Jesus dan Muhammad Sebagai Mahaguru

gurudanmurid

Ada ungkapan di dalam kehidupan ini,

“Tidak mungkin murid lebih hebat dari sang guru…..”

Versi Jesus.

Semasa hidup nya, Jesus tidak memiliki banyak pengikut. Dapat dikatakan, mereka yang menjadi pengikut / murid Jesus, hanya:

  • Murid-muridnya, yang jumlahnya hanya 12 orang
  • Ibunya sendiri yaitu Bunda Maria.

Kalau dihitung, mereka yang menjadi pengikut Jesus pasti tidak sampai 20 orang.

Kita pun termasuk sejarah melihat, bahwa ketika Jesus memberikan pengajaran atau sermon, banyak orang yang berhenti dan mendengar semua warta yang disampaikan Jesus. Tidak jarang dari mereka yang merasa positif akan semua point yang disampaikan Jesus.

Bahkan dikisahkan, Jesus pernah memberi hidangan / jamuan makan berupa roti kepada begitu banyak manusia, yang mana roti itu sebenarnya hanya sepotong, namun oleh Jesus roti itu dipecah-pecah untuk dibagikan kepada semua orang yang hadir, ajaibnya roti itu tidak pernah habis sehingga dapat memberi makan untuk ratusan manusia …

Mungkin dari kisah ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Jesus mempunyai banyak pengikut (mungkin sampai ratusan atau ribuan), jika manusia yang hadir untuk menikmati hidangan roti yang diberikan Jesus dengan cara yang ajaib itu dapat dikategorikan sebagai pengikut ….

Namun tentunya hal itu diragukan.

Apakah ada alasan bagi kita untuk menyatakan bahwa manusia yang jumlahnya ratusan itu yang menghadiri jamuan roti yang  disediakan oleh Jesus adalah murid atau pengikut Jesus? Bukan kah mereka sebenarnya hanyalah sebatas MASSA CAIR??

Massa cair artinya, bahwa kehadiran atau keterlibatan mereka pada suatu event atau organisasi TIDAK BERSIFAT fixed dan pasti. Massa cair adalah keterlibatan yang bersifat tidak mengikat, atas dasar suka rela, dan bahkan mungkin bisa / diijinkan untuk BERGANTI pandangan / pemikiran.

Oleh karena itu dapat kita simpulkan, bahwa mereka yang menjadi pengikut Jesus secara massa kristal, tidak sampai 20 orang…. Selebihnya, hanya lah massa cair ..

Namun setelah 2000 tahun sejak masa kehidupan Jesus, para paus yang bertahta di Roma, yang sebenarnya adalah murid-murid Jesus, mempunyai pengikut yang jumlahnya mencapai milyaran…, yang membentang dari semua penjuru Dunia ini …

Dari sini dapat disimpulkan, bahwa Jesus sebagai maha guru, tidak mempunyai pengikut di dalam jumlah yang banyak. Namun di balik itu, para paus, uskup, pastur dan pendeta, yang merupakan murid Jesus, mempunyai milyaran pengikut. Hal ini seperti kita berfikir bahwa murid MENGALAHKAN guru, di mana sang guru adalah Jesus sendiri, dan murid adalah para paus maupun para uskup.

Kalau boleh memilih, pastilah Jesus akan lebih senang untuk memilih menjadi MURID saja daripada menjadi sang maha guru. Betapa tidak! Sebagai maha guru, Jesus tidak mempunyai / beroleh pengikut di dalam jumlah yang fantastis. Namun sebagai murid Jesus, semua uskup dan paus beroleh pengikut yang teramat banyak…. Kita tentunya tidak diijinkan untuk berfikir / menuduh bahwa Jesus adalah mahaguru yang bodoh, karena lebih memilih untuk menjadi mahaguru yang pengikutnya tidak banyak.  Atau, apakah kita diijinkan untuk percaya, bahwa MURID adalah lebih hebat dari sang mahaguru??

Ada dilema:

  • Kalau kita percaya bahwa Jesus cerdas, maka mengapa karir nya tidak lebih hebat dari pada murid muridnya sendiri yang beroleh begitu banyak pengikut dibanding dirinya sendiri?
  • Atau kita harus percaya bahwa Jesus adalah mahaguru yang bodoh, sementara semua muridnya (paus, uskup, kardinal dan lain lain) jauh lebih pintar dan cerdas di dalam hal beroleh pengikut.

Sebenarnya dilema itu dapat diselesaikan tanpa harus tetap di dalam kebingungan, yaitu dengan berkeyakinan bahwa,

Semua manusia yang jumlahnya milyaran itu yang menjadi pengikut agama Kristen yang mengekor di belakang para uskup maupun paus, adalah BATHIL semata. Semua manusia penganut Kristen itu adalah SIA-SIA di mata Tuhan Semesta Alam.

Kebalikannya, kalau kita tetap memaksakan kehendak untuk berkeyakinan bahwa milyaran manusia yang menjadi jemaat Gereja Jesus itu adalah BERMARTABAT di mata Tuhan Semesta Alam, maka dilema di atas kembali harus dijawab (dan itu sulit!)…………….:

Mungkin kah A, bahwa Jesus sebagai mahaguru adalah cerdas, namun karirnya tidak SEBAGUS karir murid-muridnya sendiri. Atau B, bahwa kita mau tidak mau harus percaya bahwa Jesus adalah mahaguru yang bodoh karena lebih memilih menjadi mahaguru ketimbang menjadi murid saja yang sukses beroleh banyak pengikut …..

Kita harus memilih kesimpulan yang paling mendekati kebenaran yang memuaskan:

  • Tidak mungkin murid unggul daripada sang mahaguru.
  • Kalau Jesus adalah mahaguru yang pengikutnya tidak sampai 20 orang, maka seharusnya murid Jesus (para paus, uskup, kardinal dan lain lain) hanya akan mempunyai murid yang jauh lebih sedikit dari 20 orang. Artinya, pada setiap jaman kehidupan gerejani, jumlah manusia yang menjadi jemaat Gereja tidak boleh lebih dari 20 orang. Itulah yang benar.
  • Kenyataan nya pada 2000 tahun setelah masa kehidupan Jesus, jumlah manusia yang menjadi jemaat Gereja mencapai milyaran manusia. Artinya, kelebihan dari 20 orang itu (pada setiap jaman nya), adalah manusia-manusia yang Iman mereka terhadap ajaran Gerejani adalah SIA-SIA di mata Illahi, alias bathil…..

Itulah sebabnya, Jesus ketika berkhotbah, menyatakan bahwa dari semua orang yang mengikuti ajarannya, hanya 144.000 yang masuk Surga. Mengapa Jesus berkata demikian? Karena Jesus benar-benar memahami bahwa TIDAK MUNGKIN MURID MELEBIHI MAHAGURU. Pun dari pengajarannya soal angka 144.000 tersebut mungkin kita dapat ambil pandangan bahwa ketika Jesus masih hidup, jumlah manusia yang percaya kepada ajarannya berjumlah 144.000 orang. Dengan kata lain, massa kristal yang dimiliki / diraih oleh Jesus mencapai 144.000 orang.

Ingatlah akan ayat di Perjanjian Baru sendiri, di mana Jesus telah berkata dalam kaitannya dengan hubungan antara guru dan murid,

Matius 10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.

Matius 10:25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Maka jelaslah, kalau kita ingin mematuhi ajaran Perjanjian Baru, maka kita harus menyatakan bahwa banyaknya orang yang beragama Kristen, maka iman mereka adalah bathil dan tertolak – mereka adalah Beelzebul, sang pangeran setan lengkap dengan anak-anaknya.

Versi Muhammad Saw.

Muhammad Saw, kalau kita posisikan di dalam kerangka guru-murid, maka ia adalah mahaguru. Sementara semua ulama maupun mufti yang tersebar di seantero Dunia adalah murid-muridnya. Tujuan hanya satu yaitu memperoleh pengikut sebanyak banyaknya.

Muhammad ketika hidup mempunyai / beroleh manusia sebagai pengikut alias massa kristal yang maksimal, baik yang berdomisili di Mekkah maupun di Madinah.

Anggaplah penduduk Mekkah kala itu berjumlah 600.000 orang, dan Madinah berjumlah 700.000 orang (saya tidak mengetahui angka pastinya. Hal itu tidak penting di dalam pembahasan ini). 600.000 penduduk Mekkah, sudah berhasil menjadi pengikut Muhammad sebagai massa kristal, dan pun 700.000 penduduk Madinah telah berhasil menjadi pengikut Muhammad sebagai massa kristal (massa kristal, maksudnya bukan sebatas massa cair). Artinya, ke-enamratus-enamratusribu-nya penduduk Mekkah telah menjadi pengikut Muhammad, dan ke-tujuhratus-tujuhratusribu-nya penduduk Madinah telah menjadi pengikut Muhammad.

Kita juga harus melihat, bahwa jumlah itu adalah di luar mereka yang tetap di dalam kekafiran, yang jumlahnya pastilah tidak signifikan. Jadinya, kalau kita kembali main angka, mungkin penduduk Mekkah kala itu berjumlah 620.000 orang. 600.000-nya telah menjadi pengikut Muhammad, dan 20.000 nya tetap di dalam kekafiran. Di Madinah, mungkin keseluruhan penduduk nya berjumlah 720.000 orang. 700.000-nya telah menjadi pengikut Muhammad, dan 20.000-nya tetap di dalam kekafiran sampai akhir hayat mereka. Jumlah 600.000 untuk Mekkah dan 700.000 untuk Madinah adalah kesuksesan yang sudah paling mentok, karena tidak mungkin ke-enamratusduapuluh-enamratusduapuluhribu-nya menjadi pengikut Muhammad di Mekkah. Karena kalau hal itu terjadi, maka dapat dikhawatirkan bahwa Muhammad telah melakukan PEMBERSIHAN ETNIS alias pemaksaan keyakinan. Kesuksesan tentu tidak dapat diartikan PEMAKSAAN, bukan? Yang penting, toh jumlah mereka yang berhasil diislamkan jauh lebih signifikan dibanding mereka yang gagal untuk diislamkan. Karena memang demikian lah hukum Alam. Kalau di Dunia ini hanya ada 1000 manusia, maka:

  • Adalah mustahil bahwa ke-1000-nya menjadi Muslim.
  • Pun mustahil bahwa ke-1000-nya kafir.

Itulah hukum Alam. Begitu kira-kira penjelasan fair nya.

Kemudian, baik angka 600.000 untuk Mekkah maupun 700.000 buat Madinah, bukan lah harus dilihat dari angkanya. Namun harus dilihat dari jumlah keseluruhan nya. Artinya, kalau lah penduduk Mekkah kala itu adalah 12 juta, maka pastilah ke-12-12juta nya menjadi pengikut Muhammad. Hanya karena kebetulan penduduk Mekkah kala itu adalah 620.000, maka jumlah keseluruhan yang menjadi pengikut Muhammad adalah 600.000; bukan harus 12 juta……, atau 18 juta, atau 1,5 milyar seperti jumlah Muslim di Dunia saat ini….

Nah bagaimana dengan para mufti atau ulama sebagai murid Muhammad? Kalau kita berpegang teguh pada pendirian bahwa tidak boleh murid itu melebihi sang guru, maka seharusnya para ulama maupun mufti itu tidak mempunyai pengikut / jemaah yang jumlahnya melebihi apa yang pernah diraih Muhammad Saw sebagai mahaguru mereka.

Tepat sekali. Sampai sekarang tidak ada satu ulama maupun mufti pun yang kesuksesannya melebihi kesuksesan Muhammad di dalam hal meraih banyak pengikut. Pada setiap kota wilayah tempat seorang mufti bekerja / berusaha untuk berdakwah, tidak pernah sampai terjadi bahwa pengikutnya mencapai semua populasi dari kota tersebut.

Kesimpulannya, begitu banyak nya jumlah kaum Muslim di Dunia saat ini, tetap berada di dalam refleksi hubungan keunggulan antara mahaguru dan murid. Jadinya, semua Muslim yang ada di Dunia ini, Iman mereka diterima di sisi Allah Swt.  Pun, katakanlah, pada suatu kota, seorang mufti berhasil membuat semua penduduknya beragama Islam alias menjadi pengikut Muhammad. Itu pun masih fair dan dapat diterima secara logika, karena Muhammad Saw sendiri semasa hidupnya berhasil mengislamkan seluruh penduduk Mekkah dan Madinah di samping mereka yang masih tetap di dalam keyakinannya semula. Amin!

Penutup.

Cara berfikir yang pendek yang diderita kaum Kristen menganggap bahwa banyak nya penganut Kristen di Dunia ini adalah BUKTI bahwa agama Kristen adalah agama yang benar dan agung….. Mereka berfikir bahwa banyak nya penganut Kristen adalah bukti bahwa agama Kristen adalah agama yang diridhai Tuhan Semesta Alam.

Namun bukan kah kita mempunyai cara berfikir yang logis, bahwa adalah mustahil seorang murid mengalahkan sang guru di dalam hal karir dan kesuksesan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s