhnya hanya cukup untuk makan dan transportasi.
  • Namun di lain pihak, bos kaya raya ini memerintahkan semua pesuruhnya untuk selalu menghambur-hamburkan uang kepada semua orang untuk mengesankan bahwa bos mereka adalah kaya raya. Taruh kata, bos itu memerintahkan / mengajarkan kepada setiap pesuruhnya untuk menghambur-hamburkan uang senilai 100 juta setiap hari ke tengah kota agar semua orang mengetahui bahwa bos mereka adalah orang kaya. Namun bos kaya raya itu hanya memberi uang kepada setiap pesuruhnya uang sebesar 50 ribu. Ini apa-apaan!?

Seharusnya kan bos itu terlebih dahulu sudah memberikan uang kepada setiap pesuruhnya uang sebesar 100 juta plus 10 juta. Yang 100 juta untuk disebar-sebarkan di  tengah kota supaya orang banyak berfikir bahwa bos mereka adalah orang kaya dan dermawan, kemudian yang 10 jutanya untuk pesuruh masing-masing supaya makmur.

Apakah memang demikian Tuhannya Kristen itu? Dia tidak pernah memberi KD yang besar kepada setiap individu Kristen, namun Tuhan ini memerintahkan setiap individu Kristen untuk menyebarkan KD – Nya ke seluruh Dunia. Dasar memang Tuhan yang memalukan!

Mari kita rinci supaya enak untuk dipahami.

  1. orang Kristen mengklaim bahwa gereja mengajarkan KD, karena KD adalah inti dari pada ajaran Kristen.
  2. dan setiap orang Kristen adalah orang Kristen yang taat dan bangga terhadap ajaran Kristen.
  3. oleh karena itu setiap individu Kristen akan membawa KD yang mereka dapat dari gereja untuk Dunia supaya menjadi terang Dunia.
  4. orang Kristen di Dunia ini adalah yang terbanyak.
  5. namun kenyataannya KD yang dibawa oleh setiap individu Kristen tidak ada bekas atau efeknya dalam kehidupan sehari-hari di muka bumi ini. Perang masih saja terjadi. Kelaparan. Kemiskinan. Perang saudara. Diskriminasi. Criminal kota. Pemerkosaan. Penindasan. Dll.
  6. kalau lah memang setiap individu Kristen adalah pembawa dan berjiwa KD sesuai dengan tuntunan gereja mereka, maka pastilah sudah sejak lama semua orang non Kristen sudah beralih ke Kristen karena terpesona akan jiwa KD yang dipancarkan oleh setiap individu Kristen. Artinya, sudah dari dulu agama selain Kristen punah tak berbekas. Namun nyatanya?
  7. kenyataan ini hanya mempunyai satu dari dua implikasi:
  1. orang Kristen tidak mempunyai KD. KD yang mereka gembar-gemborkan hanya isapan jempol belaka.
  2. atau, orang Kristen akan serta-merta berkata bahwa KD yang mereka punyai begitu kecil. Mereka hanyalah manusia belaka. Mereka justru akan berkata, bahwa hanya Tuhanlah yang memiliki KD (yang amat bessooar!!), bukan umatNya.
  • kalau implikasinya adalah (a), maka berarti semua individu Kristen adalah MUNAFIK. SOK TAHU. EMBER. BOKIS. LEBAY. NAJONG. NARSIST. Seruan orang Kristen bahwa Kristen adalah agama KD, jangan lagi didengar. Seruan bahwa orang Kristen adalah berjiwa KD sebagai refleksi dari ajaran Alkitab, jangan lagi didengar. Semua itu adalah BOHONG!!! GOMBAL!!
  • bagaimana jika implikasinya adalah (b)? implikasi B adalah di mana Tuhan Kristen mempunyai KD yang amat besar. Kalau Tuhan Kristen ini memang mempunyai KD yang begitu besar, maka mengapa masih ada kelaparan. Kemiskinan. Kematian. Wabah penyakit. Perang. Apakah KD Tuhan Kristen yang begitu besar tidak dapat menanggulangi semua masalah tersebut? Akhirnya, benarkan Tuhan Kristen mempunyai KD yang begitu besar mengingat masih banyak kemiskinan, kelaparan dan peperangan??? Ini patut dicurigai!!!

Kita ambil saja gambaran. Jika ayah kaya, maka anaknya hidup kaya dan enak. Hingga dapat dikatakan, untuk mengetahui seorang ayah kaya atau miskin, maka lihat saja ke anaknya, anaknya hidup kaya dan enak, atau sengsara? Kalau anaknya hidup enak, maka ayahnya adalah kaya. Namun jika anaknya hidup sengsara, maka ayahnya adalah orang miskin.

  1. Kemudian Tuhan ini memerintahkan umatNya (yaitu orang Kristen) untuk mengajarkan dan membawa KD ke seluruh Dunia karena itu adalah inti dari ajaran Kristen.
  2. namun di lain pihak, Tuhan yang besar KD-nya ini tidak pernah memberikan KD nya itu kepada setiap individu Kristen.
  3. padahal, Tuhan Kristen yang begitu besar KD-nya ini memerintahkan orang Kristen untuk menyebarkan KD –Nya. Bagaimana mungkin ini masuk akal? Bagaimana mungkin Tuhan Yang Maha Logis, yang mempunyai KD yang besar, namun tidak pernah memberikan / mencurahkan KD-Nya kepada setiap umatNya, lantas kemudian memerintahkan umatNya itu untuk menyebarkan KD nya ke seluruh Dunia??

Akhirnya sekarang dapat kita simpulkan, bahwa KD dalam Kristen hanyalan tipu muslihat. Isapan jempol belaka. Fatamorgana. Kemunafikan mutakhir di abad 21 ini yang berasal dari dalam Gereja Kristus!

Di Dunia ini terdapat begitu banyak kemelaratan. Peperangan. Namun mengapa masih saja orang Kristen berani berkhotbah tentang KD, alias Kasih dan Damai? Masih punya muka-kah mereka untuk hal-hal gombal seperti itu????

Seyakin apa Anda menyatakan bahwa Jesus mengajari KD dan pemaafan untuk gerejanya? Coba perhatikan ayat Bible [Mat 11 : 20 – 24] ini.

11:20 Then began he to upbraid the cities wherein most of his mighty works were done, because they repented not:

11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

11:21 Woe unto thee, Chorazin! woe unto thee, Bethsaida! for if the mighty works, which were done in you, had been done in Tyre and Sidon, they would have repented long ago in sackcloth and ashes.

11:21 “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

==

11:22 But I say unto you, It shall be more tolerable for Tyre and Sidon at the day of judgment, than for you.

11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

==

11:23 And thou, Capernaum, which art exalted unto heaven, shalt be brought down to hell: for if the mighty works, which have been done in thee, had been done in Sodom, it would have remained until this day.

11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

==

11:24 But I say unto you, That it shall be more tolerable for the land of Sodom in the day of judgment, than for thee.

11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”..

Di ayat ini, khususnya,

[Mat 11:20. Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: ], …..

Anda dapat membaca di ayat tersebut bahwa Jesus adalah pribadi pendendam, suka memaksakan kehendak, tidak mempunyai jiwa toleransi sedikit pun, dan tidak menghargai hak orang untuk mengatur diri mereka sendiri.  Apa komentar Anda?

Apakah seruan-seruan bahwa Kristen adalah agama KD berasal dari penggal ayat ini? Atau, mau dikemanakan penggal ayat ini kalau orang Kristen masih saja berseru bahwa Kristen adalah agama KD? Bukankah ini sirene yang meneriakkan kata munafik senyaring-nyaringnya dari orang Kristen seluruh Dunia?

Keberanian orang Kristen untuk membicarakan KD (part 2 of 2)

Masih juga kah orang Kristen berani berbicara bahwa Kristen adalah agama KD? Dan keberaniannya itu untuk selalu membicarakan betapa KD-nya Kristen semata untuk menyerang Islam yang tertuduh sebagai agama kekerasan dan pemaksaan kehendak? Seolah Kristen sejak awal Dunia ini hanya selalu mengajarkan KD?

Beberapa tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Di Mekkah kala itu terdapat Kabah, suatu bangunan yang amat kharismatik yang merupakan warisan dari pada Nabi Ibrahim. Ke sana setiap tahun anak-anak manusia mengalir untuk berhimpun untuk berdoa di Kabah itu, sebagai bagian dari ibadah haji tradisional.

Tidak ketinggalan anak-anak manusia yang berasal dari Yaman. Aliran massa yang bergerak ke arah kota Mekkah dari negeri ini begitu derasnya ketika memasuki musim haji. Hal ini tentunya menjadi perhatian Raja Abrahah yang belum lama memerintah Yaman. Raja Abrahah adalah Raja Kristen yang memerintah tanah Yaman atas nama Raja Kristen Ethiophia, Negus.

Abrahah pun merasa marah dengan kenyataan tersebut. Maka ia bertekad untuk menandingi keagungan Kabah itu dengan cara membangun Gereje Besar di kota Sanaa, ibukota Yaman. Sesudah gereja itu selesai dibangun maka ia menyerukan semua orang Yaman untuk melupakan Kabah dan segera beralih ke Gereja Besarnya di Yaman itu. Hal itu pun juga akan menjadi bagian dari Christianisasi orang Yaman karena sebelumnya mereka adalah penganut Yahudi.

Namun apa reaksi massa Yaman? Mereka sama sekali tidak tertarik dengan Gereja Besar itu walau pun bangunan itu dibangun dengan selalu memperhatikan kualitas ornamental, arsitektural mau pun materialnya. Tetap saja anak-anak manusia dari tanah Yaman itu mengalir ke Kabah tanpa sedikit pun menoleh ke Gereja Besarnya Abrahah. Abrahah pasti marah bessoar dengan pengingkaran tersebut.

Apa yang akan dilakukan Abrahah?

Ia segera menyiapkan bala tentara yang besar dan kuat yang terdiri dari ratusan ekor gajah. Ke Mekkah pasukan ini bergerak di bawah pimpinan Abrahah sendiri, sambil tangannya memegang panji panji Kristen yang amat ia agungkan, dengan satu tujuan saja, yaitu untuk menghancurkan Kabah.

Sepanjang jalan menuju Mekkah, pasukan ini berbuat begitu banyak kekejian, perampokan dan penindasan. Sepanjang jalan itu juga warga setempat memperingatkan Abrahah ini untuk tidak menantang kesakralan Kabah. Namun itu semua tidak dihiraukan olehnya. Justru yang sacral dan tidak boleh ditantang adalah gereja besarnya yang terletak di kota Sanaa itu, demikian ia berkata.

Sesampainya di Mekkah ia segera mempesiapkan kekuatan penuh untuk menghancurkan Kabah itu yang sebentar lagi akan berada di depan matanya.

Namun Tuhan Yang Empunya Kabah pun tidak tinggal diam. Dia mengirimkan burung Ababil dalam jumlah yang mencengangkan sehingga langit Mekkah kala itu berwarna hitam. Ke atas pasukan gajah Abrahah itulah burung-burung Ababil itu melontarkan batu-batu kematian. Di satu pihak semua bala tentara dengan semua kekuatannya berhasil  ditumpas habis, dan di lain pihak tidak ada satu pun titik yang berada di dinding Kabah yang bergeser ke lain tempat. Kabah aman.

Para sejarawan khususnya yang beragama Kristen tidak ada yang menolak kisah ini walau pun mereka tidak membenarkannya juga (semata karena kisah ini terdapat dalam keislaman).

Apa yang harus kita lihat dari kisah ini?

Tidak lain tidak bukan, Kristen pada masa itu, adalah agama yang selalu mengedepankan pemaksaan, anti-toleransi, kekerasan dan kebrutalan. Namun mengapa sekarang orang Kristen berseru bahwa Kristen adalah agama KD dan anti kekerasan serta pemaksaan? Dari manakah mereka mendapatkan keberanian yang teramat konyol itu?

Singkat kata, kisah kebrutalan Raja Abrahah terhadap Kabah ini adalah bukti lain yang amat nyata bahwa Kristen sejatinya adalah agama yang penuh dengan kekerasan. Raja Abrahah berhasil menunjukkan kepada semua orang di Dunia ini bahwa ia, atas nama Kristen, tidak dapat mentolerir ada bangunan lain selain gerejanya, gereja Kristus. Dan ia ingin memaksakan kehendak, atas nama Jesus, bahwa semua bangunan selain gerejanya harus dihancurkan rata dengan tanah.

Sekarang masih berani juga kah orang Kristen berseru bahwa Kristen adalah agama KD, mengalahkan Islam sebagai agama yang penuh dengan kekerasan dan pemaksaan? Apakah dasar yang mereka gunakan????

KD dalam Islam

Apakah ada KD dalam Islam?

Pertama, yang jelas adalah bahwa Islam adalah agama ketegasan (walau pun dalam banyak kasus hal ini diimplementasikan sebagai kesadisan  dan kebrutalan). Dalam Islam yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah. Telah jelas antara yang hak dan yang bathil, maka janganlah kamu termasuk orang yang ragu….

Islam tidak pernah memikirkan tentang KD ini. Yang ada dalam Islam hanyalah bahwa Syariah harus dijalankan. Jika ada yang melanggar syariah maka orang itu harus dihukum, baik berupa potong tangan, dikucilkan, diqishash, dirajam dan seterusnya.

Kedua, ada satu hal yang amat tegas dalam Islam.

Pernah kah Muslim berteriak-teriak bahwa Islam adalah agama KD? Yang ada justru kaum Muslim berteriak-teriak kata Jihad dan Syahid, tepat seperti apa yang Anda tuduhkan itu.

Mengapa? Bukankah sudah jelas, buat apa orang Muslim berseru-seru tentang KD, lha wong di muka Bumi ini masih banyak kelaparan, penindasan dan seterusnya. Menyeru-nyerukan KD sudah pasti tidak akan dapat menyelesaikan semua masalah Dunia ini. Kecuali ada bukti yang memuaskan bahwa berteriak-teriak KD akan dapat mengatasi semua masalah Dunia tersebut. Adakah?

Kaum Muslim sadar kok – sadar sesadar-sadarnya- bahwa mereka (kaum Muslim tersebut) tidak mempunyai jiwa KD yang begitu bessoar! Atau apakah Muslim akan berseru bahwa Allah-lah Zat Yang KD-Nya teramat bessoar? Kalau memang Allah adalah Zat Yang KD nya bessoar, maka mengapa masih banyak kelaparan dan wabah penyakit? Toh Muslim tidak pernah berkata demikian.

Dalam suatu Alhadits Muhammad bersabda,

Allah menjadikan kasih-sayangNya 100 bagian. Yang 99 bagian Dia pegang / tetapkan di sisiNya. Yang satu bagian Dia turunkan ke Alam semesta ini. Dengan kasih sayang Allah yang satu bagian itulah segala makhluk saling sayang menyayangi, sehingga seekor induk burung mengangkat sebelah kakinya demi anaknya tidak terinjak olehnya

Mengapa Allah menetapkan demikian?

99 bagian itu akan Dia dedikasikan untuk umatNya di dalam Surga kelak. Itulah sebabnya kita melihat bahwa di dalam Surga terdapat kenikmatan yang luar biasa. Hal itu disebabkan karena kasih sayang Allah untuk penghuni Surga adalah 99 bagian dari 100 bagian kasih sayangNya itu.

Satu bagiannya, atau 1/100 kasih sayangNya Dia turunkan ke Alam semesta ini. Itulah sebabnya kita melihat di Dunia ini banyak terdapat kematian, penyakit, perang, kebodohan, kemiskinan, penindasan dan seterusnya.

Kalau lah Allah diasumsikan menurunkan keseluruhan kasih sayangNya ke Dunia ini yaitu dalam hitungan ke seratus-seratusnya, maka pasti:

  • tidak akan ada kematian, kebodohan, dikotomi Iman dan kafir, kekafiran, kelaparan, peperangan, wabah penyakit dan seterusnya. Karena tentunya kasih sayang Allah yang 100 bagian itu atau kasih sayangNya yang utuh itu pasti akan dapat mengatasi semua masalah Dunia ini buat selama-lamanya, sebagai karuniaNya yang telah Dia anugrahkan untuk Alam semesta ini.
  • Nah, kalau lah memang keadaannya demikian (Allah menurunkan kesemua bagian kasih sayangNya sehingga tidak ada lagi kesengsaraan di Dunia ini) maka buat apa ada agama? Buat apa manusia diberi akal? Buat apa dikirim Nabi-Nabi? Buat apa ada pahala dan dosa? Buat apa ada amal ibadah? Buat apa kita harus banyak bersedekah untuk orang miskin? Akhirnya, buat apa ada Surga dan Neraka?

Memang, Allah tidak mempunyai KD yang besssoar seperti dalam Kristen. Namun coba Anda renungkan. Kalau lah Allah mempunyai KD yang besssoar untuk Alam semesta ini, maka mengapa masih banyak kelaparan dan kawan-kawannya yang menyedihkan itu?

Sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Pertanyaannya begini. Tuhan Yang memerintah dari atas langit sana itu, Allah Bapa (Kristen) atau Allah Swt (Islam)?

Cara menjawabnya gampang saja. Kita lihat saja kenyataan / implikasiNya di muka Bumi ini, banyak kesengsaraan, atau banyak kebahagiaan? Banyak kesengsaraan, bukan? Maka otomatis, Tuhan Yang memerintah di atas langit itu adalah Allah Swt (Islam), karena Allah Swt (Islam) telah menegaskan bahwa Dia tidak menurunkan kasih sayangNya keseluruhannya, namun hanya 1/100 saja. Kalau yang memerintah dari atas Kerajaan langit itu adalah Bapa Allah (berarti Kristen lah agama yang bennoar!) maka pastilah tidak ada kesengsaraaan di Bumi ini sekecippp apa pun dari dahulu hingga sekarang. Amin!

Artinya, agama yang benar adalah Islam dan hanya Islam. Kristen adalah isapan jempol belaka. Sama dengan teriakan-teriakan KD-nya, isapan jempol juga. Tidak pernah ada satu hari Dunia pun yang lewat tanpa adanya kesengsaraan. Camkan itu!

Mungkin akan ada pertanyaan lanjutan. Mengapa sih Allah Swt kok hanya menurunkan 1 dari 100 kasih sayangNya ke Alam semesta ini yang mana itu mengakibatkan banyak kesengsaraan dan kemiskinan di muka Bumi ini? Bukankah Allah Swt itu maha kasih dan maha sayang kepada umatNya? Jawabannya adalah,

  • itu adalah hak prerogative Allah. Tanyakan saja langsung kepada Yang bersangkutan yaitu Allah Swt sendiri. Berani?
  • Kalau Allah menurunkan keseratus-seratusnya, maka tidak akan ada lagi kelaparan dan peperangan. Maka buat apa ada akal? Buat apa ada agama? Akhirnya, buat apa ada Surga dan Neraka?

Allah Swt berfirman dalam Alquran,

[47:36] Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.

[57:20] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

[57:21] Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Mengapa di Dunia ini ada begitu banyak kesengsaraan dan kawan-kawannya itu yang memilukan? Karena,

  1. Allah hanya menurunkan satu dari keseratus bagian kasih sayangNya ke Alam semesta ini. Dan itu adalah factual, bukan klaim, bukan keyakinan. Semua orang dapat melihat (efek dan bukti) nya.
  2. Allah “merencanakan” untuk mengadakan permainan di dalam kehidupan ini. Dalam permainan ada kalah dan ada menang, ada pengekangan dan ada kemudahan, kemudian ada peraturan, ada reward dan punishment, kemudian ada juri. Basic idea dari game itu adalah, siapa yang paling gigih usahanya untuk mendapat hadiah dari Allah, siapa yang paling suci hatinya, siapa yang paling teguh Imannya dari godaan iblis. Dan seterusnya. Seperti kutipan ayat di atas,

dan berlomba-lombalah kamu untuk mendapat hadiah dari Allah…..

Singkat kata, dari “retorika” / wacana KD –nya Kristen ini saja semua sudah dapat mengetahui bahwa Kristen adalah isapan jempol belaka, dan tidak mempunyai dasar argumentasi, baik dasar logika mau pun dasar factual. Mereka, orang kafir khususnya orang Kristen adalah kaum yang tidak tahu apa-apa, tidak mengerti apa-apa. Inilah ayatnya:

[2:171] Dan perumpamaan orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti..

Sampai di sini mungkin orang Kristen akan balik menyerang ketuhanan Islam. Mereka akan berkata,

“….Nah benar kan bahwa Tuhan dalam Islam tidak pernah mencurahkan kasih sayang Nya secara utuh? Bayangkan, Allah dalam Islam hanya sudi menganugrahkan 1 dari 100 kasih sayangNya kepada seluruh Alam semesta. Tuhan macam apakah itu? Pantas dalam Islam yang ada hanya terorisme, pemaksaan kehendak, masuk Neraka untuk orang baik namun mereka tidak mengakui Muhammad, potong tangan untuk pencuri dan masih banyak lagi. Bandingkan dengan Kristen yang mengajarkan hanya cinta kasih dan damai. Itu semua karena Tuhan dalam Kristen adalah Tuhan yang penuh dengan kasih sayang (i.e. KD)… …”

Bagaimana Islam dapat menjawab sergahan tersebut?

Jawabannya hanya satu : BEBAL….!!

Pertama. Orang Kristen jaman sekarang FASIH sekali berbicara tentang KD seolah-olah mereka telah membicarakan dan menghubungkan antara KD dengan Kristen sejak berabad-abad lalu. Padahal kenyataannya tidak. Buktinya, tidak ada satu pun literature seperti artikel, essay mau pun diktat yang berasal dari abad purba yang dikarang oleh orang Kristen yang menjelaskan bahwa Kristen adalah agama KD. Ini artinya pada masa-masa awal tidak ada satu pun individu Kristen yang mempunyai fikiran bahwa Kristen adalah KD. Hanya pada masa-masa sekarang saja orang Kristen mulai latah menghubungkan bahkan mengklaim bahwa Kristen adalah KD. Menjijikkan!

Kedua. Baiklah orang Kristen mulai menuduh bahwa Allah dalam Islam tidak mencurahkan semua kasih sayangNya secara utuh kepada Alam semesta (sehingga muncullah aksi terorisme dan kekejian lainnya) – sementara Allah dalam Kristen mencurahkan seluruh kasih sayangNya kepada Alam semesta. Namun mana kenyataannya? Mengapa masih banyak kelaparan? Kemiskinan? Perang? Kematian? Wabah penyakit di seantero Alam semesta ini? Di mana kasih sayang Allah Kristen yang katanya bessoar itu?

Apakah yang menjadi dasar ajaran KD dalam Kristen?

Orang Kristen jaman sekarang (bukan jaman dahulu lho) berseru-seru bahwa Kristen adalah agama KD (sehingga dengan demikian Islam bisa dipersalahkan di depan umatnya sendiri karena mengajarkan kekerasan, bukan kasih sayang dan damai, cinta, toleransi, pemaafan segala macam tetek bengek!). Kalau dipikir-pikir, apakah yang menjadi dasar pemikiran mereka bahwa Kristen adalah agama KD?

Perhatikan ayat Perjanjian Baru ini,

“karena KasihNya yang tiada terhingga kepada dunia maka Tuhan   mengorbankan putra tunggalNya untuk menebus dosa semua umat manusia….”,

Orang orang Kristen amat bangga dengan penggalan ayat tersebut. Ayat ini adalah dasar dari seruan orang Kristen bahwa Allah dalam Kristen adalah Tuhan yang benar-benar KD.

Mari kita telaah ayat di atas.

Seperti yang sudah dibahas di bagian awal, kalau lah memang Allah Kristen itu kasihNya kepada Dunia adalah tiada terhingga, maka mengapa masih banyak terdapat kemelaratan dan semua kawan-kawannya yang mengerikan itu? Apakah kasih karunia Illahi yang bessoar itu tidak sanggup untuk mengakhiri semua kesengsaraan Dunia? Apakah semua kesengsaraan yang beranak-pinak di muka Bumi ini terlalu kuat bagi kasih karunia Illahi sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan kasih karunia yang bessoar itu?

Penggalan ayat di atas menyatakan bahwa kasih karunia Illahi yang bessoar itu berimplikasi pada mengorbankan putra tunggalNya di kayu salib.

Oh ya?

Apakah dengan disalibnya Jesus maka semua kesengsaraan Dunia dapat dihapuskan? Nyatanya semua kesengsaraan Dunia tetap bercokol di muka Bumi ini.  Apakah Dunia yang selalu dirundung kesengsaraan itu hanya butuh seorang anak manusia untuk mati di kayu salib? Oh tidak!!!

Ibaratnya, ada satu kampong manusia yang selalu dirundung kemiskinan dan wabah penyakit. Kemudian datang seorang cerdas dan kaya; ia mengaku bahwa ia dapat mengatasi semua masalah di kampong itu. Cara yang ia lakukan adalah dengan memberi ceramah dari hari ke hari. Puah!!

Orang satu kampong tidak butuh itu. Orang satu kampong butuh suatu hal yang benar-benar dapat mengeluarkan mereka dari kemiskinan dan wabah penyakit. Buat apa menjadi orang kaya kalau toh pertolongan yang ia berikan hanya berupa ceramah. Bilang saja ia orang miskin. Gampang kan?

Mengapa orang Kristen selalu menyatakan bahwa matinya Jesus di kayu salib akan mengatasi semua masalah Dunia ini? Mengapakah semua orang Kristen selalu berfikir bahwa Dunia dengan seluruh kesengsaraannya ini hanya butuh seorang Jesus untuk mati di kayu salib hanya untuk bisa melihat betapa bessoar kasih karunia Illahi? Atau, dari mana orang Kristen bisa mengetahui bahwa hanya Jesus yang mati di kayu saliblah yang paling diinginkan oleh Dunia dan kesengsaraannya supaya bisa tahu bahwa Allah Bapa amat bessoar kasih dan karuniaNya?

PUAH!!!!

Allah, kata orang Kristen, mengorbankan dan membunuh anaknya Jesus di kayu salib. Namun toh kesengsaraan masih beranak-pinak di muka Bumi ini. Buat apa sih Allah berbuat demikian, berbuat suatu hal yang dikata dapat menyelesaikan masalah Dunia namun ternyata tidak dapat mengatasi masalah Dunia sedikit pun? Allah-nya yang BEGO atau orang Nasrani –nya yang BEGO? Apa mungkin Allah itu BEGO? Apa mungkin Allah melakukan sesuatu hal yang dikata dapat menyelesaikan masalah namun ternyata tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun?

Dengan disalibnya Jesus pun, toh tidak serta-merta membuat semua orang di muka Bumi ini memilih Kristen. Lantas buat apa Allah “jor-joran” kalau toh itu tidak ada hasilnya sama sekali?

Kalau teori Alkitab adalah benar bahwa dikarenakan kasih Allah kepada Dunia begitu besar sehingga Ia mengorbankan putra tunggalNya – demi semua masalah Dunia dapat teratasi, pastinya satu-satunya implikasi dari teori itu adalah bahwa semua anak manusia telah memilih Kristen sejak awal – sehingga tidak ada lagi agama lain selain Kristen yang tetap eksis. Nyatanya? Di samping Kristen masih ada Yahudi, Islam, Hindu, Buddha dan lain lain. Artinya kasih Allah yang begitu besar tidak dapat mengatasi masalah Dunia, bukan? Yang lebih parah lagi, teori “….mengorbankan sang putra tunggalNya….” itu justru berujung pada acara saling-bunuh dan saling-bantai yang dilakukan para pendeta Kristen jaman purba terhadap orang lain yang enggan mengakui Jesus sebagai anak Allah yang mati di kayu salib. Ini apa-apaan? Apakah ini yang dinamakan dengan “…kasih Allah begitu besssoarr untuk Dunia….”?

Kalau Allah tidak dapat mengatasi masalah Dunia sedikit pun dengan kasihNya yang bessoarr itu dan dengan penyaliban putra tunggalNya itu, ya udah, tidak usah berbusah-busah bilang bahwa Ia mempunyai kasih yang begitu bessssooaarr untuk Dunia sehingga Ia mengorbankan putra tunggalNya…..!

Coba tengok Islam. Di dalam agama ini ada Alhadits yang menyatakan bahwa Allah Swt hanya menurunkan 1 dari 100 bagian rahmatNya ke Alam semesta ini – karena 99 bagiannya Dia simpan dan dedikasikan hanya untuk umat pilihanNya di dalam Surga kelak. Dengan 1 / 100 bagian dari rahmat Allah Swt itulah semua makhluk di Bumi ini saling sayang menyayangi dengan segala kekurangan masing-masing. Masuk akal, kan? Sesuai dengan realitas kan? Dan Kristen, sama sekali tidak masuk akal, kan?

Mengapa ya, orang Kristen masih saja ramai berbicara dan menyerukan bahwa Kristen adalah agama KD sementara Kasih dan Damai itu sendiri tidak pernah ada implikasi / efeknya sama sekali di Dunia yang merana ini?

Bunglon juga ada dalam Islam?

Makna dari teori siklus bunglon ini adalah bahwa nature / sifat dari Kristen ini selalu berubah-ubah. Pada kasus ini adalah (di samping kasus lainnya tentunya), bahwa pada masa purba orang Kristen adalah pribadi-pribadi yang bengis, sama bengisnya dengan orang Muslim. Namun kini pribadi-pribadi Kristen adalah mereka yang selalu berseru bahwa Kristen adalah agama KD, meninggalkan kaum Muslim yang masih tetap “beringas”.

Sebuah analogi.

A, B, C, D, E, dan F sama-sama berdiri berbaris menghadap sebuah gunung yang berdiri di depan mereka. Dengan posisi seperti itu maka posisi gunung itu adalah tepat di depan mereka.

Namun kemudian, A B C D dan E berbalik badan ke kanan, sementara F tetap pada posisi semula. Artinya, bagi A B C D E gunung itu telah berpindah tempat yaitu berada di kiri mereka, sementara bagi F gunung itu tetap berada di depannya.

A B C D E berkata, bahwa gunung itu sudah tidak lagi berada di depan mereka. Sementara F berkata bahwa gunung itu masih berada di depannya (masih tetap seperti sedia kala).

Bagi A B C D E, gunung itu yang berpindah tempat, atau mereka-nya yang berganti posisi? Jawabannya tentu mudah. Merekalah yang berganti posisi sehingga gunung itu tampaknya berpindah tempat. Tidak pernah ada gunung yang pindah tempat. Namun tidak bagi F. karena F masih setia dengan posisinya semula maka gunung itu tetap berada di depannya.

Seperti itulah gambaran antara si Muslim, si Kristen dan umat agama lainnya. Dari semua umat agama lainnya, hanya Muslim lah yang tidak pernah ganti posisi dan ganti persepsi.

Itulah sebabnya, dari dahulu hingga sekarang dan hingga akhir jaman nanti, kaum Muslim akan tetap menjadi pribadi yang tegas dan tidak pernah takut akan darah, plus tidak akan pernah menjadi gombal. Berbeda dengan orang Kristen yang selalu berubah-ubah, tergantung trend mana yang berhembus pada setiap jamannya.

Kemajuan Vs Bunglonisasi

Sekarang tergantung bagaimana menyikapi dan memberi persepsi atas “perubahan” tersebut. Orang Kristen tentunya menganggap perubahan itu sebagai suatu kemajuan, seperti yang dikatakan Jusfiq pada bagian awal messagenya:

“Ajaran Nasrani mengalami kemajuan….”

Sementara Jusfiq menuduh kaum Muslim yang tidak pernah berubah sebagai “mandeg”.

  • Perubahan, dia bisa berbentuk kemajuan (bermakna positif) atau bunglonisasi (bermakna negative).
  • Statis, dia bisa berbentuk stabil (bermakna positif) atau stagnant / mandeg (bermakna negative).

Jusfiq berkata bahwa Kristen telah mengalami kemajuan. Sekarang tinggal kita telaah; perubahan ini adalah kemajuan atau bunglonisasi?

Perubahan yang terjadi atas Kristen sebenarnya bukanlah kemajuan, melainkan bunglonisasi. Di bagian awal tulisan saya sudah saya jelaskan bahwa Kristen selalu berubah. Kalau tiba-tiba Jusfiq menganggap perubahan yang terjadi pada Kristen itu sebagai kemajuan, tentunya akan menimbulkan masalah.

Masalah itu tentunya berbau (dalam hal) “integritas”. Kristen purba merasa benar dengan Inkuisisi mereka pada abad-abad terdahulu karena yang mereka lakukan semata untuk melayani firman Allah. Namun sekarang tiba-tiba orang Kristen mempersalahkan perbuatan leluhur mereka – atas dasar kemajuan dalam berfikir, menurut mereka tentunya. Pertanyaannya adalah, siapakah yang benar dan siapakah yang salah?

Memang, menurut orang Kristen sekarang, yang salah adalah orang Kristen purba. Oh ya? Justru menurut orang Kristen purba, Kristen keturunan-lah yang berbuat kesalahan dan bidat karena mereka (para keturunan itu) telah berani-beraninya memberi kelonggaran kepada kaum bidat dan jahanam dalam hal menjalankan nilai-nilai agama, apalagi memberi toleransi kepada kaum bidat seperti Protestan dan kelompok lainnya. Bukankah ini nantinya hanya akan menjadi pertengkaran antara kaum bapak dengan kaum anak di hari berbangkit kelak? Memalukan bukan?

Maka apakah hal seperti ini yang dikatakan sebagai kemajuan? Ini bukanlah kemajuan. Ini adalah bunglonisasi.

Satu hal penting yang harus diingat.

Agama adalah sesuatu yang amat penting dan merupakan sesuatu hal yang terbaik. Kita harus bertanya, dapat kah sesuatu yang terbaik itu mengalami pergantian / perubahan pada akhirnya?  Misalnya nama kita. Nama kita adalah sesuatu yang terbaik, pemberian orang tua. Apakah kita ingin mengganti nama kita sesuai dengan trend jaman yang berlangsung? Kita mempunyai kampung halaman. Kampung halaman adalah hal terbaik dalam kehidupan kita. Bisakah hal itu diganti dengan hal lain? Bisakah kita mengganti orang tua kita menurut trend yang sedang berlangsung, sementara kita tahu bahwa orang tua kita adalah yang terbaik? Apakah kita pernah menyesal mempunyai orang tua? Bisakah kita mengganti istri / suami kita menurut trend jaman, sementara kita tahu bahwa istri / suami adalah orang terbaik yang menyayangi kita?

Kalau kita berfikir bahwa kita dapat mengganti / mengubah agama kita, tentunya kita juga dapat mengganti siapa orang tua kita dan kita dapat mengganti seenak kita siapa yang akan menjadi istri / suami kita. Logikanya adalah, agama yang begitu sacral saja dapat kita ubah-ubah / ganti-ganti seenak kita menurut trend jaman, maka apalagi orang tua dan istri?

Orang Kristen jaman sekarang berfikir akan memberikan suatu perubahan atas suatu nilai dalam Kristen (yang sudah ada dari masa terdahulu). Atas dasar apa? Kristen yang dapat diubah, atau orang Christiannya yang terlalu lembek menghadapi derasnya perubahan jaman? Sebenarnya adalah bahwa orang Christiannya lah yang tidak kuat dalam menghadapi perubahan jaman sehingga membuat mereka bingung.

Bingung adalah kata kunci atas terjadinya perubahan dalam agama Kristen ini, atau dalam terjadinya / tercetusnya teori siklus bunglon ini.

Segalanya harus dipertanyakan secara seksama dan penuh kesadaran.

  • Kristen yang dapat diubah, atau orang Christiannya yang lembek (bingung) menghadapi perubahan jaman? Kalau jawabannya adalah Kristen dapat diubah, apa dasarnya?
  • Kristen yang berubah, atau orang Kristen nya yang berubah? Kalau jawabannya adalah Kristen tidak akan pernah berubah, apa dasarnya?
  • orang Kristen purba yang telah melakukan kesalahan, atau orang Kristen jaman sekarang yang telah berbuat kesalahan? Kalau jawabannya adalah orang Kristen purba-lah yang sudah melakukan kesalahan, apa dasarnya?
  • orang Kristen nya yang ingin mengubah-ubah agama mereka, atau Kristen bukan lah agama yang sempurna sehingga mudah untuk diubah-ubah? Kalau jawabannya adalah Kristen adalah agama yang sempurna, apa dasarnya?
  • Kalau orang Kristen jaman sekarang mengkoreksi “kesalahan” orang Kristen purba dengan suatu hal yang baru, yakinkah bahwa 20 tahun yang akan datang orang Kristen pada masa itu tidak akan mengubahnya lagi dengan sesuatu hal yang lain? Kalau jawabannya adalah yakin, apa dasarnya?
  • Apakah orang Kristen jaman sekarang berkata bahwa tidak mungkin orang Kristen pada 20 tahun yang akan datang akan mengubah nilai-nilai Kristen jaman sekarang karena nilai kebenarannya sudah sangat final? Kalau jawabannya adalah nilai kebenaran dari koreksi Kristen jaman sekarang sudah final, apa dasarnya? Jadi, nilai Kristen pada masa purba belum final?

Aya aya waek!!!

Bisakah semua orang Kristen jaman sekarang memberi jawaban yang masuk akal dan melegakan serta elegan?

Stagnant Vs Stabil.

Sekarang kita membahas tentang statis, atau keadaan yang tetap.

Jusfiq pun menulis demikian,

“Karuan saja agama Islam itu jadi mandeg……!”

Statis, jika dia adalah suatu kekuatan yang negative maka keadaan statis itu disebut stagnant. Namun jika dia adalah suatu kekuatan yang positif (diinginkan) maka keadaan statis itu disebut dengan stabil.

Segala ajaran yang ada dalam Islam tidak pernah berubah dari jaman Muhammad Saw hingga sekarang bahkan hingga nanti hari kiamat.

  1. Susunan dua kalimat syahadat. Sejak jaman Muhammad Saw hingga sampai detik ini hal itu belum berubah.
  2. Sejak jaman Muhammad Muslim salat 5 kali sehari semalam. Sampai detik ini hal itu belum berubah.
  3. Sejak jaman Muhammad setiap Muslim berwudhu untuk salat. Hal itu sampai sekarang belum berubah.
  4. Sejak jaman Muhammad setiap Muslim menghadap kiblat ketika salat. Sampai detik ini hal itu belum berubah.
  5. Zakat. Mengaji. Naik haji ke Mekkah. Khitan. Berpuasa di bulan ramadhan. Aqiqah anak. Susunan redaksi adzan. Zikir. Sampai sekarang hal itu belum berubah. Apalagi direvisi.
  6. Anti zinah. Anti judi. Anti fitnah. Anti mubazirisme. Anti sekuler. Anti mabuk-mabukan. Anti hedonis. Anti kemusyrikan. Anti pornografi. Semua hal itu belum berubah dari kaum Muslim di seluruh Dunia.
  7. Semangat takqwa. Semangat poligami. Semangat dakwah. Semangat jihad. Semangat berkorban. Semangat sedekah. Semangat “Kun anfusikum wa ahlikum naraa”. Semangat kekhalifahan. Semangat sabar. Sampai teks ini ditulis, kesemua hal itu masih hidup dalam jiwa setiap Muslim. Belum berubah. Dan masih banyak lagi.

Menarik, kesemua hal itu tidak dan belum berubah hingga sekarang.

Bandingkan dengan Kristen.

  1. Syahadat Kristen berubah dari jaman ke jaman, khususnya setelah adanya Konsili Nicea 325M.
  2. Boleh tidaknya seorang biarawan / biarawati menikah, selalu berubah setiap jaman.
  3. Cara berbusana kaum wanita antara keharusan menutup aurat dengan kebalikannya, sudah jauh berubah. (seperti pada jaman victoria).
  4. Bahasa kitab sucinya Alkitab, sudah jauh berubah.
  5. Eksistensi tanda salib, kehadirannya mengubah keadaan sebelumnya yang tidak mengenal tanda salib.
  6. Komponen trinitas berubah, dari Tuhan – Jesus – Bunda Maria menjadi Tuhan – Jesus – Roh Kudus.
  7. Kefanatikan. Jika dahulu katolisisme tidak dapat menerima protestanisme (dan lain lainnya) sekarang telah berubah justru hidup berdampingan dengan semboyan anehnya yaitu hidup toleransi. Dan masih banyak lagi.

Sekarang mari kira bertanya.

Islam yang mandeg (berkonotoasi negative), atau Islam yang stabil (berkonotoasi positif) karena tidak pernah berubah?

Kalau anda menjawab bahwa ketidakberubahan Islam sejak masa Muhammad adalah kemandegan, maka masalah yang akan timbul adalah, apakah Islam harus berubah dari waktu ke waktu? Apakah anda dan semua orang khususnya kaum Muslim berharap bahwa sebaiknya Islam berubah menurut perubahan trend sepanjang jaman??

Sebenarnya sejak jaman dahulu kala sudah banyak individu-individu baik ia dari kalangan intern Muslim mau pun dari ekstern Muslim yang ingin mengubah setiap ajaran Islam. Namun toh tetap tidak berhasil. Setiap usaha yang dilancarkan untuk mengubah satu atau sekian ajaran Islam akan menghadapi kelompok Islam yang amat radikal dan fanatic. Alhasil, seperti yang kita lihat sekarang ini, Islam tidak pernah berubah dari hari pertama diajarkan oleh Muhammad hingga hari ini.

Kita khususnya kaum Muslim percaya bahwa Islam (sebagai suatu agama dan anugrah Allah Swt) adalah suatu hal yang terbaik dalam kehidupan ini. Oleh karena itu kaum Muslim melihat bahwa Islam tidak mungkin diubah-ubah karena setiap hal yang terbaik tidak dapat diubah-ubah.

Mungkin permasalahan kelak adalah, bisa jadi akan datang suatu masa di mana kaum Muslim akan melihat bahwa Islam mengandung suatu kesalahan sehingga harus diperbaiki / dikoreksi – seperti yang terjadi pada agama katholik. Namun hal ini justru akan serta merta membuat semua orang berfikir bahwa Islam adalah buatan Tuhan, bukan buatan manusia sehingga adalah tidak masuk akal kalau manusia yang mengubahnya. Kalaulah memang manusia berhak dan pandai dalam hal memperbaiki agama, maka mengapa tidak sejak awal saja umat manusia itu membuat agamanya dan kitab sucinya sendiri?

Ayat Alquran pada surah Almaida ayat 3 jelas-jelas menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, sehingga jika memang ada individu yang ingin mengubah / memperbaiki / merevisi ajaran Islam pasti ia akan dihadapkan pada logika yang diusung oleh ayat Almaidah 3 tersebut. Pertanyaannya adalah, mengapa ayat sekaliber Almaida 3 itu tidak ada dalam Alkitab? Bukankah ini pertanda bahwa Alkitab dan Kristen bukanlah suatu entitas yang sempurna??

Mengapa Islam tetap, tidak berubah, dan Kristen berubah seperti bunglon?

Semua apa yang ada dalam Kristen berubah-ubah dan dapat diubah-ubah berdasarkan trend jaman yang sedang berlangsung, menandakan bahwa Kristen bukan lah agama yang sempurna. Memang kenyataan / vonis ini teramat pahit untuk didengar apalagi oleh orang Kristen sendiri, namun toh semua orang Kristen tidak dapat berkelit dari kenyataan / vonis ini. Secara ringkasnya, inilah yang diteorikan dengan siklus bunglon!

Namun di luar itu semua, Islam adalah agama yang jauh berbeda. Semua apa yang ada dalam Islam tidak pernah berubah dan tidak dapat berubah. Siapa pun bahkan tidak dapat mengubah Islam ini. Seperti apa kita melihat Islam pada suatu jaman, maka seperti itulah Islam yang hidup pada masa kenabian atau masa lainnya:

  • shalat 5 kali sehari semalam,
  • menghadap kiblat,
  • bacaan shalat dalam bahasa Arab,
  • berwudhu sebelum salat,
  • mandi junub,
  • mengaji,
  • berpuasa,
  • haji dan umrah ke Mekkah,
  • puasa di bulan ramadhan,
  • puasa sunnah khususnya Senin Kamis,
  • nazar,
  • zakat,
  • sembelih hewan kurban,
  • mengharamkan miras,
  • mengharamain judi,
  • pemisahan jemaah wanita dan pria di Masjid,
  • menutup aurat,
  • mengharamkan makan babi,
  • menikah dengan perantara wali dan dengan mahar,
  • poligami,
  • berkhitan,
  • aqiqah,
  • berbakti kepada orang tua,
  • mengucapkan dua kalimat syahadat
  • salat Jumat di hari Jumat
  • tradisi khatam Alquran
  • jihad
  • ijtihad
  • wakaf mewakafkan
  • penyelenggaraan jenazah dengan 4 urut-urutannya,
  • menyeru adzan dan iqamat,
  • kehendak untuk mendirikan syariah Islam,
  • kehendak untuk menyelenggarakan qisash,
  • kehendak untuk mendirikan Negara Islam (khilafiah Islamiah),
  • mengucapkan salam jika saling bertemu,
  • penyelenggaraan shalat Ied di tanah lapang,
  • penyelenggaraan shalat istisqa dan gerhana,
  • penyelenggaraan batiul maal
  • dan seterusnya.

Sekarang akan ada pertanyaan. Pertanyaan itu adalah,

Mengapa Kristen selalu berubah-ubah dan dapat diubah-ubah menurut trend jaman yang sedang berlangsung? Sementara itu, mengapa Islam selalu tetap dan tidak berubah dari jaman ke jaman – sehingga tidak dapat diubah-ubah menurut trend jaman yang sedang berlangsung?

Cara menjelaskannya adalah dengan cara membalik keadaan.

Dunia Kristen adalah Dunia di mana setiap individu Kristen beribadah hanya satu kali dalam satu minggu di gereja, itu pun hanya bagi yang mau beribadah. Artinya tidak ada paksaan / kewajiban bagi setiap individu Kristen untuk harus beribadah di gereja setiap minggu.

Jika Shah Rukh Khan (yang Muslim itu) adalah seorang Kaisar Dunia yang memerintah seluruh Dunia secara mutlak, terhadap Dunia Kristen ia akan memerintahkan:

  1. beribadah di gereja adalah keharusan bagi setiap individu Kristen. Tidak boleh ada yang absent.
  2. beribadahnya orang Kristen tidak lagi hanya sekali dalam satu minggu, namun ia akan mendekritkan / mewajibkan setiap individu harus beribadah DUA KALI dalam sehari yaitu setiap pagi dan setiap sore, SETIAP HARI

Jika perintah sang Kaisar Shah Rukh Khan itu dipatuhi dan jika keadaan itu berlangsung secara merata di seluruh negeri-negeri Kristen, maka setelah setahun, dua tahun, tidak sampai 10 tahun, semua orang dan negeri Kristen akan kembali menjadi fundamentalis dan radikalis, se-fundamentalis dan se-radikalis kaum Muslim. Dan jika orang Kristen sudah sefundamental itu, maka kelak, sejak saat itu, orang Kristen tidak akan lagi bersedia untuk mengubah-ubah agama mereka sesuka hati mereka. Singkat kata, dengan diberlakukannya kedua point perintah tersebut, maka,

  1. orang Kristen akan kembali ke fundamentalisme dan radikalisme mereka dalam beragama. Hal ini akan membuat mereka mirip dengan mentalisme orang Muslim.
  2. Orang Kristen tidak akan bersedia lagi untuk mengubah-ubah agama mereka. Mereka akan kembali menjadi kritis atas setiap hal-hal kemurnian dan keaslian Kristen mereka, tidak seperti sekarang ini. Hal ini pun akan membuat mereka mirip dengan mentalisme orang Muslim.

Fundamentalisme dan radikalisme.

Fundamentalisme dan radikalisme, keadaan ini ditandai dengan kembalinya mereka kepada kefanatikan mereka dalam hal beragama. Dan kalau mereka sudah kembali fanatic, maka besar kemungkinan mereka akan muak dengan ide-ide KD. Sebaliknya, mereka tidak akan segan-segan melancarkan perang demi kehormatan Tuhan dan gereja mereka. Tidak seperti sekarang yang selalu menyeru-nyerukan KD (yang basiknya adalah anti perang dan anti kekerasan) yang seutuhnya adalah omong-kosong.

Perang yang akan mereka lancarkan, maksudnya adalah perang ke dalam dan perang keluar. Perang ke dalam, adalah mereka akan memusuhi dan menumpasi semua kekristenan yang tidak sesuai dengan ayat-ayat alkitab.  Mereka tidak akan lagi meneriakkan toleransi, kebebasan berfikir, hak azasi, bidah, pembaharuan, pluralisme dan segala tetek bengek. Mereka menuntut kesatu-paduan dalam hal menjalankan agama. Dan kalau ada yang keluar dari kesatu-paduan maka hal itu akan dinilai sebagai penghinaan terhadap agama. Jawabannya hanya lah perang sampai mati. Perang keluar, artinya mereka tidak akan segan-segan memerangi orang-orang yang mengganggu kehidupan keberagamaan mereka yang datang dari luar. Mereka akan melancarkan perang demi kaum / suku lain akhirnya bersedia mengikuti agama mereka.

Itu semua hanya gara-gara mereka beribadah gereja secara merata (mencakup semua individu Kristen) dan DUA KALI SEHARI SEMALAM SETIAP HARI sebagai program yang dijalankan / digariskan oleh Kaisar Shah Rukh Khan.

Satu hal yang jelas yang akan menjadi efek dari diterapkannya ibadah dua kali setiap hari bagi orang Kristen adalah, bahwa tidak sampai 10 tahun, semua jiwa Kristen akan kembali menolak SEKULARISME  mentah-mentah, tepat seperti nenek moyang mereka pada abad 15, 14, 13 dan seterusnya yang kala itu mereka tidak pernah kefikiran untuk mengadopsi system sekuler.

Singkat kata, apakah yang menyebabkan orang Islam tidak pernah berubah dalam hal keagamaan mereka, sementara orang Kristen selalu berubah dalam hal keagamaan mereka? Jawabannya adalah pada salat 5 kali sehari semalam, yang ada di dalam Islam dan tidak ada di dalam Kristen.

Orang Muslim selalu melaksanakan shalat, khususnya shalat fardhu 5 kali sehari semalam, setiap hari, dan atas setiap Muslim. Efeknya ada dua:

  1. fundamentalisme keberagamaan selalu hidup dan subur di dalam jiwa setiap Muslim. Karena fundamentalisme itulah, mereka berfikir bahwa kekerasan, pemaksaan kehendak, tumpah darah, qishash dan lain lain adalah masuk akal bagi mereka selama itu untuk Tuhan. Seperti pada jaman dahulu.
  2. Dan karena fundamentalisme itulah, setiap Muslim tidak pernah mempunyai fikiran untuk mengubah agama mereka dari waktu ke waktu. Lantaran salat yang selalu mereka lakukan, ada semacam perasaan sacral terhadap agama mereka yaitu Islam. Sehingga akhirnya Islam akan tetap sama dengan yang hidup pada masa dahulu.

Bayangkan, kalau shalat fardhu ini juga ada dalam Kristen, pastilah semua orang Kristen juga sama fundamentalisnya dengan kaum Muslim. Masalahnya, hal yang seperti shalat 5 kali sehari semalam ini tidak ada dalam Kristen. Itulah sebabnya orang Kristen tidak mempunyai rasa fundamentalismenya.

Yang menjadi inti bukanlah pada salatnya. Harap diingat, salat atau ibadah ke gereja, nilainya sama. Kita tidak akan menjelaskan bahwa shalatnya kaum Muslim adalah istimewa dibanding ibadah gerejanya orang Kristen (atau sebaliknya). Bukan itu intinya. Intinya adalah pada kadarnya, frekwensi- dan PREVALENSI-nya. Kalau toh Muslim ibadah salatnya hanya satu kali dalam seminggu dan itu pun tidak diwajibkan atas setiap individu, maka pastilah sudah sejak dulu Dunia Muslim menjadi Dunia yang penuh dengan kemunafikan, dan yang paling parah Islam akan selalu berubah dari jaman ke jaman seperti bunglon, hal mana telah disaksikan Dunia dari Kristen dan pengikut-pengikutnya.

Kesaktian shalat

Shalat nya kaum Muslim, khususnya yang dilakukan 5 kali sehari semalam, adalah penyambung nyawa bagi setiap Muslim, agar ia tetap terhubung dengan Allah Swt dari jaman ke jaman tidak perduli apa pun badai jaman yang menghantam mereka. Orang Kristen telah musnah secara keagamaan karena tidak adanya penyambung nyawa mereka dengan Tuhan mereka sehingga ketika badai jaman menghantam mereka, mereka pun musnah. Badai jaman itu, mungkin sekali adalah jaman materialistisme, industrialisme, kapitalisme, atheisme dst.

Inilah mengapa Muhammad Saw bersabda,

Shalat adalah tiang agama.

Kita semua pasti terheran-heran, apakah yang dimaksud oleh Muhammad Saw dengan tiang agama itu?

Tiang adalah suatu elemen yang membuat suatu bangunan TETAP berdiri. Dan tiang lah yang membuat suatu bangunan TINGGI. Lebih dari itu, kalau tiang bangunan itu runtuh, maka runtuh juga lah bangunan itu….

Tiang agama itulah shalat. Dengan shalatnya kaum Muslim, Muslim secara keumatan mempunyai tiang untuk agama mereka untuk tetap hidup dan abadi, TETAP eksis dan TETAP sacral. Fungsi tiang agama dari shalat ini berpengaruh secara ke dalam dan ke luar.

Secara keluar.

Dengan tetap ditegakkannya shalat, maka (umat) Islam tidak akan dapat dikalahkah oleh umat lain.

Secara ke dalam.

Dengan tetap ditegakkannya shalat, maka semua jiwa Muslim tidak akan mempunyai naluri untuk mengubah agama mereka. Semua nilai yang ada dalam Islam akan tetap vital dan agung  dalam pandangan setiap Muslim (seperti puasa, mengaji, percaya kepada yang ghaib, naik haji ke Mekkah dll.).

Itulah sebabnya dalam masyarakat Muslim, semua nilai keagamaan masih dan tetap hidup, tidak seperti pada masyarakat Kristen, seperti Jihad, qishash, khilafiah (berjuang untuk mendirikan Negara Islam), puasa dan lain lain. Dalam masyarakat Kristen, puasa paskah 40 hari tidak pernah dilaksanakan. Semangat individual untuk beribadah ke gereja setiap minggu tidak ada. Alkitab melarang mereka mengkonsumsi daging babi, namun hal itu tidak mempan karena jiwa Kristen telah menganggap agama sebagai olok-olok belaka. Kristen melarang mereka berzina, namun justru orang Kristen adalah orang yang paling permissive terhadap perzinahan tersebut.

Di masyarakat barat, pornografi tetap mendapatkan tempat tersendiri dan tidak dapat diganggu oleh anasir anasir lainnya. Dengan kata lain, maksiat dapat berjalan terus. Di Negara mayoritas Muslim, pornografi ditentang habis-habisan. Hal itu disebabkan karena setiap Muslim di Negara itu melakukan shalat secara rutin.

Hindu Bali, sebagai perbandingan.

Coba kita perhatikan masyarakat Hindu Bali. Masyarakat ini adalah masyarakat yang tetap dalam kesalehan dan kefanatikannya dalam hal beragama. Abad Dunia telah sampai kepada jaman materialisme, kapitalisme dan nihilisme, total berorientasi hanya pada kebendaan dan hedonisme. Namun masyarakat Bali mempunyai keunikan tersendiri. Di tengah gempuran isme-isme yang sesat itu, masyarakat Bali tetap dalam semangat dan sakralisme agama mereka yaitu Hindu. Mereka tetap taat menjalani semua ritual dan ibadah agama mereka, khususnya Nyepi dan Ngaben. Apa sebenarnya yang terjadi pada masyarakat Bali ini?

Masyarakat dan jiwa Bali adalah jiwa yang selalu beribadah DUA KALI SEHARI SETIAP HARI yaitu setiap pagi dan sore. Dan tidak ada satu pun dari mereka yang melewatkan kesempatan untuk beribadah rutin ini secara teratur. Setiap saat mereka melakukan ibadah yang rutin dan teratur itu, mereka selalu memperbaharui jiwa dan naluri keagamaan mereka. Alhasil mereka menjadi umat yang fundamental terhadap agama dan kebanggaan mereka.

Orang Bali yang beribadah DUA KALI SEHARI SETIAP HARI saja mempunyai kecendrungan keagamaan yang tetap dan tangguh sepanjang jaman. Nah apalagi kaum Muslim yang mempunyai ibadah LIMA KALI SEHARI SETIAP HARI?

Sekarang bagaimana dengan orang Kristen yang ibadahnya hanya satu kali dalam seminggu dan itu pun hanya bagi yang ingin beribadah saja (tidak diharuskan atas semua individu Kristen)? Pantas orang dan bangsa Kristen adalah bangsa yang paling:

  1. bunglon.
  2. Munafik.
  3. Sekuler.
  4. Antipati terhadap agama sendiri (atheistic).

Agama yang sempurna dalam kaitannya dengan shalat 5x ini.

Harus dipahami, bahwa Tuhan, dalam kepercayaan apa pun, apalagi dalam kepercayaan Islam, pastilah sesuatu Yang Hidup. Islam menjelaskan hal ini dengan Al Hayyah dalam Asmaul Husna, yang berarti Yang Hidup.

Hidup, salah satu maknanya adalah bahwa Yang Bersangkutan mempunyai Ego. Bukan hidup namanya kalau ia tidak mempunyai Ego. Hanya benda mati yang tidak mempunyai ego. Maka Tuhan pun pasti mempunyai ego. Dalam kaitan ini, Allah Swt juga mempunyai ego, pasti.

Dan ego pun pasti ada implementasinya, ada wujudnya, ada pembuktiannya.

Ketika Allah menurunkan agamaNya ke muka Bumi ini melalui para NabiNya, pastilah Dia berkehendak bahwa semua umat manusia akan tetap hidup dengan agamaNya itu.  UmatNya akan terus menghidupkan agamaNya, dan agamaNya pun akan terus menghidupkan umatNya. Jika sampai terjadi di mana agamaNya mati di tangan manusia (dengan kata lain manusia sudah berani untuk melupakan agamaNya) maka hal itu adalah kasus kejadian yang amat luar biasa. Kalau hal itu memang terjadi, maka dapat dikatakan bahwa Tuhan yang bersangkutan tidak mempunyai ego karena mau saja agamanya dimatikan.

Sebuah analogi:

Pada masa awal Pemerintah Indonesia, Pemerintah Uni Soviet menghadiahkan Patung Tani untuk menjadi salah satu hiasan kota Jakarta sebagai lambang persahabatan antara Uni Soviet dan Indonesia. Ketika tersiar kabar bahwa Pemerintah DKI akan membongkar patung ini, Pemerintah Uni Soviet mengajukan protes. Pemerintah DKI pun mengklarifikasi bahwa patung itu tidak akan dibongkar, melainkan hanya dipindah-tempatkan saja.

Dalam hal ini, Pemerintah Uni Soviet mempunyai ego. Implementasi dari ego ini adalah bahwa ia ingin tetap eksis (khususnya dalam hal hadiah patung ini). Dalam semua teori yang ada dalam kehidupan ini, Pemerintah Uni Soviet dengan semua protesnya dianggap telah melakukan sesuatu yang benar. Sebaliknya, Pemerintah DKI memang dituntut untuk harus menghormati hadiah pemberian Uni Soviet itu.

Alhasil, siapa pun kini masih tetap dapat menikmati patung tersebut, sebagai hadiah pemberian Pemerintah Uni Soviet untuk kota Jakarta ini.

Apakah kita dapat mengira kebalikannya, bahwa ketika Pemerintah DKI berniat akan menghancurkan patung tani tersebut yang mana merupakan hadiah Pemerintah Uni Soviet, maka Pemerintah Uni Soviet berdiam diri saja melihat hadiah pemberiannya dihancurkan semena-mena, dan lebih dari itu akibatnya semua warga Jakarta tidak lagi dapat menikmati keindahan patung tersebut?

Nah, seperti itulah idealnya hubungan yang terjadi antara Tuhan dengan agamaNya yang Dia turunkan ke Bumi ini melalui para NabiNya. Tuhan pasti akan berusaha untuk memastikan bahwa kelak agamaNya akan tetap hidup di tengah manusia, tidak perduli badai jaman apa pun yang menghantam umat manusia tersebut. Kalau ada Tuhan yang satu saat menurunkan agamaNya untuk umat penyembahNya, namun pada saat lain Dia tidak perduli apakah agamaNya itu akan tetap dipelihara atau terpelihara di tangan manusia penyembahNya, maka pastilah Tuhan itu Tuhan Maha Kacau. Kalau memang ada Tuhan yang seperti itu, maka pastilah dia adalah Tuhan yang paling bodoh. Maka apakah memang ada Tuhan Yang Maha Bodoh?

Tuhan harus lah mempunyai cara agar agamaNya tetap hidup di tengah umat manusia. Cara itu adalah dengan menerapkan shalat yang diajarkan di dalam agama tersebut. Yang akan berfungsi sebagai tiang dari agama tersebut.

Aspek inilah yang menjadi dasar mengapa Islam dikatakan sebagai agama yang sempurna. Dikatakan sempurna karena Tuhan Yang menurunkan agama tersebut telah melengkapinya dengan kemampuan SURVIVAL yang efektif yang akan memastikan agamaNya itu akan tetap hidup dan mempunyai vitalitas. Di lain pihak, tentunya manusia butuh agama. Bagaimana manusia bisa terpuaskan dengan kebutuhannya akan agama tersebut kalau agama yang dibutuhkan tersebut mati dan mandul karena dihantam badai jaman? Ringkasnya, agama yang tetap hidup, dilihat dari sisi Tuhan adalah perwujudan bahwa Allah telah menyempurnakan egoNya, sementara dilihat dari sisi manusia, agama yang tetap hidup akan terus memberi kepuasan spiritual kepada manusia tersebut.

Mari kita balik.

  1. Tuhan Kristen tidak menurunkan perintah shalat (atau yang serupa dengan itu dalam kadar, frekwensi dan prevalensinya) kepada umat penyembahNya, hal mana itu mengakibatkan agamanya yaitu Kristen  menjadi agama yang cepat mati di tengah gempuran jaman.
  2. Dengan kata lain tanpa adanya shalat tersebut maka Kristen sebagai bangunan tidak mempunyai tiang.
  3. Kenyataan yang kita lihat selama ini adalah Kristen adalah umat yang telah memandulkan Kristen, agama mereka, dengan cara menerapkan system sekuler. Sekuler adalah system di mana agama DIPUTUSKAN untuk menjadi mandul dan tidak berdaya untuk mengatur masyarakat manusia karena umat manusia telah memutuskan untuk mengkerangkeng agama tersebut di dalam rumah-rumah ibadah saja.
  4. Berarti Tuhan Kristen ketika menurunkan agamaNya itu tidak disertai dengan perencanaan / strategi supaya agamaNya tetap hidup. Dia diam saja ketika umatNya menjadikan agamaNya mati dan mandul.
  5. Berarti Tuhan Kristen sebagai sesuatu yang hidup tidak mempunyai ego sama sekali. Dia biarkan mahakaryaNya (yaitu agamaNya) dimandulkan oleh umatNya sendiri.
  6. Berarti Tuhan Kristen adalah Tuhan bodoh.

Tanda alam.

Coba lihat ke seantero Dunia ini. Semua Negara atau Negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, pasti Negara itu menolak / tidak menerapkan system sekuler sama sekali. Kebalikannya, Negara dengan mayoritas non Muslim (Kristen atau agama lain) pastilah telah terjerumus ke dalam lembah sekulerisme yang memilukan.

Negara dengan mayoritas Muslim adalah Negara yang kalau bukan Negara Islam (yang konstitusinya pastilah Alquran dan Alhadits), pasti rakyatnya menuntut untuk menjadikan Negara mereka sebagai Negara Islam.

Coba sebutkan, adakah Negara dengan mayoritas Muslim menerapkan system sekuler? Pasti tidak ada Negara dengan mayoritas Muslim yang sekuler. Terkecuali turki. Turki yang mayoritas Muslim memang menerapkan system sekuler. Bukan karena Islam ternyata dapat disekulerkan, namun karena sejak lama turkey memang dianggap barat, pun Negara itu menerapkan system sekuler atas  tekanan dari pihak barat.

Kita tentunya ingin bertanya, mengapa semua Negara dengan mayoritas Muslim tidak pernah dapat disekulerkan dari jaman dahulu sehingga jaman sekarang? Jawabannya adalah karena semua penduduknya itu shalat! Dengan shalat yang terus dilakukan itulah, setiap Muslim mempunyai keintiman yang luar biasa terhadap agama dan Tuhan mereka. Ini adalah bukti betapa shalat mempunyai efek yang luar biasa terhadap riwayat anak manusia secara global.

Pada paragraph sebelumnya telah disebutkan, bahwa agama yang tetap hidup, dilihat dari sisi Tuhan adalah perwujudan bahwa Allah telah menyempurnakan egoNya, sementara dilihat dari sisi manusia, agama yang tetap hidup akan terus memberi kepuasan spiritual kepada manusia tersebut (ini yang terpenting). Nah, tanda bahwa manusia (dalam hal ini kaum Muslim) telah terpuaskan aspek spiritualnya karena agamanya tetap hidup adalah bahwa umat ini tidak mempunyai fikiran untuk mensekulerkan kehidupan mereka. Bagaimana Muslim bisa mensekulerkan kehidupan mereka lha wong mereka amat terpuaskan koq dengan agama Islam mereka. Kebalikannya, orang Kristen yang mensekulerkan kehidupan mereka adalah tanda bahwa mereka tidak terpuaskan oleh Kristen mereka, dengan kata lain Kristen tidak dapat memberi kepuasan spiritual untuk umat manusia. Itu semua karena mereka tidak mempunyai shalat di dalam agama mereka.

Efek retoris dari format ibadah spesifikasi Kristen.

Penjelasan tentang efek shalat 5 kali sehari semalam yang ada di dalam agama Islam namun (hal serupa) tidak ada di dalam Kristen, merupakan kata kunci untuk mengclearkan masalah-masalah keagamaan dan social politik antara Islam  dan Kristen jaman sekarang ini. Semua perbedaan di dalam cara pandang atas segala sesuatu (khususnya yang sensitive dan mendasar) yang berkembang antara Islam dan Kristen sebenarnya berpusat pada ada dan tiadanya shalat ini dalam agama-agama tersebut.

Sekarang semuanya sudah jelas. Mari kembali membahas masalah yang ada antara Islam dan Kristen satu per satu. Siapakah yang benar dan siapakah yang salah. Pembicaraan ini pasti akan menjadi lebih mudah karena basiknya, dasarnya, yaitu shalat, telah dipaparkan secara gamblang.

Pertama.

Anda / semua orang Kristen berkata,

  • Ajaran Nasrani mengalami kemajuan.
  • Karuan saja agama Islam itu jadi mandeg!

Sebenarnya apakah yang menjadi point dari pernyataan anda? Mengapa kita harus mempunyai wacana bahwa setiap saat agama harus mengalami kemajuan? Bukankah kemajuan dalam hal agama pasti berarti bahwa agama itu mengalami revisi? Apakah pantas agama mengalami revisi? Kalau agama mengalami revisi, berarti sebelumnya agama itu mempunyai kesalahan doong. Nah kalau agama pada suatu saat mempunyai kesalahan (sehingga kelak harus direvisi) maka apakah agama tersebut (dalam hal ini adalah Kristen) adalah agama yang tepat untuk dipilih oleh semua jiwa? Toeri siklus bunglon pun mau tidak mau harus diingat dalam hal revisi merevisi ini. Dari mana kita tahu bahwa kekristenan yang sekarang ini adalah bentuk TERBENAR-nya? Bukankah 20 tahun yang akan datang kekristenan akan direvisi lagi yang artinya kekristenan yang sekarang adalah suatu kesalahan? Kalau orang Kristen jaman sekarang berkata bahwa kekristenan yang sekaranglah yang benar dan tidak mungkin direvisi lagi pada 10 tahun yang akan datang, pertanyaannya adalah, dari mana mereka tahu bahwa kelak orang-orang Kristen 10 tahun yang akan datang akan tetap berfikir bahwa kekristenan yang sekarang adalah yang paling final?

Di lain tempat, Islam dikatakan mandeg. Apakah sebenarnya yang menjadi point dari pernyataan ini? Mandeg, atau stabil? Mengapa semua orang harus berfikir bahwa Islam pun juga harus mengalami revisi dari waktu ke waktu? Islamnya yang harus disesuaikan dengan jaman, atau jamannya yang telah tidak terkendali lagi?

Yang menjadi inti dari silang sengketa ini adalah, kaum Muslim mempunyai shalat, yang mana hal itu membuat semua orang Islam patuh akan ajaran agama mereka. Shalatlah yang membuat semua Muslim merasakan sakralitas dari agama mereka sehingga mereka tidak mempunyai fikiran untuk mengubah agama mereka yaitu Islam. Sebaliknya, orang Kristen tidak mempunyai shalat, mereka hanya mempunyai ibadah gereja yang hanya sekali dalam seminggu, hal mana membuat semua orang Kristen tidak merasakan sakralitas dari agama mereka.

Intinya adalah shalat. Kalau semua orang Kristen mempunyai ibadah yang setaraf dengan shalat, pastilah semua orang Kristen akan tetap mempertahankan bentuk asli Kristen itu, bukannya ingin mengubah agama itu dari waktu ke waktu..

Kedua.

Islam fundamentalis Vs Kristen liberal (lawan fundamentalisme?).

Permasalahan fundamentalisme ini bukan terletak pada Muslimnya. Tapi terletak pada shalatnya. Karena semua Muslim shalat, maka shalatnya itu telah mencuri hati dan jiwa semua Muslim. Setiap saat seorang Muslim shalat, maka jiwa sang Muslim itu diperbaharui dan berhasil “di-kooptasi” (jika Anda menganggap pilihan kata ini adalah tepat) oleh sentimental keagamaan yang semuanya hanya bermula dari Allah, dan hanya Allah Yang bertanggung jawab atas kooptasi tersebut untuk kepentingan keseluruhan umat bagi eksistensinya di muka Bumi dan di depan umat agama lainnya.

Kemudian, kita harus bertanya, mengapa dalam Kristen tidak ada ibadah yang setara dengan shalat dalam Islam yang mana ibadah itu akan membuat setiap jiwa Kristen semakin cinta kepada sang Tuhan – yang kemudian hal itu dinamakan dengan fundamentalisme? Apakah mungkin ada Tuhan yang tidak mempunyai ketertarikan untuk mengakibatkan cinta seorang manusia semakin bertambah terhadap agamaNya sendiri? Tunjukkan, Tuhan yang mana?

Kesimpulannya, kita tidak dapat mempersalahkan kaum Muslim yang masih saja mempunyai fundamentalisme dan radikalisme terhadap keyakinan mereka. Namun justru kita harus mempersalahkan spesifikasi Kristen yang tidak mempunyai ‘feature’ yang akan memastikan bahwa agama ini akan terus dilindungi oleh pahlawan-pahlawannya yang sejati lantaran mereka selalu terlibat dalam rangkaian ibadah yang setaraf dengan shalatnya kaum Muslim.

Ketiga.

Kristen adalah agama KD, sementara Islam adalah agama kekerasan dan pemaksaan.

Mengapa kita harus berfikir bahwa nature dari suatu agama harus berubah dari nature nya yang terperikan pada beberapa abad yang lalu? Mengapa nature suatu agama dapat dikooptasi oleh trend Dunia yang tengah berlangsung sehingga meninggalkan nature nya yang asli yang terperikan pada beberapa abad yang lalu?

Muslim dengan tegas menyatakan bahwa Islam bukanlah agama KD karena hal itu tidak ada faedahnya sama sekali baik bagi kejernihan logika mau pun bagi kemaslahatan seluruh umat secara factual. Justru Muslim ingin menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sama dengan Islam yang pernah hidup pada abad pertengahan, yang tegas dan keras, keras terhadap para pelanggar dan lembah lembut terhadap sesama yang berada di atas jalan Tuhan.

Tidak ada logika untuk mendukung bahwa Kristen adalah agama KD. Logika yang paling dapat diterima adalah karena Kristen tidak mempunyai konsep ibadah yang setaraf dengan shalat, hal mana itu membuat semua jiwa Kristen merasa lebih baik dari Kristen itu sendiri sehingga mereka merasa berhak untuk menghakimi agama mereka sendiri dengan menyatakan bahwa Kristen pada abad yang lalu telah mengalami kesalahan teknis, dan harus diperbaiki pada jaman sekarang. Apakah mungkin dan apakah benar secara logika bahwa ada sekelompok anak manusia hina dina yang merasa bahwa mereka amat berhak untuk menghakimi agama mereka sendiri, yaitu Kristen?

Sungguh, ketiadaan ibadah setaraf shalat telah membuat semua jiwa Kristen kehilangan cita rasa sacral terhadap agama mereka sendiri. Sebaliknya, shalat telah membuat si Muslim akan terus berada dalam cita rasa sacral mereka terhadap Islam, hal mana itu mengakibatkan mereka berfikir bahwa agama adalah lebih baik mereka sehingga mereka tidak pernah berani untuk mengubah-ubah Islam tersebut sesuai dengan perkembangan jaman.

Keempat.

Jihad! Mati Syahid!

Kalaulah Kristen mempunyai ibadah yang setaraf dengan shalat, dan setiap Kristen selalu menunaikan ibadah itu seperti halnya kaum Muslim, PASTILAH  semua orang Kristen akan meneriakkan hal yang sama yang diteriakkan oleh kaum Muslim sekarang ini: Jihad, Mati Syahid, Pancung, Penggal, Allahu Akbar, dan lain lain.

Masalahnya sekarang adalah, mengapa Kristen yang diklaim sebagai agama Surga tidak mempunyai ibadah yang setaraf dengan shalat?

Sebagai general conclusion, harus dipertanyakan:

Islam nya yang salah karena mempunyai shalat, atau Kristen-nya yang salah karena TIDAK MEMPUNYAI SHALAT?

Yang jelas, Islam selalu sama dari jaman ke jaman, sementara Kristen selalu berubah-ubah dari jaman ke jaman. Dan kemudian, generasi Kristen pada suatu jaman akan bersilang sengketa dengan generasi Kristen dari jaman lainnya. Itu semua dikarenakan ada shalat dalam Islam, dan tidak ada shalat dalam Kristen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s