Empat Penjelasan Islam Tentang Jin

jinnnnn

By putri_jajang » Tue Dec 15, 2009 3:22 pm

Sekarang kalau mereka sesat (kata Anda),

Al Quran yang mereka pakai apakah SESAT juga??

Bukankah hanya al Quran yang mengajarkan tentang segala macam perihal JIN???

Apa yang mereka lakukan sama sekali tidak bertentangan dengan al Quran!!!

Sophislam >>

Alquran TIDAK SESAT. Alquran mengajarkan bahwa bergaul dengan jin itulah YANG SESAT ….

[72:6] Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia MEMINTA PERLINDUNGAN kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Ayat Alquran ini dengan tegas melarang kaum Muslim UNTUK BERGAUL dengan jin untuk tujuan apa pun. Itu pun diperkuat dengan Alhadits ketika Nabi Muhammad Saw berkata bahwa siapa pun yang mendatangi dukun dan ia percaya kepada dukun tersebut, maka orang itu adalah kafir (kafir terhadap apa yang telah disampaikan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul).

Dari sini TERBUKTI, bahwa Alquran bukan lah kitab yang sesat, karena khususnya di topic ini, justru Alquran melarang umat Muslim untuk bergaul dengan jin ….

Kafirite >>

by kutukupret » Wed Dec 16, 2009 4:05 pm

[72:6] Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia MEMINTA PERLINDUNGAN kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Bandingkan ayat dari Anda dgn Ayat dibawah ini.

Qs21:82

Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu,

Siapa yang memelihara setan-setan itu ?

Koq ada Allah Swt Yang memelihara setan-setan itu?

Sophislam >>

Ada dua hal yang harus dijelaskan dari ayat 21:82 di atas.

  1. Mengenai Nabi  Sulaiman as.
  2. Tentang perihal Allah lah Yang memelihara jin-jin tersebut ….

Pertama. Nabi Sulaiman as dan Jin.

Di dalam Islam, Nabi Sulaiman dilukiskan sebagai Nabi yang mempunyai kekuasaan yang amat luas. Kekuasaannya bahkan meliputi angin, hewan, air, dan BAHKAN MAHLUK HALUS yang meliputi bangsa setan dan jin.

Setan dan jin itu tunduk kepada Sulaiman, ATAS PERINTAH ALLAH, bukan atas perintah Sulaiman sendiri. Begitu juga dengan angin, air, hewan dll. Mereka semua tunduk kepada Sulaiman, atas perintah Allah, bukan atas kehendak dan perintah Sulaiman sendiri. Allah lah Yang memerintahkan para jin dan setan untuk tunduk kepada perintah Sulaiman.

Kemudian pun, Sulaiman TIDAK WAJIB untuk memberi nafkah kepada para jin tersebut. Allah lah Yang memberi nafkah kepada para jin tersebut… sehingga diperkatakan di dalam Alquran, BAHWA ALLAH LAH YANG MEMELIHARA JIN TERSEBUT SEBAGAI TAKLUKAN NABI SULAIMAN AS …

Sementara bagi Sulaiman sendiri, ia TIDAK TAHU MENAHU dengan urusan jin tersebut  Sulaiman tahu-nya, hanya Firman dari Allah bahwa atas kehendak Allah, wilayah kekuasaan Sulaiman mencakup para jin dan setan.

Lebih dari itu, justru Sulaiman merasa merendah terhadap Allah, karena anugrah kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya amat besar.

Beda dengan para dukun yang sesat itu.

Para jin itu tunduk kepada para dukun, karena atas perintah para dukun tersebut, dengan melakukan beberapa hal yang disebut dengan TUMBAL atau SESAJEN. Dengan demikian dapat dikatakan, para dukun tersebut lah yang memberi makan / nafkah para jin tersebut. Artinya, para dukun itulah yang menjadi pemelihara atas jin jin tersebut.

Sementara Sulaiman sama sekali tidak pernah melakukan tumbal atau sesajen (memelihara dengan cara memberi makan / nafkah) untuk mendapatkan ketaatan para jin tersebut.

Kemudian harus diingat, bahwa setelah Nabi Sulaiman as yang mempunyai jin dan setan sebagai “ANAK BUAH”, maka Allah tidak mengijinkan siapa pun untuk mengambil jin sebagai ‘anakbuah’ mereka (anakbuah = khodam). Ayat Alquran 72:6 adalah ayat yang menjelaskan bahwa siapa pun tidak boleh berhubungan dengan jin mau pun setan ..

Kedua. Sekarang tentang pertanyaan, APAKAH ALLAH YANG MEMELIHARA JIN JIN ITU?

Secara umumnya, semua setan, semua mahluk, apa pun itu, adalah Allah Yang memeliharanya. Bahwa setan / iblis itu tetap ada sampai sekarang adalah bukti bahwa keberadaan mereka itu DIPERTAHANKAN. Nah siapakah yang mempertahankan keberadaan mereka? Siapa lagi kalau bukan Allah. Allah mempertahankan (membiarkan tetap ada) keberadaan iblis setan jin dll (di samping mahluk kasat mata lainnya), berarti Allah lah Yang MEMELIHARA mereka. Apa tujuannya??

Allah berfirman, SUNGGUH HIDUP DI DUNIA ITU HANYALAH PERMAINAN.

[47:36] Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.

Kalau tidak ada jin setan iblis, maka buat apa ada kitab suci? Buat apa ada Nabi? Buat apa ada agama? Buat apa ada akal? Buat apa ada Surga dan Neraka???

Jadi, potongan ayat, bahwa Allah lah Yang MEMELIHARA para jin itu, BUKAN berarti bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk bergaul dengan setan di dalam bentuk praktek perdukunan. Allah MEMELIHARA para jin, di dalam ayat tersebut di atas, adalah untuk melukiskan bahwa betapa luasnya kerajaan Allah itu ……

Tidak ada jin Islam dan jin kapir dalam Islam. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengajarkan adanya jin Islam mau pun jin kapir. Semua jin ADALAH KAFIR DAN SESAT, sehingga tidak boleh dilibatkan dalam kehidupan umat muslim, khususnya di dalam hal beribadah / bersekutu ….

Kafirite >>

Tapi lain cerita jika kita tidak berniat ‘bergaul’ dengan jin, malah jin yang mendatangi kita ..

Seperti ini ..

Belasan Warga Padang Kesurupan Ketika Ruqyah Massal

24/04/2006 06:10 : Metrotvnews.com, Padang: Belasan warga Kecamatan Pauh, Padang, Sumatra Barat, Ahad (23/4), kesurupan massal ketika digelar ruqyah massal yang diadakan salah satu partai politik. Prosesi ruqyah tersebut dibawakan Ustadz Zaini di Masjid Al Muttaqin, Kecamatan Pauh, Padang, Sumatra Barat. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran. Namun, baru lima menit pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dilakukan, beberapa peserta sudah menunjukkan gejala kesurupan.

Semakin lama, semakin banyak peserta yang mengalami gejalan kesurupan sebagai pertanda tubuh mereka dihinggapi roh halus. Beberapa orang di antaranya bahkan histeris dan melakukan perlawanan. Belasan orang yang kesurupan ini terus dibacakan ayat suci Al Quran dan disiram air. Namun, karena roh halus terus melawan, prosesi tersebut memakan waktu cukup lama.(*/BEY)

Sumber, http://swaramuslim.net/images/uploads/html/kesurupan/berita.htm

Adakah larangan bagi para jin agar tidak bergaul dengan manusia?? klo tidak ada, mengapa manusia dilarang bergaul dengan jin??

Sophislam >>

Pertama, yang jelas, kalau ada ULAMA yang di dalam perbuatan nya mengundang para jin dengan menggunakan ayat Alquran, maka ulama itu SESAT. Itu jelas.

Lebih dari itu, semua ahli psikologi sepakat, bahwa yang dikatakan kesurupan itu sebenarnya hanya lah SUGESTI karena fenomena kesurupan itu seutuhnya adalah masalah kejiwaan, tidak ada hubungan nya dengan masalah roh-roh. Kesurupan, menurut ilmu kejiwaan, adalah LUAPAN ALAM BAWAH SADAR….

Perihal ada tidaknya larangan Allah kepada jin untuk tidak mendatangi manusia, itu cerita lain. Itu bukan urusan Muslim. Muslim hanya diperintahkan untuk menjalani semua perintah untuk mereka …..

Kapirit >>

Ada tertulis di dalam Alquran,

[19:83] Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?

Di ayat tersebut, Allah Swt sendiri lah yang memerintahkan setan untuk pergi kepada orang kapir untuk menghasung mereka berbuat maksiat. Majikan setan itu siapa, kalau bukan Allah? Jadi adalah benar, bahwa Allah adalah majikan nya semua setan, atau dengan kata lain, semua setan itu ketua nya adalah Allah Swt sendiri…..

Bisa menjelaskan?

Sophislam >>

Di dalam ayat Alquran tersebut, dijelaskan bahwa Allah Swt lah yang mengirim setan tersebut kepada orang kafir. Bukan kah ini berarti bahwa setan itu INGIN MELAKSANAKAN PERINTAH MAJIKAN MEREKA yaitu Allah Swt yaitu untuk membujuk manusia berbuat dosa dan maksiat?

Bedewe, oke katakanlah bahwa majikan para setan itu adalah Allah. Saya ingin bertanya,  kalau bukan tuhan / Allah, lantas siapa? Anda pikir, apakah ada majikan lain selain Allah / Tuhan bagi setiap mahluk??

Hidup di Dunia ini hanya lah permainan. Semua hal yang ada / terjadi di alam ini, pasti SUDAH TERMAKTUB di dalam KITAB RENCANA ALLAH. Tidak ada satu pun di dalam kehidupan ini yang Allah tidak mengetahuinya. Dus, tidak ada satu pun yang ada / terjadi di di dalam kehidupan ini yang Allah tidak menghendakinya. Di dalam Islam ada ucapan LA HAWLA WA LAA QUWATA ILLA BILAAH.. tidak ada daya dan upaya melainkan dengan kehendak Allah.

Semua yang terjadi, pasti terjadi dengan kehendak Allah. TERMASUK, pekerjaan parasetan itu yang selalu menggoda dan menjerumuskan manusia kepada kesesatan. Jadi, dengan kata lain, pekerjaan parasetan menggoda manusia itu, adalah TERMASUK kehendak Allah / pembiaran Allah.

Ayat di dalam Alquran,

[7:14] Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

Ayat ini menegaskan bahwa pekerjaan setan yang suka menyesatkan manusia, adalah bagian dari rencana Allah berkenaan dengan panggung permainan di atas muka bumi ini.

Kita balik saja pembahasannya.

Apakah kita (harus) berfikir bahwa setan menggoda manusia TANPA SEPENGETAHUAN ALLAH? Apakah kita harus berfikir bahwa setan menggoda manusia TANPA SEPERENCANAAN ALLAH?

Kalau lah memang benar bahwa setan menggoda manusia tanpa sepengetahuan dan sekehendak Allah, maka kita harus bertanya, JADI, ALLAH ITU APA-AN DONG? Jadinya, Allah itu hanya jadi PENONTON saja? Apakah mungkin ada satu hal pun di Dunia ini yang di luar kehendak dan rencana Allah?

Apakah kita harus berfikir bahwa kekuasaan Allah TIDAK DAPAT MENJANGKAU RENCANA SETAN?

Lantas, mengapa juga, Allah sendiri Yang mengirim setan itu untuk menggoda manusia supaya masuk Neraka?

Jawabannya, sudah saya jelaskan di atas dengan menggunakan ayat Alquran, bahwa kehidupan di muka bumi ini hanya lah PERMAINAN BELAKA, ada menang, ada kalah, ada hadiah dan ada hukuman. Kalau Allah tidak mengirim setan untuk menggoda manusia, maka buat apa ada kitab suci? Buat apa ada agama? Buat apa ada Nabi? Buat apa ada Surga  dan Neraka?

Sementara di lain pihak pun, TIDAK MUNGKIN bagi kita untuk berkeyakinan / berfikir, bahwa BUKAN ALLAH lah Yang mengirim / mensponsori parasetan itu untuk menggoda manusia tersebut. Logikanya adalah, kalau setan itu menggoda manusia tanpa SPONSOR ALLAH,  maka apakah mungkin setan mempunyai daya upaya sendiri yang bukan berasal dari Allah? Ingatlah, SEMUA DAYA UPAYA itu berasal dari Allah. Artinya, BAHKAN DAYA UPAYA parasetanol untuk menggoda manusia pun berasal dari Allah Swt juga.

Di dalam keyakinan non Islam, (mungkin / pasti) dijelaskan bahwa bukan Tuhan lah yang MEREKOMENDASIKAN setan untuk menggoda manusia. Dengan kata lain, setan menggoda manusia ATAS DASAR KEHENDAK DAN INISIATIF para setan sendiri.

Keyakinan ini, kalau diperiksa dengan menggunakan logika Islam, pasti KACAU BALAU. Betapa tidak!?

Kalau lah SETAN menggoda manusia atas dasar inisiatif dan kekuatan setan itu sendiri (bukan karena kehendak dan power dari Allah), lantas mengapa SANG TUHAN BERDIAM DIRI melihat umat manusia-Nya diganggu oleh setan? Apakah Tuhan itu tidak sanggup menghalau setan jauh-jauh supaya tidak lagi mengganggu manusia?

Maka nya, sebagai Muslim, saya paling ENGGA BISA murtad ke agama lain, karena konsep setan yang ditawarkan oleh agama lain itu adalah KACAU BELIAU alias TIDAK LOGIS. Saya ingin nanya, mengapa di dalam agama lain, Tuhan tidak dilukiskan sebagai yang menggunakan kekuatan dan kekuasaan Nya untuk menghalau setan sekaligus? Bahkan, mengapa Tuhan palsu itu tidak memusnahkan para setan itu saja sekalian supaya semua umat manusia dapat masuk surga dengan selamat?

Kalau kita bikin bagan logika nya, akan tampak sebagai berikut,

Setan menggoda manusia.

  1. Karena kehendak dan power dari Allah, seperti yang diajarkan di dalam Islam.
  2. Bukan karena kehendak Allah, murni kehendak para setanol itu sendiri. Dengan kata lain, Tuhan palsu itu tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan parasetanol tersebut yang suka menggoda manusia supaya masuk Neraka. Ini adalah ajaran non Islam.

Kalau penjelasannya adalah (a), maka konsekwensinya adalah,

  1. Semua yang terjadi di dalam alam ini sudah diatur oleh Allah. Kehidupan ini adalah hanya permainan belaka, ada menang, ada kalah, ada Hukum, ada hadiah. Dan manusia dibebaskan untuk memilih jalan mana yang ingin dia ambil.
  2. Karena semua bisikan parasetanol itu adalah PEMBIARAN / SPONSOR Allah, maka dapat DIPASTIKAN bahwa SAMPAI KIAMAT manusia akan terus diganggu oleh para setanol tersebut. Ini terbukti.

Namun, kalau penjelasannya adalah (b), maka konsekwensi logikanya adalah,

  1. Apakah Tuhan palsu itu tidak tahu bahwa para setanol itu sedang mengganggu manusia supaya manusia kesayangan sang Tuhan itu masuk Neraka? Apa mungkin Tuhan tidak tahu? Dan apakah mungkin bahwa MUNGKIN ada satu-dua hal di dalam kehidupan ini, yang terjadi / ada adalah bukan karena kehendak Tuhan tersebut? Apa itu masuk akal?
  2. Kemudian, katakanlah bahwa parasetanol itu menggoda manusia kesayangan Tuhan bukan karena kehendak Tuhan, alias karena kehendak parasetanol itu sendiri. Maka mengapa Tuhan itu tidak PUNYA NIAT untuk menghalang-halangi parasetanol tersebut dari pekerjaan itu? Apakah Tuhan itu tidak sayang kepada manusia kesayangannya? Atau, apakah sang Tuhan tidak mempunyai tenaga dan power yang cukup untuk memusnahkan parasetanol tersebut? Tuhan macam apakah itu?

[2:36] Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa parasetanol itu menggoda / menggelincirkan Adam as dan siti hawa untuk berbuat dosa. Harus ditegaskan, bahwa scenario di mana parasetanol itu menggoda Adam as dan istrinya, SEMATA adalah rencana Allah jua adanya, karena tidak mungkin para setan itu dapat berbuat dengan inisiatifnya sendiri. Kalau tidak ada babak di mana para setanol itu menggoda Adam as, maka pasti tidak ada panggung kehidupan di muka bumi ini. Faham? Maka nya Allah Swt berfirman, bahwa kehidupan di muka bumi ini hanya lah permainan semata……

Di  dalam alquran, keberadaan jin / setan / iblis, hanya dijelaskan melalui EMPAT POINT sebagai berikut:

Pertama.

Siapa pun tidak boleh bergaul dengan jin (kecuali para Nabi tentunya. Isa as pun pernah bergaul dengan jin ini, di dalam kapasitasnya sebagai Nabi. Nabi Muhammad pun juga  pernah ber-audiensi dengan jin di dalam kapasitasnya sebagai  Nabi. Itu saja). Kalau ada yang   bergaul dengan  jin, maka ia berdosa.

Kedua.

Kalau Allah Swt menerangkan bahwa hidup ini penuh dengan  tanggung jawab, maka jin pasti dilibatkan. Seperti di dalam firman, TIDAKLAH AKU CIPTAKAN JIN DAN MANUSIA KECUALI UTK MENYEMBAH-KU.

Kata MENYEMBAH-KU adalah tanggungjawab. Oleh karena itulah jin dilibatkan juga.

Ketiga.

Jin dilukiskan sebagai yang akan memenuhi Neraka. Seperti firman dalam alquran, SUNGGUH AKAN KAMI PENUHI NERAKA ITU DARI KALANGAN JIN DAN MANUSIA. Berarti semua jin akan masuk neraka. Bagaimana dengan jin nya Sulaiman as? Bukankah mereka telah berbakti kepada Sulaiman as?

Tetap! Jin nya Sulaiman pun akan masuk neraka juga. Apakah kalau begitu Allah tidak adil padahal jin itu sudah bakti kepada Sulaiman atas perintah Allah sendiri..?? Jawab, itu adalah urusan antara Allah dan bangsa jin. Kita tidak usah ikut campur. Kita urusi saja urusan kita sebagai manusia.

Keempat.

Tidak pernah Allah melukiskan bahwa ada jin yang masuk Surga. Belum sampai keterangan kepada umat manusia bahwa Allah telah menciptakan Surga khusus untuk bangsa jin. Pun tidak  pernah disebutkan di dalam Alquran bahwa nanti manusia saleh akan REUNI dengan jin saleh di dalam surga.

Dengan kata lain, ketika di dunia ini jin (bersama manusia) wajib menyembah Allah. Tapi tidak pernah disebutkan apakah jin itu akan masuk surga kalau mereka ternyata rajin menyembah Allah. Yang jelas semua jin akan masuk Neraka …..

Memang paragraf ini terdengar bahwa Allah tidak adil kepada para jin. Tapi seperti  yang saya jelaskan, bahwa itu bukan urusan kita. Itu adalah urusan antara Allah dengan  bangsa jin. Kita hanya berpegang kepada  Alquran bahwa tidak ada jin yang masuk surga..

Jin adalah ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu terserah Allah jin itu mau diapakan oleh Allah Swt setelah kiamat….

Yang jelas, tugas jin / parasetanol tersebut adalah untuk menggoda manusia, sesuai dengan ayat Alquran yang kau sebutkan tersebut,

[19:83] Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s